Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mendapat atensi dari Presiden Prabowo Subianto.

Presiden memerintahkan Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri untuk mengusut kasus tersebut secara transparan. Polri diminta menangkap pelaku sekaligus mengungkap otak di balik penyiraman air keras yang mengancam nyawa korban.

Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga kewibawaan negara serta menghadirkan titik terang dalam penanganan kasus tersebut. Simak Catatan Kompas TV: teror di ruang publik menjadi pertaruhan bagi kewibawaan negara.

Baca Juga [FULL] Eks Jaksa Agung Sebut Penyiraman Air Keras Bentuk Terorisme, DPR Bentuk Panja | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/657787/full-eks-jaksa-agung-sebut-penyiraman-air-keras-bentuk-terorisme-dpr-bentuk-panja-sapa-malam

#kontras #andrieyunus #prabowo #airkeras #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657801/full-usut-teror-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras-siapa-otaknya-catatan-kompas
Transkrip
00:02Intro
00:11Saudara kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andri Yunus
00:16mendapat atensi dari Presiden Prabowo Subianto
00:19yang memerintahkan ke Polri untuk mengusut kasus ini secara transparan.
00:24Polri harus menangkap pelaku dan juga otak
00:27dibalik penyiraman air keras yang mengancam nyawa
00:30demi menjaga kewibawaan negara dan titik terang kasus.
00:36Inilah catatan Kompas TV, teror di ruang publik pertaruhan wibawa negara.
00:46Bapak dan perintah langsung ke Bapak Kasiden
00:52untuk masyarakat mempengaruhkan tugas secara transparan.
01:03Pertawaan prihatin dan sayangkan diperjadiin dengan harapan polisi betul-betul.
01:16Tegak teki siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andri Yunus
01:22masih menyisahkan tanya.
01:25Dari rekaman CCTV ini terlihat,
01:27dua orang pengendaraan motor dari arah berlawanan
01:30menyiram air keras ke aktivis kontras Andri Yunus.
01:33Korban yang mengendari sepeda motor
01:35langsung menjerit histeris
01:37sambil menjatuhkan kendaraannya
01:39karena merasa panas terbakar
01:42usai disiram air keras.
01:44Berbekal rekaman kamera pengawas
01:46serta keterangan saksi,
01:48Polri masih terus melakukan pendalaman.
01:50Kapolri Jenderalist Yosigit Prabowo pun bilang
01:52sudah mendapat instruksi dari Presiden Prabowo Subianto
01:56untuk mengusut kasus ini secara profesional.
01:59Saya telah mengembatkan perintah langsung
02:05dari Bupak Presiden
02:08untuk melaksanakan pengusutan kumpas
02:12secara profesional, transparan,
02:16dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan
02:21untuk mencapai pengusutan kumpas.
02:25Sekarang ini kita sedang melakukan
02:30pengumpulan informasi-informasi.
02:34Direktur Esekutif Amnesty International Indonesia
02:37Usman Hamid pun mengatakan
02:39apa yang dialami Andri Yunus
02:40diduga berkaitan dengan apa yang tengah dikerjakannya
02:44beberapa waktu terakhir.
02:47Sepanjang satu tahun terakhir
02:49ia memang banyak berkonsentrasi
02:51dan bersimbungan dengan permasalahan
02:53seputar reformasi militer.
02:55Meskipun kita masih harus
02:58menunggu bukti-bukti yang otetik
03:00karena biasanya
03:01situasi-situasi yang penuh
03:03dengan ketegalan politik hari ini
03:05termasuk konflik diantara para elit politik
03:08bisa jadi
03:09ada pihak lain yang mendompleng
03:11yang mengendiri
03:12untuk seolah-olah pelakunya adalah militer.
03:15Padahal belum tentu.
03:17Sementara itu, mantan KBR Skrimpolri
03:19Itosumardi menyebut
03:20dengan banyaknya rekaman CCTV yang diperoleh
03:23serta keterangan para saksi
03:24kasus ini bisa segera terungkap
03:27tidak hanya pelaku
03:28tapi juga aktor intelektual
03:30serta motif penyerangan.
03:32Keterangan dari saksi-saksi
03:34di sekitar TKP ini
03:35juga akan bisa melengkapi
03:37dan menurut saya
03:38karena ini ya
03:39meskipun ini ditanggung oleh
03:41Sampai Pusat
03:42ini mendapatkan atensi langsung
03:44daripada Pak Kapuri
03:45yaitu dengan
03:47di-backup dari Polda Metro Jaya
03:49dan dari Balai Skrim
03:50sehingga untuk kasus ini
03:51ya kami berharap
03:52diungkap secepatnya
03:54baik pelaku
03:55kemudian siapa yang menyuruh
03:57maupun motifnya.
03:59Insiden penyeraman air keras ini
04:01tentu mengusik keprihatinan
04:02banyak pihak
04:03termasuk
04:04Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI
04:06Yusuf Kal
04:07JK menduga
04:08penyeraman air keras ini
04:10berkaitan dengan aktivitas korban
04:12JK pun berharap
04:13polisi segera melakukan
04:14investigasi terkait dengan
04:16kejadian ini.
04:17tentu kita pertama
04:19prihatin dan sayangkan
04:21itu terjadi
04:21dengan harapan
04:23polisi
04:23betul-betul
04:24karena ini
04:26setelah
04:27KPK dulu
04:28siapa-apanya sih
04:29Mas Wedan
04:31itu
04:31ini lagi
04:33kena lagi
04:33berarti
04:34ada kelompok
04:36ada siapa
04:36itu kita tidak tahu
04:37supaya polisi
04:38tentu ada hubungannya
04:41dengan itu
04:42apa namanya
04:45kegiatan yang bersangkutan
04:47jadi perlu kita lihat
04:48seperti itu
04:49siapa yang dirugikan
04:51yang bertindak begitu
04:53ada juga
04:54kita tahu
04:55ada NSMA
04:56yang hobinya
04:57hanya sekedar
04:58iseng
04:58untuk mengingat begitu
05:00kita tidak tahu nih
05:01jadi tinggal polisi
05:02yang harus aktif
05:04untuk melihat
05:10Andri Yunus
05:12adalah aktivis
05:13yang sempat menjadi sorotan
05:14karena aksi
05:15beraninya mendatangi
05:16lokasi rapat
05:17panja RUU TNI
05:18di Fairmont Hotel
05:19Jakarta
05:19pada 15 Maret
05:202025
05:21bersama dengan
05:22dua aktivis lainnya
05:23Andri meneriakan
05:25tuntutannya
05:25agar pembahasan
05:27RUU TNI
05:28segera
05:29dihentikan
05:34sebelumnya
05:35pada 24 Agustus
05:362024
05:37Andri Yunus
05:38juga terlibat
05:38dalam advokasi
05:39kasus kematian
05:40Afif Maulana
05:41remaja yang diduga
05:42tewas akibat
05:43disiksa polisi
05:44kala itu
05:45ia bersama
05:46tim advokasi
05:46Koalisi Masyarakat
05:47Sipil Anti Penyiksaan
05:48meminta
05:49agar
05:50ekshumasi
05:51jenasa
05:51Afif Maulana
05:52dilakukan
05:53secara independen
05:54tanpa
05:55campur tangan
05:56polisi
05:56melalui audiensi
05:57dengan Komisi 3 DPR
06:00publik
06:01kini menanti
06:02bagaimana
06:03Polri
06:03mengungkap
06:04pelaku
06:04dan juga
06:05otak
06:05dibalik
06:05penyiraman
06:06air keras
06:07yang mengancam
06:07nyawa
06:08demi menjaga
06:09kewibawaan
06:10negara
06:11dan titik
06:12terang kasus
06:13tim liputan
06:14Kompas TV
06:20Saudara teror
06:21berupa penyiraman
06:22air keras
06:22terhadap
06:22Andri Yunus
06:23pembela
06:24HAM
06:24kontras
06:25adalah
06:26ancaman serius
06:27terhadap
06:27demokrasi
06:28dan kebebasan
06:29berpendapat
06:30Polri
06:31harus menangkap
06:31pelaku
06:32dan juga
06:32otak
06:33dibalik
06:34penyiraman
06:34air keras
06:34yang
06:35mengancam
06:36nyawa
06:36demi menjaga
06:37kewibawaan
06:37negara
06:38dan titik
06:38terang
06:39kasus
06:39tidak boleh
06:40ada
06:42impunitas
06:43dalam
06:43setiap
06:44aksi
06:44kekerasan
06:45dan teror
06:46terhadap
06:46warga negara
06:47termasuk
06:47aktivis
06:48demi
06:49tegaknya
06:49hukum
06:50dan rasa
06:50keadilan
06:51di masyarakat
06:52bagi
06:52Polri
06:53ini adalah
06:53momentum
06:54baik
06:54untuk menunjukkan
06:55bahwa
06:55Polri
06:56profesional
06:57dan bisa
06:58diandalkan
06:59dalam fungsi
06:59melindungi
07:00dan mengayomi
07:01masyarakat
07:02keberpihakan
07:03Polri
07:03pada kepentingan
07:04publik
07:04diuji
07:05dalam pengusutan
07:06kasus teror
07:07terhadap
07:07aktivis
07:08kontrasi ini
07:08masyarakat sipil
07:10akan mendukung
07:11penuh
07:11jika
07:12Polri
07:12setia
07:13pada penegakan
07:18penegakan
07:19tangkapan
07:20layar
07:20dua terduga
07:21pelaku
07:21penyiraman
07:21air
07:22keras
07:22yang sudah
07:22beredar
07:23di media
07:23sosial
07:24setidaknya
07:24bisa jadi
07:25modal
07:25awal
07:26Polri
07:26mengusut
07:27aksi
07:28teror
07:29ini
07:29keandalan
07:30Polri
07:30sebagai
07:31pilar
07:31utama
07:32keamanan
07:32negara
07:33dan
07:33penegakan
07:33hukum
07:34harus
07:34dibuktikan
07:35dalam
07:35pengusutan
07:36profesional
07:36aksi
07:37teror
07:37penyiraman
07:37air
07:38keras
07:38kewibawaan
07:39negara
07:40tidak hanya
07:40diukur
07:41dari kemampuan
07:42membangun
07:43infrastruktur
07:44dan penguatan
07:45alusista
07:45tetapi
07:46juga
07:47bagaimana
07:48negara
07:49bisa menjamin
07:50keadilan
07:51dan rasa
07:51aman
07:51masyarakat
07:52jika
07:53aksi teror
07:53ini tidak
07:54diusut
07:54tuntas
07:55taruhannya
07:56adalah
07:57kewibaan
07:57negara
07:58baik
07:59di dalam
07:59negeri
08:00maupun
08:00masyarakat
08:01internasional
08:01negara
08:02yang
08:02berbibawa
08:03terlihat
08:04dari
08:04keberpihakan
08:05pada
08:05kebenaran
08:06ketimbang
08:07membiarkan
08:08teror
08:08leluasa
08:10mengancam
08:10kebebasan
08:11dan juga
08:12hak sipil
08:12warga negara
08:19Presiden
08:20Prabowo Subianto
08:21dalam banyak
08:21kesempatan
08:22selalu menekankan
08:23komitmennya
08:24terhadap demokrasi
08:25dan kebebasan
08:26berpendapat
08:26serta pentingnya
08:28penegakan hukum
08:28di tanah air
08:29Polri
08:30dan semua
08:30lembaga penegak
08:31hukum
08:31harus bisa
08:32menjaga
08:33komitmen
08:34Presiden
08:34dalam menjamin
08:35semua fungsi
08:36kontrol sosial
08:37berjalan
08:37dengan baik
08:38solidaritas
08:39masyarakat sipil
08:40dan semua
08:40komponen
08:41bangsa
08:41dibutuhkan
08:43sebagai bentuk
08:44tekanan publik
08:45agar kasus ini
08:46bisa ditangani
08:47secara
08:48transparan
08:50semoga
08:51Polri
08:51bisa memanfaatkan
08:53kasus teror
08:53penyeraman air keras
08:54dalam bentuk
08:55pengusutan
08:56secara
08:57transparan
08:58dan profesional
09:05semangat
09:06institusi
09:07Polri
09:07harus sama
09:08seperti yang
09:09pernah ditunjukkan
09:09ke Polri
09:10Jenderal Istiwa Sigit
09:11Prabowo
09:11dalam rapat kerja
09:12di komisi
09:133 DPR
09:14terkait dengan
09:15kedudukan
09:15Polri
09:16usut
09:17tuntas
09:17sampai
09:18titik
09:19darah
09:19penghabisan
09:20demikian
09:21catatan
09:22Kompas TV
09:22kita jumpa
09:23lagi
09:24pekan depan
09:24Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan