- 2 hari yang lalu
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00:00Terima kasih.
00:00:39Terima kasih.
00:01:05Terima kasih.
00:01:27Terima kasih.
00:01:37Terima kasih.
00:01:45Terima kasih.
00:01:56Terima kasih.
00:01:57Terima kasih.
00:02:04Terima kasih.
00:02:38Terima kasih.
00:03:07Terima kasih.
00:03:37Terima kasih.
00:03:39Terima kasih.
00:03:50Terima kasih.
00:03:57Terima kasih.
00:04:09Terima kasih.
00:04:17Terima kasih.
00:04:40Terima kasih.
00:04:41Terima kasih.
00:04:47Terima kasih.
00:04:59Terima kasih.
00:05:06Terima kasih.
00:05:10Terima kasih.
00:05:14Terima kasih.
00:05:17Terima kasih.
00:05:18Terima kasih.
00:05:19Terima kasih.
00:05:22Terima kasih.
00:05:25Terima kasih.
00:05:27Terima kasih.
00:05:28Terima kasih.
00:05:31Itu John Airy dan Kurnia
00:05:33Ibu yang hukum di lapangan
00:05:34Iya
00:05:36Kenapa ada masalah?
00:05:40Enggak
00:05:41Saya cuma tanya aja
00:05:46Saya merasa ada tendensi yang tidak suka
00:05:49Dengan tindakan saya
00:05:54Ibu terlalu berlebihan
00:05:57Oh, ya maaf kalau begitu
00:06:01Tapi memang iya
00:06:03Saya harus menghukum mereka
00:06:08Hanya karena
00:06:10Warna sepatu?
00:06:14Warna sepatu itu hanyalah sebuah konteks
00:06:17Esensi yang sebenarnya adalah tanggung jawab
00:06:21Masa dikasih tanggung jawab sesimpel itu aja mereka tidak patuh
00:06:26Gimana suatu saat nanti mereka harus tanggung jawab
00:06:28Dengan sesuatu yang lebih besar
00:06:32Jadi ini masalah kepatuhan
00:06:39Menurut Ibu
00:06:41Mereka pantas dihukum seperti itu?
00:06:44Iya sangat pantas
00:06:45Toh hukuman yang seperti itu sudah mentradisi di sekolah manapun
00:06:51Apa enggak ada cara yang lebih kreatif
00:06:53Untuk menghukum mereka
00:06:55Daripada masih membanggakan cara-cara feudalistik seperti itu
00:07:00Misalnya?
00:07:02Misalnya
00:07:05Membaca buku
00:07:07Lalu minta mereka untuk mereviewnya
00:07:10Atau membuat satu konten kreatif
00:07:12Yang bersifat positif
00:07:14Dan meminta mereka presentasi kita di kelas
00:07:17Kayaknya akan lebih baik
00:07:19Dibanding sekedar mempermalukan mereka di hadapan teman-temannya
00:07:24Ide yang bagus
00:07:25Jadi yang kita hukum adalah pikirannya
00:07:29Kita ciptakan ulu hara di otaknya
00:07:31Sehingga akan merangsang mereka untuk berpikir
00:07:36Oke Pak Umar
00:07:38Saya tidak ada waktu untuk berdebat
00:07:40Saya mesti masuk kelas
00:07:43Saya juga ada kelas
00:07:47Bu Umar
00:07:50Debat kita belum selesai ya
00:07:52Kita lanjut nanti
00:08:02Selamat pagi Mas Deola
00:08:03Eh
00:08:04Lar
00:08:05Mas Cahat
00:08:05Alhamdulillah
00:08:07Makda gimana kabarnya
00:08:08Baik Mas
00:08:09Dia sekarang sebut dengan dunia barunya
00:08:12Oke
00:08:12Kalau kata generasi sekarang itu
00:08:15Dunia konten kreator
00:08:16Tapi itu membuat dia lebih fresh
00:08:19Ah bagus
00:08:19Bagus
00:08:20Mas
00:08:22Kalau nanti malam ada waktu
00:08:23Mampir ke Dewa Pap
00:08:26Saya main dengan Mas Tanto
00:08:28Wah boleh tuh
00:08:29Kebetulan
00:08:30Istri lagi pulang kampung ke Palemba
00:08:32Jenuh juga di rumah seharian
00:08:35Yaudah
00:08:36Saya ngajar dulu
00:08:37Monggo
00:08:37Monggo
00:08:41Eh
00:08:42Mar
00:08:44Kemungkinan besar
00:08:45Saya akan ajak
00:08:46Ibu Kuri
00:08:47Ya
00:08:50Silahkan Mas
00:08:54Tak usah terlalu dipusingkan
00:08:56Bagaimana cara menulis pusing
00:08:58Cukup dengan pena di tangan
00:08:59Berjongkok di tangan
00:09:01Ada daun jatuh
00:09:03Tulis
00:09:03Ada rumput menghijau
00:09:05Tulis
00:09:06Ada burung pipit jatuh dari sarangnya
00:09:09Tulis
00:09:10Ada bau bubuk mesiu
00:09:12Tulis
00:09:12Tulis
00:09:13Tulis
00:09:13Tulis
00:09:13Tulis
00:09:13Tulis
00:09:14Lalu aduk dengan kelapak ladam
00:09:16Kelapak kuda
00:09:17Sedikit
00:09:18Cukup
00:09:19Cukup
00:09:32Cukup
00:09:33Atau babi panggang
00:09:34Itu juga tak penting
00:09:35Tapi ini pusing berbunyi
00:09:37Tang
00:09:42Kenapa
00:09:43Saya lupa pak
00:09:45Saya baru menghafal semalam
00:09:47Gak apa-apa
00:09:49Gak apa-apa
00:09:49Relax ya
00:09:50Makasih
00:09:51Jadi saya ingatkan sekali lagi
00:09:53Dalam mempelajari sesuatu
00:09:55Coba untuk
00:09:57Jangan menghafal
00:09:58Tapi coba untuk mengerti
00:10:00Karena kalau kita sudah mengerti
00:10:03Maka hafalan itu gak penting lagi
00:10:06Apabila dalam mencoba mengungkapkan sesuatu ada yang salah
00:10:10Tidak masalah
00:10:12Yang penting
00:10:13Mengerti
00:10:14Maka
00:10:16Jangan pernah takut salah
00:10:18Karena salah belum tentu bodoh
00:10:21Ayo
00:10:22Bebaskan diri kalian
00:10:25Dari ketidaktahuan
00:10:27Bebaskan jiwa
00:10:28Bebaskan tubuh
00:10:30Sebebas-bebasnya
00:10:31Bergerak
00:10:32Bergejolak
00:10:33Melompat-lompat
00:10:35Seperti kuantum
00:10:36Kena apa
00:10:36Karena
00:10:37Kita hidup hanya
00:10:38Satu kali
00:10:40Oke
00:10:42Maria
00:10:43Silahkan
00:10:43Baik ke meja
00:10:45Baca puisinya
00:10:46Jangan takut
00:10:47Bebas
00:10:48Lepas
00:10:49Tanpa batas
00:10:51Ayo
00:10:54Hari ini saya akan membacakan puisi karya Salci Tompul berjudul Perpisahan
00:11:02Tetes angin
00:11:03Namamu ku tinggalkan dulu
00:11:06Sejak pupus di mimpi purba
00:11:09Semilir mengendap-endap di pangkuan langit
00:11:12Namamu ku lupakan
00:11:14Terkubur di puncak awan
00:11:18Dipucuk nafas yang mengikatku
00:11:37Wahai Presiden
00:11:40Kami yang baru
00:11:43Kamu harus dengar
00:11:46Suara ini
00:11:51Suara yang keluar
00:11:54Dari dalam
00:11:56Kau
00:11:58Kau
00:12:00Kau yang penuh
00:12:01Loh
00:12:01Kebosanan
00:12:06Walau hidup
00:12:08Adalah
00:12:11Permainan
00:12:13Walau hidup
00:12:16Adalah
00:12:17Hiburan
00:12:21Tetapi
00:12:22Kami
00:12:24Tak mau
00:12:25Dipermainkan
00:12:27Dan kami juga
00:12:30Bukan
00:12:32Hiburan
00:12:36Turunkan
00:12:37Harga
00:12:39Secepat
00:12:43Berikan
00:12:45Kamu
00:12:48Bekerja
00:12:49Masih
00:12:51Kuangkatan
00:12:53Kau
00:12:53Menjadi
00:12:55Manusia
00:12:57Setengah
00:12:59Dewa
00:13:24Pukuri
00:13:27Bagaimana pandangan Pukuri
00:13:30Terhadap Pak Rumah
00:13:31Terhadap Pak Rumah
00:13:34Unik
00:13:35Cenderung
00:13:37Aneh
00:13:38Tapi di tempat
00:13:41Seperti ini
00:13:42Dia
00:13:44Sangat berbeda
00:13:47Ya di titik yang berbeda
00:13:50Di ruang
00:13:52Dan waktu yang berbeda
00:13:54Peran seseorang pun
00:13:57Jadi ikut berbeda
00:13:58Satu saja
00:14:00Tapi menarik
00:14:04Turunkan
00:14:06Harga
00:14:10Secepatnya
00:14:11Berikan
00:14:14Kami
00:14:17Bekerja
00:14:18Tegahkan
00:14:21Tegahkan
00:14:24Tegahkan
00:14:25Tegahkan
00:14:26Tegahkan
00:14:27Adil
00:14:28Dan
00:14:28Tegahkan
00:14:30Tak
00:14:32Pandangku
00:14:33Pastiku
00:14:35akan
00:14:36Engkau
00:14:37Menjadi
00:14:39Manusia
00:14:41Setengah
00:14:43Dewa
00:15:02Bija
00:15:08Bija
00:15:09Bija
00:15:09Pak
00:15:13Maaf Bija
00:15:14Saya pulang terlambat
00:15:16Gak apa-apa Pak
00:15:19Mahda sudah makan?
00:15:21Sudah
00:15:21Malah sudah tidur Pak
00:15:24Terima kasih Bija
00:15:25Saya panggil pulang Pak
00:15:26Ya
00:15:55Sampai jumpa
00:16:07Terima kasih.
00:16:27Aku mau masak dong hari ini.
00:16:28Hah?
00:16:30Gimana cara?
00:16:33Kan kompornya tinggi.
00:16:36Gendong.
00:16:38Oke, kalau gitu.
00:16:40Tuh.
00:16:43Aku...
00:16:55Aku mau,
00:16:56setiap hari bisa masak sendiri.
00:16:59Hmm?
00:16:59Kalau gitu,
00:17:02ayah bikinkan ya, meja yang pendek.
00:17:03Biar kompornya bisa taruh di bawah.
00:17:06Gak usah.
00:17:08Aku mau beli sendiri.
00:17:09Loh, emangnya kamu punya uang?
00:17:11Punya dong.
00:17:13Dari mana?
00:17:15Aku suka bikin konten-konten kecil.
00:17:19Terus aku posting.
00:17:21Ternyata viewersnya lumayan banyak ya.
00:17:24Nah, dari situ aku dapat uang dari platformnya.
00:17:27Konten kayak gimana yang kamu bikin?
00:17:29Ya, konten aktivitas aku keseharian aja ya.
00:17:33Dari bangun tidur,
00:17:35gosok gigi,
00:17:37ambil air, bersihin kasur.
00:17:40Ya, kayak gitu-gitu aja sih.
00:17:42Awalnya sih cuma buat motivasi followers aku aja yang fisiknya senasib sama aku.
00:17:46Oh, keren itu.
00:17:49Oh, kadang aku live streaming ya.
00:17:51Nah, itu lebih aneh lagi.
00:17:53Mungkin karena ada yang simpati ya sama aku.
00:17:56Jadi, mereka donasi gitu langsung ke akun aku.
00:18:01Terus banyak ayah yang donasi kayak puluhan orang.
00:18:04Aneh kan?
00:18:05Ya, itu peradabannya memang aneh.
00:18:08Nah, nanti aku mau coba bikin konten yang sedikit serius.
00:18:14Konten serius tuh kayak apa?
00:18:17Ungkapan pribadi.
00:18:19Seperti?
00:18:20Ya, tentang tentang ibu, tentang ayah, tentang bijah.
00:18:28Kalau tentang ayah pasti yang jelek-jelek.
00:18:31Ya, rahasia dong.
00:18:32Makanya sekali-sekali tonton dong karya anak cantiknya ayah ini.
00:18:41Mentang-mentang muridnya banyak.
00:18:44Anaknya dilupain.
00:18:47Udah, langsung dipikirin.
00:18:49Jadi, boleh kan nanti aku beli kompor sama meja kecil ya?
00:18:57Ya.
00:18:57Ya.
00:18:58Ya.
00:19:23Tidak, mungkin gua menunggu beberapa pusat sang sulit aja.
00:19:24Terus, gua tinggal ke toilet, balik-balik udah ada.
00:19:33Padahal anak orang kaya, HP ilang aja ribut banget.
00:19:37Ini aja beli lagi, enggak?
00:19:39Udah gambar jorok lah HP-nya.
00:19:42Jelas lah, kelakuannya aja cabul kayak gitu.
00:19:45Udah pasti dalam HP-nya banyak kayak aneh-aneh.
00:19:47Enggak betul.
00:19:48Kenapa enggak sih?
00:19:49Kemarin ya pas gue pulang, dia bisikin ke gue kayak gini.
00:19:55Terus gimana lu, marah enggak?
00:19:56Marah lah, Bu.
00:19:57Bagus-bagus, mbak.
00:19:59Bagus juga.
00:20:03Pagi.
00:20:04Pagi, mbak.
00:20:06Pagi, mbak.
00:20:06Pagi, mbak.
00:20:07Pagi, mbak.
00:20:08Sama.
00:20:14Marlon, ada apa?
00:20:17HP saya hilang, mbak.
00:20:18Ada yang nyuri.
00:20:20Kamu yakin itu dicuri?
00:20:22Atau terselip?
00:20:24Jatuh?
00:20:25Jatuh.
00:20:25Enggak mungkin, pak.
00:20:27Tadi saya chatting sama mama saya disini.
00:20:29Terus saya tinggal ke toilet.
00:20:31Balik-balik udah enggak ada.
00:20:32Mau jatuh gimana?
00:20:34Oke, kalau gitu kamu duduk.
00:20:36Ya, tunggu situ.
00:20:40Ayo semua masuk ke dalam kelas.
00:20:44Ya, semuanya.
00:20:45Yuk.
00:21:01Oke.
00:21:03Sekarang saya minta semua lihat ke depan.
00:21:06Ya.
00:21:07Semuanya.
00:21:08Lihat mata saya.
00:21:32Sekarang tinggalkan kelas.
00:21:35Simpan semua handphone, gadget, atau apapun disaku kalian ke dalam tas.
00:21:40Tinggalkan di meja.
00:21:42Ya.
00:21:43Ayo, semuanya keluar.
00:21:52Marlon.
00:21:54Hp-mu tipenya apa?
00:21:55Mereknya apa?
00:21:57Tulis.
00:21:57Mereknya.
00:22:13selamat menikmati
00:22:44selamat menikmati
00:23:00oke kita lanjutkan
00:23:02pembahasan materi minggu lalu
00:23:05ada yang masih ingat
00:23:06materi apa yang kita bahas minggu lalu
00:23:08Maria
00:23:11masih ingat
00:23:15tentang permainan bahasa pak
00:23:18ingatan yang bagus
00:23:19permainan bahasa
00:23:23permainan bahasa
00:23:24harus laras dengan
00:23:25permainan makna
00:23:27hal itu tumbuh dari pikiran
00:23:30manusia mengenai aktivitas
00:23:32ruang kehidupan
00:23:33artinya ruang kehidupan
00:23:36sama dengan ruang makna
00:23:37ruang makna
00:23:39sudah membuka pintu kesadaran kita
00:23:42bahwa hidup ini adalah sebuah
00:23:44aktivitas yang menyenangkan
00:23:45aktivitas permainan
00:23:47dan hidup adalah tempat
00:23:50bermain
00:23:50jadi ayo
00:23:52semua banyak-banyak bermain
00:23:55hadapi persoalan hidup
00:23:57dengan main
00:23:58karena main dapat memproduksi
00:24:01hormon kegembiraan
00:24:03senang
00:24:04kenapa kita harus senang?
00:24:06karena kita hidup hanya
00:24:08satu kali
00:24:14Pak Umar
00:24:16saya dengar ada kasus pencuri
00:24:18yang di kelas anda
00:24:19benar?
00:24:20buku ini dapat info dari siapa?
00:24:22isu yang tidak baik
00:24:24menyebar dengan cepat
00:24:25di sekolah ini pak
00:24:27terus gimana?
00:24:28udah ketemu pencurinya?
00:24:29sudah
00:24:29lalu?
00:24:31lalu kenapa?
00:24:33iya lalu anda apakan?
00:24:34anda hukum?
00:24:35anda biarin aja?
00:24:37enggak
00:24:37sudah saya tanggalnya
00:24:38sudah
00:24:39minimal harus dilaporkan
00:24:41kepada guru BK pak
00:24:43kenapa gitu?
00:24:45supaya pihak sekolah
00:24:46yang bisa menanganin ini
00:24:47karena saya tahu
00:24:48anda bukan tipe guru
00:24:49yang bisa
00:24:50dan tega
00:24:51untuk menghukum murid
00:24:52tapi ini bukan
00:24:53ini bukan
00:24:54kasus fele ya pak?
00:24:56saya tidak anggap itu
00:24:57sepele bu
00:24:59lalu?
00:25:00gini
00:25:01kejadiannya di ruang kelas saya
00:25:03saya bisa atasi
00:25:05lalu
00:25:05itu kan hak saya
00:25:06untuk tidak
00:25:07melibatkan orang lain
00:25:08oke
00:25:10mungkin anda lupa
00:25:11kalau ini menyangkut
00:25:13kredibilitas sekolah
00:25:14nawasena adalah sekolah
00:25:15yang terfavorit pak
00:25:18saya ketakut aja
00:25:19nanti suatu saat
00:25:20kalau ada kasus pencurian ini
00:25:22terulang lagi
00:25:23dengan metode
00:25:23pembiaran yang anda terapkan
00:25:25anggenda dapat
00:25:27sangsi etis dari sekolah pak
00:25:29terima kasih ya
00:25:30anda sudah mengkhawatirkan saya
00:25:33gak rela
00:25:33dengan tema
00:25:34kebicaraan pak
00:25:36dia ngapain
00:25:37saya mesti khawatir
00:25:38dengan sosok
00:25:39komplikatif
00:25:40kayak anda
00:25:41gak fokus
00:25:42gak dialogis
00:25:44wow
00:25:45segitu dasyat saya di mata bu kuri
00:25:49menyebalkan
00:25:49bukan dasyat
00:25:51menyebalkan kan bukan berarti buruk
00:25:53bu
00:25:55anti etika
00:25:56terima kasih pak
00:25:58iya iya
00:26:03ayo
00:26:05ya hati hati
00:26:06mari
00:26:07bu kuri
00:26:08anti etika
00:26:12iya banget
00:26:15etika itu tidak baku
00:26:18dia terus berevolusi
00:26:20tuh kan
00:26:22bye
00:26:25bye
00:26:26bye
00:26:30pak
00:26:31saya boleh minta waktunya sebentar gak
00:26:34boleh
00:26:36tentang apa
00:26:38mengenai pencurian maru
00:26:40sudah
00:26:41gak usah dibicarakan
00:26:42ya
00:26:43oke
00:26:44pulang aja
00:26:45tapi pak
00:26:46saya
00:26:47sudah
00:26:48ingat
00:26:49perkataan saya
00:26:51hidup ini hanya tempat bermain
00:26:53ya
00:26:54hati hati di jalan
00:27:17guys
00:27:19ingat ya
00:27:20jangan
00:27:22jangan gampang menyerah
00:27:23kita harus menggunakan
00:27:26keterbatasan kita
00:27:28dan menjadikan itu sebuah sumber
00:27:32kekuatan
00:27:40ayahku seorang guru
00:27:43menurut ayah
00:27:44kini ibu
00:27:46telah tenang di alam keabadiannya
00:27:48tapi menurutku
00:27:51ibu tenang
00:27:53karena ayah selalu merindukannya
00:27:56terus
00:27:57ini buku
00:28:02cantik ya
00:28:04tapi ini lukisannya
00:28:06belum jadi
00:28:06nanti kalau udah jadi
00:28:08aku kasih lihat lagi
00:28:09oke
00:28:36selamat menikmati
00:28:38ibu tenang di alam keabadiannya
00:28:55hai maria
00:28:57halo pak
00:28:58sudah lama nunggu
00:29:00ah
00:29:01sekitar satu jaman
00:29:03maaf ya pas saya dateng
00:29:05enggak bilang dulu kurang sopan
00:29:07enggak apa-apa
00:29:07enggak apa-apa
00:29:08ayo masuk
00:29:08ayo silahkan
00:29:11ayah
00:29:12nah
00:29:13kamu kenalkan lu dengan
00:29:14anak gadisku yang paling cantik ini
00:29:16magda
00:29:17magda
00:29:19maria
00:29:21kalian berdua ngobrol lulusin ya
00:29:26murid ayah ya
00:29:28iya
00:29:28silahkan duduk
00:29:35ayah
00:29:36kalau lagi ngajar galak enggak
00:29:40enggak sih
00:29:41tegas iya
00:29:43tapi asik kok
00:29:44oke
00:29:45terus
00:29:46kalau sama
00:29:47murid-murid lain
00:29:48sama budu-budu lain
00:29:49gimana
00:29:50kan
00:29:52lanjut dulu ya
00:29:53udah selalu ya
00:29:55ya bi
00:29:56dan maria
00:29:57ditunggu bapak
00:29:59di teras belakang
00:30:00yuk
00:30:01diantar
00:30:02teras belakang aja
00:30:03enak buat ngobrol
00:30:11silahkan
00:30:12ayo maria duduk
00:30:25saya sengaja mencuri hape marlon pak
00:30:29saya mau menghapus foto dan video saya
00:30:31dan siswi lainnya yang direkam secara diam-diam
00:30:36tapi setelah itu sih berniat mengembalikannya pak
00:30:40memang foto dan video apa yang dibikin marlon
00:30:42dia sering menggunakan ballpoint kameranya
00:30:45untuk merekam diam-diam
00:30:49underwear para siswi
00:30:52terus setelah itu dia membuat quiz dengan gengnya
00:30:55untuk menebak apa warna underwear kami
00:30:57sakit jiwa pak
00:31:00pengel
00:31:08jadi alasan saya kesini pertama
00:31:10mau membicarakan yang tadi
00:31:14kedua
00:31:15saya mau berterima kasih pak
00:31:20terima kasih untuk
00:31:21karena bapak tidak mempermalukan saya
00:31:24dan menghukum saya di depan teman-teman
00:31:29maaf pak
00:31:30non magda bilang
00:31:32kalau bicaranya sudah selesai
00:31:34non maria ditunggu di kamarnya
00:31:36ya bisa
00:31:37terima kasih
00:31:40ya sudah
00:31:41kamu ke magda sana
00:31:53hey hey hey
00:31:54kids lovers
00:31:55tadi kalian udah liat kan
00:31:56pegawai TU habis kasih pengumuman
00:31:59mau tau pengumumannya apa
00:32:00mau tau
00:32:01mau tau
00:32:01mau tau
00:32:02pengumumannya adalah
00:32:03pelajaran pagi
00:32:04khusus kelas gue
00:32:06diliburkan
00:32:07tuh liat teman-teman gue udah parah di luar kelas
00:32:09kayaknya mereka seneng banget deh
00:32:11tapi gue enggak
00:32:12gue gak seneng
00:32:13karena yang ngajar itu guru idola gue
00:32:15kenapa gak pas pelajaran matematika aja
00:32:17pak umar
00:32:19maaf pak umar
00:32:20bapak dipanjil sama kepala sekolah di luangannya
00:32:33mas
00:32:34ini kan gak fair mas
00:32:36ini perampasan haksiswa
00:32:38saya tau
00:32:39saya juga gak suka
00:32:40tapi yang maksa
00:32:41untuk meeting sekarang
00:32:43itu pengurus ya ya
00:32:44kamu bisa gimana
00:32:45parah mereka tuh
00:32:49kamu sih kat aja nanti pas meeting
00:32:51boleh mas
00:32:52boleh
00:32:55tapi
00:32:56ngomongnya
00:32:57sedikit metafor
00:32:59ya
00:33:01selamat pagi
00:33:03mohon maaf
00:33:05rapat
00:33:05kami adakan secara mendadak
00:33:07karena poin yang akan kita bahas
00:33:09dianggap sangat penting oleh pihak yayasan
00:33:12bisa kita mulai
00:33:16silahkan
00:33:16baik terima kasih
00:33:17saudara umar
00:33:19saudara kami panggil
00:33:21untuk dimintai keterangan
00:33:24karena ada beberapa hal
00:33:25yang menjadi problem di kelas saudara
00:33:29merujuk dari laporan yang kami terima
00:33:31bahwa saudara banyak menggunakan metode yang indisipliner
00:33:35dalam proses ajar-mengajar di kelas anda
00:33:38apakah benar?
00:33:42bisa dijelaskan poinnya
00:33:44saudara umar
00:33:46apakah benar saudara melakukan pembiaran atas peristiwa pencurian yang terjadi di kelas anda?
00:33:58tepatnya menyelesaikan pak
00:34:00bukan membiarkan
00:34:01seharusnya kang saudara laporkan kepada pihak sekolah atau kepada guru BK
00:34:06kalau saya mampu
00:34:08menyelesaikan sebuah persoalan
00:34:10lalu kenapa saya harus melibatkan pihak lain?
00:34:13saudara umar
00:34:14mencuri itu adalah tindakan kriminal
00:34:17dan pelakunya
00:34:17harus mendapat sanksi dari sekolah
00:34:26mohon maaf pak Zairin
00:34:27kalau begitu
00:34:29saya lebih tertarik
00:34:31untuk kita membahas
00:34:32soal pencurian hak belajar siswa yang kita lakukan pagi ini
00:34:37apakah itu termasuk tindakan kriminal?
00:34:45seneng banget akhirnya punya kompor
00:34:47jadi aku bisa berkontribusi di rumah
00:34:50aku gak cuma nungguin ayah masakin aku
00:34:52aku juga bisa masakin ayah
00:34:53apalagi ayah kerjaannya itu
00:34:55tiap hari pulangnya sore
00:34:57jadi aku bisa bantuin ayah
00:34:59nyiapin makan malam
00:35:01terus bijah juga aku bisa bantuin
00:35:03jadi nanti bijah yang motong-motong
00:35:05aku yang masak
00:35:13terus nanti kita tinggal tunggu mateng
00:35:16kita balik
00:35:17terus kita makan
00:35:18itulah
00:35:18cuma mau sharing aja
00:35:19sebenernya hari ini
00:35:20aku udah dapet meja kecil sama kompor aku
00:35:22dan itu sesuatu yang bikin aku excited banget
00:35:25yaudah
00:35:26nanti sampai ketemu di vlog berikutnya ya
00:35:28bye bye
00:35:30mumpung lagi jam istirahat
00:35:31kita live streaming ya
00:35:33hai
00:35:33hai yang baru join
00:35:34jangan lupa like like like
00:35:36oh iya by the way
00:35:37gue lagi sama pegawai TU gue
00:35:39yang gaul abis
00:35:41deh itu katanya mau ngece-ngece di live streaming gue
00:35:43tapi gak tau sih mau ngomongin apa
00:35:44langsung aja kita denger
00:36:12para pemirsa
00:36:14lagi-lagi insiden terjadi
00:36:15di dunia pendidikan Indonesia
00:36:17seorang guru melakukan kekerasan terhadap siswanya
00:36:20beberapa hari yang lalu
00:36:21sebuah video yang diambil dari live streaming
00:36:24salah satu siswi SMU Nawasena Bogor
00:36:26seorang guru menampar siswa beredar di media sosial
00:36:29kasus kekerasan yang dilakukan oleh Oknum Guru
00:36:32membuat para orang tua murid
00:36:33ikut melaporkannya kepada polisi
00:36:35beradarnya video penamparan seorang guru
00:36:38kepada anak dirinya yang viral di media sosial
00:36:41membuat membagi penyelunan anak Indonesia
00:36:43atau LPAI yang kerajaan
00:36:44Pak, Pak Umar Pak
00:36:46LPAI mendesak untuk Oknum Guru tersebut dituntut secara pidana
00:36:50guru tersebut dinyatakan melanggar undang-undang pelindungan anak
00:36:53dari pendampingan kepada korban yang sudah divisul
00:36:56mengalami luka memar
00:36:58goresan dan pendengarannya terganggu
00:37:00padahal
00:37:01kesalahan yang dilakukan baru sekali
00:37:03LPAI menilai bahwa
00:37:05kekerasan fisik terhadap anak lidik
00:37:07tidak dapat dibenarkan
00:37:08karena masih banyak cara lain yang dilakukan
00:37:10untuk membuat efek jerah
00:37:11ini masalah fisik moral ini
00:37:14buru diminta untuk lebih kreatif lagi
00:37:17dalam menghadapi siswa
00:37:32selamat menikmati
00:37:50selamat menikmati
00:38:07ayah
00:38:19ayah
00:38:21ya pantas menremanya
00:38:39dari dulu gua jadi preman
00:38:41sampai gua pensiun
00:38:43belum pernah gua nabukin anak gua
00:38:45tapi kalau ngeliat model buru kayak gini
00:38:48gua pake jadi preman lagi
00:38:49video seorang buru berinisial UB
00:38:52dari SMU Nawasena Bogor
00:38:54berdasarkan pasal 80 ayat 1
00:38:56undang-undang nomor 35 tahun 2014
00:38:59tentang perlindungan anak
00:39:00ancaman hukuman mencapai maksimal 5 tahun
00:39:03selamat pagi
00:39:04pagi-pagi
00:39:10anda belum menjawab pertanyaan saya
00:39:13saya ulangi sekali lagi
00:39:15apa yang menyebabkan anda melakukan hal
00:39:19yang tak terpuji tersebut
00:39:23mohon maaf
00:39:25saya punya hak untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut
00:39:29menurut Marlon
00:39:30anda menamparnya
00:39:32hanya karena dia menabrak anda
00:39:33ketika dia sedang berlari
00:39:34apa betul?
00:39:38sekali lagi
00:39:40saya punya hak untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut
00:39:44saudara Umar
00:39:46hal ini telah menimbulkan reaksi sosial yang besar
00:39:49yang tentunya berdampak buruk pada sekolah ini
00:39:51ketua komite
00:39:53dolong bacakan
00:39:56guru biadab
00:39:58bunuh
00:39:59siram air keras mukanya
00:40:02bubarkan SMA
00:40:04nawasena
00:40:05dulu sekolah favorit
00:40:07sekarang sekolah kecepilin
00:40:09dan masih banyak lagi lainnya
00:40:12Pak Dewan Toro
00:40:14sebagai kepala sekolah
00:40:15saya minta anda segera mengeluarkan kebijakan yang tegas dan tepat
00:40:19demi menjaga nama baik sekolah ini
00:40:22permisi
00:40:23selamat pagi
00:40:49ada apa sebenarnya?
00:41:05demi kebaikan semua pihak
00:41:08untuk sementara waktu kamu
00:41:11saya nonaktifkan dulu
00:41:13sampai situasinya betul-betul kondusif
00:41:16ya
00:41:17baik mas
00:41:19saya mengerti
00:41:22boleh saya pamit dengan siswa-siswa saya?
00:41:26sebaiknya jangan
00:41:28saya gak mau menimbulkan kegaduhan
00:41:30karena opini baru mereka
00:41:32ya jangan dulu
00:41:33baik mas
00:41:46selamat menimbulkan kegaduhan
00:42:04wah, wah, wah, wah
00:42:10kenapa rupanya ini?
00:42:12tolong bang
00:42:13diperiksa kempes itu
00:42:15aduh, guys
00:42:16sekarang harusnya dulu janteng kayak gini
00:42:18maksudnya seksis sama muridnya
00:42:20sekarangnya musim bocor, bang
00:42:23paksa keapa, bang?
00:42:25ya ini
00:42:26bocor banget
00:42:27bocor hujan
00:42:29bocor pajak
00:42:31bocor rahasia pejabat
00:42:33bocor rahasia utang negara
00:42:36bocor semuanya, bang
00:42:38cuma salah cuy yang berbocor
00:42:41apa nih, bang?
00:42:42dia nasib ku ini, bang
00:42:44masih begini-begini aja
00:42:52mbah
00:42:53ada orang terkenal rupanya
00:42:57umar bakri, kan?
00:42:58nama bapak
00:43:01kau guru yang suka menampar murid itu, kan?
00:43:04hei, bang
00:43:06jangan kau tambah kebal-kebal bentuknya
00:43:09sudah lah deh
00:43:10bapak ini rezeki pertama kita hari ini
00:43:13tak usahlah kau ketampur lah
00:43:17eh
00:43:18jangan kau bela orang macam itu, bang
00:43:20eh
00:43:22kenapa yang ku bela
00:43:24ini masalah hei, bang
00:43:26iblis pun kalau bawa hei, bang
00:43:28kan ku kerjakan, Be
00:43:29ah, sudah-sudah
00:43:30alas kau lo bakal kekerjakan
00:43:31eh, Be
00:43:33kau kemana kau, Be
00:43:35pulang ketarutung
00:43:38sekarang dia yang gocok
00:43:40tenang kau, ku kerjakan nanti ya
00:43:42tenang, tenang
00:43:49makin viral video itu
00:43:51semakin tersiksa, gue tau gak
00:43:53ah
00:43:57langsek
00:43:58sumpah, gue gak nyangka
00:43:59gara-gara live streaming gue
00:44:00bakal se-viral sekarang, tau gak
00:44:05gimana dong
00:44:06santai aja kali
00:44:08santai-santai, Pak Lalu
00:44:11enteng lo ngomong kayak gitu
00:44:12Pak Umar tuh guridola gue
00:44:22dari tadi diem aja
00:44:24kenapa sih
00:44:30Maria
00:44:32kamu kenapa
00:44:41gak apa-apa
00:44:43aku sedih aja liat
00:44:46berita
00:44:47semua orang pada ngejajah ayah kamu
00:44:52tapi aku percaya sama ayah
00:44:54gak mungkin dia ngelakuin itu
00:44:56tanpa alasan yang bagus
00:45:00ayah kamu
00:45:01pernah cerita gak
00:45:04kenapa dia nampar Marlon
00:45:08enggak
00:45:22Maria
00:45:24hmm
00:45:25aku boleh nanya gak
00:45:28boleh
00:45:29tapi jawabnya jujur
00:45:31hmm
00:45:33janji
00:45:34janji
00:45:35janji
00:45:35oke
00:45:38sebagai murid
00:45:40apa pendapatmu tentang ayahku
00:45:43hmm
00:45:44dia guru yang baik
00:45:49terus
00:45:50konkretnya apa
00:45:56tegas
00:45:58humble
00:46:00karismatik
00:46:01bikin muridnya seneng
00:46:03ikut pelajarannya
00:46:05pokoknya beda dia dari guru-guru lain
00:46:10emang seperfek itu dia
00:46:11hmm
00:46:19Pak
00:46:19Pak
00:46:20Pak
00:46:21Magda lagi apa
00:46:22ada di kamar sama dan Maria
00:46:24oh ada Maria
00:46:26sudah pada makan
00:46:27sudah
00:46:28nah terima kasih
00:46:29eh pak
00:46:35tadi ada surat untuk bapak di dalam
00:46:39oh iya terima kasih
00:46:42pertanyaan terakhir
00:46:44sebagai perempuan
00:46:46apa pendapatmu tentang ayahku
00:46:48ganteng dan keren
00:46:50ih
00:46:51hati-hati
00:46:52terjatuh cinta loh
00:46:53dih
00:46:54didi apa
00:46:55kok dih
00:46:56apaan sih
00:46:57apaan sih
00:46:57apaan sih
00:46:58mukanya udah merah gitu
00:46:59katak aja
00:47:00iya aku aja
00:47:01aku
00:47:01gak aku
00:47:03eh apaan
00:47:03didi
00:47:04aku aja
00:47:05hai cewek cantik
00:47:06hai cowok ganteng
00:47:09eh
00:47:10bentar
00:47:11cewek cantiknya buat
00:47:12aku atau buat Maria
00:47:15kali ini untuk dua-duanya
00:47:30cewek cantik yang satunya gak dicium juga
00:47:42apaan dihati
00:47:43apaan
00:47:44penanggung
00:47:44apaan
00:47:44apaan
00:47:45malu mudah
00:47:46malu mudah uit
00:47:50malu mudah belakang
00:47:51mana
00:47:54kami meminta saudara untuk membuat rilis permintaan maaf
00:47:58Baik itu secara lisan maupun tulisan yang ditujukan kepada satu saudara Marlon sebagai korban, dua keluarga besar Bapak Adi Pradana
00:48:12sebagai orang tua dari korban, tiga yayasan SLTA Nawasena Kota Bogor, empat persatuan guru seluruh Indonesia, dan lima lembaga perlindungan
00:48:26anak.
00:48:27Rilis ini harus saudara sebarluaskan melalui media cetak, media elektronik, sosial media, dan sejenisnya.
00:48:40Dan yang terakhir, apabila dalam pertemuan ini saudara atau kita tidak menemukan kata sepakat, maka kami akan membawa kasus ini
00:48:55ke jalur hukum.
00:48:57Apa rencanamu menghadapi kasus ini?
00:49:07Belum ada, Mas.
00:49:11Waduh.
00:49:14Masih bertahan dengan diam.
00:49:20Diam, diam lebih baik daripada bicara.
00:49:25Sebab saya juga belum mengerti bagaimana cara menghadapi hukum sosial seperti ini.
00:49:32Lebih baik diam.
00:49:35Kamu merasa salah.
00:49:39Pasti, Mas.
00:49:41Makanya saya siap menghadapi sinistik publik, kemarahan, dan tembaran kebencian saat ini.
00:49:50Kenapa ya zaman sekarang itu semakin banyak orang yang mencari suplai moral dari kemarahan.
00:50:26Jangan bicara.
00:50:31Soal idealisme.
00:50:37Mari bicara.
00:50:43Berapa banyak uang di kantong kita.
00:50:50Atau berapa dasyatnya ancaman yang membuat kita termaksa.
00:51:07Jangan bicara.
00:51:11Jangan bicara.
00:51:12Soal runtuhnya moral.
00:51:18Tentu.
00:51:19Tentu.
00:51:19Si Umar itu.
00:51:20Jangan bicara soal moral.
00:51:21Soal ngalah.
00:51:24Lagunya sih oke.
00:51:25Pemain harmonikanya.
00:51:28Guru premen.
00:51:31Guru predator.
00:51:33Kacau.
00:51:34Turun ya turun turun turun.
00:51:40Jangan.
00:51:42Uh.
00:51:53hai hai,
00:52:02dulek.
00:52:04dulu setengah jam nanti kita ketemu lagi sip ya geng gila enggak nyangka sih segitunya dampak
00:52:16komentar netizen Bang yang lebih gila lagi gua pikir sikap-sikap kayak tadi itu cuma datang
00:52:23dari strata sosial rendah Bang ternyata semua sama rata apalagi sampai ke cafe ini udah pake Bang
00:52:37Hai gong-gong to the point aja
00:52:43Hai lo tau kan Bang bukan gue yang ada keputusan
00:52:46pik Bos minta minta gua berhenti manggung
00:52:52Hai iya Bang
00:52:59Hai santai gong gua ngerti
00:53:02Hai yang penting kita tetap sahabat kan ya itu kan pastilah Bang
00:53:09Hai thank you
00:53:16di mana masalah biasa Bang resiko peradaban banget kita sampai jumpa di klik berikutnya
00:53:30Oke guys jadi waktu itu aku janji kalau udah selesai kasih lihat nah ya oke lah menurut aku
00:53:39lumayan semoga semoga ibu bangga kalau ngelihat aku ngelukis dia semoga dia nggak ngerasa aku bikin
00:53:48gambarnya dia fotonya dia jadi jelek
00:53:50Hai untuk poin yang ini kamu pastikan sama mereka kalau mereka mau berlanjut ikuti cara kita ya
00:53:59Baik Bu Bu ya ini laporan revisi kontrak yang kemarin
00:54:06Hmm oke kamu bisa langsung kirim sekarang ya baik Bu terima kasih
00:54:11pasus kekerasan yang dilakukan oleh UB akhirnya disinjak lajuti dan proses hukum
00:54:18lembaga pelindungan anak Indonesia atau LPAI telah melampirkan sumasi kepada UB dalam jangka waktu yang singkat
00:54:24hai hai hai Hai Halo Pak Dewan apa kabar Hai sehat-sehat Pak lumayan lumayan banyak Pak ya beragam Pak
00:54:41ada kasus
00:54:43sengketa tanah korupsi bahkan sampai perceraian serbiti
00:54:48ya tapi memang belakangan ini yang mendominasi itu kasus kekerasan Pak
00:54:55nah itu
00:54:57justru sekarang saya lagi menyaksikan berita itu Pak
00:55:00jujur saya sedih Pak
00:55:01Hai kok ini bisa terjadi di SMA almamater saya ya
00:55:08oh begitu
00:55:11kebetulan sekali besok saya off bisa kita ketemu Pak
00:55:14oke Lena sampai ketemu ya
00:55:17ya
00:55:28ayah
00:55:30aku boleh nanya nggak
00:55:31boleh dong
00:55:33tapi nanti pas jawab jangan lihat aku ya lanjutin aja kerjaannya
00:55:39kenapa
00:55:41pokoknya jangan
00:55:43emang ini ada apa sih
00:55:44jangan lanjutin aja aku nggak mau ngeliat ekspresi ayah pas jawab pertanyaan aku
00:55:50oke
00:55:54oke oke bos
00:55:56bos
00:55:57menurut ayah
00:55:59ada nggak
00:56:01seseorang yang bisa gantiin posisi ibu
00:56:05kenapa ada pertanyaan itu
00:56:07ayah
00:56:08kan aku yang nanya jangan tanya balik dong
00:56:12oke oke maaf bos maaf
00:56:18sampai saat ini nggak ada
00:56:21dan
00:56:22terpikirnya juga belum pernah
00:56:25lagian ayah kan sudah tua
00:56:27mana ada yang mau
00:56:29siapa bilang
00:56:30kemarin kata maria
00:56:31ayah ganteng dan keren
00:56:34maria
00:56:36aku curiga
00:56:38dia naksir sama ayah
00:56:39kalau dia beneran naksir gimana tuh ayah
00:56:43emangnya kamu mau
00:56:44punya ibu ciri yang sunguran kamu
00:56:48ngarang
00:56:50oke pertanyaan terakhir
00:56:56setelah ibu meninggal
00:56:59ayah pernah nggak ngerasa kesepian
00:57:09pada akhirnya yang tersisa di hidup manusia hanyalah sepi
00:57:15jadi diakrapi aja
00:57:21Tatiana
00:57:22ya pak
00:57:24yuk segera bereskan
00:57:26berkas yang harus dikirim ke kepolisian sekarang juga ya
00:57:28ya pak
00:57:29saya mau dan rapat dengan ibu menteri
00:57:30oke
00:57:32sebentar pak
00:57:34maaf
00:57:34beberapa jam lagi waktu somasi
00:57:36ya
00:57:392 jam 53 detik lagi
00:57:41waktu somasi kita untuk omar bakri habis
00:57:44betul pak
00:57:44jadi yuk segera siapkan laporan ke polisi
00:57:48dan jangan lupa
00:57:49sertakan itu aduan dari firma kuasa hukum korban
00:57:53oke
00:57:54oke pak domenik
00:57:54akan segera saya siapkan
00:57:56thank you
00:57:56you're welcome
00:58:12bijah
00:58:14ini pak
00:58:16di tolong buka pintu pagar
00:58:18aduh
00:58:19nggak apa-apa pak
00:58:20si roger dari WTV melaporkan
00:58:23kali ini saya ada di rumah
00:58:24bapak umar bakri
00:58:25seorang guru
00:58:26pelaku kerasan terhadap siswa
00:58:30bapak umar
00:58:31bapak umar
00:58:32bapak umar
00:58:34bapak umar
00:58:36bapak umar
00:58:37bapak umar
00:58:38bapak umar
00:58:49bapak umar
00:58:50bayang Ichan
00:59:02bapak umar
00:59:04HEY
00:59:04ayo
00:59:05rb
00:59:06sayo
00:59:17bapak up
00:59:22Apa sudah ada pengacara yang mendampingi dia, Pak?
00:59:26Nah, saya berharap kamu mau membantu Pak Umar menjadi kuasa hukumnya.
00:59:39Apa Pak Dewan sudah membicarakan soal ini kepada Pak Umar?
00:59:45Belum.
00:59:47Ini inisiatir saya sendiri.
00:59:53Nah, itu Umar.
00:59:55Umar!
01:00:03Kenalkan, ini Lena. Dia alumni alma mater kita.
01:00:07Dan sekarang sudah jadi pengacara yang hebat di Jakarta.
01:00:09Wow, bravo, bravo.
01:00:12Apa kabar?
01:00:13Baik, Lena, Pak.
01:00:16Saya langsung to the point, ya.
01:00:19Jadi menurut hemat saya, perlu adanya perlindungan hukum.
01:00:24Pertama untuk kamu, kedua untuk alma mater kita.
01:00:29Maka dari itu, kita semua sekarang berkumpul di sini.
01:00:33Dan juga saat...
01:00:36Sebentar, sebentar.
01:00:41Lima menit ya.
01:00:43Ibu negara adhidaya ngontrol.
01:00:46Sayang.
01:00:49Iya, sayang.
01:00:50Bener kok di sini?
01:00:52Iya.
01:00:53Enggak kemana-mana.
01:01:01Dari informasi yang saya dapat, Pak Umar mengambil sikap diam dalam kasus ini.
01:01:11Tidak selamanya sikap diam itu emas, Pak Umar.
01:01:18Maaf.
01:01:20Anda sedang ajak saya ngobrol atau...
01:01:22Sudah mulai wawancara?
01:01:26Maaf, Pak Umar.
01:01:27Saya enggak bermaksud seperti itu.
01:01:30Biasalah saya terbawa dengan tradisi profesi.
01:01:33Jadi kalau berbicara to the point.
01:01:36Enggak apa-apa.
01:01:38Saya lebih suka kayak gitu.
01:01:42Pak Umar merasa takut?
01:01:47Ada cara lain mengantisipasi rasa takut selain bersikap diam?
01:01:57Sudah ada upaya bantuan hukum?
01:01:59Belum.
01:02:02Belum atau tidak?
01:02:06Belum.
01:02:12Biasanya, jika seseorang berhadapan dengan situasi ekstrim,
01:02:18dia dipaksa untuk memilih.
01:02:21Ya, tapi terlepas dari ini semua,
01:02:24saya perhatikan Pak Umar adalah sosok yang enak untuk diajak berbicara.
01:02:29Sebenarnya dari tadi saya agak terganggu.
01:02:32Karena selalu dipanggil Bapak.
01:02:34Mestinya?
01:02:37Panggil nama aja boleh.
01:02:59Ayah.
01:03:01Kalian enggak apa-apa?
01:03:03Iya, enggak apa-apa.
01:03:05Emang ada apa ya?
01:03:11Enggak apa-apa.
01:03:12Cuma tanya.
01:03:18Pak Umar.
01:03:20Ini kadus Pak Umar?
01:03:22Bukan.
01:03:25Bapak di mana sih?
01:03:27Di teras, Pak.
01:03:29Coba-coba dibuka.
01:03:39Wah, semangat kok, Pak.
01:03:43Simpan aja B di dapur.
01:03:50Jadi, apakah kasus ini akan dilanjutkan ke jalur hukum, Pak?
01:03:55Betul sekali.
01:03:56Karena sampai batas somasi kami,
01:03:59Saudara UB tidak ada niatan baik.
01:04:02Untuk itu, kami dari Lembaga Perlindungan Anak melakukan hal ini
01:04:06berdasarkan aduan tertulis dari pihak keluarga korban
01:04:09dan juga aduan dari masyarakat anti kekerasan terhadap anak di Indonesia secara online.
01:04:16Begitu kira-kira.
01:04:21Pak, ada kiriman makanan untuk Bapak nih.
01:04:26Dari siapa?
01:04:29Pengirimnya atas nama Ibu Kuri.
01:04:35Halo?
01:04:37Ibu Kuri,
01:04:39kiriman makanannya sudah sampai.
01:04:42Terima kasih ya.
01:04:43Sama-sama.
01:04:45Semoga suka dengan makanannya.
01:04:48Gimana kabarnya?
01:04:50Mahda dan saya sehat.
01:04:52Terima kasih.
01:04:55Beberapa lama kita gak jumpa,
01:04:59kamu jadi sosok yang berbeda.
01:05:01Anda juga.
01:05:03Berarti kita banyak kesamaan ya, dong?
01:05:07Kalau itu saya tidak setuju.
01:05:09Saya suka dengan perbedaan.
01:05:12Kenapa?
01:05:14Karena perbedaan itu saling menumbuhkan.
01:05:17Sedangkan persamaan dalam jangka waktu yang cukup lama,
01:05:20bisa terjadi pembusukan.
01:05:23Kali ini saya setuju sama kamu.
01:05:25Jadi cuma kali ini aja nih.
01:05:30Saya rindu wajah galakmu.
01:05:41Saya tersanjung.
01:05:45Pak Umar,
01:05:48boleh saya minta sesuatu?
01:05:51Boleh.
01:05:52Apa itu?
01:05:54Mulai sekarang,
01:05:57jangan panggil saya Ibu Kuri lagi ya.
01:06:01Saya masih nona loh.
01:06:05Siap nona Kuri.
01:06:09Oke.
01:06:13Ninja.
01:06:14Ya, Pak.
01:06:17Ya, Pak.
01:06:20Maaf, kemarin gajinya terlambat.
01:06:23Ini kamprop gaji yang kemarin,
01:06:25ini satu lagi buat keamanan dan
01:06:27buat sampah.
01:06:30Tidak usah, Pak.
01:06:32Kemarin semuanya sudah ditransfer sama non-magda.
01:06:37Dibatkan non-magda.
01:06:40Ya, Bini.
01:06:43Pak.
01:06:45Ini ada surat.
01:06:47Tapi saya tidak berani taruh di situ.
01:06:52Soalnya saya takut ketahuan non-magda.
01:06:55Saya takut.
01:06:59Saya takut.
01:07:03Kamu si planur.
01:07:05Pak.
01:07:06Pak.
01:07:07Pak.
01:07:29Terima kasih telah menonton
01:07:43Terima kasih telah menonton
01:08:09Terima kasih telah menonton
01:08:30Terima kasih telah menonton
01:09:10Terima kasih telah menonton
01:09:11Terima kasih telah menonton
01:09:21Terima kasih telah menonton
01:09:36Terima kasih telah menonton
01:09:56Terima kasih telah menonton
01:10:27Terima kasih telah menonton
01:10:36Terima kasih telah menonton
01:10:54Terima kasih telah menonton
01:11:36Sikap diam
01:11:44Terima kasih telah menonton
01:12:32Terima kasih telah menonton
01:12:41Jadi seorang guru
01:12:52Terima kasih telah menonton
01:13:27Para pemirsa
01:13:57Sebelum
01:14:12Terima kasih telah menonton
01:14:29Terima kasih telah menonton
01:14:56Terima kasih telah menonton
01:15:43Sebagai
01:16:23Terima kasih telah menonton
01:16:50Terima kasih telah menonton
01:17:21Terima kasih telah menonton
01:18:14Terima kasih telah menonton
01:18:46Terima kasih telah menonton
01:19:14Terima kasih telah menonton
01:19:34Saya menonton
01:19:47Terima kasih telah menonton
01:20:34Malam ini
01:20:43Terima kasih telah menonton
01:20:57Terima kasih telah menonton
01:20:58Terima kasih telah menonton
01:21:02Terima kasih telah menonton
01:21:11Terima kasih telah menonton
01:21:37Terima kasih telah menonton
01:21:44Terima kasih telah menonton
01:21:51Terima kasih telah menonton
01:21:53Dalam ruang jalanan
01:21:57Dibilaskan pisan waktu yang sombong
01:22:04Terjalan mimpi yang indah
01:22:09Lepas
01:22:17Pernah kita sama-sama rasakan
01:22:22Panasnya mentari, hamuskan hati
01:22:30Sampai saat kita nyarisah percaya
01:22:36Bahwa roda nasi memang berputar
01:22:44Sahabat, masih ingatkan
01:22:58Sementara hari terus berganti
01:23:04Engkau pergi dengan dendam lembaran
01:23:11Terima kasih
01:23:28Terima kasih
01:23:33Terima kasih
01:23:37Terima kasih
01:23:39Terima kasih
01:23:39Terima kasih
01:23:39Terima kasih
01:23:41Terima kasih
01:23:43Terima kasih
01:23:51Terima kasih
01:23:52Terima kasih
01:23:52Terima kasih
01:24:00Terima kasih
01:24:00Terima kasih
01:24:00Terima kasih
01:24:16selamat menikmati
01:24:56selamat menikmati
01:25:01hingga saat kita jumpa hari ini
01:25:07tajamnya matamu ikan jiwaku
01:25:12selamat menikmati
01:25:31selamat menikmati
01:25:47selamat menikmati
01:25:50selamat menikmati
01:25:58selamat menikmati
01:26:00selamat menikmati
01:26:17selamat menikmati
01:26:36selamat menikmati
01:26:46selamat menikmati
01:26:48selamat menikmati
01:27:08selamat menikmati
01:27:11selamat menikmati
01:27:26selamat menikmati
01:27:29selamat menikmati
01:27:30selamat menikmati
01:27:35selamat menikmati
Komentar