00:00Pintah Indonesia kecam adanya pemasangan Spanduk dengan tulisan Rising Lion oleh pasukan Israel
00:06yang melu tegaskan penggunaan simbol dan propaganda militer di atas runtuhan rumah sakit yang telah dihancurkan
00:12adalah bentuk tindakan yang provokatif.
00:14Spanduk berbahasa Ibrani yang dipasang militer Israel di sisi timur Laut Gedung Rumah Sakit Indonesia di Gaza
00:21bertuliskan lihatlah suatu kaum yang bangkit seperti singa betina yang mengaum seperti singa jantan
00:28itu dipasang dalam rangka hari Pasca Yahudi.
00:31Kejadian ini terjadi sekitar awal April 2026
00:35di mana tentara Israel masuk dan melaksanakan perayaan serta tarian di atas rumah sakit Indonesia.
00:42Menurut sumber lokal MERSI di Gaza, gedung rumah sakit Indonesia telah kosong dan tidak ada aktivitas.
00:55Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia kecam tindakan pasukan Israel yang mengibarkan Spanduk
01:02bertuliskan Rising Lion di atas reruntuhan rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina.
01:07Indonesia memprotes keras tindakan itu.
01:14Untuk mengecam dan memprotes hal tersebut karena itu adalah satu walaupun sudah diserahkan dari Merk Indonesia ke Palestina
01:23itu merupakan satu instalasi humanitarian yang tidak boleh dimasukkan dalam propaganda perang atau perang.
01:38Jadi kita sudah menyampaikan keberatan kita.
01:41Terima kasih.
02:11Memang ini bukan misi pertama saya, ini misi ketiga saya setelah sebelumnya itu.
02:16Dua misi sebelumnya itu saya dalam masa perang dan sekarang di masa gencatan senjata itu tidak ada perbedaan yang berarti.
02:24Jadi serangan itu masih terjadi setiap harinya, terutama di Gaza Utara, di sekitar rumah sakit Indonesia.
02:31Bahkan kemarin malam itu ada tembakan di sekitar rumah sakit Indonesia itu yang menewaskan lima warga
02:37yang diantaranya dua orang anak dan banyak luka-luka di sana.
02:42Oke.
02:43Nah tapi kalau untuk di rumah sakit Indonesia di Gaza yang kemudian dituliskan spanduk begitu,
02:49Rising Lion oleh Israel, ini memang sudah tidak digunakan lagi ya?
02:54Artinya sudah tidak ada orang di dalamnya, tidak ada pasien, tidak ada kegiatan?
03:00Ya betul Mbak. Jadi memang rumah sakit Indonesia ini sudah tidak, kami belum bisa mengaktifasi kembali rumah sakit Indonesia ini.
03:10Karena memang rumah sakit ini berbatasan langsung dengan yellow line.
03:14Yaitu yellow line itu batas yang memang penjajah itu buat.
03:18Itu yang memang tidak boleh dimasuki oleh warga sipil.
03:21Jadi sudah kosong dan di awal April itu mereka memasuki rumah sakit Indonesia, memasang bendera.
03:29Bahkan untuk bendera sendiri sampai hari ini benderanya masih terpasang di rumah sakit Indonesia.
03:34Oh bendera dan juga spanduk yang bertuliskan Rising Lion itu Mbak?
03:39Untuk spanduk, sebenarnya sudah tidak ada kalau informasi dari warga lokal.
03:44Tetapi untuk bendera sendiri mereka tidak hanya di rumah sakit Indonesia Mbak.
03:49Jadi di sekitar yellow line itu mereka terus menggeser, menggeser batasnya itu dan memasang benderanya.
03:56Oh oke.
03:57Pertama itu Mbak Audrey.
03:58Nah itu gimana sih Mbak Nadia dari yang Mbak Nadia dapat ceritanya?
04:03Tiba-tiba spanduk itu dituliskan oleh Israel tentang Rising Lion itu dan apa respon dari warga Gaza di sana?
04:13Tentu saja ini membuat warga Gaza geram ya Mbak Audrey.
04:19Karena memang Gaza ini tanah milik Palestina, milik warga Gaza.
04:24Dan mereka mendudukinya secara ilegal.
04:27Jadi kami pun mendapatkan informasi itu dari warga sekitar.
04:32Yang memberikan informasi itu dari warga sekitar yang melaporkan kepada kami untuk video ataupun foto-foto itu pun dari warga
04:40sekitar Mbak.
04:41Yang melaporkan.
04:43Seperti itu Mbak Audrey.
04:44Oke.
04:45Dari kata-kata tadi Rising Lion ini kemudian apa sih yang diartikan begitu warga di sana?
04:54Itu mungkin sepacam ejekan. Lebih ke-lebih ke ejekan Mbak.
04:58Yang mereka artikan.
05:00Yang warga Gaza artikan itu semacam ejekan.
05:02Untuk mereka.
05:04Oh oke.
05:05Bahwa mereka itu sudah menguasai.
05:07Jadi mereka itu merasa saya sudah menguasai dan mereka mengejek warga Gaza.
05:13Oh makanya kemudian datang dengan kata-kata singa jantan sedang mengaum gitu ya Mbak ya?
05:19Iya betul.
05:20Oke Mbak Nadia, sudahkah di sana dari Relawan Mercy ini berkoordinasi dengan pemerintah atau Kementerian Luar Negeri?
05:29Untuk kegiatan kami sendiri memang kami selalu informasikan kepada Kemlo ya Mbak ya?
05:34Untuk kegiatan kami di sini.
05:38Dan kami pun dari Mercy pun terus ya terus mendorong pemerintah Indonesia agar terus menyampaikan
05:48untuk mendorong organisasi internasional agar penjajah ini mundur, menarik mundur.
05:57Karena memang mereka menduduki tanah yang memang bukan miliknya dan ini mereka menduduki secara ilegal.
06:03Oke kalau tadi Mbak Nadia bilang rumah sakit Indonesia di Gaza yang kemudian juga sudah dipasang sempat dipasang ya.
06:08Sepanduk oleh Israel sempat dipasang tapi kemudian dalam rumah sakit sendiri sebenarnya belum direaktifasi artinya belum ada kegiatan sama sekali.
06:17Apakah juga ada usaha yang terus dilakukan untuk bisa mengambil kembali rumah sakit supaya pelayanan-pelayanan bagi warga Gaza kembali
06:25lagi bisa dimulai?
06:28Ya jadi untuk Mercy sendiri ya Mbak kami terus melakukan advokasi melalui jalur internasional agar RSI ini bisa dapat diaktifasi
06:37kembali.
06:38Dan bisa melakukan pelayanan kesehatan kembali.
06:41Karena memang untuk RSI ini berada tepat di ujung utara Mbak.
06:46Jadi boleh dibilang rumah sakit Indonesia ini menjadi rumah sakit yang masih berdiri tetap kokoh di Gaza Utara.
06:52Jadi untuk sampai saat ini Gaza Utara itu sudah lumpuh.
06:58Keadaan kesehatan di sana itu sudah lumpuh.
07:00Jadi kalaupun misalkan ada serangan di sana apakah ada kami ada yang luka di sana mereka semua ke selatan.
07:07Di bawah ke selatan karena memang sudah tidak ada fasilitas kesehatan di Gaza Utara.
07:12Oke jadi harapannya adalah supaya bisa aktif kembali ya rumah sakit Indonesia supaya bisa melayani pasien-pasien warga Gaza supaya
07:21kemudian bisa sehat ya.
07:23Mbak Nadia ya, terima kasih lera lawan Mersi.
07:26Mbak Nadia sudah berbagi informasi di Sapa Indonesia Malam.
07:31Tak bersama kami selebritas Amar Zoni di poni.
Komentar