Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah diberi wewenang oleh Donald Trump untuk menembak dan menghancurkan kapal cepat Iran yang dianggap mengancam jalur pelayaran. Ancaman ini disampaikan sebelum rencana negosiasi tahap kedua di Islamabad, Pakistan.

Langkah-langkah ini memunculkan pertanyaan besar, apakah diplomasi benar-benar masih berjalan atau justru dunia sedang bergerak menuju eskalasi konflik terbuka?

Kita akan mendiskusikannya bersama dua narasumber, Atase Pertahanan Iran 20092012, Budi Pramono, dan Mujtahid Hashem, pengamat geopolitik dan Timur Tengah sekaligus Direktur The Axis Resistance Institute.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Perancis-Inggris Pimpin 40 Negara Jalankan Misi di Selat Hormuz, Tanpa AS? di https://www.kompas.tv/internasional/665408/perancis-inggris-pimpin-40-negara-jalankan-misi-di-selat-hormuz-tanpa-as

#selathormuz #iran #as #kapaliran #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665423/full-budi-pramono-dan-pengamat-geopolitik-soal-as-ancam-tembak-kapal-iran-tanda-diplomasi-gagal
Transkrip
00:00Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hexert menyatakan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah diberi wewenang oleh Donald Trump
00:07untuk menembak dan menghancurkan kapal cepat Iran yang dianggap mengancam jalur pelayaran.
00:15Ancaman ini disampaikan sebelum merencana negosiasi tahap kedua di Pakistan.
00:20Langkah-langkah ini memunculkan pertanyaan besar apakah diplomasi benar-benar masih berjalan
00:25atau justru dunia sedang bergerak menuju eskalasi konflik terbuka?
00:30Kita akan mendiskusikannya bersama dua narasumber di Sampai Indonesia malam.
00:35Ada atas sepertahanan Iran 2009-2012, Majen Purnawirawan Budi Pramono dan Mujtahid Hashem,
00:43penggamat geopolitik dan timur tengah sekaligus direktur The Access Resistance Institute.
00:48Selamat malam Pak Budi.
00:50Selamat malam.
00:51Terima kasih sudah hadir Pak Mujtahid.
00:54Iya.
00:55Selamat malam Pak Priskan.
00:57Terima kasih Sudari.
00:58Saya ke Pak Budi dulu.
01:00Langkah Amerika Serikat ini apakah semakin memanaskan tensi?
01:03Kalau kita sekarang kan berharapnya sudah menuju ke negosiasi tahap dua.
01:07Tapi dengan Amerika bilang katanya mau tembak, bahkan hancurkan kapal Iran yang akan membawa ranjau.
01:15Apa yang Anda lihat?
01:16Semuanya dalam perang itu sangat mudah.
01:18Yang paling mudah itu sangat mudah.
01:20Itu katanya close with.
01:21Ya memang begini Mbak.
01:22Perang itu military campaign, military campaign propaganda warfare itu ups and downs biasa.
01:29Tapi mari kita lihat apa yang dikatakan oleh Pete Hestet.
01:33Tadi Mbak menyampaikan bagaimana Pete Hestet.
01:35Bahkan Pete Hestet mengatakan lock and loaded.
01:39Dalam terminologi, military terminology ketika dibilang locked and loaded.
01:44Artinya sudah senjata ini sudah terkunci.
01:47Tinggal buka kunci karena loaded munisi sudah terisi.
01:50Tinggal tembak.
01:51Nah ditambah lagi dengan apa yang disampaikan oleh Trump.
01:55Bahwa shoot and kill, right?
01:57Kalau sudah shoot and kill, ini artinya direct kinetic engagement.
02:03Jadi bukan lagi terminologi biasa yang selalu kita pakai RROE.
02:09Jadi what you call it, rule of engagement.
02:12Bahkan sekarang naik menjadi direct kinetic engagement.
02:16Artinya serius.
02:17Jadi kalau selama ini menyampaikan koersif, military koersif, ini lebih dari itu.
02:22Untuk menuju ambang benar-benar perang total.
02:26Di ambangnya.
02:26Kenapa?
02:27Karena sekali saja terjadi letusan.
02:29Nah ini yang akhirnya memicu.
02:31Seperti apa?
02:32Karena kita kan lesion loan.
02:33Banyak sekali itu perang-perang besar yang dimulai dengan adanya tembakan ke kapal-kapal kecil.
02:38Ingat itu waktu Spanyol sama Amerika.
02:40Ingat itu Vietnam sama Amerika.
02:43Dari kapal-kapal kecil, penembakan kecil sehingga jadi besar.
02:45Nah kembali lagi dengan shoot and kill.
02:48Ini saya pikir Trump dalam hal ini dia ingin merubah kalkulasi perangnya Iran.
02:55Yang selama ini dengan suombut saja itu bisa menahan dan kiranya bisa katakanlah memang bukan conventional warfare.
03:05Mengalahkan US force, naval US force.
03:09Tapi at least irritating.
03:11At least mengganggu.
03:12Nah ini kalau menurut saya Trump pengennya merubah itu.
03:16Dan yang tidak kalah pentingnya.
03:18Inilah namanya teori lempar pesan dalam military terminology.
03:22Jadi Trump ini ingin show off bahwa kepada Iran.
03:27Hai Iran.
03:28Jangan kau gunakan ini hormus sebagai leverage-mu, sebagai sandramu dalam pelayaran global yang merubah energi global dunia naik turun
03:37seperti ini.
03:38Yang selama ini memang digunakan.
03:39Exactly.
03:40Nah ini kan digunakan sama dia.
03:41Makanya jangan kau gunakan.
03:43Kemudian bagaimana dengan pesannya Trump kira-kira kepada pasar dunia.
03:49Nah ini Trump ingin menunjukkan bahwa si control belong to me.
03:53Jadi untuk mengkontrol sini masih punya kuluh katanya si Trump.
03:56Nah yang tidak kalah pentingnya Trump ini juga menunjukkan terhadap proksi-proksi yang ada.
04:03Bahwa apa?
04:04Bahwa semua negara teluk ini saya masih bisa melindungimu loh.
04:10Apa teman-teman dia yang dimana pangkalan Amerika ada disitu.
04:13Itu selama ini yang dikhawatirkan.
04:15Iya itu dikhawatirkan juga.
04:15Ini kan create doubt.
04:17Jadi mencipta kekhawatiran.
04:20Keraguan.
04:21From the beginning.
04:22Nah makanya tiga ini benar-benar Trump inginkan.
04:25Bagaimana ya caranya agar saya Iran ini.
04:27Saya rubah kalkulasinya.
04:29Kemudian agar Iran jangan menggunakan forum sebagai leverage.
04:31Jangan sekali-kali apa itu negara teluk tidak percaya lagi sama dia.
04:35Nah dalam kondisi seperti ini apakah Mas Mustahid bahwa ya semakin jauh kita dari pintu perundingan.
04:43Karena kalau bicara soal negosiasi kedua.
04:45Dan kita berkaca pada negosiasi-negosiasi sebelumnya yang juga gagal.
04:48Apakah artinya kita tidak bisa berharap dengan uplayan diplomasi dalam kondisi seperti ini Mas Mustahid?
04:55Ya benar kata Pak Budi tadi ya.
04:58Ini bagian dari psikologi perangnya Amerika.
05:01Dia akan berikan tekanan yang maksimum terhadap Iran.
05:07Sehingga dia akan mendapatkan leverage.
05:09Apa itu akan dijadikan leverage dalam negosiasi.
05:12Tapi yang kita lihat ketika argumentasinya itu adalah untuk melancarkan navigasi terutama kapal-kapal tanker yang di Selat Hormuz.
05:23Apa yang dilakukan oleh Trump sebenarnya itu adalah kontraproduktif ya.
05:28Karena bisa dibilang double blockade di Selat Hormuz.
05:32Di satu sisi Iran mengendalikan Hormuz.
05:38Dia yang kira-kira sekarang ini Iran akan administrasikanlah seperti itu ya Selat Hormuz.
05:48Dan yang kedua Amerika juga melakukan blockade terhadap kapal-kapal yang akan ke pelabuhan-pelabuhan Iran.
05:56Ataupun juga keluar dari pelabuhan Iran.
05:58Ini justru akan menyebabkan suplai minyak dunia akan terus berkurang.
06:06Kita tahu bahwa saat ini sekitar menurut internasional energi agensi itu sekitar 10 sampai 13 juta barrel ya per hari.
06:15Itu nggak keluar dari Selat Hormuz yang sebelumnya sekitar 20 juta barrel.
06:19Itu juga kalau misalnya berkepanjangan akan menyebabkan krisis energi yang lebih besar.
06:24Meskipun kemarin agensi telah mensuplai cadangan minyak sebesar 400 juta barrel terutama untuk di pasar-pasar Asia.
06:35Tapi ini tidak cukup kalau misalnya tidak cepat diselesaikan masalah Hormuz ini.
06:43Nah ini di satu sisi mbak.
06:46Tapi kalau kita lihat realitas yang ada sekarang ini ya sebenarnya sudah lebih cooling down ya.
06:54Kalau kita lihat ya pergerakan yang ada di Iran misalnya adalah penerbangan mulai dibuka ya.
07:00Dari Iran ke Istanbul, Iran ke Muscat, terus kemudian juga akan dibuka lagi ke Qatar.
07:07Dan penerbangan domestik mulai dibuka.
07:10Ini saya melihat sebenarnya ya kenyataan yang ada di lapangan itu berbeda dengan retorika yang dimainkan oleh Trump ataupun juga
07:19Hexed tadi.
07:21Berbeda dengan tensi di awal perang ya mas ya?
07:23Ya, sedikit berbeda dengan tensi.
07:26Kenyataan yang di lapangan seperti itu.
07:29Meskipun juga di Iran sekarang ini misalnya di daerah Kermansa ataupun juga Kurdistan.
07:36Beberapa hari ini adalah badan intelijen Iran menangkap puluhan sel ya dan juga ribuan senjata ya di wilayah Kurdistan.
07:48Namun secara umum masih terkontrol dan situasi lebih kondusif di Iran.
07:56Jadi pergerakan sipil itu mulai lah, mulai dibuka.
08:00Ini berbeda dengan tensi yang dimainkan oleh Amerika Pesirat ketika dia akan mengancam kapal-kapal Iran.
08:08Ya, kalau tadi kita lihat posisinya di perairan bahwa Amerika Serikat itu sudah menarget tidak hanya menarget bahkan shoot and
08:17kill tadi perintahnya.
08:18Seberapa kuat Iran bisa merespons ini?
08:22Bahkan IRGC sebenarnya menunggu-nunggu untuk perang secara terbuka di maritim.
08:28Begini Mbak, kalau IRGC menunggu-nunggu waktunya.
08:32Ini saya pikir salah satu pejabat Iran yang mengatakan welcome to the jungle warfare.
08:39Saya pikir itu ya, itu memang kalimat itu.
08:41Nah, kalau Mbak mengatakan sampai seberapa jauh siap, tentunya ini siap dari awal, siap from the beginning.
08:49Begini Mbak, dia akan siapkan tentunya disini yang namanya asimetrik berlapis.
08:54Asimetrik berlapis tentunya dia akan menggerakkan rudal yang selama ini merupakan andalan dia.
09:00Rudal ini, rudal Iran ini produksi yang terbesar di Timur Tingah.
09:05Nah, kemudian yang tidak kalah pentingnya, dia akan drone yang dia bilang bahwa ini drone ini murah.
09:12Cuman ratusan juta kalau dibanding dengan dronenya Amerika sampai ratusan miliar dalam hal ini.
09:19Dan ini juga dibarengi dengan kekuatan dia di mana dia telah menabur ranju laut di sana.
09:26Nah, ranju laut ini Mbak nanti mungkin kita akan perdalam.
09:29Ada certain people mengatakan bisa sekian bulan dan lain sebagainya.
09:34Nah, I'm afraid to see that. Saya agak kurang berani mengatakan itu.
09:37Kenapa?
09:38Ya, karena kita membersihkan ranju laut itu tidak semudah yang kita bayangkan.
09:42Ranju laut modern ini pun kita tergantung juga.
09:45Ini ranju laut yang magnetik, kinetik kapal ataukah ranju laut yang disentuh kemudian dia meledak.
09:53Kemudian letak ranju ini pula yang ada di Hormuz.
09:57Hormuz kita tahu kan bagaimana kedalamannya itu sekitar puluhan kilometer ke bawah dan ini ada palung di sana.
10:05Nah, ini kalau misalnya ranju tersebut masuk ke dalam itu namanya lumpur.
10:09Nah, tentunya ini kan sulit tercover kemudian.
10:13Nah, belum lagi ditambah dengan arusnya laut di sana.
10:15Nah, belum lagi yang paling penting adalah trust.
10:19Apa iya kalau seandainya ranju laut itu dibilang sudah bersih?
10:23Kemudian pelayaran internasional feel free ya kan?
10:28Masih hesitate lah menurut saya ya.
10:31Kemudian yang tidak kalah pentingnya ranju ini bagaimanapun juga mbak, katakanlah ya.
10:3690% disapu bersih katakanlah ya.
10:39Itu yang 10% saja udah cukup untuk ngabisin Hormuz.
10:43Jadi, very doubtable lah mbak.
10:45Nah, kalau misalnya mbak tadi menyampaikan begitu kemudian swarmnya dia bergerak.
10:50Nah, ini di daerah karena Iran tahu bahwa ini gerakan dari selatan.
10:55Ini akan dibarengi dengan perang cyber tentunya.
10:58Akan dibarengi dengan leverage of Hormuz.
11:03Nah, kemudian dibarengi lagi ya itu yang selalu saya sampaikan.
11:07Kalau misalnya saya perang darat, maka pasukan-pasukan yang delapan lapisan
11:11akan siap menerima satu pasukan Amerika dalam hal ini.
11:15Itu kemudian saya.
11:16Nah, dalam kondisi seperti ini Pak Mujtahit,
11:19dan kalau kita bahas di awal ya diplomasi, dialog itu masih jauh panggang dari api lah.
11:26Dalam kondisi seperti ini, apa yang harus disiapkan oleh masing-masing ya?
11:29Baik itu Amerika Serikat maupun Iran pada faktanya di lapangan.
11:33Bukan berdasarkan retorika dari Pentagon misalnya Pak Mujtahit.
11:37Nah, ini sebelum masuk ke sana ya Mbak ya.
11:41Mungkin kalau Trump dan juga Pet Hazard kemudian tadi juga ada sambutan dari Turki,
11:48dia siap untuk membantu untuk menyingkirkan ranjau di Hormuz setelah aman.
11:53Jadi sebenarnya ini bagian dari kampanye saja Mbak.
11:57Karena Iran tidak mengakui bahwasannya dia menebar ranjau di Selat Hormuz.
12:05Dan Iran saat ini berbeda dengan tahun 80 ketika perang dengan Iran-Iran yang dia masih membutuhkan ranjau ya.
12:12Iran ini sudah kuat dengan misal, kemudian juga torpedo, kemudian juga drone bawah laut.
12:23Jadi saat ini untuk mengontrol Selat Hormuz itu, Iran tidak membutuhkan ranjau ini informasi dari satu sisi ya, dari pihak
12:33Iran ya.
12:33Kalau dari pihak Amerika kan dibilang bahwasannya ada ranjau di sana, Amerika akan kirim untuk membersihkan ranjau-ranjau itu.
12:40Tapi Iran saya pikir untuk saat ini hanya untuk mengontrol Hormuz itu dia tidak membutuhkan.
12:45Karena kalau kita lihat perang kemarin ya, Iran bisa menembakkan ke 27 pangkalan Amerika di seluruh Timur Tengah ini.
12:54Ini dengan sangat presisi, ini kan bagian dari satu kekuatan.
12:58Dan Selat Hormuz itu adalah selat yang sangat kecil dan sangat dekat.
13:01Dan Iran di sekostal pantai itu adalah pertahanan kostal angkatan lautnya itu memang dibuka kapal.
13:07Tapi dia cukup dengan rudal-rudal, terus misal, kemudian juga anti-balistik misal, kemudian juga katakanlah drone bawah, kemudian juga
13:18torpedo.
13:18Ini banyak sekali Iran mempunyai cara untuk mengontrol Selat Hormuz ini.
13:25Nah, kemudian yang kedua sebenarnya, satu hal yang selain ekonomi ya sebenarnya mbak.
13:36Kalau kita melihat peta, peta Selat Hormuz itu dan Teluk Persia, itu kan sebenarnya Amerika itu kehilangan reflect yang sangat
13:44besar sekali ketika Selat Hormuz itu dikontrol sama Iran.
13:47Yang paling penting bagi Amerika sebenarnya itu adalah armada kelima Amerika itu ada di Bahrain.
13:54Kemudian pusat angkatan darah itu ada di Kuwait.
13:59Kemudian Senkom itu ada di Qatar.
14:01Dan seluruh pelabuhan-pelabuhan negara Teluk itu ada pangkalan-pangkalan militer Amerika.
14:05Nah, ketika Hormuz itu dikontrol sama Iran dan itu, ini jelas suple logistik ini tidak bisa ke pangkalan-pangkalan militer
14:13Amerika itu.
14:15Sedangkan Amerika itu membutuhkan pangkalan-pangkalan itu untuk mensuplai seluruh pangkalan militernya, terutama yang ada di Irak dan juga di
14:25Syria.
14:26Waktu itu ya, tapi sekarang kan di Syria sudah tutup karena perang ini.
14:29Jadi, itu satu hal.
14:31Nah, sebenarnya apa yang harus dilakukan oleh Iran dan juga Amerika untuk bertemu ini adalah,
14:38sekarang ini kan pertemuan kemarin yang ada di Pakistan juga tidak terjadi ya.
14:41Dan Iran sudah menyampaikan proposalnya, dokumen secara terkulis kepada pemerintah Amerika lewat pangkalan.
14:48Di antaranya memang ada sepuluh itu menjadi satu bahan yang menjadi acuan untuk pembahasan.
14:57Kemudian yang kedua itu Iran tidak mau lagi ada kata-kata red line ya, kata-kata garis merah dari pemerintah
15:04Amerika yang itu menutup.
15:06Yang kedua, Amerika itu sebelum melakukan pembicaraan lagi, paling tidak ada tiga hal yang harus dia lakukan.
15:12Bagaimana janjinya ya, satu adalah gencatan senjata di Libanon, yang kedua adalah sebenarnya unfrozen beberapa aset Iran,
15:24yang ketiga blokade ini harus, blokade Amerika ini harus dihilangkan dalam keadaan ceasefire ini gitu.
15:31Jadi, menurut saya itu yang diminta Iran sebagai salah satu etikat baik untuk memulai pembicaraan lagi.
15:39Dan Amerika Serikat, tadi kan Trump juga bilang bahwa Iran bahkan mengajukan proposal baru setelah Amerika Serikat menarik delegasinya untuk
15:47pergi ke Islamabad.
15:49Apakah ini lazim ataukah tadi tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan oleh Trump?
15:53Sesaat lagi usaha jadwal di Sapa Indonesia malam kita bahas.
15:55Kembali di Sapa Indonesia malam bersama saya Friska Klarissa dan dua narasumber atas sepertahanan Iran 2009-2012,
16:01Mayjen Purnawirawan Budi Pramono dan Mujtahid Hashim, pengamat geopolitik dan Timur Tengah sekaligus direktur The Axis Resistance Institute.
16:11Pak Budi, dengan perkembangan terbaru, kan Amerika Serikat tidak jadi mengirimkan wakilnya ke Islamabad.
16:17Sementara perwakilan Iran sudah ada di sana.
16:19Tapi Trump bilang, 10 menit setelah pembatalan itu, Iran kirim proposal baru, klaim dari Presiden Trump.
16:25Nah, apa yang kita baca? Kesannya kan seperti Iran ini panik setelah negosiasi kedua gagal.
16:32Ya, kalau menurut saya ini kan Trump menyampaikan bahwa Iran yang mengirimkan proposal.
16:39Ini mbak, kalau menurut saya ya itu lagi, kembali lagi apa yang saya sampaikan.
16:44Bahwa beban ke Trump ini memang luar biasa mbak.
16:47Terutama beban domestik.
16:49Nah, beban domestik ini kan selalu Trump tunjukkan ke dalam domestik internalnya dia.
16:56Bahwa dia selalu jagoan, kan gitu kan.
16:59Nah, ini dia pertahankan.
17:00Makanya yang namanya exit Trump yang seperti ini, dia keluar pelan-pelan keluar,
17:06tapi tetap membawa dignitinya, tetap membawa maganya, tetap membawa First Amerikanya.
17:11Tetap mengaku menang.
17:12Betul, ini private-private interest yang menurut saya pastinya akan mempengaruhi Trump.
17:18Mbak, bayangkan aja, baru shoot and kill.
17:21Tadi yang saya sampaikan, berapa itu pesan yang mau disampaikan oleh Trump?
17:24Mulai dari pesan ke negara-negara teluk, kemudian pesan merubah kalkulasi Iran,
17:29kemudian pesan-pesan yang lain bahwa dia tetap menunjukkan bisa control C,
17:34bukan hanya C denial seperti yang Iran lakukan.
17:38Ini adalah selalu mempengaruhi pemikirannya Trump.
17:42Dan yang terbukti kalau toh itu memang benar,
17:44pertanyaan saya, bagaimana dengan komentar Iran?
17:47Ini kan Iran, bahwa Iran memberikan proposal.
17:52Jadi dia memang create military campaign menyatakan bahwa setelah saya kasih coercive diplomacy,
17:58dia dengan ancamannya seperti itu, ini loh Iran melunak.
18:02Tapi kan saya tidak bisa bilang sama Mbak bahwa Iran melunak.
18:05Tapi kalau klaimnya Trump ini, bagaimana kita membaca pola diplomasi Iran memang seperti begitu biasanya,
18:11atau tidak seperti yang kita tahu di meja perundingan.
18:13Dan terakhir kan Iran bahwa bilang tidak ada term untuk melunakan isi proposal.
18:19Ada memang sentence ya dari petinggi dari Iran, bahwa Iran will not enter any diplomacy at all.
18:30Jadi dia tidak akan mau masuk dalam koordinasi apapun bentuknya.
18:34Ini kan sesuatu yang sudah ibaratnya leverage, posisi tawar.
18:38Tapi yang selalu naik turun dengan tiba-tiba ada shoot and kill, ini kan dari pihak Trump.
18:43Jadi bukan dari pihak Iran.
18:45Kalau menurut saya, Iran sendiri ini sekarang semakin lama, semakin mengeras, semakin solid,
18:52bahwa dia siap untuk tidak melakukan negosiasi, namun demikian bukan berarti benar-benar fully closed gitu,
19:00jadi benar-benar tertutup sehingga tidak ada koordinasi atau membuat agreement sama sekali sama Pakistan.
19:06Tidak, terbukti dia masih ada hubungan dengan Pakistan meskipun not deal with agreement yang dibuat sama Amerika.
19:14Apa itu sifatnya silaturahmi? Saya enggak tahu kan.
19:17Intinya apa? Intinya Iran ini juga tetap ada lah, slide of flexibility masih ada lah.
19:25Selama yang digarisbawahi Iran berkali-kali adalah tidak ingin melakukan diplomasi di bawah tekanan, Mas Ustaz Kahit.
19:32Nah dalam sikap ini bagaimana Iran, kita membaca peran atau sikap Iran yang mempertahankan
19:39bahwa tidak boleh ada tekanan dalam bentuk apapun dari Amerika Serikat.
19:43Dalam kondisinya padahal Trump baru bilang bahwa shit and kill untuk kapal-kapal milik Iran.
19:49Oh iya, yang untuk proposal itu sebenarnya kan itu kan permintaan Trump sendiri.
19:54Jadi kita menunggu proposal dari Iran ya.
19:56Dan proposal itu disampaikan ke Pakistan dan kemudian Amerika berusaha untuk mengirim Kuzner dan Witkoff kan,
20:07tapi tidak bertemu dengan Menteri luar negeri Iran.
20:12Jadi benar apa kata Pak Budi tadi, meskipun tegang tapi juga ada jalan diplomasi itu selalu dibuka.
20:20Jadi kan perang ini karena keputusan politik dan juga setelah perang itu harus diselesaikan secara politik itu adalah satu hal
20:27yang wajar.
20:28Dan proses negosiasi meskipun secara tidak langsung antara Iran dan juga Amerika ini adalah sebuah bagian dari proses politik penyelesaian
20:36perang ini, Mbak.
20:38Nah tentang ancaman-ancaman Iran ini ya, saya pikir Iran ini kalau kita melihat pooling ya, pooling dari rakyat Iran
20:47itu,
20:48Iran itu sebenarnya 60% itu dia menolak diplomasi Mbak, negosiasi.
20:52Poolingnya ya, jadi yang benar-benar setuju dengan diplomasi cuma 10% lah, yang setengah-setengah itu sekitar ya 20
21:03% lebih lah.
21:04Jadi antara 60% lebih dan 30% lebih lah, kan gitu.
21:09Jadi sebenarnya umumnya rakyat Iran sekarang ini dia justru takut diplomasi.
21:14Jadi Iran ini secara psikologis rakyatnya takut diplomasi dan dia lebih senang kalau misalnya diselesaikan dengan perang.
21:21Ini kita melihat psikologi dari rakyat Iran dan itu pasti akan dipengaruh terhadap sebenarnya pemerintah yang dalam kategori politik barat
21:30itu termasuk kelompok reformis di pemerintah sekarang ini.
21:33Tapi kan dengan demonstrasi rakyat selama 50 hari setiap malam mendukung pemerintah dan juga mendukung militer Iran untuk mempertahankan kedelautan
21:42Iran
21:44dan melawan Amerika dan juga Israel ini berpengaruh juga terhadap pengambilan keputusan politik dari official Iran ini.
21:56Jadi 10 item sebagai pilar yang sebelumnya telah disetujui oleh Trump.
22:04Sehingga terjadinya genjatan senjata itu ini bagian yang harus diteruskan pembicaraan.
22:11Jadi sepertinya Iran tidak mau seperti pertemuan seperti kemarin dipaksakan 21 jam akhirnya tidak menghasilkan keputusan apa-apa.
22:21Tapi lebih pada satu dokumen yang tertulis yang bisa dijawab secara tertulis juga nanti dari pemerintah Amerika gitu.
22:28Saya pikir itu akan lebih bagus begitu.
22:31Jadi tidak ada poin-poin yang baru diselipkan di tengah-tengah jalannya perlindungan ya.
22:37Jadi seperti pertemuan kemarin itu kan hampir sedikit saja selesai.
22:41Tapi kan ada 4 kali telepon dari ditanya kejidifan yang membuyarkan juga.
22:45Ini realitas dialog kemarin yang pertama di Pakistan kan gitu.
22:52Dan Iran saat ini dia tidak mau bertemu dulu sampai memang kira-kira benar-benar clear dari White House gitu
23:00untuk menjawab pertanyaan.
23:01Nah Pak Budi kalau misalnya dalam kondisi sekarang double blockade masih dilakukan oleh Amerika Serikat.
23:08Juga Iran saat ini masih bertahan di Selat Hormuz.
23:12Apa yang bisa kita baca dalam waktu dekat?
23:14Apakah tinggal menunggu siapa yang menarik pelatuk duluan?
23:17Itu yang tadi saya sampaikan dari awal.
23:19Kalau bicara yang menarik pelatuk duluan.
23:22Tadi kalau dari pihak Amerika, Menteri Perangnya kan sudah menyampaikan bahwa lock, loaded and lock, lock and loaded ya kan.
23:30Apa artinya?
23:31Ya dia sangat siap banget untuk berperang.
23:34Terbukti Presidennya sendiri dengan benar-benar kinetic, direct kinetic engagement mengatakan shoot and kill.
23:40Dan untuk yang kapal-kapal air GC yang gerakan cepat itu.
23:45Jadi tadi Mbak ini kan semuanya yang terjadi di dunia ini kan berputar saja Mbak.
23:49Lesson learned.
23:50Tadi yang saya sampaikan bagaimana di Havana, Spanyol sama Amerika berperang karena di sana.
23:55Kemudian di Tonkin juga begitu.
23:56Itu Vietnam sama Amerika berperang karena di sana.
23:58Sekali ini terjadi tembakan, maka akan terjadi lagi.
24:02Seperti yang saya sampaikan.
24:03Apa artinya?
24:03Hal yang kecil akan dipolitisasi menjadi perang yang besar.
24:08Dan ini pun dua-duanya sudah siap.
24:10Meskipun dalam hari ini never ever.
24:13Iran itu tidak pernah bercita-cita untuk menghabisi konvensional.
24:17Jadi air strike ataupun naval strike-nya Amerika.
24:20Never ever.
24:21Tapi bagi Iran in term of Hormuz, dia melakukan gangguan saja.
24:26Melakukan gangguan saja dengan tadi yang saya sampaikan.
24:29Saya agak sedikit sama Kang Mas tadi ya Mas Yesu.
24:33Katanya tidak ada ranju laut.
24:36I'm not so sure.
24:37Karena apa?
24:38Karena dia bilang sama Sun Su bahwa everything in war based on the deception.
24:43Saya nggak tahu apakah ini deception pengelabuhannya.
24:46Akal bulusnya itu kan Iran atau akal bulusnya Amerika juga.
24:50untuk exaggeration, untuk membesar-besarkan.
24:54Tidak ada sebetulnya ranju tapi dibilang ranju.
24:56Nah sekali lagi Mbak kalau bicara kesiapan maka sangat siap.
24:59Yang tadi saya sampaikan sama Mbak Asim.
25:01Dua-duanya sama.
25:02Sama, betul.
25:03Oke, dan kita akan lihat apakah memang tensinya akan semakin tinggi dan diplomasi.
25:08Jadi hal yang tidak bisa dicapai dalam waktu dekat ini di Hormuz.
25:12Salah satu pertaruhannya nanti.
25:13Terima kasih Pak Budi atas waktu yang disampai Indonesia.
25:16Terima kasih juga Mas Mujtahit.
25:18Terima kasih.
25:18Terima kasih.
25:19Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan