Skip to playerSkip to main content
  • 4 minutes ago
Noise-induced hearing loss (NIHL) is the most common work-related disease reported in Malaysia, says Health Minister Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad.

Citing data from the Occupational Safety and Health Department (DOSH), he said hospitals often receive patients who are already at the chronic stage because of industrial noise.

Read more at https://tinyurl.com/cskf3n24

WATCH MORE: https://thestartv.com/c/news
SUBSCRIBE: https://cutt.ly/TheStar
LIKE: https://fb.com/TheStarOnline
Transcript
00:00Thank you very much.
00:30Jumlahnya 86.4% tak silap saya.
00:33Karena ia adalah kurang lebih dalam 11% tak silap saya.
00:39Selain faktor genetik dan jangkitan, kita tidak boleh menutup mata terhadap apa juga ancaman yang disebutkan sebagai noise induced hearing
00:51loss atau kehilangan atau hilang pendengaran akibat bunyi bising.
00:57Ini satu jemaran, suatu insult, satu cabaran.
01:05Akibat itu kehilangan pendengaran kita.
01:11Because of noise induced hearing loss.
01:15Statistik global menunjukkan hampir 1 bilion belia berisiko hilang pendengaran akibat amalan antara lainnya.
01:24Ya, perhatikan ya.
01:27Mendengar muzik yang terlalu kuat.
01:30Ya, menggunakan headphones ataupun earbud dalam tempoh yang lama.
01:38So, intense ya.
01:41Ya, penggunaan itu ya.
01:44Akhirnya kehilangan, ya, yang dikatakan sebagai noise induced hearing loss.
01:50Selain itu dalam Jabatan Keselamatan dan Kesehatan Pekerjaan, ya, atau JKKP, juga menunjukkan bahawa NIHL ataupun noise induced hearing loss
02:02adalah penyakit pekerjaan, ya, tertinggi dilaporkan di Malaysia.
02:07Kepada para pesakit dan pekerja yang khabar, ya, ketahui lah, hak anda, ya, kerosakan saraf, ya, pendengaran akibat bising industri
02:19adalah sebenarnya akal, ya, dan ia 100% pula itu boleh dicegah.
02:27So, it is a preventive disease ataupun predicament, tapi anda tidak diambil.
02:37Ya, tanggung jawab oleh majikan, maka anda, pekerja akan menjadi mangsa.
02:41Hadir ini yang saya hormati lagi saya kasih sekalian, sehingga Februari 2026, seramai 50,413 individu berdaftar sebagai OKU pendengaran.
02:55Saya ingin mengubah naratif daripada simpati kepada potensi, ya, kita sangat bangga melihat bagaimana murid-murid OKU pendengaran kita.
03:07Yang menggunakan peranti pendengaran, ya, berjaya memperoleh dan meraih keputusan cemerlang baru-baru ini dalam, ya, straight case dalam SPM
03:182025 yang baru diumumkan.
03:21Selain itu, KKM juga terus memperkukuh ekosistem ear and hearing care, ya, EHC, ears, atau ear and hearing care.
03:33Dia isi melalui program yang disebutkan sebagai, ini sangat penting, saya berbisik daripada Dr. Rabindra sebut tadi, ya.
03:41The universal newborn hearing screening, ya, awal, ya, kita lakukan dan, ya, kita dapat bezakan.
03:48If they are detected early, intervensi early, maka kita akan dapat lihat bagaimana, adik, kita tadi, yang berdoa tadi, ya,
03:59intervensi, pronunciation-nya itu, ya, tidak, you can see how sharp, ya, ya, dengan juga, of course, melalui terapis dan
04:07sebagainya.
04:08Karena detection awal itu, ya, saringan wajib bagi semua bayi di fasiliti GKM, bagi memastikan pengesanan awal itu akan memastikan
04:16bahawa mereka tidak terganggu dari sudut pendengaran dan lantas dengan kebolehan development kognitif mereka, ya.
04:23Ekosistem pembiayaan peranti juga, ya, melalui PKM 40, ya, JKM, Pekeso, serta bantuan zakat dan NGOs yang lain, ya, pada
04:342025, seramai 5,102 pesakit telah menerima manfaat ini, ya.
04:41Dan program implant cochlear kebangsaan, ya, saya dipahamkan yang memerlukan intervensi surgical itu, pada implant yang mereka lakukan atau implant
04:53cochlear itu, less than about, ya, very few, less than about 1 or 2 persen, ya.
04:59Apapun, kini mencecah usia, ya, kini mencecah usia 18 tahun, ya, sehingga 8 Mac 2026, seramai 714 pesakit telah menjalani
05:13pembedahan ini secara selamat dan juga berkesan, ya.
Comments

Recommended