Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Aksi tendangan kungfu mewarnai laga Elite Pro Academy (EPA) antara Bhayangkara Presisi Lampung U20 melawan Dewa United U20 yang berlangsung di Stadion Citarum Semarang pada Minggu 19 April 2026.

Sebelumnya terjadi keributan lebih dulu yang membuat laga berjalan panas memasuki menit akhir. Puncaknya, pemain Bhayangkara U20, Fadly Alberto melayangkan tendangan kungfu kepada pemain Dewa United.

Kejadian tersebut langsung mendapat kecaman keras dari masyarakat karena sangat membahayakan. Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 akhirnya buka suara terkait insiden tersebut.

Manajer tim Bhayangkara U20, Yongki Pandu Pamungkas menyebut laga awalnya berjalan normal. Bahkan timnya tetap fokus mengejar ketinggalan usai tertinggal 1-2 dari tim tamu. Namun situasi berubah memasuki menit 82, tensi pertandingan meningkat usai terjadi pelanggaran ringan yang berujung adu argumen antar pemain.

----------

Baca Berita Terpercaya lainnya di www.suaramerdeka.com, dan unduh aplikasi Suaramerdeka.com di App Store dan Play Store.

#suaramerdeka #suaramerdekacom #suaramerdekanetwork #fadlyalberto #manajemen #epau20 #bhayangkarafc #dewaunited
Transkrip
00:00Bukan soal skor, tapi soal sikap.
00:03Manajemen Bayangkara U20 akhirnya buka suara terkait insiden memalukan
00:07yang melibatkan timnya saat menjamu Dewa United U20.
00:11Apa pemicunya?
00:12Dalam pernyataan resminya, manajemen sangat menyayangkan kericuhan yang pecah di tengah laga.
00:18Mereka menegaskan bahwa tindakan tidak sportif sama sekali tidak mencerminkan visi klub,
00:23apalagi bagi para pemain muda yang diproyeksikan menjadi masa depan sepak bola nasional.
00:30Kami tidak memenangkan apa yang diproyeksikan oleh pemain kami.
00:34Rasanya itu juga istilahnya keindakan yang tidak baik, apalagi di usia dingin, kita tidak memenangkan.
00:42Namun pada bensuknya awalnya kita tidak sampai berpikiran seperti itu,
00:49karena pertandingan berjalan dengan baik.
00:53Di menit 81 ketika ada goal yang mungkin kami kira offset waktu itu,
01:03kami memprotes keputusan pasir, karena menurut kami itu offset.
01:08Namun setelah itu pertandingan berjalan, pertandingan berjalan tembani,
01:14di menit 82 atau 83, terjadilah sedikit mungkin pelanggaran yang dilakukan oleh kita,
01:25ataupun sudah kita jalan.
01:27Namun ada provokasi dari pemain Ewa terhadap pemain kami,
01:32timbulan tepcok antar pemain kami ke rakyat sama Juhan,
01:40saat itu tepcok dan terjadi pemukulan.
01:43Pemukulan yang dilakukan oleh pemain Ewa,
01:47setelah terjadi pemukulan, pemain Ewa berlari ke belas pemain.
01:51Dan disanalah ada provokasi seraya pemain Ewa menantang.
01:59Dan mungkin karena situasi memanas atau pertandingan lagi,
02:04kita untuk mengejar ketinggalan, akhirnya panas, emosi,
02:08anak-anak akhirnya mendatangi para pemain itu.
02:12Dan setelah disampai disipulat,
02:14ada pula sebenarnya pendangan pemain Ewa terhadap pemain kita.
02:22Dia berlari dari tengah lapangan,
02:24mengarah ke bench dan menenang pemain kita.
02:27Dan disitulah terjadi perkelahian,
02:30banyak pemain, banyak ofisial kita datang,
02:34para pelatih, para ofisial menarik untuk melerai,
02:38namun pelatih kita dapat kumpulan dari kakau,
02:41namun semuanya tidak kita ekspos.
02:45Dari pengakuan Behto sendiri,
02:47dia merasa ada pelakuan rasis terhadap dia.
02:52Dia dikatakan memaaf, hitam atau apa-apa.
02:56Sehingga dia merasa emosi dan meluatkan emosinya itu
03:01ke salah satu pemain yang berada di Firan di video.
03:05Pada waktu kita proses sama wasit,
03:08itu yang menjadi pemicunya,
03:10awal pemicunya ada pemain dari Dewa,
03:12itu mumpul,
03:13habis mumpul dia lari ke band,
03:15disitulah,
03:16itu terjadi awal,
03:17maksudnya,
03:18kerusuhan itu.
03:19Dari situ,
03:20anak-anak akan lari semua,
03:22lari semua ke band,
03:23untuk mengejar itu pemain.
03:26Dari situ saya kejar,
03:27saya belajar dari pengalaman pertandingan sebelumnya,
03:30mas ya,
03:31untuk U18 kan sudah ada penusuhan gitu.
03:34Saya mau tarik pemain,
03:35tahu tarik pemain agar nggak usah,
03:37nggak usah sudah,
03:38kita ingat,
03:39kita nanti kena gendah,
03:40sanksi kita lebih besar,
03:42jangan,
03:42tiba-tiba itulah yang saya nggak tahu,
03:44pukul itu pemain,
03:45saya tahu pemain cuma,
03:46mukanya saya nggak tuh,
03:48nanti sepukul,
03:49saya sampai terungkuk,
03:50dia lari.
03:52Dari situ saya,
03:53emosi lah saya,
03:54dari situ meledak,
03:55kok bisa,
03:55kok bisa.
03:56selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan