00:00Dengan adanya tekanan di internal parlemen AS, bagaimana kelanjutan perang Amerika Serikat dengan Iran?
00:06Kita akan bahas bersama dengan pengamat intelijen dan keamanan nasional, Steffi Andriani.
00:10Selamat malam, Mbak Steffi.
00:12Selamat malam, Pak Ibrahim.
00:14Ini kejelang deadline ya. Apakah putusan Kongres AS nanti ini krusial terhadap nasib perang Amerika Serikat dan Iran, Mbak Steffi?
00:21Ya, jadi setelah perang Vietnam itu Pak Ibrahim Kongres Amerika itu mengesahkan hukum 1973, yang artinya kekuasaan presiden itu dibatasi.
00:34Nah, jadi kalau mau berperang itu dikasih waktu 60 hari. Nanti setelah 60 hari ini itu harus ditentukan.
00:40Apakah diizinkan untuk dilanjutkan otoritas Kongres atau memang harus di-stop.
00:47Dan dalam dinamika dalam beberapa hari ini, sepertinya sudah mulai banyak pro dan kontra nih Pak Ibrahim, termasuk dari beberapa
00:58senator dari Republik sendiri.
01:00Seperti misalnya senator dari Tom Tillis dan Susan Collins juga menyampaikan tidak akan menyetujui kelanjutan operasi militer ini.
01:08Apalagi sudah disampaikan ya, dirilis bahwa biaya perangnya sudah 25 USD, miliar gitu.
01:17Jadi artinya benar-benar besar sekali dan akan ada pengajuan tambahan 200 miliar USD.
01:25Sepertinya ini agak kurang disetujui begitu Pak Ibrahim.
01:28Jadi artinya kalau dari Kongres sendiri, baik Demokrat maupun Republik ini mayoritas mempertanyakan soal efisiensi perang ini atau kegunaan atau
01:40manfaat di perang ini.
01:42Betul, kebijakan luar negeri dan dalam rangka Epic Fury ini ya, ini kan sudah hari ke-60.
01:50Sementara dengan anggaran sebesar itu, kalau kita lihat disini sudah 102 lebih nih Pak Ibrahim, aset dari Amerika sendiri rusak,
02:01termasuk 74 pesawat, 28 kapal ya.
02:05Itu di global military open source juga bisa kita lihat ya.
02:10Termasuk kalau kita cek misalnya F-15E, misalnya Strike Eagle-nya mereka, kemudian KC-135 tanker mereka, helikopter dan 14
02:20tentara Amerika gugur gitu ya.
02:23Artinya walaupun niatan awal COG-nya mengganti rezim, kemudian menurunkan serangan rudal dan Iran tidak memiliki nupir.
02:34Tapi buat masyarakat Amerika sendiri yang saya rasa realis dan punya rasional choice dalam menghit, ini perang yang cukup mahal
02:44Pak Ibrahim.
02:45Kalau Anda melihat bagaimana seorang Donald Trump membagi pengaruh di saat internal bergejolak di parlemen, di negaranya sendiri,
02:53tapi juga operasi milita di Selat Hormus masih terus dijalankan.
02:57Bagaimana membagi ini Anda melihatnya seorang Trump?
02:59Ya, jadi dengan adanya Menteri tadi ya, Pete Hesed ini adalah salah satu sosok yang menurut saya cukup memahami emosional
03:09dan keinginan dari Presiden Trump itu sendiri ya.
03:13Jadi artinya untuk menghadapi Kongres kemarin, tadi cuplikannya kita lihat ya, Bapak Menteri Pertahanan atau Menteri Perang ini pasang badan
03:21sepertinya ya Pak Ibrahim.
03:22Artinya mungkin untuk di dalam negeri ada jagoan-jagoannya striker-strikernya Presiden Trump yang diminta untuk berkomunikasi.
03:31Dan Presiden Trump sendiri lebih memilih berkomunikasi dengan tadi Presiden Putin, atau mungkin nanti berkomunikasi dengan China gitu ya.
03:39Tentunya perang ini berbeda dengan perang Iran-Irak gitu.
03:44Jadi, Iran sebelum dihajar dengan Epic Fury dan Roaring Lion ini memang ekonominya sedang tidak baik-baik saja ya.
03:53Real sedang anjlok 42 persen.
03:55Kemudian juga tidak ada negara besar yang secara terang-terangan mendukung Iran.
04:00Kalau kita lihat Rusia ya mungkin bisa juga dua kaki berlaporan intelijen, China mungkin AI warfare-nya.
04:07Tapi secara terang-terangan gitu ya, side by side mendukung Iran itu kan sampai hari ke-60 ini tidak terlalu
04:16kelihatan gitu Pak Ibrahim.
04:18Tidak ada yang declare ya artinya.
04:19Tapi kalau misalkan tadi yang disinggung oleh Trump, tengah negosiasi dengan Iran, apakah akan mulus diskusinya?
04:27Karena tadi tetap Trump menekankan soal tidak ada lagi nuklir di Iran.
04:31Ya, jadi sebetulnya kalau tadi kita kembali, apakah memang harus Presiden Amerika itu setelah 60 hari nurut patuh kepada Kongres?
04:42Memang dari aturannya kan seperti itu.
04:44Tapi kalau kita lihat Presiden Clinton pada saat Kosovo, waktu itu tahun 99 lebih ya, itu dia menerobos 60 hari
04:54tanpa izin Kongres.
04:56Nah ini sekarang sebetulnya kalau Presiden Trump mau mengikuti jejak itu sih mungkin bisa-bisa saja, tapi tadi artinya popularitasnya,
05:04kemudian juga nama besar partai Republik, kemudian juga soliditas nanti pemilu selak gitu ya.
05:12Jadi saya rasa kalau dari sisi damai dalam jangka pendek, Amerika ini lebih membutuhkan perdamaian dalam jangka waktu pendek.
05:22Karena ada unsur politiknya seperti itu.
05:24Sementara di Iran, masyarakat dan publik Iran cenderung setuju.
05:29Ibaratnya mungkin tegak lurus, apapun yang diminta oleh Presiden dan Mosabah Hamena ini diikuti gitu ya.
05:37Jadi ini mungkin perbedaan mendasar.
05:41Nah, fase yang menarik adalah ketika lebih dari 60 hari ini, Amerika berarti memasuki fase perang dalam hukum ilegal.
05:49Artinya kalau Kongres atau Senat nanti tidak menyetujui, berarti 61 kesana ini adalah perang ilegal.
05:56Karena hanya diperbolehkan pasca perang Vietnam itu, Presiden itu melakukan operasi hanya 60 hari pertama.
06:03Selanjutnya itu evaluasi seperti itu.
06:05Risikonya apa? Apa yang akan diterima oleh Trump jika melanggar tadi 60 hari tidak ikuti putusan Kongres?
06:12Paling signifikan mungkin Mosi tidak percaya, Pak Ibrahim.
06:17Ini menarik.
06:17Kalau Mosi tidak percaya, artinya ada konsolidasi di internal Partai Republik ya.
06:23Atau mungkin nanti mekanisme di Amerika.
06:25Apakah nanti masing-masing negara bagian.
06:26Nah, ini makanya kalau saya lihat beberapa tokoh-tokoh penting di Partai Republik berusaha menghindari voting.
06:34Kalau sampai voting ini kelihatan nanti mana yang setuju dan tidak dan mungkin siapa nanti yang akan memegang.
06:41Jadi, bahasanya adalah War Power Acts.
06:45Jadi, artinya bahwa kekuasaan pemimpin Presiden sekelas Amerika sendiri dibatasi dalam mengambil keputusan perang.
06:54Itu 60 hari.
06:55Hukumnya 973.
06:57Nah, ini memang yang sedang jadi perkebatan di dalam publik Amerika.
07:01Ini karena didilainya tanggal 1 ya.
07:031 Mei kita akan tunggu nanti bagaimana hasil keputusan di Kongres.
07:06Terima kasih.
07:07Mbak Steffi Andriani, pengamat intelijen dan keamanan nasional telah menyampaikan pandangan di Kompas Malam hari ini.
Komentar