00:00Terima kasih.
00:37Terima kasih.
01:04Terima kasih.
01:30Terima kasih.
01:33Terima kasih.
01:33Terima kasih.
01:49Terima kasih.
01:53Terima kasih.
02:02Terima kasih.
02:07Terima kasih.
02:18Terima kasih.
02:27Terima kasih.
02:33Terima kasih.
02:37Terima kasih.
02:51Terima kasih.
02:58Terima kasih.
03:09Terima kasih.
03:19Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:43Terima kasih.
03:48Mirko.
03:49Mirko.
03:49Mirko.
03:50Mirko.
03:51Thank you ya.
03:52Baru dua minggu dia.
03:53Terima kasih.
04:07Terima kasih.
04:09Terima kasih.
04:14kubik fit untuk gas dan kita mendapat kondensat kurang lebih sekitar 300 juta barel minyak ekvivalen.
04:24Dengan demikian maka ini pada 2028 itu bisa kita maksimalkan mencapai kurang lebih sekitar 2000 mm untuk gas.
04:43Sekarang produksinya kurang lebih sekitar 600-700, nanti di 2028 kita akan berkembang di sekitar kurang lebih 2000 mm.
04:54Di 2030 itu akan kita kembangkan menjadi 3000 mm.
05:01Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali, ini giant.
05:08Dan dengan demikian selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028 itu kita sudah mulai produksi kondensat,
05:18itu kurang lebih sekitar 90.000 barel dan di 2029-2030 itu bisa nambah lagi menjadi 150.000 barel.
05:31Ini adalah strategi untuk bagaimana gas kita tidak kita lakukan impor dari negara manapun,
05:39kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi
05:45dan yang kedua ini akan mengurangi import krut kita dengan penambahan kondensat kurang lebih sekitar 90-150.000 barel nanti
05:55pada tahun 2030.
05:58Nama bloknya saya ulangi ya, kelegia ini di Kalimantan Timur.
06:04Ini di Kalimantan Timur.
06:06Yang petanya, ada petanya ini nggak?
06:10Petanya itu kurang lebih sekitar di atas 12 mil.
06:13dari daratan Kalimantan Timur.
06:18Yang kedua, saya juga menyampaikan kepada teman-teman bahwa sebelum ditemukan yang blok kelegia,
06:27kita juga menemukan blok gula.
06:32Nah, blok gula ini menghasilkan kurang lebih sekitar gas 2 triliun kubik fit
06:39dan 75 juta barel kondensat ekofalin dengan 75 juta tadi.
06:45Maka totalnya untuk gas dari dua blok ini, kelegia dan gula,
06:52itu menghasilkan 7 triliun kubik fit yang akan mulai berproduksi 2028
07:00dan 3.750.000 barel daripada konsentrat ekofalin dengan minyak.
07:09Nah, saya pikir teman-teman, ini adalah bagian strategi.
07:12Ini baru satu ya, ini ya.
07:13Kita belum bicara tentang blok abadi masyala.
07:19Kita juga belum berbicara tentang blok yang lain.
07:22Jadi, kami sekarang di Kementerian SDM,
07:25itu berpikir seperti,
07:27ya ibarat main bola itu seperti Barcelona.
07:31Bertahan dan menyerang.
07:33Jadi, kita mempertahankan produksi lifting yang ada,
07:37tapi juga kita menyerang untuk mencari potensi-potensi yang baru.
07:42Nah, diharapkan nanti di 2029, 2030,
07:46apa yang menjadi perintah Bapak Presiden
07:48untuk bisa kita mencapai lifting kita di angka 900 ribu sampai 1 juta,
07:53dengan ini saya pikir semakin hari semakin apa ya,
07:59mulai membuahkan hasil.
08:01Karena sekarang 610 ribu, 2027 akan naik lagi,
08:05kemudian 2028 tambah 90 ribu,
08:08kemudian 2029, 2030 akan tambah lagi sekitar 150 ribu.
08:15Jadi, insya Allah, ini memang butuh perjuangan keras.
08:19Saya pikir, teman-teman, dengan demikian,
08:23maka kami dapat memastikan bahwa untuk produksinya,
08:27saya tadi bicara sama pimpinan Pak Kairo,
08:30ini akan kita memanfaatkan optimalisasi terhadap pasar domestik.
08:35Selain itu, memang kita akan menyisikan sebagian untuk pasar ekspor.
08:39Karena kita juga butuh pasar luar.
08:42Kalau tidak, nanti LPG kita tidak dikirim, nanti dikirim dari luar.
08:47Nah, selain ini,
08:50saya akan meminta kepada Kepala SK Kami Gas
08:52untuk mengecek jenis daripada gasnya.
08:56Kalau gasnya C3, C4-nya cukup untuk kemudian kita bangun industri LPG,
09:02maka kita akan bangun langsung industri LPG di Kalimantan Timur
09:05untuk kemudian bisa memenuhi sebagian kebutuhan domestik kita.
09:11Karena kita mulai tahun ini juga,
09:14untuk lote itu membutuhkan kurang lebih sekitar 1,5 juta ton
09:18sebagai bahan baku daripada industri dia yang ada di Cilegon.
09:24Begitupun beberapa industri petrokemika lain
09:27yang memang membutuhkan gas dan LPG.
09:30Saya pikir itu, teman-teman, beberapa poin
09:33yang perlu saya sampaikan kepada teman-teman.
09:36Kenapa saya harus menyampaikan ini?
09:38Ini penting di era kondisi dunia
09:41yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka.
09:46Dan memang ini sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan
09:49bahwa ini anugerah yang diberikan
09:51dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan
09:57perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber
10:01minyak baru.
10:02Ini adalah hasil eksplorasi
10:03dan setelah ini mereka juga akan melakukan pengembangan
10:05untuk melakukan eksplorasi di beberapa wilayah lain
10:09selain daripada wilayah Kalimantan Timur.
10:11Demikian, teman-teman,
10:13ada yang mau ditanyakan, saya persilakan.
10:19Silahkan.
10:21Ini mumpung ada Pak Kiro di sini.
10:25Ini enggak omong-omong ini, ini barang serius ini.
10:28Dengan Eko Pak dari kantor Bita Bumbak,
10:30mau tanya tadi kan sudah ada target ya Pak,
10:322028 akan mulai produksinya.
10:35Itu apakah POD-nya sudah masuk ke pemerintah atau SKK gitu.
10:39Terus kira-kira kapan bisa disetujui POD-nya.
10:43Terus yang kedua,
10:45kalau untuk produksi gas yang saat ini ada Pak,
10:48terutama LNG,
10:49apakah pemerintah akan juga menambah alokasinya
10:54untuk konsumsi dalam negeri?
10:56Itu aja Pak. Terima kasih.
10:57Kalau POD-nya,
10:59POD-nya sudah selesai,
11:00bahkan sekarang sebagian sudah tender.
11:02Ya Pak Joko ya.
11:04Yang sebagian, yang tahap pertama sudah tender sekarang.
11:06POD-nya sudah selesai.
11:07Jadi bahkan saya membuat tim khusus
11:09untuk melakukan percepatan ini.
11:11Saya sendiri yang memimpin timnya.
11:13Jadi,
11:14enggak ada soal,
11:15dan ini produksinya mulai 2028.
11:18Sekarang tender kapalnya apa,
11:20pipa-pipanya semua sudah berjalan.
11:23Yang kedua,
11:24menyangkut dengan apa tadi?
11:29Alokasi untuk konsumsi dalam negeri di tahun 2026.
11:33Itu sudah clear.
11:34Termasuk dengan komitmen kita
11:35terhadap market kita di luar negeri,
11:39sekitar kurang lebih sekitar 28-30 persen
11:42total produksi gas kita itu
11:43memang kita ekspor untuk memenuhi komitmen
11:46dengan pasar luar negeri.
11:48Karena sebelum mereka kembangkan,
11:49kan sudah ada off-take-ernya.
11:51Dan itu sudah clear.
11:52Tidak seperti tahun 2025
11:54yang memang waktu itu kita defisit
11:57kurang lebih sekitar 40-50 kargo.
11:59Sekarang sudah kita clear-kan semuanya
12:01dan kita memenuhi kewajiban kita
12:03baik kepada dalam negeri
12:06maupun off-take-ernya di luar negeri.
12:08Jadi itu sudah clear, Mbak.
12:11Tidak ada.
12:13Tidak ada defisit.
12:14Kalau ekonominya naik,
12:16pasti penambahan lagi.
12:18Kalau penambahan lagi,
12:19kita cari akal lagi.
12:21Memang kita hidup ini harus butuh akal banyak
12:23agar menyelesaikan.
12:25Saya persilakan kalau masih ada yang lain.
12:28Oke?
12:30Oh, silakan.
12:33Eh, ini coba dijelaskan kepada Pak Keiromanan.
12:37Adi, adi.
12:38Eh, Dimas.
12:39Jangan saya ngomong, dia enggak paham.
12:40Bahaya ini.
12:42Lo translator.
12:43Waduh, kacau.
12:46Bahaya ini.
12:47Jangan kau pikir laki-laki ini dari vak-vak saja.
12:51Aduh, kacau ini.
12:53Lo translator dulu.
12:55Kasih, kasih, kasih, kasih kursi.
12:58Dimas.
12:59No, no, no, no, no.
13:00Harus bisa mengerti,
13:02tahu apa yang saya jelaskan.
13:08Udah bisa, Dimas?
13:10Sudah bisa lanjut?
13:11Silakan.
13:12Kok terjemahkan apa juga yang dia tanya?
13:15Dia ini bukan laki-laki lahir di vak-vak,
13:17terus paham semua hal.
13:22Ya, Pak.
13:23Saya Bernard, Pak, dari Petromindo.com, Pak.
13:25Mau klarifikasi, Pak.
13:27Itu tadi,
13:33blok
13:33geliga atau sumur geliga, Pak?
13:36Blok, blok, blok geliga.
13:39Itu bloknya
13:40Isganal,
13:41tapi bloknya geliga, Pak.
13:43Geliga.
13:44Sumurnya apa, Pak?
13:45Yang di Skapri, Pak?
13:46Pak, itu mesti saya jadi staff
13:47kapal SKK Miga sebaru saya ini.
13:49Yang jelas, bloknya blok geliga,
13:52nanti sumurnya,
13:53nanti kita kasih nama sumur,
13:54tergantung apa mau sumur apa.
13:57Sudah.
13:58Terima kasih, Pak.
13:59Sumur itu mau kita aja.
14:00Yang penting bloknya blok geliga, ya.
14:02Kalau kau mau kasih nama sumur,
14:04abu leke pun saya bikin.
14:10Oke, silahkan ada yang mau tanya lagi?
14:12Silahkan.
14:21Ada hubungannya nggak dengan ini?
14:24Nanti abis ini draw stop aja, ya.
14:26Masih resmi, ini.
14:28Silahkan.
14:29Yang tidak ada kaitannya dengan ini
14:31biar laki-laki bule ini tidak dengar, ya.
14:35Bisa sama domestik.
14:36Urusan domestik,
14:37jangan dibawa ke urusan global.
14:39Bahaya.
14:42Silahkan.
14:47Kasih mic.
14:57Reno, Pak, dari bisnis Indonesia.
14:58Ijin, Pak.
14:59Mungkin mau menanyakan, Pak.
15:00Dorongan dari pemerintah sendiri, Pak.
15:02Untuk mengakselerasi proyek-proyek gas ini
15:06yang udah ditemukan ini seperti apa?
15:08Mungkin evaluasi dari
15:09kayak blok-blok sebelumnya,
15:11kayak masalah yang progresnya,
15:12maka waktunya cukup lama, ya, Pak.
15:14Terus, mungkin bisa dielaborasi, Pak.
15:17Roadmap optimalisasi cadangan gas
15:19di dalam negeri akan seperti apa, Pak?
15:20Mengingat Indonesia, kan cadangan gasnya,
15:22besar banget, ya, Pak.
15:23Terima kasih, Pak.
15:25Yang pertama, makasih, ya, Pak.
15:27Dari media Indonesia, ya.
15:29Oh, bisnis Indonesia.
15:30Hari ini saya keluar di artikel,
15:32apa, bisnis atau di media, ya.
15:34Aku lihat foto aku gagah betul hari ini.
15:38Sekali-sekali melihat muka sendiri.
15:41Jadi yang pertama,
15:43apa sih yang dibutuhkan akselerasi
15:45dari pemerintah
15:45untuk mendorong agar ini percepatan?
15:49Sebagai bentuk keseriusan
15:50daripada pemerintah,
15:51saya meminta kepada
15:53kepala SKK Migas dan Nuamen
15:54untuk langsung mengasistensi secara teknis.
15:58Dan ketuanya langsung saya yang pimpin.
16:01Ini bukan lagi akselerasi,
16:02ini kakaknya akselerasi, nih.
16:05Kenapa?
16:05Kami kan memang menganggap
16:06ini sangat penting.
16:09Di tengah kondisi kayak begini,
16:11ini dibutuhkan survival mood.
16:14Tidak ada kata untuk memperlambat.
16:17Hanya ada satu kata,
16:18mempercepat.
16:19Kalau ada aturan yang menghambat,
16:23kita percepat.
16:24Kalau yang susah,
16:25kita mencoba untuk memediasi.
16:27Kalau ada staff yang memperlambat,
16:29kita rumahkan.
16:31Supaya jangan membuat
16:32gerakan tambahan.
16:34Kita ini gak main-main,
16:35urusan energi ini gak main-main.
16:37Yang kedua,
16:38menyangkut dengan peta
16:39tentang energi nanti
16:41forum khusus ya.
16:42Saya jelaskan tentang
16:44kondisi gas kita nanti ke depan.
16:47Yang penting saya umumkan untuk ini.
16:48Yang ketiga,
16:50saya harus mengapresiasi kepada ini.
16:52Jujur aja.
16:53Saya itu kan orangnya objektif aja.
16:55Kalau bagus,
16:56saya akan bilang bagus.
16:57Kalau gak bagus,
16:58saya akan bilang gak bagus.
16:59Ini berbeda dengan impact.
17:02Kalau mereka dikerjanya dulu cepat,
17:04tak,
17:05sudah hasilnya,
17:07lapor.
17:09Kalau yang lain ini,
17:10omong dulu,
17:12tidak tahu hasil kapan.
17:14Makanya kita butuh
17:15langkah-langkah taktis.
17:17Itu.
17:18Jadi,
17:18saya mengapresiasilah.
17:20Dan ini adalah kolaborasi yang baik.
17:22Mereka juga
17:22melakukan kerjasama dengan Pertamina.
17:25Saya minta untuk mereka juga
17:26harus ada kolaborasi dengan Pertamina.
17:28Selain itu,
17:29kita harus memberikan opsi juga
17:30untuk mereka membuat
17:31kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain
17:33di luar Indonesia
17:35yang bisa
17:36berkolaborasi
17:37dalam rangka percepatan
17:38untuk bagaimana
17:39mengeksekusi dan meningkatkan
17:41lifting terkait dengan produksi.
17:43Begitu.
17:44Saya pikir cukup ya.
17:46Saya tahu,
17:46kalian tunggu saya
17:47drop stop,
17:48tuh.
17:50ada yang mau ditanyakan ke Pak
17:53Siro?
17:55Gak ada.
17:56Oke, Pak Siro,
17:57sini kita foto disini
17:58biar mereka lihat.
18:01Joko sini.
18:06Ini Pak Siro ini yang tadi
18:09headquarter untuk
18:11Asia Pasifik dan Middle East.
18:13kemudian ini adalah
18:15perwakilan Eni yang baru.
18:17Pak, siapa namanya?
18:19Mirko Araldi.
18:21Kalau yang ini
18:21kapal SKK Minggas.
18:22Kapalanya udah botak terus.
18:30Pak, Pak.
18:313, 2, 1.
18:36Patin ini barang.
18:37Pak, Pak.
Komentar