KOMPAS.TV - Seberapa besar pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang menyebut S&P akan mempertahankan rating RI terhadap kinerja IHSG ke depan?
Bagaimana pula tensi geopolitik hingga hasil tinjauan MSCI memengaruhi pergerakan IHSG?
Kita langsung tanyakan kepada Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas.
#IHSG #menkeu #purbaya
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga TNI & Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung di Pekalongan, Jadi Akses Penghubung Antar Desa di https://www.kompas.tv/regional/664063/tni-warga-gotong-royong-bangun-jembatan-gantung-di-pekalongan-jadi-akses-penghubung-antar-desa
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664064/full-pernyataan-menkeu-soal-s-p-pertahankan-rating-ri-bagaimana-pengaruhnya-ke-ihsg
Bagaimana pula tensi geopolitik hingga hasil tinjauan MSCI memengaruhi pergerakan IHSG?
Kita langsung tanyakan kepada Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas.
#IHSG #menkeu #purbaya
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga TNI & Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung di Pekalongan, Jadi Akses Penghubung Antar Desa di https://www.kompas.tv/regional/664063/tni-warga-gotong-royong-bangun-jembatan-gantung-di-pekalongan-jadi-akses-penghubung-antar-desa
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664064/full-pernyataan-menkeu-soal-s-p-pertahankan-rating-ri-bagaimana-pengaruhnya-ke-ihsg
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Ian Rahman.
00:05Dan Kompas Bisnis di awal pekan ini membahas yang satu ini, Saudara, ini terkait dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa
00:12yang bilang ada sinyal positif dari lembaga pemeringkat global S&P terkait dengan peringkat kredit Indonesia.
00:18Setelah melakukan pertemuan dengan pihak S&P dalam rangkaian lawatannya ke Washington DC, Amerika Serikat beberapa hari lalu,
00:25Menteri Keuangan Purbaya bilang lembaga tersebut menilai kinerja ekonomi RI masih solid sehingga tidak ada perubahan outlook dalam waktu dekat.
00:35Lebih lanjut, Saudara, Purbaya menegaskan S&P bahkan memberikan indikasi peringkat kredit Indonesia berada dalam kondisi aman untuk beberapa waktu
00:43ke depan.
00:44Meski demikian, S&P memperingatkan soal kondisi fiskal Indonesia, khususnya rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara.
00:51S&P menilai rasio pembayaran bunga perlu dijaga agar tidak membebani fiskal ke depan.
00:58Kepada Kompas Bisnis, Menteri Keuangan Purbaya bilang, Juni nanti S&P akan ke Indonesia dan akan melakukan double check sebelum
01:06merilis rating outlook RI.
01:10Outlook stabil katanya.
01:13Saya mukanya kan agak kaget.
01:14Dia tanya gini, uh kenapa kamu kaget?
01:17Kamu expect turun ya?
01:19Dia bilang enggak, emang sebenarnya seperti itu karena fondasi kita bagus.
01:24Mereka setuju dengan pandangan gitu kan, jadi dalam waktu dekat kita masih stabil.
01:31Kan yang lain dia bilang enggak, ini menurut S&P, performance kita masih bagus.
01:37Walaupun ada konsen sana-sini, tapi secara umum masih baik sehingga outlooknya stabil.
01:44Dan mereka bilang, mungkin mereka mikir saya enggak ngerti.
01:49Dia tanya begini, tahu enggak itu apa artinya?
01:53Enggak tahu apa artinya saya tanya.
01:56Mereka bilang artinya sampai dua tahun ke depan kira-kira peringkat kamu aman.
02:01Artinya yang triple B itu aman sampai dua tahun ke depan.
02:04Itu kata orang S&P.
02:08Oh yang jelas dalam waktu dekat enggak ada perubahan.
02:11Juni nanti dia akan double check lagi apakah kita masih sesuai dengan harapan mereka.
02:17Tapi rasanya yang mereka singgung, mereka kayaknya percaya anggaran kita aman.
02:24Dan yang mereka singgung hanya sedikit sekali dan mereka percaya bahwa kita bisa memenuhi hal itu.
02:30Dia hanya bilang Juni akan ke Indonesia dan dia akan menemui saya di Indonesia nanti.
02:36Ya saudara, lalu seberapa besar klaim dari Menke Purbaya yang bilang S&P akan mempertahankan rating RI terhadap kinerja IHSG?
02:44Kita lihat data.
02:46Nah ini dia saudara, dari pergerakan IHSG selama sepekan terakhir terpantau.
02:50Ini rata-rata berada di atas level 7.500.
02:54Sempat naik turun tipis namun kembali menghijau pada penutupan perdagangan hari Jumat lalu.
02:59Kita lihat secara lebih detailnya pada awal pekan pada hari Senin tanggal 13 April lalu IHSG berada di level 7
03:06.500.
03:07Kemudian naik di 14 April ataupun di hari Selasa di level 7.675.
03:13Dan turun tipis di 15 April di level 7.623.
03:19Kemudian masih berada di 7.600an di tanggal 16 April.
03:23Tepatnya 7.621, kemudian pada penutupan perdagangan hari Jumat lalu IHSG terkarek ke 7.634.
03:31Dan ini sebetulnya naiknya tipis begitu.
03:34Lalu pertanyaannya saudara, ini menghijaui IHSG ini.
03:37Apakah dipengaruhi oleh pernyataan Purbaya soal S&P atau sebetulnya ada sentimen lain?
03:43Sebelum ke sana saudara, kita lihat dulu kinerja sektor saham selama sepekan terakhir.
03:48Kita lihat.
03:50Nah ini dia saudara, jika 2 pekan lalu ada beberapa sektor saham yang naiknya signifikan hingga belasan persen,
03:57tampaknya pada pekan lalu kenaikannya tidak setinggi itu, bahkan terpantau ada yang minus.
04:01Kita lihat dari sektor barang baku yang sebelumnya ini naik belasan persen, hanya naik tipis 0,61 persen di pekan
04:09lalu.
04:10Sementara yang minus ada di sektor keuangan yaitu minus 1,05 persen tipis sebetulnya.
04:15Kemudian infrastruktur naik 3,24 persen, properti naik 2,55 persen, dan energi 1,99 persen.
04:27Sektor siklikar ini turun paling dalam minus 3,96 persen, dan sektor teknologi naik 1,41 persen.
04:36Sementara yang naik paling tinggi dari pantauan sepekan terakhir ada di sektor industrial, ini 5,89 persen.
04:44Salah satu kinerja saham yang menurun ada di sektor keuangan termasuk perbankan.
04:48Kita lihat seperti apa kinerja saham Big Bank selama sepekan terakhir.
04:53Nah ini dia saudara, tepat sekali kinerja saham Big Bank selama sepekan terakhir terpantau menurun kecuali Bank Rakyat Indonesia yang
05:02naik tipis 1,18 persen.
05:06Namun sisanya turun ataupun minus. Kita lihat yang terdalam ini ada BCA minus ataupun turun 4,10 persen.
05:16Sementara di BNI ada 0,54 persen dan Bank Mandiri ini turun 1,07 persen.
05:26Menteri Keuangan boleh bilang jika S&P akan mempertahankan rating RI di stabil.
05:32Namun bagaimana dengan investor asing? Apakah serta-merta mempercayakan uang mereka di bursa saham Indonesia?
05:40Kita lihat data berikutnya.
05:43Nah ini dia arus dana asing yang keluar dalam sepekan terakhir.
05:47Nyatanya belum demikian saudara.
05:49Data menunjukkan arus dana asing yang keluar dari bursa efek Indonesia selama sepekan terakhir jumlahnya mencapai 1,59 triliun rupiah.
05:58Tampaknya ini bukan sekadar menunggu rilis S&P.
06:01Investor juga masih wet and see dengan hasil peninjauan indeks MSCI pada bulan depan.
06:08Apakah akan memangkas bobot saham-saham Indonesia di indeks mereka?
06:12Lalu saudara, seberapa jauh pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa yang bilang S&P akan pertahankan rating RI terhadap kinerja
06:21IHSG ke depan?
06:22Dan apa saja sentimen lain yang mempengaruhi indeks selama sepekan terakhir?
06:26Kompas Bisnis akan membahasnya usaha jeda. Tetaplah bersama kami.
06:31Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis, saudara.
06:35Saudara, seberapa besar pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa yang bilang S&P akan mempertahankan rating RI
06:42terhadap kinerja IHSG ke depan?
06:44Lalu bagaimana pula tensi geopolitik hingga hasil tinjauan MSCI mempengaruhi IHSG?
06:50Kita langsung tanya kepada Lisa Camellia Suryanata, Head of Equity Research Kewom Sekuritas.
06:55Bu Lisa, selamat pagi.
06:57Halo, selamat pagi Mas Yan.
06:59Bu Lisa, ini banyak banget kan ya dinamika terakhir-terakhir ini.
07:03Ada domestik, ada global, termasuk kemarin juga ada kunjungan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa ke Amerika Serikat.
07:09Menurut Anda, seberapa besar kontribusi statement dari Menteri Keuangan soal S&P terhadap pergerakan IHSG pekan lalu yang ditutup menghijau?
07:19First of all, saya cukup appreciate dengan apa yang dilakukan Pak Purbaya dan tim Kementerian Keuangan
07:26untuk jemput bola roadshow ke US, mendatangi financial institutions besar seperti S&P Global,
07:35juga bicara dengan BlackRock dan lain-lain.
07:38Ini adalah suatu upaya untuk memperlancar komunikasi ke luar, eksternal, dan juga ke dalam Indonesia terhadap para pelaku pasar di
07:50sini.
07:51Jadi, adanya usaha proaktif dari Kementerian Keuangan ini
07:57mempresentasikan kondisi Indonesia saat ini,
07:59terus kemudian berusaha meyakinkan investors akan ketahanan fundamental kita.
08:03Ini adalah suatu cara yang bisa dibilang bisa menenangkan pasar untuk saat ini.
08:12Apalagi ketika di tengah tingginya ketidakpastian global saat ini,
08:17kita pun terancam energy shock,
08:19mungkin karena as per hari ini,
08:24dua kapal Pertamina yang masih nyangkut di Selat Hormuz itu belum bisa keluar.
08:28Tapi, at the same time, pemerintah juga proaktif mendekati Rusia, mau membeli minyak Rusia.
08:34Nah, hal-hal semacam itu yang saya rasa cukup banyak pengaruhnya ke kenaikan IHSG belakangan ini.
08:44Berarti artinya, klaim soal S&P, kan sebetulnya S&P ini belum mengeluarkan rilis.
08:49Kabarnya baru akan mengeluarkan rilis pada Juni nanti.
08:53Namun, Pak Purbaya ini sepertinya memberikan bocoran begitu,
08:56bahwa rating atau peringkat R ini aman dua tahun ke depan.
09:00Apakah sedikit banyak ini mempengaruhi IHSG, Bu?
09:02Soal pernyataan ini khususnya?
09:05Yes, karena kalau dilihat dari,
09:09maksudnya saya berusaha mengerti kenapa Pak Purbaya melakukan hal itu,
09:14dan apa impact-nya ke market gitu.
09:18Ini saya rasa mungkin untuk tidak mengulangi kesalahan yang terjadi ketika saat MSCI.
09:23Ketika waktu itu, sebenarnya mungkin otoritas bursa sudah di-approach berkali-kali oleh institusi tersebut,
09:30tapi belum ada perbaikan yang signifikan,
09:34atau tidak ada follow-up yang berarti begitu.
09:37Nah, sampai akhirnya harus difonis sovereign downgrade,
09:42bahkan juga disusul oleh Goldman Sachs, UBS, Nomura, berturut-turut.
09:48Nah, disinilah mungkin hal itu yang kesalahan tersebut yang tidak mau diulang kedua kalinya
09:55oleh Pak Purbaya dan tim Kementerian Keuangan.
09:58Jadi, again, ini adalah usaha perbaikan komunikasi yang,
10:02menurut saya pelaku pasar cukup melihat ini sebagai suatu usaha yang bisa di-appreciate,
10:08dan lumayanlah memberikan, apa namanya, assurance gitu,
10:13kepada usaha ya, usaha memberikan assurance kepada foreign investors.
10:19Walaupun kenyataannya, memang foreign net sell,
10:23sepakan terakhir masih di atas 2T, menurut data terakhir,
10:28dan juga year-to-date ini kita, mereka masih jual kencang, 34T gitu,
10:34no foreign net sell.
10:36Tapi, ya, usaha pendekatan seperti itu,
10:43bisa kita anggap sebagai suatu katalis positif di market.
10:48Masih, ataupun bisa menjadi katalis positif di market,
10:51sebelum kita bahas soal net sell,
10:52Bu Lisa, kita membahas soal IHSG yang ditutup menghijau pada pekan lalu,
10:56ataupun penutupan perdagangan pada hari Jumat pekan lalu.
10:59Ini, selama sepekan, kita pantau,
11:01ini IHSG berada di level 7500 sampai 7600-an.
11:05Ini artinya masih di level landai, begitu.
11:08Anda kalau melihat dari sisi investor, ini seperti apa?
11:11Apakah investor masih wait and see, menunggu hasil tinjauan MSCI
11:14yang kemungkinan akan dirilis pada bulan depan, Bu?
11:19Oke, kalau kita lihat sepakan terakhir, kelihatannya landai.
11:22Tapi, kalau kita lihat dari bottom, 6 April,
11:27IHSG itu dari titik low di bawah 7000, 6,935,
11:32sampai di pekan kemarin itu tertingginya 7,773,
11:36itu sudah naik 12 persen loh, Mas Sian.
11:39Dan dari 6 April, ini tergolong kuat ya.
11:43Karena regional juga naiknya lumayan sih.
11:46Bahkan Wall Street itu sempat mencetak titik-titik tertinggi.
11:49Tapi, biasanya kan kita anomali ya.
11:51Tapi, kali ini ikutan nih, IHSG gitu.
11:54Dan, jadinya kalau kita lihat time frame yang lebih besar sedikit gitu,
11:59dua pekan ke belakang,
12:01ini sebenarnya masih tergolong uptrend.
12:04Dan uptrendnya malah cukup memberikan harapan,
12:07kalau swing uptrendnya ini masih bisa naik lagi,
12:10jika keadaan sudah mulai stabilizing.
12:15Dan kuncinya itu ada di level resistant 7,720 sampai 7,773 kemarin,
12:24level tertinggi kemarin itu pekan lalu.
12:26Nah, ini menurut saya masih bisa dikategorikan sebagai yang namanya bullish flag
12:33dalam technical analysis ya.
12:37Dan IHSG bukan yang tidak mungkin masih bisa punya peluang untuk naik lagi ke arah 8 ribu.
12:44Bahkan begitu.
12:45Nah, tapi memang ada faktor-faktor yang masih ditunggu-tunggu,
12:52cukup penting, seperti itu tadi MSCI bulan Mei,
12:56dan kemudian juga suasana tensi geopolitik.
13:00Dan yang paling penting, saya rasa pekan ini adalah keputusan BI Rate nih,
13:05dan usaha Bank Sentral untuk membantu stabilitas rupiah.
13:10Karena saat ini rupiah sudah di level 17,1,7,6, something.
13:15Ini bahkan posisinya yang lebih buruk daripada ketika di krisis moneter tahun 98 lalu.
13:22Jadi, mungkin yang menjadi tantangan buat pemerintah saat ini adalah
13:26ketika mereka berusaha roadshow, capek-capek untuk mempromosikan fundamental Indonesia yang bagus,
13:32yang katanya mau menjaga ketahanan defisit fiskal,
13:35tapi rupiah kita saat ini adalah posisi terlemah sepanjang masa,
13:40how are we going to prove it, gitu, kepada foreign investors, begitu Mas Yan.
13:47Oke, berarti tadi kita sempat membahas terkait dengan bagaimana lembaga pemeringkat
13:51termasuk tadi SNP dan juga MSCI yang mempengaruhi ASG.
13:55Apakah tadi sentimen-sentimen domestik yang disebutkan oleh Bu Lisa,
13:59termasuk dari keputusan BI Rate yang masih ditunggu,
14:01dan juga rupiah yang melemah, ini juga mempengaruhi ASG, Bu?
14:05Ya, pastinya itu adalah satu hal penting yang akan ditunggu-tunggu pekan ini,
14:12keputusan BI Rate sepertinya besok ya.
14:14So far sih konsensus masih dijaga tetap di 4,75.
14:19Kami berusaha menganulir kemungkinan BI harus menaikkan.
14:25Semoga tidak ya, tapi at least mereka do something else untuk intervensi rupiah mungkin,
14:34menjadi liquidity provider buat USD yang lebih deras mungkin,
14:43dan itu yang saya rasa akan membentuk market pekan ini.
14:47Oke, kalau kita pantau juga Bu Lisa, ini terkait dengan sektor-sektor mana saja
14:52yang naik dan juga turun selama sepekan terakhir,
14:55tadi saya juga sempat menginformasikan grafiknya,
14:58begitu bisa ditampilkan di layar.
15:00Ini tampak sektor keuangan, ada juga siklikal dan kesehatan yang turun dibandingkan sektor lainnya.
15:06Analisis Anda seperti apa, terutama sektor keuangan Bu Lisa?
15:10Sektor keuangan ini jelas yang paling terpukul ketika nilai tukar rupiah kita melemah,
15:16seperti saat ini ya.
15:17Kenapa? Karena, again, ini akan balik lagi ke keputusan BI Red besok.
15:22BI, apalagi the Fed-nya itu belum tentu akan turunin suku bunga katanya tahun ini.
15:29Kalaupun menurunkan suku bunga, mungkin Desember, masih lama.
15:32Nah, ketika posisi rupiah kita lagi melemah saat ini,
15:37BI saya rasa tidak punya ruang untuk menurunkan suku bunga besok.
15:41Ya, most likely akan stay dan malah agak deg-degan juga kalau perlu dinaikin gitu ya.
15:48But hopefully tidak, again.
15:51Nah, ini juga akan ngaruh ke yield dari surat utang Indonesia, obligasi ya.
15:59Kenapa?
16:00Jadinya kita tuh harus menaikkan seolah daya tarik obligasi Indonesia,
16:05itu kita harus tinggi yield-nya, ya.
16:09Eh, sorry, tinggi kuponnya.
16:12Dan tingginya kupon ini, of course, artinya akan memberatkan bunga utang Indonesia di kemudian hari.
16:20Yang seperti tadi yang juga sudah Masian putarakan di depan, di video depan ya.
16:27Bunga utang, dan ini juga concern dari S&P Global.
16:32S&P katanya akan memantau seberapa lincah nih Kementerian Keuangan
16:41untuk menjaga level defisit fiskal ini bisa tidak di atas 3%.
16:48Nah, sementara rupiah tinggi, terus kebutuhan dana dalam negeri juga tinggi,
16:55dilihat dari MBG, kemudian juga subsidi minyak, yang sekarang minyaknya sudah mahal, begitu.
17:01Sementara kita dalam posisi sovereign downgrade,
17:05jadi kalau mau obligasi kita laku di luar negeri,
17:08mau nggak mau kita harus ninggiin bunganya, begitu.
17:13Oke, kalau kita ngomong-ngomong soal sektor keuangan yang turun,
17:18ini sebetulnya nggak jauh-jauh ngomonginnya soal big banks ya Bu.
17:21Pantauan kita juga kinerja saham big banks juga tampaknya belum menunjukkan kenaikan yang signifikan.
17:26Selama sepekan terakhir, ini hanya BRI ataupun BBRI yang naik tipis 1,18%.
17:33Sementara BCA atau BBCA mengalami penurunan terdalam dibandingkan big banks lainnya sebesar 4,10%.
17:40Ini menurut Anda, analisis Anda, mengapa BBRI bisa naik tipis dan BBCA turun dalam?
17:47BBRI mungkin karena masih mengandung dividen yang sejatinya akan kum date hari ini,
17:53seharga kalau nggak salah 207 rupiah deh.
17:57Nah, tapi resikonya adalah ketika besok X date, harga saham biasanya turun,
18:01akan mengikuti besaran dividen tersebut.
18:03So, siap-siap BRI besok turun sekitar 200 rupiah ya.
18:06Dividen trap ya Bu?
18:08Iya, BRI itu memberikan, katanya memberikan dividen yang,
18:14dan secara dividen payout ratio itu lebih besar dari biasanya,
18:18padahal performancenya juga sebenarnya nggak lagi naik gitu.
18:22So, I guess ini adalah bagian dari ibaratnya setoran ke dana,
18:28eh, ke dana tarah ya.
18:30Karena ya BUMN bank sekarang udah dibawa dana tarah kan.
18:36Nah, terus kemudian kalau buat BCA, kenapa banyak diguyur asing?
18:42Ya, sebenarnya bank-bank besar di Indonesia juga diguyur asing.
18:45BCA, BRI termasuk salah satunya, Mandiri, BNI.
18:49Cuma BCA, kenapa porsinya lebih besar?
18:52Karena dari likuiditas itu paling besar.
18:55Kita tahu, BCA sama brand market cap terbesar balap-balapan gitu ya.
19:01Nah, ini kalau misalkan asing mau keluar atau mau masuk ke Indonesia,
19:06mereka akan pilih saham dengan market cap terbesar.
19:08So, saat ini karena situasi lagi tidak berpihak kepada,
19:14katalis-katalis lagi tidak berpihak kepada sektor refinance,
19:17maka asing keluarnya di saham banking, dipilihlah yang terbesar BCA,
19:23tapi asing saya lihat sepertinya mereka masih masuk ke saham komoditas besar.
19:29Nah, again, komoditas Indonesia, batubara pada khususnya,
19:33ini masih menjadi andalan ternyata.
19:36Oke, naik turunnya harga saham-saham besar termasuk big banks.
19:39Ini kan sebetulnya yang panik yang kita lihat begitu di permukaan adalah retail ya, Bu Lisa.
19:44Nah, bagaimana kita ataupun retail bisa direkomendasikan oleh Bu Lisa
19:49untuk para retail ini dalam kondisi saat ini,
19:51begitu ada tensi geopolitik, ada tadi juga masalah domestik soal rupiah.
19:56Apakah saat ini waktunya masih tepat untuk all in,
20:00atau sebaiknya di CE dulu, atau sebetulnya wait and see dulu, jangan masuk?
20:06Kalau dilihat dari tren besarnya, tadi HSG saya bilang,
20:09sebenarnya dari tanggal 6 April kenaikannya sudah lumayan tinggi,
20:12dan sudah bikin swing uptrend yang lumayan meyakinkan bisa berlanjut sebenarnya.
20:17Nah, tapi kita lagi mengingat katalis global ini lagi on and off,
20:23lagi nggak jelas seperti ini,
20:24selat hormon sebentar dibuka, sebentar ditutup, gitu.
20:28Ya, terus kondisi dalam negeri,
20:33baru saja minyak non-subsidi naik, ya.
20:37Nah, ini kita juga mungkin akan kembali melihat kapan nih giliran yang subsidi akhirnya dinaikkan, gitu.
20:45Kapan detail mengenai kita beli minyak Rusia itu mungkin kalau bisa diungkap,
20:51nah, ini akan semakin lebih memberikan ketenangan kepada market,
20:54memberikan kejelasan.
20:56Jadi, perlaku pasar itu sukanya kalau diberi kejelasan, gitu ya.
21:00Walaupun sedikit info, sedikit usaha, itu is very good, very good catalyst for us, gitu.
21:08Nah, jadi kalau mau akumulasi,
21:11kita mendingan pilih kepada saham-saham yang uptrendnya lagi bagus di saat ini,
21:16yaitu ya mau nggak mau saham-saham komoditas nih,
21:19yang masih di atas angin sepertinya ya.
21:24Kalau mau buy on weakness, kita lihat area support mereka,
21:29terus kalau misalkan memang tertarik saham banking,
21:32sebaiknya akumulasi sedikit-sedikit aja dulu sekarang.
21:35Saham banking harus diakui saat ini harganya murah dan menarik sebenarnya untuk akumulasi.
21:41Tapi sayangnya nih, nilai tukar rupiah kita yang lagi lemah banget, gitu ya.
21:46Terus kemudian juga kalau suku bunga ditahan tinggi,
21:50bank juga nggak bisa nurunin suku bunga kredit, gitu.
21:53Gimana masyarakat atau kooperasi mau bisa ambil kredit, gitu.
21:58Sementara bank kan untungnya dari situ, ya kan.
22:00Nah, so, untuk akumulasi bank yang lagi murah ini,
22:04saya saranin dikit aja,
22:05dan keep trading pada saham-saham yang kira-kira diuntungkan dari headline saat ini, gitu.
22:12Intinya rajin-rajin riset sendiri ya, Bu, ya.
22:15Kita melihat bagaimana situasi secara global dan juga domestik.
22:19Tadi juga, Bu Lisa, rekomendasinya terkait dengan big banks juga.
22:23Akumulasi sedikit demi sedikit terlebih dahulu,
22:26karena kita melihat juga kondisi rupiah,
22:27dan juga lihat juga bagaimana emiten lainnya termasuk komoditas yang saat ini tengah naik.
22:33Dan IHSG ini masih uptrend dari analisis Bu Lisa.
22:37Terima kasih.
22:37Head of Equity Research,
22:39Kium Sekuritas, Lisa Kamelia Suryandata,
22:42atas waktunya bersama kami di Kompas Bisnis, Bu, sehat selalu.
22:46Thank you, Mas Ian, sama-sama.
22:49Saudara, jangan kemana-mana,
22:50karena Sapa Indonesia Pagi akan kembali untuk Anda.
Komentar