Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Episode 30 sinetron Keluarga yang Tak Dirindukan menjadi puncak dari konflik panjang yang selama ini terjadi. Kebenaran akhirnya terungkap sepenuhnya, dan Nurani serta Firza harus menghadapi konsekuensi dari semua perbuatan mereka.

Farida dan Zahra perlahan mendapatkan kembali kepercayaan dan usaha mereka mulai pulih. Di sisi lain, Angga akhirnya menyadari kesalahan yang telah ia buat dan berusaha memperbaiki semuanya, meski tidak mudah. Episode ini menghadirkan penyesalan, kelegaan, dan harapan baru bagi keluarga mereka.

• Kebenaran akhirnya terungkap sepenuhnya
• Nurani dan Firza menerima konsekuensi
• Angga berusaha memperbaiki kesalahan

Episode 30 of Keluarga yang Tak Dirindukan marks the peak of the long-standing conflict. The truth is finally fully revealed, and Nurani and Firza must face the consequences of their actions.

Farida and Zahra slowly regain trust, and their business begins to recover. Meanwhile, Angga realizes his mistakes and tries to make things right, though it won’t be easy. This episode brings regret, relief, and new hope for the family.

• The truth is fully revealed
• Nurani and Firza face consequences
• Angga tries to fix his mistakes

#KeluargaYangTakDirindukan #DramaIndonesia
#IndonesianDrama #DramaSeries #DramaIndonesia2026
Transkrip
00:00Terima kasih.
00:30Oh, ya Allah.
00:33Oke.
00:35Bi, ikut apa sebentar, Bi?
00:37Ikut kemana?
00:38Ke Bu Farida.
00:39Bu Farida ada apa, Sinta?
00:42Nurul, tolong siapin perlengkapan Bibi Ilham, ya?
00:44Baik ya, Bu.
00:45Ayo, Bi, nanti aku jelasin di jalan.
00:47Bentar, bentar, bentar.
00:47Bu Farida kenapa, Sinta?
00:49Nanti ya, Bi.
00:50Di jalan aja.
00:52Kalian mau kemana?
00:54Keluar sebentar, Mi.
00:56Ayo, Bi, cepat keluar.
00:58Ayo, ayo, ayo.
01:05Jadi gimana, Pak?
01:07Bu?
01:08Pak Indra dan Naksinta,
01:11sebelumnya kami terima kasih atas
01:13niat untuk membantu.
01:16Tapi kami rasa kami tidak pantas
01:19untuk menerima bantuan kalian, ya, Bu.
01:23Saya dan suami saya minta maaf
01:28atas segala kesalahan
01:30Orik kepada Mas Sinta dan keluarga.
01:35Kami sangat malu punya anak seperti Orik.
01:41Tapi tolong,
01:44kami, kami gak sanggup kalau kami harus
01:48dipermalukan lagi, ya, Pak.
01:50Jadi kami, kami tidak sanggup
01:54untuk menerima apapun lagi.
01:57Enggak, Bu.
01:58Bu, Pak.
02:00Ini bukan bantuan.
02:02Ini tuh kesempatan bisnis.
02:04Kan,
02:05Bu Farida dan Pak Santoso
02:07itu bekerja keras banget.
02:09Dan nih,
02:11masakan Bu Farida kan enak banget.
02:14Jadi saya yakin
02:16Bu Farida dan Pak Santoso
02:18bisa bangkit nih, Bu.
02:24Mas Torik juga sudah mengintipkan uang
02:26buat Ilham.
02:28Alham baiknya,
02:30uang tersebut
02:31kita investasikan
02:33buat masa depan Ilham.
02:36Jadi nanti kalau Ilham udah gede,
02:38dia punya sesuatu yang bisa dibanggakan.
02:59Boleh, saya gendong.
03:03Cucu Ilham?
03:05Iya, Pak.
03:07Iya, Pak.
03:08Saman ya, Pak Inga.
03:09Iya, saya.
03:11Iya.
03:11Kangen rupanya sama enakmu.
03:17Bismillahirrahmanirrahim.
03:17Iya, sayangnya.
03:19Pasti
03:20bapak dan ibu gak mau kan
03:22menghalangi Ilham
03:23punya peluang bisnis yang bagus.
03:28Betul, Nak Sinta.
03:30Tapi kalau untuk urusan uang,
03:33saya, Bu Farida,
03:34kita punya teman
03:35yang bisa membantu
03:37supaya Bu jalankan
03:39usaha ini ke depannya, ya Bu.
03:43Iya, Pak.
03:44Saya yakin
03:45teman Pak Santoso orang yang baik
03:47mau membantu
03:48bapak, ibu.
03:50Tapi
03:51akankah kesuksesan
03:53bapak dan ibu itu
03:54seharusnya juga dinikmati oleh
03:55keluarga bapak ibu sendiri.
03:58Bukan orang luar.
04:00Dinikmati oleh
04:02cucu bapak ibu.
04:04kami
04:05kami tidak tahu
04:06kami harus
04:08bagaimana
04:09untuk membalas
04:11semua
04:12kebaikan
04:13Nak Sinta.
04:15Kami merasa
04:16tidak pantas
04:17punya menantu
04:19seperti Nak Sinta
04:19setelah apa yang
04:20dilakukan
04:21Torik terhadap
04:22Pak Sinta.
04:24Begitu.
04:25Lu Farida,
04:27Pak Santoso,
04:29satu-satunya hal baik
04:30yang Mas Torik
04:31telah lakukan adalah
04:32memberikan Sinta
04:34mertua yang
04:35baik sekali.
04:37Pakai nenek
04:38yang baik sekali
04:38untuk kami.
04:41Untuk Ilham.
05:02Bisa-bisanya
05:03Bapak
05:03menerima
05:04uang bantuan
05:05dari keluarganya Sinta.
05:06Bapak
05:07itu habis
05:07mengatakan aku
05:07sampah,
05:08tahu nggak?
05:09Iya,
05:10emang.
05:11orang tua itu
05:12Bapak
05:13kamu itu
05:14emang
05:15munafik,
05:15Torik.
05:23Coba deh.
05:24Kamu pikir
05:25baik-baik ya.
05:26Kamu pikir
05:27mateng-mateng.
05:28Seharusnya
05:29orang yang
05:30lebih layak
05:30mendapatkan
05:31uang itu
05:31kamu.
05:33Kamu itu
05:34adalah mantan
05:35suaminya.
05:35Jadi kamu
05:36berhak
05:36mendapatkan
05:37uang itu
05:38dibandingkan
05:39orang tua itu,
05:39Torik.
05:42asyik.
05:45Asyik.
05:45Ini apa?
05:46Benar?
05:47Mas ada
05:48benarnya juga.
05:52Ya oke lah,
05:53aku urus deh
05:54secepatnya.
05:55Ya,
05:55sesegera mungkin.
06:04Aku suka drama ini.
06:09Alhamdulillah.
06:10Alhamdulillah.
06:10Menafik ya kalian?
06:11Apa lagi?
06:12Apa lagi?
06:13Kalian tuh
06:13menafik?
06:14Muka dua.
06:22Muka kalian tuh
06:23manis banget ya
06:24di depan mereka.
06:25Di depan
06:25mertua aku.
06:26Giliran mertua
06:27aku mau
06:27bantuin aku.
06:29Aku gak boleh
06:29terima.
06:30Kalian larang.
06:31tapi giliran
06:32mereka peduli
06:33sama kalian
06:34mau bantuin kalian.
06:35Oh,
06:36hebat banget
06:36langsung nyamber gitu ya.
06:38Langsung terima.
06:39Kamu tuh
06:40ngomong apa?
06:41Kita semua tuh
06:43gak pernah minta
06:43uang sama
06:44Pak Ibu.
06:44Udah deh,
06:45ibu tutup mulut ibu ya.
06:53Kalian harus tahu
06:55mertua aku
06:56keluarganya Sinta itu
06:57gak ada hubungan
06:58apapun sama kalian.
07:00Mereka bisa kenal
07:01sama kalian tuh
07:01gara-gara aku.
07:02Jadi aku ingetin ya
07:03sama kalian ya.
07:04Satu rupiah pun
07:05kalian terima
07:06bantuan dari mereka.
07:08Aku jamin
07:09hidup kalian
07:10gak akan
07:10pernah tenang.
07:21dan asal
07:22kalian tahu ya
07:23Sinta Hendralia itu
07:25ngasih kalian
07:26bantuan
07:27supaya terhindar
07:28dari tuntutan aku.
07:30Bukan karena
07:30mereka tuh
07:31peduli sama kalian.
07:32Henti kamu!
07:34Sekali lagi
07:35kamu ngomongin
07:35mereka kayak gitu
07:36Bapak gak akan
07:37diam-diam!
07:38Lihat kan?
07:40Kalian aja
07:40jadi ngebelahin
07:41mereka kan?
07:42Nih,
07:42anak kandung kalian!
07:46dibela gak?
07:47Udah, udah, udah, udah
07:48Mas, Mas, udah
07:49mendingan Mas Torek
07:50pergi dari sini ya.
07:50Gak usah
07:51tolong ngusir-ngusir ya.
07:52Mas,
07:54tinggalin kami sendiri.
07:55Mas udah ngusir kita semua.
07:57Jadi tolong pergi, Mas.
07:58Pergi.
07:58Gak usah sentuh.
07:59Ya udah, pergi.
07:59Bisa gak sih, Mas?
08:00Ah!
08:06Sini kau!
08:07Saki kamu!
08:08Mas!
08:08Luar!
08:09Luar!
08:10Luar!
08:11Luar!
08:11Luar!
08:12Luar!
08:13Luar!
08:17Luar!
08:17Sipi kamu!
08:18Sipi kamu!
08:19Ketak!
08:20Pergi kami!
08:21Kamu bukan anak saya lagi.
08:23Nafik!
08:24Kalian tuh semua sama aja!
08:26Terus lah!
08:28Lihat aja ya.
08:29Kau balas kalian nanti.
08:35Hei, Tori, mau ke mana lo?
08:40Pak, mau kabur lo.
08:42Saatnya kamu bayar hutang.
08:48Mau dia?
08:49Lepas, lepas.
08:57Begini, Pak.
08:57Apa yang dikatakan Sinta itu sudah cukup.
09:02Cukup lebih dari cukup, Pak.
09:04Tapi dengan segala kerendahan hati saya,
09:07saya tidak bisa menerimanya, Pak.
09:11Gitu.
09:13Pak Santoso.
09:16Mohon maaf sebelumnya, Pak.
09:20Ini bukan bantuan kepada Pak Santoso.
09:24Tetapi ini adalah semacam investasi
09:28untuk masa depan cucu kita, Pak.
09:32Ini bukan uang saya.
09:34Dan juga bukan uang Sinta.
09:37Tetapi ini adalah uang yang memang hak cucu kita itu terima, Pak.
09:44Ya, baik, Pak.
09:45Tapi saya tetap merasa tidak bantuan.
09:51Maaf sekali.
09:55Saya heran sama Pak Santoso.
09:59Ini sebenarnya ada apa ya, Pak Santoso?
10:01Kok gelagatnya saya rasa Pak Santoso ini di bawah tekanan, Pak?
10:06Bapak, bicara saja sama saya.
10:14Torik, Pak.
10:17Jadi semalam dia kasih tahu ke kita,
10:22kalau kita menerima uang dari Bapak,
10:25itu tanda jad.
10:27Kita munafik, Pak.
10:30Dan dia juga bilang bahwa
10:33kedekatan kita ini,
10:35dia bilang itu berkat dia, Pak.
10:38Muka kalian tuh manis banget ya di depan mereka.
10:40Di depan mertua aku.
10:42Giliran mertua aku mau bantuin aku.
10:44Aku nggak boleh terima.
10:45Kalian harus tahu.
10:47Mertua aku, keluarganya Sinta itu,
10:49nggak ada hubungan apapun sama kalian.
10:51Mereka bisa kenal sama kalian itu, nggak?
10:54Kalian tuh munafik, bukan dua.
10:56Begitu.
10:58Torik, Torik.
11:01Mohon maaf, Pak Santoso.
11:04Torik itu kok
11:06yang nggak punya rasa terima kasih ya?
11:10Apa saya rasa Torik ini sudah mengalami frustasi
11:14karena Sinta melarang saya
11:15untuk memberikan uang spesial pun kepada Torik?
11:19Nggak habis pikir saya dengan jalan ceritanya, Torik.
11:22Oke, tapi masalah Torik ya sudah lah kita abaikan, Pak.
11:25Tapi yang jelas,
11:27saya ingin kepada Pak Santoso
11:29jangan terlalu difikirkan, Pak.
11:31Hasutan dari Torik itu.
11:33Abikan saja, Pak.
11:35Ini semuanya demi masa depan cucu kita, Pak.
11:39Jadi saya berharap sekali lagi kepada Pak Santoso.
11:44Tolong...
11:45Tolong diterima, ya, Pak.
11:50Semua dokumen nanti akan saya urus, Pak.
11:53Jangan ditolong.
12:05Ibu tenang saja, ya, Bu.
12:07Semua pasti bakal baik-baik saja.
12:11Iya.
12:12Ibu, kan selalu anggap aku seperti putri ibu sendiri, kan?
12:16Iya, nak.
12:17Pasti.
12:18Iya.
12:20Semua nggak akan berubah, Bu.
12:24Baik ketika Sinta masih sama Mas Torik.
12:27Maupun nggak.
12:32Aku pasti bisa ngelewatin ini semua, Bu.
12:35Ah, langsung Sinta kami.
12:36Ibu, Ilham juga pasti bisa ngelewatin ini semua.
12:42Untuk itu...
12:44...kami butuh ibu di sisi kami.
12:47Ya, Bu.
12:55Nak Sinta...
12:57...sejak pertama kali ibu melihat kamu...
13:01...ibu tahu...
13:03...kamu itu wanita yang kuat.
13:07Dan sekarang...
13:09...kamu itu wanita yang hebat.
13:12Ya.
13:13Kamu seorang ibu...
13:16...dari anak yang luar biasa...
13:19...ilang.
13:20Dan ibu yakin...
13:23...kamu akan jadi seseorang nanti.
13:28Amin.
13:29Amin, ya, Bu.
13:31Makasih, ya, Bu.
13:34Makasih juga kamu selalu sayang sama ibu, ya.
13:37Selalu, Bu.
13:41Sinta pamit dulu, ya, Bu.
13:44Ibu, ntar, ya.
13:45Iya.
13:45Ayo, say.
13:48Semoga nahi ham itu selalu sehat, ya.
13:51Amin, amin.
13:53Dan ibu juga sehat.
13:54Yang penting kamu harus selalu tenang...
13:58...biar asyik kamu...
14:00...jalannya juga lancar, ya.
14:18Salam buat Bidina Ilham, ya.
14:20Iya.
14:25Ibu, ibu, ibu, ibu.
14:27Ibu, Farina.
14:29Lepas, Lepas, Lepas, Lepas, Lepas.
14:31isches.
14:32Isabel, Elham.
14:32Elham.
14:35Ibu, Barina.
14:40Tiam, Tiam.
14:42Ibu, nasuk IP.
14:44Nxe.
14:45Asyuk, nasuk.
14:48Cepat.
14:51Relanglah.
15:00Lepas.
15:09Kamu gak perlu tahu siapa kami.
15:16Sudah, ambil HP-nya.
15:18Siapa?
15:19Mana?
15:20Sini, sini.
15:22Ini, bos.
15:23Ini, kasih, bos.
15:24Ini, bos.
15:49Ya, halo.
15:51Halo.
15:52Benar dengan Pak Enra?
15:53Ya, betul.
15:55Dengan siapa ini?
15:56Bapak gak perlu tahu siapa saya.
15:58Yang jelas, istri dan anak bapak sekarang sedang bersama kami.
16:03Dan kalau bapak menginginkan mereka selamat,
16:07segera siapkan uang 20 miliar.
16:09Kamu jangan pernah nipu saya.
16:12Istri saya itu ada di samping saya.
16:15Kalau kamu berani nipu saya,
16:17saya akan bisa menemukan kamu dalam waktu singkat.
16:21Oke.
16:25Buka wakban ya.
16:26Ya, siap.
16:29Papi!
16:34Papi, ini Sinta, sih.
16:38Papi, mereka curi kami, Bing.
16:40Sinta, halo.
16:42Sinta, kamu sama siapa, nak?
16:44Papi, Sinta, sama mu Faridah.
16:46Tolong, Bih, tolong.
16:47Halo, Sinta.
16:54Mereka curi kami baru-baru.
16:56Sudah diam.
16:58Benarkah?
16:59Diam.
17:01Saya tunggu sekarang.
17:05Ada apa sih, Pih?
17:06Sinta kenapa, Pih?
17:11Sinta dan Bu Faridah diculik, Bih.
17:36Di hari kau terjatuh, dunia berubah.
17:58Selamat menikmati.
18:01Selamat menikmati.
18:12Ada satu hati yang tetap menjaga.
18:19Tenang, ku tetap untukmu.
18:24Walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
18:31Saat kau kehilangan, tempat untuk dituju.
18:45Tenang, ku tetap untukmu.
19:00Tenang, ku tetap untukmu.
19:04Wow, semua menjauh dan tak menaruh rindu.
19:12Saat kau kehilangan, tempat untuk dituju.
19:21Izinkan, ku cari yang menemui mu.
19:26Biar waktu sembuhkan yang hilang, ku akan tetap bertahan di sisimu.
19:40Ku tetap untukmu.
19:49Bu.
19:58Ibu.
19:59Ibu.
20:13Ibu.
20:33Bapak.
20:34Kamu kenapa, Nak? Ini Ibu. Bapak telponku gak diangkat, ya?
20:42Nak, kenapa?
20:43Ibu. Ibu sama Mbak Sinta diculik, Pak.
20:56Diculik?
20:56Iya.
20:57Hah? Gimana sih? Kok bisa diculik, sih?
21:00Tadi Pak Hedra abis hubungin Zahra.
21:04Pak Hedra yang kasih tahu Zahra, Pak.
21:08Bapak kantor polisinya sekarang gak?
21:10Bapak, Bapak tenang dulu ya. Bapak sabar dulu.
21:13Bapak sihir, Ibu diculik kok.
21:15Iya, tapi Pak Hedra sekarang lagi cari cara juga, Pak.
21:18Yaudah, Pak. Sekarang ke tempatnya, Pak Hedra.
21:19Udah. Udah.
21:21Apa? Udah. Kamu jaga rumah, Pak.
21:23Biar aku yang antar, aku yang antar, Pak.
21:27Oh, Ibu. Ibu, Ya Allah.
21:35Ya Allah.
21:38Tolong selamatkan anakku. Tolong selamatkan dia.
21:44Ya.
21:50Mi.
21:53Mami tenang dulu ya, Mi.
21:55Ini kan Papi lagi usahakan semuanya, Mi.
22:01Kenapa sih, Pi? Masalah tuh gak pernah berhenti.
22:04Mi. Kemarin masalah Torik. Sekarang malah Sinta yang diculik.
22:10Mami gak habis pikir, gimana ketakutan Sinta sekarang?
22:16Gimana kalau orang-orang itu jahat dan berbuat sesuatu sama Sinta, Mi?
22:21Mi.
22:25Papi ngerti perasaan Mami sekarang.
22:29Tapi yang Papi inginkan itu sekarang, Mami tenang dulu.
22:33Kita berdoa, Mi. Semoga kondisinya Sinta, kondisinya Bu Faridah itu semuanya baik-baik saja.
22:39Ya.
22:41Mami.
22:42Mami udah gak tahu.
22:44Mesti gimana kalau sampai ada yang terjadi sama Sinta, Pi.
22:49Ya.
22:51Semuanya baik-baik saja, Pak.
22:53Ya. Tenang, ya.
22:56Permisi, Pak.
22:58Ya, Pak Santoso.
23:01Saya sudah siapkan uang tebusan yang mereka minta.
23:04Dan semoga kondisi Sinta dan Bu Faridah baik-baik saja, Pak.
23:08InsyaAllah.
23:23Ibu.
23:23Boih.
23:24Akan.
23:32Uang.
23:33Tengok.
23:33Gimana ini, Boj?
23:33Tolong.
23:34Bawang saya.
23:35Tolong.
23:37Tolong.
23:38Bu dalam gas.
23:39Kita harus pergi setepatnya.
23:41Ibu.
23:41Evo, Evo!
23:50Evo, Evo!
23:56Bagaimana ini, Bosch?
23:59Tidak!
24:03Tuhan, Evo!
24:06Evo!
24:06Evo!
24:08Evo!
24:10Evo!
24:11Evo!
24:11Evo!
24:11Evo!
24:12Tolong telpon polisi!
24:13Evo!
24:14Tolong!
24:14Tolong!
24:14Evo!
24:15Evo!
24:32Evo!
24:33Evo, Hello!
24:34Papi!
24:36Papi ini Sinta!
24:37Amber Rittanos!
24:40Astaghfirullah pekan, Sinta?
24:42Sinta, kabar kamu bagaimana?
24:43Sinta, kondisi kamu gimana sekarang, na?
24:45Bo Barida!
24:46Bo Barida jatuh,
24:49mereka dolong Bo Barida Jerawak nanti!
24:53Aku gak papa..
24:54tapi Makala Rinda merasakan banyak ini.
24:59Eh?
24:59Cinta, gini Cinta, sekarang juga kamu telpon ambulan, ya.
25:04Kamu dengarkan papi baik-baik.
25:06Setelah ambulan sampai, kamu sama Bu Farida berangkat ke rumah sakit, ya.
25:10Urusan penculik kamu gak usah mikirin, nanti biar papi yang kejap.
25:13Oke.
25:23Ibu, bangun bu.
25:38Ayo cepat bawa mobilnya.
25:39Iya, bos, ya, bos.
25:44Ayo, ayo, lebih cepat.
25:45Iya, bos.
25:46Ayo, gas, gas, gas.
25:50Itu ciri-ciri mobil soal info penjual yang tadi.
25:52Ayo, kita kejian, Pak.
25:53Ayo, kita kejian.
26:09Ada mobil-mobil isi lagi, ya?
26:11Iya, bos.
26:13Kita masih diikuti polisi, bos.
26:15Gimana ini, bos?
26:18Gas.
26:20Yang penting cepat saja.
26:22Udah cepat, cepat.
26:23Dikejar kita ini.
26:43Masih ngikutin, bos.
26:45Iya, iya.
26:45Harus cepat, deh.
26:46Iya, iya, iya.
27:16Iya, iya, iya.
27:19Iya, iya, iya.
27:42Terima kasih.
28:05Bapak Rindah. Bapak Rindah kecelakaannya.
28:23Ini, Pak. Para pelaku yang menculik anak dan besok Bapak.
28:33Terima kasih, Pak Polisi.
28:38Bapak Rindah.
28:41Siapa kalian sebenarnya?
28:44Kesalahan apa yang Bu Farida buat sampai kalian tega untuk melukainya?
28:53Kami sebenarnya nggak ada urusan apapun dengan wanita tua itu.
28:57Dia itu cuma pengganggu.
29:00Karena sebenarnya yang saya inginkan hanya putrimu.
29:15Ada urusan apa kamu sama putri saya?
29:19Dan siapa yang menyuruh kamu?
29:21Bapak salah tanya orang.
29:25Harusnya Bapak langsung tanyakan kemenantu kesayangan kamu.
29:36Keluar yang terkini?
29:44Beristirahat.
29:52Terima kasih.
29:54Mau
29:58Lupa
29:58Eh
30:00Kalau lu gak segera balikin duit bos gue
30:02Gue bakalan panggungnya disini
30:04Hahaha
30:05Lu berjumah sih
30:09Lu mau
30:10Siksa gue sampai gue mati
30:13Terus kubur gue
30:15Lu gak deket apa-apa
30:17Gak deket apa-apa
30:19Gak deket apa-apa
30:20Ya
30:21Uang
30:23Uang bos lu juga gak akan balik
30:24Mungkin abis itu
30:26Lu yang bakalan tilang bro
30:28Hahaha
30:30Oh lu nantangin gue
30:32Hah
30:34Gue gak nantangin gue
30:36Gue ngomong sejujur-jujurnya aja
30:39Gue gak punya apa-apa
30:41Gue gak punya beda
30:41Uang
30:49Hahaha
30:53Kalau gitu
30:55Nyawa lu juga udah gak ada gunanya lagi ya
31:03Lempurnya
31:03Lempar dia sekarang
31:04Uang kawa
31:05Uang
31:06Hayok
31:07Tau
31:08Tung tung tung
31:09Tung tung
31:09Tung tung
31:10Gue
31:13Gue punya
31:14Satu cara
31:17Biar duit bos puluh balik.
31:25Lepas, lo. Lepas.
31:27Lepas, bisa gak?
31:30Gimana caranya?
31:31Gue memang gak punya duit.
31:35Tapi, ada satu cara.
31:40Lo akan kena petua gue, kan?
31:44Papi Hendra, tuh...
31:49Istri gue, si Minta namanya.
31:52Lo culik aja.
31:59Kan putri kesayangan semata wayang.
32:02Begitu lo culik, lo tinggal minta duit.
32:07Sama Papi Hendra, uang tebusan.
32:11Terus, duit bos lo balik.
32:14Siapa tau lo mau...
32:16Ambil buat duit lo.
32:18Lo tinggal ambil aja.
32:20Laman kan?
32:29Tari.
32:30Torik Bila.
32:31Kalau kalian berani membayar kami berapapun juga...
32:36...sebagai tebusan...
32:38...kalau saya berhasil...
32:41...menculik anak anda.
32:44Pak.
32:45Pak.
32:45Jangan parah-parah main-parah main-parah...
32:46...dengan sawakmu.
32:55Pak, sudah.
33:04Ya, salam untuk Torik.
33:06Ya.
33:07Dan jangan lupa tanyakan itu.
33:09Kemenantu kesayangan anda.
33:13Ya.
33:14Baik, Pak.
33:19Kurang ajar, Torik.
33:22Ternyata Torik dalang dibalik ini sembuh.
33:36Apa...
33:44Tapi ibu harus corresponden...
33:46...dokter.
33:46Kita harus di luar, Pak.
33:48Kenapa Bapak harus di luar!
33:52Pak, ya Allah, Bapak, duduk aja dulu ya, Pak.
33:55Nggak tolong bantuin, enggak?
33:59Sinta, Sinta.
34:00Amin.
34:04Sinta, kamu baik-baik saja, kan, nak?
34:07Sinta, Pak, tapi...
34:09Bu Fahri.
34:10Iya, iya, udah, udah.
34:12Tapi udah tahu.
34:14Jadi sekarang, kita berdoa, ya.
34:17Semoga Bu Fahri nggak baik-baik saja.
34:23Bapak sabar, ya.
34:25Ibu lagi diperiksa sama dokter, ya.
34:28Sabar.
34:29Ibu lagi diperca.
34:33Ibu lagi diperca.
34:34Ibu lagi diperca.
34:41Ibu lagi diperca.
34:44Uyuh.
35:00selamat menikmati
35:31selamat menikmati
36:13selamat menikmati
36:40selamat menikmati
37:06selamat menikmati
37:09selamat menikmati
37:44selamat menikmati
37:47selamat menikmati
38:19selamat menikmati
38:21selamat menikmati
38:53selamat menikmati
39:19selamat menikmati
39:42selamat menikmati
40:00selamat menikmati
40:15selamat menikmati
40:18selamat menikmati
40:19selamat menikmati
40:21selamat menikmati
40:36selamat menikmati
40:38selamat menikmati
40:38selamat menikmati
40:39selamat menikmati
40:40selamat menikmati
40:40selamat menikmati
40:40selamat menikmati
40:45selamat menikmati
40:48Kau apaan?
40:53Okey, okey.
40:54Terima kasih.
41:18Terhadap Bapak sama Sarah ya, Bu?
41:22Bu, kenapa?
41:25Masuk, Bu?
41:31Ibu tenang aja ya.
41:34Kita yakin kok Ibu bisa melewati ini semua.
41:42Kita yakin Ibu wanita yang kuat.
41:52Mungkin ku harus selalu ada buat Bapak.
41:57Sama kamu juga.
42:08Udah berjalan sama Bapak terus.
42:12Cuman Ibu...
42:16Nggak ada orang di dunia ini yang paling pantas berada di sambil Bapak sama Ibu.
42:24Udah nggak usah ngomong gitu dong.
42:27Ya...
42:28Makasih Bapak udah kita mati terus.
42:32Udah mau berjalan sama Bapak.
42:34Udah nggak usah ngomong gitu.
42:36Udah...
43:01Udah mau Newton.
43:03Tidak...
43:07Tidak...
43:23Tidak...
43:29Azhar...
43:30Azhar, Azhar kau pergi kenapa?
43:33Ibu...
43:34Ibu kenapa, Ja?
43:36Ibu baik-baik aja enggak?
43:41Alhamdulillah...
43:41Aku khawatir ibu kenapa-napa, Ja?
43:51Enggak...
43:52Kenapa, Ja?
43:55Sebenarnya aku sayang sama kamu...
43:57Tenang, ku tetap untukmu
44:03Mau semua menjauh dan tak menaruh rindu
44:10Saat kau kehilangan...
44:15Ini...
44:15Ini aku enggak selalu dengar, kan?
44:25Aku juga sayang sama kamu, Ja?
44:27Kau miliki
44:31Diambil tanpa peduli apa yang kau jangani
44:38Dan mereka memisahkan
44:41Yang tak pernah berdiri sendiri
44:45Meninggalkanmu dalam hari yang sunyi
44:51Tapi ada yang masih berdiri
44:56Aku udah lama banget loh
44:58Mungkin momen ini
44:59Akhirnya kamu...
45:01Jujur juga sama perasaan kamu
45:05Meninggalkanmu
45:06Tenang, ku tetap untukmu
45:11Wow, semua menjauh dan tak menaruh rindu
45:19Saat kau kehilangan
45:23Tempat untuk dituju
45:40Kalo kami, hampir kehilangan kamu
45:44Iya, tapi kan betulnya sekarang aku masih nyedupah
45:47Berkat Zahra
45:48Betapa kamu ingin berterima kasih sekali sama Zahra
45:52Tapi tidak mencari kamu bekerja di tempat Zahra dong
45:55Kamu juga harus mementingkan kesehatan kamu
45:57Kamu harus istirahat
45:59Pak
46:00Aku hari ini bantu Zahra kerja
46:02Soalnya ibunya gak bisa kerja hari ini, Pak
46:04Dan itu aku yang mau kerja, Pak
46:07Bukan Zahra yang minta
46:17Janganmu masih menghantumi
46:23Di setiap langkah kau pilih jalan sendiri
46:31Meninggalkanku di dalam sepi
46:34Meninggalkanku di dalam sepi
46:37Dan senia menyelimuti hati
46:42Kau hancurkan semua haram
46:47Tak pernah ku sangka
46:52Kau bisa begitu kejam
46:55Sejauh apa kau lupa
46:59Hingga tangan aku dalam doamu
47:08Kau melukai hati
47:11Dan hancurkan mimpi-mimpi
47:14Jika kamu kata terima di
47:19Tengah
47:20Di setiap langkah
47:21Tengah
47:22Sampai jumpa di video selanjutnya
47:23Dan selamat menikmati
47:23Dan selamat menikmati
47:24Dan selamat menikmati
47:24Dan selamat menikmati
47:25Dan selamat menikmati
47:25Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan

cairmed
2 minggu yang lalu