- 21 jam yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:02Saudaraku sekalian, apakah kita dapat mengetahui sejauh mana kita sudah serupa dengan Yesus?
00:18Atau sejauh mana prestasi dari keadaan pertumbuhan kesempurnaan kita?
00:31Apakah kita dapat mengetahui?
00:35Mestinya bisa saudara, mestinya bisa.
00:41Karena roh kudus menuntun kita kepada seluruh kebenaran.
00:47Dan kebenaran yang dimaksud Alkitab tentu adalah pengertian terhadap kebenaran, kesucian yang dikenakan dalam hidup.
01:06Roh kudus menuntun kita kepada kebenaran maksudnya, roh kudus mengajarkan kebenaran yang terkait dengan hidup kita masing-masing.
01:18Dan sejauh mana kita telah melakukan kebenaran itu.
01:25Tuhan adalah kebenaran.
01:28Yesus berkata akulah kebenaran.
01:33Jadi kalau kita mengenal kebenaran,
01:38Berarti kita mengenal apa yang Allah Bapak kehendaki.
01:46Yang pernah diperagakan oleh Tuhan Yesus.
01:51Apa artinya pengetahuan mengenai kebenaran?
01:57Pengetahuan mengenai Tuhan.
02:00Kalau itu tidak kita peragakan saudaraku.
02:07Kebenaran bukan hanya untuk pengetahuan semata-mata.
02:11Kebenaran yang murni pasti mendesak untuk diperagakan dan kita memperagakannya.
02:21Dan itu bisa terjadi kalau roh kudus menuntun kita.
02:28Kalau tidak ada petunjuk sama sekali untuk mengetahui sudah seberapa kita serupa dengan Yesus.
02:37Maka jika kita tidak serupa, kita tidak bisa disalahkan.
02:46Tetapi kalau hal serupa dengan Yesus bisa kita ketahui dalam hidup kita.
02:53Mestinya bisa kita ketahui, mestinya bisa kita kenali.
02:59Tetapi kita tidak berusaha untuk mengenali dan menggumulinya.
03:06Maka kita bersalah.
03:09Kita bersalah jika kita tidak serupa dengan Yesus.
03:14Dari dulu kita tahu hal ini dan bagi saya, untuk saya,
03:20Sudah menghutbahkannya berkali-kali.
03:26Tetapi kita tidak atau kurang serius untuk memperhadapkan diri kita di hadapan Allah.
03:35Dan memperkarakan sejauh mana kita sungguh-sungguh sudah serupa dengan Yesus.
03:45Di dalam Wahyu Pasal 2 ayat 23,
03:49Firman Tuhan mengatakan,
03:50Aku yang menguji batin.
03:55Ini ucapan Tuhan Yesus kepada jemaatnya.
03:58Aku yang menguji batin.
04:05Pernahkah kita mempersoalkan apa ukuran Yesus menguji batin?
04:13Tentu ada ukuran atau standar.
04:18Seperti kalau ada satu barang yang tidak diuji kualitasnya,
04:23Pasti ada ukuran atau standar dari barang yang sejenis tersebut.
04:31Kalau barang biasanya dipersoalkan kegunaannya bagi masyarakat,
04:43Apakah membahayakan atau tidak, dan seterusnya.
04:49Ada ukuran atau standar dari barang yang diuji kualitasnya.
04:59Tuhan Yesus berkata,
05:01Aku menguji batin.
05:04Tentu ukuran atau standarnya adalah diri Yesus sendiri.
05:10Apakah orang percaya mengikuti jejaknya,
05:15Dan memiliki kualitas manusia batinnya seperti dia.
05:24Kita kenal dengan tanda SNI di barang-barang tertentu yang kita beli di negeri ini.
05:33SNI singkatan dari standar nasional Indonesia.
05:37Ini satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia,
05:45Bagi barang-barang yang menjadi kebutuhan masyarakat yang dijual atau diperjual belikan.
05:56Standar nasional Indonesia ini dirumuskan oleh suatu komite,
06:01Komite teknis atau semacam panitia teknis.
06:07Jadi ada satu komite atau panitia yang menentukan,
06:12Misalnya barang A harus memenuhi standar ini, ini, ini.
06:20Dan kalau barang tersebut mau diterima luas di seluruh dunia,
06:24Maka standar yang digunakan itu memenuhi The World Trade Organization Code of Good Practice.
06:34WTO, Code of Good Practice.
06:39Jadi mengikuti standar dunia.
06:42Bapak-Ibu, Sudaraku, Allah adalah Allah yang tertib.
06:49Allah yang memiliki ukuran dan terukur.
06:57Untuk manusia maksudnya ya, bukan kita mau mengukur Allah.
07:02Allah tertib dan Allah memberikan ukuran.
07:06Untuk ciptaannya, terukur.
07:12Kalau kita melihat dunia ini, jagad raya, planet-planet begitu tertib.
07:20Dan manusia takjub seiring dengan perkembangan IPTEC, ilmu pengetahuan dan teknologi,
07:27Betapa terukurnya alam semesta.
07:30Betapa terukurnya fisik manusia.
07:34Sehingga manusia bisa membuat pengobatan, bisa membuat pemulihan untuk fisik yang sakit, bisa menciptakan obat.
07:44Karena terukur.
07:49Allah terukur dalam melakukan suatu tindakan.
07:54Walaupun tentu kita tidak bisa mengukur Allah.
07:59Kehidupan orang percaya pasti juga memiliki standar.
08:04Standar manusia kerajaan Allah atau standar anak Allah.
08:11Tentu seperti yang tadi saya kemukakan, ukuran dan standar anak Allah adalah Yesus.
08:19Itulah sebabnya dikatakan di dalam firman Tuhan bahwa suatu hari nanti kita akan menghadap tahta pengadilan Kristus.
08:292 Korintus 5 ayat 9 dan 10.
08:33Hal ini menunjukkan atau mengisyaratkan bahwa Yesuslah yang menghakimi kita.
08:40Karena Yesus telah mati di kayu salib menebus kita dan memiliki kita.
08:47Dan dia berhak menghakimi kita.
08:50Dia sudah lulus sebagai manusia yang sempurna, yang dalam segala hal disamakan dengan kita.
08:59Dan dia lulus.
09:00Dia menang.
09:03Sehingga dirinya menjadi standar atau ukuran.
09:08Yang pasti akan dipersoalkan adalah apakah kita mengikuti dia atau mengikuti jejaknya atau meneladani hidupnya.
09:19Yesus menguji batin artinya Yesus memeriksa.
09:23Apakah kita memiliki keadaan batin seperti dirinya.
09:29Dan ketika setiap orang percaya kita menghadap tahta pengadilan Kristus.
09:37Kita tidak bisa berkata.
09:39Saya tidak bisa seperti engkau Yesus.
09:44Sebab engkau jenis yang lain.
09:49Maka hati-hati dengan pandangan teologi walaupun dipercayai banyak orang.
09:57Yang benar bicara mengenai Kristologi.
10:02Yesus 100% disamakan dengan kita.
10:06Ibrani 2 ayat 17 mengatakan kok.
10:09Dalam segala hal ia disamakan.
10:13Jadi tidak ada orang yang nanti bisa beralasan.
10:19Tidak bisa ikut Yesus.
10:21Tidak bisa meneladani Yesus.
10:23Karena tidak mungkin.
10:25Yesus mengatakan ikutlah aku.
10:31Itu berarti kita bisa mengikut jejaknya.
10:35Jangan dipelintir, dinaifkan, disempitkan dengan pengertian.
10:43Yang penting jadi Kristen itu berarti mengikut Yesus.
10:47Bukan saudara, bukan.
10:50Bukan.
10:51Ikut Yesus itu ikut jejaknya.
10:53Berpikir seperti Yesus berpikir.
10:58Nah mengenai hal ini sudah saya jelaskan tadi pada kebaktian jam 11.
11:11Terkait dengan hal ini,
11:13Firman Tuhan mengajarkan kepada kita,
11:16Agar kita selalu mengalami pembaharuan pikiran.
11:20Agar kita bisa mengerti kehendak Allah,
11:23Apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
11:26Itu Roma 12 ayat 1 sampai 2.
11:30Hal ini sebenarnya sama maksudnya dengan mengetahui
11:35Bahwa kita sudah memiliki pikiran perasaan Kristus atau belum.
11:41Mengerti apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
11:45Itu standarnya, ukurannya.
11:48Mengerti apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
11:55Dan Yesus adalah manusia yang sempurna.
12:00100% manusia yang mengerti apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
12:07Tentu melalui proses.
12:09Maka Ibrani 5 ayat 7 sampai 9 mengatakan,
12:13Bahwa Yesus belajar taat dari apa yang dideritanya.
12:21Setelah mencapai kesempurnaan,
12:24Jadi ada proses saudaraku.
12:27Perjuangan, pergumulan, sampai mencapai kesempurnaan,
12:32Dia menjadi pokok keselamatan.
12:34Artinya menjadi teladan, contoh yang harus dipatuhi.
12:38Pokok keselamatan bagi orang yang taat kepadanya.
12:43Yang taat, yang tidak, ya tidak bisa.
12:46Yesus akan berkata kepada kita,
12:50Aku sudah menjadi manusia seperti kamu.
12:54Aku bisa mengerti kenda Allah apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
12:59Aku mengalami pencobaan-pencobaan seperti yang kamu alami.
13:04Aku menang.
13:05Maka menanglah kamu.
13:09Begitu dikatakan dalam kitab bayu berulang-ulang.
13:13Roh kudus pasti menolong kita untuk mengetahui apakah kita sudah semakin serupa dengan Yesus,
13:20Atau ternyata serupa dengan dunia.
13:27Coba.
13:30Ya ini terkait dengan pengertian kita kan kebenaran, ya kita harus mengetahui kebenaran.
13:39Supaya kita bisa membedakan apa yang baik, yang berkenan, dan sempurna.
13:43Yang kedua, ya kita harus sungguh-sungguh punya komitmen, saudara, untuk mau berubah, mencapai standar anak Allah.
13:55Standar anak Allah.
13:58Kalau barang, SNI.
14:01Kalau kehidupan orang Kristen itu standar anak Allah atau standar anggota keluarga kerajaan.
14:12Nah agar proses ini berlangsung dengan baik,
14:16Seperti yang saya kemukakan tadi pagi harus ada mekanismenya.
14:21Saya sampaikan ini di akhir-akhir khutbah dan agak cepat tadi.
14:25Sekarang saya mau perjelas.
14:28Di dalam Roma 12 ayat 1 dikatakan apa?
14:33Persembahkan tubuhmu sebagai korban yang hidup, kudus, dan yang berkenan kepada Allah.
14:39Itu ibadahmu yang sejati.
14:42Kalau dalam teks aslinya kata ibadah ini latreia,
14:47kata kerjanya latreuo artinya pelayanan.
14:51Ini pelayanan yang sungguh, yang benar.
14:56Jadi bukan aktif dalam kegiatan gereja, menjadi aktivis atau pendeta.
15:04Tidak menyisakan apapun yang kau miliki dan kau persebahkan sepenuhnya kepada Tuhan.
15:11Itu baru namanya pelayanan.
15:15Dan ini harus kamu lakukan.
15:20Sebagai mekanisme dari kehidupan orang yang dibaharui.
15:25Lalu ayat 2 apa?
15:26Dan janganlah kamu serupa dengan dunia ini.
15:33Bukan janganlah kamu serupa dulu, tapi kamu punya komitmen untuk menyerahkan hidupmu sepenuhnya bagi Tuhan.
15:42Dan setelah itu kamu bisa diproses untuk menjadi serupa dengan dia.
15:47Kalau saya katakan tadi saudaraku sekalian, tadi pagi saudara.
15:57Sebelum Tuhan berkata tarilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya,
16:02supaya mekanismenya ini berlangsung dengan baik.
16:11Tidak mengumpulkan harta di bumi, tapi mengumpulkan harta di surga.
16:18Jangan kamu memiliki dua Tuhan karena kamu tidak bisa mengabdi kepada dua Tuhan.
16:26Lalu ayat berikutnya, jangan kamu khawatir.
16:31Kekhawatiran membuat fokus kita menjadi bias, tidak bisa kepada Tuhan.
16:38Nah orang yang berpikir mencari uang itu lebih sulit dari mencari Tuhan, nah itu.
16:44Pasti rusak hidupnya.
16:46Mencari Tuhan, menjadi anak Allah untuk bisa berkeberadaan sebagai anak Allah.
16:56Tuhan, itu agenda satu-satunya hidup kita, saudaraku.
17:02Agenda hidup kita satu-satunya, tidak ada agenda lain dalam hidup ini.
17:07Selain ini, saudaraku.
17:10Jadi mari kita bertobat, saudara.
17:13Kalau kita memiliki agenda lain di dalam hidup ini, kita mau berubah, saudaraku.
17:20Tuhan akan menolong kita, kalau kita punya komitmen yang sungguh-sungguh.
17:28Saya katakan juga tadi pagi, tidak satu hari loh saya bisa mengerti hal ini, lalu mencapai kehidupan seperti ini.
17:39Prosesnya luar biasa.
17:46Kalau orang mau serupa dengan Yesus itu, biasanya dan kalau boleh gunakan kata yang lebih tepat, pastinya akan mengalami hal
17:59-hal yang juga dialami oleh Tuhan.
18:03Ya, kalau saudara takut, jiper, ya sulit saudara.
18:09Karena yang masuk neraka itu urutan pertama, penakut.
18:14Ya, baca di kitab Wahyu, Wahyu Pasal 21.
18:19Penakut.
18:20Kita jangan takut, saudaraku.
18:22Kita mestinya berani berkata, Tuhan.
18:30Apapun yang harus kulakukan untuk bisa mencapai puncak kekudusan yang aku bisa capai menurut standartmu, kesempurnaan, aku mau bayar dan
18:43lakukan, Tuhan.
18:45Buat aku takut akan engkau secara patut, menghormati engkau secara patut, mengasihi engkau secara patut.
19:00Minta.
19:01Dan kita punya komitmen untuk itu, saudaraku sekalian.
19:13Ini tergantung saudara.
19:15Saudara mau punya tekat, bisa.
19:17Tidak punya tekat, ya enggak bisa.
19:23Kepentinganku hanya dirimu melayani perasaan Bapak.
19:36Di matamu, ku istimewa, hidup bagimu sepenuhnya.
19:51Tubuh nyawaku, roh dan jiwaku, ku serahkan semua bagimu.
20:05Tidak ada lagi bagian untukku, semuanya bagi kerajaanmu.
20:17Jadikan aku, jadikan aku alat kemuliaanmu, sejakku di bumi sampai di surga.
20:36Setiap saat kau memandang diriku, setiap saat kau memandang diriku, dalam segala hal menyenangkanmu.
20:48Jadikan aku, jadikan aku, jadikan aku alat kemuliaanmu.
21:07Setiap saat kau memandang diriku, dalam segala hal menyenangkanmu.
21:25Saudara,
21:32Jangan takut ya saudara, harus mengalami seperti yang Yesus alami.
21:39Karena itu SOP-nya, SOP-nya Standard Operating Procedure.
21:50Tuhan yang bicara kok, kamu panggil aku guru, Tuhan.
21:59Kalau aku mengalami semua ini, kamu akan juga mengalami hal yang sama.
22:05Nah sekarang, tergantung saudara, punya keseriusan.
22:10Mau ke surga, menjadi anggota keluarga kerajaan Allah atau tidak.
22:18Kita memilih menjadi anggota keluarga kerajaan Allah, saudara.
22:23Yesus menjadi yang sulung, kita ikut Tuhan.
22:28Semua anak Allah itu harus serupa dengan Yesus.
22:31Kalau tidak serupa, bukan anak Allah.
22:35Maka dikatakan dia menjadi yang sulung.
22:40Roma 12, ayat 1 dan 2 itu kan menunjukkan ya, mekanismenya ya, SOP-nya.
22:47Standard Operating Procedure.
22:53Kalau dalam bahasa Indonesia menjadi Standard Operating Procedure.
23:01Operasional, Standard Operasional Procedure.
23:10Yang menjadi masalah kita selama ini, kita tidak berani all out.
23:15Sehingga kita tidak peka dengan diri kita.
23:19Roh Kudus bicara kita tidak dengar karena fokus kita banyak.
23:24Agenda banyak.
23:27Jadi kita tidak pernah tahu dengan pasti, sudah seberapa, sudah sejauh mana kita serupa dengan Yesus, saudaraku.
23:40Itu masalahnya.
23:43Makanya Tuhan berkata, kalau kamu tidak melepaskan dirimu dari segala milikmu,
23:48kamu tidak dapat menjadi muridku.
23:52Kamu tidak bisa kuubah.
23:58Nah inilah pertanyaan bertahun-tahun yang hari ini sudah terjawab penuh.
24:06Mengapa belajar teologi begitu banyak,
24:10menjadi pendeta, bisa berkutbah, memberikan seminar,
24:14tapi tidak kunjung menjadi seperti Yesus.
24:19Kalau jujur, kita belum berani mengatakan aku serupa dengan Yesus.
24:26Nah karena kita makin mengerti dan kita punya komitmen dan kita punya tekad,
24:33nah kita mulai bisa.
24:37Mengoreksi diri setiap hari, saudaraku.
24:42Aku mau mencapai puncak kesucian yang bisa kucapai seturut standar Allah.
24:50Coba kalau kita berani punya komitmen itu,
24:54kita baru mau menyimpan sedikit saja kita tak rasa.
24:58Kalau dulu kita toleransi.
25:03Akhirnya hal itu bisa membawa kita kepada kesalahan yang lebih fatal.
25:10Kita sembarangan menggunakan mulut, mata, telinga kita.
25:16Sekarang kita tahu bahwa tubuh kita baik roh kudus,
25:21saudara.
25:24Mata kita tidak boleh melihat yang tidak patut,
25:28artinya ini kan cendela ini, mata dan telinga kita.
25:32Jangan dimasuki sesuatu yang membuat kita bisa rusak.
25:37Bisa rusak.
25:39Nah ini tergantung, saudara punya tekad.
25:42Jangan nonton apa yang tidak perlu ditonton.
25:47Membaca koran saja juga saya sering skip yang tidak perlu.
25:53Untuk apa?
25:55Nanti perasaan saya dipermainkan oleh berita.
26:01Nah kalau dulu kita suka nonton film trailer ya,
26:05perasaan kita dipermainkan oleh film-film itu.
26:09Senang gitu nonton film yang seru gitu,
26:13sambil nunggu penjahatnya ketembak mati atau kalah lawan jagoannya.
26:19lalu kita juga mau tahu bagaimana penyelesaian masalah ini.
26:24Emosi kita dipermainkan oleh film.
26:30Juga di dalam percakapan-percakapan emosi kita juga bisa dipermainkan
26:35kalau kita ketemu orang yang salah.
26:39Kalau anak-anak muda ya jatuh cinta itu emosimu, perasaanmu, pikiranmu tersita di situ loh.
26:48Bukan tidak boleh, tunggu waktunya.
26:51Cinta menjadi agung bisa dinikmati bersama Tuhan.
26:56Tidak salah jatuh cinta itu tidak salah.
27:01Mestinya kamu bisa jatuh cinta terhadap lawan jenis ya.
27:07Tetapi itu harus menunggu komandu Tuhan.
27:15Saudaraku,
27:18kita harus bisa melihat surga sebelum kita masuk surga.
27:25Suatu saat saya datang di satu hotel ya.
27:28Saya lihat hotel itu bagus sekali seperti istana.
27:33Lalu kontan saya berpikir,
27:36wah nanti di surga ya,
27:42ini dekorasi kerajaan surga,
27:47aksesorisnya,
27:49wah pasti lebih hebat dari ini.
27:52Begitu saudaraku.
27:56Ya,
27:57saya melihat pemandangan alam yang bagus,
28:01rumput hijau,
28:04saya berpikir,
28:05wah surga pasti lebih indah dari ini.
28:12Kita sudah melihat surga sebelum kita masuk surga.
28:16Tetapi sedikit sekali orang yang serius memikirkan hal ini.
28:21Kenapa?
28:21Ya karena terikat dengan banyak kesenangan dunia,
28:25padahal agenda kita cuma satu,
28:27menjadi anak Allah.
28:30Yang standarnya,
28:31siapa?
28:32Ye?
28:32Yesus.
28:34Di mana kita akan dimuliakan bersama dengan dia saudara.
28:41mungkin ada di antara saudara yang berkata pak kita terlalu muda pak kalau berpikir tentang surga karena kita masih belia
28:50atau masih muda.
28:51tidak sayang,
28:53tidak sayang,
28:54tidak sayang,
28:55Sebelum dunia mencengkeram kamu,
28:58biar kamu dicengkeram Tuhan oleh prinsip-prinsip hidup,
29:03cari dulu kerajaan Allah,
29:06berjuang menjadi anggota keluarga kerajaan Allah.
29:09dan itu pilihan.
29:11Dan itu pilihan.
29:13Itu pilihan.
29:16saya berpikir ya,
29:18entah kemarin ya,
29:19entah tadi pagi ya,
29:21tentang Nuh,
29:23betapa tidak wajarnya hidup Nuh.
29:27di tengah-tengah kesibukan manusia pada waktu itu,
29:31dia sibuk membangun Bahtera.
29:35Tentu Bahtera yang dibangun sesuai dengan pattern atau pola yang Allah kehendaki.
29:42Nuh tidak boleh buat Bahtera itu suka-suka sendiri.
29:46Betapa tidak wajarnya hidup Nuh.
29:50Jangan-jangan ada orang yang berkata,
29:52Nuh, bukan begini cara bikin Bahtera.
29:55Selain orang ada yang menertawakan,
29:58untuk apa Nuh kau bikin Bahtera?
30:01Tapi Nuh tetap membuat Bahtera walaupun dia dianggap sinting atau edan atau tidak wajar.
30:08Dan dia tidak perlu mendengar nasihat saran orang lain karena pattern atau polanya dari Allah sendiri.
30:17Kalau SNI tadi standarnya kan komite atau panitia,
30:21tapi kalau hidup kita standarnya Allah yang menentukan.
30:25Dan itu diperjuangkan oleh Yesus sampai menemukan standar itu.
30:31Makanya ia berhak menghakimi.
30:33Kita beri tepuk tangan untuk kebenaran ini.
30:37Anda belum siap tepuk tangan.
30:40Sudah mengerti yang saya sampaikan?
30:43Anda masih mendengar?
30:47Ini kebenaran yang luar biasa loh saudara.
30:51Yesus setelah lulus itu, dia membuat standar.
30:58Ia membuat standar.
31:02Nuh dianggap gila, sinting, edan atau apapun,
31:07membuat Bahtera sebesar itu dengan pattern yang tidak bisa dimengerti.
31:11Saudara mungkin juga dianggap tidak wajar di tengah-tengah masyarakat.
31:15Pola apa yang kamu miliki ini?
31:19Model apa?
31:21Model kita siapa?
31:23Ye?
31:24Yesus.
31:26Saudaraku, perjalanan hidup orang percaya adalah perjalanan untuk menjadi semakin serupa dengan Yesus.
31:34Artinya memiliki pikiran dan perasaan seperti dia.
31:38Kalau perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan adalah perjalanan menempuh jarak.
31:46Tetapi kalau perjalanan hidup orang percaya adalah perjalanan perubahan manusia batinnya.
31:53Jadi bisa dimengerti kalau Yesus menguji batin.
31:57Sampai di mana perjalanan anak ini?
32:01Sampai di mana?
32:04Waktumu sisa berapa?
32:11Bila perjalanan orang percaya benar, maka ia semakin serupa dengan Yesus.
32:19Saudara, hati-hati ya.
32:23Kita telah khutbahkan ini di minggu sebelumnya.
32:29Perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan dan sebagian mereka tewas di Padanggurun.
32:35Firman Tuhan mengatakan apa di 1 Korintus Pasal 10?
32:39Semua itu menjadi contoh dan peringatan bagi kita.
32:48Seperti sebagian bangsa Israel tidak sampai tanah-kanaan.
32:52Demikian pula tidak semua orang Kristen akan masuk surga loh.
32:58Tidak semua orang Kristen akan masuk kerajaan surga.
33:02Matius 22 ayat 14, banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang terpilih.
33:12Sedikit yang dipilih.
33:14Orang percaya yang terus bertumbuh dengan benar, ini sama dengan melakukan perjalanan dengan benar.
33:22Ia kan makin serupa dengan Yesus.
33:24Ini berarti pikiran dan perasaannya seperti Yesus dan setiap kehendaknya pasti sesuai dengan kehendak Allah.
33:34Nah orang begini baru dikategorikan sebagai melakukan kehendak Bapak.
33:42Orang seperti ini barulah diperkenan masuk kerajaan surga.
33:49Tapi kalau tidak, Yesus akan berkata ke orang-orang itu,
33:55Aku tidak kenal kamu.
33:58Karena aku kenal macam apa aku?
34:01Aku tidak kenal kamu.
34:05Karena aku tidak menemukan pikiran dan perasaanku dalam pikiran dan perasaanmu.
34:12Kamu tidak melakukan kehendak Bapak.
34:15Itu pengadilan tahta Kristus.
34:17Makanya mulai sekarang kita selalu membuka diri minta dikoreksi.
34:25Asik saudara, hidup ini asik kalau kita mengerti perjalanan yang benar ini.
34:33Nah Bapak mendidik melalui roh kudus.
34:37Agar kita memiliki keberadaan sebagai anak-anak Allah.
34:40Makanya di Ibrani 12 ayat 1 dikatakan bahwa
34:47Perlombaan yang wajib itu serupa dengan Yesus.
34:51Dan untuk bisa melakukan perlombaan yang wajib dengan baik,
35:00Menanggalkan beban dan dosa.
35:04Amin.
35:05Dulu kita tidak tahu ternyata itu SOP-nya.
35:16Menanggalkan beban dan dosa baru bisa ikut perlombaan.
35:21Yang mengganggu perlombaan itu adalah apa saudara?
35:25Beban dan dosa SOP-nya.
35:30Kita tanggalkan dulu katakan amin.
35:34Oke deh kita beri kemuliaan bagi Tuhan ya.
35:39Jadi kalau tadi saya menjelaskan mengumpulkan harta di surga bukan di bumi.
35:46Baru dan tidak memiliki dua Tuhan, hanya Tuhan saja.
35:50Agilanya-nya satu.
35:52Baru bisa mencari dulu kerajaan Allah.
35:56Nah itu dipelintir orang asal rajin ke gereja saja mencari kerajaan Allah.
36:02Saudara kalau membaca Alkitab ya Ibrani ya.
36:07Pasal 12 ayat 1 dan seterusnya.
36:11Ayat 1 itu mengenai perlombaan yang wajib.
36:20Perlombaan yang wajib.
36:23Punya suami, punya istri, punya pasangan hidup itu tidak wajib.
36:27Tidak mutlak, tapi kalau menjadi serupa dengan Yesus ini perlombaannya.
36:34Memiliki iman yang sempurna.
36:38Iman yang sempurna artinya saudara, ketaatan kepada Bapak.
36:45Maka di ayat 3 dan keempat dikatakan apa?
36:48Lihat Yesus yang begitu tekun menghadapi bantan yang hebat dari pihak orang-orang berdosa.
36:54Nah perlombaan yang wajib ini, yang menjadi halangan itu beban dan dosa.
37:03Ini yang menghalangi.
37:06SOP-nya harus rela, tidak menikmati dunia, dan meninggalkan dosa.
37:13Baru bisa dibentuk.
37:15Dulu saya pikir yang penting kita meninggalkan beban dan dosa dengan otomatis serupa dengan Yesus.
37:22Ini yang menghalangi.
37:25Ini bukan perlombaan itu, perlombaannya iman yang sempurna.
37:31Yang ketaatan seperti Yesus, di mana dia taat sampai mati, bahkan mati di kayu salim.
37:45Kalau seseorang tidak mempersoalkan hal ini, maka ia tidak akan mengenal dirinya.
37:51Itulah sebabnya fokus hidup kita ini harus benar-benar tertuju kepada Allah.
37:55Saya bersyukur kalau Tuhan membukakan tiap hari kebenaran-kebenaran.
38:01Aduh saya seperti bangun tidur, kenapa ya tidak dari dulu saya tahu hal ini.
38:10Tapi puji Tuhan kita masih sempat tahu dan sempat bertobat.
38:18Sempat bertobat ya.
38:21Suatu hari nanti tidak ada orang yang bisa beralasan bahwa dirinya tidak tahu bahwa dirinya belum memenuhi standar itu.
38:28Bukan kamu tidak tahu, kamu tidak mau tahu.
38:33Karena kamu tidak mempersoalkan.
38:36Agendamu banyak.
38:39Kamu seperti anak dunia yang tidak bisa serupa dengan Yesus.
38:44Tidak bisa kamu mendahulukan kerajaan Allah.
38:47Tidak bisa kamu ikut perlombaan yang diwajibkan.
38:51Nah kamu punya perlombaan sendiri.
38:56Pikiranmu hanya tertuju kepada perkara-perkara duniawi.
39:02Jadi ingat saudaraku bahwa agenda satu-satunya kita adalah berjuang menjadi anak-anak Allah.
39:10Artinya berkeberadaan sebagai anak-anak Allah.
39:14Yaitu serupa dengan Yesus saudaraku.
39:19Saya juga mention ya.
39:22Saya juga kemukakan Matius 22 ayat 11 sampai 13.
39:26Perumpamaan mengenai raja yang mengadakan pesta.
39:31Lalu ada seorang yang datang di pesta itu tidak memakai pakaian pesta.
39:36Dia menegur.
39:39Orang yang tidak memakai pakaian pesta itu.
39:42Bagaimana kisah anak bisa masuk tempat ini tanpa memakai pakaian pesta.
39:49Dia tidak bisa ngomong.
39:52Dia tidak bisa ngomong.
39:55Tidak ada orang yang bisa beralasan.
40:00Coba ketika orang berkata,
40:03Bukankah kami sudah mengusir setan demi nama-mu mengadakan banyak mujijat dan bernubuat.
40:09Tuhan berkata, aku tidak kenal kamu.
40:11Di Matius 7 ayat 21 sampai 23.
40:14Kamu yang melakukan kejahatan.
40:17Kamu yang tidak melakukan kehendak Bapak.
40:19Dia tidak bisa beralasan.
40:20Kamu jangan punya standar sendiri.
40:23Standar yang ala kehendaki itu serupa dengan Yesus.
40:28Yaitu melakukan kehendak Bapak.
40:30Memiliki pikiran perasaan Kristus.
40:33Betapa bersyukurnya kalian yang masih muda-muda ini.
40:37Sudah mendengar firman, punya komitmen.
40:40Waduh bersyukur.
40:43Kehidupan di balik kematian itu ada.
40:46Itu fakta.
40:48Aduh banyak orang nanti akan menyesal kenapa menghabiskan umur hidupnya untuk hal yang sia-sia yang tidak dibawa.
40:59Nah di dalam Matius pasal 22 itu ayat 11 sampai 13.
41:05Orang yang tidak memakai pakaian pesta tidak bisa berdalih beralasan.
41:10Karena mestinya dia bisa kok mempersiapkan pakaian pesta.
41:16Tapi dia tidak.
41:18Jadi tidak ada orang yang bisa beralasan.
41:21Tuhan hidup suci itu tidak bisa Tuhan.
41:25Lu aku bisa.
41:26Aku menjadi yang sulung.
41:28Kamu ikut siapa?
41:32Mati tidak kalau sampai begitu?
41:35Binasa.
41:37Kalau orang yang tidak memakai pakaian pesta tadi.
41:43Tidak bisa beralasan karena memang dasarnya ia bersalah.
41:47Ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada perintah yang tidak bisa dilakukan.
41:54Kuduslah kamu sebab aku kudus.
41:57Lalu kita tidak bisa kudus kita berkata, wah gak mungkin.
42:01Loh kita memandang Tuhan bohong.
42:04Nah kalau saya khutbah begini orang berkata sombong kali itu pendeta.
42:08Kayak dia paling kudus.
42:09Loh aku gak bilang paling kudus atau saya sudah kudus.
42:13Ferman mengatakan begitu dan kau dan aku belajar untuk melakukan kebenaran ini.
42:21Tuhan pasti memberi perintah yang kita bisa lakukan.
42:28Pada intinya ketika Tuhan berkata kamu harus serupa dengan Yesus.
42:33Itu kita harus selalu melihat diri kita dalam kesadaran.
42:38Apakah dengan berpikir demikian, dengan berperasaan demikian, berkehendak demikian.
42:46Sesuai dengan kehendak Allah atau tidak.
42:51Seandainya Yesus hidup pada zaman sekarang, dia melakukan ini tidak.
42:57Nah kita kan sering dulu gak mikir begitu.
43:00Yang penting kita senang.
43:04Yang penting kita untung.
43:09Tadi pagi saya mengatakan bahwa di dunia ini banyak ya pada umumnya ya.
43:15Hukum mengatakan orang gila tidak bisa dihukum.
43:19Karena gila membunuh orang bakar rumah tidak dihukum.
43:26Karena apa?
43:27Gila.
43:29Konslet.
43:31Nah saudara tidak konslet.
43:33Saya tidak konslet.
43:36Tahu ini salah, ini benar.
43:38Tapi memilih yang salah.
43:40Jadi keliru saudara.
43:44Menurut saya nih, ini pakai bahasa sendiri ya.
43:47Karena sering berbuat salah jadi konslet.
43:51Mestinya gak konslet.
43:52Tetapi salah terus akhirnya tidak tahu apa yang baik dan tidak bisa melakukan apa yang baik.
44:00Ini kabar baik loh.
44:02Kita bisa serupa dengan Yesus itu kabar baik.
44:05Kenapa?
44:06Begitu bangun tidur, kita mulai hati-hati dengan apa yang kita pikirkan.
44:11Kita rasakan, kita ucapkan.
44:14Bisa tuh lewati hari.
44:17Bisa satu jam, dua jam, tiga jam.
44:18Kalau dulu jatuh bangun ya, habis doa.
44:22Waduh rasanya kita mau hidup suci.
44:24Baru dua jam, kita sudah meleset.
44:27Tapi sekarang kita kan mau pulang.
44:30Pulang ke surga dengan keadaan yang berkenan kepada Allah Bapak.
44:38Jadi kita serius memeriksa diri.
44:42Makanya jangan banyak agenda.
44:45Jangan banyak agenda.
44:47Dulu kita bangun tidur, kita mikir mau bikin apa ya.
44:51Nah karena saya kesukaannya musik, waduh.
44:53Saya mau pergi ke toko musik hari ini.
44:56Saya mau cari koleksi lagu ini gitu.
45:01Ya kan?
45:02Yang suka mancing.
45:04Aku mau beli pancingan yang baru nih gitu.
45:08Apalagi?
45:09Ya banyak.
45:10Eh bukan salah loh kalau memikirkan yang lain.
45:13Bangun lalu aku mau ke toko.
45:15Oh gak apa-apa.
45:16Asal ke toko itu untuk kemuliaan Tuhan.
45:19Kita kan harus memang bekerja.
45:22Bangun tidur aku mesti apa ya.
45:24Tugas apa?
45:25Tugas kuliah apa yang belum kuselesaikan.
45:27Karena kita kuliah untuk Tuhan.
45:30Gak apa-apa.
45:31Tapi kalau di luar itu kamu lakukan itu agenda yang salah.
45:35Itu rusak.
45:38Kita bisa selalu memeriksa dan menguji apakah yang kita pikirkan dan renungkan serta yang kita ingini sesuai dengan kesucian Allah.
45:48Kita baru bisa berjalan dengan Tuhan saudaraku.
45:52Kalau kita serius ya memeriksa perasaan dan pikiran kita.
45:56Ini berkenan di hadapan Tuhan atau tidak.
46:00Kita akan sering terdistract oleh pikiran-pikiran yang negatif saudara.
46:04Dan ini harus kita buang.
46:06Dan roh kudus pasti menuntun kita untuk bisa mengenali dan membedakan apakah yang kita pikirkan ini, yang kita renungkan ini
46:15sesuai dengan kendala atau tidak.
46:19Roh kudus akan menuntun kita kepada seluruh kebenaran.
46:23Dan kita bisa merasakan kehadiran Bapak itu.
46:28Karena Bapak bukan hanya baik.
46:31Sangat baik.
46:35Kita beri tepuk tangan kepada Tuhan.
46:39Dia hanya ingin saudara suatu hari pulang ke rumahnya.
46:42Karena ia menyediakan kemuliaan bersama dengan Tuhan Yesus.