- 31 menit yang lalu
- #bps
- #ekonomiindonesia
- #ekonomi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen dalam Triwulan I tahun 2026 jika dibandingkan dengan Triwulan I 2025 secara year-on-year.
"Pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026. Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 apabila dibandingkan Triwulan I 2025 atau secara year-on-year tumbuh sekitar 5,61 persen," ujar Amalia Adininggar Widyasanti Kepala Badan Pusat Statistik, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).
Amalia menerangkan bahwa lapangan usaha yang memberikaan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026, yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan.
Baca Juga BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I 2026, Konsumsi Jadi Motor Utama di https://www.kompas.tv/ekonomi/667024/bps-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-persen-di-triwulan-i-2026-konsumsi-jadi-motor-utama
#bps #ekonomiindonesia #ekonomi
Produser: Ikbal Maulana
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/667034/full-bps-ungkap-ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-persen-di-triwulan-i-2026-ini-pendongraknya
"Pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026. Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 apabila dibandingkan Triwulan I 2025 atau secara year-on-year tumbuh sekitar 5,61 persen," ujar Amalia Adininggar Widyasanti Kepala Badan Pusat Statistik, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).
Amalia menerangkan bahwa lapangan usaha yang memberikaan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026, yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan.
Baca Juga BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I 2026, Konsumsi Jadi Motor Utama di https://www.kompas.tv/ekonomi/667024/bps-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-persen-di-triwulan-i-2026-konsumsi-jadi-motor-utama
#bps #ekonomiindonesia #ekonomi
Produser: Ikbal Maulana
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/667034/full-bps-ungkap-ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-persen-di-triwulan-i-2026-ini-pendongraknya
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Indikator-indikator yang akan dirilis pada pagi ini.
00:04Pertama, saya akan menyampaikan beberapa catatan terkait kondisi ekonomi global,
00:12terutama yang mencerminkan kondisi triwulan 1 2026.
00:17IMF per April 2026 mengumumkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 secara global tumbuh 3,1 persen,
00:27sementara untuk ekonomi negara berkembang tercatat tumbuh 3,9 persen dibandingkan tahun 2025.
00:37Hasil proyeksi IMF juga menunjukkan bahwa inflasi negara berkembang pada tahun 2026 relatif lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi global.
00:49Berikutnya, kami juga mencatat beberapa pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang utama Indonesia pada triwulan 1 2026 secara year-on-year
01:02sebagai berikut.
01:03Tiongkok tumbuh menguat dibandingkan triwulan 4 2025.
01:09Amerika Serikat tumbuh menguat dibandingkan triwulan 4 2025 dan triwulan 1 2025.
01:18Malaysia, Singapura, dan Vietnam tumbuh melambat dibandingkan triwulan 4 2025,
01:25tetapi tumbuh menguat dibandingkan triwulan 1 2025.
01:30Korea Selatan tumbuh menguat baik dibandingkan triwulan 4 2025 maupun dibandingkan dengan triwulan 1 2025.
01:41Dengan demikian terlihat bahwa ekonomi beberapa mitra dagang utama Indonesia tetap tumbuh positif.
01:50Selanjutnya, beberapa catatan terkait kinerja perdagangan global adalah sebagai berikut.
01:58Pada triwulan 1 2026, nilai perdagangan global barang tumbuh lebih tinggi dibanding jasa.
02:07Secara global, berdasarkan laporan World Economic Outlook April 2026 yang dirilis IMF,
02:15perdagangan barang dan jasa diperkirakan tumbuh melambat sepanjang tahun 2026.
02:21Secara umum, perkembangan harga komoditas utama perdagangan Indonesia pada triwulan 1 2026 terlihat bervariasi.
02:32Harga minyak kelapa sawit mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
02:38Kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan.
02:45Harga biji besi mengalami penurunan secara Q2Q tetapi mengalami peningkatan secara tahunan.
02:52Sementara itu, harga batubara, harga gas alam, harga nikel dan minyak mentah mengalami peningkatan baik secara triwulanan maupun secara tahunan.
03:07Dari sisi domestik, kinerja perekonomian pada triwulan 1 2026 adalah sebagai berikut.
03:17Konsumsi masyarakat terlihat terus tumbuh ditunjukkan oleh indeks penjualan eceran real pada triwulan 1 2026 tumbuh sebesar 4,74%
03:30secara tahunan.
03:31Hal ini juga tercermin dari data yang dikumpulkan oleh BPS melalui transaksi online dari e-retail dan marketplace terlihat tumbuh
03:42sebesar 6,2% secara triwulanan.
03:45Indikator lainnya seperti nilai transaksi elektronik, kartu debit dan kredit juga tumbuh secara tahunan.
03:54Selain itu, pada triwulan 1 2026 juga telah dikeluarkan, pemerintah telah mengeluarkan tunjangan hari raya untuk pekerja, untuk para ASN,
04:08TNI, Polri dan pensiunan, juga tunjangan hari raya pekerja swasta juga dikelontorkan pada triwulan 1 2026.
04:17Kemudian, dari mobilitas masyarakat terlihat mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh meningkatnya aktivitas pariwisata, antara lain jumlah perjalanan wisatawan Nusantara, jumlah
04:33kunjungan wisatawan mancanegara, jumlah penumpang untuk beberapa moda transportasi yang terlihat meningkat.
04:41Di sisi lain, adanya momen libur nasional dan hari besar keagamaan juga mendorong peningkatan mobilitas penduduk serta aktivitas ekonomi lainnya
04:52di sepanjang triwulan 1 2026.
04:57Berikutnya adalah aktivitas produksi domestik.
05:01Produksi padi pada triwulan 1 2026 tumbuh sebesar 10,5% secara tahunan.
05:09Indeks kondisi dan prospek bisnis manufaktur atau IKBM berada pada zona ekspansi.
05:17Prom Manufacturing Index atau PMI Bank Indonesia berada di zona ekspansi.
05:24Nilai impor bahan baku primer dan olahan untuk industri terlihat tumbuh sebesar 31,77% dan 7,28% secara
05:36tahunan.
05:37Selain itu, realisasi investasi dalam negeri dan asing pada triwulan 1 2026 tumbuh sebesar 7,22%.
05:47Pada saat yang sama, belanja modal pemerintah dari APBN tumbuh menguat secara tahunan.
05:55Terakhir, kebijakan ekonomi seperti pengendalian inflasi, tingkat suku bunga acuan, paket stimulus ekonomi untuk mendorong konsumsi,
06:06serta kebijakan belanja yang lebih tepat sasaran untuk aktivitas yang lebih produktif,
06:13turut mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1 2026.
06:23Selanjutnya, saya akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan 1 2026.
06:31Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan 1 2026
06:39Atas dasar harga berlagu sebesar 6.187,2 triliun rupiah
06:48Atas dasar harga konstan 3.447,7 triliun rupiah
06:55Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2026
07:02Bila dibandingkan triwulan 1 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61%
07:15Selanjutnya, saya akan menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia
07:20Sejak triwulan 1 2021 sampai dengan triwulan 1 2026
07:30Secara triwulanan, ekonomi Indonesia triwulan 1 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77%
07:42Secara year on year, ekonomi triwulan 1 2026 tumbuh 5,61% dibandingkan triwulan yang sama di tahun sebelumnya
07:53Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan 1 2025 yang tumbuh sebesar 4,87% secara year on year
08:04Selanjutnya, pada bagian ini, saya akan menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan 1 2026 dibandingkan triwulan 1 2025 secara year on year
08:19Pertama, dari sisi lapangan usaha
08:22Pada triwulan 1 2026 secara tahunan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan dan pengadaan listrik dan gas
08:36Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB
08:42Yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan
08:49Di mana total kelima lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 63,52% dari total PDB
09:00Lapangan usaha yang tumbuh tinggi
09:03Antara lain, penyediaan akomodasi dan makanan minuman yang tumbuh sebesar 13,14%
09:12Di mana hal ini didorong oleh peningkatan kinerja penyediaan makan minuman seiring dengan momen libur nasional dan juga perluasan cakupan
09:25program makan bergisi gratis
09:27Yang kedua, jasa lainnya juga tumbuh 9,91%
09:33Di mana peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan Nusantara dan juga meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara
09:45Ketiga, transportasi dan pergundangan tumbuh 8,04% ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat
09:57Yang tercermin dari peningkatan jumlah penumpang pada semua moda transportasi
10:04Selanjutnya, jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan 1,2026
10:13Lapangan usaha industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar
10:19Yaitu sebesar 1,03% basis point
10:24Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha dari
10:32Perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,82% basis point
10:38Pertanian dengan sumber pertumbuhan 0,55%
10:43Serta konstruksi dengan sumber pertumbuhan 0,53%
10:51Selanjutnya, saya akan menyampaikan penjelasan lebih detail
10:55Terkait dengan perkembangan pertumbuhan untuk beberapa lapangan usaha
11:02Industri pengolahan tumbuh karena didorong oleh permintaan domestik dan dari permintaan luar negeri
11:10Industri makanan minuman tumbuh 7,04% karena ditopang oleh meningkatnya permintaan dari domestik
11:20Selama momen Ramadan dan Idul Fitri
11:24Juga peningkatan produksi beras serta permintaan ekspor dari CPO dan CPKO
11:31Kemudian, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik
11:39Tumbuh 10,35% seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor untuk komponen barang elektronik dan batu baterai
11:48Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional
11:53Tumbuh 7,41% karena didorong oleh meningkatnya produksi kimia dan farmasi
12:00Untuk memenuhi kebutuhan domestik dan luar negeri
12:04Sementara itu, perdagangan besar dan eceran
12:09Reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh sebesar 6,26% secara year on year
12:15Karena didorong oleh peningkatan produksi barang domestik dan impor
12:20Antara lain, meningkatnya produksi barang pertanian dan industri pengolahan
12:25Meningkatnya konsumsi untuk barang modal serta bahan baku penolong
12:33Meningkatnya aktivitas belanja masyarakat untuk memenuhi konsumsi rumah tangga
12:38Serta meningkatnya aktivitas perdagangan melalui sistem elektronik
12:43Pertanian tumbuh sebesar 4,97%
12:48Didorong oleh adanya peningkatan produksi dan peningkatan permintaan domestik
12:54Tanaman pangan tumbuh 7,58%
12:59Seiring dengan panen raya yang jatuh pada triwulan 1-2026
13:04Peternakan juga tumbuh 11,84%
13:09Seiring dengan meningkatnya permintaan daging ayam ras dan telur
13:13Yang salah satunya untuk memenuhi permintaan selama momen Ramadan Idil Fitri
13:20Dan juga program makan bergizi gratis
13:23Berikutnya konstruksi tumbuh menguat 5,49%
13:29Sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik
13:34Yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah
13:40Untuk sektor konstruksi
13:41Meningkatnya aktivitas konstruksi oleh swasta
13:46Salah satunya karena bertambahnya jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi
13:53Atau SPPG dan juga Koperasi Desa Merah Putih
13:57Yang ketiga meningkatnya penyediaan bahan baku konstruksi
14:04Berikutnya dari sisi pengeluaran
14:07Pada triwulan 1-2026
14:10Secara year on year seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif
14:15Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB
14:20Adalah konsumsi rumah tangga
14:23Dengan kontribusi sebesar 54,36%
14:29Dan tumbuhnya 5,52%
14:32Kemudian disusul oleh komponen PMTB
14:36Dengan kontribusi sebesar 28,29%
14:42Yang tumbuh sebesar 5,96%
14:46Dimana kontribusi total kedua komponen ini
14:51Yaitu konsumsi rumah tangga dan PMTB
14:54Memberikan kontribusi sebesar 82,65% terhadap total PDB
15:01Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi
15:04Antara lain adalah konsumsi pemerintah
15:07Yang tumbuh lebih dari 21%
15:12Karena didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai
15:17Melalui realisasi pembayaran gaji ke-14
15:21Belanja barang dan jasa
15:23Terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat
15:28Selanjutnya
15:30Dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan 1,2026
15:36Konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar
15:42Yakni sebesar 2,94%
15:46Selain itu
15:48Pertumbuhan ekonomi triwulan 1,2026
15:52Juga ditopang oleh komponen PMTB
15:56Dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,79%
16:01Konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,26%
16:08Selanjutnya
16:10Kita dalami perkembangan pertumbuhan komponen pendorong utama ekonomi
16:16Dari sisi pengeluaran
16:18Konsumsi rumah tangga tumbuh menguat
16:21Didorong oleh momen hari besar keagamaan
16:25Dan peningkatan mobilitas masyarakat
16:28Kalau kita lihat
16:29Subkomponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi
16:34Adalah restoran dan hotel
16:36Tumbuh sebesar 7,38%
16:41Kemudian
16:42Transportasi dan komunikasi
16:45Tumbuh sebesar 6,91%
16:49PMTB
16:50Tumbuh positif
16:52Tercermin pada beberapa indikator investasi
16:55Seperti
16:56Subkomponen PMTB
16:58Yang tumbuh positif
17:00Antara lain adalah kendaraan
17:02Tumbuh sebesar 12,39%
17:06Mesin dan perlengkapannya
17:08Tumbuh sebesar 10,78%
17:12Dan kalau kita lihat
17:13Data realisasi investasi dari BKPM
17:17Juga tumbuh sebesar 7,22%
17:20Konsumsi pemerintah
17:23Tumbuh melesat hingga 21,81%
17:28Seiring dengan meningkatnya realisasi belanja pemerintah
17:34Selanjutnya
17:36Adalah pertumbuhan ekonomi Triwulan 1,2026 secara spasial
17:42Dimana ekonomi Triwulan 1,2026 tumbuh positif di seluruh wilayah
17:49Dan kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB adalah sebesar 57,24%
17:57Diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,08%
18:03Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara
18:08Sulawesi dan Jawa
18:10Terlihat di atas pertumbuhan ekonomi nasional
18:15Dimana Pulau Bali dan Nusa Tenggara
18:18Tumbuh 7,93%
18:21Yang merupakan pertumbuhan tertinggi
18:24Pulau Sulawesi tumbuh 6,95%
18:30Dan Pulau Jawa tumbuh 5,79%
18:37Selanjutnya adalah sumber pertumbuhan ekonomi menurut pulau
18:43Sumber pertumbuhan utama Pulau Sumatera adalah
18:48Perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian
18:52Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi
18:57Adalah Sumatera Utara dengan andil pertumbuhan 1,16%
19:02Sumber pertumbuhan utama di Pulau Jawa adalah
19:07Industri pengolahan, perdagangan, dan infokom
19:11Dimana provinsi di Pulau Jawa yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi
19:17Masih dari DKI Jakarta dengan andil pertumbuhan 1,58%
19:23Untuk Pulau Bali Nusra
19:26Sumber pertumbuhan utamanya adalah pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian
19:33Dimana provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi
19:39Adalah Nusa Tenggara Barat dengan andil pertumbuhan 4,07%
19:45Selanjutnya untuk sumber pertumbuhan utama di Pulau Kalimantan
19:51Adalah perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi
19:56Untuk Pulau Sulawesi adalah industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian
20:03Untuk Pulau Maluku dan Papua adalah industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian
20:12Sementara provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan tertinggi di Pulau Maluku dan Papua
20:19Adalah Maluku Utara dengan andil pertumbuhan 3,78%
20:25Sebagai ringkasan, pertumbuhan ekonomi teriwulan 1,2026 adalah sebagai berikut
20:35Pertama, ekonomi Indonesia pada teriwulan 1,2026 tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan
20:45Dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi teriwulan 1,2026 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi
21:00Hal ini didorong terutama oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang lagi menguat
21:08Ketiga, dari sisi pengeluaran, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi teriwulan 1,2026 adalah
21:18Konsumsi rumah tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah
21:23Hal ini didorong oleh konsumsi masyarakat karena memang jatuhnya momentum hari besar keagamaan
21:31Serta berjalannya program-program prioritas pembangunan pemerintah di teriwulan 1,2026
21:38Pada teriwulan 1,2026, wilayah Jawa, Bali, dan Lusa Tenggara, serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional
21:51Hari ini, BPS juga akan memperkenalkan Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur
21:59Atau yang disebut dengan IKBM yang dikembangkan oleh BPS untuk memberikan gambaran kegiatan ekonomi dari sektor industri pengolahan
22:14IKBM disusun berdasarkan hasil dari survei industri besar dan sedang triwulanan
22:22Dengan cakupan sampel pada industri pengolahan skala besar dan sedang di non-kawasan, di kawasan industri, dan kawasan ekonomi khusus
22:33Pemilihan sampel digunakan dengan metode probabilistic sampling
22:38Kemudian IKBM dilakukan estimasi pada level nasional
22:43IKBM terdiri dari 5 komponen penyusun, yaitu
22:491. Pesanan, yang diukur dari jumlah pesanan yang diterima perusahaan, baik domestik maupun ekspor
22:582. Produksi, diukur dari jumlah barang yang dihasilkan oleh usaha atau perusahaan
23:063. Tenaga kerja, diukur dari rata-rata jumlah tenaga kerja
23:134. Waktu pengiriman pemasok, diukur dari waktu pengiriman bahan baku dari pemasok
23:205. Jumlah persediaan bahan baku, yang diukur dari jumlah persediaan bahan baku yang disimpan oleh perusahaan
23:29Pada triwulan 1-2026, IKBM tercatat sebesar 51,37 yang menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur berada pada fase ekspansi
23:44Secara komponen, hampir seluruh pembentuk indeks IKBM menunjukkan pada kondisi ekspansi
23:54kecuali untuk komponen waktu pengiriman yang mengalami kontraksi
23:59Komponen pesanan tercatat sebesar 52,69, produksi 51,78, dan persediaan bahan baku atau stok sebesar 51,54
24:14Untuk komponen tenaga kerja juga mengalami ekspansi di triwulan 1-2026
24:21Selanjutnya, saya akan menyampaikan keadaan ketenaga kerjaan Indonesia untuk kondisi Februari 2026
24:32Pertama, saya akan menyampaikan struktur ketenaga kerjaan di Indonesia
24:39Dengan diagram sebagai berikut
24:43Di mana per Februari 2026 terdapat 219,54 juta penduduk usia kerja
24:53Jumlah tersebut meningkat sebanyak 2,75 juta orang jika dibandingkan dengan Februari 2025
25:03Berikut perkembangan penduduk usia kerja pada Februari 2026 jika dibandingkan dengan Februari 2025
25:14Di mana angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang atau bertambah sebanyak 1,86 juta orang
25:26Yang bukan angkatan kerja mencapai 64,63 juta orang atau meningkat sebesar 0,89 juta orang
25:37Kemudian, dari angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,67 juta orang diantaranya bekerja
25:47Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,9 juta orang dibandingkan Februari 2025
25:58Jika dirinci, maka penduduk yang bekerja ini terdiri atas pekerja penuh sebanyak 98,59 juta orang yang bertambah 2,11
26:13juta orang
26:13Kemudian, pekerja paruh waktu sebanyak 38,35 juta orang ini meningkat 0,73 juta orang
26:24Sementara yang setengah pengangguran itu sebanyak 10,73 juta orang dan jumlahnya menurun sebanyak 0,94 juta orang atau 940
26:38ribu orang
26:38Di sisi lain, angkatan kerja yang tidak terserah pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,24 juta orang
26:50Di mana jumlah yang menganggur ini mengalami penurunan sebesar 35,000 orang dibandingkan Februari 2025
27:03Selanjutnya, tingkat partisipasi angkatan kerja tercatat turun
27:09PPAK pada Februari 2026 sebesar 70,56 persen atau turun tipis jika dibandingkan dengan Februari 2025 yang mencapai 70,60
27:23persen
27:24Jika dibandingkan menurut jenis kelamin, PPAK laki-laki lebih tinggi dari PPAK perempuan
27:32PPAK laki-laki ini mencapai 84,57 persen atau meningkat jika dibandingkan dengan Februari 2025
27:43Sementara itu, TPAK perempuan sebesar 56,41 persen atau menurun jika dibandingkan dengan Februari 2025
27:55Berikutnya adalah perkembangan tingkat pengangguran terbuka atau TPT
28:01Pada Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka adalah sebesar 4,68 persen
28:10Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Februari 2025 atau turun sebesar 0,08 persen basis poin
28:22Jika dirinci, penurunan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 dibandingkan dengan Februari 2025
28:32Terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan
28:38Serta di mana penurunan tingkat pengangguran terbuka ini juga terjadi baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan
28:46Selanjutnya adalah penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha
28:53Pada Sakernas Februari 2026, kami sudah mengimplementasikan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia terkini
29:04Yaitu KBLI 2025
29:07Sementara Sakernas Februari 2025, kami masih menggunakan KBLI 2020
29:16Sehingga yang ingin kami sampaikan di sini adalah penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha
29:25Antara Februari 2026 dan Februari 2025 ini tidak dapat langsung dibandingkan untuk masing-masing lapangan usaha
29:37Sebagai contoh, penyerapan tenaga kerja dalam lapangan usaha G pada KBLI 2020
29:46Ini tidak dapat langsung dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja pada kategori G untuk KBLI 2025
29:56Karena ada perubahan cakupan klasifikasi dari yang sebelumnya mencakup perdagangan besar dan eceran reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor
30:09Di dalam KBLI 2025, klasifikasinya atau cakupannya menjadi perdagangan besar dan eceran
30:18Sementara untuk klasifikasi reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor
30:27Ini masuk kepada lapangan usaha kategori T pada KBLI 2025
30:35Pada Februari 2026, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah dari lapangan usaha pertanian, perdagangan besar dan eceran
30:52Dan yang ketiga adalah industri
30:56Berikutnya adalah penduduk bekerja menurut status pekerjaannya
31:01Pada Februari 2026, dari sebanyak 147,67 juta orang penduduk bekerja
31:11Sebanyak 36,99 persen diantaranya berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai
31:20Dibandingkan Februari 2025, penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan, mengalami penambahan terbanyak
31:29Yaitu sekitar 555,000 orang
31:34Sejalan dengan peningkatan penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, maka jumlah pekerja formal pada Februari 2026 juga mengalami peningkatan menjadi 59
31:49,93 juta orang
31:52Atau mencakup 40,58 persen dari total penduduk bekerja
32:01Selanjutnya, pada bagian ini, saya akan menjabarkan struktur penduduk bekerja menurut tingkat pendidikannya
32:09Pada Februari 2026, sebesar 13,13 persen penduduk bekerja memiliki pendidikan tinggi atau diploma ke atas
32:21Sementara itu, 35,49 persen penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah
32:30Dan dibandingkan Februari 2025, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan
32:45Terakhir, saya ingin menyampaikan penduduk bekerja menurut kategori jam kerja
32:52Pada Februari 2026, persentase pekerja yang bekerja penuh atau di atas sama dengan 35 jam per minggu
33:03Ini sebesar 66,77 persen atau sekitar 98,59 juta orang
33:12Proporsi pekerja penuh ini mengalami peningkatan sekitar 0,58 persen poin dari 66,19 persen di Februari 2025
33:26Dengan demikian, proporsi pekerja dengan jam kerja tidak penuh atau yang bekerja antara 1 sampai 34 jam seminggu
33:37Ini adalah sebesar 33,23 persen atau sekitar 49,08 juta orang
33:46Di antara pekerja tidak penuh, tingkat setengah pengangguran, yaitu yang bekerja dengan jam kerja di bawah 35 jam seminggu
33:58Tetapi masih mencari pekerjaan, ini juga mengalami penurunan menjadi 7,27 persen dari sebelumnya yang sebesar 8 persen pada Februari
34:112025
34:13Selengkapnya, Bapak Ibu dapat lihat pada bahan tayang maupun naskah BRS
34:20Sebagai ringkasan untuk kondisi ketenaga kerjaan Februari 2026
34:25Pertama, dari seluruh penduduk usia kerja, yaitu yang berusia 15 tahun ke atas
34:33Sekitar 71 dari 100 orang merupakan angkatan kerja atau sudah aktif di pasar kerja
34:41Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 adalah sebesar 4,68 persen atau kira-kira sekitar 5 dari 100 orang angkatan
34:55kerja merupakan penganggur
34:57Kemudian, proporsi pekerja formal sedikit mengalami penurunan menjadi 40,58 persen dan penduduk yang bekerja penuh waktu meningkat menjadi 66
35:11,77 persen
35:13Dan terakhir, pada Februari 2026, 3 lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak yaitu dari lapangan usaha pertanian, perdagangan besar
35:26dan eceran, serta industri manufaktur
35:30Dan bila dibandingkan dengan Februari 2025, lapangan usaha pertanian meningkat sebesar 882 ribu orang
35:42Di mana penyerapan penyerapan tenaga kerja pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran meningkat sebesar 434 ribu orang
35:54Dan penyerapan lapangan kerja di sektor industri meningkat sebesar 432 ribu orang
36:01Selanjutnya, saya akan menyampaikan indikator kependudukan dari hasil survei penduduk antarsensus atau SUPAS 2025
36:14Data indikator kependudukan hasil SUPAS 2025 ini meliputi
36:21Pertama, struktur penduduk
36:23Kedua, indikator fertilitas
36:26Ketiga, indikator mortalitas
36:29Keempat, indikator mobilitas
36:32Dan yang kelima adalah indikator lainnya
36:35Seperti lansia, disabilitas, dan bahasa
36:39Sebagai pembuka rilis, saya akan menyampaikan gambaran umum tentang SUPAS 2025
36:48SUPAS 2025
Komentar