Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Prabowo Subianto menanggapi julukan "presiden sawit" dengan bangga, menegaskan bahwa Indonesia sebagai penghasil kelapa sawit terbesar memiliki posisi strategis dalam produksi energi.

"Maaf saya diejek kan ini presiden sawit ya. Saya bangga saya jadi presiden negara yang penghasil kelapa sawit terbesar," kata Prabowo.

Ia menambahkan, dari kelapa sawit Indonesia bisa menghasilkan solar dan bensin, sehingga negara berada di posisi yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain.

Selain itu, Prabowo menyoroti pentingnya kesiapsiagaan energi nasional.

Menurutnya, meski Indonesia memiliki sumber energi lain seperti batu bara dan tenaga surya, negara harus waspada terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan potensi gangguan pasokan, terutama di tengah dinamika geopolitik.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Prabowo Soroti Kesiapan Iran Hadapi Perang: Siap Perang Lawan Kekuatan Sangat Besar di https://www.kompas.tv/internasional/658166/prabowo-soroti-kesiapan-iran-hadapi-perang-siap-perang-lawan-kekuatan-sangat-besar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658176/reaksi-prabowo-disebut-presiden-sawit-tekankan-potensi-energi-dari-kelapa-sawit
Transkrip
00:00Saya pernah ingat, saya gak tau ya, 10 tahun atau berapa tahun lalu saya di Beijing, siang-siang, kuning.
00:07Kalau gak salah sebelum Olimpiade ini.
00:09Smog. Smognya kuning siang hari.
00:15Kita gak berani keluar. Sekarang, clean.
00:21Jadi dia very advanced. Dia punya hydro, kita punya hydro.
00:25Hydro lebih mahal dan lebih lama.
00:26Kita punya higiotermal, juga agak lebih lama.
00:31Kita punya, kita bisa, mini hydro agak lumayan, mini hydro.
00:36Tapi, kita punya, kalau tenaga surya itu bisa cepat, dan yang kita punya keunggulan, maaf, saya diejekkan, ini presiden sawit.
00:47Ya, saya bangga, saya jadi presiden negara yang penghasil kelapa sawit terbesar.
00:52Dari kelapa sawit, kita bisa menghasilkan solar.
00:55Bensin juga bisa.
00:57Dari kelapa sawit, bisa bensin juga.
00:59Aftur juga bisa.
01:00Aftur, dari kelapa sawit.
01:03Jadi, we are in a better position than many countries.
01:07Tapi benar, satu tahun ini kita harus benar-benar waspada.
01:13Mau tidak mau, kita harus semua merasakan kita kurangi konsumsi.
01:19Konsumsi BBM.
01:21Tapi, ya, kita harus siap kemungkinan paling jelek.
01:27Karena, ya, Iran kan dia membela diri.
01:30Cara dia bela diri, ya, dia harus tutup hormus.
01:34Iya, kan?
01:36Dan dia harus membuat istilahnya negara yang nyerang dia.
01:40Menyesal.
01:41Menyesal.
01:42Dan target dia, ya.
01:46BBM, crude oil, 200 dolar.
01:48Dia ngomong begitu kok.
01:51Tapi, sekarang berkisar naik turun-naik turun, ya.
01:54100, 110, 112.
01:58Karena juga masih banyak sumber lain, gitu.
02:02Iya kan?
02:02Masih.
02:04Tapi, still.
02:05Bagi kita berat, kalau memang benar.
02:07Kalau di atas, kalau pakar-pakar yang tim saya mengatakan,
02:12kalau di atas 90, 95 itu berat bagi kita.
02:17Sudah tiga-tiga perang telur, pak.
02:19Yang pertama, kedua kan, yang 1991 dan 2003.
02:22Gak terlalu berdampak.
02:24Yang paling berdampak, yang bangung OPEC, pak.
02:2573 ke 74.
02:27Tiga kali lipat dalam setahun.
02:29100%.
02:29Dan itu long lasting.
02:31Kita dapat bonans, ya, karena ekspor.
02:33Dan ingat, ya, kita punya batu bara yang masih banyak.
02:39Batu bara untuk listrik itu paling murah, sebetulnya.
02:42Batu bara lebih murah dari.
02:44Tapi, ternyata seuruh.
02:45Batu bara secara lingkungan buruk, pak.
02:46Hah?
02:46Batu bara secara lingkungan buruk.
02:47Lingkungan buruk.
02:48Tapi, namanya krisis, pak.
Komentar

Dianjurkan