Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membagikan gambar terduga pelaku penembakan di Washington DC, pada hari Sabtu (25/4/2026) yang memaksa Trump dan pejabat lainnya untuk meninggalkan acara.

Gambar itu menunjukkan seorang pria di lantai, diborgol oleh petugas keamanan. Penyelidikan awal menunjukkan pelaku bertindak sendirian.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump memastikan terduga pelaku penembakan telah ditangkap.

Trump juga memastikan bahwa dirinya, Melania Trump dan jajaran kabinet yang menghadiri acara Gedung Putih juga dalam kondisi baik.

Trump mengatakan, tersangka membawa beberapa senjata api, sebelum dihentikan oleh Secret Service. Seorang petugas tertembak, tetapi ia terlindungi oleh rompi antipeluru.

Untuk membahas mengenai situasi di Timur Tengah, kita terhubung dengan Guru Besar Hubungan Internasional UI Hikmahanto Juwana.

Baca Juga Pelaku Penembakan Menargetkan Pemerintahan Trump dan Ungkap Kemarahannya di https://www.kompas.tv/internasional/665521/pelaku-penembakan-menargetkan-pemerintahan-trump-dan-ungkap-kemarahannya

#trump #penembakan #washington

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665529/full-analisis-guru-besar-ui-soal-dampak-penembakan-acara-trump-ke-perang-dengan-iran
Transkrip
00:00Untuk membahas mengenai situasi di Timur Tengah, kita telah terhubung dengan Guru Besar Hubungan Internasional UI Hikmahanto Juwana.
00:11Selamat siang.
00:14Selamat siang.
00:16Oke, selamat siang Prof. Hikmah dengan lintang di studio Prof.
00:20Kita masih membahas tentang eskalasi perang di Timur Tengah tentunya.
00:25Drama penembakan Trump terhadap eskalasi di Iran ini seperti apa menurut Anda?
00:31Ya, yang pasti ini ada pengaruhnya sedikit banyak ya.
00:35Karena saya melihat bahwa meskipun kita harus menunggu hasil dari penyelidikan di Amerika Serikat,
00:44namun demikian di Amerika Serikat, para rakyatnya yang menyampaikan lewat sosial media,
00:52banyak yang mengatakan bahwa ini adalah upaya Trump untuk menaikkan kembali approval ratingnya.
00:59Karena approval rating Trump itu semakin ke sini semakin menurun terutama berkaitan dengan keputusannya untuk perang melawan Iran.
01:09Nah, tentu kita tidak tahu apakah memang ini yang dituduh oleh sosial media di Amerika Serikat,
01:19bahwa ini adalah sandiwara dan lain sebagainya.
01:24Bahkan mereka sudah sampai pada titik menganalisa bahwa ini sebenarnya bukan sesuatu yang katakanlah memang sesuatu yang sebenarnya seperti sandiwara.
01:42Nah, jadi ini mempengaruhi bagaimana Trump akan mengambil keputusan ke Iran.
01:50Karena kalau misalnya dari masyarakatnya muncul ketidakpercayaan terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Trump,
01:57maka saya khawatir bahwa Trump akan melakukan dua hal.
02:04Pertama, dia akan lebih keras terhadap Iran supaya menyelesaikan masalah ini dengan cepat.
02:08Dengan harapan approval ratingnya dia akan kembali naik dan orang tidak lagi membicarakan mengenai masalah percobaan terhadap pembunuhan terhadap dirinya.
02:17Atau yang kedua, bahwa Trump akan semakin lama untuk membiarkan masalah dengan Iran seperti sekarang.
02:28Artinya tidak ada keputusan yang dibuat dan tidak ada perundingan yang dibuat.
02:33Sehingga seperti sekarang ini, tetap slat hormus diblokade.
02:39Padahal dari pihak Iran menghendaki agar kalau ada perundingan, maka slat hormus sudah tidak lagi dibelokade oleh Amerika Serikat.
02:48Dan kemudian juga pembahasan mengenai stockpiling dari uranium ya.
02:55Uranium yang ada ini mau diapakan.
02:57Jadi menurut saya, kalau misalnya ini dianggap stalemate atau deadlock gitu ya,
03:04Ini akan berpengaruh pada dunia karena slat hormus tidak akan terbuka dan dunia yang dikhawatirkan adalah
03:13Kenaikan harga minyak yang sudah terjadi ini, ini akan berlangsung lama dan ini akan mempengaruhi harga minyak yang harus dibayar
03:24oleh banyak negara.
03:26Jadi ini yang menurut saya yang kita harus lihat atas peristiwa dari yang kemarin terjadi.
03:32Baik, Prof. Fikma, kalau tadi saya garis bawahi ada ketidakpercayaan rakyat dengan adanya peristiwa ini, penembakan yang diduga menyasar Donald
03:42Trump.
03:43Apakah memang ini menjadi dampaknya begitu?
03:47Ketidakpercayaan ini menimbulkan suatu aksi begitu?
03:52Dan kira-kira apa motifnya?
03:53Apakah benar ini pure atau murni karena masyarakatnya tidak percaya dan tidak menyukai atau tidak setuju dengan kebijakan yang sudah
04:02diterapkan oleh Donald Trump
04:04selama eskalasi perang terhadap Iran ini?
04:08Ya, paling tidak ada tiga hal ya.
04:10Pertama adalah kejadian ini, masyarakat teringat pada waktu Trump pada waktu itu akan menjadi presiden, melakukan kampanye,
04:21lalu kemudian ada yang melakukan serangan terhadap beliau.
04:24Dan banyak yang mengatakan bahwa ini sebenarnya tidak sebenar gitu ya.
04:29Artinya ini merupakan skandal, proses yang saat diwara yang membuat Trump bisa memenangkan Pilpres ini.
04:40Ini sudah disampaikan ya hasilnya dan lain sebagainya.
04:45Yang kedua adalah memang masyarakat juga tidak suka dengan keputusan Trump melakukan serangan kepada Iran.
04:55Karena bagi Amerika Serikat dan sudah disampaikan bahkan pendukung dari MAGA ya, make America great again,
05:01bahwa Iran itu bukan imminent threat.
05:05Harusnya Amerika Serikat tidak melakukan serangan.
05:08Tetapi ini dilakukan terus.
05:10Dan yang ketiga adalah himpitan ekonomi.
05:12Karena dengan harga minyak yang dunia yang meninggi,
05:16sebenarnya Trump sudah mengatakan bahwa bagi Amerika Serikat kita tidak butuh minyak dari serat hormus.
05:22Tapi kan masalahnya harga minyak itu akan dipengaruhi dengan apa yang terjadi di tingkat internasional.
05:31Dan tingkat internasional tinggi.
05:33Pelaku usahanya juga bagi pelaku usaha Amerika Serikat.
05:36Ya, dia akan meninggikan.
05:37Nah, akibatnya apa?
05:38Rakyat Amerika harus membayar jauh lebih mahal ya harga minyak.
05:44Dan ini yang dia persalahkan bukan Iran, tapi yang dipersalahkan adalah Trump.
05:48Nah, oleh karena itu disini yang membuat posisi Trump terbelah konsentrasinya
06:00karena harus memikirkan masalah dalam negerinya dan dia berharap bahwa dengan kejadian yang Sabtu malam ini
06:10rakyatnya justru bersimpati pada dia dan kemudian berpihak pada Trump yang tidak terjadi seperti itu.
06:17Baik, tidak hanya rakyat Amerika tentunya tapi juga rakyat dunia karena ini pemicu harga minyak yang semakin tidak stabil begitu
06:25ya.
06:26Dan lagi-lagi Trump yang mungkin akan disalahkan karena dianggap sebagai pemicu perang pertama begitu.
06:32Dan kita harapkan semuanya akan cepat membaik.
06:34Terima kasih Prof. Hikmanto, Guru Besar Hubungan Internasional UI telah bergabung bersama kami di Kompasian.
06:40Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan