Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
YERUSALEM TIMUR, KOMPAS.TV - Seorang biarawati Prancis menderita luka di kepala setelah diserang seorang pria di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (30/04/2026) lalu.

Video aksi kekerasan ini sempat tersebar di media sosial. Seorang pria terlihat melakukan kekerasan sebelum dihentikan oleh warga yang melewati lokasi kejadian.

Insiden itu terjadi di area Makam Daud, sebuah situs yang dihormati oleh umat Kristen.

Direktur Sekolah Penelitian Alkitab dan Arkeologi Prancis, tempat biarawati itu bekerja, mengutuk serangan tak beralasan tersebut dan mendesak otoritas Israel untuk bertindak cepat dan tegas.

Baca Juga Brutal! Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 6 Orang, Korban Terus Bertambah di https://www.kompas.tv/internasional/666641/brutal-serangan-udara-israel-di-lebanon-selatan-tewaskan-6-orang-korban-terus-bertambah

#yerusalem #israel #viral

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666642/viral-video-detik-detik-biarawati-diserang-brutal-oleh-pria-israel-di-yerusalem-kompas-petang
Transkrip
00:00Seorang biarawati Perancis menderita luka di kepala setelah diserang seorang pria di kota tua Yerusalem Timur pada Kamis lalu.
00:15Video aksi kekerasan ini sempat tersebar di media sosial.
00:19Seorang pria terlihat melakukan kekerasan sebelum dihentikan oleh warga yang melewati lokasi kejadian.
00:25Insiden itu terjadi di area Makam Daud, sebuah situs yang dihormati oleh umat Kristen.
00:31Direktur Sekolah Penelitian Alkitab dan Arkeologi Perancis tempat biarawati itu bekerja.
00:37Mengutuk serangan tak beralasan tersebut dan mendesak otoritas Israel untuk bertindak cepat dan tegas.
00:57Polisi Israel telah menangkap pria tersangka pelaku penyerangan biarawati.
01:02Tersangka menurut polisi ditangkap dengan tuduhan penyerangan yang menyebabkan korban luka dengan motif rasis.
01:08Israel mengatakan tidak mentolelir serangan terhadap anggota komunitas keagamaan apapun.
01:14Konsulat Jenderal Perancis di Yerusalem menuntut agar pelaku dibawa ke pengadilan.
01:19Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan