Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tanggal 2 Mei menjadi peringatan Hari Pendidikan Nasional. Di hari itu, kita kembali diingatkan akan pentingnya mencetak generasi bangsa yang unggul.

Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, selalu membawa kita pada satu refleksi: sejauh mana ilmu yang kita pelajari benar-benar hidup di masyarakat?

Pendidikan bukan hanya sebuah teori di ruang kelas, tapi harus menjadi ruang persiapan hidup yang konkret.

Rosianna Silalahi mengundang Dr. H.C. Setyono Djuandi Darmono, seorang pengusaha yang juga pendiri President University, sebuah perguruan tinggi swasta yang dirancang sejak tahun 1997.



Selengkapnya saksikan dalam ROSI episode Kita Butuh Transformasi Pendidikan. Tayang kamis, 30 April 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.



#pendidikan #presidentuniversity #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/666371/full-transformasi-pendidikan-ala-pendiri-president-university-sd-darmono-rosi
Transkrip
00:10Sampai jumpa di video selanjutnya
00:30Gunanya kuliah di tempat yang pembinaan karakter itu sangat penting
00:35Supaya bisa menjadi leader, pemimpin-pemimpin di masa depan
00:40Yang jujur, berkarakter, bertanggung jawab, disiplin
00:44Dan bisa menjadi kebanggaan keluarga, perusahaan, negara
00:48Dan juga menjadi world citizen yang baik
01:03Selamat malam Anda menyaksikan program ROSI
01:07Tanggal 2 Mei menjadi peringatan Hari Pendidikan Nasional
01:10Di hari itu kita kembali diingatkan akan pentingnya mencetak generasi bangsa yang unggul
01:16Malam ini menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional
01:20Saya mengundang seorang yang dikenal punya visi dalam transformasi pendidikan
01:26Terutama di dunia kampus
01:28Kenapa universitas jadi penting?
01:32Karena kini banyak lulusan sarjana justru sulit langsung dapat pekerjaan
01:38Saya mengundang seorang pengusaha yang juga pendiri presiden universiti
01:43Sebuah perguruan tinggi swasta yang dirancang secara serius
01:47Sejak tahun 1997
01:50Ia adalah Dr. Honoris Causa Setiono Juandi Darmono
01:56Selamat malam Pak Darmono
01:58Selamat malam Pak Rosi
01:59Terima kasih sudah di Rosi
02:01Saya tahu Pak Dar sibuk banget
02:03Jadi really appreciate it
02:06Bapak menyempatkan waktu di Rosi
02:08Pas lagi kita mau 2 Mei
02:10Hari Pendidikan Nasional
02:12Kenapa saya tertarik untuk mewawancari Pak Dar
02:15Saya membaca bukunya Pak Darmono
02:20Dan disitu dikatakan bahwa
02:22Merancang satu kampus di tahun 1997
02:25Secara serius
02:26Di sebuah kawasan Jababeka
02:28Kawasan industri
02:31Pertanyaan saya gini Pak kira-kira
02:34Sebagai seorang pengusaha
02:35Tahun 1997 itu adalah tahun yang
02:38Yang dianggap krisis
02:40Pak Darmono ini justru
02:42Mikirin investasi bagi anak bangsa pendidikan
02:47Padahal harusnya sebagai seorang pengusaha
02:50Itu kan udah kelimpungan Pak
02:52Mikirin restrukturisasi hutang
02:54Dolar kita waktu itu udah betul-betul luar biasa tingginya
02:57So what's going on
03:00Ya jadi begini
03:03Boleh panggil Rosi ya
03:04Oh ya by the way
03:05Selamat ulang tahun
03:06Terima kasih
03:0726 April 77 tahun
03:10Terima kasih
03:11Bener kan?
03:11Betul-betul
03:12Happy birthday ya Pak
03:13Terima kasih
03:14Jadi memang tahun 97 itu saat yang sangat mengkhawatirkan sebetulnya apakah Indonesia akan berlanjut atau tidak
03:26Nah saya pikir semua masalah itu adalah karena pendidikan
03:32Kita perlu fundamental yang kuat di bidang pendidikan
03:37Nah waktu itu sebagai orang yang mengurus kawasan industri
03:42Saya merasa bahwa sulit untuk nanti dengan image Indonesia seperti itu
03:49Untuk bisa mendatangkan investor-investor asing
03:52Jadi kita harus menambah satu poin lagi yang biasanya kita selalu menjual adalah tenaga kerja murah
04:02Nah ini tentunya bukan tujuan utama kita untuk mencerdaskan bangsa
04:07Kalau hanya sekedar tenaga kerja murah
04:10Betul-betul dan menjual sumber daya alam
04:13Jadi selalu dua itu yang kita jualkan
04:16Pasar yang besar, tenaga kerja yang murah, sumber daya alam yang berlimpah
04:20Nah seharusnya kita juga mempersiapkan jangka panjang
04:25Untuk anak-anak kita itu dipersiapkan menjadi tenaga-tenaga profesional
04:30Yang terampil, siap masuk lapangan kerja
04:34Syukur-syukur malah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri
04:39Menjadi pengusaha dan malah mempekerjakan orang
04:42Nah itu jadi saya pikir universitas kita yang ada
04:47Tidak siap untuk menampung kebutuhan-kebutuhan tersebut
04:52Saya sendiri sebagai pengusaha yang banyak merekrut para karyawan
04:58Itu merasakan betul bahwa anak-anak lulusan kita dari universitas itu
05:05Tidak siap pakai
05:06Jadi Bapak sebagai pengusaha saat itu sudah sangat aware
05:10Lulusan perguruan tinggi sebonafit apapun
05:13Begitu tidak melulu langsung siap kerja
05:16Betul-betul
05:17Jadi saya selalu berpikir begini
05:20Kalau saya mengambil pekaryawan baru
05:23Saya tidak tanya mengenai indeks prestasi
05:26Lulusan mana tidak
05:28Saya pertama tanya adalah
05:30Kamu bisa berbahasa Inggris enggak?
05:33Karena komunikasi dengan orang asing ini penting
05:35Jadi itu nomor satu
05:38Kedua
05:38Sudah punya pengalaman kerja belum?
05:41Itu juga penting
05:43Karena saya tidak usah buang waktu mendidik lagi
05:45Yang ketiga adalah saya tanya sudah punya enggak satu pengalaman di anu suasana internasional
05:54Campur sama orang asing
05:56Belum?
05:57Nah itu juga tidak poin yang membuat saya tertarik
06:00Untuk meng-hire sebagai karyawan di perusahaan Bapak?
06:03Betul
06:03Terus keempat
06:05Saya tanya juga
06:06Bagaimana kamu punya background ini?
06:10Apakah sudah terbiasa
06:13Dari suasana yang disiplin
06:16Yang mempunyai habits dan attitude yang baik
06:19Itu saya biasanya tanya background keluarga
06:22Apakah anak petani
06:24Atau anak pengusaha
06:26Anak pejabat
06:28Anak guru
06:30Dari situ saya bisa sudah menilai dulu
06:32Ini DNA-nya apa ini
06:34Jadi empat hal ini menjadi konsen saya
06:38Bagaimana bisa diterjemahkan di dalam pola pendidikan
06:42Kalau mau disebut kurikulum
06:45Jadi itulah pemikiran saya
06:47Paling tidak bisa bahasa Inggris
06:48Bahasa Inggris
06:49Enggak usah harus fase-fase amat juga enggak apa-apa kan Pak?
06:52Betul
06:52Bisa bahasa Inggris
06:53Adalah pengalaman kerja
06:55Punya pengalaman kerja
06:56Dan ketiga pernah merasakan suasana bergaul sama orang asing
07:02Kenapa ini penting?
07:03Karena kita itu mendatangkan banyak investor-investors asing
07:08Jadi kalau dia enggak terbiasa sama orang asing
07:11Dia udah minder dulu
07:13Jadi kalau dia udah terbiasa sama orang asing
07:16Kan enak bicaranya
07:18Komunikasinya jelas
07:20Sering yang karena tidak kompeten
07:23Atau tidak confidence malah ya
07:25Jadi kalau ditanya itu
07:27Bilang siap
07:29Ijin apa itu enggak bisa
07:30Jadi karena dia pernah berinteraksi dengan orang asing
07:35Maka dia punya level confidence yang memadai
07:39Jadi enggak inlander
07:41Kalau ini dulu kan sebutannya
07:43Minderan sama orang asing
07:44So paling tidak bisa bahasa Inggris
07:47Memaham bahasa Inggris
07:49Lalu kemudian pernah punya pengalaman kerja
07:51Dan punya interaksi dengan orang asing
07:54Itu yang menurut Bapak
07:56Lebih baik diterima di perusahaan yang Bapak
08:00Pimpin
08:01Dibandingkan IPK-nya
08:03Kumlaut
08:04Betul
08:05Itu karena saya udah sering
08:06HRD kita tuh selalu
08:08Kriteriannya ambil yang IPK-nya tinggi-tinggi
08:12Kumlaut
08:12Universitas top gitu kan
08:14Saya buktikan ke mereka
08:15Wah ini bukan
08:17Cara memilih yang benar
08:19Karena ternyata sesudah dicoba
08:22Mereka tuh belum bisa apa-apa
08:24Ya
08:25Masih
08:26Tahu istilahnya tuh
08:27Kalau mau sedikit cynical
08:28Ya
08:29Unconsciously incompetent
08:32Tidak sadar kalau masih bodoh
08:36Sombong lagi
08:37Minta gaji tinggi lagi
08:38IPK-nya bagus
08:39Iya betul
08:40Tapi sebenarnya enggak ngerti apa-apa
08:42Ya belum siapa lagi
08:44Tapi sesudah
08:45Dia masuk pekerjaan
08:47Ya
08:48Berapa
08:48Ada yang 2 tahun 3 tahun gitu ya
08:50Baru sadar
08:51Sesudah ternyata
08:52Dia harus tanya orang yang sudah pengalaman
08:55Yang enggak IPK-nya
08:56Malah mungkin sekolahnya SD SMP
08:58Tapi udah lama bekerja
09:00Nah disitu baru dia itu
09:02Sadar
09:03Kalau dia itu sebenarnya belum
09:04Mengerti apa-apa
09:05Nah itu udah trainable
09:07Oke
09:08Nah jadi Bapak
09:10Mindset HR yang
09:12Saya rasa gak hanya di perusahaan Bapak
09:14Di HR banyak
09:15Perusahaan juga lebih mengejar angkat
09:17Dibanding melihat sesuatu yang sebenarnya lebih trainable
09:20Iya Pak
09:21Betul
09:21Tapi kembali ke pertanyaan saya
09:2297
09:23Merancang konsep
09:25Kampus
09:25Secara serius
09:26Meskipun baru benar-benar
09:28Terrealisasi
09:29Koreksi saya kalau salah
09:302001 betul ya Pak ya
09:31Betul
09:31Itu untuk seorang pengusaha
09:33Betul
09:34Tadi Bapak mengatakan bahwa
09:35Ada kebutuhan jangka panjang
09:37Yang Bapak ingin lihat
09:38Tapi saya masih merasa
09:40Wow
09:41Harusnya pengusaha zaman itu
09:43Lebih mikirin dirinya sendiri
09:46Supaya gak makin boncos
09:49Atau rugi
09:50Dengan ekonomi yang luar biasa
09:53Terpuruk pada waktu itu
09:54Kenapa seorang Pak Darmono
09:56Jauh lebih memikirkan investasi
09:58Anak bangsa
10:00Yang belum ketahuan
10:01Ini bakal berhasil atau enggak
10:04Di mana gitu
10:06Logika bisnisnya
10:08Kalau misalnya kita bicara ini soal bisnis
10:10Atau ini memang tidak melulu tentang bisnis
10:13Tapi tentang bagaimana menjawab
10:16Tantangan Indonesia ke depan
10:18Karena belajar dari krisis 97-98
10:20Sebetulnya gini
10:22Tidak hanya masalah pendidikan
10:24Waktu itu juga tahun 97-98 itu kan
10:27Monetary crisis ya
10:29Yang banyak pengusaha mengalami masalah
10:32Jadi
10:32Pemikiran restrukturisasi penting
10:35Tapi waktu itu
10:36Image daripada orang
10:38Banker maupun investor
10:40Itu terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia itu jelek
10:43Terhadap Indonesia juga jelek
10:45Sehingga kita harus menunjukkan mereka bahwa
10:48Kita ada satu tindakan
10:50Strategi
10:50Untuk membuat
10:52Keposisi kita baik
10:53Dengan membangun presiden universiti ini
10:56Maka mereka semua bilang
10:57Oh ini orang
10:58Tidak menyerah
11:00Terhadap problem yang lagi dihadapi
11:02Malah mempersiapkan
11:03Satu program jangka panjang
11:05Karena dengan adanya
11:07Pembangunan di pendidikan ini
11:09Maka
11:10Orang-orang yang tadinya itu
11:12Mau
11:13Tidak membayar
11:14Melanjutkan
11:15Cicilan
11:16Membeli rumah
11:17Lanjut lagi
11:18Terus orang-orang yang tadinya
11:21Tidak mau beli pabrik
11:22Masuk lagi
11:23Oh berarti
11:24Manajemen ini mempunyai
11:26Satu strategi
11:27Masa depan yang
11:28Jangka panjang
11:29Jelas
11:29Jadi ada kebutuhan lain juga
11:32Dari
11:33Image building
11:34Bapak juga ingin membangun
11:36Trust disitu ya
11:37Betul
11:37Karena tidak hanya sekedar oke
11:39Jababeka sebagai
11:40Kawasan industri
11:41Pabrik banyak tutup
11:43Bukan hanya sekedar oke
11:44Hari ini
11:45Dan kedepannya gak jelas
11:47Maka yaudah
11:48Dibiarin aja
11:49Tetapi
11:49Ada satu
11:52Pembangunan yang
11:53Mungkin
11:54Bapak sendiri gak tau
11:55Bakal
11:56Untungnya kapan
11:57Ya
11:58Tapi
11:58Bukan itu yang dicari
12:00Tapi building trust
12:02Betul
12:02Atas satu komitmen
12:03Dan idealisme
12:04Yang Pak Dar punya
12:06Betul
12:06Anak saya waktu itu
12:07Yang paling kecil
12:08Umur 17 tahun
12:10Dia bilang
12:11Ah
12:12You want to build
12:13A university
12:14It's going to take
12:1650 years
12:16To be famous
12:17You know
12:17By the time
12:18You will be dead
12:19And I may be dead too
12:22Saya ingat betul tuh
12:23Kata-kata
12:24Jadi memang
12:26Ini pendidikan
12:27Is a long term project
12:28Tapi juga memberikan
12:30Dampak lain
12:31Yang sangat positif
12:32Yaitu melihat
12:33Orang ini
12:34Berpikir panjang
12:35Dan membangun
12:37Perusahaannya
12:37Untuk
12:38Bukan jangka pendek
12:40Dan itu yang dibutuhkan
12:41Indonesia
12:42Tahun
12:421997
12:4398
12:44Itu
12:45Saya memang
12:46Tidak
12:47Tidak habis pikir sih
12:49Karena tahun itu
12:50Kan harusnya
12:51Betul-betul
12:51Pengusaha itu
12:52Bisa dibilang
12:53Sibuk menyelamatkan
12:55Usahanya sendiri
12:56Tapi ada seseorang
12:57Yang justru berpikir
12:58Tentang pendidikan
12:59Buat saya
13:00Agak
13:01Agak lain Pak
13:02Betul
13:03Tapi waktu itu
13:04Gara-gara bangun
13:04Presiden
13:05Mesti
13:05Saya jadi kenal
13:06Semua tokoh-tokoh
13:07Yang bisa membantu
13:09Untuk penyelesaian
13:10Restruktasi hutang kita juga
13:12Jadi presiden
13:14Calon presiden
13:15Menteri
13:16Semua saya jadi kenal
13:18Karena ini visi
13:19Yang begitu
13:21Sangat didambakan juga
13:23Oleh banyak orang
13:25Terutama para
13:26Pemikir kita
13:28Yang juga
13:29Penguasa
13:30Kenapa namanya
13:30Presiden universiti Pak
13:32Kan lulusannya berarti
13:33Pak SBY
13:34Pak Jokowi
13:35Ya ini kan
13:38Gak bisa instant ya
13:39Tapi waktu itu
13:40Saya panggil konsultan
13:41Dari Australia
13:42Profesor Don Woods
13:44Yang sudah membangun
13:47Curtain
13:48Dari institut
13:49Menjadi Curtain University
13:50Terus kemudian
13:52Dia bangun Notre Dame University
13:53Di Fremantle
13:54Terus dia bangun
13:55Bond University
13:56Jadi ini
13:57Pengalaman yang bagus ya
13:59Saya tanya
14:00Bond
14:01Bikin universitas itu
14:02Bagaimana sih
14:03Dia bilang
14:04Tidak sulit
14:05Asal kamu bisa cari
14:07Anak-anak yang pintar
14:08Asal dosenya bagus
14:09Kamu bayar yang benar
14:10Selesai
14:11Simple ya
14:12Nah cuman
14:13Seperti ini
14:14Presiden universiti
14:15Atau pendidikan itu
14:17Seperti bisnis
14:18Harus ada strong differentiation
14:20Jadi apa strong differentiation
14:22Dia tanya
14:23Nah saya jelaskan tadi tuh
14:25Yang empat hal tadi ya
14:26Itu differentiationnya
14:27Dari bahasa Inggris
14:28Harus magang
14:30Harus tinggal di domitory
14:31Dan juga
14:32Harus
14:34Sudah
14:35Biasa bergaul
14:36Sama orang asing
14:37Jadi saya pikir
14:3830% orang asing
14:4070% orang
14:42Anak Indonesia
14:43Dosenya juga
14:44Itu menjadi
14:45Karena tanpa menerima
14:46Mahasiswa asing
14:47Tidak ada gunanya
14:49Tidak ada environment
14:49Internasional
14:50Dan harus di asrama
14:52Karena orang tua kan juga
14:53Pasti khawatir
14:54Anaknya gimana
14:55Jadi ini menjamin
14:56Orang tua juga
14:56Akan keamanan
14:57Tapi kembali tadi
14:59Kenapa namanya
15:00Universitas Presiden
15:01Alias
15:02Nah
15:03Trisip
15:03Don Rons kan tanya
15:04Terus namanya apa
15:06Saya bilang
15:07Nama ini
15:09Yang kayak apa
15:09Kriterianya
15:10Dia bilang harus universal
15:12Artinya bahasa apapun
15:14Itu harus orang mengerti
15:16Karena saya juga
15:16Mengharapkan
15:17Anak-anak asing kan
15:18Dan kemudian
15:19Anda punya visi apa
15:21Saya bilang visi saya
15:22Ini harus jadi nomor satu
15:23Di Indonesia
15:24Kalau gitu
15:25Apa namanya
15:27Dia tanya
15:28Ya Presiden
15:29Dia bilang
15:30Oh
15:31Wait wait a minute
15:32I'll read my print
15:33For one night
15:33I'll come back to you tomorrow
15:35Katanya
15:35Nah besok dia ngomong
15:37Gak ada yang lebih
15:38Saya pikir tadinya crown ya
15:40Tapi
15:40Bahasa Indonesia kan bukan crown
15:42Yaudah Presiden
15:44Setuju dah dia bilang
15:45Nah itulah mulainya
15:46Hanya karena Bapak ingin
15:49Suatu saat
15:49Lulusan ini
15:50Bisa menjadi
15:51Orang nomor satu
15:52Republik Indonesia
15:53Ya itu
15:53Itu harapan kita semua
15:56Saya kira
15:56Namanya
15:57Namanya juga harapan ya Pak
15:58Dan nama adalah doa
15:59Betul
16:00Oke
16:00Dalam rangka hari pendidikan nasional
16:03Penting rasanya merefleksi
16:04Seperti apa
16:05Dan bagaimana kampus
16:07Mencetak manusia unggul
16:09Saya bersama seorang pengusaha
16:10Yang dikenal membangun
16:12Kawasan industri
16:13Jababeka
16:14Dan juga pendiri
16:15Presiden
16:15University
16:16Visinya
16:18Membangun kampus
16:19Dituangkan dalam buku
16:20Berjudul
16:20Kampus
16:21Meretas Batas
16:23Yang diterbitkan oleh
16:24Gramidia Pustaka Utama
16:26Ia adalah
16:27Doktor Honoris Causas
16:29Tiono Joandi Darmono
16:30Padahal
16:31Kita kembali bicara
16:32Soal pendidikan
16:33Yang paling
16:34Saya ingat adalah
16:36Nggak perlu-perlu amat
16:38Dan bangga banget
16:39Dengan IPK
16:40Yang tinggi-tinggi
16:41Tapi sebenarnya
16:42Nggak
16:43Nggak pinter-pinter amat juga
16:44Gitu ya Pak
16:45Apa tadi istilahnya
16:46Unconscious
16:47Unconsciously
16:48Incompetent
16:49Unconsciously
16:50Incompetent
16:51Tidak sadar kalau masih bodoh
16:52Hanya
16:54Hanya
16:54Hanya bangga
16:55Amat IPK
16:56Betul
16:57Jadi kalau nanti ada orang yang bangga-bangga
16:58IPK
16:59Saya akan mengutip
17:00Kalimat Pak Darmono
17:01Dan saya bilang bukan kata saya
17:02Kata pendiri Jababeka
17:04Pak
17:08Tadi Bapak mengatakan
17:09Ini
17:10Jadi
17:10Membangun kampus
17:11Dengan satu
17:12Diferensiasi
17:13Yang tidak dimiliki
17:14Kampus lainnya di Indonesia
17:16Yaitu ada boarding
17:18Memiliki asrama
17:19Menerima
17:20Mahasiswa
17:21Asing
17:22Nah pada waktu itu
17:232001 dibangun
17:25Seberapa banyak
17:262001 itu
17:28Antara mahasiswa asing
17:30Dan
17:30Mahasiswa Indonesia
17:31Apakah ini juga langsung
17:33Membuat
17:34Satu
17:35Apa
17:35Terobosan yang dilihat oleh
17:37Pelajar Indonesia pada waktu itu
17:39Sebagai suatu
17:40Yes
17:40Saya mau sekolah disini
17:42Ya
17:42Ini satu hal yang
17:44Sangat menarik
17:46Dan
17:46Saya ingat betul
17:47Waktu itu
17:48Saya pasang iklan
17:49Di Koran Kompas
17:51Satu halaman penuh
17:52Itu satu miliar rupiah
17:55Sampai disebut loh
17:56Harganya
17:57Nah
17:57Mahal
17:58Soalnya banyak protes
17:59Waktu itu
18:00Saya pasang foto-foto
18:03Pendiri
18:04Pak Yuwono Sudarsono
18:05Menteri Pendidikan
18:06Pak Utomo Yoso Dirjo
18:09Adalah
18:10Foundernya
18:10SGV Utomo
18:11Profesor
18:13Charles Simawan
18:14Dekan Fakultas
18:15Hukum
18:16Universitas Indonesia
18:17Pertama lulusan
18:18Harvard
18:19Terus Pak Suryanto
18:21Sosro Joyo
18:21Yang adalah
18:24Dari Teh Potol Sosro
18:25Saya sendiri
18:27Dan ada Pak Sukardi
18:28Laksamara Sukardi
18:30Laksamara Sukardi
18:31Itu semua saya
18:32Pajang
18:32Di Koran
18:33Ini sebagai founder
18:34Kira-kira ya
18:34Founder ya
18:35Ini kan founder
18:36Dari Yayasan
18:38Pendidikan
18:39Universitas Presiden
18:40Nah
18:41Keluar iklan besar gitu
18:42Gak ada yang daftar
18:44Nah
18:46Padahal ceritanya
18:47Akan diberikan
18:48Biasiswa dan segala macam
18:49Gak ada yang daftar
18:50Mas
18:51Meskipun saat itu
18:52Dibilang
18:52Akan diberikan Biasiswa
18:54Iya
18:54Sudah disebut
18:55Itu pun tidak cepat
18:57Menjadi daya tarik
18:57Untuk masuk
18:58Iya
18:58Gak ada yang lamar
18:59Jadi saya pikir
19:00Apa ini karena
19:01Dici Karang
19:02Atau karena
19:03Universitas baru
19:04Atau menakutkan
19:05Ya
19:06Kok namanya
19:07Presiden Universiti
19:07Jadi
19:09Pendek kata
19:10Udah pasang iklan saja
19:12Dicari
19:13Karyawan
19:14Lulusan SMA
19:15Oleh Jababeka
19:16Nah yang lamar banyak ini
19:18Jadi dipilih
19:19Dari situ
19:19Yang bisa berbahasa Inggris
19:21Berapa banyak
19:21Dipilih
19:23Dapatlah 12 orang
19:24Pada saat yang sama
19:26Saya minta tolong
19:27Dari Pak Gunadi Wijaya
19:29Dari Panin Group
19:30Yang punya jaringan luas di China
19:32Untuk
19:34Mencari mahasiswa
19:35Dari China
19:36Terus saya minta juga
19:38Dari Dubes Vietnam
19:40Untuk mencari
19:41Anak-anak
19:41Dari Vietnam
19:42Karena saya pikir
19:43Jaman 2001
19:44Indonesia itu
19:46Sananya
19:47Pasti jelek
19:47Pasca 98
19:49Ada rayon
19:50Dan lain-lain
19:50Dan waktu itu
19:51Juga tahun 2000-2001
19:53Di bawah
19:53Pimpinan Presiden
19:54Abdelman Wahid
19:55Dan Wakil Presiden
19:56Bu Megawati
19:57Suasana politik
19:58Juga kacau
19:58Situasi yang tidak gampang
19:59Betul
20:00Jadi
20:01Sulit mendapat
20:02Mahasiswa asing
20:03Jadi saya pikir
20:04Yang mau itu
20:05Kira-kira pasti
20:06Dari negara yang masih susah
20:07Yang anaknya masih miskin-miskin
20:10Nah waktu itu
20:11China belum saya buat sekarang lah ya
20:12Nah Vietnam apalagi
20:14Jadi dari dua itu
20:16Dapat saya
20:1624 dari China
20:1812 dari Vietnam
20:19Kita biar
20:21Biasiswa penuh
20:22Malah yang dari Vietnam itu
20:24Saya kasih air tiket
20:25Karena mereka tidak sanggup datang
20:26Nah yang Indonesia
20:28Dapat 12
20:29Jadi pertama itu
20:3048 mahasiswa
20:3275 persen asing
20:34Jadi sudah internasional kan
20:36Di tahun pertama ini
20:37Nah itulah
20:38Dan itu mereka beasiswa
20:39Full beasiswa
20:41Makan, tidur
20:43Semua
20:43Tuisyen semua dibayar
20:45Cuma tidak diberi gaji aja
20:47Tapi kalau yang
20:49Anak-anak Indonesia kan
20:50Digaji untuk kuliah
20:53Karena 12 ini kan
20:54Janjinya dipekerjakan
20:55Ya ya benar
20:56Karena kan tadi kan
20:57Bapak bilang kan
20:57Itu
20:58Mereka masuk
20:59Karena
21:00Dicari karyawan
21:01Untuk kerja di Jababat
21:02Jababat BK
21:03Lulusan SMA
21:04Betul
21:04Makanya memang tetap harus digaji
21:06Dikaji ya
21:07Jadi 12 itu
21:08Statusnya
21:09Karyawan
21:10Tapi jadi mahasiswa
21:11Itulah yang jadi
21:13Dan 24 ini
21:1548 total
21:17Itu hebat-hebat sekarang
21:19Jadi-jadi orang semua
21:21Pak
21:22Saya
21:24Saya bertanya
21:25Dengan seseorang
21:27Dengan seseorang
21:27Yang saya rasa
21:28Pasti
21:29Bapak
21:29Tau
21:32Waktu itu
21:33Beliau
21:34Mengatakan bahwa
21:37Diminta oleh
21:39Pemerintah
21:41Vietnam
21:41Membuat planning
21:43Rekonstruksi
21:44Banking system
21:44Dan privatisasi
21:46BUMN
21:46Saya didatangi
21:49Sekelompok
21:49Anak muda Vietnam
21:50Dan menyapa
21:51Dengan bahasa Indonesia
21:52Rupanya mereka lulusan
21:54Presiden University
21:55Dan sekarang
21:57Bekerja untuk
21:57Pemerintah Vietnam
21:59Dan sekarang
22:00Mereka
22:01Menjadi
22:03Bagian dari
22:04Transformer
22:05Di government
22:06Di
22:07Vietnam
22:08Kira-kira
22:10Bapak bisa menebak
22:11Nggak
22:11Siapa orang ya
22:13Saya udah
22:13Losing track
22:15Karena udah sanggeng
22:16Panyanya
22:17Dari
22:18Pak Laksamana
22:19Soekardi
22:20Jadi sebagai
22:21Seorang founder pun
22:22He was amazed
22:23Karena ketika
22:25Dia ke Vietnam
22:26Dia menemukan
22:26Anak-anak lulusan
22:27Presiden University
22:28Dan bekerja
22:29Di pemerintahan
22:30Di pemerintahan
22:31Di Vietnam
22:32Dan menjadi
22:33Transformer
22:33Di sana
22:34Jadi
22:37Bibit-bibit ini
22:38Tidak saja
22:39Untuk Indonesia
22:39Tetapi juga
22:40Untuk
22:41Mereka yang sudah
22:42Bekerja
22:42Mereka yang menjadi
22:43Warga negara asing
22:45Tapi dari situ
22:46Pak
22:46Kalau untuk
22:47Bicara soal
22:49Mahasiswa di Indonesia
22:51Kan tadi
22:53Di
22:54Cikarang
22:55Itu kan
22:55Maaf ya Pak ya
22:56Jangan tersinggung ya Pak
22:58Kan nggak elit
23:00Pak kawasannya
23:00Nah tapi
23:02Kenapa Bapak
23:03Merasa bahwa
23:04Kalau orang dari luar
23:05Oke lah
23:05Tadi yang Bapak bilang
23:07Negaranya belum maju
23:07Dan di ini
23:08Tapi kalau untuk
23:09Anak Jakarta
23:09Anak Indonesia
23:10Mereka punya kampus
23:11Yang lebih di
23:12Tempat gaul
23:13Bagaimana
23:14Satu kawasan yang dianggap
23:15Tidak cukup elit
23:17Buat
23:17Anak
23:18Calon mahasiswa
23:19Itu
23:20Bisa dianggap
23:21Wah ini adalah tempat terbaik saya
23:23Untuk menimba ilmu
23:24Ya jadi memang
23:26Itu tantangan
23:27Untuk mencitrakan
23:28Bahwa Cikarang itu
23:29Bukan
23:30Bisa tertinggal
23:32Itu memang tantangan
23:34Makanya
23:35Perlu banyak promosi
23:38Ya bicara di kompas
23:40Sampai itu perlu
23:41Karena
23:42Mereka
23:43Supaya tahu
23:44Bahwa sebetulnya
23:46Tempat ini
23:48Harus dilihat
23:50Apakah itu
23:51Disa Cikarang
23:5240 tahun yang lalu
23:53Atau Cikarang hari ini
23:55Yang sudah menjadi
23:56The fastest growing city
23:58Di Indonesia
23:58Yang dihuni ribuan
24:00Pabrik di sana
24:01Ya
24:02Total Cikarang itu
24:04Berserta
24:04Tujuh kawasan
24:06Industrinya
24:06Itu hampir
24:07200 km persegi
24:09Yang hampir
24:10Setengahnya Jakarta
24:12Ya
24:12Atau mungkin
24:13Justru
24:13Kenapa Bapak membangun
24:14Di sini
24:15Kalau asumsiku
24:16Justru di sini
24:17Menjadi salah satu
24:18Simbol
24:18Link and match-nya
24:20Mahasiswa yang
24:21Bersekolah
24:22Dan kemudian
24:23Dengan
24:25Daya tampung
24:26Dimana mereka
24:26Bekerja kemudian
24:27Betul
24:28Karena
24:29Apa
24:30Tempat
24:31Seperti Cikarang ini
24:32Mungkin gak ada tempat lain
24:34Yang bisa dimanfaatkan
24:36Untuk pendidikan
24:37Kelas internasional
24:39Karena di sini ada
24:40Pabrik-pabrik
24:41Dari 36 negara
24:43Sehingga
24:45Interaksi
24:46Antara mahasiswa
24:47Dosen
24:48Dengan para
24:49Pekerja-pekerja
24:51Pabrik yang banyak
24:51Orang asingnya
24:52Itu tinggi sekali
24:54Jadi meskipun
24:55Cikarang
24:56Tapi
24:56This is an international city
24:58Dengan environment
25:00Internasional
25:01Dan
25:02Sesudah 37 tahun
25:04Berserta
25:05Kawasan-kawasan
25:06Yang lain
25:06Ini sudah menjadi
25:08Kota metropolitan
25:09Tapi Pak
25:10Apa
25:11Setelah ada
25:12Asrama
25:13Pendidikannya
25:14Yang juga
25:15Berskala internasional
25:16Berbahasa Inggris
25:17Apa yang membuat
25:18Bapak merasa
25:19Pendidikan
25:21Atau apa yang
25:22Diberikan
25:22Menjadi pendidikan
25:23Di presiden
25:24Universiti
25:25Ini menjadi salah satu
25:26Bekal
25:27Seperti tadi
25:27Candaan saya
25:28Harapannya
25:29Lulusannya
25:30Minimal
25:31Jadi presiden
25:33Republik Indonesia
25:33Minimal loh saya bilang
25:35Ya jadi begini kan
25:37Kalau mereka masuk
25:39Presiden
25:39Itu saya minta
25:41Kepada Pak Rektornya
25:42Supaya anak ini
25:44Segera
25:45On the job training
25:46Magang
25:47Di perusahaan-perusahaan
25:49Yang ribuan
25:49Tahun pertama
25:50Tahun pertama
25:51Langsung
25:51Langsung
25:52Sudah harus segera
25:53Magang
25:54Why?
25:55Bukannya diajarin
25:56Teori-teori dulu
25:57Atau apa
25:57Pengenalan apa
25:58Sudah harus langsung
25:59Sebab
25:59Seeing is believing
26:00Jadi pendidikan itu begini
26:03When you hear
26:03Dosen ngomong
26:05You will forget
26:06When you see
26:07You may remember
26:08But when you are involved
26:11You will understand
26:12Jadi mereka harus
26:14Dibikin involved
26:14Masuk ke pabrik-pabrik
26:16Supaya melihat juga
26:17Dan mendengar juga
26:19Tapi juga langsung
26:21Involved
26:21Nah itu
26:22Lebih mudah
26:23Untuk mereka
26:25Dikasih pelajaran teori
26:26Contohnya juga
26:27Beginilah
26:28Kita ajarin
26:29Anak kita berenang
26:30Dengan teori
26:31Macem-macem
26:31Tiga tahun juga
26:33Gak bisa berenang
26:33Langsung aja
26:34Jorokin
26:35Cepurin ke kolam berenang
26:36Gelagapan sedikit
26:37Gak apa-apa
26:38Tapi udah itu
26:39Dia menghargai
26:40Perlunya teori
26:41Nah itu baru
26:43Mendengar
26:44Jadi sama
26:45Harus langsung
26:46Dicepurkan
26:47Sekolah kedokteran
26:48Di mana-mana
26:49Juga begitu
26:50Di luar negeri
26:51Semua itu harus
26:52Tahun pertama
26:52Sudah diajak rumah sakit
26:53Tapi kenapa
26:55Fakultas ekonomi
26:56Fakultas teknik
26:58Fakultas apa
26:59Kalau dikasih teori
27:00Teori sekarang
27:01Keliatannya
27:02ZGPT
27:02Ada semua
27:03Jadi mesti dibawa
27:06Ke tempat kerja
27:07Nah tempat kerja
27:08Di mana
27:09Ada ribuan pabrik
27:11Di Cikanang
27:11Pak
27:13Apa kritik
27:14Mendasar Bapak
27:14Pada dunia pendidikan
27:15Di Indonesia
27:16Hari pendidikan nasional
27:18Tanggal 2 Mei
27:19Selalu membawa kita
27:20Pada satu
27:21Refleksi
27:22Sejauh mana ilmu
27:23Yang kita pelajari
27:24Benar-benar
27:25Hidup
27:26Di masyarakat
27:27Pendidikan bukan hanya
27:28Sekedar teori
27:29Di ruang kelas
27:30Tapi harus menjadi ruang
27:31Partisipasi yang hidup
27:33Secara konkret
27:35Saya masih bersama
27:36Pendiri Presiden University
27:37Seorang pionir
27:38Pengembang kawasan industri
27:39Dia juga sosok yang
27:41Banyak orang
27:42Kenal sebagai seorang
27:44Yang mencintai
27:44Kebudayaan tanah air
27:46Doktor honoris
27:47Kausa
27:47Setiono
27:48Joandi Darmono
27:49Pak Darmono
27:51Seorang pengusaha
27:53Yang
27:53Saya mendengar
27:55Dan membaca
27:56Buku-bukunya
27:56Pak Dar
27:57Kampus Meretas Batas
27:59Think
28:00Big
28:01Start Small
28:02Move Fast
28:03Building a Ship
28:04While Sailing
28:05Sebenarnya nanti
28:07Saya mau tanya
28:08Building a Ship
28:09While Sailing
28:09Tenggelam dong
28:10Kan lagi sailing
28:11Lalu bringing
28:12Civilization together
28:13Pak
28:16Jadi
28:16Kalau soal pendidikan
28:18Kan pasti tadi
28:19Bapak lebih ke arah
28:20Siap kerja
28:21Tapi
28:21Apa
28:22Sebenarnya menurut Bapak
28:24Kesalahan utama
28:25Dari pendidikan
28:27Di tanah air
28:28Karena kalau kita lihat
28:29Peta pendidikan
28:30Indonesia
28:31Dan negara-negara lain
28:32Kita kan memang
28:33Tidak berada
28:34Dalam satu
28:35Apa
28:36Bagan yang
28:38Cukup menjanjikan
28:40Menurut Bapak
28:41Apa yang
28:42Masih salah
28:43Dan masih tetap
28:44Kita kerjakan
28:45Mungkin
28:46Saya ambil contoh
28:47Di Singapura
28:48Singapura itu
28:50Waktu saya
28:51Mengadakan
28:51Survey
28:5240 tahun yang lalu
28:53Itu mereka
28:55Hanya ada
28:56Dua universitas
28:57NUS
28:58Dan NTU
29:00Yang satu
29:01ITB lah
29:02Yang satu
29:03UI gitu
29:03Terus kemudian
29:05Politekniknya
29:06Ada lebih dari
29:0725
29:0840 tahun yang lalu
29:09STMnya
29:11Mungkin ada
29:12150
29:13Nah itu
29:15Struktur yang mirip
29:16Di dalam
29:16Organisasi
29:18Di
29:18Industri
29:20Maupun
29:20Organisasi
29:21Kemiliteran
29:21Pemerintah pun juga
29:23Dimana
29:24Lulusan
29:25Universitas itu
29:26Tidak perlu banyak
29:27Kita
29:29Universitasnya
29:294000 lebih
29:30Nah sekarang
29:32Betul
29:32Singapura
29:33Tambah
29:33Tapi itu
29:34Sudah dipakai
29:34Untuk cari uang
29:35Buka
29:36Lulusan
29:36Baru
29:37Untuk mendatakan
29:37Orang-orang
29:38Yang ingin
29:38Kuliah di
29:39Singapura
29:39Tapi secara
29:40Struktur
29:41Saya kira
29:41Benar
29:42Karena
29:43Universitas itu
29:44Sebetulnya
29:45Hanya anak-anak
29:45Yang betul-betul
29:46Pandai
29:47Berintinya
29:48Itu bagus
29:49Sehingga
29:50Bisa menjadi
29:50Scientist
29:51Bisa jadi
29:52Researcher
29:53Menjadi
29:54Educator
29:55Yang bagus
29:56Sedangkan
29:57Politeknik
29:58Itu
30:00Mereka itu
30:01Langsung kerja
30:02Itu mereka kan
30:0375%
30:0470%
30:05Itu adalah
30:06Skill
30:08Yaitu
30:09Terimagang
30:09Yang sisanya
30:11Yang sekarang
30:11Banyak sebut
30:11Vokasi
30:12Itu yang disebut
30:14Professional Stream
30:15Sedangkan
30:16Universitas itu
30:17Academic Stream
30:18Itu harus
30:19Lebih banyak
30:19Nah
30:20STM
30:21Itu lebih banyak
30:22Lagi
30:22Jadi istilahnya
30:23Itu
30:24We produce
30:25Chief
30:26Not many Indians
30:27Padahal kita
30:28Perlu
30:28Lebih banyak
30:29So many chiefs
30:30So little Indian
30:31Betul
30:32Nah
30:32Dengar begitu banyak
30:33Universitas
30:33Jadi masalah
30:34Cuman saya juga
30:36Paham pemerintah punya
30:37Kesulitan
30:37Karena kita perlu
30:40Menikuti juga
30:41Kebutuhan masyarakat
30:42Masyarakat itu ingin
30:44Anaknya punya
30:45Gelar
30:45Kalau gak punya gelar
30:47Waktu menikah itu
30:49Malu
30:49Anak saya lulusan
30:51Politeknik
30:51Gak pernah denger
30:52Saya di perintah pernikahan
30:53Anak saya
30:54S1
30:55S2
30:55Lulus dari sini
30:56Wah bangga orang tua
30:57Karena itu yang
30:58Membuktikan bahwa
30:59Saya sudah melaksukan
31:00Tugas sebagai orang tua
31:01Gak cuman para orang tua
31:03Si saat ini
31:04Pejabat juga
31:04Seneng banget
31:05Ditulis panjang
31:06Lebar
31:06Profesor dokter
31:08S1
31:08Padahal belum tentu juga
31:11Kuliah
31:12Benar
31:12Itulah
31:13Jadi
31:13Saya kira
31:15Ini perlu diperbaiki
31:16Strukturnya
31:17Mengikuti
31:18Kebutuhan
31:20Pemakai
31:21Jadi Pak Darmono ini
31:22Bukan orang yang
31:23Overrated
31:23Dengan gelar pendidikan
31:24Yang pemuja gelar pendidikan
31:27Yang berderet-deret
31:28Ini pengalaman pribadi
31:31Saya
31:32Mau masuk ITB
31:34Tahun 67
31:35Gak diterima
31:36Orang magelang
31:38Yang gak sempat
31:39Belajar
31:40Bimbingan tes
31:41Siapa rektor ITB
31:43Waktu itu
31:43Gak diterima
31:45Akhirnya
31:46Saya masuk
31:47Akademi Tekstil
31:49Berdikari
31:49Baru umur 4 tahun
31:51Masuk disitu
31:52Fasilitasnya juga gak banyak
31:54Tapi langsung
31:55Diajak ke pabrik-pabrik
31:56Jadi
31:58Oh ini pengalaman
31:59Yang kemudian
31:59Mengilhami
32:00Pak Dar
32:01Tentang pendidikan
32:02Kampus ya
32:03Betul
32:03Terus ya
32:04Ke Bandung
32:05Waktu itu
32:06Bahasa Inggrisnya
32:07Jelek sekali
32:08Lurusan magelang
32:09Oh Bapak
32:10Nah Bapak
32:10Bahasa Inggrisnya jelek
32:11Terus nyari mahasiswa
32:12Mau bahasa Inggrisnya bagus
32:13Nah karena itu
32:14Saya paham
32:15Susah di Bandung ini
32:17Ya karena
32:18Bahasa Inggrisnya jelek
32:19Saya ambil
32:20Kursus
32:21Wah di Bandung kan banyak
32:22Guru-guru yang bagus
32:23Saya diajarin bahasa Inggris
32:25Dengan cara lain
32:26Seperti bayi
32:27Menghafal kalimat
32:29Bukan grammar
32:30Uh sebentar
32:31Saya bahasa Inggrisnya
32:32Udah bagus
32:33Jadi maksudnya
32:34Yang penting kita paham
32:35Bahasa
32:35Bahasa asing ya
32:37Gak perlu juga harus
32:38Betul
32:39Secara gramatik
32:40Inggris
32:41Inggris Belanda
32:42Jerman
32:42Jepang
32:43Saya belajar semua
32:44Begitu tiga tahun selesai
32:46Saya ngelamar kerjaan
32:47Di perusahaan Inggris
32:49ICI
32:49Imperial Chemical Industries
32:51Ditanya
32:52Gajinya berapa
32:53Maunya
32:54Saya gak tahu
32:55Saya bilang
32:55Seput
32:56Berapa
32:57Saya pikirkan
32:58Ngawur aja lah
32:59Lima kali
33:00Dari ITB lah
33:01Saya sebut
33:01Diterima
33:02Lima kali gaji
33:04Anak lulusan ITB
33:05Waktu itu ya
33:05Diterima
33:07Kok mereka mau
33:09Karena waktu dites
33:10Ini yang ngetes
33:12Kebetulan bosnya sendiri ya
33:13Orang Semarang itu
33:14Pak Tan itu
33:15Bapak juga asal Semarang
33:17Saya sama Gelang
33:18Oke
33:18Ya deketan lah ya
33:19Ya deketan
33:20Tapi gak kenal ya
33:21Ini untuk menelnyapkan
33:24Prasangka Kroni
33:25Betul
33:26Jadi dia
33:27Langsung dia tes bahasa
33:28Kedua
33:29Latest Technology
33:30Nah saya itu tiap hari
33:32Ke library-nya
33:33Institut Teknologi Tekstil
33:35Bandung yang punya pemerintah
33:37Complete itunya
33:38Terus saya ambil kursus
33:39Buat anak-anak SMP
33:40Sama Mandor Pabrik
33:41Satu tahun
33:42Belajar menenun
33:43Belajar mencelup
33:44Jadi tangan saya ini
33:45Terampil
33:46Jadi waktu ditanya
33:47Teknik mengerti
33:49Skill juga bisa
33:51Bahasa Inggris bagus
33:52Belanda juga bisa
33:53Nah langsung
33:55Diterima
33:55Yaitu mereka
33:56Ambil standar saya
33:58Seperti lulusan
33:59Dari Belanda
34:00Jerman
34:00So moral story-nya adalah
34:03Moral story-nya adalah
34:05Bahwa
34:05Pendidikan itu
34:07Harus
34:08Complete
34:09Yaitu character building
34:10Kemudian skill
34:12Sama
34:13Knowledge
34:14Jadi kita harus
34:16Belajar knowledge
34:16Di kuliah
34:17Dari baca buku
34:18Dari
34:20Mendengar
34:21Semina-semina
34:22Tapi skill itu
34:23Harus
34:23Dipelajari dengan
34:25Praktek
34:25Nah kemudian
34:27Build character
34:29Habits and attitude
34:30Nah ini yang harus
34:32Ditanamkan kan
34:33Dari
34:34Sebetulnya dari SD
34:35Karena saya baca buku
34:36Bukunya
34:38Pak Dar itu
34:39Building character
34:40Di kampus
34:41Juga menjadi bagian
34:42Yang utama gitu
34:44Saya sempat ngobrol
34:45Pak Dar
34:46Kayaknya kalau membangun
34:47Karakter di kampus
34:48Sudah telat deh
34:49Maksudnya
34:51Ya
34:54Kalau dari SMP
34:56Tapi kan dari SMP
34:57SMA
34:58Itu rasanya
34:59Baru benar-benar
35:00Mumpuni
35:01Tapi gak pernah terlambat
35:03Tidak pernah terlambat
35:04Kasih aja military training
35:06Hah?
35:07Military training
35:07Kasih mereka
35:08Pasti disiplinnya naik
35:09Jadi di itu
35:11Masa
35:12Masa apa-apa harus
35:14Kasih seminggu
35:14Dua minggu
35:15Militer atau Pak?
35:16Ya ini pengalaman pribadi
35:17Dari
35:19Gak semuanya harus militer
35:20Disiplin gak harus selalu dari
35:21Oke
35:22Militer
35:23Ya memang mengajarkan
35:24Kedisiplinan
35:25Tapi kedisiplinan itu kan
35:27Tidak melulu juga
35:27Harus bergaya militer Pak
35:29Betul
35:29Tapi yang paling siap
35:30Dalam pendidikan itu
35:32Adalah military training
35:33Makanya Singapura
35:34Dua tahun
35:35Lulus SMA
35:36Harus military training
35:38Korea juga
35:39Nah itu memberikan
35:41Fundamental
35:42Untuk anak ini
35:43Menjadi disiplin
35:44Dan berani
35:47Jadi
35:47Ya itu kan
35:48Anak-anak lulusan ini kan
35:50Siap
35:50Ijin gitu
35:51Nah itu
35:51Itu hasil dari
35:52Tadi
35:53Agak
35:54Agak militer
35:55Iya betul
35:56Tapi it's not bad lah
35:57Oke lah
35:57Daripada cuma
35:58Manggut-manggut geleng-geleng kepala
36:00Tapi gak ngerti apa-apa
36:01Gak ngerti apa-apa
36:02Pak
36:04Jadi
36:04Tadi
36:05Kembali ke pertanyaan saya
36:06Apa kritik mendasar tadi
36:08Jadi maksudnya
36:09Karena
36:10Hanya teori yang dijejalkan
36:12Bukan skillnya
36:14Jadi di dunia kampus
36:16Itu kan
36:17Karena kalau Bapak tadi bilang
36:18Udah
36:18Dari tingkat pertama
36:19Mereka harus diceburin
36:21Untuk
36:21Langsung
36:22Melihat seperti apa
36:23Situasi
36:23Suasana kerja
36:24Dan bekerja
36:25Dan memang Pak
36:26Kalau kita
36:28Refer ke negara maju
36:30Misalnya kayak
36:30Perancis gitu
36:32Mereka ya
36:33Kalau sekolah
36:34Sorbon itu
36:35Dianggap oleh mereka tuh
36:36Ya sekolah buat
36:37Mahasiswa internasional
36:38Tergenalnya gitu
36:39Tapi kalau buat yang
36:40Masyarakat disana sendiri
36:41Ada sekolah lain
36:42Sekolah bisnis terbaik
36:44Yang lain
36:44Jadi ya sekolah ekonomi
36:46Atau bisnis ya sendiri
36:47Nanti sekolah yang memang
36:48Mau teknologi
36:49Yang teknik
36:50Yang berbau
36:51Politeknik gitu
36:52Jadi memang sudah diarahkan
36:53Di kampus
36:55Diajarkan sesuai dengan
36:57Teori dan skillnya
36:59Yang memang
37:00Sejalan dengan
37:01Yang dibutuhkan oleh
37:02Dunia kerja
37:03Dibandingkan kampus kita
37:05Yang semuanya tuh
37:06Serba ada
37:06Tapi ya
37:09Rasanya lebih kepada teori
37:11Dan tidak menyiapkan
37:13Seperti apa dunia kerja
37:14Nantinya
37:15Gitu gak sih kira-kira Pak?
37:17Ya itu
37:18Ada benarnya
37:20Jadi misalnya
37:21Tahun 93
37:22Pak Wardiman
37:23Menteri Pendidikan
37:25Kan mengatakan
37:26Link and match
37:27Nah link and match itu
37:28Sulitnya adalah
37:29Bagaimana kita tahu
37:31Apa yang bakal dibutuhkan
37:33Industri
37:33Maka kalau di dalam
37:35Kawasan industri
37:36Itu anak-anak magang itu
37:38Sudah langsung bisa
37:39Sesuai
37:40Link and matchnya
37:41Dan anak-anak itu
37:43Kalau gak cocok
37:43Sama dia punya
37:44Keinginan
37:45Dia bisa pindah ke pabrik lain
37:47Pak sorry
37:48Pak Wardiman
37:48Waktu itu kan
37:49Menteri Pendidikan
37:51Itu tahun berapa Pak?
37:5293
37:52Bayangkan Pak
37:54Pak Wardiman aja
37:55Tahun 93
37:56Sudah memikirkan
37:57Link and match
37:58Dan sekarang Pak
37:59Tahun ini
38:00Ini udah berapa puluh tahun kemudian
38:02Kita masih punya
38:03Persoalan tentang
38:04Link and match
38:05Bagaimana pendidikan
38:07Di dunia kampus
38:08Itu tidak
38:10Melulu
38:11Sejalan dengan
38:11Apa yang dibutuhkan
38:13Oleh dunia kerja
38:14Saya masih bersama
38:15Seorang pengusaha
38:16Pendiri kawasan industri
38:17Jababeka
38:18Dia juga banyak menulis buku
38:21Yaitu
38:21Think Big Start Small
38:23Move Fast
38:24Building a Ship
38:25While Sailing
38:27Dan Bridging Civilization Together
38:29Dr. Honoris Causa
38:31Setiono
38:32Joandi Darmono
38:33Padar
38:35Kita
38:35Selalu bicara
38:37Soal
38:37Link and Match
38:38Pak
38:39Menteri
38:41Pendidikan
38:42Pada waktu itu
38:42Sudah
38:44Juga menyebut
38:44Dan sekarang kita masih
38:45Problem klasik
38:46Soal itu
38:47Jadi
38:49Salahnya di mana
38:50Atau kenapa
38:50Problem itu masih terjadi
38:52Bahwa antara lulusan
38:53Karena kalau kita bicara
38:54Soal statistik Pak
38:55Selalu
38:56Lulusan S1
38:58Itu adalah
38:59Yang paling banyak
38:59Nganggurnya
39:00Lulusan SMP
39:02Yang paling cepat
39:03Bisa dapat pekerjaan
39:04Sesungguhnya
39:05Ini bukan kabar gembira
39:07Karena lulusan SMP
39:08Itu banyak mendapat pekerjaan
39:10Itu adalah
39:10Untuk sektor informal
39:12Sementara
39:14Capek-capek sekolah
39:15Bayar mahal kampus
39:17Tapi belum tentu
39:19Menjadi landasan
39:21Untuk cepat kerja
39:22Jadi problem klasik ini
39:25Mana yang masih terus berulang
39:26Jadi
39:28Sebetulnya
39:29Di China juga terjadi
39:31Barusan
39:32Belakangan ini ya
39:33Mereka menyadari
39:35Pertama
39:35Waktu
39:3640 tahun yang lalu
39:37Terjadi
39:38Euphoria
39:39Dimana
39:40Universitas banyak
39:41Ternyata
39:42Pengangguran tinggi
39:43Nah mereka tahu
39:44Ini masalah
39:45Supply and demand
39:46Kalau supply-nya banyak
39:48Demand-nya kecil
39:49Ya pasti
39:50Pengangguran terjadi
39:52Jadi
39:53Lulusan Universitas banyak
39:54Padahal yang butuh sedikit
39:56Yang dibutuhkan
39:57Lebih banyak
39:58Lulusan STM
39:59Lulusan
40:00Politeknik
40:01Jadi sekarang
40:03Mereka batasi
40:04Anak yang boleh masuk
40:06Universitas
40:06Hanya yang betul-betul
40:07Pandai
40:08Anak yang masuk
40:09SMA
40:10Harus yang betul-betul
40:11Pandai
40:11Yang lain
40:12Masuklah
40:13Politeknik
40:14Masuklah STM
40:15SMK
40:15Nah itulah
40:17Sama hal yang kita hadapi
40:19Kita punya
40:20Universitas terlalu banyak
40:21Akhirnya
40:22Yang terjadi
40:23Bihar pengangguran tinggi
40:25Karena yang butuh
40:25Lulusan
40:26Universitas
40:27Tidak banyak
40:27Yang dibutuhkan itu
40:29Lulusan STM
40:30Malah mungkin
40:31Kalau zaman Belanda dulu
40:32Lulusan ST
40:33Sekolah Teknik
40:34Itu
40:36Dibutuhkan
40:37Mandor-mandor
40:38Dan juga
40:38Pekerja bangunan
40:39Itu kan
40:40Kebutuhan tinggi sekali
40:41Apalagi
40:43Kalau masuk ke bidang medis
40:44Sekarang
40:45Presiden Mesti
40:45Bikin fakultas kedokteran
40:47Saya juga arahkan
40:48Link at match-nya itu
40:49Harus sesuai
40:50Yang dibutuhkan sekarang
40:52Banyak apa?
40:53Caregivers
40:53Nah
40:54Mestinya kita
40:55Lebih banyak
40:56Didik itu
40:57Perawat
40:58Caregiver
40:59Nah ini yang harus
41:01Diperbanyak
41:01Karena itu
41:02Bisa diekspor
41:03Jadi kalau kita
41:05Tidak
41:05Apalagi bagi negara-negara
41:06Yang populasinya
41:09Populasi
41:10Generasi tua
41:10Lansia
41:11Seperti Jepang
41:12Betul
41:12Dan itu kaya-kaya
41:13Nah
41:14Kita sebetulnya
41:16Mendidik rakyat
41:17Ini
41:17Untuk mendapat
41:19Kerjaan
41:20Atau disebut
41:20Economic survival
41:21Nah kalau mereka
41:23Economic survival-nya
41:25Itu diberikan
41:26Skill-nya
41:26Mereka akan bisa
41:28Bekerja
41:28Dimanapun juga
41:29Di dunia
41:30Dan
41:31Sedangkan terhormat
41:32Jadi sebetulnya
41:34Tidak usah
41:34Kewatir disebut
41:35Brain drain
41:35Atau apa
41:36Tidak usah
41:36Selama rakyat kita
41:38Dapat pekerjaan
41:39Di luar negeri
41:40Ngirim uang
41:40Ke dalam negeri
41:41Dan tidak melepaskan
41:43Kewargaan
41:43Negaranya
41:44Kan oke
41:46Diaspora
41:46Di mana-mana
41:47Seiring dengan
41:49Kemajuan
41:50Di dalam negeri kita
41:51Untuk menyediakan
41:52Lapangan kerja
41:53Yang dibutuhkan
42:23Jadi sekolah
42:25Harus diajarkan
42:25Tapi kata Bapak tadi kan
42:26Supaya mereka
42:29Apa namanya
42:30Bisa langsung kerja
42:31Itu kan kata yang
42:32Lebih mudah
42:32Diucapkan
42:33Daripada
42:34Bisa menjadi
42:35Kenyataan Pak
42:36How you define that
42:38Bagaimana
42:38Mendefinisikan
42:39Bahwa sekolah
42:40Di perguruan tinggi
42:42Dan langsung
42:43Bisa
42:43Bekerja
42:44Jadi ini
42:46Masalah pendidikan
42:47Memang mulai
42:47Dari kecil
42:48Bahwa dari kecil itu
42:50Anak-anak
42:50Sudah
42:51Dibuat sadar
42:52Kita harus
42:53Ajarkan dia
42:54Supaya
42:54Economically survive
42:55Kalau orang tuanya
42:57Mendandang
42:57Tidak bisa kerja
42:58Gimana
42:58Nah dia harus
43:00Belajar
43:00Mengenai
43:01Bagaimana
43:01Dia itu bisa
43:03Cari uang
43:04Apakah dengan
43:05Jualan telur ayam
43:07Kalau punya ayam
43:08Di rumah
43:08Yang saya merasakan
43:09Sendiri waktu kecil
43:10Zaman perang dulu
43:11Ibu saya
43:13Ngajarin saya
43:13Kelihara ayam
43:15Telurnya dijual
43:16Ke pasar
43:17Bikin kalender
43:19Minta kalender
43:19Pak Yoh
43:20Kirim surat
43:21Kalau kita kaitkan
43:22Di dunia sekarang
43:22Misalnya Pak
43:24Pendidikan apa
43:25Yang memang harus
43:25Menjadi kebutuhan
43:27Diberikan pada
43:28Generasi muda
43:29Yang sekarang
43:30Chat GPT
43:30AI
43:32Bagaimana
43:33Mendefinisikan
43:34Didikan
43:34Bagi mahasiswa
43:36Yang
43:37Bukan mengejar
43:38IPK
43:39Bukan mengejar
43:40Gelarnya
43:40Tetapi mereka
43:41Skill
43:42Tengah jaman
43:43Yang sekarang
43:43Sungguh
43:44Kita gak pernah
43:45Mengira sebelumnya
43:46Segala sesuatu
43:47Bisa dilakukan
43:48Oleh AI
43:48Atau segala
43:49Pertanyaan
43:50Bisa dijawab
43:51Chat GPT
43:52Menurut Pak
43:53Pak Dar
43:54Didikan
43:55Seperti apa
43:55Atau pendidikan
43:56Seperti apa
43:57Yang membuat
43:57Mahasiswa itu
43:58Bisa juga
44:00Cepat
44:01Dapat kerja
44:02Ini pendidikan
44:04Karena dua arah
44:04Satu dari orang tua
44:06Dan satu dari
44:08Sekolahan
44:09Tidak hanya
44:11Bisa dari sekolahan
44:12Orang tua
44:13Berperan
44:13Sangat penting
44:14Untuk memberikan
44:15Pendidikan yang benar
44:16Nah kalau orang tuanya
44:18Juga cenderung
44:19Asraknya
44:20Asal IPK tinggi
44:22Asal lulus universitas
44:23Maksa lagi ya
44:25Nah ini menjadi masalah
44:26Nah sebaiknya
44:28Dari pemerintah
44:29Punya
44:29Kekuasaan
44:31Untuk membuat
44:31Regulasi
44:32Membatasi
44:33Supply and demand
44:34Jadi kalau
44:35Supply-nya itu
44:36Tinggi
44:37Demannya kecil
44:39Harus
44:39Supply-nya dikunci
44:40Jangan terlalu
44:41Banyak universitas
44:43Kalau
44:44Lebih bagus lagi
44:46Mulailah diperkenalkan
44:47Bahwa universitas itu
44:49Boleh dalam bentuk
44:50PT
44:51Perseroan terbatas
44:52Kalau memang jelek
44:54Bangkrut lah
44:55Bangkrut
44:55Tapi kalau
44:56Sekarang
44:57Itu kan pemerintah
44:58Sangat generous
44:59Jadi kalau ada
45:00Yang kurang bagus
45:02Didukung
45:03Nah sedangkan yang baru
45:05Misalnya
45:05Fakultas Dokteran
45:06Betapa sulitnya
45:07Memeroleh izin
45:08Karena yang sudah ada itu
45:10Harus dibagusin dulu
45:11Padahal kalau kurang bagus
45:13Harusnya ditutup
45:14Ya
45:14Nah tapi sekarang
45:16Mau bikin
45:17Fakultas
45:17Kedokteran
45:18Sulit
45:18Padahal jumlah
45:19Kebutuhan dokter
45:20Tinggi
45:21Nah ini yang
45:22Jadi sekarang
45:23Saya kira juga
45:24Antara perdebatan
45:25Antara Menteri Kesehatan
45:27Dengan
45:28Baringan Pendidikan
45:30Apa kan
45:30Jadi dilema ini
45:31Jadi sebenarnya
45:33Ya
45:33Harus media
45:35Masyarakat juga
45:36Mengemukakan kan
45:37Bahwa kita juga
45:38Perlu ada
45:39Perubahan
45:39Dimana
45:40Intinya itu
45:41Dari bahwa
45:42Supply dan demand
45:43Itu diatur
45:43Tapi sorry Pak
45:44Saya ingin
45:45Melanjutkan pertanyaan ini
45:47Kalau melihat
45:48Kan semua orang tetap
45:49Butuh sekolah Pak
45:50Kalau misalnya
45:51Kampusnya dianggap terlalu banyak
45:53Tidakkah ini juga
45:54Membuat ada
45:55Ketidakadilan
45:56Kan
45:56Nah ini
45:57More schools
45:58Are the better
45:59Ya betul
46:00Cuman tetapkan tanggung jawab kita
46:03Adalah kepada orang tua
46:04Bahwa
46:05Kita mendidik mereka itu
46:07Supaya anaknya bisa dapat kerjaan
46:09Jadi kalau
46:11Kita
46:13Memenuluskan
46:14Tapi gak dapat kerjaan
46:15Kan harus ada
46:16Perasaan tanggung jawab
46:18Dari dosen
46:19Maupun institusi
46:21Atau
46:22Kalau membuat kampus
46:24Jangan perbanyak kampus
46:25Tapi semacam sekolah
46:27Kejuruan
46:27Atau politeknik
46:28Yang langsung
46:29Ilmu yang mereka dapatkan
46:31Applicable
46:32Atau sejalan dengan
46:34Yang dibutuhkan oleh dunia kerja
46:36Itu kan Pak
46:36Jadi bukan kampus
46:37Yang hanya sekedar
46:38Semua fakultas ada di situ
46:41Tetapi
46:42Itu tidak
46:43Mengajarkan
46:44Tantangan di dunia kerja
46:46Dan juga harus lihat
46:47Penyedia lapangan kerja itu
46:48Apakah cuma Indonesia
46:50Atau dunia
46:50Jadi jangan kita membuat
46:53Program atau kampus
46:54Ijen
46:55Yang hanya untuk
46:56Keperluan Indonesia
46:57Setuju
46:58Betul
46:58Jadi kalau di luar negeri itu
47:00Butuh dokter
47:01Kita produksi dokter
47:02Kalau di luar negeri
47:04Butuh caregiver
47:05Kita produksi caregiver
47:06Caregiver
47:07Itu
47:07Salah satu
47:09Yang juga sebenarnya
47:10Bisa
47:11Apa
47:12Menghilangkan
47:13Apa
47:14Pengangguran
47:15Nah cuman kan
47:16Kalau tidak dididik
47:17Dari kecil
47:18Oh gengsi
47:19Saya kok jadi caregiver
47:20Padahal caregiver
47:22Di luar negeri
47:22Gajinya
47:23Itu bisa
47:24100 juta per bulan
47:26Ya
47:27Oke
47:28Pak
47:29Saya terima kasih sekali ya
47:31Di hari ulang tahun
47:32Pak
47:33Dar
47:3426 April
47:35Ini
47:36Sekaligus juga untuk
47:39Teringatan
47:39Hari Pendidikan Nasional
47:41Saya bisa
47:41Mengenal lebih banyak
47:42Pak
47:42Dar Monong
47:43Saya banyak tanya-tanya
47:44Salah satu
47:45Ex
47:46Dirut
47:48Bank
47:49Himbara
47:50Itu pernah cerita
47:51Waktu saya nanya-nanya
47:53Bapak
47:53Padahal itu orangnya gimana
47:54Pengusaha yang selalu
47:56Disiplin
47:57Merestrukturisasi utang
47:58Bukan pengusaha yang
48:00Ngemplang
48:00Di jaman
48:01Ekonomi susah
48:02Jadi
48:03Terima kasih Padahal
48:04Terima kasih
48:05Semakin mengenal Anda
48:06Terima kasih
48:06Sekali lagi
48:08Selawat ulang tahun ya
48:08Padahal
48:09Terima kasih banyak
48:10Terima kasih
48:10Bagi Anda yang telah
48:11Menyaksikan Rosy
48:12Saya Rosy Anasila Lahih
48:13Kita jumpa lagi
48:14Kamis depan
48:15Tetaplah di Kompas TV
48:16Independent
48:17Terpercaya
48:18Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan