00:00Bapak loh, mau kemana-mana kemana tadi?
00:04No, no, no, no, no, no. Anda dengarkan saya dulu di sini.
00:08421 km persegi daerah aliran sungai.
00:15Kemudian, tadi dijelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pembangunan dan revitalisasi,
00:23termasuk normalisasi sungai, kurang lebih 33 km, yang sudah dilakukan 17 km, 52 persennya, sisanya 16 km.
00:34Termasuk tadi kita menyusuri menggunakan perahu karet dari rawa jati ke bidara Cina,
00:42kurang lebih 5 km, ada 2,3 km, di mana itu merupakan titik-titik yang paling mungkin terjadi banjir setiap
00:51saat.
00:51Ini harus kita segera lakukan normalisasi pembangunan tanggul, kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter.
01:00Dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan.
01:05Anggaran juga bisa dihitung.
01:07Memang tantangannya selalu diantaranya adalah lahan.
01:12Tadi Bu Amen juga menyampaikan lahannya seringkali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya.
01:18Itulah mengapa kolaborasi pemerintah pusat dan Pemprov ini menjadi sangat penting.
01:26Dan masyarakat juga harus terlibat dalam upaya besar ini.
01:31Karena percuma kita bikin tanggul, kemudian juga terus dilakukan pembangunan-pembangunan liar yang seharusnya tidak boleh.
01:43Kalau membangun sesuatu yang keras di sempadan sungai, maka sudah pasti ini akan membuat sungai kita makin lama makin sempit.
01:56Tadi lebarnya kurang lebih on average itu 15 sampai 25 meter lebar.
02:02Padahal itu hanya bisa menampung kurang lebih 200 meter kibik per detik.
02:08Idealnya 35 hingga 50 meter lebarnya.
02:13Sehingga bisa menampung 470 meter kibik per detik.
02:18Betul Pak Kepala Balai?
02:23Eh Pak Kepala Balai?
02:25Di sini dulu. Eh, kemana sih?
02:32Saya bicara untuk Bapak loh.
02:34Mau kemana-mana tadi?
02:37No, no, no.
02:39Anda dengarkan saya dulu di sini.
02:41Gimana mau mendengarkan arahan?
02:43Kalau Bapak nggak ada dua kali saya panggil, nggak ada gitu loh.
02:47Ya.
02:48Nggak bisa begitu.
02:48Tolong duduk dulu dulu dulu dulu.
02:50Duduk dulu, duduk dulu, duduk dulu Pak.
02:51Saya dua kali masalahnya manggil, kok nggak ada gitu loh.
02:54Nggak usah.
02:55Nanti kan kita saling juga duduk dulu Pak.
02:56Silahkan Pak.
02:57Silahkan.
03:00Ya.
03:01Saya ulangi.
03:02Jadi panjang.
03:04Saya mau refer Bapak tadi.
03:05Bapak menyampaikan data saya refer ini.
03:07Bapak tolong dengarkan.
03:08Supaya menjadi utuh.
03:09Ya.
03:09Memenjadi utuh.
03:10Ini kebijakan penting sekali Pak.
03:12Justru saya mendukung Bapak agar kita laksanakan dengan baik.
03:15Ya.
03:16Nanti itu bisa belakangan Pak.
03:18Bisa belakangan.
03:18Saya juga udah ngintip tadi.
03:20Ya.
03:20Nggak usah terlalu dipusingkan gitu.
03:23Ya.
03:24Saya ingin kita ini fokus pada substansinya.
03:26Saya ulangi.
03:27Agar bisa menampung 470 meter kubik per detik.
03:31Ya.
03:31Kita lebarkan.
03:33Ini.
03:34PR yang berat ya Bu Amen ya.
03:36Bagaimana kita bisa nanti bekerjasama
03:38dengan semua.
03:39Termasuk juga mendeploy alat-alat berat yang bisa membantu dengan cepat upaya normalisasi.
03:48Karena ternyata tadi penjelasannya setiap tahun itu harus terus dilakukan normalisasi.
03:54Naik lagi 20.
03:56Pendangkalan 20 cm.
03:58Pendangkalan 50 cm.
04:00Nah itu harus dilakukan terus pengerukan.
04:02Jadi ini sangat berpengaruh pada kondisi sungai kita.
04:08Bapak Ibu sekalian mohon kita semua menyampaikan.
04:12Dan terima kasih teman-teman media.
04:14Tepuk tangan untuk teman-teman media.
04:15Terima kasih.
04:15Telah hadir mohon teman-teman media membantu mensosialisasikan bahwa ini benar-benar sungai kita kritis.
04:26Kalau tadi kita melihat kiri kanan 5 km saja, itu nampak sekali bahwa memang kiri kanan itu sampah.
04:35Nah kalau asal buang sampah sudah pasti akan terjadi kebuntuan.
04:44Mau dibuat sodetan-sodetan sebanyak apapun ya Bu Menteri.
04:47Kita sulit untuk mengalirkan air yang deras.
04:50Apalagi kalau debitnya juga tinggi.
04:54Jadi dengan demikian saya berharap kita semuanya benar-benar memahami
05:03kebutuhan dan urgensi agar tidak terjadi banjir yang meluap kapan saja
05:12yang akhirnya seperti semua harus bersahabat dengan banjir.
05:16Padahal itu bukan pilihan yang pertama.
05:19Pilihan pertama kita adalah menghindari masyarakat dari banjir.
05:22Pertama ada bahaya terhadap diri kita, keluarga kita.
05:26Yang kedua pasti akan terjadi kerusakan material.
05:30Akan terjadi kerusakan properti.
05:33Tadi saya ulangi ya, 570 meter kibik per detik.
05:38Bapak Ibu yang saya banggakan.
05:40Nah saya berharap ke depan ini terus kita galakan.
05:46Tentunya kehadiran saya bukanlah yang pertama tentu.
05:48Sudah banyak yang datang.
05:50Tapi paling tidak dengan melihat langsung Bu Amen.
05:53Saya ingin kita lebih kolaboratif dalam memastikan regulasinya.
06:00Kemudian juga tadi hubungan antara pusat dan daerahnya juga makin baik.
06:04Lalu edukasi, sosialisasi ini juga dilakukan.
06:08Saya terima kasih sekali partisipasi.
06:11Ini ada kepala sekolahnya atau guru-gurunya di sini?
06:13Terima kasih ini.
06:14Saya merasa senang sekali dengan terlibatnya anak-anak kita, adik-adik kita.
06:19Karena ini menunjukkan yang muda peduli.
06:23Ini gen Z bukan?
06:25Kalau gen Znya peduli, yang lain harus lebih peduli lagi.
06:28Begitu ya.
06:29Terima kasih.
06:32Percepatan lahan harus kita lakukan.
06:35Yang kedua, operation and maintenance.
06:37Ini juga harus kita jaga.
06:39Yang ketiga, tentu pengendalian sampah, limbah.
06:43Apalagi jangan sampai sudah coklat, kemudian menjadi hitam.
06:48Warna berarti sudah nyampur dengan lindi.
06:50Itu akan lebih buruk lagi bagi kesehatan.
06:52Dan terakhir tentunya kolaborasi lintas kementerian lembaga dan juga antarwilayah.
06:59Karena misalnya Cisadane dan Ciliwung ini kan melibatkan dua provinsi.
07:03Tadi saya sudah dengar laporan Bu Amen, Provinsi Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.
07:09Melibatkan sejumlah kota atau kabupaten.
07:11Jadi memang tidak bisa berdiri sendiri.
07:14Nah, di sinilah perlu integrator.
07:16Perlu yang menghubungkan antara satu dengan yang lainnya agar tidak ada sekat-sekatan.
07:21Kalau sudah sekat-sekat di antara kita, terus punya pendekatan yang inginnya beda-beda semuanya begitu,
07:28malah nanti tidak tersambung satu sama lain.
07:31Akhirnya, Bapak Ibu sekalian, mari kita terus, selain kita terus beri tiar,
07:37kita juga selalu memohon pertolongan Tuhan.
07:40Semoga Indonesia, Jakarta juga selalu dilindungi.
07:45Kita berharap alam juga terus bersahabat.
07:52Tapi ada yang mengatakan, bukan alam yang bersahabat, tapi manusia yang harus bersahabat dengan alam.
07:56Karena alam sudah ada jauh lebih dulu dibandingkan manusia.
07:59Apapun kepentingan pembangunan kita, tidak boleh merugikan dan mengorbankan alam kita, sungai kita.
08:07Perpamsi juga hadir di sini.
08:09Bicara air minum, air bersih.
08:14Ini semua adalah pekerjaan rumah.
08:16Dan terima kasih kepada semua yang telah menjadi bagian besar dari perjuangan ini.
08:20Bapak Ibu sekalian, mudah-mudahan ke depan kita bisa terus fokus pada pembenahan untuk perlindungan sungai.
08:31Tapi juga, bagi kita yang sering melakukan studi,
08:38Ibu Wamen, Pak Direktur, pasti semua bisa mengapresiasi,
08:43Banyak kota maju, modern di dunia itu gak punya sungai,
08:48Sampai akhirnya bikin sungai buatan.
08:51Untuk apa?
08:52Untuk supaya kotanya indah katanya.
08:54Agar lebih menarik.
08:56Agar bisa digunakan sebagai sarana transportasi.
08:59Agar bisa digunakan untuk entertainment maupun sports.
09:04Kanu, macam-macam, water sports.
09:06Kita sudah dikaruniai Ciliwung, Cisadane, dan banyak lagi sungai di Indonesia.
09:13Mari kita jaga.
09:19Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
09:22Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
09:26Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
09:36Selamat menikmati.
Komentar