Gelombang demonstrasi besar bertajuk “No Kings” pecah di berbagai wilayah Amerika Serikat pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.
.Aksi ini diikuti jutaan warga yang turun ke jalan sebagai bentuk penolakan terhadap gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dinilai semakin mengarah pada otoritarianisme.
Unjuk rasa berlangsung serentak di ribuan titik di seluruh negara bagian, dari kota-kota besar hingga daerah kecil. Massa menyuarakan kekhawatiran terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk isu imigrasi dan arah politik luar negeri yang dianggap memicu ketegangan.
Tak hanya di dalam negeri, gaung protes juga terasa hingga ke sejumlah negara lain. Para demonstran menilai kondisi demokrasi di Amerika sedang mengalami tekanan, sehingga aksi ini menjadi simbol perlawanan sipil terhadap kekuasaan yang dianggap berlebihan.
Komentar