Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu


KOMPAS.TV - Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai tidak terlepas dari tarik-menarik kepentingan global, serta dinamika aktor regional yang berpotensi mengganggu stabilitas kesepakatan tersebut.

Mantan Atase Pertahanan RI untuk Iran, Budi Pramono, menilai proses gencatan senjata mencerminkan manuver taktis kedua pihak.

Sedangkan, Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menilai konflik ini berpotensi melahirkan tatanan baru di Timur Tengah.

Sementara itu, pengamat Timur Tengah, Mahfuz Sidik, menilai Israel merupakan aktor yang paling berkepentingan dalam mempertahankan eskalasi konflik.

"Israel sepanjang target-target dan kepentingan besarnya tidak tercapai, dia pasti akan mensabotase semua proses negosiasi ini," kata Mahfuz Sidik dalam program BOLA LIAR, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi AS-Iran, Akankah Damai Tercapai? | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/662209/selat-hormuz-jadi-kunci-negosiasi-as-iran-akankah-damai-tercapai-bola-liar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662210/israel-gempur-lebanon-meski-as-iran-gencatan-senjata-negosiasi-damai-terancam-gagal-bola-liar
Transkrip
00:00Sebenarnya gencatan senjata perannya lebih banyak karena mungkin ada campur tangan China atau mungkin mostabahnya yang mau gencatan senjata?
00:06Jadi gini mbak, kalau kita mengkuot apa yang sampaikan oleh Bung Karno, bahwa kita ini kan hidup dalam taman sari
00:11dunia.
00:12That's both of them, that's possible.
00:15Jadi kalau misalnya ada campur tangan China, that's what you call it the influence of war, spear of war.
00:21Jadi politically, there is no permanent friend and foe, but there is permanent of national interest.
00:30Jadi mustabah pun, kalau dari pihak mustabah pun, saya yakin dan percaya bahwa mustabah ini sudah uphold his national interest.
00:38Kenapa demikian?
00:39Kalau saya melihat ini prosesnya gencatan senjata ini, I think US ini lagi memerankan off-rame tactic.
00:48Jadi off-rame tactic itu kalau misalnya mbak naik tol, kemudian mbak pengen keluar dari tol, dari tol tadi kan
00:55kecepatan tinggi, kemudian mau minggir ke tebet.
00:57Mau mbak ngomongkan mbak minggir pelan-pelan untuk keluar.
01:00Nah, minggirnya ini adalah caranya Trump agar dia mundur, tapi nggak kelihatan kalah.
01:06Mundur, but bener-bener dia nggak lose his face.
01:10Mundur, dia juga tetap menjamin bagaimana nanti November yang ditampilkan oleh teman-teman semua, pemilu.
01:16Jadi dia melaksanakan conducting off-rame, tactical off-rame.
01:21Nah, sedangkan kalau misalnya Mustabah tadi mbak tanyakan, inilah mbak yang dinamakan strategik daripada strategik freezing.
01:28Jadi kenapa?
01:29Dia walaupun dia setuju dengan freeze ini, apa sorry, cheese fire ini, tapi dia bukan berarti tidak ada politik di
01:36belakangnya.
01:37Dia akan mengunci keras.
01:39Kalau kita cerah hati ya, in detail, scrutinize in detail, 10 poin itu, itu 10 poin dari semua dari Iran,
01:48itu kan Iran banget katanya anak-anak zaman sekarang kan.
01:51Iran banget.
01:52Jadi apa artinya?
01:53Those both of the 10 of perma, apa itu, komponen itu, semuanya itu adalah national interest-nya Iran.
01:59Jadi kalau misalnya bisa dikatakan di situ, mungkin teman-teman setuju apa enggak sama saya, ada yang istilahnya negotiable, un
02:07-negotiable.
02:08Saya yakin dan percaya untuk poin-poin yang benar-benar kokohnya national interest-nya Iran, dia tidak akan negotiable.
02:16Un bargaining position.
02:17Katakanlah misalnya, Iran tiba-tiba disuruh melunakan nuklirnya, apalagi sisa-sisa nuklirnya mau diambil dan dibawa.
02:25No way, katanya Iran. Apalagi kalau misalnya dikatakan bagaimana front line.
02:29Loh, front line itu adalah salah satu dari taktik dari mosaic defense-nya dia.
02:34Makanya Iran itu punya strategi front line.
02:37Lah kalau front line-nya disuruh ngentikan sama Amerika, ya yang dibilang sama Mas Anton tadi, ya no way lagi.
02:44Banyak no way, no way, dan banyak juga yang negotiable.
02:48But all muslim itu adalah national interest dia.
02:50Kalau menurut saya seperti itu.
02:51Oke, baik saya ke Mas Wawan.
02:53Mas Wawan, di tengah genjapan senjata antara Amerika Serikat dan juga Iran, tapi kemudian Israel menyerang Hezbollah di Lebanon.
03:02Apakah ini artinya Israel merasa ditinggalkan?
03:07Perlu kita cermati ya.
03:08Sebetulnya kalau saya merasa ini lebih statik yang selama ini memang digunakan.
03:14Kita juga mengingat bahwa ada perjanjian damai antara Israel dan Lebanon.
03:18Tetapi perjanjian damai itu ketika ceasefire itu terjadi, Israel tetap menyerang Gaza, kan?
03:25Tanpa henti, kan?
03:26Bahkan kita juga melihat untuk yang saat ini, ya.
03:30Jadi ketika ada perdamaian antara Amerika dengan apa-apa namanya, dengan Iran, maka itu, apa-apa namanya, Israel juga tidak
03:40akan menggunakan taktik yang sama dan tidak akan menghentikan posisi Lebanon.
03:44Meskipun kalau kita melihat ya, hingga pada detik terakhir, dengan mimik yang sebetulnya kurang-kurang ini ya, statement dari Netanyahu
03:54mengatakan,
03:54meskipun perjanjian ceasefire antara AS dan Iran itu terjadi, itu masih under communication with us.
04:02Namun, tonasi pembicaraan Netanyahu waktu itu mengatakan bahwa Israel dalam posisi yang tidak ready untuk damai, untuk ceasefire.
04:15Dan dia tidak terlalu senang hati kelihatan dari pembicaraan Netanyahu di situ.
04:19Jadi, kita bisa melihat sebetulnya, pada perang ini, pada detik terakhir adanya ceasefire itu, Iran pada posisi yang tetap tidak
04:29ingin berdamai.
04:30Itu yang perlu kita catat, ya.
04:32Jadi, pada detik-detik terakhir kesepakatan ini, Iran tetap tadinya tidak ingin berdamai.
04:38Ketika tuntutan, sepuluh tuntutan itu diiyakan oleh Amerika, maka ketika itu dia akan membuka diri.
04:44Jadi, tolak ukurnya, benar kata Bapak tadi, itu adalah adanya nasional interest dari Iran yang diajukan dan itu diiyakan oleh
04:51Amerika, baru dia akan membuka diri di situ.
04:53Jadi, titik tolaknya di situ.
04:54Yang kedua, bisa juga itu mencermati apa yang ada di internasional.
04:58Karena selama ini kita bisa mengatakan bahwa sebetulnya ketika kesepakatan ceasefire yang terjadi, itu sebetulnya kekalahan diplomatik dari Amerika Serikat.
05:07Tapi kan poin-poinnya sendiri belum disepakati sebenarnya, Mas Owan.
05:10Tetapi ketika puluh poin itu diiyakan untuk bisa dibicarakan, itu merupakan sebuah poin tersendiri.
05:15Dan kalau kita melihat bahwa tidak hanya masalah uranium saja, masalah ekonomi, masalah ekonomi primer dan sekunder, masalah penguasaan selat
05:25hormus dan segala macam itu menjadi sebuah catatan.
05:28Bahwa sebetulnya Iran ingin mengembalikan, melebihi sebetulnya.
05:31Kalau bisa kita katakan ya apa yang terjadi sekarang, titik awalnya diplomatik setback bagi Amerika itu sendiri.
05:38Dan Trump sebetulnya kalau dalam prediksi kita ya di BRIN itu, sebetulnya ada tiga exit way yang kita prediksi dari
05:45awal ya.
05:46Kira-kira Trump ini akan keluar dengan cara apa?
05:49Yang pertama, sebetulnya akan mengulang dari strategi 12 hari perang antara Amerika dengan Iran sebelumnya.
05:54Jadi akan menggumpul habis-habisan misalnya dulu fasilitas nuklir kan, setelah itu pergi.
06:00Dan ini juga, Trump juga mengancam dalam dua pekan ke depan ada serangan besar-besaran.
06:05Kita menduga itu adalah salah satu, apa namanya, exit strategy yang akan digunakan oleh Trump.
06:10Yang kedua, sebetulnya kalau bisa kita katakan, leave the rest to the Arabs.
06:16Jadi bagaimana sejak awal Trump itu membuka negara-negara misalnya, jika Saudi ingin membuat perang ini berlanjut, silahkan sediakan dananya.
06:27Dan juga bagaimana Uni Emirat Arab selama ini diungkapkan secara publik oleh Trump, itu ikut membiayai perang-perang ini yang
06:35menyebabkan Trump mempunyai posisi yang lebih berani di Timur Tengah.
06:39Dan itu sebetulnya, dalam tanda kutip, sesuatu yang memalukan bagi Arab.
06:43Karena di permukaan negara-negara Arab selalu mengatakan bahwa ini perang ingin-ingin diining, tapi dari belakang seperti itu.
06:50Jadi biarkan itu perang nanti, itu menjadi perang intra-regional antara Iran dan Arab countries, dan dia akan menikmati menjual
06:58senjata saja kan.
06:59Nah yang ketiga, tentang perdamaian ini mbak.
07:01Jadi perdamaian ini memang salah satu sebetulnya untuk menyelamatkan muka Amerika dengan win-win solutions.
07:07Ini sebetulnya tidak menguntungkan, sebetulnya tidak menguntungkan.
07:10Tetapi, mengapa Trump mendesak ini?
07:13Karena memang dalam posisi yang secara financial, Amerika itu menyetting bahwa perang ini perang jangka pendek.
07:21Regime change dengan cara membunuh petinggi, itu pertama.
07:24Yang kedua, ada berbagai isu di internet internal ya, abstain issues.
07:28Dan juga ilegal, ilegal action of war.
07:32Jadi ini di luar kesepakatan parlemen.
07:35Dan yang paling penting lagi, ada sebuah statement yang luar biasa sebetulnya.
07:41Perang yang dilakukan Trump terhadap Iran, itu bukan karena suatu kesempatan.
07:46Tapi karena dia tidak mempunyai kesempatan.
07:49Kenapa?
07:49Karena sekarang dalam posisi, pertama, Amerika tidak punya dana.
07:53Yang kedua, Amerika dalam posisi tidak terancam secara balistik.
07:58Karena kita tahu bahwa Iran mempunyai hanya medium range of balistikan.
08:03Yang ketiga, posisi Iran tidak berhadapan langsung dengan Amerika.
08:08Dan itu yang menyebabkan Amerika tidak mempunyai reason Trump, kecuali dia mempunyai tekanan tersendiri.
08:15Oke, nanti saya lanjutkan ke Anda, saya ke Mbak Isah.
08:17Mbak Isah, menurut Anda sendiri, kenapa Israel memaksa serangan ofensif ke Hezbollah di Lebanon?
08:24Ya, Mbak.
08:25Kalau kita lihat sebenarnya ini merupakan bagian dari existential crisis-nya Israel.
08:30Dalam artian, ini kan sebenarnya sesuatu yang selalu mengancam Israel dari awal.
08:35It is a matter of national security for Israel.
08:38Karena sebenarnya sejak Hezbollah itu didirikan ya, bahkan sebelum Hezbollah didirikan, kan kita tahu bahwa dulu juga awalnya kemudian kenapa
08:46di sana ada gencatan senjata?
08:47Itu kan karena ada serangan dari milisi-milisi yang ada di wilayah utara, di wilayah selatan Lebanon, utaranya Israel gitu
08:54ya.
08:54Jadi itu sudah ada sebenarnya permasalahan itu.
08:56Lalu kemudian kita masuk ya ke gencatan senjata tahun 2006 di mandat 1007 waktu itu yang dikeluarkan oleh DKPBB.
09:03Itu sebenarnya ada sebenarnya peraturan yang mandat yang kemudian ditujukan untuk bisa melucuti kemampuan Hezbollah dalam mempersenjatai dirinya sendiri.
09:13Dan yang diharapkan melalui mandat itu adalah LAF itu kembali regaining control ya, mengontrol wilayah tersebut.
09:20Nah permasalahnya LAF ini tidak memiliki kapasitas.
09:22Dia tidak memiliki kemampuan, dia tidak memiliki pendanaan untuk bisa melakukan kontrol wilayah di sana.
09:27Nah sehingga pada akhirnya Hezbollah ini berkembang dan menjadi apa yang kita ketahui saat ini gitu ya, mendapatkan pelatihan intelijen,
09:34pelatihan militer gitu ya.
09:35Sehingga kemudian menjadi besar dan menjadi ancaman tersendiri.
09:38Nah saya rasa Israel ini pertama ya memang ada keinginan untuk kemudian bisa mensecure dirinya dari existential threat tadi.
09:45Ya sesuatu yang kemudian terus-menerus bisa mengganggu keamanan nasionalnya gitu.
09:50Nah yang kedua sebenarnya ada perencanaan terkait greater Israel.
09:54Ini yang selalu disebutkan di berita-berita berbahasa Ibrani terutama oleh politisi-politisi yang kemudian mengatakan bahwa tujuan akhirnya adalah
10:01expansionist.
10:02Dia mau memperlebar teritori dari Israel itu sendiri.
10:06Nah makanya sekarang yang kita lihat offensive attack yang dilakukan oleh Israel itu di level di angkatan darat ya.
10:14Itu kan sekarang meraksa kepasuk dia melalui sungai Litani dan dia melakukan flanking strategi untuk bisa mengepung Hezbollah.
10:21Intinya dia mau berusaha untuk menghilangkan kapasitas Hezbollah untuk bisa menyerang Israel di masa depan.
10:29Dan bahkan kemudian untuk bisa mengamankan negaranya sendiri.
10:32Tetapi di sini sebenarnya yang terjepit dalam situasi ini juga adalah pemerintah Lebanon.
10:36Karena pemerintah Lebanon ini berada di dalam sebuah paradoks saat ini.
10:40Kalau dia kemudian memerangi Hezbollah, Israel akan masuk dan melakukan okupasi.
10:44Kalau dia melakukan serangan kepada Israel dan melarang Israel untuk masuk.
10:49Maka kemudian Hezbollah yang akan mengambil alih rezim politik di dalam negerinya.
10:52Jadi kemudian kita lihat di sini sebenarnya Israel punya kepentingan sendiri.
10:56Oleh itu ya.
10:58Kita lihat di sini ketika ada poin tuntutan tersebut.
11:01Dan kemudian salah satu poinnya itu adalah menghentikan semua agresi militer.
11:06Terhadap proksi-proksi Iran yang ada di Timur Tengah.
11:09Pasti sudah pasti tidak hanya Israel saja.
11:11Tetapi kemudian negara-negara Arab lain juga akan berteriak.
11:14Khususnya misalnya Yemen ya.
11:16Lalu kemudian kita lihat Iraq gitu.
11:18Karena sebenarnya terma teroris itu kan terma yang derogatory.
11:22Itu mengecilkan kemampuan dari proksi-proksi tersebut.
11:25Karena sebenarnya mereka itu bukan hanya sekedar organisasi teroris.
11:28Tapi mereka adalah partai politik yang memiliki kemampuan militer di dalamnya.
11:32Oke baik saya ke Pade.
11:33Apakah menurut Anda serangan dari Israel habis-habisan ke Ismulo merupakan bentuk balas dendam setelah sebelumnya Ismulo juga membuat Israel
11:42kewalahan?
12:11Dek terima kasih.
12:13Saya Lebanon ya.
12:14Saya pernah ke Lebanon dan melihat situasi daerah tersebut tahun 2018.
12:20Dan memang kalau dari kajian-kajian penguasaan wilayah Israel terhadap Lebanon memang punya satiq yang jangka panjang ya.
12:27Bahwa Israel itu sendiri ingin mengembangkan suatu kanas west yang sama dengan membuka jalur dari Lebanon ke arah Danau yang
12:36kemudian jalurnya ke Laut Merah gitu.
12:39Dan tentu saja bahwa kalau saya lihat dari pemberitaan kebijakan politik dari Israel bahwa salah satu end state mereka adalah
12:48menguasai Lebanon.
12:49Jadi kalau dalam situasi jeda sekarang yang sebenarnya berlangsung maka itu memang kalau menurut saya adalah berusaha Israel mencapai satu
12:58namanya leverage factor untuk dia menguasai Lebanon.
13:02Tapi saya lihat juga bahwa Ismulo memiliki pemikiran kontra untuk berusaha juga mencegat daripada serangan Israel.
13:12Dan tetapi juga dampaknya kita lihat seperti yang di pemberitaan media.
13:16Tapi kalau saya lihat bahwa ada satu hal yang mungkin perlu pelajaran bagi kita bahwa
13:22Saya pernah melihat bahwa di Lebanon, penduduknya ternyata bahwa di sana generasi mudanya itu sudah tidak terlalu banyak gitu.
13:30Mungkin hanya sekitar 50 persen, sisanya adalah orang-orang tua.
13:34Sehingga sebenarnya pertahanan Lebanon untuk menampung serangan Israel itu juga tidak begitu kuat.
13:40Oleh sebab itu keberadaan pasukan PBB di sana adalah untuk membantu usia upaya perdamaian di sana.
13:46Oleh sebab itu menurut saya provokasi Israel terhadap Lebanon itu salah satu upaya memang mematahkan genjata-genjata
13:56Ataupun upaya diplomasi penghentian perang geluk saat ini.
14:00Oke baik saya ke Mas Anton.
14:02Mas Anton Anda sendiri melihat tidak bahwa Hezbollah ini menunjukkan peningkatan kapabilitas sehingga membuat kualahan Israel?
14:12Pertama sebenarnya kalau kita lihat, ini kan tidak ujuk-ujuk ya.
14:16Jadi bagaimana sikap Israel kok tetap dia tidak mengalir.
14:19Satu, Israel ingin menunjukkan bahwa perang Iran versus mereka dengan Israel dengan Hezbollah adalah beda.
14:26Itu yang ingin ditunjukkan, satu.
14:28Kedua, sebenarnya serangan balasan yang kemarin, serangan balasan atau juga serangan merespon yang seratus serangan dalam 10 menit.
14:39Itu kan sebenarnya sudah diawali dengan pidato Netanyahu di akhir Maret yang dia bilang bahwa dia ingin melebarkan buffer zone.
14:48Jadi kalau kita cerita bahwa ingin melewaskan luat, iya.
14:51Dia sudah ngomong duluan di publik bahwa dia punya keinginan tuh.
14:55Dan itu kemudian ditunjukkan intensinya.
14:58Jadi sebenarnya ketika serangan itu dengan pidato, itu tidak ada, bahwa itu adalah kaitannya.
15:05Jadi semuanya ada awalan.
15:07Jadi bagi saya, ya dalam konteks ini, ini yang akan menjadi pelik ketika kita bicara negosiasi.
15:13Karena Israel bisa jadi akan melepaskan itu.
15:16Ini jangan jadi paket.
15:17Karena perangnya menjadi beda.
15:19Jadi kalau Iran kan ingin minta bahwa ini satu paket, semua proksi-proksinya nggak boleh diperangin.
15:25Walaupun bagi saya, yang menjadi menarik adalah statementnya Mocetaba.
15:30Dari 10 itu, yang di-highlight sama Mocetaba, baru satu.
15:35Akan ada manajemen baru di Selat Hormuz.
15:38Itu yang kemudian direspon oleh banyak negara.
15:41Yang kemudian negara-negara ingin langsung bernegosiasi dengan Iran.
15:46Salah satunya adalah Korea Selatan sudah menunjuk special envoy ke Iran untuk membicara.
15:53Lalu ada koalisi yang di Eropa, ada negara-negara anggota EU, ada EU-nya.
15:58Kalau yang di luar dari itu adalah Jepang mengapresiasi pertemuan itu.
16:03Mereka juga punya concern yang sama.
16:04Jadi bagi saya, satu adalah ini akan, kemungkinan sih akan ada new normal pasal dari ini.
16:11New normal.
16:13Ini yang kemudian, bahwa nanti ada medan laga di Hizbullah dan Israel.
16:18Saya sih kurang yakin apakah itu nanti akan masuk atau tidak.
16:21Itu adalah bagian dari negosiabel.
16:23Ini bisa di-drop atau tidak di-drop.
16:26Jadi kalau tadi nyambung dari Pak Budi, itu bisa jadi bahan negosiasi.
16:31Ini kita maju, bangun mundur, nggak ada masalah.
16:33Tapi yang penting, ekonomi saya secure.
16:35Sepakat dulu, new management.
16:37Mau nanti kita ada serang-serangan, silakan.
16:39Yang penting saya juga punya secure.
16:40Ini ada duit saya yang harus ada.
16:42Bagi saya, itu yang kemudian ketika saya mencoba mengamati runtutannya.
16:46Jadi ya, Hizbullah dia bisa kuat juga kan ada bantuan dari Iran.
16:51Jadi ini udah saling mutual hubungannya.
16:55Jadi tadi, ini saling ngunci satu sama lain.
16:57Jadi Hizbullah kalau mau dibiarkan, ya tentu dia akan mudah lemah.
17:01Tapi kan dia bisa kuat sampai sekarang ya karena ada topangan Iran.
17:05Jadi bagaimanapun juga, dua itu adalah faktor yang saling mempengaruhi satu sama lain.
17:10Tapi tadi, habis perang ini, kalaupun dia bisa damai, misalnya permanen yang bisa jadi tidak permanen.
17:15Bagi saya, kita akan punya new normal.
17:17Ketika kita melihat lagi kondisi di Timur Tengah.
17:21Baik, Pak Mafus.
17:23Kalau menyebut Lebanon, Hizbullah itu merupakan satu paket.
17:26Sementara di sisi lain kan, ini AIS menuntut supaya Teheran menghentikan dukungan keproksinya.
17:32Nah, soal ini apakah masih bisa dinegosiasikan atau tidak?
17:36Karena tadi di belakang sama Mas Anton, ini satu paket, nggak bisa dipisahkan.
17:39Iya.
17:40Dalam proses negosiasi antara Iran dengan Amerika, dengan fasilitator Pakistan,
17:47tetap tidak bisa dipisahkan dari kepentingan aktor-aktor lain di sekitarnya.
17:52Misalnya Israel tadi.
17:54Dalam konteks perang di Teluk Persia ini, Israel dia punya agenda sendiri.
17:59Dan sebenarnya, pihak yang paling punya kepentingan terhadap perang ini adalah Israel.
18:05Amerika, dia punya share kepentingan sebagian saja.
18:09Apa share kepentingan Amerika, bagian kepentingan Amerika dari perang di Teluk Persia ini?
18:14Dia ingin mencekik Cina terhadap suplai energi dari Iran.
18:22Dan itu sudah dilakukan sebelumnya ketika suplai energi dari Venezuela juga sudah dicekikan gitu.
18:30Dan ketika Trump memberikan kelonggaran agar Rusia bisa melakukan ekspor energinya,
18:38kan kemudian lewat Ukraine, Inggris kan juga terlibat untuk menyerang kilang minyak Rusia.
18:44Jadi, Trump punya atau Amerika punya kepentingan dari perang ini untuk mencekik sumber pasokan energi bagi Cina.
18:54Dan kalau kita lihat strategi keamanan nasional Amerika,
18:58sebenarnya musuh terbesar Amerika atau musuh terdepan Amerika itu bukan Iran,
19:04ya itu Cina, itu satu.
19:06Tetapi di kawasan timur tengah dan sekitarnya, musuh terbesar Israel adalah Iran.
19:12Jadi, kalau kita lihat proses negosiasi ini di tengah relaksasi dua minggu ya,
19:17ya apa sih yang bisa kita capai dalam dua minggu untuk 10 dan 15 poin,
19:21memang sangat-sangat pesimistik gitu ya.
19:25Tetapi Israel sepanjang target-target dan kepentingan besarnya tidak tercapai,
19:30dia pasti akan mensabotase semua proses negosiasi ini.
19:34Apa kepentingannya yang tidak tercapai?
19:36Satu, manakala Iran masih tetap melakukan pengayaan uranium yang bisa membuat dia memiliki senjata nuklir.
19:44Karena Israel cuma ingin hanya dialah di kawasan itu yang punya senjata nuklir.
19:49Itu satu.
19:50Yang kedua, ketika Israel tidak mampu melakukan perluasan koloninya bukan saja di Libanon,
19:59tetapi di kawasan yang lebih luas sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Netanyahu
20:05yang disebut ide atau konsep tentang the greater Israel, Israel Raya.
20:10Jadi, Israel ini tidak akan berhenti dalam waktu cepat apapun kesepakatan
20:14yang sekarang ini dilakukan antara Iran dengan Amerika melalui mediasi Pakistan.
20:21Jadi, itu yang perlu kita perhatikan betul.
20:25Oleh karena itu, perang di Timur Tengah ini, perang di Teluk Persia ini,
20:29ini tidak akan berhenti dengan cepat walaupun Amerika dan Iran punya kesepakatan
20:34yang nanti dihasilkan dalam beberapa hari ke depan.
20:37Dan itu menunjukkan bahwa sebenarnya aktor utama yang menciptakan destabilisasi kawasan
20:43dan runyamnya keamanan di kawasan itu adalah Israel.
20:47Itu yang harus kita fahami betul.
20:50Dan bisa jadi Amerika setelah itu, kalau dia dapat keuntungan misalnya ya,
20:55oke sama Irada kita cincay aja deh, gimana ini seratus kita atur bareng-bareng gitu kan,
21:00bisa jadi dia akan pindah ke spot yang lain.
21:02Karena agenda untuk mencekik China agar dia lemah, ini belum selesai.
21:08Selat Malaka misalnya, yang merupakan jalur dari 80% perdagangan dunia untuk menuju China,
21:16ini kan belum diutak-atik.
21:18Dan bisa jadi nanti kasus Taiwan akan jadi spot baru bagi perang Amerika dengan China.
21:24Oke baik, saya ke Mas Yosi. Mas Yosi, menurut Anda sendiri, apakah nanti Iran mau mengorbankan proksinya yaitu Hezbollah
21:31untuk memenangkan poin yang lain? Misalnya jaminan tidak ada agresi di masa depan?
21:38Sejauh ini tidak kayaknya. Iran tidak akan mengorbankan Hezbollah.
21:42Hamas seperti sebenarnya Iran juga tidak pernah mengorbankan Hamas.
21:47Meskipun posisinya memang bagi Israel, dua entitas itu memang harus dihancurkan kan.
21:54Dari awal misalnya dulu perang Israel-Hamas itu, itu kan sebenarnya Israel juga tidak pernah ingin mencapai gencatan senjata.
22:06Yang dia inginkan adalah Hamas hancur.
22:08Sama sebenarnya posisinya ketika saat ini menyerang Hezbollah.
22:13Dalam perjanjian, dalam apa namanya, gencatan senjata kali ini pun kan Israel juga tetap menyerang Hezbollah.
22:23Bahkan tadi pagi juga masih menyerang.
22:26Dan mereka mengatakan, mereka mendukung, Israel mendukung gencatan senjata yang sekarang terjadi,
22:32tetapi mereka tetap menyerang Hezbollah.
22:35Jadi gencatan senjata mempunyai proses pendamian ini bisa dibilang bahwa rapuh? Mas Yosi, Anda mau bilang begitu?
22:41Iya, sangat.
22:43Sangat?
22:44Sangat.
22:44Atau bahkan tidak pernah mencapai itu?
22:47Ini dari tadi semua, soalnya skeptis semua saya lihat.
22:49Iya memang, karena kan dari awal kan sebenarnya kita tidak pernah tahu sebenarnya perang ini apa.
22:56Perang ini kan juga terjadi tadi seperti yang saya sebutkan di awal.
23:01Ini perang yang terjadi persis di tengah-tengah perjanjian yang sebenarnya oleh Oman waktu itu.
23:06Itu kan diungkapkan. Sebenarnya kan dalam proses negosiasi kan amat jarang bahwa apa yang terjadi di dalam itu diungkapkan.
23:15Tapi kan waktu itu oleh Oman diungkapkan.
23:17Karena untuk memperlihatkan pada dunia bahwa situasinya sebenarnya positif.
23:21Tetapi kenapa kemudian terjadi serangan?
23:23Itu kan sebenarnya ya...
23:26Sabotase Pak ya?
23:27Sabotasenya kan sebenarnya tadi seperti Pak Mahfud Sampai-Sampai kan sebenarnya oleh Israel.
23:33Ketika Donald Trump kan waktu itu ditelepon juga oleh Bibi.
23:38Untuk mengalah, ya kemudian serangan itu terjadi.
23:41Kepentingan Amerika di kawasan itu kan sebenarnya kepentingan, mestinya sebenarnya kalau mengacu pada pencapaian sebelumnya kan stabilitas kawasan untuk yang
23:52dulu itu kan mengacu pada Abraham Accord.
23:55Kebutuhan Amerika adalah membuat kawasan itu stabil dan kemudian seperti kalau kita kembali sedikit ke proses perjanjian Gaza itu kan
24:04sebenarnya Amerika juga mengasumsikan nanti mengharapkan Gaza itu menjadi salah satu tempat wisata besar dan kemudian itu yang sebenarnya diharapkan
24:15oleh Trump kan sebenarnya wilayah itu.
24:17Tetapi kan itu bertolak-berakang dengan gagasan Israel itu.
24:24Tadi kriter Israel itu.
24:26Berbeda, karena kriter Israel itu nanti kan bisa sampai juga ke wilayah Syria.
24:30Dan itu kan sesuatu yang kita bisa bayangkan bahwa proses perdamaian di Teluk itu menjadi sangat apa?
24:40Oke, baik. Lantas pertanyaan berikutnya adalah bagaimana posisi China dan juga Rusia dalam perang Iran?
24:46Jangan kemana-mana saudara tetap di Bola Liar.
24:51Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan