KOMPAS.TV - Apa yang perlu dilakukan BEI dan OJK setelah MSCI membeberkan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian, termasuk soal free float, high shareholding concentration, hingga aspek investability.
Apakah pembekuan rebalancing ini termasuk ancaman atau justru peluang bagi para investor di pasar saham Indonesia?
Kompas Bisnis tanya langsung Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto.
#MSCI #BEI #OJK
Baca Juga Penuh Petualangan! Komik Bobo The Origin Resmi Diluncurkan | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/665464/penuh-petualangan-komik-bobo-the-origin-resmi-diluncurkan-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665465/full-ketum-perkumpulan-aei-respons-soal-msci-tunda-rebalancing-saham-indonesia-apa-resikonya
Apakah pembekuan rebalancing ini termasuk ancaman atau justru peluang bagi para investor di pasar saham Indonesia?
Kompas Bisnis tanya langsung Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto.
#MSCI #BEI #OJK
Baca Juga Penuh Petualangan! Komik Bobo The Origin Resmi Diluncurkan | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/665464/penuh-petualangan-komik-bobo-the-origin-resmi-diluncurkan-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665465/full-ketum-perkumpulan-aei-respons-soal-msci-tunda-rebalancing-saham-indonesia-apa-resikonya
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Sudah memasuki OPEKAN, saudara saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya, Yan Rahman.
00:06Dan Kompas Bisnis di hari Senin ini akan membahas yang satu ini terkait dengan MSCI yang bekukan lagi rebalancing dari
00:13saham RI,
00:14di mana ini kita terpantau selama sepekan terakhir bahwa IHSG rontok.
00:19Keputusan Stanley Capital International atau MSCI ini membekukan lagi rebalancing saham RI,
00:23ini dianggap oleh sejumlah ekonom menjadi sinyal bahwa rally pasar modal domestik belum ditopang fondasi yang juga kuat.
00:33Isu yang disorot oleh MSCI masih seputar saham radar di publik atau free float,
00:38tingginya konsentrasi kepemilikan atau high share holding concentration, serta aspek investability.
00:44Dalam pengumumannya, MSCI masih akan mengkaji dampak reformasi pasar modal terhadap aksesibilitas investasi.
00:52Selain itu, saudara, MSCI juga akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan perhitungan free float.
01:01Namun, MSCI belum akan memasukkan sumber data baru hingga kajian atas reformasi pasar modal Indonesia selesai dilakukan.
01:14Lalu, apakah respon dari otoritas di Indonesia?
01:18Apa kata dari Bursa Efek Indonesia setelah MSCI mengumumkan menunda rebalancing saham RI? Kita lihat.
01:25Nah, ini dia, saudara, dari PJS Dirut Bursa Efek Indonesia, yaitu Jeffrey Hendrik,
01:31menyebutkan bahwa kami mengapresiasi empat proposal yang telah kami deliver,
01:36di-acknowledge oleh MSCI, dan kami akan terus berkomunikasi dengan indeks provider.
01:42Ini empat proposal yang dimaksud adalah reformasi yang mencakup peningkatan transparansi pemegang saham di atas 1%,
01:49pendalaman klasifikasi investor, pengendalaman kerangka HSC, dan rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.
01:59Sementara itu, saudara, soal MSCI yang mendunda rebalancing indeks RI, OJK juga ini merespons.
02:05Responsnya adalah ini ke depan implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga
02:10agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan,
02:15serta diperkuat ini melalui koordinasi aktif dengan beberapa pihak, termasuk pelaku pasar global.
02:21Ini kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderika Widya Saridewi.
02:27Artinya, saudara, ini OJK menilai pengakuan awal dari MSCI terhadap langkah reformasi tersebut
02:32menjadi sinyal positif terhadap arah kebijakan yang ditempuh Indonesia.
02:37Dengan adanya pemeguan rebalancing saham RI, apa saja ketentuan pokok dari MSCI?
02:42Kita lihat ke data.
02:45Nah, ini dia, saudara.
02:46Pertama adalah penghapusan saham berstatus konsentrasi kepemilikan tinggi
02:51atau high shareholding concentration.
02:53Artinya, saham dalam daftar ini akan dihapus mengikuti presiden Hong Kong.
02:57Kedua, ini ada pembekuan kenaikan FIF untuk seluruh konstituen Indonesia
03:04dan tidak akan melakukan kenaikan atau penyesuaian pada number of shares.
03:08Ketiga, ini tidak ada penambahan saham baru ke dalam MSCI,
03:14Investable Market Indexes, selama periode pembekuan.
03:18Keempat adalah MSCI tidak akan menaikkan klasifikasi ukuran saham ke arah atas
03:22seperti small cap ke standard cap dan standard cap ke large cap.
03:26Dan terakhir, data kepemilikan ambang 1% yang bersumber dari reformasi BI akan digunakan untuk reestimasi free float.
03:35Namun, MSCI bilang belum sepenuhnya mengandalkan data tersebut hingga proses review selesai.
03:41Setelah MSCI memutuskan menunda rebalancing saham RI,
03:45Jadi, pekan lalu, ini bagaimana kinerja IHSG?
03:48Kita lihat data selanjutnya.
03:51Nah, ini dia kinerja IHSG selama sepekan, saudara.
03:55Ini tampak seperti jalan menurun ya selama sepekan terakhir ini.
03:58Memang selama sepekan terakhir, IHSG terpantau rontok sebesar 6,61%.
04:03Ini apabila didetailkan begitu dari awal pekan, Senin, pekan lalu.
04:07Tepatnya pada 20 April, ini IHSG masih berada di level 7.594.
04:12Turun tipis di hari Selasa atau di keesokan harinya di 21 April menjadi 7.559.
04:19Turun lagi di tanggal 22 April menjadi 7.541.
04:25Dan turun dalam kemudian di hari Kamis pada 23 April, ini menjadi 7.378.
04:33Dan kembali turun pada penutupan perdagangan pekan lalu, tepatnya hari Jumat, di 7.129.
04:41Pertanyaannya, saudara, apakah keputusan MSCI untuk menunda rebalancing jadi sentimen satu-satunya penurunan IHSG selama sepekan terakhir?
04:51Tampaknya tekanan terjadi secara kombinasi termasuk pelemahan rupiah dan juga kondisi geopolitik.
04:57Tadi sempat disinggung terkait dua saham yang masih dibayangi ketidakpastian seiring sentimen MSCI terkait konsentrasi kepemilikan saham.
05:06Amin, apa saja itu kita lihat ke data berikutnya untuk Anda.
05:12Nah, ini dia saham yang dibayangi risiko MSCI.
05:15Jawabannya ada dua saham adalah Brent dan juga DSSA.
05:18Ini Brent alias Barito Renewables Energy milik konglomerat Prayogo Pangestu dan DSSA alias Dian Swastika Sentosa milik grup Sinarmas.
05:28Selama sepekan terakhir, saudara, kedua saham ini terkoreksi sangat tajam.
05:33Kita lihat terlebih dahulu dari Brent, ini koreksinya sebesar ataupun penurunannya sebesar 30,26 persen.
05:41Anda bisa bayangkan selama sepekan saja penurunannya sudah sebesar ini.
05:44Di mana pada Senin awal pekan kemarin, Brent ditutup di angka 6.600 per lembar saham dan ambles ke 4
05:52.620 pada penutupan perdagangan pada Jumat lalu.
05:56Namun selama sepekan ini terpantau asing justru membeli saham ini senilai 222 miliar rupiah.
06:03Kita pantau nanti bagaimana pada pekan ini, apakah ini Brent akan naik atau justru sebaliknya.
06:08Sementara itu di DSSA, ini juga lebih tajam lagi penurunannya dibandingkan Brent ini sebesar 37,85 persen selama satu pekan
06:19terakhir.
06:19Pada Senin 20 April, DSSA masih terpantau menghijau di level 3270, namun terus rontok hingga akhirnya terjerembab di level 2020
06:30per lembar saham di penutupan perdagangan Jumat lalu.
06:34Selama sepekan terakhir, asing terpantau keluar dari saham DSSA dengan nilai 67,84 miliar rupiah.
06:42Lalu saudara, secara keseluruhan bagaimana asing bergerak di pasar saham Indonesia, kita lihat ke data berikutnya.
06:50Nah selama sepekan terakhir, ada aksi jual asing saudara ini sebesar 1,88 triliun rupiah.
06:57Asing nyatanya masih deras keluar dari bursa saham Indonesia, tentunya asing mempertimbangkan beragam dinamika selain MSCI, juga keputusan lembaga pemeringkat
07:07lainnya.
07:07Terpantau dari 17 saham Indonesia di indeks MSCI global, kinerja secara year to date, atau dari awal tahun 2026, hampir
07:17seluruhnya turun.
07:18Kecuali United Tractors alias UNTR yang melaju positif sebesar 7,97%.
07:24Lalu saudara, apa sesungguhnya risiko terbesar dari keputusan MSCI membekukan rebalancing saham Indonesia?
07:30Apa yang perlu dilakukan oleh otoritas setelah MSCI membeberkan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian termasuk soal free float,
07:39tingginya konsentrasi kepemilikan hingga aspek investability?
07:42Usah jeda, Kompas Bisnis akan kembali dengan pembahasan lengkapnya untuk Anda.
07:47Saudara, apa yang perlu dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia dan juga UJK setelah MSCI membeberkan sejumlah poin penting
07:54yang menjadi perhatian termasuk soal free float, high shareholding, konsentrasi hingga aspek investability?
08:00Apakah pembekuan rebalancing ini termasuk ancaman atau justru peluang bagi para investor di pasar saham Indonesia?
08:06Kompas Bisnis, tanya langsung Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutianto.
08:11Mas David, selamat pagi.
08:13Selamat pagi.
08:14Mas David, pekan lalu MSCI memberikan ataupun merilis terkait dengan membekukan
08:21ataupun menunda rebalancing saham RI begitu.
08:24Menurut Anda, apa risiko terbesar dari keputusan MSCI ini menunda rebalancing saham Indonesia?
08:32Oke, kalau kita lihat dari resiko terbesarnya tentu dalam hal ini adalah yang tadinya kita harusnya mendapatkan dana masuk ya
08:41untuk beberapa saham yang mungkin akan masuk ke indeks MSCI, tapi kali ini kita tidak mendapatkan hal tersebut karena kita
08:49di-freeze.
08:49Jadi, kapital outflow-nya terjadi karena tekanan rupiah dan juga mungkin karena concern ada beberapa emiten yang mungkin akan keluar
08:57dari MSCI,
08:58tapi kita tidak dapat eksposur terhadap emiten-emiten yang nanti akan masuk ke dalam indeks MSCI,
09:03ataupun sebagai pengganti dari emiten yang mungkin akan keluar.
09:06Nah, ini karena adanya aksifis tadi. Jadi, dalam hal ini kita ada outflow, tapi kita tidak dapat inflownya.
09:13Itu yang menyebabkan akhirnya indeks kita juga cukup tertekan dan COVID-nya juga cenderung melakukan net sell.
09:21Ada outflow berarti ya, risiko terbesar dari keputusan dari MSCI ini.
09:24Tapi, kalau menurut Anda, tadi saya dapat membacakan soal apa saja perhatian dari MSCI dan juga tadi pihak dari Bursa
09:33Efek Indonesia juga menyebabkan bahwa ada 4 proposal yang telah diajukan.
09:37Ini menurut Anda, 4 proposal yang diberikan Bursa Efek Indonesia apakah belum cukup kuat untuk meyakinkan MSCI?
09:46Ya, jadi kalau saya lihat sih, 4 proposal ini sebenarnya sangat-sangat inline.
09:50Sama seperti proposal-proposal sebelumnya sudah diajukan juga, yang memang dalam hal ini adalah BI dan OJK ini fokus ke
09:59transparansi, likuiditas, dan juga untuk governance-nya.
10:02Jadi, diantaranya adalah untuk transformasi pemilikan UBO.
10:05Nah, cuma dalam hal ini memang kalau kita mengikuti yang MSCI mau, tentu di sini ada beberapa post dan cons
10:12-nya.
10:12Post-nya memang kita, Bursa kita ini transformasi jadi bagus, kemudian ketepukannya juga jadi lebih baik.
10:18Tapi, cons-nya adalah apakah emiten yang kita ini sudah inline belum dengan standar yang baru ini?
10:26Karena misalkan begitu kemarin Bursa meliris high concentration list, misalkan.
10:31Nah, itu ternyata ada dua emiten yang memang ada di MSCI dan yang memang menjadi sobatan.
10:35Ternyata memang dari sisi high concentration list-nya itu mereka juga masuk gitu.
10:39Dan itu mengakibatkan tekanan jual kepada emiten-emiten tersebut.
10:43Dan tentu saja ini juga semakin menguatkan dugaan kalau emiten-emiten tersebut akan dikeluarkan dari MSCI.
10:50Nah, kalau mereka dikeluarkan, tentu ada outlaw ya.
10:53Nah, sekarang kita tinggal melihat inflownya ini nanti di emiten yang seperti apa gitu.
10:57Sebelum kita membahas soal dua emiten tadi yang disebutkan ataupun di-mention oleh Mas David,
11:02sebetulnya apa sih kalau melihat tadi proposal dan juga perhatian dari MSCI,
11:07apalagi yang perlu dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia dan juga OJK dalam hal ini?
11:13Ya, jadi dalam hal ini memang Bursa Efek Indonesia dan juga OJK melakukan langkah-langkah sebaik ya,
11:20dengan melakukan komunikasi dengan MSCI, bertanya mereka ingin seperti apa,
11:25mengenai juga proposal yang mungkin sesuai dengan keinginan dari MSCI itu sendiri,
11:30yaitu bagaimana nanti pasar modal kita ini bisa semakin terbuka dan juga bisa sesuai dengan standar Bursa-Bursa Global di
11:37dunia.
11:37Ini memang situasi yang tidak enak buat Indonesia,
11:42karena begitu kita melakukan transformasi, kita membuka data,
11:46tentu ada beberapa data yang mungkin kurang elok untuk terlihat,
11:49tapi memang kalau ini tidak dilakukan, tentu pasar modal kita tidak akan naik kelas.
11:53Dan kalau ini dilakukan dengan baik, pasar modal kita pasti akan naik kelas untuk ke depannya.
11:59Artinya masih banyak PR yang harus dilangsungkan ataupun dilaksanakan oleh Bursa Efek Indonesia dan juga OJK.
12:04Tapi kalau kita lihat, dan juga tadi saya sempat bacakan dan presentasikan terkait dengan ketentuan-ketentuan POKO
12:12yang menjadi concern dari MSCI dalam rilisnya,
12:15ini mulai dari soal penghapusan saham HSC, pembekuan kenaikan FIF, dan juga NOS,
12:22tidak ada penambahan saham baru dan lain-lain.
12:25Apa yang perlu dicermati dari ketentuan POKO ini oleh Bursa Efek Indonesia dan juga OJK?
12:31Ya, tentunya kalau kita lihat, yang pertama high-costal analyst-nya ya,
12:35saya rasa itu memang sudah dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia.
12:40Terus kemudian kalau kita lihat dari yang diminta oleh MSCI,
12:44sebenarnya ini apa yang sedang dikerjakan oleh Bursa Efek dan OJK juga gitu.
12:48Jadi dalam hal ini, saya tidak melihat MSCI meminta sesuatu yang baru
12:52atau sesuatu yang tidak inline dengan informasi yang dilakukan sekarang.
12:55Nah, ini good news-nya adalah BI dan OJK telah bekerja dan juga setelah berjalan
13:00sesuai dengan inline, ya, dalam hal ini selaras dengan keringinan dari MSCI,
13:05tinggal bagaimana nanti deliver-nya, dan juga dalam hal ini ada juga,
13:09kita harus melihat juga bagaimana nanti dampaknya terhadap dari market kita.
13:12Jadi kalau misalnya kita melihat, ini bagus dilakukan ya,
13:16tapi dalam hal ini memang tentu ada beberapa isu yang memang harus bisa disolving juga,
13:20yaitu salah satunya adalah dengan tadi misalnya ada Vivo 15%.
13:24Seberapa cepat emiten-emiten di Indonesia ini bisa memiliki Vivo tersebut.
13:28Lalu kemudian juga high concentration list.
13:30Nah, nanti kita akan lihat seberapa cepat emiten-emiten yang sudah termasuk di dalam list tersebut
13:35untuk bisa mendistribusikan kemimpinan sahamnya kepada pihak-pihak lain.
13:40Artinya ini bahwa Bursa Efek Indonesia dan OJK sudah bekerja inline sesuai dengan concern
13:45dan juga keinginan dari MSCI,
13:47hingga tunggu waktu begitu rilisnya pada bulan-bulan ke depan.
13:50Kalau kita lihat kebijakan yang diambil oleh MSCI terkait dengan menunda rebalancing ini,
13:57sebetulnya ini kalau Anda melihat sebuah ancaman atau justru peluang?
14:02Saya melihatnya ini sebenarnya sebuah peluang ya.
14:04Jadi dalam hal ini kita sedang melakukan transformasi,
14:07tentu di dalam prosesnya kita kurang nyaman ya dengan transformasi yang dilakukan,
14:11banyak baterai yang dirubah, kemudian banyak transformasi yang dilakukan.
14:16Tapi dalam hal ini kita harus melihat sisi positifnya adalah
14:18begitu nanti Bursa dan OJK selesai melakukan transformasi ini,
14:22sepertinya harusnya kita menjadi market yang lebih baik dengan transformasi yang lebih baik.
14:26Nah, dalam hal ini memang kalau kita melihat
14:29kalau reformasi ini berhasil, Indonesia justru bisa naik kelas.
14:32Tapi kalau reformasi ini cenderung tidak berhasil,
14:35resikonya bukan hanya JSG-nya turun,
14:38tapi juga kita perilangan positioning di mata investor dunia.
14:42Jadi dalam hal ini memang kami berharap transformasi yang dilakukan ini 100%
14:46dan bisa didukung oleh semua pihak dan hasilnya mungkin nanti akan membuat Indonesia menjadi naik kelas.
14:52Ini sebuah peluang terutama jika reformasi ini berhasil dilangsungkan begitu.
14:57Kalau kita pantau juga, ini Mas David,
14:59bisa ditampilkan di layar soal kinerja IHSG selama sepekan terakhir.
15:02Ini seperti jalan yang terus menurun, terjal begitu Mas David.
15:06Kalau Anda melihat, ini kan turunnya 6,61% selama sepekan terakhir.
15:11Seberapa besar menurut Anda kontribusi keputusan MSCI terhadap kinerja IHSG?
15:16Atau sebetulnya banyak sentimen lain juga seperti pelemahan rupiah dan juga kondisi geopolitik?
15:24Sebenarnya kalau kita lihat, ini apakah setama pertahannya dari MSCI?
15:29Tentu enggak ya.
15:30Jadi MSCI ini hanya memang dalam hal ini menambah salah satu sentimen,
15:34yaitu adalah investor asing sebelum memiliki guidance atau arahan untuk masuk ke saham-saham seperti apa
15:40setelah MSCI melakukan rebalancing.
15:43Nah, rebalancingnya ini di-freeze, jadi mereka tidak tahu nih akan masuk ke saham-saham seperti apa.
15:47Tetapi memang kalau misalnya kita melihat tekanannya dari pekan lalu itu ada dua.
15:51Yang pertama adalah penurunan nilai tukar kita,
15:55nah ini menyebabkan investor asing yang melakukan investor asing Indonesia ini mengalami yang namanya currency loss.
16:00Jadi katakanlah dia dibeli saham, kemudian dia untung sekitar 5%.
16:05Tapi karena rupiahnya ini melemah, keuntungan yang 5% yang didapatkan itu semakin mengecil.
16:11Karena waktu dia konversi kembali menjadi USD, nilai USD-nya akan lebih kecil.
16:16Nah, ini menyebabkan akhirnya karena risiko currency tersebut,
16:20akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan penarikan
16:23atau dalam hal ini menjual sejumlah saham tertentu di busa ekon Indonesia.
16:28Dan ini sampai menekan dari HSG.
16:29Kemudian yang kedua juga kita tidak bisa pungkiri
16:32kalau dinamika terjadi di Timur Tengah,
16:34ini masih sangat berpengaruh terhadap IHSG.
16:37Bagaimana nilai oil saat ini sudah mulai melangkak naik kembali.
16:40Kemudian perjanjian perdamaian antara Iran dan US sepertinya
16:44agak sedikit tidak berhasil.
16:46Dan ini mengakibatkan akhirnya investor-investor melihat
16:49pasar saham di luar sana menjadi lebih menarik
16:53dibandingkan dengan pasar market di emerging market seperti Indonesia.
16:56Dan kita bisa menarik fenomena kalau S&P akhirnya bisa all time high,
17:01tapi IHSG akhirnya mengalami koreksi.
17:04Kalau dibandingkan dengan pasar Asia lainnya bagaimana Mas?
17:07Kan kalau kondisinya geopolitik, tentunya pasar saham lain juga terpengaruh.
17:12Ya, jadi pasar saham lain sebenarnya juga mengalami fluktuasi ya.
17:15Cuman memang dalam hal ini, pekan lalu tuh sorotannya memang benar-benar ada di Indonesia.
17:20Karena Indonesia ini koreksinya akhirnya menembus dari level Rp17.000.
17:24Nah, ini mengakibatkan memang di pekan lalu kita yang cukup banyak mengalami pelemahan
17:29karena ya tadi kita ada faktor X, yaitu adalah faktor dari koreksi tersebut.
17:34Tadi kita sempat juga Mas David membahas ataupun memention terkait dengan ada dua saham
17:39yang dibayang-bayangi risiko keputusan dari MSCI.
17:42Ya, ini kita sebut ada Brand dan juga DSSA begitu.
17:46Analisis Anda terhadap dua emiten ini seperti apa?
17:48Kemudian juga kemarin kita mendengarkan informasi bahwa Brand dan juga DSSA ini keluar dari LQ45 begitu.
17:55Ya, jadi memang dua saham ini adalah dua saham yang memang sangat disorot sekali ya.
18:00Dan dua saham ini memang masuk ke high concentration list-nya IDX.
18:04Berarti dalam hal ini, statement yang dikeluarkan dari FEDSI, kemudian juga MSCI
18:09terkait dengan dua saham ini yang memang memiliki free float yang sangat rendah,
18:13ini proven begitu IHSG, begitu Bursa Efek Indonesia mengeluarkan high concentration list-nya.
18:19Nah, tentu saja dalam hal ini, kan cukup banyak investor yang melakukan aksi jual
18:23terhadap saham ini.
18:24Akan tetapi ingat, kedua saham ini high concentration list.
18:27Artinya apa?
18:28Kementerian pihak ketiga, selain dari ultimate shareholder itu, itu under di bawah dari 5%.
18:33Jadi, sekalaupun dijual semua sahamnya, saya rasa selama nanti si shareholder tetap ingin
18:39meng-keep harga saham tetap tinggi, kemungkinan besar penurunannya ini agak terbatas.
18:44Tapi memang kalau misalnya kita melihat dampaknya terhadap the hole kapita market kita,
18:49tentu ini tetap akan berdampak negatif terhadap IHSG.
18:52Karena bagaimanapun ada aksi jual di dua saham yang punya market cap cukup besar,
18:57nah ini terpasti akan menurutkan tekanan terhadap IHSG itu sendiri.
19:02Oke, menyayat IHSG begitu ya.
19:03Apalagi kita melihat brand dan juga BBCA begitu yang balap-balapan terkait dengan market cap.
19:10Terkait juga dengan MSCI, ini memicu kekhawatiran pelaku pasar, Mas David.
19:15Utamanya soal potensi arus keluar dana asing yang selama sepekan saja terpantau keluar 1,88 triliun rupiah.
19:23Apakah kekhawatiran pelaku pasar ini menurut Anda relevan?
19:26Dan seberapa besar rebalancing ini berpotensi justru menciptakan inflow asing?
19:32Ya, jadi justru ini yang kita agak kesalkan ya.
19:36Begitu divise lagi kemarin, kita sudah tahu ya ada kemungkinan beberapa saham kita mungkin akan keluar dari MSCI listnya ya.
19:44Karena tapi karena tidak dilakukan rebalancing, divise, kita sudah tahu akan ada yang keluar.
19:48Tapi kita belum dapat clue anytime saham-saham mana yang mungkin akan bisa menggantikan gitu.
19:54Kan tetapi memang kekhawatiran itu akan ada.
19:56Tapi saya melihat di sini justru maka tidak perlu panik ya.
20:00Karena bisa kita lihat ya fundamental kita masih baik dan kita masih juga cukup banyak emiten-emiten yang cukup bagus
20:07yang mungkin nanti bisa menggantikan dua emiten tersebut.
20:10Nah, tapi nanti yang perlu kita perhatikan adalah seberapa cepat nanti MSCI ini bisa melakukan rebalancing kembali.
20:15Karena kalau dia masih melakukan freeze terus-menerus, tadi outflow-nya terjadi, inflow-nya tidak akan terjadi
20:23karena tidak ada saham-saham baru yang dipublikasikan oleh MSCI yang menjadi layak untuk investasi di Indonesia.
20:29Nah, kita berharap MSCI bisa segera melepas dari freeze tersebut sehingga nanti bisa ada saham-saham baru
20:35yang menggantikan saham-saham yang akan keluar dari list MSCI tersebut.
20:40Dan saham-saham baru ini tentu yang bisa akan menjadi penopang juga.
20:42Dan kalau saya melihat memang ada cukup banyak kandidat-kandidat saham baru
20:46yang memang bisa berpotensi untuk menggantikan emiten-emiten yang mungkin akan keluar dari MSCI list.
20:52Oke, harapan kita bersama seperti itu.
20:54Karena memang untuk menghilangkan kekhawatiran begitu kepanikan di pasar
20:59karena memang seperti disebutkan oleh Mas David bahwa market tidak perlu panik,
21:03banyak emiten yang bagus, fundamental kita juga cenderung stabil begitu.
21:06Terima kasih Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia David Sutianto
21:10atas waktunya bersama kami di Kompas Bisnis.
21:12Mas, sehat selalu.
Komentar