Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa kenaikan harga elpiji non-subsidi dan kenaikan harga BBM non-subsidi terjadi karena mengikuti harga pasar.

Pemerintah juga memastikan stok dan harga LPG 3 kilogram bersubsidi dalam kondisi aman.

Bahlil menyebut bahwa ketika nantinya harga pasar turun, secara otomatis elpiji dan BBM non-subsidi akan kembali turun.

Pemerintah menjamin harga elpiji subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tetap di bawah harga eceran tertentu.

Per 18 April kemarin, Pertamina Patra Niaga memang telah melakukan penyesuaian harga untuk elpiji non-subsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Terkait kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa situasi geopolitik tidak semuanya bisa disampaikan kepada masyarakat. Namun, ia memastikan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus berkomunikasi dengan pihak Iran.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Jelang Akhir Gencatan Senjata, Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Kian Memanas | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/664176/jelang-akhir-gencatan-senjata-ketegangan-as-iran-di-selat-hormuz-kian-memanas-sapa-malam

#bahlil #menteriesdm #elpiji #bbm

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664187/harga-elpiji-nonsubsidi-5-5-kg-dan-12-kg-naik-ini-kata-bahlil-sapa-malam
Transkrip
00:00Sorotan selanjutnya, Menteri SDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa kenaikan harga LPG non-subsidi dan kenaikan harga BBM non-subsidi terjadi
00:07karena mengikuti harga pasar.
00:11Pemerintah juga memastikan stok dan harga LPG 3 kg bersubsidi dalam kondisi aman.
00:17Bahlil bilang bahwa ketika nantinya harga pasar turun, secara otomatis LPG dan BBM non-subsidi akan kembali turun.
00:23Pemerintah menjamin harga LPG subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tetap di bawah harga eceran tertentu.
00:31Per-18 April kemarin, Pertamina Patra Niaga memang telah melakukan penyesuaian harga untuk LPG non-subsidi 5,5 kg dan
00:4112 kg.
00:45Nah, kenapa harganya naik?
00:47Jadi, saya katakan bahwa kita menyatur harga yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya yang gak naik itu adalah yang bersubsidi.
00:56Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri.
01:02Restoran, hotel.
01:05Jadi itu memang tidak kita atur harganya, dia menyelesaikan dengan harga pasar.
01:12Begitu, bos.
01:12Ini akan ada formulasinya.
01:15Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco.
01:19Jadi kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga.
01:23Kalau harga dunia naik, naik.
01:26Tapi kalau untuk LPG 3 kg, sejak LPG diterapkan tahun 2006,
01:352006-2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah.
01:47Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan.
01:53Itu kira-kira.
01:55Dan terkait kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz,
01:59Bah Lillah Dalia bilang bahwa situasi geopolitik tidak semuanya bisa disampaikan kepada masyarakat.
02:04Namun ia memastikan pemerintah melalui kementerian luar negeri terus berkomunikasi dengan pihak Iran.
02:14Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran.
02:22Kolaborasi SDM dengan Menlu, Kemenlu, itu juga kita lakukan terus.
02:27Doain ya, karena tidak semuanya harus kita sampaikan kepada publik.
02:32Ini bicara geopolitik dalam kondisi kayak begini,
02:35ya boleh kita terbuka, tapi jangan tahu banyak terbuka-terbuka lah.
02:38Nanti malu juga kita ya.
02:39Operator kapalnya katanya ini orang India ya Pak?
02:42Saya tidak tahu ya.
02:44Berarti saya harus jadi direktur operasional perusahaan itu harus saya tahu.
02:49Mbak, kamu pikir menteri SDM itu tahu semua ya?
02:52Oke ya, makasih ya.
02:54Makasih ya, makasih, makasih.
Komentar

Dianjurkan