Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran disebut masih mengalami kebuntuan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan, apakah pulihnya Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akan mempercepat proses perundingan, atau justru membuat Iran semakin agresif dalam menghadapi konflik yang sedang berlangsung.

Membahas hal tersebut, simak dialog Kompas TV bersama Peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali, serta Pengamat Timur Tengah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Nostalgiawan Wahyudi.

Baca Juga Mojtaba Khamenei Pulih! Presiden Iran Ungkap Komunikasi, Makin Ngotot Lawan AS? | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/668042/mojtaba-khamenei-pulih-presiden-iran-ungkap-komunikasi-makin-ngotot-lawan-as-kompas-petang

#iran #mojtabakhamenei #amerikaserikat #asvsiran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668049/panas-mojtaba-khamenei-pulih-di-tengah-negosiasi-mandek-iran-vs-as-ini-kata-pengamat-dan-peneliti
Transkrip
00:00Saudara negosiasi Amerika Serikat dan juga Iran mandek.
00:03Apakah dengan pulihnya pemimpin tertinggi Iran,
00:06Mustafa Khaymadi ini akan mempercepat perundingan
00:09atau Iran justru akan habis-habisan melawan di pertempuran?
00:14Kita bahas bersama dengan peneliti Asia Middle East Center,
00:17Pizarro Gozali dan juga pengamat Timur Tengah,
00:20Badan Riset dan Inovasi Nasional,
00:22Mas Nostalgiawan Wahyudi.
00:24Selamat petang semuanya.
00:26Selamat petang Mas Yashir.
00:28Saya ke Bang Pizarro dulu.
00:29Kalau kita lihat ini kan Mostabah ini kan dikenal lebih keras dibandingkan ayahnya.
00:34Namun Presiden Iran sendiri bilang bahwa sebenarnya
00:36Mostabah ini adalah sosok yang tulus dan juga rendah hati.
00:40Anda membacanya apa yang ingin disampaikan oleh Fezeskian dari pernyataan ini?
00:45Ya, pertama kita mengetahui bahwa pulihnya Mostabah Khomeini
00:48ini akan pasti memberikan dampak politik yang sangat besar kepada pemerintah Iran.
00:53Pertama, akan terjadi sinergitas dan juga koordinasi yang lebih intens lagi
00:57antara pemimpin tinggi negara dengan RGC.
00:59Karena kalau kita mengetahui dalam konsep politik Iran,
01:02seorang Mostabah Khomeini atau Rahbar itu dia tidak hanya sebagai kepala negara,
01:06tapi dia juga sebagai pemimpin politik, pemimpin militer,
01:09dan juga pemimpin yang mengatur jalannya perang.
01:11Jadi konsolidasi antara IRGC dengan kemudian Mostabah Khomeini
01:15itu akan menjadi lebih intens lagi.
01:17Yang kemungkinan, bahwa tidak mungkin,
01:19nanti akan membuat Iran siap untuk melakukan eskalasi lebih panjang.
01:22Sekarang kalau kita lihat Mas Yashir,
01:24serangan sudah kembali dilakukan oleh Iran,
01:25yang dikatakan Iran itu sebagai respon serangan dengan Amerika Serikat
01:29kepada kapal-kapal tanker Iran.
01:31Saya yakin ketika Mostabah Khomeini kembali ke tampuk kepemimpinan
01:34dan bahkan sudah bertemu dan masuk pejeksian,
01:37ini akan semakin memperkuatkan lagi ya,
01:39koordinasi militer antara pemerintah,
01:43antara Rahbar, dan juga RGC.
01:45Dan pesan yang disampaikan pejeksian,
01:47bahwa ini adalah pemimpin yang tulus,
01:48karena bisa dikatakan Mostabah Khomeini pemimpin yang siap mati itu Mas Yashir.
01:52Atau kalau dalam bahasa Iran itu pemimpin yang siap syahit lah,
01:55kenapa dia kemudian kan terpilih menjadi Rahbar,
01:57menggantikan ayahnya,
01:59dan kemudian nanti kenapa pejeksian mengatakan dia pemimpin yang tulus,
02:01ikhlas, karena memang dia tidak mengejar apapun
02:03dalam konsep pemimpinan politik Iran,
02:06bahwa seorang Rahbar itu memang pemimpin yang siap bisa dikatakan totalitas
02:09untuk mendukung kedalatan Iran.
02:11Artinya, menurut saya, Iran tetap dalam koridor utamanya,
02:15mereka siap dikromasi,
02:16mereka siap untuk menegosiasi,
02:18tetapi juga mereka siap untuk,
02:19kalau memang terpecah perang yang panjang,
02:21mereka siap melakuinya.
02:23Oke, kalau Mas Wawan sendiri melihatnya seperti apa?
02:25Lebih condong kemana?
02:26Dengan pulihnya Mostabah yang sudah diungkap ke publik ini,
02:30lebih siap negosiasi dulu,
02:31atau justru lebih membakar semangat dari Iran sendiri
02:35untuk siap bertarung militer bersama dengan,
02:38melawan Amerika Serikat?
02:42Dalam pandangan saya,
02:43sebetulnya sosok Mostabah ini sangat diperlukan sekali.
02:47Jadi, kita tahu setelah adanya penyerangan kemarin,
02:50memang terjadi sedikit gesekan.
02:53Seperti kemarin kasus penyerangan terhadap Uni Emirat Arab.
02:56Itu yang di mana pemimpin Iran menyatakan itu bukan dilakukan oleh Iran.
03:01Tapi pada last minute,
03:02Masud Pejasyan melakukan kritik terhadap ARCC,
03:05mengatakan bahwa serangan yang dilakukan RGC tidak melakukan mekanisme
03:08mengkoordinasi dengan elit dari Iran itu sendiri.
03:11Jadi, memang ini agak-agak diuntungkan ya.
03:17Tumben ini, Trump agak-agak, ini ya bagus ya analisisnya.
03:21Dia mengatakan bahwa terjadi sedikit kertakan di Iran,
03:24dan itu memang sebetulnya bukan kertakan sih,
03:27lebih karena pengambilan kebijakannya tidak tersentralisir.
03:30Jadi, itu yang menyebabkan adanya RGC mempunyai kekuatan tersendiri.
03:34Mungkin karena dia menerapkan sistem puzzle ya dalam pertahanannya,
03:40di mana banyak inisiasi-inisiasi yang bisa diambil sebetulnya
03:43oleh kelompok-kelompok kluster-kluster yang dari RGC sendiri
03:47di berbagai tempat, sehingga bisa mengambil keputusan secara cepat.
03:50Namun, secara strategis ya,
03:52saya melihat bahwa kebijakan Iran sebetulnya tidak berubah.
03:56Hingga pada ketika Mustafa dapat serangan rudal dan cedera,
04:04Iran tetap pada posisi yang tidak mau bernegosiasi dalam keadaan dalam tekanan.
04:09Jadi, turunnya Mustafa ini sebetulnya ingin mempertegas
04:12untuk meminimalisir terjadinya dualisme kepemimpinan
04:17atau dualisme pengambilan keputusan yang ragu di Iran,
04:20sehingga akan memudahkan sistem pengambilan keputusan ke depan.
04:24Dan ini, dengan adanya minimalisir dari dualisme keputusan ini,
04:29akan membuat sebetulnya, baik itu keputusan perang,
04:32yang kita kenal bahwa basic dari Mustafa Komaini sendiri itu dari RGC ya,
04:38dia memang orang lapangan ya,
04:40dalam perang mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan RGC,
04:43dan berikutnya juga akan memberikan guideline yang lebih clear dalam negosiasi.
04:47Saya kira dengan kembalinya Mustafa ini akan memperkuat bahwa
04:50negosiasi, prediksi saya ke depan akan sedikit alat.
04:54Karena dengan adanya, apa itu namanya, kembalinya Mustafa,
04:59maka kita tahu sama Mustafa mempunyai sikap yang cukup-cukup konsisten ya,
05:04dia mempunyai keteguhan yang cukup luar biasa,
05:06sehingga ada target-target politik yang perlu dinegosiasikan.
05:10Jadi, kalau kita lihat dalam Mustafa ini,
05:12Iran itu mempunyai suatu sistem kemimpinan yang cukup unik ya.
05:16Dalam mekanisme negara otoriter ya,
05:19biasanya faktor yang paling lemah dan paling mudah untuk kita diakuisisi adalah
05:24sistem suksesi kepemimpinan.
05:26Kita bisa melihat...
05:29Mas Pawan?
05:31Oke, kami perbaiki hubungan kami dengan Mas Nuslagiawan.
05:34Saya ke Bang Pizarro melihatnya ini,
05:36kalau kita berbicara soal kekuatan militer,
05:39tapi jauh sebelum itu,
05:40pasti ada strategi politik yang nantinya akan dimainkan di sini,
05:44baik dari internal Iran sendiri.
05:46Kira-kira Anda melihatnya ini lebih condong kepada mengedepankan negosiasi,
05:51atau seperti apa?
05:53Ya, kalau kita lihat naiknya Mustafa Khomeini,
05:55ini dia punya diferensiasi nanti dengan ayahnya ya,
05:58Ali Khomeini.
05:59Karena kalau kita lihat,
06:00Mustafa Khomeini atau pemerintahan Iran sekarang,
06:02itu betul-betul belajar dari kemudian pemerintahan yang dipimpin oleh Ali Khomeini,
06:07ya, bahwa ada ruang negosiasi yang selama ini dilakukan oleh Mas Syarikat,
06:10kita lihat ada GCPOA nanti tahun 2015 ya,
06:14ada juga perundingan-perundingan yang lainnya,
06:15tetapi saya lihat Mustafa Khomeini itu belajar bahwa
06:17upaya mereka melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat,
06:20melakukan diplomasi dengan Amerika Serikat,
06:21itu samanya tidak menguntungkan bagi mereka.
06:23Kita bisa melihat masih hasil ya,
06:25ketika terjadi GCPOA pun,
06:26ketika Iran itu sudah menyerahkan uraniumnya,
06:29sanksi-sanksi dari Amerika Serikat pun tidak pernah dicabut oleh mereka,
06:32oleh Obama seperti itu.
06:33Maka saya yakin itu akan membentuk pola framing
06:36bagaimana Mustafa Khomeini sekarang menafsirkan hubungan
06:39intara Iran dengan Washington.
06:40Saya yakin bahwa perundingan pasti akan menjadi lebih rumit,
06:44lebih sulit ya,
06:45karena kalau Iran tidak benar-benar mendapatkan konsensi
06:47yang menguntungkan bagi dia,
06:48dia akan mengulangi perundingan-perundingan sebelumnya.
06:51Maka saya yakin Iran akan menjadi jual lebih jual mahal,
06:57lebih jaim seperti itu,
06:59dan kalau kita lihat sekarang Mas Yashir ya,
07:01yang posisi yang sedang menunggu bagaimana respon proposal,
07:04itu justru Trump.
07:05Trump berkali-kali kan dia mengatakan,
07:06kami menunggu hasil bagaimana keputusan dari Iran,
07:09kami menunggu bagaimana respon dari Iran,
07:11ini membuktikan bahwa sebenarnya,
07:13dalam posisi ini, Iran berada di atas angin,
07:14dan dia sengaja memang memperlambat respon
07:17untuk memberikan keputusan terhadap Amerika Serikat,
07:19untuk membuat frustasi Donald Trump,
07:22agar membuat Amerika Serikat tidak bisa membaca
07:24peta apa yang sedang lakukan dari Iran,
07:25dan kemudian agar konsensi ketika negosiasi itu menguntungkan
07:28bagi Iran, gitu.
07:30Jadi kalau seandainya negosiasi nampaknya alot,
07:33karena menurut Anda tadi,
07:34kalau negosiasi dengan Iran,
07:36bernegosiasi dengan Amerika Serikat,
07:37selalu tidak diuntungkan begitu,
07:40kemungkinan besar akan potensi perang lebih banyak,
07:42begitu Anda melihatnya seperti apa?
07:44Karena kalau kita lihat sekarang,
07:45Jerman dan juga Perancis juga telah dikabarkan
07:47untuk mengirimkan kapal mereka ke Timur Tengah.
07:50Anda membacanya,
07:51apakah NATO akhirnya akan turun tangan?
07:54Ya, jadi begini Mas Yashir ya,
07:56jadi kalau kita lihat sekarang,
07:58Iran itu sudah dalam mengunci posisi-posisi kapal-kapal
08:01militer Amerika Serikat,
08:02yang itu nanti siap mereka akan eksekusi
08:04kapanpun jika memang terjadi deadlock negosiasi, gitu.
08:07Jadi menurut saya dalam kondisi seperti ini ya, gitu,
08:10Iran pasti sudah sedang melakukan konsolidasi dengan Tiongkok,
08:13sedang melakukan konsolidasi dengan Rusia,
08:15sedang melakukan konsolidasi internal,
08:16bahwa mereka siap untuk melakukan perang kembali,
08:19tetapi mungkin tidak skala penuh Mas Yashir.
08:21Tetapi Iran sekarang sedang mengincar perang atrisi,
08:24perang yang betul-betul menguras ekonomi,
08:26menguras militer,
08:27dan menguras politiknya Amerika Serikat
08:28untuk membuat perang jangka panjang.
08:30Makanya itu yang kemudian saya melihat,
08:31kenapa kemudian Iran itu sangat lambat sekali
08:33merespon proposal dari Donald Trump,
08:35proposal dari Amerika Serikat, seperti itu ya.
08:37Karena mereka betul-betul ingin memastikan
08:39ketika mereka masuk ke meja perundingan,
08:41mereka tidak lagi kembali dikhianati oleh Amerika Serikat.
08:43Kalau menurut Anda perang yang dilancarkan oleh,
08:47strategi perang yang dilancarkan oleh Iran ini
08:49menguras ekonomi, militer, dan juga politiknya Amerika Serikat,
08:53kalau Mas Nostalgiawan sendiri melihatnya
08:55respon ataupun yang tengah dipersiapkan
08:58oleh Amerika Serikat sendiri seperti apa?
09:02Kalau kita lihat ya,
09:04kemungkinan akan depan memang negosiasi benar
09:07akan sedikit alot dengan keteguhan mustabah.
09:09Dan kita bisa melihat bahwa
09:11dengan adanya misalnya kemarin
09:13kapal perang atau kapal penyapuran jauh
09:17yang dikirimkan oleh Pransis dan juga Inggris.
09:19Itu sebetulnya statement mereka clear ya.
09:21Mereka tidak pada pihak baik Amerika ataupun Iran.
09:24Jadi sebetulnya berada pada posisi setengah
09:26bahwa menyampaikan pesan bahwa
09:29masyarakat internasional itu menginginkan
09:31segera pembukaan Selat Hormuz
09:33di mana itu mensyaratkan bahwa
09:35negosiasi di antara kedua belah pihak itu
09:37harus terjadi secepat mungkin.
09:39Karena sudah memberikan dampak yang cukup parah.
09:42Kita tahu bahwa kedua negara-negara
09:44mengalami krisis energi yang cukup luar biasa.
09:47Iran mengalami inflasi yang parah.
09:49Tekan ekonomi yang akut.
09:50Klaimnya kemarin ada sedikit gesekan kepemimpinan
09:53yang mungkin sekarang sudah semakin clear ya.
09:56Sedangkan perdagangan Iran sangat anjlok.
09:58Ditaui bahwa kapal dagang Iran
10:01sempat diserang oleh Amerika.
10:02Dan ketahanan pangan juga medis
10:04menipis di Iran.
10:05Di sisi lain, di Amerika juga
10:07terjadi buruknya cita Trump di dunia internasional
10:09ke dalam negeri, tekanan dalam negeri,
10:11penembakan yang terjadi bertubi-tubi,
10:14kebutuhan kampanye,
10:16dan popularitas yang menyusut dari Trump
10:20untuk kebutuhan bulan November.
10:22Dan ini sebetulnya
10:23di mana ini seharusnya memberikan ruang
10:26bagi kedua pihak
10:28untuk bisa duduk ke meja diplomasi.
10:29Apalagi ada tekanan dari Prancis dan Inggris.
10:31Cuma kita diganggu oleh dua hal ya.
10:35Ini kita lihat ya.
10:36Jadi dengan adanya tekanan yang luar biasa
10:39di Amerika itu,
10:40satu sebetulnya yang dibutuhkan Trump saat ini
10:42adalah cara yang paling ideal
10:44membuat dia kembali populer di Amerika,
10:47kembali membawa Amerika sebagai
10:49apa itu namanya,
10:51penguasa tunggal dunia,
10:53yaitu dia harus memenangkan peperangan ini.
10:55Itu yang jalan pertama.
10:57Jadi itu yang menyebabkan Trump gigih.
11:00Karena jika misalnya win-win solution
11:02di mana Iran mengklaim menang,
11:04Amerika mengklaim menang,
11:05itu tidak memberikan posisi yang baik
11:06bagi Trump.
11:07Jadi ini akibat dari miskalkulasi
11:09perang yang diambil oleh Trump
11:11di pertama,
11:13karena mengatakan bahwa Iran itu
11:14adalah negara otoriter,
11:16maka regime change akan lebih mudah dilakukan
11:18seperti terjadi di Irak,
11:20Saddam Hussein,
11:21apa itu namanya,
11:22lengser,
11:22ataupun di Libya,
11:24Muhammad Gaddafi dapat dilengserkan,
11:26ciptakan kaos di negara itu.
11:27Jadi regime change biar terjadi.
11:29Dan ini sebetulnya miskalkulasi
11:31yang menyebabkan jalan panjang
11:33dari perang dan diplomasi ini
11:35membuatkan Trump begitu terpuruk.
11:37Jadi Anda melihatnya ini
11:39adalah faktor fitraan.
11:39Jadi Mas Wawan,
11:41Anda melihatnya ini
11:42Amerika Serikat,
11:43terutama Trump,
11:44ini menimbang betul ya,
11:45karena memang dari politik
11:47dan juga ekonomi ini
11:48sangat menjadi penentu
11:49dalam mengambil strategi
11:51dalam perang melawan Iran ini.
11:53Kalau Mas Pizarro sendiri
11:55melihatnya bagaimana
11:56dengan posisi Iran sendiri?
11:58Karena kalau kita lihat
11:59ini kan kedua perang
12:01antara Amerika Serikat dan Iran
12:02ini sama-sama berdampak
12:03pada krisis
12:04baik militer maupun ekonomi
12:06ke kedua negara.
12:07Nah, langkah yang akhirnya
12:08diambil oleh kedua negara ini
12:09akan seperti apa
12:10dalam perang ini?
12:11Tapi jangan dijawab dulu.
12:12Kita lanjutkan,
12:13Sejeda,
12:13tetaplah bersama kami
12:14di Kompas Petang.
12:24Bang Pizarro,
12:26kalau kita lihat ini kan
12:27sebenarnya dampak dari
12:28perang Amerika Serikat
12:29dan juga Iran ini
12:30salah satu yang paling terdampak
12:32ini kan adalah
12:33kondisi ekonomi
12:34dari kedua negara ini.
12:36Dengan kehadirannya,
12:38dengan sembuhnya Mojtaba
12:39yang notabene
12:40seperti yang tadi disampaikan
12:41bahwa sebenarnya
12:43mewakili IRGC
12:44yang lebih bersemangat
12:46dan lebih fokus ke militer.
12:47Apakah pertanyaannya
12:48apakah nanti
12:49keputusan yang diambil
12:50oleh Mojtaba ini
12:52akan mempertimbangkan juga
12:54dampak ekonomi
12:55dan juga krisis
12:56yang tengah dialami
12:57oleh Iran saat ini?
12:59Ya, saya yakin Mas Yashir
13:01semua variable itu
13:02sudah ada di mejanya
13:02Mojtaba Khomeini
13:03bahwa dampak ekonomi,
13:05dampak militer,
13:06dampak perang panjang
13:07dan lain sebagainya
13:07itu pasti sudah difikirkan
13:09oleh Mojtaba Khomeini.
13:10Tetapi kita
13:11jangan lupa ya
13:13sekarang di dalam
13:13negosiasi yang sedang
13:14dilakukan perundingan ini
13:16antara Amerika Serikat
13:17dengan Iran
13:18kalau kita lihat
13:19dengan kembali
13:19Mojtaba Khomeini
13:20ketampu kekuasaan
13:21dari Iran
13:22ini memberikan dampak positif
13:23yang psikologi yang positif
13:25bagi pemerintahan Iran ya.
13:27Maka, menurut saya
13:28strategi Iran
13:29dia tidak akan masuk
13:31kepada negosiasi
13:32selama itu
13:32kemudian merugikan mereka.
13:34Selama itu
13:34tidak diuntungkan
13:35bagi mereka gitu.
13:36Dan saya yakin
13:37memang walaupun ada
13:37dampak ekonomi
13:39bagi Iran
13:39tetapi sejauh ini
13:41selama dia
13:42misalkan
13:42dia masih ada
13:43dua variable ya
13:43selama dia masih bisa
13:44melakukan hubungan
13:45ekonomi keluar
13:46melalui jalur darat
13:47dan kemudian dia masih
13:48memiliki aliansi strategi
13:50seperti Rusia dan Tiongkok
13:51Iran relatif itu
13:52bisa bertahan.
13:53Ini mirip kayak
13:54Kuba dulu
13:54ketika dibelukade oleh
13:55John F. Kennedy ya
13:56tahun 60-an.
13:57Tiga tahun Kuba
13:58dibelukade
13:58disangsi oleh Amerika Serikat
14:00tetapi relatif bisa bertahan.
14:01Walaupun bahkan nanti
14:02ketika Uni Soviet
14:03runtuh sekalipun
14:03tahun 90-an
14:04Kuba itu masih punya
14:05kemudian diversifasi ekonomi
14:06ke negara-negara lain
14:07yang bisa mempertahankan
14:09kekuasaan dia.
14:09Dan menurut saya
14:10itu juga bisa kemudian
14:11dilakukan oleh Iran ya
14:13misalkan dia melakukan
14:13koordinasi dengan Turki
14:15dengan Irak
14:16dengan Pakistan
14:16dengan Afghistan
14:17saya kira
14:17variable-fiber itu
14:18yang membuat kemudian
14:19cekikan ekonomi
14:20yang dilakukan oleh Donald Trump
14:21relatif sampai sekarang
14:22itu tidak betul-betul
14:23bisa berhasil
14:24untuk menumbangkan
14:24ekonomi Iran.
14:25Oke jadi Mas Owan
14:26melihatnya
14:27jadi langkah yang diambil
14:28oleh Amerika Serikat
14:29seperti apa?
14:29Karena salah satu
14:31pernyataan terbaru
14:32dari Trump adalah
14:32ini kapasitas
14:34daya tampung
14:36pipa
14:37minyak yang ada
14:38di Iran ini
14:39bisa meledak
14:40karena sudah tidak bisa
14:41menampung
14:42karena memang
14:42minyaknya ini
14:44di blokade.
14:44Anda membacanya bagaimana?
14:46Mas Owan
14:47Ya jadi memang
14:48kita harus mengakui
14:49bahwa faktor perdagangan
14:51ini sangat mempengaruhi ya
14:52ekonomi Iran
14:53dan terjadi
14:54situasi yang sangat
14:55luar biasa
14:55bagi Iran itu sendiri.
14:57Jadi memang
14:59penyaluran minyak itu
15:01memang
15:02diupayakan
15:05sebaik mungkin
15:06untuk bisa
15:06disalurkan.
15:07Kita tahu
15:07beberapa
15:08kapal
15:09minyak Iran
15:10bisa lolos
15:11dan memutar
15:12melalui
15:13Indonesia
15:14untuk bisa
15:16disalurkan
15:16ke Tiongkok.
15:17Jadi memang
15:18kita bisa melihat
15:19bahwa
15:20kemarin
15:20ketika
15:22Amerika melakukan
15:23penyerangan terhadap
15:24kapal tanker Iran
15:25itu sebetulnya
15:26upaya-upaya yang cukup
15:27berani dari
15:28kapal-kapal Iran
15:29untuk mau
15:30menerobos ya.
15:31Karena beberapa
15:31memang kita harus akui
15:32dari beberapa
15:34kapal tanker itu
15:35yang kapasitasnya
15:35luar biasa memang
15:36bisa lolos
15:37dari
15:37blokade Amerika Serikat.
15:39Dan itu memang
15:39harus disalurkan.
15:41Dan saya kira
15:41Iran tidak akan
15:43diam ya.
15:43Ekonomi dia akan
15:44sangat tergantung
15:45dari hal ini.
15:46Namun demikian
15:47kita juga harus
15:47membaca ya.
15:48Iran itu
15:49tidak hanya
15:50dalam 2 bulan
15:52atau dalam
15:523 bulan
15:53di blokade.
15:54Dia
15:55pernah mengalami
15:56di blokade
15:57ekonomi
15:58selama 47 tahun.
15:59Indonesia
16:00yang tidak bisa
16:00di blokade
16:01di blokade saja
16:02tidak bisa membangun
16:03kekuatan militer
16:04atau rudal balestik
16:05seperti yang dilakukan
16:06Iran ya.
16:06Jadi
16:07perhitungan-perhitungan
16:08yang luar biasa
16:09under pressure
16:09yang luar biasa
16:10membuat dia
16:10mempunyai
16:11daya vitalitas
16:12yang bisa kita
16:13pertimbangkan ya.
16:14Jadi dia
16:14dikelilingi misalnya
16:15militer base
16:16yang berada
16:17di negara-negara
16:17tetangganya
16:18di Teluk
16:19dan itu
16:19tidak hanya
16:20satu.
16:20dan
16:20dan
16:28membuatkan
16:28bahwa
16:29medium
16:30merupakan
16:30salah
16:30langkah
16:31yang cukup
16:32strategis
16:33yang harus diambil
16:33Iran.
16:34Dan saya kira
16:34ke depan
16:35yang cukup penting
16:36yang kita
16:36harus amati ya
16:38ketahanan Iran
16:39dalam bidang
16:40ekonomi
16:40itu memang
16:41akan dipertimbangkan
16:43dengan adanya
16:43pasokan-pasokan
16:44yang seperti yang
16:45dikatakan oleh
16:45Mas Vizarro tadi
16:46dari Rusia
16:47ataupun Cina.
16:47dan yang lebih penting
16:49sebetulnya
16:50posisi Iran
16:51hingga saat ini
16:52adalah pada posisi
16:53yang mengutamakan
16:54negosiasi.
16:54Saya kira itu
16:55masih konsisten ya.
16:56Jadi ketika
16:57Mustafa itu
16:58masih cedera
16:58dalam pemulihan
16:59position berkali-kali
17:00dan juga
17:01Arasi mengungkapkan
17:02bahwa
17:02Iran selalu
17:04ready dalam
17:04negosiasi.
17:05Meskipun
17:06negosiasinya
17:07belakangan
17:07selalu
17:09seperti kata
17:10Bang Vizarro tadi
17:11negosiasi ini
17:11selalu tidak
17:12menguntungkan Iran.
17:13Jadi Anda
17:14melihatnya akan
17:15seperti apa
17:15negosiasi
17:16yang bisa
17:17meyakinkan
17:18Iran
17:18untuk duduk
17:18di meja
17:19perundingan
17:20bersama dengan
17:20Amerika Serikat?
17:22Jadi
17:23menurut saya
17:24begini ya
17:24positioningnya
17:25memang
17:26secara
17:26diplomatik
17:27dengan kondisi
17:28tekanan
17:28ekonomi ini
17:29maka secara
17:30politis
17:30Iran
17:31membutuhkan
17:31negosiasi
17:32yang bisa
17:32menguntungkan
17:33dan negosiasi
17:33menjadi platform
17:34pertama
17:34yang dalam
17:35diplomasi
17:35yang dia ajukan
17:36namun
17:37konsistensi
17:38yang persyaratan
17:38yang harus diupayakan
17:39Iran ya
17:40Iran tidak
17:40pernah mau
17:42bernegosiasi
17:43ketika itu
17:43dalam tekanan
17:44jadi ketika kita
17:46bernegosiasi
17:47dan itu tidak
17:47menguntungkan
17:48dan diharapkan
17:49sebetulnya
17:49mengapa Iran
17:50sangat kekeh
17:51untuk jual mahal
17:52dalam negosiasi ini
17:54karena
17:54selama
17:5547
17:56jatuhan
17:57mengarami
17:58blokade
17:59Iran memiliki
18:00kesempatan emas
18:01saat ini
18:02dimana
18:02dia bisa
18:03melepaskan
18:03satu persatu
18:04sebetulnya
18:05untuk mendapatkan
18:06keuntungan dari
18:06hal-hal demikian
18:07misalnya
18:07tarik ulur
18:08masalah nuklir
18:09nuklir adalah
18:10hal yang paling
18:10utama
18:11dan yang paling
18:12diinginkan oleh
18:13Amerika
18:13misalnya
18:14Iran mau
18:15melakukan
18:16suspensi
18:17nuklir
18:18program nuklir
18:19dihentikan
18:19selama 10 tahun
18:20misalnya
18:21ataupun nanti
18:22pengayaan itu
18:23dihentikan
18:24untuk sementara
18:24dan nanti
18:25bagaimana
18:26sampah nuklir itu
18:27akan dikirimkan
18:28itu menjadi
18:28negosiasi berikutnya
18:30apakah ke Rusia
18:31yang jelas
18:31dia tidak mau
18:32sampah itu dikirim
18:33ke Amerika
18:33dan hal ini
18:35sebetulnya menjadi
18:35salah satu titik
18:36yang ingin
18:37ditarik ulur
18:37sama Iran
18:38karena
18:38itu sebagai gantinya
18:40Iran harus memiliki
18:41posisinya yang kuat
18:42dimana
18:43dia tahu bahwa
18:44kedudukan
18:45Selat Hormuz
18:46selama ini
18:46menjadi salah satu
18:47senjata yang cukup
18:48efektif bagi Iran
18:49selain militer
18:50itu yang dijadikan
18:51sebagai senjata
18:52jika Iran
18:53di depan
18:54di Selat Hormuz
18:56itu menipis
18:57maka Iran
18:58memiliki kelemahan
18:59yang cukup luar biasa
19:00baik ini yang dijadikan
19:01jadi salah satu
19:01senjata Iran
19:02dalam posisioningnya
19:04dalam berperang
19:05melawan Amerika Serikat
19:06Bang Pizarro melihatnya
19:07seperti apa
19:07seperti yang tadi
19:08Anda sampaikan
19:09bahwa sebenarnya
19:11negosiasi itu
19:12selalu buntus
19:13sehingga
19:13bahasa sederhananya
19:14Iran sudah tidak
19:15percaya lagi
19:16jadi
19:17pertanyaannya
19:18apakah dengan
19:18kondisi seperti ini
19:20Trump sendiri
19:21akan melunak
19:22begitu untuk
19:22memberikan
19:23proposal negosiasi
19:24yang berbeda
19:25dengan sebelumnya
19:26saya kira
19:27ke depan
19:28akan ada titik
19:29kompromi
19:29yang harus
19:30diambil oleh
19:31Donald Trump
19:31ketika berhubungan dengan Iran
19:33dan kalau kita lihat
19:34presiden
19:34politik luar negeri
19:35Amerika Serikat
19:35ini bukan barang baru
19:36Mas Yashir
19:37dulu misalkan
19:38Woodrow Wilson
19:39itu melakukan
19:40blokade
19:40melakukan boykot
19:41ketika Soviet
19:42dipimpin Lenin
19:43tetapi
19:44lama-kelamaan
19:45Rusia semakin membesar
19:46dia memiliki
19:47kekuatan ekonomi
19:48dan Amerika Serikat
19:48tidak punya banyak pilihan
19:49memang harus
19:49berdamai dengan Soviet
19:50nanti kan tahun 1933
19:52Franklin Roosevelt
19:52akhirnya
19:53itu secara resmi
19:54mengakui hubungan diplomatik
19:55dengan Rusia
19:56seperti itu
19:57jadi
19:57kalau kita lihat ya
19:58Amerika tidak punya
20:00banyak pilihan
20:00dia menghadapi Iran
20:02yang keras kepala
20:03yang hokis ya
20:04yang tetap ingin berperang
20:06maka pilihannya
20:07nanti ada dua faktor
20:08pertama
20:10kita mengat
20:11utang Amerika Serikat
20:12sekarang hasilnya
20:1339 triliun USD
20:14kalau perang panjang
20:15itu bisa bertambah
20:16menjadi 40 dan sekian
20:17dan Amerika Serikat
20:18itu belajar
20:19ketika perang Irak
20:20yang tadi juga diprediksi
20:21hanya berjalan tahunan
20:22tetapi kan panjang
20:23sampai 8 tahun
20:23walaupun nanti
20:24Saddam Hussein tumbang
20:25kasus Taliban juga sama
20:26dia memarangi Afganistan
20:27berpikir Afganistan
20:28bisa ditaklukan
20:29dalam hitungan
20:30beberapa tahun
20:30tetapi perang menjadi
20:31dua dekade
20:32saya kira
20:33masalah masa ini
20:33akan menjadi kalkulasi
20:34bagi Donald Trump
20:35untuk dia mengambil keputusan
20:36hingga pada akhirnya
20:37dia harus melakukan
20:38titik kompromi dengan Iran
20:39karena kalau tidak
20:40dia akan terseret dengan
20:41perang panjang
20:42seperti perang Vietnam
20:42dan itu kemudian
20:44itu tidak menguntungkan
20:45bagi Amerika Serikat
20:46secara waktu
20:46dikit lagi
20:47midterm election
20:48dan midterm election
20:49bukan sekedar nanti
20:50masalah Kongres
20:50tapi itu kan menjadi
20:51referendum ini
20:52bagi Republik
20:53apakah
20:53kalau dia 2006 kalah
20:55maka 2028
20:56dia juga bisa jadi kalah
20:57dalam pertarungan
20:58pilihan presiden
20:59ini yang menjadi
21:03silahkan dilanjutkan
21:04mas Bizarro
21:05dia kan punya pilihan nih
21:06ini ada Indo-Pasifik
21:08yang dikuasai Cina
21:09ada Eropa yang
21:10sekadang masih
21:11bertarung dengan Rusia
21:12ada Timur Tengah
21:13dia memilih yang mana
21:14kalau dia fokus ke Timur Tengah
21:15dia fokus ke Iran
21:16maka dia akan
21:17kehilangan Indo-Pasifik
21:18karena disitu nanti
21:19Cina akan menjadi lebih kuat
21:20kalau dia habis
21:21semua anggaran militernya
21:22kepada Iran
21:22dia akan membiarkan
21:23Rusia juga untuk mengasih Eropa
21:25maka dadu-dadu ini
21:26harus dipilih salah satu
21:27oleh Donald Trump
21:27dia memilih mana
21:28dan bukan tidak mungkin
21:29pertemuan si Jinping
21:30dengan Trump
21:31itu menjadi titik komponomi
21:32untuk mencari jalan keluar
21:33bagaimana akhirnya
21:34Washington itu
21:35berdamai dengan Teheran
21:36yang harus diakui
21:37Pak Washington
21:39pasti akan menurunkan
21:40kapasitas tuntutan diplomatiknya
21:41yang bukan tidak mungkin
21:42nanti cadangan uranium
21:43itu tidak akan
21:44benar-benar sampai
21:45kepada Amerika
21:45jalan yang paling realistis
21:47itu dititip kepada Rusia
21:48seperti GCP
21:49jadi skala prioritas itu
21:50yang tengah dipertimbangkan
21:51oleh Amerika Serikat
21:53dan juga tadi
21:53prioritas domestik
21:54dan juga prioritas geopolitik
21:55oke dan tentu saja
21:56seperti tadi
21:57disampai oleh Bang Pizarro
21:59harapannya memang
21:59ada titik temu baru
22:00dalam negosiasi antara
22:01Iran dan juga Amerika Serikat
22:03sehingga mereka bisa
22:04duduk bareng
22:04runding bareng
22:05sehingga perang ini
22:06tidak berkepanjangan
22:07begitu ya
22:07karena dampaknya sudah
22:08meluas sampai ke
22:09tidak hanya di Timur Tengah
22:10tapi juga di dunia
22:11terima kasih peneliti Asia Middle East Center
22:14Bang Pizarro Gozali
22:15dan juga pengamat Timur Tengah
22:16dari BRIN
22:17Mas Nostalgiawan Wahyudi
22:19telah berbagi perspektifnya
22:20di Kompas Petang
22:21salam sehat semuanya
22:22selamat menikmati
22:22terima kasih telah menikmati
Komentar

Dianjurkan