00:04Binar dan benih cahaya
00:25Binar dan benih cahaya
00:30Di sebuah desa yang selalu tertutup kabut tebal, hiduplah seorang gadis kecil bernama Binar
00:36Suatu pagi, saat sedang mencari kayu bakar di tepi hutan, Binar menemukan sebuah benda kecil yang bersinar redup di antara
00:43akar pohon tua
00:44Ia memungutnya dan merasakan kehangatan yang lembut di telapak tangannya
00:57Binar segera berlari pulang untuk menunjukkan temuannya kepada Nenek Mentari
01:01Nenek Mentari mengenakan kacamata tuanya dan memperhatikan benda itu dengan saksama
01:06Ini adalah benih cahaya yang langka Binar
01:09Bisik Nenek dengan suara parau namun penuh kekaguman
01:20Binar ingin benih itu tumbuh besar
01:22Ia mengambil sebuah pot tanah liat
01:25Mengisinya dengan tanah yang subur
01:26Dan menanam benih itu dengan sangat hati-hati
01:29Setiap pagi, ia meletakkan pot itu di ambang jendela
01:33Berharap kabut di luar sana akan menyingkir sejenak
01:44Hari demi hari berlalu, namun tidak ada yang terjadi
01:47Benih itu tetap tersembunyi di bawah tanah
01:50Binar mulai merasa sedih dan duduk termenung di lantai
01:53Sahabatnya, Kiran, datang berkunjung membawa sebuah seruling bambu untuk menghiburnya
02:07Mungkin, ia tidak hanya butuh air Binar
02:09Kata Kiran sambil tersenyum
02:11Ibuku selalu bilang bahwa tanaman paling suka mendengarkan suara hati kita
02:15Kiran mulai meniup serulingnya
02:17Memainkan nada yang sangat lembut dan damai
02:28Terinspirasi oleh Kiran, Binar mendekatkan wajahnya ke pot itu
02:31Ia mulai menyanyikan lagu pengantar tidur yang sering dinyanyikan ibunya dahulu
02:36Saat nada terakhir keluar dari bibirnya
02:38Sebuah tunas emas kecil tiba-tiba muncul menembus permukaan tanah
02:50Dalam hitungan hari, tunas itu tumbuh menjadi pohon kecil yang ajaib
02:54Daun-daunnya berbentuk seperti bintang dan mengeluarkan aroma wangi bunga melati
02:58Binar dan nenek mentari memperhatikan pohon itu dengan mata berbinar-binar
03:02Saat cahayanya mulai mengisi seluruh ruangan
03:13Pohon itu menghasilkan buah-buah kecil yang sebenarnya adalah benih-benih cahaya baru
03:17Binar mengajak Kiran untuk membantu memetik benih-benih itu
03:20Kita harus membagikan ini kepada semua orang
03:23Seru Binar dengan penuh semangat
03:33Binar berjalan menyusuri jalanan desa yang gelap
03:36Satu demi satu, ia mengetuk pintu rumah tetangganya
03:39Dan memberikan satu benih cahaya untuk ditanam di halaman mereka
03:42Tabut yang biasanya terasa dingin kini mulai terasa hangat karena cahaya yang mulai bermunculan
03:56Kini, desa itu tidak lagi dikenal sebagai desa kabut
04:00Melainkan desa Binar
04:01Setiap sudut jalan dan halaman rumah dihiasi oleh pohon-pohon cahaya yang indah
04:06Dari atas bukit, nenek mentari dan Kiran melihat desa mereka yang kini berkelap-kelip seperti hamparan bintang di bumi
04:22Terima kasih telah menonton!
Komentar