Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan kritik atas pelemahan rupiah ke titik terendah sepanjang sejarah yang menyentuh Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas. Pemborosan di atas pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan, peringatan sudah datang dari mana-mana," ujar Anies seperti dilansir dari akun media sosial miliknya, Rabu (20/5/2026).

Di tengah pelemahan rupiah, Anies meminta agar pemerintah memberikan kepastian dan membuat kebijakan yang jelas serta konsisten.

"Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur. Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten," tambahnya.

Baca Juga Belajar dari Habibie, Ekonom Didik Rachbini Dorong Reformasi Institusi demi Stabilkan Rupiah di https://www.kompas.tv/ekonomi/669895/belajar-dari-habibie-ekonom-didik-rachbini-dorong-reformasi-institusi-demi-stabilkan-rupiah

#aniesbaswedan #rupiah #ekonomi

Video Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669986/anies-kritik-pelemahan-rupiah-tembus-rp17-700-per-dolas-as-beri-kebijakan-yang-jelas
Transkrip
00:00Oleh karena itu saya mengajak kepada pemerintah, berhentilah memberi obat tidur kepada publik.
00:05Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur, berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten.
00:12Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:14Teman-teman semua izinkan saya berbagi pandangan.
00:16Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini.
00:20Dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja.
00:23Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah.
00:26Harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga, melemah tabungan tergerus.
00:32Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak.
00:36Tantangan di depan juga masih panjang.
00:39Geopolitik yang memanas, konflik membayang di timur tengah,
00:42dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan, itu sudah ada depan mata.
00:48Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan, maka beratnya berlipat.
00:54Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal.
00:59Kepastian.
01:00Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula.
01:04Tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran.
01:08Dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan kemana negeri ini dibawa.
01:13Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan.
01:16Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan.
01:20Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda.
01:26Kebijakan berubah-ubah, hari ini begini, besok berbeda.
01:29Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri, bahkan sebagian kabur.
01:34Keteladanan juga tidak hadir.
01:36Di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang,
01:40pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas.
01:43Pemborosan di atas, pengetatan di bawah.
01:46Ini tampak sebagai ketidakpekaan.
01:49Peringatan sudah datang dari mana-mana.
01:51Dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuangan internasional,
01:55dari media-media nasional dan internasional yang mengamati Indonesia.
01:58Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama.
02:03Ini yang dipertaruhkan dah hajat hidup ratusan juta orang.
02:06Maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan.
02:10Dan, perekaan itu saya mengajak kepada pemerintah,
02:13berhentilah memberi obat tidur kepada publik.
02:16Buka data apa adanya.
02:18Sampaikan masalah dengan jujur.
02:20Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten.
02:23Pimpin secara solid, ajak, dan dari atas sampai bawah.
02:26Itu yang menenangkan pasar, dan itunya akan menenangkan rakyat.
02:30Lalu kepada teman-teman semua, bersiaplah.
02:32Suka, tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita.
02:37Tekanan ekonomi belum berdah, cuaca ekstrim akan hadir dan menerpa,
02:42dan dunia di luar sedang bergolak.
02:45Tentu kita tetap harus optimis bahwa kita akan bisa melewati itu semua.
02:50Asal kita berjalan dengan mata terbuka, bukan dengan ilusi yang dibuat-buat.
02:56Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu, serius.
03:00Mari kita serius mengurus bangsa ini.
03:03Terima kasih.
03:04Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:16Terima kasih.
03:50Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan