Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Situasi di Selat Hormuz kembali memanas, seiring dengan penutupan kembali perairan Selat Hormuz oleh Iran.

Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menyatakan Amerika Serikat melanggar kesepakatan, setelah Trump menyatakan tidak akan mengakhiri blokade di Selat Hormuz.

Iran memperingatkan selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran diberlakukan, maka Selat Hormuz akan diblokir. Sikap ini diumumkan melalui media pemerintah Iran.

Sementara itu, dikutip dari kantor berita Associated Press disebutkan dua kapal penembak dari Garda Revolusi Iran melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal tanker yang tengah menuju Selat Hormuz.

Peristiwa itu dilaporkan oleh pusat operasi perdagangan maritim Inggris pada Sabtu waktu setempat.

Kapal tanker dan awaknya dikabarkan dalam kondisi aman, meskipun belum diketahui identitas kapal serta tujuannya.

Peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali menilai awalnya Iran memberikan sinyal bersedia melakukan negosiasi kembali dengan AS, namun blokade AS di Selat Hormuz membuat Iran harus mengambil keputusan untuk kembali menutup Selat Hormuz.

Pizaro juga menyebut situasi saat ini jadi semakin tak kondusif dan menghilangkan kepercayaan Iran terhadap AS.

Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.

Hal ini disampaikan Komando Militer Pusat Iran beberapa jam setelah membuka kembali selat tersebut, dengan sejumlah kapal komersial telah melewati jalur air vital tersebut.

Sebelumnya Prancis dan Inggris mengumpulkan sejumlah negara di Paris untuk mendorong pembukaan Selat Hormuz secara permanen.

Pertemuan itu untuk membahas bagaimana mengurangi dampak perang terhadap negara-negara yang terganggu karena ekonomi global terguncang.

Baca Juga Mojtaba Khamenei Pasca Iran Tutup Kembali Selat Hormuz: Rasakan Pahitnya Kekalahan Baru di https://www.kompas.tv/internasional/663874/mojtaba-khamenei-pasca-iran-tutup-kembali-selat-hormuz-rasakan-pahitnya-kekalahan-baru

#selathormuz #iran #as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663876/tutup-kembali-selat-hormuz-kapal-perang-iran-tembak-2-kapal-tanker-yang-coba-melintas-sapa-pagi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Situasi di Selat Hormuz kembali memanas,
00:05seiring dengan penutupan kembali perairan Selat Hormuz oleh Iran.
00:09Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menyatakan Amerika Serikat melanggar kesepakatan
00:15setelah Donald Trump menyatakan tidak akan mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
00:20Iran memperingatkan, selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran diberlakukan,
00:25maka Selat Hormuz akan diblokir.
00:28Sikap ini diumumkan melalui medya pemerintah Iran.
00:31Sikap ini terhadap pelabuhan.
00:46Sikap ini terhadap pelabuhan.
01:01Sementara itu, dikutip dari kantor berita Associated Press, disebutkan dua kapal penembak dari garda revolusi Iran
01:09melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal tanker yang tengah menuju Selat Hormuz.
01:15Peristiwa itu dilaporkan oleh Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris pada Sabtu waktu setempat.
01:20Kapal tanker dan awaknya dikabarkan dalam kondisi aman,
01:24meskipun belum diketahui identitas kapal serta tujuannya.
01:29Peneliti Asia Middle East Center, Pizarro Ghazali menilai,
01:33awalnya Iran memberikan sinyal bersedia melakukan negosiasi kembali dengan Amerika Serikat.
01:38Namun, blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz membuat Iran harus mengambil keputusan untuk kembali menutup Selat Hormuz.
01:45Pizarro juga menyebut, situasi saat ini jadi semakin tak kondusif dan menghilangkan kepercayaan Iran terhadap Amerika Serikat.
01:52Iran ini ingin memberikan pesan sebenarnya bahwa mereka siap negosiasi.
01:56Mereka membuka kembali Selat Hormuz.
01:58Mereka mau melakukan negosiasi.
01:59Tetapi ketika Amerika Serikat tetap dalam prinsipnya memblokade Selat Hormuz,
02:04maka kemudian Iran harus mengambil jalan ini agar kemudian leverage yang dimiliki Iran itu bisa setara
02:10dan Iran keluar dari tekanan yang dilakukan Amerika Serikat jelang kejutan senjata.
02:14Situasinya Mas Dipo sekarang menjadi sangat keruh.
02:16Karena kita melihat ya, walaupun ada tanda-tanda produktif, adanya upaya negosiasi,
02:21tapi dengan tindakan terbaru yang dilakukan oleh Donald Trump dengan tetap menutup Selat Hormuz,
02:27ini kemudian menghilangkan rasa kepercayaan dari Iran.
02:31Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu 18 April waktu setempat.
02:38Hal ini disampaikan Komando Militer Pusat Iran beberapa jam setelah membuka kembali Selat Hormuz
02:44dengan sejumlah kapal komersial telah melewati jalur air vital tersebut.
02:54Saudara sebelumnya, Perancis dan Inggris mengumpulkan sejumlah negara di Paris
02:59untuk mendorong pembuka Selat Hormuz secara permanen.
03:02Pertemuan itu untuk membahas bagaimana mengurangi dampak perang terhadap negara-negara yang terganggu
03:09karena ekonomi global terguncang.
03:11Pemerintah Perancis menyebut 50 negara dan organisasi internasional
03:16mengikuti pertemuan tersebut dan 30 kepala negara dan pemerintah ikut bicara.
03:21Pertemuan juga untuk memberi tekanan kepada Amerika Serikat dan Iran
03:25untuk mengakhiri blokade Selat Hormuz.
03:34Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan Selat Hormuz harus tepat terbuka bagi kapal dari berbagai negara.
03:42Hak negara-negara di dunia untuk mengakses Selat Hormuz tidak boleh dibatasi.
03:47Pernyataan Erdogan merujuk pada blokade Selat Hormuz yang di blokade Amerika Serikat dan juga Iran.
03:52Erdogan berharap ada kepastian kebebasan pelayaran komersil di Hormuz.
04:01Erdogan berharap ada kepastian kebebasan pelayaran komersil di Hormuz.
04:11Erdogan berharap ada kepastian kebebasan pelayaran komersil di Hormuz.
04:24Esas olan yerleşik kurallar temelinde Seyir-i Sefer serbestlisinin temini ve Hormuz'un ticari gemilere açık tutulmasıdır.
Komentar

Dianjurkan