Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Episode 26 sinetron Keluarga yang Tak Dirindukan menghadirkan titik balik yang mengejutkan. Setelah usaha Farida dan Zahra berada di ambang kehancuran, mereka mulai bangkit perlahan dan mencari cara untuk melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh Nurani dan Firza.

Sementara itu, keputusan Angga membawa konsekuensi besar. Hubungan yang ia pilih tidak berjalan semulus yang dibayangkan, justru menghadirkan konflik baru yang lebih emosional. Ketegangan keluarga semakin memuncak dan belum menunjukkan tanda akan mereda.

• Farida dan Zahra mulai bangkit dari keterpurukan
• Nurani dan Firza mulai menghadapi akibat perbuatannya
• Pilihan Angga membawa konsekuensi besar

Episode 26 of Keluarga yang Tak Dirindukan delivers a surprising turning point. After their business nearly collapses, Farida and Zahra begin to rise again and look for ways to fight back against the injustice caused by Nurani and Firza.

Meanwhile, Angga’s decision brings major consequences. The relationship he chose doesn’t go as smoothly as expected, leading to even more emotional conflicts. Family tensions continue to escalate with no sign of easing.

• Farida and Zahra start to recover
• Nurani and Firza begin to face consequences
• Angga’s choice leads to major consequences

#KeluargaYangTakDirindukan #DramaIndonesia
#IndonesianDrama #DramaSeries #DramaIndonesia2026
Transkrip
00:04Terima kasih.
00:30Tangan kamu, kaki kamu, leher kamu.
00:40Bapak-bu, tegel Bapak ya, Pak?
00:42Dia ini darah daging Bapak loh.
00:44Bapak lebih membela anu pungut itu dibandingkan Mas Mirza.
00:48Tengah banget.
00:51Sejarah memang bukan darah daging Bapak dan Ibu.
00:55Tapi sejarah lebih sayang sama Bapak dan Ibu.
00:58Kamu menemani ke mana-mana.
01:01Daripada kamu, kamu bukan anak-anak Bapak.
01:10Kamu pasti tertukar di rumah sakit.
01:12Kamu anak Ibu.
01:23Bapak, cukup ya, Pak?
01:25Jangan lupa, Pak!
01:26Ya, Pak!
01:27Mas Mirza!
01:29Mas!
01:33Apa sih kamu, nak?
01:35Kamu tuh nggak boleh kayak gitu.
01:37Ini Bapakmu!
01:42Ibu nggak ngerti ya?
01:44Ibu nggak tahu kenapa Ibu punya anak-anak dulu.
01:48Seperti kamu, Firza.
01:49Minta maaf kamu sama Bapakmu!
01:56Minta maaf!
02:02Cepetan maaf sama Bapak.
02:04Jangan sampai gara-gara ini kamu kehilangan kerjaan.
02:08Saya pastikan kamu tidak akan bisa bekerja di kota ini lagi.
02:12Dan saya pastikan juga kamu tidak akan mendapatkan surat rekomendasi dari siapapun yang berhubungan sama saya.
02:18Aduh, kamu tuh berdiam ya?
02:21Aku udah muak sama semua ini.
02:23Kalian terus-terusan ngancam aku dengan hal yang sama supaya bisa balik ke sini lagi.
02:27Kalian semua itu nggak ada bedanya sama penemis, tau lah!
02:30Ini rumah Bapak ya, Mas?
02:31Bukan rumah kamu.
02:33Ini rumah Bapak yang kamu curi.
02:35Eh, udah ya.
02:36Aku udah muak sama topek kamu itu.
02:39Kamu pura-pura baik.
02:40Padahal selama ini kamu juga pengen menguasai rumah ini.
02:43Iya kan?
02:44Iya aku!
02:49Firda, sekali lagi, kamu nyakit Inzar.
02:54Kamu yang aku kutir dari rumah ini!
03:01Bapak mau diserak.
03:02Nggak bisa, Pak.
03:03Bapak lupa ya, kamu rumah ini bukan atas nama berapa, tapi atas nama istriku, Pak.
03:08Saya nggak peduli!
03:10Mau nangisah pakai, saya nggak peduli!
03:12Ingat, Firda, di dunia ini nggak ada yang abadi.
03:15Sekarang kamu di atas.
03:17Tiba-tiba kamu sudah hilang semuanya!
03:28Jangan beri sarang kepala kamu.
03:39Maksud.
03:42Oh, Allah, apa?
03:44Apa kamu?
03:51Maksud.
03:52Macam-macam jika usir mereka.
03:54Dia sama istrinya.
03:56Pak!
04:02Kurang acir banget sih mereka.
04:04Mentang-mentang udah punya warung makan, terus mereka pikir mereka berani gitu macem-macem kita.
04:09Aku akan buat mereka pergi dari rumah ini.
04:14Secepatnya.
04:25Mas, kamu kenapa balikin makanannya Ibu Farida, Mas?
04:32Mas, jujur ya sama aku.
04:34Kenapa sih?
04:36Ada apa?
04:37Kok nggak bilang sih sama aku?
04:39Sayang, sebenarnya aku bukan yang kamu bilang sama kamu.
04:44Tapi, aku nggak enak ngomongnya ke kamu.
04:49Ya udah, kalau kamu mau nanya aku jawab, jujur ya ya?
04:53Jadi sebenarnya, waktu Ibu Farida kesini nganterin makanannya, ternyata pas aku cek, makanannya itu udah basi.
05:05Ya mungkin, kesalahan mereka masaknya terlalu dinihari, makanya aku juga agak-agak bertanya-tanya tuh kenapa bisa basi kayak gini,
05:15dan hampir semuanya lah.
05:16Mas, nggak mungkin lah, Ibu Farida pasti juga udah mikirin hal-hal kayak gitu.
05:21Kamu jujur sama aku, Mas.
05:23Kenapa Pak Santoso tuh sampe juru aku buat ngejauhin Ibu Farida?
05:26Ya sayang, tapi aku udah jujur.
05:28Ya kenyataannya memang kayak gitu kok.
05:32Udahlah.
05:33Gini ya, aku samperin mereka itu, aku mau kasih tau.
05:37Nih, makanan kalian basi.
05:40Tapi ya kamu tenang aja, duitnya ya tetap buat mereka kok nggak aku minta kembali gitu loh.
05:47Ya, Pak Santoso kenapa bisa kayak gitu ya?
05:51Aku nggak tau mungkin udah kepala ngemalu kali.
05:53Dan mungkin Ibu Farida juga malu karena ya ini kesalahannya mereka.
05:57Terus mereka juga baru dapet orderan yang banyak, langsung banyak gitu mungkin.
06:02Makanya panik, nggak tau gimana.
06:04Ya udahlah.
06:05Udahlah, tenang aja.
06:06Yang penting kan udah selesai semua.
06:07Ya, aku mandi ya.
06:27Darah memang bukan darah daging Bapak dan Ibu.
06:31Tapi darah lebih sayang sama Bapak dan Ibu.
06:34Nemanin kemana-mana.
06:35Darah, daripada kamu.
06:39Kamu.
06:40Kamu bukan anak Bapak.
06:41Kamu up.
07:02selamat menikmati
07:31selamat menikmati
08:03selamat menikmati
08:32selamat menikmati
09:02selamat menikmati
09:36selamat menikmati
10:06selamat menikmati
10:08selamat menikmati
10:29selamat menikmati
11:20selamat menikmati
11:46selamat menikmati
11:49selamat menikmati
12:42selamat menikmati
13:00selamat menikmati
13:03selamat menikmati
13:21selamat menikmati
13:54selamat menikmati
14:12selamat menikmati
14:38selamat menikmati
15:04selamat menikmati
16:30selamat menikmati
17:01tempat
18:19selamat menikmati
19:31ini
20:31selamat menikmati
21:30selamat menikmati
21:32happy birthday
21:48selamat menikmati
22:19tiup
22:47menikmati
23:17menikmati
23:42menikmati
25:43selamat menikmati
27:14selamat menikmati
27:37selamat menikmati
28:35selamat menikmati
28:38selamat menikmati
29:06selamat menikmati
29:29selamat menikmati
29:50selamat menikmati
29:53selamat menikmati
30:20selamat menikmati
30:22selamat menikmati
30:33selamat menikmati
30:35selamat menikmati
30:37selamat menikmati
30:57selamat menikmati
31:00selamat menikmati
31:07selamat menikmati
31:10selamat menikmati
31:42selamat menikmati
31:45selamat menikmati
31:47selamat menikmati
31:48Nanti ya, sabar ya
31:50Lagi nenek masak
31:52Semoga berkah
31:53Gak apa-apa Bu
31:54Semoga jadi pelanggan hari ini
31:56Amin
31:59Makanan datang
32:01Selamat makan semuanya
32:04Ini buat kalian
32:06Ini buat kamu
32:09Kamu gak suka pedes kan tadi
32:11Itu sambalnya udah dipisah ya
32:13Jadi yang suka sambal
32:15Dimakan sambalnya
32:17Ya, yang gak suka gak usah dimakan
32:20Jangan lupa eh, berdoa dulu
32:22Berdoa dulu, dipimpin
32:24Ayo teman-teman, kita doa dulu
32:39Bismillahirrahmanirrahim
32:39Ibu, satu lagi
32:41Ini silahkan, maaf tak kiri ya
32:44Ibu-ibu
32:46Silahkan
32:48Kamu kan, mbak
32:51Kamu sengaja
32:52Bawa mereka
32:54Untuk di traktor di warung aku
32:56Ya kan?
32:58Eh, kamu-kamu jangan sembarangan ya
33:01Aku gak tau apa-apa soal ini
33:13Waduh-waduh
33:14Wah, lahap-lahap banget sih makanannya
33:16Enak ya makanannya
33:17Iya, tante yang enak banget
33:19Makasih ya, Pak
33:20Oh, makasih ya
33:22Sudah selesai
33:24Tidak, tindak
33:26Aku lupa, aku lupa, aku lupa
33:28Tentanya
33:30Tentanya
33:30Cucu kita memang luar biasa
33:33Sayangnya sama tante-nya
33:48Gimana ibu makanannya?
33:50Alhamdulillah
33:51Alhamdulillah, mantap banget enak, Pak
33:53Alhamdulillah
33:54Mau pesan apa lagi?
33:55Pesanan saya sudah beres, kok, Pak
33:57Saya cuma mau bayar aja
33:59Berapa semua yang merahkan sama anak-anak, Pak
34:01Biar kita bayar semua?
34:03Maksudnya gimana ya, Bu?
34:04Saya mamanya Abik
34:05Temannya Dinda
34:06Saya mau bayar semua pesanan mereka, Pak
34:08Gini ya, Bu
34:11Alhamdulillah
34:12Cucu saya itu hari ini ulang tahun
34:14Jadi
34:15Bentuk syukur kami
34:18Semua makanannya gratis
34:21Kalaupun anak saya ada yang ikut
34:23Saya bisa terima
34:24Tapi ini temannya banyak, loh, Bu
34:33Terima aja
34:34Terus jangan ditolak, ya, Bu
34:35Anggaplah ini hadiah dari kami
34:38Buat Dinda
34:40Udah-udah gak usah, Bu
34:42Udah, Bu, gak apa-apa, Bu
34:43Terima aja
34:44Itu rejeki, Pak
34:45Iya, Bu
34:46Kalau ini hadiah buat Dinda
34:51Kami terima, ya, Bu
34:52Alhamdulillah
34:54Maaf, ya, Bu
34:55Jadi saya terima
34:58Alhamdulillah
34:59Berkah buat ibu-ibu semuanya
35:00Ibu-ibu semuanya
35:02Ibu juga dagannya makin lari
35:04Amin
35:05Masya Allah, makasih
35:06Cocok tapi makanannya, Bu
35:08Iya, Alhamdulillah
35:09Enak banget, Bu
35:13Kenapa, Mbak
35:16Kesel, ya
35:17Karena rencananya gagal
35:25Alhamdulillah, ya
35:27Masih banyak orang yang gak kayak Mbak Nur
35:29Dia maunya nombang gratisan
35:32Dia maunya nombang gratisan
35:49Caga yang muka
35:50Astagfirullahaladzim
35:51Astagfirullahaladzim, Aduh, Dek
35:51Maaf, maaf
35:52Kamu gak apa-apa, kan
35:53Gak apa-apa, Tante
35:55Aku yang minta maaf
35:56Soalnya dari aku yang gak liat
35:58Aduh, ini tali sepatu kamu, Dek
36:01Sebentar, ya
36:05Tante mau ke warung nenek kakek aku, ya
36:08Kakek nenek kamu?
36:10Iya, Tante
36:11Soalnya ini warungnya kakek nenek aku
36:27Itu kan Om Torik
36:29Kenapa Om Torik nombang Tante
36:35Om Torik?
36:38Adek kenal sama Om Torik?
36:40Iya dong, Tante
36:41Kan Om Torik itu ada yang nombang aku
36:54Dinda, pulang yuk
36:57Tante, Tante, aku pulang dulu, ya
36:59Dadah
37:00Oke, Jeng, terima kasih
37:02Ayo, sayang
37:27Itu kan Om Torik
37:29Kenapa Om Torik nombang Tante
37:31Adek kenal sama Om Torik
37:33Iya dong, Tante
37:34Kan Om Torik itu ada yang nombang aku
37:43Kalau emang yang dibilang anak kecil itu tadi benar
37:48Berarti
37:49Mas Torik anak ya, Bu Faridah
37:51Ya udah, aku di luar aja
37:53Gak enak juga kalo keramaian orangnya ya
37:56Nak
38:00Nak
38:00Nak
38:02Nak
38:02Nak
38:11Dokter, Ibu
38:12Dok
38:13Ibu
38:14Iya, maaf, sayang
38:16Aku gak kenapa-kenapa-kenapa
38:17Gini, tadi tuh
38:18Bu Faridah sekeluarga tuh kesini
38:21Nganterin makanan buat kita
38:23Terus
38:24Karena mereka nunggu taksinya kelamaan
38:27Ya, hasil aku aja yang nganterin mereka balik ke warung
38:30Gitu
38:31Torik
38:33Wah, bener, Kak Anggurik
38:34Kamu kapan, Kak Anggurik?
38:36Baik, baik
38:38Gimana sih, bokapal?
38:39Semenjak lulus kuliah nih
38:40Kamu gak pernah keliatan
38:41Kayak hilang dari muka bumi ini
38:43Temen-temen tutup ada nyariin, Torik
38:44Ya, biasalah
38:46Kerja serabutan aja sana-sini
38:49Tadi, Pak Santoso sama Zarah datang kesini
38:52Mereka bilang
38:53Torik balikin makanan yang udah kita pesen
38:56Terus, kalo bener kayak gitu
38:57Makanannya pesen gimana?
39:02Selama ini, Mas Torik memang selalu terlibat
39:05Dan dia selalu ada
39:07Setiap ada masalah
39:09Sama Mufarida dan keluarganya
39:10Tapi kalo memang bener, Mas Torik adalah
39:14Anaknya Ibu Farida
39:16Berarti dia adalah anak durhaka
39:19Yang menelantarkan ibunya sendiri
39:22Astagfirullahaladzim
39:25Mana mungkin
39:27Anak durhaka seperti itu adalah suamiku sendiri
39:31Ya Allah
39:43Aku harus cari bukti yang valid
39:45Tentang masalah lu, Mas Torik
39:46Aku harus cari bukti yang valid tentang masalah lu, Mas Torik
40:23Dia kovangil
40:24Apa adalah suamiku sendiri?
40:31Kovangil
40:32Kovangil
40:32Saya nampak
40:39Kovangil
40:39Sya
40:40Kovangil
40:47Terima kasih.
41:13Terima kasih.
41:49Terima kasih.
41:56Terima kasih.
42:29Terima kasih.
42:31Terima kasih.
42:33Terima kasih.
42:34Terima kasih.
42:41Terima kasih.
42:43Terima kasih.
42:45Terima kasih.
43:21Terima kasih.
43:53Terima kasih.
44:24Terima kasih.
44:25Terima kasih.
44:39Terima kasih.
44:40Terima kasih.
44:43Terima kasih.
44:46Terima kasih.
45:15Terima kasih.
45:18Terima kasih.
45:18Terima kasih.
45:25Terima kasih.
45:32Terima kasih.
45:43Terima kasih.
45:49Terima kasih.
45:51Terima kasih.
45:52Terima kasih.
45:56Terima kasih.
45:59Terima kasih.
46:02Terima kasih.
46:03Terima kasih.
46:04Terima kasih.
46:05Terima kasih.
46:06Terima kasih.
46:08Terima kasih.
46:09Terima kasih.
46:15Terima kasih.
46:24Terima kasih.
46:37Terima kasih.
47:03Terima kasih.
47:04Terima kasih.
47:04Kau sangka kau bisa begitu kejam
47:08Sejauh apa kau lupa
47:12Hingga teman aku dalam doamu
47:21Kau melukai hati
47:24Dan hancurkan mimpi-mimpi
47:28Sisakan berketak terobati
47:32Tak berdua datang di sini
Komentar

Dianjurkan

cairmed
2 minggu yang lalu