Skip to playerSkip to main content

Category

People
Transcript
00:00Maksudnya dalam beribadah pasti ada muamalahnya dan dalam muamalah yang pasti ada ibadahnya.
00:11Jadi muamalah dengan ibadah jadi satu kesatuan.
00:14Hal ini merespon konstruk berpikir yang sering banyak para tokoh menjelaskan tentang adanya pemisahan tentang dunia dan akhirat.
00:27Padahal itu adalah satu kesatuan.
00:30Terintegrasi sebenarnya antara dunia dan akhirat.
00:35Ketika kita bermuamalah pasti disitu ada value-nya, value ibadahnya.
00:41Ketika kita beribadah disitu juga ada value muamalahnya.
00:46Contoh yang paling mudah adalah ketika kita sholat, ketika kita sholat disitu ada nilai, nilai ekonomi.
00:56Apa nilai ekonominya?
00:57Bangunannya, peralatannya dan lain sebagainya.
01:02Begitu juga ketika kita bermuamalah, ada kekuatan niat yang merubah dari perbuatan muamalah menjadi perbuatan ibadah.
01:13Saya ingat, setiap kita berbuat baik pasti ada dampaknya, ada pahala, ada dosa.
01:23Ketika baik kita mendapatkan pahala, ketika salah kita mendapatkan dosa.
01:29Implikasinya? Implikasinya adalah surga dan neraka.
01:34Surga ketika baik, neraka ketika buruk.
01:37Jadi sebenarnya tidak ada pemilahan antara dunia dan akhirat.
01:43Makanya kita membuat kegiatan bentuknya adalah sociopreneur dan theopreneur.
01:49Jadi ketika kita melakukan kegiatan bisnis, ketika niat kita baik dalam rangka meningkatkan syakat umat, dalam rangka menyebarkan kesejahteraan, berarti nilai muamalahnya berubah menjadi nilai ibadah.
02:08Atau bahkan dua-duanya, muamalah dan ibadah.
02:12Begitu juga ketika kita berpikir, makanya yang dibutuhkan oleh kita dari awal adalah konsumtri.
02:19Ketika ada perintah hakimus sholat, dirikanlah sholat, maka setiap yang berhubungan dengan sholat, di situ juga ada nilai ekonominya.
02:30Contoh menutupi orang atau tempat ibadah kita yang paling nyaman, biar merasa tekan dengan Allah dengan cara seperti apa.
02:38Berarti dalam muamalah ada ibadah.
02:42Ketika kita ditarik ke kontrok kesantren, kontrok kesantren adalah dalam rangka untuk membentuk cara berpikir dan bertindak yang terbaik menurut Allah SWT.
02:54Apa itu? Menurut Rasulullah digatakan,
03:00Jadi umat yang terbaik adalah yang bisa memberikan maka tetap kasih sana.
03:05Makanya kegiatan pertama yang kita lakukan di sini adalah merubah konstruk bahwa tidak ada pemilahan antara dunia dan akhirat.
03:16Semuanya terkoneksi dari dunia, terkoneksi ke akhirat.
03:21Dan dari muamalah ada value ibadahnya dan dari ibadah ada value muamalah.
03:27Itu konstruknya, konstruk berpikirnya.
03:30Itu yang kami ajarkan di pesantren kami.
03:34Tetapi bukan hanya teoretik, sekaligus dipraktekan.
03:38Apa praktek yang terpenting?
03:40Praktek yang terpenting di kita adalah menghitung sakat.
03:43Jadi menghitung sakat itu menjadi etika umat Islam.
03:49Menghitung sakat dan menyalurkannya.
03:51Banyak dari kita yang menghitung sakat tetapi tidak dilaksanakan sebatas menghitung.
03:58Ada yang melaksanakan tetapi sebatas melaksanakan tanpa menghitung.
04:03Makanya di pesantren ini kita belajar dari menghitung sakat, kemudian melaksanakannya dan membagikannya langsung.
04:11Ini adalah pola model yang coba kami buat untuk memberikan ciri pada pesantren hybrid.
04:20Jadi di sini namanya Elvira Hybrid.
04:24Punya dua pola.
04:26Pola ibadah dan muamalah menjadi satu kesatuan.
04:29Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended