00:00Pakistan, tapi kita sudah tidak percaya lagi dengan Amerika.
00:03Baik, senara dengan informasi yang baru saja saya dapatkan dari EPT yang digawai saya ini,
00:09beberapa menit yang lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran
00:14berakhir pada minggu pagi tanpa kesepakatan damai setelah Iran menolak untuk menerima persyaratan Amerika Serikat
00:21untuk tidak mengembangkan sejata nukril. Itu salah satunya.
00:24Prof. Muradi, kira-kira setelah tidak tercapainya kesepakatan antara kedua negara,
00:31artinya perang atau konflik kedua negara, saling serang antara kedua negara, akan kembali berlanjut, Prof?
00:38Ya, yang pertama saya agak berbeda dengan Bang Faisal ya.
00:41Bahwa dua nama ini justru dari berbagai literatur yang saya baca, kemudian kipra mereka berdua,
00:48memang mereka ini kan pragmatis sekali sebenarnya.
00:50Dan saya kira dengan dua orang dikirim ini justru Amerika Serikat sedang berupaya untuk kemudian mengambil
00:56sisi posisi yang menguntungkan saja buat mereka ya.
01:00Saya kira penting buat kita bahwa ada ruang sebenarnya untuk kemudian minimal
01:03apa namanya negosiasinya adalah tidak dalam posisi,
01:08saya nyebutnya Pak, dalam pendekatan peperangan itu ada pendekatan deeskalasi lah.
01:14Itu paling pertama itu. Jadi saya agak berbeda sedikit dengan Bang Faisal disitu.
01:17Karena dua orang ini bukan ideologinya Trump sebenarnya, lebih kepada soal memang pro-Israel luar biasa,
01:24tapi dia bukan ideologi yang memang punya kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan Israel.
01:28Itu paling pertama itu.
01:29Yang kedua, kalaupun kemudian misalnya disampaikan oleh Trump berkali-kali,
01:33sekali saya bilang dari pernyataan beli, apa persenal Amerika Serikat tebut,
01:38hampir tidak bisa kita pegang.
01:39enam kali, tujuh kali itu bahkan saya kira itu kalau dalam misalnya komunikasi,
01:45saya war saja begitu, berkali-kali dan sebagainya.
01:47Jadi saya menangkapnya konsolidasi kan begini,
01:51Mas Imran ya, kalau misalnya dalam konteks perang itu konsolidasi harus jauh lebih mapan.
01:56Hari ini saya mencatat, itu titik terendah konsolidasi yang menitam Amerika Serikat
02:02sepanjang hampir mungkin 60 tahun terakhir.
02:04Pasca perang Vietnam ya, hampir menjalankan 50-60 tahun terakhir.
02:09Jadi memang sebenarnya secara prinsip, kalau perang itu ya nggak siap mereka.
02:14Kalaupun, sekali lagi, kalaupun peperangannya hanya sebatas misalnya tadi,
02:17misalnya penekatan teknologi militia tadi,
02:20hanya mengirim rudal dan sebagainya, saya kira ini akan panjang.
02:23Tapi sekali lagi saya bilang, jangan lupa Amerika Serikat itu menghabiskan 1 miliar dolar per hari untuk perang.
02:29Artinya apa? Artinya secara prinsip, mereka akan berpikir dua kali.
02:33Nah yang kedua, alasan kedua, saya kira juga penting buat kita adalah,
02:36Donald Trump makin turun reputasinya.
02:40Bahkan sekarang mendekati angka di bawah 35%.
02:43Jadi artinya sebenarnya, ini pertaruhan luar biasa,
02:47kalau katakanlah Amerika Serikat takap untuk pemaksa peperangan di sana.
02:51Nah yang ketiga, saya kira juga penting buat kita adalah,
02:54dia sudah nggak punya teman.
02:55Saya mau bilang apa? Amerika Serikat secara prinsip, sudah nggak punya teman.
02:59Teman mereka yang sekarang ini adalah Israel.
03:01Bahwa kemudian misalnya, yang lain lebih pragmatis menunggu ya,
03:05yang tersebut memang besar.
03:06Tapi itu adalah cerminan bahwa secara prinsip,
03:09cara-cara yang dikona Amerika tidak layak,
03:13tidak baik, dan tidak utuh untuk satu konteks membangun kekuatan regional.
03:18Katakanlah misalnya, visi utama kekuatan Amerika Serikat adalah di NATO.
03:23Kemudian di Asia Timur, itu pun juga kemudian kedua ini juga tidak terlalu dalam posisi yang memang siap.
03:28Jadi tiga alasan ini saya kira, saya menangkap bahwa ini hanya text time saja.
03:33Sambil menunggu, mungkin katakanlah kalau dalam negosiasi kan memang harus call tinggi.
03:36Saya kira dalam call tinggi, ya akan nanti ada diketemu.
03:38Dan bahwa kalau mereka pulang, akan nanti ada upaya untuk kemudian sama-sama misalnya meredakan.
03:43Karena begini, Iran pun secara prinsipnya juga nggak nyaman kalau terus-terusan perang.
03:48Katakanlah misalnya, dia, saya bilang ini momentum war hero-nya sudah bagus.
03:53Kalau itu kemudian tidak dimanfaatkan secara serius,
03:55saya kira akan mengkerdilkan suasana kekuatan timur,
04:01apa, apa, Iran di kawasan timur tengah.
04:03Ketika kemudian mereka hanya memikirkan diri sendiri, memikirkan negara sendiri.
04:07Tanpa juga memikirkan hal yang lain, tadi soal Palestina,
04:10soal konsumsi negara Islam, dan sebagainya-sebagainya.
04:13Begitu, masing-masing.
04:14Menarik ini tadi soal Prof Muradi bilang bahwa Amerika Serhat sudah mengucurkan dana yang sangat banyak
04:20untuk keperluan militer untuk perangan kali ini.
04:22Dan juga reputasi Donald Trump juga sudah turun.
04:27Tapi saya akan coba ke Mas Yauki dulu.
04:28Mas Yauki, informasi yang tadi saya sebutkan terkait dengan perundingan yang sudah selesai
04:33sejak minggu pagi dan tidak menghasilkan kesepakatan,
04:36apakah Anda yang berada di Pakistan juga sudah di Islamabad bahkan khususnya?
04:40Apakah sudah mendapatkan informasi juga yang terbaru soal ini?
04:44Ya, mungkin perihal masalah konferensi pers yang disampaikan oleh JD Fans ya,
04:50di hadapan media di Islamabad tentunya.
04:53Ya, berita terbaru yang saat ini terkonfirmasi bahwa
04:55Fans pada akhirnya meninggalkan Pakistan setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Iran.
05:01Baik.
05:02Nah, baru laporan ini yang terkonfirmasi.
05:07Selebihnya kami belum mengetahui dan belum mendapatkan update terbaru apa yang akan terjadi ke depannya.
05:15Mas Faisal, ada salah satu yang paling utama yang menjadi alasan deadlocknya perundingan yang dilakukan oleh
05:22kedua pihak Amerika Serikat dan juga Iran.
05:25Salah satunya adalah terkait dengan uranium dan juga pengendalian Selat Hormuz.
05:30Mas Faisal kira-kira menanggapinya bagaimana terkait dengan hal ini?
05:35Apakah dua poin tersebut menjadi yang paling penting dalam poin-poin yang disampaikan
05:42atau diajukan dalam negosiasi antara Iran dan juga Amerika Serikat?
05:46Saya kira bisa ditambah dua poin lagi.
05:49Ini tentang bahwa tuntutan Amerika agar Iran menghentikan dukungan terhadap milisi-milisi anti-Zionis
05:56termasuk Hamas dengan jahat Islam di Gaza dan Hezbollah di Libanon
06:00itu yang lebih dekat atau berbatasan langsung dengan Israel.
06:04Yang kedua ya mengenai pencairan aset.
06:06Itu kan yang selalu dibantah dari beritanya dari kemarin bahwa
06:09dari Reuters, dari Tasnim, kantor berita Iran dan Reuters kantor berita Inggris
06:13bahwa Amerika sudah setuju mencairkan aset-aset yang dibekukan bertahun-tahun
06:19nilainya itu sekitar 100 miliar dolar lebih
06:23100 miliar dolar Amerika lebih
06:24terus itu yang dibantah oleh Amerika melalui CBS
06:27bahwa kita belum setuju tentang itu.
06:30Ya saya kira ini artinya
06:3210 tuntutan yang menjadi basis Iran datang ke Islamabad
06:36walaupun mereka tidak percaya Amerika akan memenuhi tuntutan itu
06:40dan itu sudah terbukti, perundingan gagal
06:42saya kira ini menunjukkan bahwa
06:44ya Iran lah yang sekarang mendikti Amerika
06:46ketika selama ini Amerika mendikti negara-negara muslim lainnya
06:50dalam perang ini
06:51Iran lah yang mendikti Amerika
06:53Iran lah yang memaksa Amerika berkali-kali minta untuk berunding
06:56minta untuk berhenti perang
06:57untuk gencatan senjata
06:59karena kalau kita tahu posisi Iran sama
07:01seperti pernyataan dari pemimpin tertinggi Iran
07:04Mujtabah Khamenei
07:05yang paling penting ada dua
07:06kita lanjutkan perang untuk membalas darah para suhada
07:10dan dia Mujtabah Stialosus menyebut
07:12anak-anak SD korban perang yang tewas sekitar 175 di kota Minap
07:18di hari pertama perang
07:19yang kedua poin penting lainnya adalah
07:21penutupan Selat Hormuz harus terus dilanjutkan
07:24nah inilah yang menjadi posisi penting
07:27atau dua poin penting yang disebut oleh Mujtabah
07:31dan ini yang sedang dilaksanakan oleh Iran
07:32dan inilah yang dituntut oleh Amerika
07:35bahwa Amerika ingin Selat Hormuz dibuka
07:37karena Amerika sekarang yang menjadi korban warga Amerika
07:40nah itu hasil survei dari Newsweek
07:4377% rakyat Amerika ingin Kongres segera memecat Trump
07:46dan kalau dari Pew Research
07:4960% orang dewasa di Amerika
07:52sudah memiliki sentimen negatif
07:54atau sudah anti terhadap Israel
07:56baik, kita coba ke Prof Muradiprof
08:00menarik menanggapi dengan apa yang Anda sampaikan tadi sebelumnya
08:03perang yang sudah berlangsung saat ini
08:05sudah merugikan Amerika Serikat
08:08pendanaan yang sangat besar
08:10kemudian citra atau reputasi dari Donald Trump yang turun
08:14lalu dengan kesepakatan yang kemungkinan besar
08:16deadlock saat ini
08:18tidak tercapai kesepakatan
08:19kira-kira seperti apa yang akan dilakukan
08:22Donald Trump bersama Amerika Serikat?
08:25yang paling utama
08:26apa namanya
08:27dia mengulur waktu ya
08:29karena sampai hari ini
08:30kalau kita mau petakan di internal militer Amerika Serikat itu
08:34dia tidak dalam posisi yang didukung penuh
08:36jadi memang mereka menyebutnya
08:39ada dua isu yang mungkin nanti Bang Faisal bisa
08:41clearansi
08:42pertama isu bahwa
08:43mereka tidak mau menyerang Iran
08:45karena mereka membantu Israel
08:47yang kedua adalah mereka tidak ingin
08:49menyerang Iran hanya untuk kepentingan bisnisnya
08:52Trump
08:52dua-dua itu yang kemudian sekarang berkembang
08:55di dalam negerinya Amerika Serikat
08:57jadi kalaupun kemudian itu didorong terus
09:00maka Trump akan ditinggal sendiri
09:01sekarang saya bilang dari awal bahwa
09:04dalam negeri maupun luar negeri
09:06posisi Trump itu posisi kritikal
09:07posisi kritis
09:08kita mau mengatakan apapun
09:11langkah yang lakukan oleh Trump itu akan maju
09:14kenal-mundur kenal
09:15majunya kemudian dia tidak punya teman
09:17kecuali Israel
09:18mundurnya di dalam negeri juga tidak dalam posisi yang kuat
09:20ini bukan mengada-ngada
09:23beberapa berita misalnya soal
09:25sampaikan di setan terbuka ya
09:27di berita-berita
09:28itu juga menyampaikan
09:29dan di internal juga
09:30atau di dalam negeri juga kemudian
09:32yang sampai dari Bang Faisal bahwa
09:34itu bukan cuma tujuh
09:35tinggal mereka adalah
09:36kekuatan Trump itu masih tinggal satu
09:38kelompok konservatif yang masih banyak tinggal
09:41di pedesaan US ya
09:42yang ini yang saya kira
09:43sampai hari ini mereka masih keras mendukung
09:45apa langkah-langkah Trump
09:46itu yang saya kira
09:47ada di lingkaran terdekat Trump
09:49itu orang-orang gadis keras
09:51yang dianggap
09:52apa namanya
09:52tidak sama dengan kondisi
09:54tidak membaca realitas
09:55kondisian dalam mereka serikat
09:56artinya secara prinsipi
09:58saya melihat bahwa
10:01mundurnya
10:01ataupun deadlocknya
10:02Pakistan ini
10:03itu untuk take out
10:04untuk mundur waktu saja
10:05sama nanti pada akhirnya
10:06mereka akan memutuskan
10:08paling tidak misalnya
10:09saya melihat ada dua hal
10:11yang mereka juga akan pertimbangan
10:12selain tadi yang dia
10:13harus tersampaikan ya
10:15pertama itu berkata soal
10:17apa namanya pengain uranium
10:18itu akan kemudian juga
10:19mereka akan bersama bertahap
10:20itu akan kemudian
10:21dikendulakan yang kedua tadi
10:22karena desakannya luar biasa ya
10:25di dalam negeri
10:26mereka membahas soal
10:27kepentingan Amerika
10:27apakah kepentingan Iran
10:28di apa
10:29terkait dengan
10:30dengan apa
10:31kerewatan dan juga uranium
10:31nukle dan setelah
10:32di luar negerinya
10:34di Iran akan menjaga
10:35mengelola tadi
10:36selatan umum
10:37sebagai titik
10:38apa titik
10:39tower tertinggi mereka
10:40bukan cuma ke Amerika
10:41dan Israel
10:42tapi juga ke negara-negara
10:44yang punya kepentingan
10:45ekspor dan impor minyak
10:46di kawasan tersebut
10:47itu Mas Imron
10:48baik
10:50terakhir nih Mas Yauki
10:51Mas Yauki
10:52walaupun informasi terkini
10:53yang kami terima
10:54memang deadlock
10:54begitu ya
10:55tidak tercapai kesepakatan
10:56antara kedua negara
10:58negara yang sedang berkonflik
10:59mungkin ada harapan
11:00dari mahasiswa-mahasiswa
11:01di sana
11:02atau khususnya
11:02warga Pakistan
11:04kerabat dari
11:05Mas Yauki di sana
11:08ya mungkin ketika
11:09kesepakatan ini
11:10berujung
11:11deadlock ya
11:12kita
11:14belum bisa menerka juga
11:15apa yang akan terjadi
11:17ke depannya
11:17tapi yang jelas bahwa
11:18pada akhirnya
11:19ketika kesepakatan itu
11:21tidak tercapai
11:21oleh kedua belakang
11:23kita mungkin
11:24kita mungkin bisa berasumsi
11:26bahwa perang akan
11:26terus berlanjut
11:27tapi bukan berarti
11:29kita semua menginginkan itu
11:31dan ingat sekali lagi
11:32bahwa posisi Pakistan
11:33di sini sebagai mediator
11:34yang di mana Pakistan
11:36memiliki
11:37hubungan baik
11:38dengan kedua belah pihak
11:39jadi dari sini saja
11:41kita sudah mengetahui
11:42bahwa
11:42sebenarnya
11:43bukan hanya Pakistan
11:44yang menginginkan perdamaian
11:46tapi seluruh dunia
11:47menginginkan perdamaian
11:48tidak ada manusia
11:50yang menginginkan peperangan
11:51karena pada akhirnya
11:52kedua negara yang sedang berperang
11:54itu efek dan imbasnya
11:56itu
11:57terjadi dan terasa
11:58oleh
11:59masyarakat yang ada
12:00di seluruh dunia
12:01jadi kita tunggu nanti
12:03kedepannya bakal
12:04seperti apa
12:06kelanjutannya dari
12:07perundingan tersebut
12:08baik
12:09tentunya kita akan tunggu bersama
12:11bagaimana pernyataan resmi
12:12dan juga tindak lanjut
12:13dari kedua negara
12:14usai dari perundingan
12:16yang dilakukan
12:17atau disepakati
12:18antara kedua negara
12:19di Islamabad Pakistan
12:21sejak
12:22dua hari terakhir
12:23terima kasih
12:23atas perspektif
12:24dan informasi
12:25yang telah
12:26Anda bagikan
12:27para narasumber
12:27kami pagi hari ini
12:29ada
12:30mas Ahmad Shawki Akram
12:32selaku
12:32mahasiswa internasional
12:33Islamic University of Islamabad
12:35Pakistan
12:36serta
12:36mas Faisal Assegaw
12:38pengamat Timur Tengah
12:39dan juga
12:39Prof Muradi
12:40guru besar politik dan keamanan
12:42Universitas Bajajaran
12:42terima kasih semuanya
12:43salam sehat selalu
12:48dan saudara
12:49breaking news
12:50Kompas TV kami
12:51akhiri sampai disini
12:52saya Imran Fadillah
12:53berterima kasih
Komentar