Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 49 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Amerika Serikat menilai ada campur tangan Cina terhadap Iran, dalam hal ini Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf mengatakan bahwa sikap Iran meski Amerika Serikat telah mengeluarkan berbagai taktik perangnya. Bahkan Faisal menilai Iran punya keberanian melakukan serangan terhadap kapal Amerika Serikat.

Menyikapi soal proyek kemanusiaan "freedom", Pakar Pakar Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Yulius Purwadi mengatakan bahwa yang digunakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. malah beresiko merusak dan mengancam keselamatan tentara Amerika Serikat itu sendiri.

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667030/amerika-serikat-sentil-china-danai-iran-perkeruh-jurang-damai
Transkrip
00:00Kemudian yang juga menarik adalah pernyataan dari Menteri Keuangan Amerika Serikat
00:07soal menyentil Tiongkok sebagai penyokong dana mendanai perang Iran Amerika Serikat.
00:14Nah itu artinya Pak Julius apakah dengan sentilan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Tiongkok ini
00:21justru kemudian menjadi jurang pemisah yang semakin memperkeruh adanya perundingan yang tidak akan pernah terwujud.
00:31Kalau dari kacamata Anda Pak Julius?
00:35Ya China saya kira sudah berkali-kali disentil oleh Amerika Serikat banyak kali ya.
00:40Dan kalau ini disentil lagi saya kira tinggal tutup telinga itu yang bisa dilakukan oleh China.
00:45Tetapi ini menjadi menarik karena kenapa harus menyebut China itu artinya bahwa Amerika Serikat mengakui
00:51posisi China ya yang dalam hal ini memegang kartu truf ya gitu.
00:55Jadi kita selalu bilang Amerika memegang kartu truf gitu ya untuk perundingan
00:59dan ternyata China juga memegang kartu truf gitu ya sekalipun dia bukan pihak ya yang dalam konflik ini gitu.
01:04Dan kalau kita ingat peran dari China cukup signifikan yang membuat perundingan yang pertama itu bisa berlangsung.
01:10Pada waktu itu dari China mencoba meyakinkan Iran gitu supaya mau beruling
01:17dan Iran kemudian atas dasar dukungan dari China bersedia di perundingan yang pertama gitu.
01:25Nah kemudian di perundingan kedua tidak efektif kan.
01:28Kita tidak tahu apakah ada komunikasi antara China dan Iran gitu ya.
01:32Komunikasinya itu mendorong Iran untuk berangkat ke Islamabad gitu.
01:35Atau justru jangan berangkat di Islamabad kita kan tidak pernah tahu ya gitu.
01:39Nah tetapi poin pentingnya adalah kalau tadi disebut soal menteki.
01:43Ini kan bahasa-bahasa retorika yang tidak mengundang empati dunia ya gitu.
01:48Bukan cuma Iran loh yang sekarang tercekik gitu ya.
01:51Dampaknya kan minyak mentah turun nih 0,35 persen sampai 0,35 persen gitu ya.
01:57Menyentuh di angka 107 dolar per barer, saham 108 dolar per barer gitu.
02:02Lalu kemudian dampak lanjutannya ke pangan, ke pupuk gitu ya.
02:07Itu kan terus lanjut termasuk juga inflasi.
02:10Mas Faisal tadi nyebut di Amerika Serikat sendiri juga naik.
02:13Jadi istilahnya seperti dia mencekik Iran,
02:16tapi Menteri Kohan mencekik warga negara Amerika Serikat juga ya Mbak Risti ya.
02:21Mungkin yang dia tidak sadari gitu ya.
02:23Tidak pernah jalan, tidak pernah beli bensin mungkin ya.
02:27Warga negara Amerika Serikat sendiri di dalam negerinya tertekan dengan ekonomi
02:30yang semakin tidak stabil dengan meningkatnya harga minyak di sana.
02:35Ya betul sekali gitu ya.
02:37Tertekan dan tercekik kalau pakai bahasanya Menteri Keuangan ya.
02:40Iran bisalah bertahan 3 bulan ke depan dan mereka sudah biasa hidup dalam
02:44embargo ekonomi, sanksi ekonomi itu kan sudah besar-besaran selama mungkin lebih dari 40 tahun gitu ya.
02:50Dan Amerika Serikat sekarang 2 bulan dan merasakan luar biasa gitu ya tekanan ekonomi di Amerika Serikat
02:58yang diantaranya dari BBM tadi ya yang cukup tinggi yang saya dengar per hari ini ya
03:04sejak inisiatif baru dimunculkan gitu.
03:07So ya kita tidak tahu ya Mbak Distih berapa lama warga Amerika akan siap dan bertahan dengan
03:15cekikan yang mereka lakukan ke Timur Tengah, ke Selat Hormuz gitu ya yang maunya menyasar warga Iran
03:24tapi ternyata balik sendiri ya menekan warganya sendiri gitu.
03:29Nah sekarang terus saja tergantung tekanan publik tadi sudah disebut 20 persen gitu ya
03:3426 persenan ya tingkat approvalnya Trump
03:38lalu juga dari Demokrat sudah berkali-kali menekan gitu ya
03:42apapun namanya ini adalah operasi militer Freedom Project tadi
03:47termasuk klaim bahwa Trump menyebut perang sudah berhenti di 8 April gitu
03:53tetapi buat Demokrat bukan gitu ya tetap berjalan karena situasi masih dalam situasi kritis
04:00tentang Amerika Serikat ada di sekitar Selat Hormuz kan posisi kritis ya gitu
04:05dan itu artinya perang belum berakhir dan kewajiban seorang pemimpin 30 hari kemudian
04:12menarik pasukannya gitu dari wilayah yang disengketakan ini.
04:16Oke, Kongres kita sudah melihat bagaimana apa yang kemudian diutarakan dalam Kongres di Amerika Serikat
04:22begitu ya Presiden Donald Trump sebentar lagi dalam hitungan bulan juga akan
04:27menghadapi pemilu selah di bulan November 2026 begitu
04:32tekanan dari dalam negerinya kemudian tekanan dari dunia
04:38apa menurut Anda yang akan dilakukan lagi oleh Presiden Donald Trump
04:43manuver semacam apalagi setelah soal kemanusiaan ini
04:47yang akan membuat Donald Trump akan mundur teratur tetap menjaga
04:52keeping face dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Iran.
04:58Ya, Trump ini kan dikitari oleh orang-orang yang memang haus perang
05:02ya Menteri Perang, Menteri Luar Negeri gitu ya
05:05lalu kemudian juga ada komandan operasi wilayah ya
05:09si Steve Vickhoff gitu
05:10lalu plus Jared Kessner ya
05:13itu kan empat orang itu gitu
05:15dan yang kita dengar banyak analisa menyebut bahwa
05:18kebijakan-kebijakan Trump kan itu di luar dukungan analisis
05:21yang cukup komprehensif
05:22misalnya dilakukan oleh CIA
05:23misalnya dilakukan oleh
05:27analisis yang lebih luas ya
05:28banyak dibuat gitu
05:30termasuk oleh pakar-pakar hubungan internasional
05:33diplomasi, ekonomi
05:34dan itu artinya ini hanya empat orang nih
05:37yang membuat keputusan gitu
05:39yang tanpa didasari oleh
05:40kajian mendalam, analisis mendalam
05:43terhadap situasi yang real
05:44jadi kalau saya menyebut
05:45Freedom Project ini
05:47sebetulnya improvisasi
05:48yang dilakukan oleh Trump
05:50tanpa basis yang sangat jelas
05:51hanya didukung oleh perang
05:54Menteri Perang
05:55itu sangat jelas ya
05:56Pete Hezat kan bolak-balik
05:57kalau kita lihat
05:58bahasanya sangat provokatif
06:00dan bahkan di depan Kongres
06:01itu memberi kuliah
06:02yang semua anggota Kongres
06:05menjadi sangat gerah gitu ya
06:06dan menjadi ketahuan bahwa
06:08siapa sebetulnya di belakang
06:09dari semua huru-hara ini gitu ya
06:12kebijakan Amerika Serikat yang serba salah gitu
06:14ternyata ya orang-orang di sekitar ini gitu
06:16yang transaksional gitu ya
06:18yang dari suruh fisik gitu
06:20ditambah karakter Trump
06:21yang memang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri ya
06:23tidak bisa ya gitu
06:24sehingga kebijakannya
06:25buat kita semua itu
06:27tidak rasional atau irasional
06:29sulit di tengah kesehat ya Mbak Nisti ya
06:31oke termasuk juga
06:34upaya kemanusiaan ini
06:36yang sedang dilakukan
06:36apakah kemudian ini juga
06:38menjadi upaya
06:39seorang Presiden Donald Trump
06:41untuk bisa menaikkan kembali reputasinya
06:44sebelum pemilu selah
06:46termasuk juga reputasi
06:48Partai Republik
06:49di warga negara Amerika Serikat sendiri
06:53ya kalau lihat kecenderungan popularitas Trump
06:56kan turun-menurun ya
06:57terus menurun sejak 28 Februari ya
06:59kita lihat sejak serangan itu dilakukan
07:01dan bahkan hari ini paling rendah ya
07:03minggu lalu masih 30%
07:05dan orang bilang itu terendah gitu
07:06dalam sejarah Amerika Serikat
07:08popularitas seorang Presiden
07:09sangat-sangat rendah gitu
07:11itu ya
07:12nah dalam situasi seperti itu
07:14popularitas Partai Demokrat
07:16kan meningkat
07:17yang saya cermati kemarin
07:18dari ABC kalau nggak salah
07:20yang melakukan survei
07:21Trump, sorry
07:22Demokrat akan ada di atas Republikan
07:2449-44
07:26jadi selisih 5 gitu
07:27nah ini kan
07:29kalau nanti harus masuk ke
07:31gimana
07:31pemilihan selah gitu ya
07:33resikonya sangat tinggi
07:34sangat tinggi gitu
07:35nah sekarang dalam jangka waktu
07:37Mei sampai Oktober lah gitu ya
07:40atau kita menyebut mati-matian
07:42sampai September
07:42gimana caranya mengembalikan
07:44reputasi Trump
07:45dan paling mudah adalah
07:48bagaimana mengembalikan harga BBM
07:51yang Trump bilang kan
07:53nanti akan normal kembali
07:54setelah perang selesai gitu ya
07:55nanti perang akan normal kembali
07:57setelah semua operasinya berakhir
07:59nah itu kan nggak akan bisa
08:02dipercaya oleh publik Amerika Serikat
08:0420% itu sangat kritis ya
08:06seharusnya
08:08Republikan mulai menyadari itu
08:09seharusnya ya
08:10dan mulai berpikir rasional gitu
08:12bahwa ini ada sesuatu yang keliru
08:14ada sisa waktu yang sangat terbatas
08:16untuk mengembalikan kepercayaan publik gitu ya
08:18diantaranya dengan
08:18menstabilkan kembali ekonomi
08:20oke ini menjadi titik kritis
08:23begitu ya sebelum akan adanya
08:24pemilu selap di November 2026
08:27sebentar lagi
08:27terakhir saya ingin ke Bung Faisal Asgab
08:29Bung Faisal dengan banyak sekali manuver
08:32dan juga dramaturginya yang dilakukan
08:34oleh Presiden Amerika Serikat
08:36Donald Trump terhadap Iran
08:38begitu ya
08:39apakah Anda melihat
08:40akan ada akhir yang baik
08:43dengan adanya
08:44Iran bisa mau kembali
08:46ke meja perundingan
08:47atau kemudian
08:48upaya dari Amerika Serikat
08:50dalam hal ini
08:51Donald Trump
08:51untuk bisa
08:52menarik pasukannya sendiri
08:55saya kira semua
08:56tergantung Trump ya
08:57karena Iran sudah
08:58mau
08:59berunding
09:00bahkan menawarkan
09:01kalau memang
09:02kita akan buka
09:02selat hormus
09:03kalau blokade laut Amerika
09:05dicabut
09:06terhadap labuhan Iran
09:07tapi kan sampai sekarang
09:09ternyata
09:09Trump dengan alasan proyek
09:11kebebasan atas nama kemanusiaan
09:13ternyata Trump ingin melakukan
09:14tindakan militer
09:15dengan menerjunkan
09:17kapal-kapal perang
09:18untuk mengawal
09:19kapal-kapal
09:20tanker minyak
09:21ataupun kapal dagang
09:22yang ingin melintasi
09:23selat hormus
09:24tapi ya saya kira
09:25itu tidak akan mungkin
09:26berani dilakukan oleh Trump
09:27karena ya
09:28dalam dua bulan saja
09:30kalau memang benar
09:31Amerika itu adalah
09:32sebuah negara super power
09:34ya harusnya
09:34dari awal perang
09:35ketika Iran menutup
09:37selat hormus
09:37harusnya
09:38Amerika langsung menerjunkan
09:40kapal perang
09:40untuk membuka paksa
09:41saya kira semua tergantung Trump
09:43kalau Trump mau mengalah
09:44artinya
09:45mencabut blokade laut
09:46selat hormus akan dibuka
09:47oleh Iran
09:48saya kira kuncinya di Trump
09:49apakah mau mengalah
09:51terhadap tuntutan Iran
09:52cabut blokade
09:54kemudian Iran akan membuka
09:55selat hormus
09:55ini tentu saja
09:56akan sedikit banyak
09:57membantu
09:58menaikkan reputasi Trump
10:00karena
10:00kalau selat hormus dibuka
10:02otomatis akan
10:03mempengaruhi pasokan minyak
10:04tidak akan lagi
10:05tidak akan lagi anjlok
10:07tidak akan lagi tersendat
10:08dan itu akan membantu
10:09menstabilkan harga minyak dunia
10:11termasuk harga bensin
10:12di Amerika Serikat
10:13saya kira
10:13itu yang perlu dilakukan
10:14Trump
10:15untuk menyelamatkan
10:16sedikit banyak
10:17menyelamatkan reputasinya
10:18dan juga pamor
10:19Partai Republik
10:19di kalangan rakyat Amerika Serikat
10:21oke baik
10:22terima kasih
10:22penggama Timur Tengah
10:23Bung Faisal Asenggaf
10:24dan juga pakar hubungan internasional
10:26dari Universitas Parahyangan
10:28Pak Julius Purwadi
10:29telah bergabung bersama kami
10:30selalu bapak-bapak
10:32Saudara kecepatan informasi
10:34dan akurasi data
10:35adalah komitmen kami
10:36satu langkah lebih dekat
10:37satu langkah lebih terpercaya
10:40saksikan Sapa Indonesia Malam
10:43di Kompas TV Channel 11
10:45di televisi Anda
Komentar

Dianjurkan