Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Ketika Hati Memilih Pergi (Sulih Suara)

#ModernDrama
#Perselingkuhan
#Mengejaristri
#Playboy
#WanitaKarier
#CintaRahasia
#KesempatanKedua
Asya dan Dhevan telah menikah secara diam-diam selama empat tahun. Di siang hari, dia adalah bawahan Dhevan yang paling cakap, dan di malam hari, dia adalah istrinya yang sangat dicintai. Dia selalu berpikir bahwa hubungan mereka tidak akan berubah, tetapi di bawah bimbingan ibu mertuanya, Asya secara bertahap menyadari bahwa Dhevan perlahan-lahan melewati batas dengan Kezia yang muda dan ceria. Asya memutuskan untuk bercerai, dan mulai menata kembali masa depannya...
Transkrip
00:02Aku sering berpikir, apa Devan delapan belas tahun dan dua puluh delapan tahun adalah dua orang berbeda.
00:20Asia!
00:24Asia, aku datang menjemputmu.
00:29Asia, aku datang menjemputku. Bukannya bawa payung, malah bawa sebukit bunga.
00:34Aku buru-buru, jadi lupa.
00:40Selain itu, di mana plasterku?
00:44Aku...
00:47Devan!
00:48Tunggu, aku segera kembali.
01:00Tunggu...
01:07Tunggu.
01:12Tunggu.
01:15Tunggu.
01:16Tunggu.
01:18Tunggu.
01:29Kak Devan
01:30Siapa?
01:34Gak penting
01:43Waktu 10 tahun
01:45Mengubah Devan yang muda
01:47Menjadi dewasa
01:52Kau sama sekali gak pantas untuk Devan
01:55Datanglah ke rumah utama untuk bahas cerai
01:58Juga berubah menjadi gak mencintaiku
02:01Devan
02:02Aku akan meninggalkanmu
02:19Sudah datang
02:35Kau mau apa?
02:36Langsung ke intinya saja
02:38Buka matamu dan lihat baik-baik
02:40Kezia itu
02:42Putri keluarga Gudong
02:44Muda dan mengemaskan
02:46Devan juga menyukainya
02:49Kalau gak, gak mungkin dia sewa seluruh area ski Swiss untuk menemaninya main ski
02:54Aku sudah bilang
02:55Kau dan Devan gak akan bertahan lama
02:58Posisinya nyadika gak mungkin jadi milikmu
03:02Berapa lama lagi kau ingin merebut hak milik orang lain?
03:08Aku mau 2 triliun
03:10Apa?
03:13Aku akan mengajukan cerai
03:15Dan gak akan biarkan orang lain tahu
03:17Aku pernah menikah diam-diam dengan Devan
03:192 triliun
03:20Sepeser pun gak boleh kurang
03:29Menikah diam-diam 5 tahun
03:31Devan yang berusia 28 tahun
03:34Membuat semua orang mengira
03:35Aku cuma sekretarisnya
03:37Tapi Devan yang berusia 18 tahun
03:40Ingin seluruh dunia tahu
03:42Kami bersama
03:47Gak tahu apa Devan yang berusia 18 tahun
03:50Akan memaafkan dirinya yang berusia 28 tahun
03:53Tapi aku
03:54Gak akan
04:03Masuk
04:08Baru kembali dari dinas di Swiss sudah ke kantor
04:11Pasti lelah kan?
04:16Ada 2 dokumen yang perlu anda tanda tangani
04:41Apa nanti malam pulang makan?
04:44Nanti malam aku masih ada urusan
04:46Gak pulang
04:50Baik
04:51Aku pulang dulu
04:54Gadis kecil yang muda dan manis
04:57Suka makan jamilan
04:59Teh susu
05:01Gak suka pakai stoking
05:03Sepertinya
05:05Devan sangat memanjakannya
05:06Padahal punya misofobia
05:09Tapi membiarkannya membuat kantor berantak
05:32Dia sudah tanda tangan
05:33Apa?
05:35Devan begitu mudah menandatangani surat cerai
05:38Sesuai keinginanmu
05:40Satu bulan lagi
05:41Aku akan membuat Devan pergi dari hidupku
05:44Jangan lupa transfer
05:46Kompensasinya
05:47Asya
05:48Kau harus menepati janjimu
06:18Sudah bangun?
06:21Ini
06:24Coba lihat
06:29Ini hadiah untukmu yang kubawa dari Swiss
06:31Aku mengukir namamu
06:39Gak suka
06:44Gak suka
06:45Devan
06:45Kalau kau menyukai orang lain
06:48Harusnya langsung bilang pada aku
06:50Aku bisa mengalah
06:53Kau bilang apa?
06:56Cerai
06:59Cerai
07:03Asya
07:05Apa kau tahu dirimu lagi bilang apa?
07:24Kenapa?
07:25Kak Devan
07:27Tiba-tiba mati lampu
07:29Gelap sekali
07:32Aku tahu
07:33Aku segera kesan
07:48Kalau gak suka jam tangan
07:50Aku bisa belikan satu set perhiasan lagi
07:51Tapi ide bercerai
07:55Lebih baik jangan kau pikirkan
07:57Aku bukan hanya memikirkannya
08:04Tapi sudah melakukannya
08:05Devan
08:07Aku
08:09Gak menginginkanmu lagi
08:38Buas lah
08:39Semua ini Pak Devan yang menyuruhku mengantarnya untuk Anda
08:44Perhiasan ini dipilih sendiri oleh Pak Devan untuk Anda
08:46Di seluruh dunia hanya ada satu
08:49Terima kasih Riko
08:50Yang penting Anda suka
08:51Aku gak ganggu lagi
09:16Asia?
09:18Halo Asia
09:19Halo Asia
09:19Kenapa?
09:20Nadia
09:21Coba lihat
09:22Dua set perhiasan ini kalau dibawa ke tokomu bisa dijual berapa?
09:28Kualitas ini setidaknya 10 digit
09:30Kau yakin mau jual?
09:33Uang hasil penjualan bantu aku sumbangkan keyayasan anak-anak cacat mental
09:37Oh iya
09:40Masih ada satu lagi
09:45Tunggu
09:46Bukankah ini cincin pernikahan dari Devan?
09:50Kau yakin mau jual?
09:52Kalian kenapa?
09:53Dia selingkuh
09:54Selingkuh?
09:56Aku sudah menipunya mendadatangani surat cerai
09:58Tunggu
09:59Kalau Devan tahu kau menipunya mendadatangani surat cerai
10:03Aku takut dia akan mencekikmu Asia
10:06Saat dia tahu
10:07Uang dua triliun ku sudah lama aku dapatkan
10:09Nanti tinggal sewa beberapa pengawal
10:11Baiklah
10:11Kau antar saja perhiasan itu ke tokoku
10:14Aku bantu kau jual
10:24Tunggu
10:45Maaf, Nona. Mobil kami yang menabrak mobil Anda.
10:48Kami akan bertanggung jawab.
10:49Tuhan muda, kami terburu-buru. Kita saling tinggalkan nomor kontak saja.
10:52Tolong Anda buat daftar ganti rugi. Kami tidak akan kabur.
10:57Biarkan polisi lalu mintas yang urus.
11:20Tuhan Alri, Nona ini tidak mau selesaikan secara pribadi.
11:31Tuhan Alri.
11:34Donnie sebentar lagi sampai. Nanti aku pergi dulu.
11:38Kau tinggal di sini dan urus.
11:39Baik.
12:11Berikan padanya.
12:13Baik.
12:24Nona, bajumu basah sekali. Pakailah ini.
12:28Terima kasih.
12:30Aku akan kembalikan setelah ku cuci.
12:51Halo, nomor yang Anda tujuh tidak bisa dihubungi.
12:58Halo, nomor yang Anda tujuh tidak bisa dihubungi.
13:02Pak Devan, buah sakit kecelakaan.
13:06Ini obatnya. Bawa pulang dan oleskan tepat waktu.
13:08Baik, terima kasih.
13:13Asia, kau sedang apa?
13:15Tidak apa-apa. Dia suap.
13:20Dia bosku.
13:22Oh, ternyata bos.
13:24Kau cukup memperhatikan karyawanmu.
13:27Apa lukanya parah?
13:29Luka luar. Oleskan tepat waktu saja.
13:39Baju siapa ini?
13:43Kau tebak.
13:49Tidak apa-apa.
14:13Sekarang sudah tenang.
14:16Jangan asal bicara.
14:18Ya?
14:18Aku selalu tenang.
14:24Dengar Devan.
14:26Aku mau mengundurkan diri.
14:29Kau yakin gak bercanda denganku?
14:34Beberapa tahun ini sibuk kerja.
14:37Aku lelah.
14:38Nantinya,
14:39aku mau menikmati hidup.
14:41Jadi nyonya kaya.
14:46Bagus juga gak kerja.
14:48Diam di rumah.
14:51Kita juga sudah harus punya anak.
14:56besok aku ajukan surat pengunduran diri.
14:59Aku mau keliling Eropa.
15:04Tunggu lukamu sembuh baru pergi, ya?
15:08Baik.
15:21Ini surat pengunduran diri.
15:23Pak Devan sudah setuju.
15:25Ini dokumen serah terima pengunduran diri.
15:30Asya, Pak Devan mengatur gadis muda untuk ambil alih bagian proyekmu.
15:35Kalau kau pergi begitu saja,
15:37semua jeripayamu jadi milik orang lain.
15:39Kau harus pikir baik-baik.
15:42Aku sudah pikir baik-baik.
15:44Hari ini,
15:46hari terakhirku.
15:51Ini,
15:52ini,
15:53ini.
15:55Juga foto ini.
15:56Semuanya buang.
16:01Aku gak suka barang bekas.
16:05Oh, iya?
16:10Bukankah kau suka
16:11pria bekasku?
16:16Bukankah kau suka
16:17pria bekasku?
16:19Bu Asya?
16:21Jangan panggil dia Bu Asya.
16:23Panggil dia Nona Asya.
16:25Apa gak dengar ucapanku?
16:27Kalian pergilah.
16:34Asya,
16:35aku tahu kau menemani Kak Devan
16:37tanpa status selama bertahun-tahun.
16:40Tapi di kalangan kami,
16:42orang rendahan sepertimu
16:44sangat banyak.
16:46Gak mungkin menikahi konglomerat.
16:51Sepanjang hari bermain-main,
16:54cuma tahu bermain
16:55dengan lawan jenis.
16:57Aku gak mau kalangan begini.
16:59Asya,
17:00semua milikmu
17:02sekarang jadi milikku.
17:03Kau jangan berlagak di depanku.
17:13Serah terima sudah beres.
17:15Semoga kau cepat buat dia bangkru.
17:19Asya,
17:21aku gak akan mengampunimu.
17:31Sampai jumpa,
17:33Devan.
17:43Nona Asya,
17:44apa perhitungan tagihan
17:46perbaikan mobil Anda sudah selesai?
17:47Kami akan segera ganti rugi.
17:56Gawat,
17:57jas pria itu belum ku kembalikan.
18:18Kenapa?
18:19Apa dia minta banyak?
18:21Dia mau tiga ukuran.
18:25Aku mau tanya,
18:26berapa tinggi,
18:28berat badan,
18:28dan lingkar tubuh Tuan Mudamu?
18:34Kenapa gak membalasku?
18:37Apa ada masalah?
18:39Sudahlah.
18:45Kak!
18:48Kak Devan,
18:50Asya sudah gila.
18:51Kami pertama kali bertemu,
18:53dia memakiku binatang
18:54dan menahanku
18:54lalu memukulku.
18:56Kalian lihat wajahku.
18:59Kau bilang apa padanya?
19:04Aku gak bilang apapun.
19:05Aku cuma berbaik hati
19:07membantunya membereskan ruangan.
19:08Siapa sangka dia malah memukulku.
19:12Dia tahu kau?
19:16Mana aku tahu?
19:19Wanita gila ini
19:20beraninya menindas adikku.
19:23Devan,
19:24bagaimana kau mengurus hal ini?
19:27Ah,
19:28suasana hatinya belakangan buruk.
19:30Aku gantikan dia minta maaf padamu.
19:33Kak Devan,
19:34aku gak mau permintaan maafmu.
19:36Aku mau kau tangkap dia
19:38dan berlutut di depan umum
19:39minta maaf padaku.
19:40Aku mau
19:41dia dipermalukan.
19:44Takutnya gak mungkin.
19:47Kenapa gak mungkin?
19:49Kalau kau sungkan
19:50karena dia sudah bekerja lama padamu,
19:52keluarga ku bisa turun tangan sendiri.
19:56Kalau mau begitu,
19:57keluarga kita
19:58gak bisa bekerja sama
20:02dan juga
20:04harus menghadapi tuntutan hukum.
20:07Kau begitu peduli padanya?
20:09Asya,
20:11hutang ini
20:12cepat lambat akan ku tagih
20:14beserta bunganya.
20:14Ah,
20:15aku tiba-tiba ada urusan.
20:18Aku gak temani kalian lagi.
20:19Kalian duluan saja.
20:22Kezia,
20:23ayo pergi.
20:32Halo,
20:33nomor yang anda tuju
20:34tidak bisa dihubungi.
20:36Silahkan hubungi beberapa saat lagi.
20:43Kau di mana?
20:44Aku antar.
20:59Bo Asya!
21:05Bo Asya!
21:11Kami datang mengantarmu.
21:15Kalian kembali
21:16dan bilang pada semua orang.
21:17Lakukan tugas masing-masing.
21:19Jangan menyinggung
21:20Nona Kezia itu.
21:21Kalau proyek ada masalah
21:22karena dia,
21:23langsung saja bilang pada Devan.
21:25Proyek senilai triliunan.
21:26Gak akan bisa kalian tangani.
21:28Kalau Devan tahu
21:29dia yang bermasalah,
21:30dia akan mengurusnya.
21:31Bahkan sudah berpesan begini,
21:33sepertinya anda benar
21:34gak mau kembali lagi.
21:35Anda dan Pak Devan
21:36sudah pacaran lama.
21:37Di sisi Pak Devan
21:38gak pernah ada wanita lain.
21:39Kenapa tiba-tiba
21:40muncul Nona Kezia?
21:41Kami semua mengira
21:43anda akan menikah
21:44dengan Pak Devan.
21:45Kenapa
21:45malah jadi begini?
21:48Mungkin
21:48menikah juga akan bercerai.
21:52Pokoknya
21:52semua adalah
21:53rencana terbaik dari Tuhan.
21:55Apa rencana anda selanjutnya?
21:57Katanya
21:57Poharis Grup Junik
21:58sedang merekrut
21:59kepala sekretaris.
22:00Kalau bekerja dengannya
22:01bisa mengenal
22:01banyak koneksi orang penting
22:02di kota Nawa,
22:03masa depan pasti cerah.
22:05Eh,
22:05seperti apa rupa
22:06Poharis Grup Junik?
22:07Tampan gak?
22:07Dia cukup misterius.
22:09Gak pernah menunjukkan wajahnya.
22:10Tapi aku rasa
22:11dia cukup tampan.
22:13Sekarang koneksi
22:13dan karirku
22:14berpusat pada Devan.
22:16Begitu menarik batas dengannya,
22:17semuanya akan kembali
22:18ke awal.
22:20Grup Junik
22:20memang pilihan terbaikku.
22:23Itu
22:23aku pergi dulu.
22:25Sampai jumpa.
22:26Sampai jumpa, Poh Asia.
22:27Sampai jumpa, Poh Asia.
22:56Sampai jumpa, Poh Asia.
23:01Kebetulan sekali.
23:04Jadi, Nona Asia,
23:06masih mau tanya ukuran tubuhku?
23:09Apa bisa?
23:12Apa bisa?
23:24Jadi mau kasih atau enggak?
23:27jelasnya masih menunggu ukuran.
23:32Apa dia salah paham?
23:47Halo, Asia.
23:48Semua perhatian sudah ku jual.
23:49Uangnya sudah ku transfer.
23:51Kalau enggak ada hal lain,
23:51aku mau belanja dulu.
23:52Tuh, Nadia.
23:54Apa kau tahu?
23:55Pewaris grup Juniks
23:57yang misterius?
23:59Maksudmu, Arik?
24:01Waktu kecil pernah ketemu.
24:02Namanya,
24:03Alrik?
24:05Asia begitu cepat.
24:07Sudah cari tahu
24:08tentang pria lain.
24:09enggak takut defan mengamuk
24:11kalau tahu.
24:12Biarkan saja dia.
24:14Aku perlu cari uang.
24:15Kebetulan.
24:16Besok siang,
24:17dia dan kakakku ada janji bertemu
24:18di klub Govloa buat tekan kontrak.
24:20Kau datang saja.
24:21Aku jamin kau bisa ketemu dengannya.
24:28Syukurlah aku mengganti setelan janji selamamu
24:30yang ketinggalan zaman itu.
24:32Coba lihat dada, pinggang, dan kaki ini.
24:34Kalau Arik lihat,
24:35pasti akan terpesona.
24:37Tapi aku mau meminta pekerjaan.
24:40Aku berpakaian begini,
24:41apa dia enggak akan mengira
24:43aku menggodanya?
24:44Ah?
24:44Lihat, itu adalah Arik.
24:52Bocah ini kenapa berbeda
24:54dengan saat kecil?
24:56Sekarang begitu tinggi dan tampan,
24:59enggak bisa.
25:00Kau terus lihat,
25:01bisa mimisan.
25:08Ternyata dia adalah Arik.
25:11Gawat.
25:13Kau juga gawat, Asya.
25:14Jangan-jangan kau jatuh cinta
25:16pada pandangan pertama dengannya
25:18dan enggak bisa melepaskannya.
25:22Nadia.
25:24Kak!
25:27Kak, begini Tuan Arik,
25:29ini adalah Asya sahabatku.
25:31Sebelumnya dia kerja di grup Shora
25:32sebagai manajer proyek.
25:34Pak Tony, Pak Alrik.
25:37Kita bertemu lagi, Nona Asya.
25:39Begitu berusaha keras mengenalku.
25:42Apa cuma buat cari tahu ukuran tubuhku?
25:45Terima kasih.
25:46Terima kasih.мерah
25:46salement. Terima
25:47kasih. Terima
25:47kasih.
25:47Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan