Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menabung selama 22 tahun hingga akhirnya bisa melunasi biaya haji, seorang pedagang sayur di Subang, Jawa Barat, akhirnya berangkat ke Tanah Suci.

Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan tekadnya untuk bisa akhirnya menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini.

Dari hasil panen kangkung di sebuah petakan kecil inilah, Entin, seorang pedagang sayur di Desa Ciasem Tengah, Subang, Jawa Barat, menggantungkan hidupnya sehari-hari.

Setiap pagi, ia menjual hasil panen kangkungnya ke tetangga dan pasar yang tak jauh dari rumahnya. Dari hasil penjualan sayur, ia menyisihkan 10 hingga 30 ribu rupiah untuk biaya haji.

Entin merupakan salah satu calon haji yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini. Ia mulai menabung sejak tahun 2004 lalu dan akhirnya mendaftarkan haji pada tahun 2014.

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang mengapresiasi ketekunan Entin yang tetap berjuang menunaikan ibadah haji di tengah keterbatasan ekonomi. Kemenag memberikan bantuan kepada Entin untuk menutupi kekurangan perbekalan.

Setelah menunggu selama 12 tahun, Entin dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Entin masuk dalam kelompok terbang atau kloter 39 Subang dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026.

#subang #pedagangsayur #haji

Baca Juga Laka KA Bekasi, Polisi Sebut Sopir Taksi Online Baru 3 Hari Bekerja | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/666357/laka-ka-bekasi-polisi-sebut-sopir-taksi-online-baru-3-hari-bekerja-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666361/sisihkan-rp10-ribu-per-hari-pedagang-sayur-di-subang-naik-haji-berita-utama
Transkrip
00:00Menabung selama 22 tahun hingga akhirnya bisa melunasi biaya haji, seorang pedagang sayur di Subang, Jawa Barat akhirnya berangkat ke
00:07Tanah Suci.
00:07Keterbatasan ekonomi tak menyulit menyulutkan tekadnya untuk bisa akhirnya menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini.
00:20Dari hasil panen kangkung di sebuah petakan kecil inilah, Entin, seorang pedagang sayur di desa Ciasem Tengah, Subang, Jawa Barat,
00:27menggantungkan hidupnya sehari-hari.
00:30Setiap pagi ia menjual hasil panen kangkungnya ke tetangga dan pasar yang tak jauh dari rumahnya.
00:37Dari hasil penjualan sayur, ia menyisikan 10 hingga 30 ribu rupiah untuk biaya haji.
00:44Entin merupakan satu calon haji yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini.
00:49Ia mulai menabung sejak tahun 2004 lalu dan akhirnya mendaftarkan haji pada tahun 2014.
00:55Tahun kemarin enggak ada uang buat angkos, cuma terpena kena baro-baro buat angkos.
01:02Jadi Ibu menabung setiap hari itu berapa?
01:05Ini mananya, nabungnya enggak ini sih.
01:07Enggak tentu ya?
01:08Iya, enggak tentu.
01:09Yang penting bisa berangkat.
01:12Tapi sekarang juga buat itunya masih kurang sama Umi.
01:17Kementerian Haji dan Umroh, Kabupaten Subang mengapresiasi ketekunan Entin yang tetap berjuang menunaikan ibadah haji di tengah keterbatasan ekonomi.
01:27Kemenhaj memberikan bantuan kepada Entin untuk menutupi kekurangan perbekalan.
01:32Dan kami dari Kementerian Haji dan Umroh bersama dengan FKKBIHU sengaja untuk bersilaturahmi untuk mensupport, untuk memberikan sedikit perhatian bagi
01:45jamaah yang memang sudah memiliki kemampuan dengan kegigihannya bisa tahun ini bisa melaksanakan ibadah haji.
01:54Setelah menunggu selama 12 tahun, Entin dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
02:01Entin masuk dalam kelompok terbang atau kloter 39 Subang dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026.
02:11Henry Irawan, Kompas TV, Subang, Jawa Barat.
Komentar

Dianjurkan