Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menjadi hakim bukan sekadar menjatuhkan putusan. Bagi seorang hakim perempuan, tantangannya tak hanya soal tanggung jawab profesi, namun juga bagaimana menghadapi tekanan sosial yang sering kali masih berakar pada budaya tertentu yang membatasi peran dan kemampuan perempuan.

Albertina Ho dikenal luas sebagai salah satu hakim perempuan yang memiliki reputasi tegas dan berintegritas. Menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda, kariernya di dunia peradilan memperlihatkan komitmen kuat terhadap penegakan hukum dari sosok seorang perempuan.

Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda. Tak hanya di Mahkamah Agung, beliau juga pernah mengemban tugas sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi, sebuah posisi yang menuntut keteguhan moral dan keberanian sikap.

Pengalaman panjang dan beragam tantangan yang dihadapi Albertina Ho menjadi gambaran nyata bahwa integritas seorang hakim dibentuk dari proses yang tidak singkat.

Di tengah tuntutan publik akan peradilan yang bersih, sosok hakim berintegritas menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Dan dari pengalaman para srikandi hukum Indonesia, kita belajar, keadilan tak hanya ditegakkan oleh aturan, tetapi oleh hati nurani mereka yang menjalaninya.

#albertaho #mahkamahagung #samarinda

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664509/albertina-ho-hakim-perempuan-tangguh-yang-lawan-tekanan-sosial-dan-budaya-ma-news

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:01Intro
00:11Menjadi hakim bukan sekadar menjatuhkan putusan.
00:15Bagi seorang hakim perempuan, tantangannya tak hanya soal tanggung jawab profesi,
00:19namun juga bagaimana menghadapi tekanan sosial yang seringkali masih berakar pada budaya tertentu
00:26yang membatasi peran dan kemampuan perempuan.
00:29Albertina Ho dikenal luas sebagai salah satu hakim perempuan yang memiliki reputasi tegas dan berintegritas.
00:37Menjabat sebagai ketua pengadilan tinggi Samarinda, karirnya di dunia peradilan,
00:42memperlihatkan komitmen kuat terhadap penegakan hukum dari sosok seorang perempuan.
00:47Tak hanya di Mahkamah Agung, beliau juga pernah mengemban tugas sebagai anggota dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi.
00:55Sebuah posisi yang menuntut keteguhan moral dan keberanian sikap.
01:00Kalau menurut saya, integritas itu tidak hanya diukur dengan kita tidak menerima uang,
01:09tapi lebih luas dari itu.
01:11Bahwa integritas itu juga diukur dari kejujuran kita,
01:16juga diukur dari bagaimana kita bekerja dengan baik,
01:20bekerja sesuai dengan peraturan yang ada.
01:23Nah, dengan kalau kita bekerja sesuai dengan peraturan yang ada,
01:27berarti kita ditantang untuk selalu meningkatkan kompetensi kita.
01:31Selalu belajar, tidak pernah puas dengan apa yang sudah kita punya,
01:37kita tetap harus belajar.
01:38Haus akan ilmu pengetahuan.
01:40Itu jelas.
01:41Nah, kemudian kalau berbicara ke yang lainnya lagi dengan memperkokoh integritas ini,
01:48tidak hanya dengan menerima uang ini, kita juga harus disiplin dalam bekerja.
01:52Disiplin dalam bekerja.
01:53Dan yang paling penting kalau kita berbicara masalah harus menjaga integritas juga,
01:58kita harus puas dengan apa yang kita miliki.
02:02Dan kita harus juga puas dengan apa yang menjadi hak kita.
02:06Jangan selalu melihat dan menginginkan hak orang lain.
02:10Cukup kita menerima hak kita, kita puas dengan apa yang kita miliki,
02:15mudah-mudahan integritas kita itu bisa terjaga dalam arti yang berhubungan dengan uang.
02:22Tapi kalau yang berhubungan dengan masalah lain,
02:25yang seperti tadi saya sampaikan bahwa tidak hanya diukur dengan uang,
02:28nah, kita harus meningkatkan kompetensi kita.
02:31Karena kalau kita memutus juga hanya asal memutus,
02:34kita menyidangkan perkara hanya asal menyidangkan,
02:38tapi tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,
02:43kalau saya pikir itu juga kita tidak berintegritas.
02:46Pengalaman panjang dan beragam tantangan yang dihadapi Albertina Ho
02:51menjadi gambaran nyata bahwa integritas seorang hakim
02:55dibentuk dari proses yang tidak singkat.
02:57Momen yang paling menantang,
03:00kalau saya pikir untuk hakim perempuan,
03:03hakim laki-laki mungkin sama saja ya.
03:06Tapi khusus untuk saya,
03:07kalau yang paling menantang untuk menguji integritas itu sebenarnya,
03:11meskipun jarang,
03:13tapi kadang-kadang itu yang menyampaikan
03:16atau yang mau mencoba untuk menguji integritas kita ini
03:20adalah dari teman sendiri.
03:22Nah, ini sebenarnya kalau bagi saya itu yang sangat menantang.
03:25Karena bagaimana kita harus bisa meyakinkan teman kita
03:31bahwa ini seharusnya seperti ini, bukan seperti itu.
03:36Atau bagaimana kita harus bisa memberikan penjelasan
03:40sehingga orang yang meminta bantuan kita ini
03:43atau menyampaikan kepada kita ini
03:45atau misalnya dalam istilah lain mungkin bisa dikatakan
03:48menguji integritas kita ini,
03:50bisa memahami apa yang ada dalam pikiran kita.
03:55Di tengah tuntutan publik akan peradilan yang bersih,
03:59sosok hakim berintegritas menjadi fondasi kepercayaan publik
04:03terhadap penegakan hukum.
04:05Dan dari pengalaman para serikan di hukum Indonesia,
04:08kita belajar keadilan tak hanya ditegakkan oleh aturan,
04:12tetapi oleh hati nurani mereka yang menjalankannya.
04:15Tim Liputan Kumpas TV
04:25Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan