Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Menurut Djoko, pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sedang sakit atau kesulitan hidup, lalu membujuk dengan klaim spiritual dan status palsu.“Korban datang dalam kondisi lemah, kemudian dipengaruhi dengan janji-janji, hingga akhirnya menyerahkan seluruh uangnya,” tambahnya.

Lebih mengejutkan, terdapat janji pemberangkatan umrah dan haji kepada para korban. Sebanyak 11 orang disebut pernah dijanjikan akan diberangkatkan. Informasi terbaru menyebutkan sekitar 15 pengikut masih aktif dan dijanjikan berangkat haji dalam waktu dekat, tanpa paspor dan identitas resmi.

“Ini sangat berbahaya. Haji tanpa dokumen jelas tidak mungkin secara hukum,” tegas Djoko.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pribadi dia, si didukat pemimpinnya ini
00:04Pemimpinnya ini
00:05Itu defyers secara bertahap itu?
00:07Bertahap, tidak sekaligus
00:08Untuk korbannya berarti kemudian banyak ya
00:10Ya yang hadir disini, ini semuanya korban
00:13Ini disini semua, bahkan setiap dua minggu sekali
00:16Anak daripada klien kami itu harus potong rambut dan gundul
00:19Nah ini kan tindakan-tindakan yang menurut hemat kami
00:22Kemudian tidak boleh makan MBG ini
00:24Katanya tidak boleh makan MBG
00:27Anak-anak yang dia sekolah tidak boleh makan MBG
00:29Katanya haram dan sebagainya
00:33Kemudian, apa namanya, ke dokter ya
00:35Ke dokter tidak boleh
00:37Kemudian vaksin
00:38Apa namanya, vaksin itu
00:40Covid-19, imunisasi juga tidak boleh
00:43Kemudian donor darah juga haram
00:46Itu informasi yang kami terima
00:48Ini kan sudah banyak sekali menyikmang
00:49Oleh kalinya negara harus segera turun tangan
00:53Dan ini akan laporan ke polisi ya Pak?
00:55Hari ini langsung kita laporan ke Polis Banyu Mas
00:57Oke
00:57Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan