00:04Hari segelap terbitlah terang, sebuah kalimat ikonik yang menjadi simbol harapan bagi setiap perempuan yang pernah merasa terbatas.
00:11Meski meninggal di usia muda, 25 tahun, warisan Kartini tetap hidup dan dikenang sampai saat ini.
00:18Hai Sobat MTV Airlines, kembali lagi bersama saya Jessica Rolfadila.
00:21Setiap tanggal 21 April, kita memperingati hari Kartini, namun lebih dari sekedar kita memakai pakaian busana daerah,
00:28peringatan ini adalah tentang perjuangan hak-hak perempuan.
00:32Lahir dari keluarga bangsawan di Jepara, Kartini beruntung sempat mengenyam pendidikan di sekolah Belanda, ILS.
00:38Namun pada usia 12 tahun, ia harus menyerah pada tradisi pinggitan.
00:43Di tengah keterbatasan ruang gerak, Kartini tidak berhenti belajar.
00:47Ia terus bertukar pikiran melalui surat-menyurat dengan sahabatnya di Belanda, termasuk Rossa Abendanon.
00:53Dalam kegiatan surat-menyuratnya, Kartini menuangkan kritik tajam terhadap kondisi perempuan pribumi yang terkekang dan tidak berpendidikan.
01:02Ia mempupikan kesejahteraan dan keadilan sosial yang manusiawi.
01:05Meski wafat di usia yang sangat muda, warisan pemikirannya jauh melampaui batas usianya.
01:11Bukti nyata perjuangannya adalah pendirian sekolah perempuan di Jepara.
01:15Ini menjadi tonggak sejarah agar perempuan bisa mandiri.
01:18Setelah wafatnya Raden Ajang Kartini, kumpulan surat Kartini diterbitkan oleh JHA Abendanon pada tahun 1911,
01:27yang kemudian diterjemahkan oleh Armin Jepang dengan judul yang ikonik,
01:31Habis Gelap, Terbitlah Terang.
01:33Sobat MTV Airlines dari kisah Kartini ini mengajarkan kita bahwa pemikiran yang berani adalah awal dari perubahan besar.
01:39Sekarang tugas kita adalah melanjutkan cita-cita tersebut di bidang kita masing-masing.
01:44Jasa besarnya resmi diakui negara pada tahun 1964.
01:48Dimana pemerintah menganugerahi Kartini gelar pahlawan nasional.
01:52Sejak saat itu, setiap tahunnya kita memperingati hari Kartini.
01:56Bukan hanya sekedar seremonial, tapi sebagai peringatan untuk menyalakan semangat di era modern ini.
Komentar