Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Penyidik KPK memeriksa Ahmad Dedi, Pemeriksa Fungsional Ahli Madya Ditjen Bea Cukai, sebagai saksi kasus dugaan suap importasi barang di Gedung Merah Putih, Jakarta (10/5/2026). Pemeriksaan ini berfokus pada aliran dana dari PT Blueray Cargo kepada sejumlah pejabat Bea Cukai untuk memuluskan proses impor.

Usai diperiksa, Ahmad Dedi memilih berlari menghindari awak media guna menjaga kerahasiaan materi penyidikan. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk mencegah spekulasi publik yang prematur dan demi menjaga integritas keterangan yang telah disampaikan secara resmi kepada tim penyidik KPK.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan sembilan tersangka yang terdiri dari pejabat teras Ditjen Bea Cukai dan pihak swasta. Kasus ini terus dikembangkan berdasarkan pasal-pasal dalam UU Tipikor guna mengungkap tuntas praktik gratifikasi dan suap dalam lingkungan otoritas kepabeanan tersebut.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/10/163140/terungkap-ini-alasan-ahmad-dedi-lari-hindari-wartawan-usai-diperiksa-kpk-kasus-korupsi-bea-cukai

Creative/Video Editor: Susi/Leo
#Ahmad Dedi #BeaCukai #KPK #Kabur
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Terungkap, ini alasan Ahmad Dedy lari hindari wartawan usai diperiksa KPK.
00:05Pemeriksa fungsional Ahli Media Dijen Bia Cukai Ahmad Dedy memberikan zarifikasi terkait aksinya yang berlari menghindari kejaran awak media.
00:13Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Minggu 10 Mei 2026.
00:19Dedy diperiksa sebagai saksi dalam kasus digaian swap importasi barang dan gratifikasi yang melibatkan lingkungan Direkturat Jenderal Bia Dajukai
00:27serta pihak swasta PT Burai Kargo.
00:30Ahmad Dedy menjelaskan bahwa tindakannya menghindar dilakukan secara sengaja untuk menjegah timbulnya spekulasi liar
00:36dan opini publik yang tidak terkendali sebelum adanya keterangan resmi dari KPK.
00:41Ia menegaskan putihnya menjaga kerahasiaan mengatari pemeriksaan yang masih berjalan
00:45dan tidak ingin informasi yang bersifat rahasia menjadi konsumsi publik secara prematur,
00:50melalui kutipan media yang tidak utuh.
00:52Menurutnya, langkah tersebut diambil demi menjaga integritas informasi yang telah ia sampaikan secara resmi kepada tim pengidik.
00:59Dalam perkembangan kasus ini, KPK yang dilakili oleh jurubicara Budi Prasetya mengungkapkan
01:04bahwa penyidik sedang mendalami aliran dana dari PT Burai kepada sejumlah penjabat negara.
01:09Hingga saat ini, lembaga antir asuah tersebut telah menetapkan 9 orang tersangka
01:14yang terdiri dari pejabat teras di Jenderal Bia Dajukai dan pihak swasta.
01:19Pada tersangka, kini terancam jeratan pasal dalam Undang-Undang Tipikor Sertai KUHP
01:23terkait penerimaan dan penerian suap dalam proses importasi barang.
Komentar

Dianjurkan