Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengumumkan penemuan gas raksasa di Kutai, Kalimantan Timur, pada Senin (20/4/2026).

"Kami mau mengumumkan sesuatu yang kami anggap penting, dan ini merupakan bagian dari sejarah proses eksplorasi dalam rangka mencari cadangan-cadangan migas di negara kita," ujar Menteri ESDM Bahlil.

"Kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, ketegangan di Timur Tengah, serta Selat Hormuz yang ditutup, berdampak pada dinamika perekonomian yang mengarah kepada ketahanan energi di masing-masing negara," lanjutnya.

Menteri Bahlil juga mengungkapkan perintah Presiden Prabowo terkait eksplorasi di tengah konflik di Timur Tengah.

Baca Juga Kata Kementerian ESDM soal Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik di https://www.kompas.tv/ekonomi/663716/kata-kementerian-esdm-soal-harga-pertamax-turbo-dexlite-dan-pertamina-dex-naik

#bahlillahadalia #gas #breakingnews #kalimantantimur #kutai

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664100/breaking-menteri-esdm-bahlil-umumkan-penemuan-gas-raksasa-di-kutai-beber-perintah-presiden-prabowo
Transkrip
00:00Terima kasih.
00:37Terima kasih.
01:04Terima kasih.
01:30Terima kasih.
01:33Terima kasih.
01:33Terima kasih.
01:49Terima kasih.
01:53Terima kasih.
02:02Terima kasih.
02:07Terima kasih.
02:18Terima kasih.
02:27Terima kasih.
02:33Terima kasih.
02:37Terima kasih.
02:51Terima kasih.
02:58Terima kasih.
03:09Terima kasih.
03:19Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:43Terima kasih.
03:48Mirko.
03:49Mirko.
03:49Mirko.
03:50Mirko.
03:51Thank you ya.
03:52Baru dua minggu dia.
03:53Terima kasih.
04:07Terima kasih.
04:09Terima kasih.
04:14kubik fit untuk gas dan kita mendapat kondensat kurang lebih sekitar 300 juta barel minyak ekvivalen.
04:24Dengan demikian maka ini pada 2028 itu bisa kita maksimalkan mencapai kurang lebih sekitar 2000 mm untuk gas.
04:43Sekarang produksinya kurang lebih sekitar 600-700, nanti di 2028 kita akan berkembang di sekitar kurang lebih 2000 mm.
04:54Di 2030 itu akan kita kembangkan menjadi 3000 mm.
05:01Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali, ini giant.
05:08Dan dengan demikian selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028 itu kita sudah mulai produksi kondensat,
05:18itu kurang lebih sekitar 90.000 barel dan di 2029-2030 itu bisa nambah lagi menjadi 150.000 barel.
05:31Ini adalah strategi untuk bagaimana gas kita tidak kita lakukan impor dari negara manapun,
05:39kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi
05:45dan yang kedua ini akan mengurangi import krut kita dengan penambahan kondensat kurang lebih sekitar 90-150.000 barel nanti
05:55pada tahun 2030.
05:58Nama bloknya saya ulangi ya, kelegia ini di Kalimantan Timur.
06:04Ini di Kalimantan Timur.
06:06Yang petanya, ada petanya ini nggak?
06:10Petanya itu kurang lebih sekitar di atas 12 mil.
06:13dari daratan Kalimantan Timur.
06:18Yang kedua, saya juga menyampaikan kepada teman-teman bahwa sebelum ditemukan yang blok kelegia,
06:27kita juga menemukan blok gula.
06:32Nah, blok gula ini menghasilkan kurang lebih sekitar gas 2 triliun kubik fit
06:39dan 75 juta barel kondensat ekofalin dengan 75 juta tadi.
06:45Maka totalnya untuk gas dari dua blok ini, kelegia dan gula,
06:52itu menghasilkan 7 triliun kubik fit yang akan mulai berproduksi 2028
07:00dan 3.750.000 barel daripada konsentrat ekofalin dengan minyak.
07:09Nah, saya pikir teman-teman, ini adalah bagian strategi.
07:12Ini baru satu ya, ini ya.
07:13Kita belum bicara tentang blok abadi masyala.
07:19Kita juga belum berbicara tentang blok yang lain.
07:22Jadi, kami sekarang di Kementerian SDM,
07:25itu berpikir seperti,
07:27ya ibarat main bola itu seperti Barcelona.
07:31Bertahan dan menyerang.
07:33Jadi, kita mempertahankan produksi lifting yang ada,
07:37tapi juga kita menyerang untuk mencari potensi-potensi yang baru.
07:42Nah, diharapkan nanti di 2029, 2030,
07:46apa yang menjadi perintah Bapak Presiden
07:48untuk bisa kita mencapai lifting kita di angka 900 ribu sampai 1 juta,
07:53dengan ini saya pikir semakin hari semakin apa ya,
07:59mulai membuahkan hasil.
08:01Karena sekarang 610 ribu, 2027 akan naik lagi,
08:05kemudian 2028 tambah 90 ribu,
08:08kemudian 2029, 2030 akan tambah lagi sekitar 150 ribu.
08:15Jadi, insya Allah, ini memang butuh perjuangan keras.
08:19Saya pikir, teman-teman, dengan demikian,
08:23maka kami dapat memastikan bahwa untuk produksinya,
08:27saya tadi bicara sama pimpinan Pak Kairo,
08:30ini akan kita memanfaatkan optimalisasi terhadap pasar domestik.
08:35Selain itu, memang kita akan menyisikan sebagian untuk pasar ekspor.
08:39Karena kita juga butuh pasar luar.
08:42Kalau tidak, nanti LPG kita tidak dikirim, nanti dikirim dari luar.
08:47Nah, selain ini,
08:50saya akan meminta kepada Kepala SK Kami Gas
08:52untuk mengecek jenis daripada gasnya.
08:56Kalau gasnya C3, C4-nya cukup untuk kemudian kita bangun industri LPG,
09:02maka kita akan bangun langsung industri LPG di Kalimantan Timur
09:05untuk kemudian bisa memenuhi sebagian kebutuhan domestik kita.
09:11Karena kita mulai tahun ini juga,
09:14untuk lote itu membutuhkan kurang lebih sekitar 1,5 juta ton
09:18sebagai bahan baku daripada industri dia yang ada di Cilegon.
09:24Begitupun beberapa industri petrokemika lain
09:27yang memang membutuhkan gas dan LPG.
09:30Saya pikir itu, teman-teman, beberapa poin
09:33yang perlu saya sampaikan kepada teman-teman.
09:36Kenapa saya harus menyampaikan ini?
09:38Ini penting di era kondisi dunia
09:41yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka.
09:46Dan memang ini sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan
09:49bahwa ini anugerah yang diberikan
09:51dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan
09:57perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber
10:01minyak baru.
10:02Ini adalah hasil eksplorasi
10:03dan setelah ini mereka juga akan melakukan pengembangan
10:05untuk melakukan eksplorasi di beberapa wilayah lain
10:09selain daripada wilayah Kalimantan Timur.
10:11Demikian, teman-teman,
10:13ada yang mau ditanyakan, saya persilakan.
10:19Silahkan.
10:21Ini mumpung ada Pak Kiro di sini.
10:25Ini enggak omong-omong ini, ini barang serius ini.
10:28Dengan Eko Pak dari kantor Bita Bumbak,
10:30mau tanya tadi kan sudah ada target ya Pak,
10:322028 akan mulai produksinya.
10:35Itu apakah POD-nya sudah masuk ke pemerintah atau SKK gitu.
10:39Terus kira-kira kapan bisa disetujui POD-nya.
10:43Terus yang kedua,
10:45kalau untuk produksi gas yang saat ini ada Pak,
10:48terutama LNG,
10:49apakah pemerintah akan juga menambah alokasinya
10:54untuk konsumsi dalam negeri?
10:56Itu aja Pak. Terima kasih.
10:57Kalau POD-nya,
10:59POD-nya sudah selesai,
11:00bahkan sekarang sebagian sudah tender.
11:02Ya Pak Joko ya.
11:04Yang sebagian, yang tahap pertama sudah tender sekarang.
11:06POD-nya sudah selesai.
11:07Jadi bahkan saya membuat tim khusus
11:09untuk melakukan percepatan ini.
11:11Saya sendiri yang memimpin timnya.
11:13Jadi,
11:14enggak ada soal,
11:15dan ini produksinya mulai 2028.
11:18Sekarang tender kapalnya apa,
11:20pipa-pipanya semua sudah berjalan.
11:23Yang kedua,
11:24menyangkut dengan apa tadi?
11:29Alokasi untuk konsumsi dalam negeri di tahun 2026.
11:33Itu sudah clear.
11:34Termasuk dengan komitmen kita
11:35terhadap market kita di luar negeri,
11:39sekitar kurang lebih sekitar 28-30 persen
11:42total produksi gas kita itu
11:43memang kita ekspor untuk memenuhi komitmen
11:46dengan pasar luar negeri.
11:48Karena sebelum mereka kembangkan,
11:49kan sudah ada off-take-ernya.
11:51Dan itu sudah clear.
11:52Tidak seperti tahun 2025
11:54yang memang waktu itu kita defisit
11:57kurang lebih sekitar 40-50 kargo.
11:59Sekarang sudah kita clear-kan semuanya
12:01dan kita memenuhi kewajiban kita
12:03baik kepada dalam negeri
12:06maupun off-take-ernya di luar negeri.
12:08Jadi itu sudah clear, Mbak.
12:11Tidak ada.
12:13Tidak ada defisit.
12:14Kalau ekonominya naik,
12:16pasti penambahan lagi.
12:18Kalau penambahan lagi,
12:19kita cari akal lagi.
12:21Memang kita hidup ini harus butuh akal banyak
12:23agar menyelesaikan.
12:25Saya persilakan kalau masih ada yang lain.
12:28Oke?
12:30Oh, silakan.
12:33Eh, ini coba dijelaskan kepada Pak Keiromanan.
12:37Adi, adi.
12:38Eh, Dimas.
12:39Jangan saya ngomong, dia enggak paham.
12:40Bahaya ini.
12:42Lo translator.
12:43Waduh, kacau.
12:46Bahaya ini.
12:47Jangan kau pikir laki-laki ini dari vak-vak saja.
12:51Aduh, kacau ini.
12:53Lo translator dulu.
12:55Kasih, kasih, kasih, kasih kursi.
12:58Dimas.
12:59No, no, no, no, no.
13:00Harus bisa mengerti,
13:02tahu apa yang saya jelaskan.
13:08Udah bisa, Dimas?
13:10Sudah bisa lanjut?
13:11Silakan.
13:12Kok terjemahkan apa juga yang dia tanya?
13:15Dia ini bukan laki-laki lahir di vak-vak,
13:17terus paham semua hal.
13:22Ya, Pak.
13:23Saya Bernard, Pak, dari Petromindo.com, Pak.
13:25Mau klarifikasi, Pak.
13:27Itu tadi,
13:33blok
13:33geliga atau sumur geliga, Pak?
13:36Blok, blok, blok geliga.
13:39Itu bloknya
13:40Isganal,
13:41tapi bloknya geliga, Pak.
13:43Geliga.
13:44Sumurnya apa, Pak?
13:45Yang di Skapri, Pak?
13:46Pak, itu mesti saya jadi staff
13:47kapal SKK Miga sebaru saya ini.
13:49Yang jelas, bloknya blok geliga,
13:52nanti sumurnya,
13:53nanti kita kasih nama sumur,
13:54tergantung apa mau sumur apa.
13:57Sudah.
13:58Terima kasih, Pak.
13:59Sumur itu mau kita aja.
14:00Yang penting bloknya blok geliga, ya.
14:02Kalau kau mau kasih nama sumur,
14:04abu leke pun saya bikin.
14:10Oke, silahkan ada yang mau tanya lagi?
14:12Silahkan.
14:21Ada hubungannya nggak dengan ini?
14:24Nanti abis ini draw stop aja, ya.
14:26Masih resmi, ini.
14:28Silahkan.
14:29Yang tidak ada kaitannya dengan ini
14:31biar laki-laki bule ini tidak dengar, ya.
14:35Bisa sama domestik.
14:36Urusan domestik,
14:37jangan dibawa ke urusan global.
14:39Bahaya.
14:42Silahkan.
14:47Kasih mic.
14:57Reno, Pak, dari bisnis Indonesia.
14:58Ijin, Pak.
14:59Mungkin mau menanyakan, Pak.
15:00Dorongan dari pemerintah sendiri, Pak.
15:02Untuk mengakselerasi proyek-proyek gas ini
15:06yang udah ditemukan ini seperti apa?
15:08Mungkin evaluasi dari
15:09kayak blok-blok sebelumnya,
15:11kayak masalah yang progresnya,
15:12maka waktunya cukup lama, ya, Pak.
15:14Terus, mungkin bisa dielaborasi, Pak.
15:17Roadmap optimalisasi cadangan gas
15:19di dalam negeri akan seperti apa, Pak?
15:20Mengingat Indonesia, kan cadangan gasnya,
15:22besar banget, ya, Pak.
15:23Terima kasih, Pak.
15:25Yang pertama, makasih, ya, Pak.
15:27Dari media Indonesia, ya.
15:29Oh, bisnis Indonesia.
15:30Hari ini saya keluar di artikel,
15:32apa, bisnis atau di media, ya.
15:34Aku lihat foto aku gagah betul hari ini.
15:38Sekali-sekali melihat muka sendiri.
15:41Jadi yang pertama,
15:43apa sih yang dibutuhkan akselerasi
15:45dari pemerintah
15:45untuk mendorong agar ini percepatan?
15:49Sebagai bentuk keseriusan
15:50daripada pemerintah,
15:51saya meminta kepada
15:53kepala SKK Migas dan Nuamen
15:54untuk langsung mengasistensi secara teknis.
15:58Dan ketuanya langsung saya yang pimpin.
16:01Ini bukan lagi akselerasi,
16:02ini kakaknya akselerasi, nih.
16:05Kenapa?
16:05Kami kan memang menganggap
16:06ini sangat penting.
16:09Di tengah kondisi kayak begini,
16:11ini dibutuhkan survival mood.
16:14Tidak ada kata untuk memperlambat.
16:17Hanya ada satu kata,
16:18mempercepat.
16:19Kalau ada aturan yang menghambat,
16:23kita percepat.
16:24Kalau yang susah,
16:25kita mencoba untuk memediasi.
16:27Kalau ada staff yang memperlambat,
16:29kita rumahkan.
16:31Supaya jangan membuat
16:32gerakan tambahan.
16:34Kita ini gak main-main,
16:35urusan energi ini gak main-main.
16:37Yang kedua,
16:38menyangkut dengan peta
16:39tentang energi nanti
16:41forum khusus ya.
16:42Saya jelaskan tentang
16:44kondisi gas kita nanti ke depan.
16:47Yang penting saya umumkan untuk ini.
16:48Yang ketiga,
16:50saya harus mengapresiasi kepada ini.
16:52Jujur aja.
16:53Saya itu kan orangnya objektif aja.
16:55Kalau bagus,
16:56saya akan bilang bagus.
16:57Kalau gak bagus,
16:58saya akan bilang gak bagus.
16:59Ini berbeda dengan impact.
17:02Kalau mereka dikerjanya dulu cepat,
17:04tak,
17:05sudah hasilnya,
17:07lapor.
17:09Kalau yang lain ini,
17:10omong dulu,
17:12tidak tahu hasil kapan.
17:14Makanya kita butuh
17:15langkah-langkah taktis.
17:17Itu.
17:18Jadi,
17:18saya mengapresiasilah.
17:20Dan ini adalah kolaborasi yang baik.
17:22Mereka juga
17:22melakukan kerjasama dengan Pertamina.
17:25Saya minta untuk mereka juga
17:26harus ada kolaborasi dengan Pertamina.
17:28Selain itu,
17:29kita harus memberikan opsi juga
17:30untuk mereka membuat
17:31kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain
17:33di luar Indonesia
17:35yang bisa
17:36berkolaborasi
17:37dalam rangka percepatan
17:38untuk bagaimana
17:39mengeksekusi dan meningkatkan
17:41lifting terkait dengan produksi.
17:43Begitu.
17:44Saya pikir cukup ya.
17:46Saya tahu,
17:46kalian tunggu saya
17:47drop stop,
17:48tuh.
17:50ada yang mau ditanyakan ke Pak
17:53Siro?
17:55Gak ada.
17:56Oke, Pak Siro,
17:57sini kita foto disini
17:58biar mereka lihat.
18:01Joko sini.
18:06Ini Pak Siro ini yang tadi
18:09headquarter untuk
18:11Asia Pasifik dan Middle East.
18:13kemudian ini adalah
18:15perwakilan Eni yang baru.
18:17Pak, siapa namanya?
18:19Mirko Araldi.
18:21Kalau yang ini
18:21kapal SKK Minggas.
18:22Kapalanya udah botak terus.
18:30Pak, Pak.
18:313, 2, 1.
18:36Patin ini barang.
18:37Pak, Pak.
Komentar

Dianjurkan