00:09Perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memaksa berbagai negara mencari pasokan energi alternatif selain dari Selat Hormuz.
00:17Langkah ini kian mendesak, kala gencatan senjata semakin rapuh, usai Iran dan Israel gagal capai kesepakatan saat negosiasi di Pakistan
00:26Sabtu lalu.
00:28Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Moskwa bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin jadi salah satu langkah Indonesia mencari alternatif impor minyak
00:37selain dari Timur Tengah.
00:39Senin lalu Presiden Prabowo bertemu Presiden Putin di Istana Kremlin, Moskwa.
00:43Prabowo ingin berkonsultasi terkait perkembangan pesat situasi geopolitik global sekaligus peluang mempererat kerjasama bidang energi.
00:51Bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini.
01:05Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan dan terutama kalau bisa kita terus
01:21mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi.
01:28Ini ketiga kalinya Prabowo berkunjung ke Rusia bertemu Putin sejak dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024.
01:35Putin menyambut baik kunjungan Prabowo.
01:38Ia menilai kedatangan Prabowo ke Rusia kali ini jadi langkah penting untuk peningkatan kerjasama bilateral di tengah kondisi terkini dunia.
02:13Ketua Komisi 12 Dewan Perwakilan Rakyat DPR
02:16dari fraksi Golkar Bambang Patijaya mengapresiasi langkah Prabowo bertemu Putin kali ini
02:21sebagai terobosan untuk menjajaki potensi kerjasama pasokan minyak dan LPG dari Rusia.
02:28Sejak 2022 Amerika Serikat menerapkan sanksi bagi perusahaan dari suatu negara
02:33yang mengimpor minyak dari Rusia sebagai sikap invasi Rusia ke Ukraina.
02:38Oleh karenanya pendekatan di level pemerintah antara Rusia dan Indonesia diharapkan jadi jalan keluar.
02:45Selama ini minyak, kurut, BBM ataupun LPG gas dari Rusia itu diban oleh Amerika Serikat.
02:58Sehingga banyak sekali perusahaan-perusahaan internasional itu takut berusaha dengan perusahaan-perusahaan dari Rusia.
03:04Nah demikian juga Pertamina.
03:06Nah kita tahu kalau Pertamina misalkan ketahuan ini Amerika membelanjakan atau beli
03:11atau mendapat pengadaan krud ataupun gas yang bersumberkan dari Rusia
03:17itu Pertamina terancam untuk dicairkan bond sanction dari Amerika.
03:22Sehingga ini cukup memberatkan.
03:24Sehingga terbosannya apa di saat ini adalah
03:26coba pendekatannya bukan lagi B2B tetapi G2G.
03:31Maka keberangkatan presiden berseparombongan ke Rusia pada saat ini adalah rangkaian
03:37dalam rangka bagaimana untuk menjajaki G2G tadi.
03:41Jadi memang ada gap yang harus ditutupi untuk memenuhi kilang kita.
03:45Ya kira-kira sekitar 600 lah kurang lebih, 600 baril per hari.
03:50Nah kemudian sisanya berarti kita perlu produk.
03:53Setelah perang dengan Iran semakin berdampak pada harga minyak global
03:57Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai melonggarkan sanksi terhadap pihak
04:01yang mengimpor minyak dari Rusia pada Maret lalu.
04:05Pengamat hubungan internasional sekaligus peneliti Asia Middle East Center
04:09Pizarro Gozali menilai kelonggaran saksi ini bersifat sementara.
04:14Ia menilai Prabowo perlu tegas menyikapi Trump
04:16jika mempertanyakan langkah Indonesia menjajaki impor ke Rusia.
04:21Sejak dulu memang ingin membeli minyak dari Rusia
04:23karena Rusia sudah menawarkan Bapak Maidob kepada kita
04:26tetapi hambatan kita itu kan
04:27itu ketika kita membeli minyak dari Rusia
04:30pertama sistem transaksi dari permakanan Amerika Serikat
04:32pasti akan memblokir.
04:34Tidak mudah kita kemudian untuk membeli minyak dari Rusia.
04:36Yang kedua ialah ancaman sanksi dari Donald Trump seperti itu.
04:39Ini kan kemudian hanya dilonggarkan sementara aja nih Bapak Maidob ya
04:42Amerika Serikat melonggarkan sanksi kepada Rusia
04:45agar bisa menstabilkan harga minyak dunia gitu.
04:47Tapi ini terbatas waktunya
04:49dan ini harus dimanfaatkan oleh pemerintahan Pak Prabowo sekarang
04:52dan juga Indonesia harus berani juga berkatan kepada Donald Trump
04:54ini terjadi karena Anda, Anda yang memulai perang.
04:56Mbak Kami tidak ada pilihan untuk melakukan diversifikasi impor kepada Rusia.
05:01DPR menyatakan pemerintah sudah berupaya
05:04mendiversifikasikan impor minyak
05:06agar tak sebagian besar bergantung dari Selat Hormuz
05:09yang terdampak perang Iran dan AS.
05:11Sejak awal, sejak perang di Selat Hormuz itu berlangsung
05:17H plus 4 itu kita sudah memitigasi
05:20sudah mendiversifikasi sumber pasokan.
05:22Jadi saya juga sudah cek tadi kepada Pak Dirjen Migas
05:26beliau fix bahwa per hari ini
05:28sejak dari awal perang itu berlangsung
05:32kita sudah memindahkan.
05:34Jadi kemarin itu kan ada beberapa kargo
05:36yang memang bersumberkan dari Selat Hormuz
05:39kita sudah alikan semua. Gas sudah kita alikan, LPG ya
05:43kemudian juga sumber-sumber krut juga sudah kita alikan
05:45tidak lagi dari sana.
05:47Sementara itu situasi di Selat Hormuz kian tak pasti
05:50usai Presiden AS Donald Trump
05:52mulai memblokade jalur itu
05:54agar Iran juga tak bisa menjual dan mendistribusi minyak.
05:58Trump mengklaim negara-negara yang selama ini
06:00bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz
06:03bisa beralih ke Amerika.
06:05Trump pun mengklaim AS punya cadangan lebih banyak
06:08daripada gabungan minyak Arab Saudi dan Rusia.
06:34Sebelumnya Menteri ESDM Bahli Lahadalia sempat mengungkap
06:38Indonesia mulai mendatangkan minyak mentah dari Amerika Serikat.
06:42Peneliti Asia Middle East Center Pizarro Gozali menilai
06:45upaya Indonesia membuka kerjasama impor minyak dari Rusia
06:48jadi langkah Indonesia tetap menjalankan politik bebas aktif.
06:52Terutama karena Indonesia adalah salah satu anggota BRICS
06:55yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.
07:00Indonesia pun harus jeli memanfaatkan langkah kerjasama ini
07:03juga sebagai upaya mendorong perang AS dan Iran berakhir.
07:07Kita memang harus melakukan politik bebas aktif.
07:33Terutama kemudian bagaimana negara-negara besar seperti Rusia, Tiongkok, dan kemudian
07:37Amerika Serikat memastikan dieskalasi dan gejata senjata itu benar-benar terjadi di wilayah Iran.
07:42Sementara itu, Direktur Program INDEF, Aisyah Rahwini,
07:45menilai agenda diplomasi Prabowo ke Rusia menjadi langkah realistis
07:49di tengah konflik AS dan Iran.
07:51Pemerintah tetap perlu mempertimbangkan biaya dan waktu pengiriman minyak
07:55serta berhati-hati mengambil kebijakan agar tak mengganggu stok minyak dalam negeri.
08:00Secara bersamaan, ini jadi pekerjaan rumah pemerintah
08:03untuk semakin menggencut upaya beralih dari ketergantungan terhadap energi fosil.
08:10Saya rasa segala upaya juga tetap perlu dilakukan.
08:13Termasuk tadi mencari diversifikasi ke Rusia.
08:17Semoga nanti juga ada hasilnya dari negosiasi yang diusahakan pada kunjungan ini.
08:24Tapi juga sambil mencari bagaimana supaya mungkin ada PR-PR lagi yang lain
08:30misalnya bagaimana supaya kapal dari Pertamina juga bisa lolos.
08:36Itu kan juga perlu negosiasi juga ya.
08:38Masih terus dilanjutkan.
08:40Lalu juga bagaimana misalnya transisi ya.
08:45Kita juga kan juga ada banyak usaha yang bisa diupayakan
08:50selain juga pasokan tadi juga dipenuhi.
08:55Tapi juga misalnya transisi ke upaya listrik ya.
08:58Kendaraan non-fosil fuels gitu.
09:01Itu juga perlu di jalan seberbarangan.
09:04Ujung perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel
09:07masih penuh ketidakpastian.
09:09Indonesia perlu memastikan sejumlah alternatif tersedia
09:12mengantisipasi berbagai kemungkinan
09:14untuk menghindari risiko krisis energi di masa depan.
09:17Tim Liputan Kompasivo.
Komentar