Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perundingan AS dan Iran di Pakistan tidak tercapai atau gagal. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden AS JD Vance dalam keterangannya di Pakistan pada Minggu (12/4/2026).

"Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan," ujarnya.

Mari kita simak pembahasan topik kali ini bersama narasumber Guru Besar Politik & Keamanan Unpad, Muradi dan Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf.

Video Editor: Laurensius Galih
Produser: Theo Reza


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662470/terbaru-perundingan-as-iran-di-pakistan-gagal-ini-analisis-faisal-assegaf-guru-besar-unpad
Transkrip
00:00Pakistan, tapi kita sudah tidak percaya lagi dengan Amerika.
00:03Baik, senara dengan informasi yang baru saja saya dapatkan dari EPT yang digawai saya ini,
00:09beberapa menit yang lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran
00:14berakhir pada minggu pagi tanpa kesepakatan damai setelah Iran menolak untuk menerima persyaratan Amerika Serikat
00:21untuk tidak mengembangkan sejata nukril. Itu salah satunya.
00:24Prof. Muradi, kira-kira setelah tidak tercapainya kesepakatan antara kedua negara,
00:31artinya perang atau konflik kedua negara, saling serang antara kedua negara, akan kembali berlanjut, Prof?
00:38Ya, yang pertama saya agak berbeda dengan Bang Faisal ya.
00:41Bahwa dua nama ini justru dari berbagai literatur yang saya baca, kemudian kipra mereka berdua,
00:48memang mereka ini kan pragmatis sekali sebenarnya.
00:50Dan saya kira dengan dua orang dikirim ini justru Amerika Serikat sedang berupaya untuk kemudian mengambil
00:56sisi posisi yang menguntungkan saja buat mereka ya.
01:00Saya kira penting buat kita bahwa ada ruang sebenarnya untuk kemudian minimal
01:03apa namanya negosiasinya adalah tidak dalam posisi,
01:08saya nyebutnya Pak, dalam pendekatan peperangan itu ada pendekatan deeskalasi lah.
01:14Itu paling pertama itu. Jadi saya agak berbeda sedikit dengan Bang Faisal disitu.
01:17Karena dua orang ini bukan ideologinya Trump sebenarnya, lebih kepada soal memang pro-Israel luar biasa,
01:24tapi dia bukan ideologi yang memang punya kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan Israel.
01:28Itu paling pertama itu.
01:29Yang kedua, kalaupun kemudian misalnya disampaikan oleh Trump berkali-kali,
01:33sekali saya bilang dari pernyataan beli, apa persenal Amerika Serikat tebut,
01:38hampir tidak bisa kita pegang.
01:39enam kali, tujuh kali itu bahkan saya kira itu kalau dalam misalnya komunikasi,
01:45saya war saja begitu, berkali-kali dan sebagainya.
01:47Jadi saya menangkapnya konsolidasi kan begini,
01:51Mas Imran ya, kalau misalnya dalam konteks perang itu konsolidasi harus jauh lebih mapan.
01:56Hari ini saya mencatat, itu titik terendah konsolidasi yang menitam Amerika Serikat
02:02sepanjang hampir mungkin 60 tahun terakhir.
02:04Pasca perang Vietnam ya, hampir menjalankan 50-60 tahun terakhir.
02:09Jadi memang sebenarnya secara prinsip, kalau perang itu ya nggak siap mereka.
02:14Kalaupun, sekali lagi, kalaupun peperangannya hanya sebatas misalnya tadi,
02:17misalnya penekatan teknologi militia tadi,
02:20hanya mengirim rudal dan sebagainya, saya kira ini akan panjang.
02:23Tapi sekali lagi saya bilang, jangan lupa Amerika Serikat itu menghabiskan 1 miliar dolar per hari untuk perang.
02:29Artinya apa? Artinya secara prinsip, mereka akan berpikir dua kali.
02:33Nah yang kedua, alasan kedua, saya kira juga penting buat kita adalah,
02:36Donald Trump makin turun reputasinya.
02:40Bahkan sekarang mendekati angka di bawah 35%.
02:43Jadi artinya sebenarnya, ini pertaruhan luar biasa,
02:47kalau katakanlah Amerika Serikat takap untuk pemaksa peperangan di sana.
02:51Nah yang ketiga, saya kira juga penting buat kita adalah,
02:54dia sudah nggak punya teman.
02:55Saya mau bilang apa? Amerika Serikat secara prinsip, sudah nggak punya teman.
02:59Teman mereka yang sekarang ini adalah Israel.
03:01Bahwa kemudian misalnya, yang lain lebih pragmatis menunggu ya,
03:05yang tersebut memang besar.
03:06Tapi itu adalah cerminan bahwa secara prinsip,
03:09cara-cara yang dikona Amerika tidak layak,
03:13tidak baik, dan tidak utuh untuk satu konteks membangun kekuatan regional.
03:18Katakanlah misalnya, visi utama kekuatan Amerika Serikat adalah di NATO.
03:23Kemudian di Asia Timur, itu pun juga kemudian kedua ini juga tidak terlalu dalam posisi yang memang siap.
03:28Jadi tiga alasan ini saya kira, saya menangkap bahwa ini hanya text time saja.
03:33Sambil menunggu, mungkin katakanlah kalau dalam negosiasi kan memang harus call tinggi.
03:36Saya kira dalam call tinggi, ya akan nanti ada diketemu.
03:38Dan bahwa kalau mereka pulang, akan nanti ada upaya untuk kemudian sama-sama misalnya meredakan.
03:43Karena begini, Iran pun secara prinsipnya juga nggak nyaman kalau terus-terusan perang.
03:48Katakanlah misalnya, dia, saya bilang ini momentum war hero-nya sudah bagus.
03:53Kalau itu kemudian tidak dimanfaatkan secara serius,
03:55saya kira akan mengkerdilkan suasana kekuatan timur,
04:01apa, apa, Iran di kawasan timur tengah.
04:03Ketika kemudian mereka hanya memikirkan diri sendiri, memikirkan negara sendiri.
04:07Tanpa juga memikirkan hal yang lain, tadi soal Palestina,
04:10soal konsumsi negara Islam, dan sebagainya-sebagainya.
04:13Begitu, masing-masing.
04:14Menarik ini tadi soal Prof Muradi bilang bahwa Amerika Serhat sudah mengucurkan dana yang sangat banyak
04:20untuk keperluan militer untuk perangan kali ini.
04:22Dan juga reputasi Donald Trump juga sudah turun.
04:27Tapi saya akan coba ke Mas Yauki dulu.
04:28Mas Yauki, informasi yang tadi saya sebutkan terkait dengan perundingan yang sudah selesai
04:33sejak minggu pagi dan tidak menghasilkan kesepakatan,
04:36apakah Anda yang berada di Pakistan juga sudah di Islamabad bahkan khususnya?
04:40Apakah sudah mendapatkan informasi juga yang terbaru soal ini?
04:44Ya, mungkin perihal masalah konferensi pers yang disampaikan oleh JD Fans ya,
04:50di hadapan media di Islamabad tentunya.
04:53Ya, berita terbaru yang saat ini terkonfirmasi bahwa
04:55Fans pada akhirnya meninggalkan Pakistan setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Iran.
05:01Baik.
05:02Nah, baru laporan ini yang terkonfirmasi.
05:07Selebihnya kami belum mengetahui dan belum mendapatkan update terbaru apa yang akan terjadi ke depannya.
05:15Mas Faisal, ada salah satu yang paling utama yang menjadi alasan deadlocknya perundingan yang dilakukan oleh
05:22kedua pihak Amerika Serikat dan juga Iran.
05:25Salah satunya adalah terkait dengan uranium dan juga pengendalian Selat Hormuz.
05:30Mas Faisal kira-kira menanggapinya bagaimana terkait dengan hal ini?
05:35Apakah dua poin tersebut menjadi yang paling penting dalam poin-poin yang disampaikan
05:42atau diajukan dalam negosiasi antara Iran dan juga Amerika Serikat?
05:46Saya kira bisa ditambah dua poin lagi.
05:49Ini tentang bahwa tuntutan Amerika agar Iran menghentikan dukungan terhadap milisi-milisi anti-Zionis
05:56termasuk Hamas dengan jahat Islam di Gaza dan Hezbollah di Libanon
06:00itu yang lebih dekat atau berbatasan langsung dengan Israel.
06:04Yang kedua ya mengenai pencairan aset.
06:06Itu kan yang selalu dibantah dari beritanya dari kemarin bahwa
06:09dari Reuters, dari Tasnim, kantor berita Iran dan Reuters kantor berita Inggris
06:13bahwa Amerika sudah setuju mencairkan aset-aset yang dibekukan bertahun-tahun
06:19nilainya itu sekitar 100 miliar dolar lebih
06:23100 miliar dolar Amerika lebih
06:24terus itu yang dibantah oleh Amerika melalui CBS
06:27bahwa kita belum setuju tentang itu.
06:30Ya saya kira ini artinya
06:3210 tuntutan yang menjadi basis Iran datang ke Islamabad
06:36walaupun mereka tidak percaya Amerika akan memenuhi tuntutan itu
06:40dan itu sudah terbukti, perundingan gagal
06:42saya kira ini menunjukkan bahwa
06:44ya Iran lah yang sekarang mendikti Amerika
06:46ketika selama ini Amerika mendikti negara-negara muslim lainnya
06:50dalam perang ini
06:51Iran lah yang mendikti Amerika
06:53Iran lah yang memaksa Amerika berkali-kali minta untuk berunding
06:56minta untuk berhenti perang
06:57untuk gencatan senjata
06:59karena kalau kita tahu posisi Iran sama
07:01seperti pernyataan dari pemimpin tertinggi Iran
07:04Mujtabah Khamenei
07:05yang paling penting ada dua
07:06kita lanjutkan perang untuk membalas darah para suhada
07:10dan dia Mujtabah Stialosus menyebut
07:12anak-anak SD korban perang yang tewas sekitar 175 di kota Minap
07:18di hari pertama perang
07:19yang kedua poin penting lainnya adalah
07:21penutupan Selat Hormuz harus terus dilanjutkan
07:24nah inilah yang menjadi posisi penting
07:27atau dua poin penting yang disebut oleh Mujtabah
07:31dan ini yang sedang dilaksanakan oleh Iran
07:32dan inilah yang dituntut oleh Amerika
07:35bahwa Amerika ingin Selat Hormuz dibuka
07:37karena Amerika sekarang yang menjadi korban warga Amerika
07:40nah itu hasil survei dari Newsweek
07:4377% rakyat Amerika ingin Kongres segera memecat Trump
07:46dan kalau dari Pew Research
07:4960% orang dewasa di Amerika
07:52sudah memiliki sentimen negatif
07:54atau sudah anti terhadap Israel
07:56baik, kita coba ke Prof Muradiprof
08:00menarik menanggapi dengan apa yang Anda sampaikan tadi sebelumnya
08:03perang yang sudah berlangsung saat ini
08:05sudah merugikan Amerika Serikat
08:08pendanaan yang sangat besar
08:10kemudian citra atau reputasi dari Donald Trump yang turun
08:14lalu dengan kesepakatan yang kemungkinan besar
08:16deadlock saat ini
08:18tidak tercapai kesepakatan
08:19kira-kira seperti apa yang akan dilakukan
08:22Donald Trump bersama Amerika Serikat?
08:25yang paling utama
08:26apa namanya
08:27dia mengulur waktu ya
08:29karena sampai hari ini
08:30kalau kita mau petakan di internal militer Amerika Serikat itu
08:34dia tidak dalam posisi yang didukung penuh
08:36jadi memang mereka menyebutnya
08:39ada dua isu yang mungkin nanti Bang Faisal bisa
08:41clearansi
08:42pertama isu bahwa
08:43mereka tidak mau menyerang Iran
08:45karena mereka membantu Israel
08:47yang kedua adalah mereka tidak ingin
08:49menyerang Iran hanya untuk kepentingan bisnisnya
08:52Trump
08:52dua-dua itu yang kemudian sekarang berkembang
08:55di dalam negerinya Amerika Serikat
08:57jadi kalaupun kemudian itu didorong terus
09:00maka Trump akan ditinggal sendiri
09:01sekarang saya bilang dari awal bahwa
09:04dalam negeri maupun luar negeri
09:06posisi Trump itu posisi kritikal
09:07posisi kritis
09:08kita mau mengatakan apapun
09:11langkah yang lakukan oleh Trump itu akan maju
09:14kenal-mundur kenal
09:15majunya kemudian dia tidak punya teman
09:17kecuali Israel
09:18mundurnya di dalam negeri juga tidak dalam posisi yang kuat
09:20ini bukan mengada-ngada
09:23beberapa berita misalnya soal
09:25sampaikan di setan terbuka ya
09:27di berita-berita
09:28itu juga menyampaikan
09:29dan di internal juga
09:30atau di dalam negeri juga kemudian
09:32yang sampai dari Bang Faisal bahwa
09:34itu bukan cuma tujuh
09:35tinggal mereka adalah
09:36kekuatan Trump itu masih tinggal satu
09:38kelompok konservatif yang masih banyak tinggal
09:41di pedesaan US ya
09:42yang ini yang saya kira
09:43sampai hari ini mereka masih keras mendukung
09:45apa langkah-langkah Trump
09:46itu yang saya kira
09:47ada di lingkaran terdekat Trump
09:49itu orang-orang gadis keras
09:51yang dianggap
09:52apa namanya
09:52tidak sama dengan kondisi
09:54tidak membaca realitas
09:55kondisian dalam mereka serikat
09:56artinya secara prinsipi
09:58saya melihat bahwa
10:01mundurnya
10:01ataupun deadlocknya
10:02Pakistan ini
10:03itu untuk take out
10:04untuk mundur waktu saja
10:05sama nanti pada akhirnya
10:06mereka akan memutuskan
10:08paling tidak misalnya
10:09saya melihat ada dua hal
10:11yang mereka juga akan pertimbangan
10:12selain tadi yang dia
10:13harus tersampaikan ya
10:15pertama itu berkata soal
10:17apa namanya pengain uranium
10:18itu akan kemudian juga
10:19mereka akan bersama bertahap
10:20itu akan kemudian
10:21dikendulakan yang kedua tadi
10:22karena desakannya luar biasa ya
10:25di dalam negeri
10:26mereka membahas soal
10:27kepentingan Amerika
10:27apakah kepentingan Iran
10:28di apa
10:29terkait dengan
10:30dengan apa
10:31kerewatan dan juga uranium
10:31nukle dan setelah
10:32di luar negerinya
10:34di Iran akan menjaga
10:35mengelola tadi
10:36selatan umum
10:37sebagai titik
10:38apa titik
10:39tower tertinggi mereka
10:40bukan cuma ke Amerika
10:41dan Israel
10:42tapi juga ke negara-negara
10:44yang punya kepentingan
10:45ekspor dan impor minyak
10:46di kawasan tersebut
10:47itu Mas Imron
10:48baik
10:50terakhir nih Mas Yauki
10:51Mas Yauki
10:52walaupun informasi terkini
10:53yang kami terima
10:54memang deadlock
10:54begitu ya
10:55tidak tercapai kesepakatan
10:56antara kedua negara
10:58negara yang sedang berkonflik
10:59mungkin ada harapan
11:00dari mahasiswa-mahasiswa
11:01di sana
11:02atau khususnya
11:02warga Pakistan
11:04kerabat dari
11:05Mas Yauki di sana
11:08ya mungkin ketika
11:09kesepakatan ini
11:10berujung
11:11deadlock ya
11:12kita
11:14belum bisa menerka juga
11:15apa yang akan terjadi
11:17ke depannya
11:17tapi yang jelas bahwa
11:18pada akhirnya
11:19ketika kesepakatan itu
11:21tidak tercapai
11:21oleh kedua belakang
11:23kita mungkin
11:24kita mungkin bisa berasumsi
11:26bahwa perang akan
11:26terus berlanjut
11:27tapi bukan berarti
11:29kita semua menginginkan itu
11:31dan ingat sekali lagi
11:32bahwa posisi Pakistan
11:33di sini sebagai mediator
11:34yang di mana Pakistan
11:36memiliki
11:37hubungan baik
11:38dengan kedua belah pihak
11:39jadi dari sini saja
11:41kita sudah mengetahui
11:42bahwa
11:42sebenarnya
11:43bukan hanya Pakistan
11:44yang menginginkan perdamaian
11:46tapi seluruh dunia
11:47menginginkan perdamaian
11:48tidak ada manusia
11:50yang menginginkan peperangan
11:51karena pada akhirnya
11:52kedua negara yang sedang berperang
11:54itu efek dan imbasnya
11:56itu
11:57terjadi dan terasa
11:58oleh
11:59masyarakat yang ada
12:00di seluruh dunia
12:01jadi kita tunggu nanti
12:03kedepannya bakal
12:04seperti apa
12:06kelanjutannya dari
12:07perundingan tersebut
12:08baik
12:09tentunya kita akan tunggu bersama
12:11bagaimana pernyataan resmi
12:12dan juga tindak lanjut
12:13dari kedua negara
12:14usai dari perundingan
12:16yang dilakukan
12:17atau disepakati
12:18antara kedua negara
12:19di Islamabad Pakistan
12:21sejak
12:22dua hari terakhir
12:23terima kasih
12:23atas perspektif
12:24dan informasi
12:25yang telah
12:26Anda bagikan
12:27para narasumber
12:27kami pagi hari ini
12:29ada
12:30mas Ahmad Shawki Akram
12:32selaku
12:32mahasiswa internasional
12:33Islamic University of Islamabad
12:35Pakistan
12:36serta
12:36mas Faisal Assegaw
12:38pengamat Timur Tengah
12:39dan juga
12:39Prof Muradi
12:40guru besar politik dan keamanan
12:42Universitas Bajajaran
12:42terima kasih semuanya
12:43salam sehat selalu
12:48dan saudara
12:49breaking news
12:50Kompas TV kami
12:51akhiri sampai disini
12:52saya Imran Fadillah
12:53berterima kasih
Komentar

Dianjurkan