Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) menegur Kepala Balai Ciliwung David Partonggo Olan Marpaung saat dirinya menyampaikan arahan penting terkait revitalisasi dan normalisasi sungai.

Hal itu terjadi ketika AHY melihat kepala balai pergi meninggalkan lokasi di tengah pidato arahan.

"Hei kepala balai, sini dulu mau kemana sih? Saya bicara untuk bapak lho. Mau kemana Anda tadi? No no no no, Anda dengarkan saya dulu disini," kata AHY di bantaran sungai Ciliwung, pada Kamis (7/5/2026).

Baca Juga AHY Sebut Giant Sea Wall Bakal Dibangun Bertahap di 25 Kabupaten/Kota di https://www.kompas.tv/nasional/667486/ahy-sebut-giant-sea-wall-bakal-dibangun-bertahap-di-25-kabupaten-kota

#ahy #agusharimurtiyudhoyono #ciliwung

Video Editor: Rizal


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668313/menko-ahy-marahi-pejabat-pergi-saat-diberi-arahan-anda-dengarkan-saya-dulu-di-sini
Transkrip
00:00Bapak loh, mau kemana-mana kemana tadi?
00:04No, no, no, no, no, no. Anda dengarkan saya dulu di sini.
00:08421 km persegi daerah aliran sungai.
00:15Kemudian, tadi dijelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pembangunan dan revitalisasi,
00:23termasuk normalisasi sungai, kurang lebih 33 km, yang sudah dilakukan 17 km, 52 persennya, sisanya 16 km.
00:34Termasuk tadi kita menyusuri menggunakan perahu karet dari rawa jati ke bidara Cina,
00:42kurang lebih 5 km, ada 2,3 km, di mana itu merupakan titik-titik yang paling mungkin terjadi banjir setiap
00:51saat.
00:51Ini harus kita segera lakukan normalisasi pembangunan tanggul, kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter.
01:00Dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan.
01:05Anggaran juga bisa dihitung.
01:07Memang tantangannya selalu diantaranya adalah lahan.
01:12Tadi Bu Amen juga menyampaikan lahannya seringkali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya.
01:18Itulah mengapa kolaborasi pemerintah pusat dan Pemprov ini menjadi sangat penting.
01:26Dan masyarakat juga harus terlibat dalam upaya besar ini.
01:31Karena percuma kita bikin tanggul, kemudian juga terus dilakukan pembangunan-pembangunan liar yang seharusnya tidak boleh.
01:43Kalau membangun sesuatu yang keras di sempadan sungai, maka sudah pasti ini akan membuat sungai kita makin lama makin sempit.
01:56Tadi lebarnya kurang lebih on average itu 15 sampai 25 meter lebar.
02:02Padahal itu hanya bisa menampung kurang lebih 200 meter kibik per detik.
02:08Idealnya 35 hingga 50 meter lebarnya.
02:13Sehingga bisa menampung 470 meter kibik per detik.
02:18Betul Pak Kepala Balai?
02:23Eh Pak Kepala Balai?
02:25Di sini dulu. Eh, kemana sih?
02:32Saya bicara untuk Bapak loh.
02:34Mau kemana-mana tadi?
02:37No, no, no.
02:39Anda dengarkan saya dulu di sini.
02:41Gimana mau mendengarkan arahan?
02:43Kalau Bapak nggak ada dua kali saya panggil, nggak ada gitu loh.
02:47Ya.
02:48Nggak bisa begitu.
02:48Tolong duduk dulu dulu dulu dulu.
02:50Duduk dulu, duduk dulu, duduk dulu Pak.
02:51Saya dua kali masalahnya manggil, kok nggak ada gitu loh.
02:54Nggak usah.
02:55Nanti kan kita saling juga duduk dulu Pak.
02:56Silahkan Pak.
02:57Silahkan.
03:00Ya.
03:01Saya ulangi.
03:02Jadi panjang.
03:04Saya mau refer Bapak tadi.
03:05Bapak menyampaikan data saya refer ini.
03:07Bapak tolong dengarkan.
03:08Supaya menjadi utuh.
03:09Ya.
03:09Memenjadi utuh.
03:10Ini kebijakan penting sekali Pak.
03:12Justru saya mendukung Bapak agar kita laksanakan dengan baik.
03:15Ya.
03:16Nanti itu bisa belakangan Pak.
03:18Bisa belakangan.
03:18Saya juga udah ngintip tadi.
03:20Ya.
03:20Nggak usah terlalu dipusingkan gitu.
03:23Ya.
03:24Saya ingin kita ini fokus pada substansinya.
03:26Saya ulangi.
03:27Agar bisa menampung 470 meter kubik per detik.
03:31Ya.
03:31Kita lebarkan.
03:33Ini.
03:34PR yang berat ya Bu Amen ya.
03:36Bagaimana kita bisa nanti bekerjasama
03:38dengan semua.
03:39Termasuk juga mendeploy alat-alat berat yang bisa membantu dengan cepat upaya normalisasi.
03:48Karena ternyata tadi penjelasannya setiap tahun itu harus terus dilakukan normalisasi.
03:54Naik lagi 20.
03:56Pendangkalan 20 cm.
03:58Pendangkalan 50 cm.
04:00Nah itu harus dilakukan terus pengerukan.
04:02Jadi ini sangat berpengaruh pada kondisi sungai kita.
04:08Bapak Ibu sekalian mohon kita semua menyampaikan.
04:12Dan terima kasih teman-teman media.
04:14Tepuk tangan untuk teman-teman media.
04:15Terima kasih.
04:15Telah hadir mohon teman-teman media membantu mensosialisasikan bahwa ini benar-benar sungai kita kritis.
04:26Kalau tadi kita melihat kiri kanan 5 km saja, itu nampak sekali bahwa memang kiri kanan itu sampah.
04:35Nah kalau asal buang sampah sudah pasti akan terjadi kebuntuan.
04:44Mau dibuat sodetan-sodetan sebanyak apapun ya Bu Menteri.
04:47Kita sulit untuk mengalirkan air yang deras.
04:50Apalagi kalau debitnya juga tinggi.
04:54Jadi dengan demikian saya berharap kita semuanya benar-benar memahami
05:03kebutuhan dan urgensi agar tidak terjadi banjir yang meluap kapan saja
05:12yang akhirnya seperti semua harus bersahabat dengan banjir.
05:16Padahal itu bukan pilihan yang pertama.
05:19Pilihan pertama kita adalah menghindari masyarakat dari banjir.
05:22Pertama ada bahaya terhadap diri kita, keluarga kita.
05:26Yang kedua pasti akan terjadi kerusakan material.
05:30Akan terjadi kerusakan properti.
05:33Tadi saya ulangi ya, 570 meter kibik per detik.
05:38Bapak Ibu yang saya banggakan.
05:40Nah saya berharap ke depan ini terus kita galakan.
05:46Tentunya kehadiran saya bukanlah yang pertama tentu.
05:48Sudah banyak yang datang.
05:50Tapi paling tidak dengan melihat langsung Bu Amen.
05:53Saya ingin kita lebih kolaboratif dalam memastikan regulasinya.
06:00Kemudian juga tadi hubungan antara pusat dan daerahnya juga makin baik.
06:04Lalu edukasi, sosialisasi ini juga dilakukan.
06:08Saya terima kasih sekali partisipasi.
06:11Ini ada kepala sekolahnya atau guru-gurunya di sini?
06:13Terima kasih ini.
06:14Saya merasa senang sekali dengan terlibatnya anak-anak kita, adik-adik kita.
06:19Karena ini menunjukkan yang muda peduli.
06:23Ini gen Z bukan?
06:25Kalau gen Znya peduli, yang lain harus lebih peduli lagi.
06:28Begitu ya.
06:29Terima kasih.
06:32Percepatan lahan harus kita lakukan.
06:35Yang kedua, operation and maintenance.
06:37Ini juga harus kita jaga.
06:39Yang ketiga, tentu pengendalian sampah, limbah.
06:43Apalagi jangan sampai sudah coklat, kemudian menjadi hitam.
06:48Warna berarti sudah nyampur dengan lindi.
06:50Itu akan lebih buruk lagi bagi kesehatan.
06:52Dan terakhir tentunya kolaborasi lintas kementerian lembaga dan juga antarwilayah.
06:59Karena misalnya Cisadane dan Ciliwung ini kan melibatkan dua provinsi.
07:03Tadi saya sudah dengar laporan Bu Amen, Provinsi Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.
07:09Melibatkan sejumlah kota atau kabupaten.
07:11Jadi memang tidak bisa berdiri sendiri.
07:14Nah, di sinilah perlu integrator.
07:16Perlu yang menghubungkan antara satu dengan yang lainnya agar tidak ada sekat-sekatan.
07:21Kalau sudah sekat-sekat di antara kita, terus punya pendekatan yang inginnya beda-beda semuanya begitu,
07:28malah nanti tidak tersambung satu sama lain.
07:31Akhirnya, Bapak Ibu sekalian, mari kita terus, selain kita terus beri tiar,
07:37kita juga selalu memohon pertolongan Tuhan.
07:40Semoga Indonesia, Jakarta juga selalu dilindungi.
07:45Kita berharap alam juga terus bersahabat.
07:52Tapi ada yang mengatakan, bukan alam yang bersahabat, tapi manusia yang harus bersahabat dengan alam.
07:56Karena alam sudah ada jauh lebih dulu dibandingkan manusia.
07:59Apapun kepentingan pembangunan kita, tidak boleh merugikan dan mengorbankan alam kita, sungai kita.
08:07Perpamsi juga hadir di sini.
08:09Bicara air minum, air bersih.
08:14Ini semua adalah pekerjaan rumah.
08:16Dan terima kasih kepada semua yang telah menjadi bagian besar dari perjuangan ini.
08:20Bapak Ibu sekalian, mudah-mudahan ke depan kita bisa terus fokus pada pembenahan untuk perlindungan sungai.
08:31Tapi juga, bagi kita yang sering melakukan studi,
08:38Ibu Wamen, Pak Direktur, pasti semua bisa mengapresiasi,
08:43Banyak kota maju, modern di dunia itu gak punya sungai,
08:48Sampai akhirnya bikin sungai buatan.
08:51Untuk apa?
08:52Untuk supaya kotanya indah katanya.
08:54Agar lebih menarik.
08:56Agar bisa digunakan sebagai sarana transportasi.
08:59Agar bisa digunakan untuk entertainment maupun sports.
09:04Kanu, macam-macam, water sports.
09:06Kita sudah dikaruniai Ciliwung, Cisadane, dan banyak lagi sungai di Indonesia.
09:13Mari kita jaga.
09:19Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
09:22Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
09:26Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
09:36Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan