Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/bisnis/2026/04/06/093704/harga-minyak-mendidih-tembus-110-dolar-as-per-barel-saat-perang-memanas?page=1

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam hingga menembus 110 dolar AS per barel di tengah memanasnya konflik geopolitik. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran global, terutama karena terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur vital perdagangan energi dunia.
Situasi semakin memanas dengan ancaman perluasan serangan militer yang membuat pasokan minyak dari Timur Tengah tidak stabil. Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menambah produksi, kondisi pasar tetap bergejolak dan mencatat kenaikan signifikan, bahkan menjadi yang terbesar sejak tahun 2020.
Bagaimana dampak lonjakan harga minyak ini terhadap dunia dan apa yang akan terjadi selanjutnya?

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Anura/Adit
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Konflik memanas, harga minyak melonjak hingga 110 dolar AS per parel
00:05Harga minyak mentah dunia kembali melonjak tajam di tengah memanasnya konflik geopolitik
00:10Pada Senin 6 April 2026, harga minyak jenis Brent tercatat berada di kisaran 109 dolar AS per parel
00:17Sementara West Texas Intermediate atau WTI menembus sekitar 110 dolar AS per parel
00:24Kenaikan ini terjadi akibat perang yang melibatkan AS dan Iran
00:29Yang memicu kekhawatiran global terhadap terganggunya pasokan minyak khususnya dari kawasan timur tengah
00:35Situasi semakin diperparah dengan gangguan distribusi di Selat Hormuz
00:40Jalur utama pengiriman minyak dunia yang sebagian masih tertutup akibat serangan terhadap kapal tanker
00:46Sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu
00:49Penjakan harga ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya temsi militer
00:53Setelah Presiden Amerika Serikat mengancam akan memperluas serangan terhadap Iran
00:57Jika jalur pelayaran tidak segera dibuka
01:00Akibat kondisi tersebut pelaku industri energi kini beralih mencari pasokan alternatif
01:05Dari wilayah pantai Teluk Amerika Serikat dan Laut Utara Inggris
01:10Meski OPEC Plus telah berupaya menambah produksi minyak
01:13Langkah tersebut dinilai belum mampu menstabilkan pasar
01:16Karena terganggunya pasokan dari beberapa wilayah termasuk Rusia
01:21Situasi ini membuat harga minyak terus bergejolak dan mencatat kenaikan signifikan
01:25Bahkan menjadi yang terbesar sejak tahun 2020
01:28Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan