Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaik
Transkrip
00:00Temu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa.
00:04Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih atas berbagai dukungan Rusia untuk Indonesia,
00:11termasuk dalam aksesi keanggotaan Indonesia di BRICS.
00:14Selain itu, Prabowo mengakui kunjungannya ke Moskwa berkaitan dengan situasi geopolitik saat ini.
00:20Ia menyebut dirinya perlu untuk berkonsultasi dengan Rusia, sekaligus mempererat kerjasama di bidang ekonomi dan energi.
00:30Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat.
00:40Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini.
00:56Karena itu, kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan,
01:09dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama, terutama di bidang ekonomi dan energi.
01:18Di hari yang sama, Menteri Pertahanan Syafri Samsuddin bertemu dengan Menteri Pertahanan Perang Amerika Serikat,
01:25Pete Hexeth, di Pentagon.
01:27Di dalam pertemuan ini, kedua negara sepakat membentuk kemitraan kerjasama pertahanan utama.
01:33Perjanjian kemitraan tersebut meliputi mordenisasi militer dan pembangunan kapasitas,
01:38pelatihan dan pendidikan militer profesional,
01:41serta pelatihan dan kerjasama operasional.
01:43Sebelumnya sempat ramai di media sosial bahwa pertemuan Syafri dan Hexeth
01:48juga membahas pemberian akses perlintasan bagi militer Amerika Serikat
01:52di wilayah udara Indonesia atau Overflight Clearance.
01:56Namun, Kementerian Pertahanan menyatakan masalah itu tidak masuk perjanjian.
02:01Karo Infohan Sekjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait
02:05melalui pesan tertulis menegaskan proposal Overflight Clearance
02:09tak masuk dalam kerjasama MDCP yang disepakati Indonesia dan Amerika.
02:14Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh kerjasama pertahanan
02:18dengan negara lain harus memberikan manfaat bagi Indonesia
02:21dan tidak melanggar prinsip kedaulatan negara.
02:30Saudara Prabowo, Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Rusia
02:33dan Menteri Pertahanan Syafri Syamsuddin
02:36di saat yang bersamaan bertolak ke Amerika Serikat.
02:40Lalu bagaimana membaca diplomasi Indonesia saat ini?
02:42Kita bahas bersama dosen ilmu politik Universitas Udayana
02:45Evata Filomeno Boromio Duarte
02:48yang tergabung dalam sambungan virtual
02:50serta Ketua Komisi 1 DPR periode 2010-2016
02:54yang kini menjabat sebagai Sekjen Partai Glora, Mahfuz Siddiq.
02:57Selamat malam, Pak Mahfuz.
02:59Selamat malam, Assalamualaikum.
03:00Waalaikumsalam, warahmatullahi wabarakatuh.
03:01Masih Fata, selamat malam.
03:04Mas.
03:05Ya, saya, pertanyaan saya ke dua narasumber saya sama.
03:09Untuk yang pertama, saya ke Pak Mahfuz dulu.
03:11Membaca diplomasi yang terjadi saat ini.
03:14Menhan bertemu Pete Hexed di Amerika Serikat, di Pentagon.
03:17Di sisi lain, katanya Pak Prabowo ke Rusia ini dengan bahasa tadi berkonsultasi.
03:24Apa yang ada bahasa dari diplomasi Indonesia saat ini?
03:26Ya, memang kalau kita ikuti satu tahun lebih ya,
03:30diplomasi politik luar negeri yang dilakukan presiden
03:33atau pemerintahan presiden Prabowo ini,
03:37ini menarik.
03:38Dan banyak pengamat mengatakan langkah Indonesia ini sering zigzag.
03:43Sehingga sulit untuk mendefinisikan ini sebenarnya arahnya mau kemana.
03:49Seperti yang kita saksikan hari-hari ini,
03:52presidennya ke Kremlin bertemu dengan Putin gitu ya.
03:57Sementara Manhattan-nya bertemu dengan Manhattan Amerika ya.
04:01Menteri Perang Amerika Hexed.
04:02Dan kalau kita lihat, dua negara ini, Amerika dan Rusia,
04:07ini kan dalam konteks percaturan geopolitik,
04:11ini kan face-to-face.
04:12Jadi ini juga yang memang akhirnya menimbulkan tanda tanya apa sebenarnya
04:16yang ingin dicapai oleh Indonesia.
04:18Tetapi terlepas dari itu, saya kira Indonesia memang harus terus
04:23meningkatkan posisi dan leverage-nya, bobotnya,
04:26di dalam konteks percaturan global ini.
04:29Karena apa yang terjadi di satu wilayah,
04:31ini kan akan punya pengaruh terhadap wilayah yang lain,
04:34termasuk Indonesia.
04:36Bahkan sebenarnya, saya ingin mengajak banyak fiak untuk mulai berpikir,
04:42kemungkinan spot perang yang sekarang terjadi di Teluk Persia,
04:46ini dalam waktu yang tidak terduga,
04:48ini bergeser ke wilayah di sekitar kita.
04:52Bisa jadi ini di wilayah Laut Cina Selatan.
04:55Jadi saya kira dalam konteks ini menjadi penting membaca,
04:59kunjungan Presiden ke Rusia dan juga kunjungan Menhan ke Amerika.
05:05Tetapi memang yang harus kita cermati,
05:07apa yang disepakati oleh Indonesia dengan negara-negara besar ini,
05:12ini juga akan sangat mempengaruhi kira-kira posisi Indonesia ketika
05:17konflik ini akan muncul dalam spot barunya,
05:20misalnya di wilayah Laut Cina Selatan sebagai satu contoh.
05:24Kalau kata Pak Mahfus tadi, diplomasi zigzag dari Indonesia,
05:29saya coba tanya ke Mas Hefata.
05:30Mas Hefata punya pandangan yang sama atau jangan-jangan Mas Hefata berpandangan,
05:33ini malah ada diplomasi dua kaki?
05:42Memang mungkin istri yang cukup kontroversi ya,
05:47bahwa kita melakukan peniklahan pragmatis demi kemandirian strategis.
05:51Itu yang terlihat dengan sangat jelas,
05:53bahwa ada motif alasan ya, yang terbukti secara umum,
05:56tetapi juga ada motif-motif rahasia yang terlihat.
05:59Salah satunya, kita bawa bermanfaat secara bedespektif ya,
06:02di era multipolar kali ini.
06:04Nah, Indonesia sebenarnya ingin menegaskan posisi kemandiriannya gitu,
06:07tidak tergaun dalam salah satu blok ya,
06:10sehingga ini merupakan salah satu diplomatic spring ya istilahnya gitu.
06:13Jadi, bermain secara besar ya,
06:17dengan overview yang sangat lebar begitu,
06:19dan menunjukkan bahwa Indonesia ini adalah mitra strategis gitu.
06:22Kalau saya kan, saya akan berpikir bahwa Indonesia ini adalah
06:24salah satu negara yang bisa mengecah kebuntuan mereka,
06:27dikala sanksi Amerika Serikat.
06:29Nah, Amerika Serikat merasa bahwa Indonesia adalah
06:32bagian untuk mencoba semaksimal mungkin ya,
06:35menjaga karsistektur keamanan mereka di wilayah ASEAN gitu.
06:38Jadi, perubukan inilah yang sebenarnya membuat Indonesia berada posisi yang cukup enak,
06:42kan tetapi memang terdapat berbegitu banyak resiko ya,
06:45karena memang itu yang harus ditukarkan.
06:48Nah, maka dari itu Indonesia harus melakukan penimbangan strategis ya,
06:52dan diversifikasi resiko juga gitu.
06:54Jadi, ketergantungan dalam suatu pihak nanti
06:56malah akan menjadi kontrik produktif dan sliding jika yang cukup buruk.
06:59Kan tetapi, dengan dinamika yang terjadi secara global,
07:03dan juga rencana Indonesia untuk memainkan posisi-posisi personalnya,
07:06dan ditambah dengan dukungan-dukungan yang sangat strategis yang dilakukan,
07:10baik dari secara militer,
07:11ya maupun kemajuan pengembangan sumber daya manusia,
07:14maka saya melihat bahwa
07:15ini yang nanti harus di-drift dengan satu motif yang cukup kuat.
07:19Demikian.
07:20Oke.
07:20Saya juga tertarik dengan satu kata yang disebutkan Presiden Prabowo ketika
07:24berada di Kremlin,
07:26berbicara dengan Vladimir Putin,
07:28Pak Mafus.
07:29Ada satu kata yang dibilang sama Pak Prabowo,
07:32konsultasi katanya.
07:33Konsultasi ke Kremlin.
07:35Jauh ya ke Kremlin biasanya.
07:36Kalau konsultasi sama DPR.
07:38Di Senayan Presiden itu.
07:40Tapi sekarang jauh ke Kremlin.
07:42Apa maknanya?
07:44Apa yang Anda baca dari kata konsultasi ini kepada Presiden Putin?
07:47Ya kalau mengacu ke konstitusi dan regulasi atau peraturan perundang-undangan,
07:52relasi antara eksekutif dan legislatif di Indonesia,
07:56dalam sistem tata negara Indonesia,
07:58Presiden itu biasanya berkonsultasinya ke DPR.
08:02Tapi ketika Presiden Prabowo dalam pembicaraan dengan Presiden Putin
08:07menyebut kata konsultasi,
08:10ya mungkin beliau punya makna tersendiri ya.
08:13Makna tersendiri yang tidak perlu kita hadap-hadapkan dengan aturan konstitusi kita.
08:19Lebih sayang melihatnya bahwa Presiden Prabowo yang memang mencoba melihat dinamika
08:25politik global ini secara realistik,
08:29melihat bahwa Presiden Putin ini adalah satu aktor yang sangat menentukan
08:33dalam geopolitik yang sekarang ini sangat dinamis.
08:37Jadi ya setidaknya mencari lebih banyak informasi kira-kira begitu ya,
08:43membaca proyeksi dari seorang Presiden yang sangat menentukan
08:48bagaimana arah kancah politik global ini.
08:51Dan saya kira hal yang sama juga bisa dilakukan
08:54Menhan Safri Samsuddin ke Menteri Perang Amerika ya,
08:58paling tidak untuk kemudian kita membaca
09:01kira-kira proyeksi ke depan ini akan seperti apa.
09:04Cuma memang satu catatan yang penting yang ini menurut saya ke depan
09:08akan menjadi isu yang panas di Indonesia adalah
09:12ketika kita mendengar pemerintah Amerika ini kan
09:15menginginkan betul pemerintah Indonesia memberikan semacam
09:21permit blanket untuk angkatan udara Amerika,
09:25militer Amerika untuk melintasi wilayah udara Indonesia secara bebas.
09:31Jadi tidak perlu setiap kali akan lewat ini perlu izin ya.
09:35Yang pertama pemberian blanket permit ini,
09:38ini sesuatu yang memang sangat strategis,
09:42sangat mendasar karena ini menyangkut kebijakan politik luar negeri Indonesia.
09:47Dan itu menurut saya tidak bisa diputuskan sefiak oleh hanya eksekutif
09:51tapi juga harus persetujuan DPR itu yang pertama.
09:54Yang kedua pertanyaannya adalah kira-kira apa latar belakang
09:59dan apa kepentingan Amerika meminta izin terbang secara bebas di wilayah Indonesia.
10:05Kira-kira ini akan ada apa?
10:07Ini pertanyaan penting yang menurut saya bisa jadi
10:10akan didiskusikan oleh baik Pak Menhan Safri Samtuddin maupun Presiden Prabowo.
10:16Oke, ini menarik juga soal blanket overflight yang ada di klausul pertemuan.
10:22Salah satu klausulnya begitu ya?
10:23Iya.
10:23Pertemuan dengan Pete Hexed.
10:26Saya tapi sebelum masalah overflight, blanket overflight yang dibahas,
10:30saya juga bertanya ke Mas Evata,
10:32kalau masalah Rusia tadi dimintai konsultasi oleh Prabowo,
10:37untuk Presiden Prabowo melalui Putin.
10:39Apakah ini karena Iran juga sudah menyebut
10:42negara Rusia dan Tiongkok dalam hal ini dua negara yang harus juga ikut
10:46dalam proses negosiasi antara Iran dan juga Amerika Serikat, Mas Evata?
10:53Iya, bahwa kita lihat ya dalam posisi Rusia dan juga Cina
11:00yang sebenarnya bermitra lebih strategis ke Iran ya,
11:03ini tanda bahwa sebenarnya posisi Indonesia yang akhirnya diajak join ke dalam BRICS ya,
11:08dan juga sebagai salah satu mitra yang nanti akan diberikan
11:12rencananya itu teknologi pengembangan listrik nuklir gitu ya,
11:17dan bahkan ada berapa janji-janji dari Rusia yang rencananya nanti akan direalisasikan,
11:22dan nanti rencananya juga akan ada pengembangan SDM,
11:25dan juga kesukan-kesukan energi konvensional lah ya.
11:29Pak Prabowo juga menyampaikan bahwa alasan utamanya ini kan memang energi gitu,
11:32sehingga diversifikasi ini dilakukan.
11:34Bahkan tetapi jika kita lihat nanti lebih dalam,
11:38ya hal kita adalah, kita nanti mencoba sebagai jembatan ya,
11:43kita apabila terlalu bermain ya dalam,
11:45ini kan satu kondisi yang sebenarnya dulu sudah terjadi dan dulu-dulu sekarang ini gitu.
11:52Dari dulu sebenarnya banyak sekali latihan-latihan dengan Amerika ya,
11:54ada kurang lebih 10 latihan ya,
11:56bahkan kunjungan ke Prabowo atau bertemu dengan Putin ini dalam setahun ini sudah lebih,
12:01dan sudah berdiri ke dalam kali lebih gitu.
12:03Nah maksudnya ini semua berharap agar di wilayah kawasan yang dikuasai oleh Indonesia,
12:10menjadi salah satu bagian yang nantinya ke depannya berada pada posisi natural dulu.
12:15Ya saya teringat kondisi ini seperti kondisi perang dingin ya,
12:18di mana ada perebutan hegemoni dari Amerika Serikat,
12:20dan juga perebutan dari blok-blok Indonesia.
12:25Nah maka dari itu,
12:26titikannya ini harus benar-benar kita fungsinya dengan baik.
12:29Karena fungsinya untuk energi,
12:32maka kita adalah sesuatu mitra positif ya,
12:35untuk saat ini bagi dunia gitu.
12:37Ketika kondisi dari seratormus atau double blokade yang sudah terjadi,
12:41maka Indonesia bisa menjadi salah satu mitra strategis.
12:44Nah, kalau dari sisi pertahian dan lain sebagainya,
12:46mungkin kita akan mengotip juga buah-buah yang manis,
12:48dan semoga buah-buah itu akhirnya tidak menjadi kecut.
12:50Begitu apabila kita melakukan satu manufur yang cukup-cukup beresiki ya,
12:54dalam upaya-upaya untuk mendekatkan diri ke salah satu pihak.
12:57Karena kita langsung mencoba untuk menginginkan kedua negara
13:02yang memiliki pengaruh yang sebesar ini gitu.
13:04Resiko-resiko ini nanti harus dikomitigasi,
13:06dan seluruh bentuk kerjasama untuk kita cross-check baik-baik ya,
13:10apakah memang benar-benar benefit atau jangan-jangan malah
13:12memotok satu hegemoni yang akhirnya susah untuk kita tinggalkan.
13:16Takutnya kan Amerika biasanya menggunakan tarif ya,
13:19tarif lagi-tarif lagi saat dibanding kita terlalu berdekat dengan Rusia,
13:21Rusia juga bisa meninggalkan Indonesia untuk pilih,
13:24dan kondisi terlalu berdekat dengan Amerika.
13:26Nah ini dia, maka seluruh pihak memang harus melihat ini
13:29dengan mata terbuka dan jauh lebih strategis.
13:32Mau nggak mau ini menjadi langkah logisnya,
13:36langkah yang paling logis yang akan ditempu oleh Indonesia
13:38dengan melakukan kerjasama energi dengan Rusia.
13:41Karena permasalahan kali ini, permasalahan saat ini memang
13:45masalah energi yang sangat berdampak untuk Indonesia.
13:48Nah saya ingin lompat ke blanket over flight tadi.
13:51melalui Major Defense Cooperation Partnership yang sudah ditandatangali oleh
13:56Menteri Pertahanan Syafri Syamsuddin dan juga Menteri Perang Amerika Serikat,
14:00Pete Hexen.
14:00Saya ke Mas Hefata.
14:01Mas Hefata, kalau Anda melihat implikasi jangka panjangnya,
14:06kalau tadi Pak Mahfus masih mengira-kira,
14:08sebenarnya ada apa ini dengan konsekuensi apa yang harus diterima Indonesia
14:12ketika kita mengizinkan ada pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat
14:17dengan bebasnya melintas di langit Indonesia.
14:20Nah kira-kira implikasi jangka panjangnya untuk kita apa?
14:24Kalau Anda melihatnya, Mas Hefata.
14:31Kondisi seperti ini, kita melihat bahwa
14:34peseks terbang ini menjadi salah satu permintaan Amerika ke banyak negara sebenarnya.
14:38Bahkan di Timur Tengah juga dia meminta beberapa akses dari negara-negara tersebut
14:42untuk melancarkan operasi-operasi mereka mungkin di Timur Tengah.
14:46Terutama terkait dengan pangkilan mereka yang selama ini dibangun di Australia.
14:51Jadi wilayah-wilayah lingkaran ini yang nanti akan dimanfaatkan begitu juga dengan Filipina.
14:55Nah maka Indonesia ini akan menantik sewaktu dengan jauh lebih cepat
14:58karena kita melihat bahwa eskalasi di Timur Tengah ini sudah terjadi.
15:02Tetapi, hal ini kan masih dalam kejian.
15:05Dan Indonesia juga tentu nanti harus berada pada posisi yang cukup strategis
15:10sehingga pembicaraan yang terkait dengan isu-isu ini memang harus disampaikan kepada publik
15:15dan regionalisasinya itu apa ya begitu.
15:17Sehingga ada kelihatan yang jelas gitu.
15:20Katakan ya kalau memang kita nanti akan bermikir cukup strategis dengan Amerika
15:23ataukah memang kita akan diam-diam saja gitu.
15:26Sehingga ini nanti bisa menjawab kenapa banyak sekali
15:29kadang-kadang ada beberapa pesawat-pesawat dari buatan Amerika sendiri
15:33kadang-kadang sementara ya.
15:35Atau pembakar atau mula-mula dan sebagainya.
15:38Nah ini, ya memang kita sebutkan bahwa memang sudah terjadi kerjasama yang cukup strategis ya.
15:44Dan wilayah Indonesia ini menghubungkan wilayah Sivik, Hindia, Laut Cina Selatan.
15:50Dan ases ini agar-agarnya sangat-sangat dibutuhkan secara dramatis oleh Amerika.
15:54Maka mereka benar-benar memintik gitu.
15:56Hari ini ya, dalam-dalam kondisi-kondisi yang cukup-cukup tertekan
16:01mereka mencoba semangat-semangat mungkin untuk melakukan manufur demikian.
16:03Maka dari itu tiba-tiba Rusia juga mengawarkan bahwa
16:06ganti nih jangan sampai nanti kalau kita melakukan perubahan ya
16:10secara langsung pertahanan kita ya.
16:12Memang kita ini kan sendirian gitu.
16:14Tiba-tiba layanan bermintis.
16:16Jadi secara pertahanan, malah terjebak di sana.
16:18Nah itu kalau saya melihat ya, demikian.
16:21Oke. Nah Pak Mahfud, Anda sebagai orang yang pernah duduk di Komisi 1
16:24bahkan memimpin Komisi 1.
16:26Melihatnya kalau saat ini ada perjanjian blanket over flight tadi dengan Amerika Serikat.
16:31Komisi 1 perlu dilibatkan?
16:32Tapi jangan dijawab dulu.
16:33Nanti saya akan menanyakan hal itu setelah jadah di Sapa Indonesia Malam.
16:48Tadi saya bertanya ke Pak Mahfud, Pak Mahfud Anda pernah di Komisi 1.
16:53Dan ada permintaan, saya melihatnya bukan usulan,
16:57melainkan permintaan Amerika Serikat kepada Indonesia untuk tadi.
17:00Ada blanket over flight yang mengizinkan pesawat-pesawat Amerika Serikat,
17:05pesawat humpur melintas di udara Indonesia.
17:09Komisi 1 layaknya harus dilibatkan jika memang nanti memutuskan ya atau tidak dari permintaan Amerika Serikat ini?
17:15Ya, kalau mengacu kepada peraturan perundang-undangan memang lembaga legislatif itu harus dilibatkan dalam dua hal, dalam dua jalan.
17:23Yang pertama ketika isu yang akan dibahas untuk kerjasama itu adalah isu yang sangat strategis
17:29dan menyangkut kebijakan politik nasional,
17:35maka pemerintah eksekutif dalam hal ini bisa melakukan konsultasi dengan DPR.
17:41Jadi sebelum proses negosiasi atau perundingan itu dilakukan.
17:47Tetapi eksekutif, Presiden Dalmal ini juga punya kewenangan eksekutorial
17:52untuk menandatangani kerjasama dengan pihak lain, dengan negara lain, misalnya bilateral dengan Amerika.
17:58Itu bisa dilakukan, tetapi setelah itu kerjasama itu atau perjanjian ini harus diratifikasi oleh DPR.
18:07Dan ketika sudah diratifikasi oleh DPR, maka barulah perjanjian atau kerjasama itu dinyatakan berlaku dan mengikat.
18:16Jadi itu dua jalan ini.
18:18Tetapi yang saya dapatkan penjelasan dari Kementerian Pertahanan,
18:22Perjanjian Peningkatan Kerjasama Pertahanan Indonesia dengan Amerika ini satu judul,
18:27tapi permintaan tentang blanket overflight ini judul yang lain.
18:32Memang waktunya bersamaan.
18:35Dan saya kira bukan tidak mungkin pihak Amerika akan mencoba mengkaitkan dua hal ini dalam satu meja,
18:42meletakkan ini dalam satu meja, sangat mungkin.
18:46Oleh karena itu menurut saya memang karena kita perlu menjawab apa kira-kira motif dan tujuan Amerika,
18:54militer Amerika meminta blanket overflight ke Indonesia ini agar seluruh militer mereka bisa terbang ke wilayah Indonesia dengan bebas
19:02tanpa minta persetujuan setiap kali akan melintas, ini harus dijawab dulu.
19:06Untuk apa ini diminta?
19:08Karena misalnya, kita coba bikin skenario ya.
19:12Misalnya ketika Amerika blokade Selat Hormuz, yang paling menderita ini kan China.
19:18Karena suplai energi China ini kan menjadi sangat tersumbat.
19:23Dan itu bisa jadi cara Amerika menarik China untuk terlibat dalam konflik atau perang di Teluk Persia ini.
19:29Nah kalau ini terjadi misalnya China tergoda,
19:32kan bisa jadi itu alasan bagi Amerika untuk kemudian menciptakan spot konflik baru di Laut China Selatan.
19:38Misalnya Taiwan dengan Beijing.
19:41Walaupun kita tahu apa namanya pemimpinan oposisi di Taiwan,
19:45ya Cheng ini juga sudah bertemu si Jinping untuk mengantisipasi,
19:48jangan sampai ini terjadi konflik terbuka antara keduanya kan.
19:52Tetapi kalau misalnya skenario ini benar,
19:54lalu ada konflik antara Taiwan dengan China dan Amerika mendukung Taiwan,
19:59kan sangat mungkin pergerakan atau mobilitas militer Amerika ini harus melewati wilayah Indonesia.
20:05Bukan saja udara, tapi juga wilayah perairan.
20:07Nah apakah itu yang dimaksud atau dituju oleh Amerika?
20:11Jadi saya kira memang, dan saya yakin Pak Presiden Prawo ini kan ahli strategi dan ahli geopolitik,
20:17paham betul situasi ini dan tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.
20:20Oke, Mas Yafata, kalau tadi Pak Mahfud bilang harus dijelaskan dulu nih,
20:25apa tujuannya berlangkat overflight ini.
20:27Nah kalau memang saya, kalau Pak Mahfud tadi beranda-anda dan menganalogikan dengan telat hormus gitu ya Pak Mahfud.
20:33Saya akan coba, bukan berspekulasi ya, tapi misalnya Amerika berdalih bahwa ini untuk operasi kontingensi, latihan,
20:42ataupun krisis begitu.
20:44Adakah hubungannya dengan yang disebutkan Pak Mahfud tadi,
20:47kaitannya dengan Laut Cina Selatan kalau Anda baca?
20:54Bahwa memang dalam kondisi krisis seperti ini, segala sesuatu atau konflik jenis apapun memang saling bertahukan akhirnya.
21:01Dan kita mengetahui bahwa setiap kerjasama yang dilakukan oleh Amerika pasti memiliki motif.
21:06Setiap kerjasama yang dilakukan oleh Rusia juga pasti memiliki motif.
21:09Jadi kadang mungkin salah satu kerjasama itu tanpa motif politik di belakang itu ya.
21:13Maksud tadi disampaikan itu memang terbaca dengan sangat clear ya,
21:16bahwa upaya-upaya untuk mendegradasi Cina ini kan harusnya melalui kanan titik tekan pada wilayah-wilayah Selatan Malaka gitu.
21:25Yang selama ini, ya juga kita tahu bahwa Singapura memberikan satu statement yang cukup beras juga kepada Irendu.
21:32Itu ada wilayah yang dilindungi Selatan Ormus, ada wilayah Enclos, harusnya semua kapal yang lewat itu bebas saja gitu.
21:38Karena kita tahu Singapura memiliki motif strategis juga dengan Amerika.
21:42Nah, aku bilang nanti titik tekan sama ini kita mulai begitu tanpa satu penjelasan yang cukup clear ya,
21:47dan posisi diplomatik kita akhirnya berada pada kondisi yang sangat-sangat terdibat ya, di dalam situ gitu.
21:55Dan kita tidak mau keluar lagi gitu, ya kita bisa mengatakan bahwa Indonesia akhirnya menjadi salah satu mitra strategis Amerika.
22:01Dan kita mungkin menjadi negara yang mengeksalasi konflik tersebut.
22:05Karena selama ini, kita kan bermain pada kondisi yang cukup bebas ya, saat dimana kita juga dekat dengan Cina ya,
22:12kita dekat juga dengan negara-negara Timur dan lain sebagainya.
22:15Tetapi ketika hal ini akhirnya tidak terkalkulasi dan tidak terkalibrasi dengan Putin ya,
22:20terus kita tidak melihat saturasi sebenarnya poin utamanya ini apa gitu.
22:25Karena ultamanya kalau memang hanya untuk pelincisen, tapi untuk agresi militer,
22:29maka kecamanan kondisi dia mengekup.
22:32Dan kecamanan publik adalah bisa membuat kebun jenis ini kementeran produktif.
22:36Nah, maka kita tentu kita harus melihat lagi ya, bahwa modernisasi militer ya kita butuhkan ya,
22:43terus juga pelatihan-pelatihan kita butuhkan, kerjaya sama militer kita butuhkan.
22:46Tetapi terkait dengan hal yang cukup strategis seperti wilayah udara ini,
22:50ya karena kita tahu bahwa Amerika ini kan kekuatan utamanya memang diuntung kalau gitu,
22:54sama seperti Israel, dia men-support teknologi
22:56udara kepada Israel, sehingga melakukan
22:58Israel di dekapitasi, nah salah satunya
23:00ketika mereka mau mengalahkan China, harus
23:02dengan cara mencekik ya, selat Malacca
23:04itu sendiri, tinggal Indonesia saja yang
23:06di-amerikikan kan, istilahnya
23:08begitu, kalau Indonesia di-amerikikan bukan
23:10selat-amerikikan, selat-amerikikan, selat-amerikikan
23:12itu begitu kan, 90%
23:13tergantung dari selat Malacca di sini itu
23:1690% nah ini dia, ya jadi
23:18ini menjadi paradoks dan tentu
23:20kita akan berada pada posisi
23:22tiba-tiba, maka dari itu tiba-tiba, Pak Prabowo
23:24melakukan omni-diplomatik
23:26sprint ya, berada pada dua pihak
23:28ya, langsung di waktu yang sama
23:30dan memicara penilaian cukup strategis, ini tanda
23:32bahwa Indonesia masih berada pada
23:34posisi yang cukup clear, bebas strategisnya
23:36masih berjalan dengan baik, demikian
23:37Pak Mahu terakhir, kalaupun nanti
23:40Amerika memaksa blanket
23:42overflight ini diaplikasikan di Indonesia
23:44dan masuk dalam klausul
23:45apa namanya, perjanjian begitu
23:47apakah pemerintah Indonesia jika membaca
23:49intensinya ternyata
23:51untuk menciptakan konflik baru
23:52apakah pemerintah Indonesia berani menolak
23:54menurut Anda?
23:55saya melihat ya, Presiden Prabowo
23:58sejak awal itu kan beliau
24:00menjelaskan bahwa
24:02dalam melihat situasi
24:03geopolitik dunia ini
24:05yang sangat krusial
24:07yang sangat kritis
24:08beliau mengedepankan
24:09pandangan
24:10realisme politik
24:13dan kalau realisme politik
24:15itu artinya
24:15Presiden Prabowo
24:17akan membaca betul
24:18posisi setiap negara
24:20intensi dan tujuan
24:22setiap negara ini
24:23dan kemudian
24:24pada ujungnya adalah
24:25apa yang menjadi
24:26kepentingan nasional Indonesia
24:28yang harus dijaga
24:29saya kira dalam konteks ini
24:31kepentingan nasional Indonesia
24:33itu kan tidak bisa dilepaskan
24:35dari kebutuhan Indonesia
24:37membangun hubungan baik
24:39dengan Amerika
24:40karena ini kawan lama
24:41dan juga menjaga hubungan baik
24:43dengan China
24:44yang dalam berapa
24:45dalam 10 tahun terakhir ini
24:46kan ada peningkatan
24:47kerjasama industri dan perdagangan
24:49dan investasi
24:50termasuk juga Rusia
24:51saya kira
24:52batu ujian
24:53ketika kita
24:54akan mengembangkan kerjasama
24:56dengan Rusia
24:57misalnya di sektor energi
24:58apakah misalnya
25:00kalau ada kesepakatan
25:01antara Putin dan
25:02Prabowo
25:03sebagai dua presiden
25:04besar negara besar ini
25:05ini akan diveto
25:07atau akan ditekan oleh Amerika
25:08atau tidak
25:08nah
25:09kalau Indonesia
25:10misalnya dikatakan
25:11Trump
25:12Indonesia jangan dong
25:13kerjasama
25:14soal energi dengan Rusia
25:15kalau Indonesia bisa mengatakan
25:17tidak
25:18ini kepentingan Nasrud
25:19kita akan lanjut terus
25:20saya yakin Indonesia bisa menolak
25:23permintaan dari
25:23Blanket Over Friday ini
25:25oke ini berarti
25:25bergantung dari
25:28apa ya
25:28apa
25:29close to saja
25:29kebersamaan kesepakatan
25:30yang dijalin oleh
25:31pelajar Putin
25:32betul
25:32nanti kita lihat
25:33sepulangnya dari Rusia
25:35mudah-mudahan kabarnya baik
25:36ya kabarnya baik
25:37dan akan dipaparkan tentu saja
25:38di hadapan publik Indonesia
25:40terima kasih
25:40Pak Mahfud
25:41dan juga
25:42Mas Evata
25:43telah berbagi perspektif
25:44di Sapa Indonesia Malam hari ini
25:45kita jumpa lain waktu
25:46selamat malam
25:47selamat jumpa
25:47Pak Mahfud
25:47Assalamualaikum
25:49Waalaikumsalam
Komentar

Dianjurkan