00:01Intro
00:11Menjadi hakim bukan sekadar menjatuhkan putusan.
00:15Bagi seorang hakim perempuan, tantangannya tak hanya soal tanggung jawab profesi,
00:19namun juga bagaimana menghadapi tekanan sosial yang seringkali masih berakar pada budaya tertentu
00:26yang membatasi peran dan kemampuan perempuan.
00:29Albertina Ho dikenal luas sebagai salah satu hakim perempuan yang memiliki reputasi tegas dan berintegritas.
00:37Menjabat sebagai ketua pengadilan tinggi Samarinda, karirnya di dunia peradilan,
00:42memperlihatkan komitmen kuat terhadap penegakan hukum dari sosok seorang perempuan.
00:47Tak hanya di Mahkamah Agung, beliau juga pernah mengemban tugas sebagai anggota dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi.
00:55Sebuah posisi yang menuntut keteguhan moral dan keberanian sikap.
01:00Kalau menurut saya, integritas itu tidak hanya diukur dengan kita tidak menerima uang,
01:09tapi lebih luas dari itu.
01:11Bahwa integritas itu juga diukur dari kejujuran kita,
01:16juga diukur dari bagaimana kita bekerja dengan baik,
01:20bekerja sesuai dengan peraturan yang ada.
01:23Nah, dengan kalau kita bekerja sesuai dengan peraturan yang ada,
01:27berarti kita ditantang untuk selalu meningkatkan kompetensi kita.
01:31Selalu belajar, tidak pernah puas dengan apa yang sudah kita punya,
01:37kita tetap harus belajar.
01:38Haus akan ilmu pengetahuan.
01:40Itu jelas.
01:41Nah, kemudian kalau berbicara ke yang lainnya lagi dengan memperkokoh integritas ini,
01:48tidak hanya dengan menerima uang ini, kita juga harus disiplin dalam bekerja.
01:52Disiplin dalam bekerja.
01:53Dan yang paling penting kalau kita berbicara masalah harus menjaga integritas juga,
01:58kita harus puas dengan apa yang kita miliki.
02:02Dan kita harus juga puas dengan apa yang menjadi hak kita.
02:06Jangan selalu melihat dan menginginkan hak orang lain.
02:10Cukup kita menerima hak kita, kita puas dengan apa yang kita miliki,
02:15mudah-mudahan integritas kita itu bisa terjaga dalam arti yang berhubungan dengan uang.
02:22Tapi kalau yang berhubungan dengan masalah lain,
02:25yang seperti tadi saya sampaikan bahwa tidak hanya diukur dengan uang,
02:28nah, kita harus meningkatkan kompetensi kita.
02:31Karena kalau kita memutus juga hanya asal memutus,
02:34kita menyidangkan perkara hanya asal menyidangkan,
02:38tapi tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,
02:43kalau saya pikir itu juga kita tidak berintegritas.
02:46Pengalaman panjang dan beragam tantangan yang dihadapi Albertina Ho
02:51menjadi gambaran nyata bahwa integritas seorang hakim
02:55dibentuk dari proses yang tidak singkat.
02:57Momen yang paling menantang,
03:00kalau saya pikir untuk hakim perempuan,
03:03hakim laki-laki mungkin sama saja ya.
03:06Tapi khusus untuk saya,
03:07kalau yang paling menantang untuk menguji integritas itu sebenarnya,
03:11meskipun jarang,
03:13tapi kadang-kadang itu yang menyampaikan
03:16atau yang mau mencoba untuk menguji integritas kita ini
03:20adalah dari teman sendiri.
03:22Nah, ini sebenarnya kalau bagi saya itu yang sangat menantang.
03:25Karena bagaimana kita harus bisa meyakinkan teman kita
03:31bahwa ini seharusnya seperti ini, bukan seperti itu.
03:36Atau bagaimana kita harus bisa memberikan penjelasan
03:40sehingga orang yang meminta bantuan kita ini
03:43atau menyampaikan kepada kita ini
03:45atau misalnya dalam istilah lain mungkin bisa dikatakan
03:48menguji integritas kita ini,
03:50bisa memahami apa yang ada dalam pikiran kita.
03:55Di tengah tuntutan publik akan peradilan yang bersih,
03:59sosok hakim berintegritas menjadi fondasi kepercayaan publik
04:03terhadap penegakan hukum.
04:05Dan dari pengalaman para serikan di hukum Indonesia,
04:08kita belajar keadilan tak hanya ditegakkan oleh aturan,
04:12tetapi oleh hati nurani mereka yang menjalankannya.
04:15Tim Liputan Kumpas TV
04:25Terima kasih telah menonton!
Komentar