Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Drama Religi serial tv Terbaru tahun 2026
Transkrip
00:06Jangan marah dong, tunggu dong. Tadi ya?
00:08Bagus, kan?
00:09Aku minta maaf kalau misalnya jadi ngebuat tombol lalu.
00:12Mbak, boleh minta tolong fotoin ya?
00:15Tolong ya?
00:15Iya, mas.
00:18Ayo.
00:19Satu, dua, tiga.
00:24Mbak, sekali lagi ya.
00:25Terus minta tolong pemanangan belakangnya kelihatan semua ya?
00:28Oh iya, iya, oke.
00:32Ayo.
00:34Kamu, kamu tuh bisa geser gak sih?
00:36Kok aku yang salah jadinya?
00:38Ya kan kamu liat sendirinya, aku lagi fotoin orang.
00:40Ya harusnya kamu tau kalau misalnya aku mundur tuh kamu jangan di belakang aku.
00:43Kalau mundur, aku panggung di belakang aku.
00:45Jadinya tabrakan yang tadi.
00:46Oke.
00:47Oke mbak?
00:48Ah iya, iya.
00:50Terus.
01:06Ah iya, iya.
01:07Waduh, mbak.
01:08Kok hapenya dijatohin?
01:09Mbak harus ganti rugi dan baru ngejawab.
01:11Mbak, mas.
01:13Saya minta maaf ya, saya nggak sengaja.
01:15Maaf, mas mbaknya.
01:17Kami akan ganti.
01:18Kau boleh tau?
01:20Harga handphonenya berapa mbak?
01:21Di pasaran sih hapen itu sekitar 3 jutaan.
01:24Kalau gitu saya minta nomor rekeningnya ya?
01:25Eh, saya aja.
01:28Terus saya aja mbak.
01:29Aku aja yang transfer.
01:30Enggak, kenapa aku aja yang transfer?
01:32Nah, aku aja yang transfer.
01:33Tadi kan aku yang salah.
01:34Udah aku aja yang transfer.
01:35Enggak, kalau usah tadi kamu nggak nyelamatin aku,
01:37kan padahal nggak akan jatuh.
01:38Aku aja yang transfer.
01:39Mbak, mas.
01:41Jadinya mau transfer saya atau enggak?
01:42Berapa nomor rekeningnya?
01:52Terima kasih ya bu.
01:59Kasihan buah sama tante.
02:01Nggak tahu kalau anaknya.
02:10Ojan?
02:13Kenapa nangis?
02:14Ojan?
02:15Kenapa masalah?
02:21Ojan dimana ya?
02:23Saya jadi nggak tenang lepas ojan sendirian.
02:26Salah-salah,
02:27mulutnya bisa bikin kacau masalahnya.
02:34Jadinya?
02:35Jad?
02:36Coba jangan cerita.
02:37Jadinya pengen pelan, Jad.
02:38Wah, wak.
02:40Tato.
02:41Ojan nggak bisa.
02:42Ini bentuk rahasia, wak.
02:45Apalagi orang yang paling deket sama ojan, wak.
02:49Bawa sebenarnya.
02:50Assalamualaikum.
02:58Waalaikumsalam.
03:01Tandu lupaku.
03:02Ini gue nggak bisa dutupin lagi.
03:04Wah, tante.
03:07Bawa sebenarnya kalau kayak belakang itu.
03:09Aduh, bawa.
03:11Maaf.
03:12Aduh, saya harus sandung.
03:16Jaga kemana?
03:18Kamu udah janji.
03:19Mau jaga rahasia ini.
03:22Maaf.
03:24Aduh, aduh.
03:25Kalian?
03:27Kalian nggak apa-apa?
03:29Nggak apa-apa.
03:32Apa sebetulnya rahasianya?
03:34Coba, ayo.
03:39Abah.
03:41Jadi sebenarnya ojan itu ditolak cintanya sama Husna.
03:45Makanya dia nangis sampai kejar kayak gini.
03:48Iya, ibu.
03:50Itu rahasianya.
03:52Makanya dia nangis.
03:55Abah, ibu.
03:56Saya ada perlu sama ojan ngobrol berdua.
03:59Kita permisi dulunya.
04:02Assalamualaikum.
04:03Waalaikumsalam.
04:04Waalaikumsalam.
04:09Apa sih gue di karakter?
04:10Kayak motor lembak.
04:11Gue heran bener.
04:12Lagian kamu kenapa sih pake nangis lebay gitu depan Abah Umar sama ibu Hasanah?
04:17Pake mau ngebocor yurasi kiblat lagi?
04:19Apaan yang bocor yang gue ember?
04:21Iya, mulut kamu kayak ember.
04:23Udah, mending kamu balik ke kooperasi.
04:26Jagain di sana duduk yang anteng.
04:27Daripada kamu keluyuran.
04:29Oh, atau kamu mau?
04:30Saya bilain ke kiblat.
04:32Biar kamu diusir dari sini.
04:34Iya, iya, iya, iya, iya.
04:38Hmm, biar aja.
04:41Halo, Trisari.
04:44Apaan?
04:45Apaan kamu bukan?
04:47Eh, kamu...
04:48Kamu bawa mobil?
04:51Enggak.
04:52Aku, soalnya tadi mobil dibintim sama Ustadz Go Fire.
04:56Jadi yaudah aku di drop di sini.
04:58Yaudah pas kalo gitu.
04:59Soalnya aku bawa mobil.
05:00Kalo kamu bawa mobil juga.
05:02Jangan ada nanti kita polonya pisah.
05:06Hmm...
05:07Hmm...
05:07Ya, apa senyum-senyum?
05:09Kamu gak mau pisah sama aku ya?
05:11Hah?
05:11Udah gangan ya sama aku ya?
05:12Gak kuat ya kalo pisah sama aku ya.
05:14Udah cinta ya sama aku ya?
05:16Apaan sih gak gituin?
05:17Kamu kita lihat itu gak nanginin.
05:19Eh, tapi...
05:19Jangan mau, aku akan mau bicara anda kali.
05:22Jangan, jangan.
05:24Jangan, jangan.
05:26Jangan, jangan.
05:28Jangan, jangan.
05:28Jangan, jangan.
05:34Eh...
05:35Ya, halo, Pak. Assalamualaikum.
05:41Hmm...
05:42Sekarang juga, Pak.
05:44Eh, iya bisa, bisa, bisa.
05:45Bisa.
05:46Iya.
05:47Iya, makasih banyak ya, Pak.
05:51Gimana? Ada masalah apa kau bagi?
05:54Hmm, kayaknya ini, Pak Adam.
05:55Tiba-tiba ngajakin aku meeting sekarung juga di kantor.
05:58Katanya soal program baru.
06:00Haa...
06:01Alhamdulillah...
06:02Kamu doain ya, semoga Pak Hado beneran mempercayakan program baru lagi sama aku.
06:07Amin, amin.
06:10Amin ya Pak.
06:11Aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu.
06:14Karena rezekimu adalah rezekiku juga.
06:16Rezekiku rezeki kamu juga.
06:18Karena kita sudah menikah jadi rezeki kita sama-sama.
06:21Amin, mana sih ya doanya ya.
06:24Tapi kalau misalnya aku ke kantor sekarang, kamu gimana?
06:26Kita ke kantor kamu aja. Aku temenin.
06:28Tapi kalau misalnya mana?
06:29Tidak apa-apa.
06:31Aku tidak masalah.
06:32Lagipula juga aku sudah tidak ada kelas.
06:34Yaudah, tidak apa-apa.
06:35Ayo, sini.
06:38Kangen kan sama aku, tidak mau bisa kan?
06:41Aguk, bucuk.
06:44Talia, saya tunggu laporan kamu selanjutnya untuk program baru kita.
06:48Ya, baik Pak.
06:49Saya akan usahakan untuk mencari ide yang terbaik sesuai dengan poin yang Bapak minta.
06:58Oke, terima kasih ya Pak.
06:59Saya tunggu ya.
07:09Aku sudah selesai meeting.
07:12Aku otomologi ya.
07:14Talia,
07:15bagaimana kalau kita ngopi dulu di tempat biasa?
07:19Maaf, Mas.
07:21Saya sudah ditunggu sama suami saya.
07:24Permisi.
07:28Sejak nikah sama Qiblat, Talia jadi berubah dan sering menolak ajakan aku demi Qiblat.
07:33Dia juga sering mengabaikan aku demi Qiblat.
07:37Talia!
07:40Talia!
07:42Ada yang mau saya bicarakan sama kamu.
07:44Tapi tolong, kali ini kamu jangan menolak.
07:47Karena ini hal penting.
07:48Saya sudah bilang saya nggak bisa, Mas.
07:51Talia, saya itu nggak berharap kalau kamu berubah setelah kamu menikah.
07:55Mas, saya ingetin sekali lagi ya.
07:59Kalau kita itu keadaannya nggak bisa sama kayak dulu lagi.
08:02Jadi tolong hormati keputusan saya.
08:07Mas, Talia.
08:08Mas, mas, mas.
08:10Mas, mas.
08:29Saya sudah capek, Talia.
08:31Saya selalu kalah dari Qiblat.
08:34Kamu tahu kan?
08:35Kalau saya ini sangat mencintai kamu, Talia.
08:38Tapi kenapa kamu menolak cinta saya, Talia?
08:41Kenapa kamu belain Qiblat terus, Talia?
08:44Jelas-jelas Qiblat nggak mencintai kamu!
08:47Yang cinta sama kamu itu saya, Talia.
08:51Lebih baiknya, sekarang kamu tinggalin Qiblat.
08:55Terus kamu menikah sama saya.
08:57Oke?
08:57Saya janji.
08:59Saya akan jaga kamu.
09:00Saya akan cintai kamu lebih Qiblat, Talia.
09:04Ya?
09:04Mas Manista, Mas Tiffan, masih nggak mungkin ngakuin itu.
09:09Talia.
09:16Mas Manista, saya mohon.
09:19Buat, Talia.
09:20Saya akan memberikan
09:22apa yang suami kamu nggak pernah bisa berikan ke kamu.
09:26Kamu mau malam pertama, kan?
09:28Enggak, Mas.
09:30Mas!
09:31Mas!
09:32Mas!
09:33Mas!
09:35Mas!
09:36Burang ajar!
09:37Burang ajar!
09:38Cuma!
09:44Oh, Tari, Pak!
09:45Tari lagi, Pak!
09:46Tari lagi, Pak!
09:46Eh!
09:46Mas!
09:47Mas!
09:48Tahu deh, dia sudah melecehkan diri saya
09:51Ayo keluar
09:54Kamu kenapa kan?
09:56Ada yang terluka juga?
09:57Enggak
09:58Kamu diapain?
10:00Aku enggak apa-apa
10:01Bentuk aja kamu, dia cepat-cepat datang
10:04Aku enggak tahu bakal kayak gimana
10:07Kamu sudah ngapain
10:08Aku enggak, aku enggak
10:09Aku enggak, aku enggak
10:09Aku enggak, aku enggak
10:13Untung, rasa takut itu enggak enak
10:16Makanya aku kesini, aku menemukan handphone kamu dan
10:18Aku dengar suara kamu
10:21Apakah itu yang dinampakan kentak batin, Soami istri?
10:27Saya benar-benar nganyantai ya
10:29Sekarang saya panggil kamu kesini
10:30Untuk kasus seperti ini
10:32Yang kamu lakuin itu adalah pelanggaran serius, tau enggak?
10:35Saya benar-benar minta maaf, Pak
10:37Saya hilaf
10:38Hilaf apanya?
10:40Tinggalkan kamu itu adalah sangat tercelah
10:42Dan dapat merusak reputasi TV kita
10:44Paham, Pak?
10:45Saya benar-benar menyesal, Pak
10:47Saya hilaf, Pak, Talia
10:49Talia, tolong maafin saya, Talia
10:50Saya hilaf, Talia
10:51Hilaf, hilaf
10:52Talia, maafin kamu apa enggak
10:54Saya tetap akan laporkan kamu ke polisi
11:07Tunggu dulu, tunggu dulu
11:09Saya minta sama kalian berdua
11:11Tolong jangan bawa polisi di kasus ini
11:13Karena dapat merugikan Talia sendiri dan
11:17Reputasi
11:18Victory TV
11:19Jelas-jelas Talia sudah dirugikan, Pak
11:21Nah, masalahnya
11:23Apapun yang dia lakukan tadi itu
11:24Itu adalah pelanggaran asusila
11:26Pelancangan seksual
11:27Dan itu adalah pasalnya
11:31Dia jelas-jelas ini sudah membuat Talia itu trauma
11:33Istri saya
11:34Oke, oke, oke
11:36Saya paham
11:38Gimana kalau kita bikin di Separtan?
11:44Tidak ada laporan polisi
11:45Dan saya pastikan
11:47Kalau Fundi tidak akan bekerja di sini selamanya
11:49Dan sebagai hukum mana
11:51Dia juga tidak bisa bekerja di TV manapun
11:55Oh, itu sudah pasti
11:56Tapi
11:58Berikan kami waktu sebentar untuk berdiskusi
12:01Gimana, sayang, menurut kamu?
12:04Kipunat aku setuju
12:07Aku tidak mau ini jadi berita satu Indonesia
12:10Kalau aku hampir di
12:12Hampir dikakosa sama
12:14Sama teman kerja aku sendiri
12:18Kipunat aku tidak mau
12:19Kalau masalah ini terus berlarut
12:22Dan berpelancangan
12:23Karena ini bukan
12:24Karena ini bakal buat aku jadi enggak tenang
12:27Oh, sama kamu tolong ya
12:29Aku cuma pengen hidup tenang gitu
12:32Ya
12:34Apapun yang bikin kamu terdang
12:35Kita lakukan sama-sama
12:37Oke, baik Pak
12:44Kami setuju
12:48Tapi dengan kesepakatan
12:50Saya ingin hak asasi manusianya Talia
12:54Tolong dijaga dengan baik
12:55Dan manusia ini
12:57Mendapatkan hukuman yang selayaknya
13:08Mas Fandi
13:09Melakukan itu kembang Talia
13:11Terus, terus, terus
13:13Gimana ceritanya
13:17Terus sekarang mas Fandi dipecat
13:20Dari Victory TV
13:29Makasih ya
13:30Makasih ya
13:30Infonya ya
13:31Ya oke
13:32Dadah
13:35Titi harus telepon Mbak Talia
13:36Kalau kayak gini caranya
13:39Tapi
13:40Kalau Titi telepon Mbak Talia sekarang
13:42Takut ganggu
13:44Mbak Talia kan pasti lagi sama
13:46Pepang kacer ini
14:17Pasti Mbak Talia juga lagi sedih banget
14:37Ini kalau suami masa depanku ngeliat HPnya gitu ya
14:40Siapa yang telepon
14:41Pasti dia langsung gak bisa tidur
14:42Eh ya lo sayangku cintaku manisku telepon gitu
14:54Apa saya bakal aja surat ini
14:58Seperti kata Kimblat
15:10Istri masa depan
15:14Ini pasti Titi nih
15:15Dia namain kontaknya sendiri
15:17Isi masa depan
15:20Istri dari masa depanku
15:23Ibu dari anak-anakku
15:25Jangan dia
15:27Halo
15:29Istri dari masa depannya
15:31Ustadz Bambu
15:32Kok kamu yang angkat?
15:34Sambil masa depanku mana?
15:36Ada ini di samping gue ini
15:37Cuman dia lagi galau
15:38Lagi murung
15:40Mana-mana itu?
15:41Lo speaker, lo speaker suaranya dekat
15:43Kan aku pengen ngobrol sama dia bukan sama kamu
15:46Oke
15:48Assalamualaikum suami masa depanku
15:52Kamu lagi ngapain?
15:54Eh pasti kamu lagi galau ya
15:56Sama aku juga lagi galau banget
15:59Dengan di rumah
16:00Makanya aku sempurng kamu
16:02Soalnya gimana ya
16:04Aku tuh kepikiran
16:07Tentang hubungan kita
16:09Semakin kesini kan
16:11Kayak semakin didekatkan oleh takdir gitu
16:14Aku maunya gak mau jauh-jauh dari kamu
16:18Terus tiba-tiba nih ya
16:20Tiba-tiba
16:22Aku ingat banget pas
16:24Kamu nolongin aku
16:25Terus kayak
16:26Mau dilosor ditangkep gitu loh
16:29Aku mau digituin lagi
16:33Lu ngapain sama dia
16:34Lu jang-jang ngapain sama dia
16:37Assalamualaikum
16:38Lu membuat yang iya-iya sama dia ya
16:42Terus
16:43Terus
16:44Suka kepo aja
17:04Kamu tenang aja
17:06Gak akan ada yang macam-macam sama kamu
17:08Aku ada disini
17:11Aku akan melindungi kamu
17:12Tenang aja
17:13Nah aku ajak kamu kesini
17:15Karena
17:18Karena aku mau es krim
17:21Kamu serius
17:22Kita jauh-jauh kesini
17:24Cuma mau beli es krim
17:25Iya ya
17:27Enggak
17:27Yang penting
17:28Kamu happy dulu
17:30Karena kan tadi kamu
17:30Abis ngalamin hari yang berat
17:32Ya
17:32Sini ayo
17:34Sebentar aja
17:35Ibu
17:36Assalamualaikum
17:38Salam
17:38Bu es krim stroberi satu ya
17:40Siap
17:41Nah tenang aja
17:43Ibu ini jago bikin es krimnya
17:45Dia punya alat mesin sendiri
17:47Untuk bikin es krim
17:48Oh
17:49Iya kan ibunya emang jualan
17:51Betul
17:56Oke
17:57Terima kasih
18:01Ini nih
18:03Es krim stroberi
18:05Si ibu tuh jago bikin es krimnya
18:08Tapi sebenernya aku tuh
18:10Lagi gak mood makan es krim tau
18:13Gini
18:14Mood itu
18:15Kadang-kadang bisa datang dengan sendirinya
18:18Tantangnya nih
18:19Kamu makan ini
18:20Pelan-pelan
18:21Nanti dia akan datang juga moodnya
18:23Dia tuh seperti
18:24Apa ya
18:25Hujan
18:26Tiba-tiba nongol
18:27Atau
18:29Yang udah
18:29Hei
18:30Hei
18:31Kip lah
18:32Hei
18:33Kip lah
18:34Hei
18:35Hei
18:37Hei
18:38Aku sampe lah
18:40Aku sampe lah
18:41Hei
18:42Hei
18:43Hei
18:44Hei
18:44Hei
18:45Kip lah
18:46Sini kok aku sampe lah
18:48Aku sampe lah
18:50Hei
18:50Sini gak
18:52Aku kasih
19:14Maaf, maaf, saya enggak sengaja, nyenggol.
19:22Tidak apa-apa, cuma harus nyenggol biasa kok, ya?
19:25Oke, jangan takut, makan lagi, makan lagi, makan lagi.
19:29Ayo.
19:36Aku jagain kamu, tenang aja.
19:43Sebenarnya, kita kesini dulu, sebentar ya.
19:45Sini, kamu ikut, sini, sini.
19:47Kamu tunggu sini.
19:53Menjaganya, menjaganya.
19:54Nih, kesini, udah udah, tenang, kamu pakein ini dulu.
19:57Eh, kamu pakein apa?
19:58Oh, udah, tenang aja.
19:59Ini bagus-bagus.
20:00Bando ya?
20:01Bagus, bandoy, bagus.
20:02Serius, wabah?
20:03Iya.
20:14Ini yang mau aku lihat dari kamu, Talia.
20:31Aku nggak mau kamu sedih.
20:33Kamu pasti terpukul banget karena perbuatan Fadi tadi siang.
20:47Adek-adek, zaman sekarang pada manis-manis ya?
20:55Assalamualaikum, Ufti, calon kekasih hati.
20:57Emang kalau jodoh nggak perlu capek-capek nyari, ya?
20:59Udah kayak Magda, ini.
21:01Assalamualaikum.
21:02Ini ya Bang Ojan bawain sekuteng tanpa kacang.
21:05Biar yang hangat bukan cuma badan,
21:07tapi hubungan kita, ya kan?
21:11Maaf ya, Ojan.
21:12Daripada ini sokotengnya Mubazir,
21:14mending Ojan aja yang makan,
21:16karena saya nggak suka sama sekuteng.
21:19Eh, kenapa, kenapa?
21:21Eh, Bang Ojan, ntar kotek-kotek.
21:25Aduh, nggak apa-apa, Dih.
21:27Eh, Ojan, ingat ya.
21:28Kamu harus amanah menjaga rahasianya Qiblat.
21:31Jangan sampai kamu keceplosan
21:32terus didengar sama orang lain, deh.
21:34Iya, tapi kenapa harus bahasi itu, sih?
21:36Mending kita ngobrol aja kalau kita nikah,
21:38di kampungnya Uti apa di kampung Bang Ojan.
21:40Lagian ngomongin itu suka stres.
21:43Menurut Bang Ojan nih, remnya suka blong.
21:45Aku tiba-tiba ngomong kalau Qiblat lagi sakit.
21:50Kece-kecew.
21:56Waalaikumsalam.
21:57Kok bengong?
21:59Waalaikumsalam.
22:01Qiblat sakit, emang sakit apa?
22:10Ini Qiblat sakit diare, Wak.
22:13Parah banget.
22:14Dia duduk dikit, rembes.
22:15Nangkat berat, netes dari paha.
22:17Iya kan, ya Uti, ya?
22:19Iya kan?
22:19Enggak, Qiyai.
22:20Sakit biasa aja.
22:21Mungkin flu.
22:22Oh.
22:29Astagfirullahaladzim.
22:30Maaf, Qiyai Umar.
22:31Saya harus bohong karena demi kebaikan semuanya.
22:37Assalamualaikum.
22:39Waalaikumsalam.
22:39Assalamualaikum.
22:40Waalaikumsalam.
22:42Ayah dari mana?
22:43Ayah dari kebun anggrek milik pesantren.
22:47Oh iya, tadi ayah ketemu sama teman-teman ayah yang baru pulang umroh.
22:52Terus mereka menitipkan kurma muda buat kalian.
22:56Alhamdulillah.
22:57Katanya bagus untuk penganten baru.
22:59Biar lekas punya anak.
23:01Amin, insya Allah.
23:04Gimana, Pak, mau punya anak kalau ibadah aja belum.
23:07Tolong.
23:08Tuh.
23:08Sudah makan, ya?
23:10Iya.
23:11Makasih, ya.
23:12Oh iya.
23:14Saya ada dapat kabar dari Husna dan Ojan.
23:20Katanya kamu dihari.
23:28Pasti Husna sama Ojan lagi bahas penyakit hari Viku.
23:31Dan bohongin ayah supaya ayah enggak tahu.
23:37Iblat, ini ngalah amun kamu.
23:40Mungkin, ini ayah tadi, maaf.
23:42Iya, kemarin aku sempat diare.
23:46Tapi sebentar, kok cuma karena salah makan aja kayaknya kebanyakan cabai.
23:50Jadi, tapi udah beres.
23:53Kamu nggak bilang sama aku kalau kamu kemarin sakit diare?
24:03Ya, aku cuma nggak mau pikir, nggak mau pikiran.
24:05Tapi soro-soro gini doang, kok salah makan kayaknya.
24:09Terus, ya, mulus-mulus aja sakit.
24:11Aku juga, ya, nggak mau pikir, nggak mau jadi kepikiran.
24:15Gitu lho.
24:16Tapi kan nggak enak juga ya, takutnya.
24:18Cuma sebentar doang, kok cuma sakit perut aja.
24:20Abis itu juga udah.
24:25Tapi aku nggak suka kalau Husna jadi tahu lebih banyak tentang kamu
24:28dibanding aku yang istri kamu sendiri.
24:33Ya ampun.
24:35Aku harus ajar.
24:39Aku pamit ya.
24:42Ayo, aku jangan lupa ya.
24:43Aku lupa, ya.
24:45Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
24:48Hati-hati.
24:54Aku harus ngomong sama kiblat.
24:56Aku nggak suka Husna jadi lebih tahu daripada aku.
25:05Titi.
25:09Assalamualaikum, Ti.
25:11Waalaikumsalam, Pak Thalia.
25:13Iya, Titi udah denger masalah Mas Vandi.
25:16Titi mohon, Pak Thalia yang sabar ya.
25:19Titi yakin kalau Mbak Thalia bisa ngelewatin ini semuanya.
25:22Makasih ya, Ti.
25:24Titi juga mau menyampaikan sesuatu sama Mbak Thalia.
25:27Kalau yang keluar dari Victoria TV itu bukan cuma Mas Vandi aja, Mbak.
25:33Lho.
25:34Emang siapa lagi yang keluar?
25:36Mas Cynthia.
25:38Cynthia?
25:40Cynthia kenapa keluar?
25:42Eh, Titi juga penasaran kenapanya.
25:45Tapi kayaknya karena Mas Vandi nggak ada di sini,
25:48jadinya Mbak Cynthia ikut keluar.
25:49Itu kalau pilih Titi ya.
25:52Terus tadi Mbak Cynthia bilang ke Titi,
25:53kalau mau telpon Mbak Thalia,
25:55katanya mau minta maaf.
25:56Tapi Titi nggak kasih.
25:57Soalnya apa, Titi?
25:58Atau bikin uruh hara lagi.
26:00Jadi Titi bilang,
26:01mending Titi aja nanti yang nyampein.
26:03Begitu.
26:03Saya udah maafin Cynthia kok.
26:06Iya Mbak,
26:07nanti kalau udah urusan kantor selesai,
26:08Titi langsung kesana ya.
26:09Iya, Ti.
26:11Makasih ya.
26:12Assalamualaikum.
26:25Assalamualaikum Thalia.
26:27Waalaikumsalam.
26:29Saya tanya ke Thalia,
26:30atau enggak ya?
26:32Kenapa, Bambu?
26:38Sebenarnya saya mau nanya.
26:42Mau nanya apa?
26:45Mau nanya apa ya?
26:47Saya bingung.
26:49Apalagi saya kalau gitu.
26:52Gimana ya?
26:58Sebenarnya saya mau nanya.
27:03Nanya apa gitu loh.
27:05Dari tadi kan saya juga nungguin mau nanya apa.
27:07Jadi biar jelas saya jawabnya tuh gimana gitu.
27:09Iya.
27:12Bismillahirrahmanirrahim.
27:16Saya itu...
27:29Bismillahirrahmanirrahim.
27:31Saya itu...
27:36Mau bales kebaikannya Titi.
27:39Iya, iya gitu.
27:41Soalnya kan Titi ngasih HP lamanya ke saya.
27:45Ya walaupun sedikit maksa.
27:47Iya.
27:48Kira-kira...
27:49Titi sukanya apa ya?
27:51Kamu?
27:54Iya, Titi sukanya kamu kan?
27:57Ya, enggak.
27:58Maksudnya barang atau apa gitu.
28:00Jangan saya.
28:04Nak Bambu, nak Bambu, nak Bambu.
28:11Titi kan demennya sama lu nih.
28:13Lu serahin diri aja ke dia.
28:15Paham gak?
28:17Serahin diri.
28:18Emangnya Titi kantor polisi apa?
28:19Kapan lagi lu terpenjara oleh cinta?
28:22Hah, gitu dia.
28:23Kayaknya saya salah nanya.
28:26Mendingan saya cari jawaban sendiri.
28:28Assalamualaikum.
28:29Waalaikumsalam.
28:30Assalamualaikum.
28:30Cie yang tadinya males jadi gemes.
28:34Lu ngapain kita, Wak?
28:36Lu sama kiblat kan sama.
28:40Wih.
28:41Umbungin banget.
28:50Stil.
28:54Masnah.
28:57Kamu ada waktu gak saya bisa bicara sebentar sama kamu?
29:02Bisa sekarang.
29:03Diket saya ya.
29:13Assalamualaikum.
29:15Waalaikumsalam.
29:16Mau tanya ada yang lihat Ustadz kibat?
29:18Tadi kata Satri, katanya Ustadznya kesini.
29:21Oh, tadi saya lihat, Kak.
29:23Baru aja pergi kesana.
29:25Sama Ustadz Jauhsnah.
29:28Ah.
29:30Iya.
29:30Makasih ya.
29:31Sama-sama, Kak.
29:35Husna, saya minta tolong dengan amat sangat.
29:39Tolong jangan bicarakan tentang penyakit saya di lingkungan pesantren.
29:42Karena itu terlalu berbahaya.
29:45Dan saya tahu,
29:47ayah sempat mendengar pembicaraan kamu dengan Ojan tentang penyakit saya.
29:51Jadi saya mohon,
29:52jangan bicarakan.
29:55Saya...
29:56Saya minta maaf, kiblat.
30:04Husna.
30:06Ada...
30:07Ada serangga di kepala kamu.
30:09Hah?
30:09Di sini.
30:10Gimana?
30:10Kepala sebelah.
30:11Kanan, kanan.
30:12Kanan.
30:12Di mana?
30:13Di kepala.
30:37Kiblat,
30:38saya mohon sama kamu.
30:40Sampai kapan kita merahasiakan semua ini.
30:42Nanti kalau lama-lama kayak gini terus,
30:44kita bisa menyakiti banyak orang loh.
30:53Jadi ternyata selama ini kamu bawa gini aku, Kiblat.
30:57Kamu bilang cuma masa lalu.
30:59Tapi ternyata kamu sama Husna.
31:05Saya...
31:06Saya memang berniat untuk bicara kepada mereka untuk memberikan informasinya.
31:11Tapi...
31:12Tapi biarkan kata-kata itu keluar dari menurut saya.
31:14Saya sedang menyiapkan hati saya untuk tegar.
31:17Agar saya bisa menyampaikan langsung kepada Talia dan orang tua saya.
31:22Saya minta tolong sama kamu jangan bicarakan ini.
31:40Terima kasih, Ustaz.
31:42Ya.
31:42Sama-sama.
31:44Maaf ya, tadi saya takut.
31:46Tidak apa.
31:51Sorry.
31:54Eh.
31:55Nah, kok...
31:56Gak apa-apa.
31:57Itu kenapa nangis?
31:58Eh!
31:59Talia nangis kenapa ya?
32:01Apa jangan-jangan rahasia Kiblat udah kebongkar ini?
32:06Kiblat!
32:07Kiblat, lu gimana?
32:10Aku harus tegar.
32:12Ya, aku harus tegar.
32:14Kiblat!
32:15Kiblat!
32:15Kiblat, kiblat, kiblat, kiblat.
32:16Kenapa, kenapa, kenapa?
32:17Itu sih, Tariya tadi nangis.
32:20Serius?
32:20Sedih banget kayaknya hatinya terpotek-potek.
32:24Lu ngaku dah lu, apa itu orang?
32:26Atau jangan-jangan?
32:28Rahasia kalau lu HIV itu...
32:31Oh, Jano?
32:33Oh, Jano jangan akal.
32:35Tiga huruf itu tidak boleh disebutkan.
32:37Itu sakral.
32:38Kamu paham?
32:39Sekarang di mana, Talia?
32:40Kasih tau.
32:41Di mana?
32:43Ngoyong!
32:44Di mana, Jano?
32:44Di mana?
32:45Gak, gue mau jawab.
32:47Oh, ya.
32:47Maaf.
32:48Mulut gue dibekep bulu empat hari ini.
32:50Heran gue.
32:50Maaf.
32:51Di mana?
32:52Gue nggak tau Talia kemana.
32:54Tapi kayaknya dia ke situ tuh arahnya.
32:56Ke situ mana?
32:57Ini bercabang, Oh, Jan.
32:58Itu ke situ.
33:01Ketimur.
33:02Timur, Tenggara, Selatan ke Utara.
33:06Oh, sorry, sorry.
33:06Kalian di mana?
33:07Katanya nangis.
33:07Iya, ne.
33:08Timur, ketimur.
33:08Benar.
33:09Lu buruan dalam sosial.
33:10Takutnya dia main beliara kan?
33:11Ya udah.
33:12Makasih.
33:12Terima kasih.
33:13Sama-sama.
33:35Silahkan, mau pesan apa?
33:38Saya mau pesanmu Jessica take away.
33:42Baik, mohon ditunggu ya.
33:44Bye.
33:52Nabila.
33:53Nabila, kamu kenapa, sayang?
33:55Nabila.
33:56Nimas pesananmu.
33:58Nabila.
34:02Tolong, tolong, tolong anak saya.
34:04Ya Allah, Nabila.
34:08Nabila, tolong.
34:11Ibu.
34:12Ibu yang tenang.
34:13Saya dokter, biar saya bantu.
34:15Ya?
34:15Ya, dok.
34:16Tolong anak saya.
34:24Satu, dua, dikit.
34:29Makasih ya, om dokter.
34:31Makasih ya, dok.
34:32Tanpa dokter, mungkin anak saya sudah gagal nafas karena tersedap, dok.
34:36Iya, sama-sama.
34:39Dokter namanya siapa, dok?
34:40Saya Arga.
34:42Makasih ya, dokter Arga.
34:44Ya.
34:47Aku harus tegur, aku harus puat.
34:51Aku terjad.
35:03Tolong.
35:26Tadi ya.
35:28Tunggu, tunggu, tunggu.
35:29Turun dulu, kita ngobrol dulu.
35:31Kedat, minggir nggak?
35:33Tidak, aku tengahkan minggir.
35:34Kamu turun dulu, kita ngobrol dulu.
35:36Udah ya, Mas.
35:37Aku mau pergi sekarang, kamu ke kantor.
35:39Nggak, aku nggak mau pergi.
35:41Tadi ya, Ujah, ngeliat kamu lagi menangis.
35:43Kamu kenapa?
35:43Aku kan khawatir, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa.
35:45Kita bicara dulu sebentar aja.
35:47Turun dulu lah.
35:48Nggak kibat minggir nggak aku, Jalan.
35:49Aku nggak mau.
35:50Aku mohon.
35:51Ayo, kita ngobrol dulu, dong.
35:53Lihat minggir, aku pergi.
35:54Kita lihat, lima menit aja kita bicara sebentar aja.
35:56Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
35:57Awang, awang.
35:58Ayo, awang.
36:00Ayo, awang.
36:03Tolong ini, ini jari.
36:04Oke, Mas.
36:05Sakit, sakit, sakit, sakit.
36:07Apa harus tegak?
36:08Sakit, ya?
36:09Iya, Gila, Gila, kamu juga ngapain sih?
36:10Pegang-pegang jendela udah tau aku mau pergi.
36:12Lali aku mau kasih tau sama kamu.
36:14Nggak baik kalau nyetirin mobil dengan perasaan lagi kacau.
36:16Udah, biar aku aja ngantirin kamu ke kantor.
36:18Udah, aku ntarin aja.
36:19Nggak, nggak, aku.
36:20Aku jalan sendiri aja.
36:21Aku bawa sendiri aja.
36:22Ya, Mas.
36:22Tapi masa pergi gitu-gitu aja sih?
36:24Kamu pamit dulu dong.
36:25Biasanya juga pamit, salim, cium kening.
36:26Ini masa kamu mau pergi-pergigit aja?
36:28Nggak baik dong kayak gitu.
36:28Kalau misalnya kamu ada masalah, kamu tuh ngomong.
36:31Sop!
36:33Gimana caranya aku ngomong kalau kamu nyocos terus?
36:36Udah, anggap uji kita udah salim.
36:40Talia.
36:41Nggak gitu dong, Talia.
36:42Talia tunggu lima menit dong, Talia.
36:44Talia!
36:45Talia!
36:46Talia!
36:46Ah, masak.
36:49Ah, masak.
36:57Al-Fikar, kamu mau kemana?
36:59Saya diminta pulang sama Bapak Ibu.
37:02Kenapa?
37:02Karena kakek saya barusan meninggal, Ustaz.
37:06Innalillahi wa innalillahi wa reji'un.
37:08Saya turut berluka cita yang sebesar-besarnya.
37:10Kapan meninggalnya?
37:11Barusan, Ustaz.
37:12Barusan, kenapa?
37:14Ya, sudah, ya, Ustaz.
37:15Saya antar kamu aja, sudah.
37:16Kamu jangan sendiri.
37:17Ah, jangan, ya, saya antar.
37:18Makasih, Ustaz.
37:29Assalamualaikum.
37:30Waalaikumsalam, suami masa depanku.
37:35Gini, Titi punya dua kertas.
37:41Yang atas sama yang bawah.
37:44Nih, yang atas sama yang bawah.
37:46Itu apa?
37:47Sudah, pilih aja.
37:50Kamu mau pilih yang manapun, aku jamin.
37:54Pasti hidup kamu tidak akan sengsara di masa depan.
37:58Tapi akan bahagia selamanya.
38:02Sudah, pilih.
38:02Atas apa bawah?
38:04Yang atas aja.
38:09Oke, berarti besok Titi akan bawain pilihan yang barusan suami masa depan.
38:15Titi pilih.
38:16Mas, Assalamualaikum.
38:20Waalaikumsalam.
38:24Ya Allah, semoga pilihan saya itu gak bawa bencana.
38:30Astagfirullahaladzim.
38:32Bang, bu, kamu gak balik sebuah zon.
38:34Mak, kuat puasa seharian.
38:37Selamat siang, Mbak.
38:38Ada yang perlu saya bantu, Mas?
38:39Saya mau ketemu sama Mbak Talia Ramadhani.
38:42Mbak Talia hari ini gak ada di kantor, Mas.
38:43Kalau boleh saya tahu, gak di kantor itu karena lagi ada tugas di luar atau yang memang gak masuk?
38:49Maaf, belum ada keterangan di sini.
38:54Masyarga?
38:55Itu kan masyarga mantan tunangannya Mbak Talia.
38:58Apa ada yang mau disampaikan?
38:59Apa mas yang bikin janji?
39:01Gak apa-apa.
39:02Nanti biar saya sendiri aja yang langsung hubungin Talianya.
39:05Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak mungkin, enggak mungkin, enggak mungkin.
39:07Masyarga kan udah meninggal karena kecelakaan pesawat.
39:11Makasih.
39:23Apa jangan-jangan barusan?
39:26Hantunya?
39:27Titik gak ngeliat lagi kakinya napa-apa enggak ke lantai.
39:33Daripada titik penasaran, mending kita pastikan, kita kejar, kita pertindah.
39:43Persis?
39:46Allah wakar, ini orang lewat-main lewat aja deh.
39:49Kan aku lagi nyariin orang.
39:52Hah, tadi kemana itu?
39:55Apa jangan-jangan?
39:57Itu orang mirip doang ya?
40:01Hih, titik, fokus, fokus, fokus, fokus, fokus.
40:07Masalahnya pundak-pundaknya pendirinya juga persis.
40:12Kesana kali ya?
40:14Kita pastikan.
40:16Jadi gak mau nih ke langan lagi nih.
40:20Mana ya tadi yang mirip sama Mas Sarga ya?
40:24Aduh, aku harus nyari kemana lagi nih.
40:28Hih, dikit-dikit hilang.
40:30Dikit-dikit.
40:31Aduh, aduh, aduh.
40:36Aduh, gimana sih?
40:38Masa bawa gini doang aja gak bisa.
40:40Mananya ada sampah daun-daun kering di sini lagi.
40:43Aduh.
40:44Hih, kamu tau kan aku ini tuh beda dari.
40:46Harusnya kalau aku gelundung di suatu tempat itu ada bunga-bunga di sini.
40:50Bukannya malah daun-daun kering.
40:51Aduh, maaf ya, mbak.
40:52Gak sengaja, mbak.
40:53Iya, aduh, maaf ya.
40:55Saya yang salah sih sebenarnya.
40:57Saya juga minta maaf ya.
40:59Minta berat-berat aja.
40:59Soalnya saya tadi tuh lagi nyari-nya.
41:05Isak.
41:12Tidak.
41:13Tidak.
41:27Tidak.
41:29Nggak sabar-sabar kamu kali ya.
42:12Sampai jumpa.
42:29Iya, Danda.
42:31Tante pasti bingung.
42:36Kenapa saya ada di sini?
42:38Iya, nak.
42:41Masuk.
42:42Silahkan masuk, ya.
42:44Iya, Danda.
43:06Matali, itu kenapa?
43:14Eh, ayo.
43:17Tante sebenarnya, aku mati.
43:33Bapak, Takli, ya.
43:34Harus sabar.
43:36Ini pasti masalah pabang culture, ya?
43:38Kibnat sama Husna.
43:41Kayaknya masih ada sesuatu di antara mereka, Tito.
43:45Saya merugokin mereka berdua, tadi ngobrol.
43:48Dan Husna jelas-jelas bilang sama Kibnat.
43:53Yaudah Kibnat untuk jujur.
43:56Daripada makin banyak orang yang akan tersakiti.
44:00Kibnat bilang dia akan cari waktu yang tepat
44:02untuk bicara semuanya.
44:10Tapi,
44:11Bapak culture tahu nggak kalau
44:13Mbak Talia sempat
44:14dengar perbincangan mereka berdua?
44:23Selalu itu langsung pergi itu aja tadi.
44:28Bukan saya langsung aja ketemu sama Ojan.
44:31Mungkin tadi Ojan akhirnya
44:33sampai aja kibnat Claudial, ya saya nangis.
44:38Lah.
44:41Terus abis itu,
44:42Bapak culture nyusul batalian nggak?
44:45Jadi dia mohon-mohon sama saya,
44:47Tito.
44:50Tapi hati saya itu terlalu hancur.
44:56Akhirnya saya dekat pergi dan
45:02dan saya tinggalin dia tadi.
45:15Mbak Talia.
45:18Mbak Talia nggak boleh parno, ya.
45:21Soalnya kan kita nggak ada yang tahu
45:23apa sebenarnya yang mereka omongin.
45:27Ya siapa tahu Bapak culture sama
45:29Mbak Husna
45:30ngobrol bukan masalah perasaan.
45:34Tapi masalah di luar itu.
45:38Nah sekarang Tito minta ke Mbak Talia.
45:40Mbak Talia nggak boleh nangis kayak gini.
45:43Mbak Talia harus senyum.
45:46Soalnya Mbak Talia harus menemukan Pak Adam.
45:51Mbak Talia harus semangat.
45:55Bisa ya Mbak Talia ya?
45:57Bisa ya?
45:59Terima kasih ya, Tito.
46:01Udah semangatin saya.
46:06Bahas soal Mas Arkan nanti aja kali ya?
46:10Soalnya waktunya lagi nggak tepat kayak gini.
46:16Saya masih nggak percaya
46:18kalau ternyata kamu selamat
46:20dari kecelakaan pesawat itu ya, Gah?
46:22Iya, Tanta.
46:24Saya juga nggak nyangka
46:26saya masih dikasih
46:28kesempatan hidup.
46:29Saya ingat waktu itu
46:30pesawat yang saya tumpangi
46:34kecelakaan
46:36jatuh
46:37dan setelah itu yang saya ingat saya
46:40terdampar
46:42di pinggir sundai.
46:44Mungkin itu juga yang membantu saya untuk
46:46saya masih bisa bertahan hidup.
46:49Setelah itu
46:51saya ingat saya diselamatkan oleh warga
46:53dan ternyata saya tahu saya bukan di Indonesia.
46:56Saya ada di Papua Nugimu.
46:58Terus kenapa kamu nggak bisa kasih kabar?
47:01Setelah saya tahu ternyata saya ada di daerah konflik, Tanta.
47:05Waktu itu
47:07sinyal sama sekali tidak masuk ke sana
47:10dan juga akses dari pemerintah.
47:14Betul-betul terbatas.
47:16Sampai akhirnya
47:17saya
47:19berhasil selamat dan saya berhasil dibebaskan.
47:22Ya mungkin baru tiga hari, Tanta.
47:25Saya pulang.
47:27Alhamdulillah ya
47:29Nanti ku terharu.
47:31Sebenarnya saya
47:33pengen ketemu sama
47:35Talia Tanta.
47:37Jadi saya udah sempat ke
47:39Victory TV
47:40tapi kata
47:41topengnya Talia
47:43Talia nggak ada.
47:45Karena saya memang
47:46benar-benar pengen kasih
47:49surprise ke Talia.
47:50Jadi saya
47:51nggak pakai telpon Talia dulu Tanta.
47:56Maaf ya, Agah.
47:59Sebenarnya
48:03Talia
48:08Maaf Tanta sebentar.
48:10Ya nggak apa-apa.
48:11Dianggap dulu aja.
48:12Iya.
48:13Halo?
48:15Oh iya, iya.
48:15Ya sebentar-sebentar.
48:17Saya ke sana sekarang.
48:18Oke.
48:22Tanta mohon maaf banget
48:23bukannya.
48:25Saya mau
48:25potong pembicaraan
48:26tapi saya benar-benar
48:27harus pergi sekarang
48:28karena ada urusan yang
48:29nggak bisa saya tinggal.
48:32Iya.
48:33Nggak apa-apa, Agah.
48:34Iya.
48:35Tantai.
48:37Oh.
48:38Ah.
48:39Tanta.
48:40Saya
48:41mohon banget sama Tanta
48:43tolong.
48:44Kepulangan saya ini
48:45dirahasiakan ya Tanta.
48:47Sama Talia.
48:51yaudah,
48:51buk kita.
48:53Saya pamit Tanta.
48:54Permisi.
49:11Selamat,
49:12Mbak Talia.
49:14Mbak Talia diminta buat
49:15ngegantiin Mbak Cynthia
49:16dia pegang program
49:17rejeki non-block.
49:20Emang bener deh istilah
49:21rejeki itu
49:22tidak tertukar.
49:23Karena apa?
49:24Meskipun sudah dicuri
49:26tetap rejekinya
49:27bakal kembali ke pemiliknya.
49:29Gitu.
49:30Senang.
49:30Saya juga senang banget,
49:32Tika nanti
49:33saya bakal
49:34mengulang semua
49:35tentang konsep
49:36dan sebagainya
49:37sesuai dengan meeting kita tadi.
49:38Kamu udah catat semuanya kan?
49:39siap.
49:41Sudah peres dong.
49:43Jadi pokoknya
49:44saya akan memaksimalkan
49:45yang saya bisa
49:46untuk program terbaru ini.
49:48Excited Titi, excited.
49:51Assalamualaikum.
49:52Waalaikumsalam.
49:53Waalaikumsalam.
50:02Sebenarnya Titi itu
50:04sukanya bunga bang.
50:05Tapi kalau dibawain bunga
50:07yang asli kayak begini
50:07Titi juga
50:08enggak menolak.
50:12Maaf.
50:13Kamu
50:13ringasih bukan?
50:19Paham dong Titi.
50:23Pasti kalian mau
50:24membicarakan masalah
50:25rumah tangga kan?
50:26Berarti itu tandanya
50:27Titi harus mengundurkan diri
50:28dari hadapan kalian berdua.
50:30Karena Titi mau bertemu
50:31sama suami masa depan Titi.
50:34Assalamualaikum.
50:36Waalaikumsalam.
50:38Terima kasih Titi.
50:41Kamu ngapain datang sini?
50:43Aku tidak bisa
50:44membiarkan kamu
50:44pergi dalam kondisi
50:45seperti itu.
50:47Jadi aku bawakan ini.
50:53gue kesukaanmu
50:55dan juga
50:56cheesecake
50:56untuk istriku.
50:58Agar emosi kamu
50:59bisa redah.
51:01Jadi kamu sengaja
51:02bawain bunga lagi
51:03untuk nyogok aku?
51:04Emangnya kamu tahu
51:05aku marahkan apa?
51:07Enggak.
51:07Makanya aku baru-baru
51:08mau nanya nih.
51:09Gak apa sih?
51:11Enggak apa-apa banget sih ya?
51:13Talia.
51:16Talia.
51:17Wait.
51:20Talia.
51:21Talia.
51:22Lih jangan marah gitu dong.
51:23Tolonglah.
51:23Kita bisa bicarakan semuanya
51:24baik-baik.
51:25Talia.
51:26Aku lagi gak mau
51:27ngomong sama kamu.
51:28Jadi kamu jangan
51:29deket-deket sama aku?
51:31Aku ini dengan suami kamu.
51:33Aku bolehlah
51:33deket-deket sama kamu.
51:34Aku pokoknya
51:35gak akan pergi
51:36sebelum kamu
51:38berhenti marah-marah.
51:40Pak.
51:41Pas saya lagi kesal
51:42sama suami saya
51:42jadi tolong
51:43sampaikan ke dia
51:44kalau saya itu
51:45gak mau diganggu sekarang.
51:47Baik, Bu.
51:50Pak, mohon maaf.
51:52Hmm.
51:52Ibu Talia.
51:53Mau dikanku.
51:54Hmm.
51:55Pak,
51:56tolong sampaikan ke istri saya
51:58kalau saya
51:59tidak akan
52:00angkat laki
52:01sebelum
52:02dia berhenti marah-marah.
52:04Nah, terima kasih.
52:05Bu.
52:07Hmm?
52:08Gilang sama dia
52:09saya bodo amat.
52:11Pokoknya Bapak usir dia deh.
52:12Saya butuh waktu
52:13buat tenangnya diri.
52:15Baik, Bu.
52:16Pak.
52:17Iya.
52:18Pak, ibu bodo amat.
52:19Hmm.
52:21Tolong sampaikan ke ibu Talia
52:23kalau saya tidak bodo amat
52:24saya pintuk amat.
52:25Dan sama dia
52:26saya butuh waktu berdua amat ya.
52:28Gak sendiri.
52:32Aptas sama ibu.
52:33Pengen ngomor berdua katanya.
52:37Bapak ini kan sekuriti.
52:38Usir dia dong, Pak.
52:40Jadilah sih dong, Pak.
52:41Mana sih?
52:41Usir cepetan.
52:42Iya, Bu.
52:43Bapak.
52:45Bapak, saya usir ya.
52:47Bapak jangan sampai saya usir.
52:49Bapak ini kan sekurah hati.
52:50Bapak jangan nyakit terperasakan saya dong, Pak.
52:52Bilang sama dia.
52:53Bapak itu sebagai laki-laki.
52:54Jangan mau dia terlalu ke perempuan.
52:55Suruh dia ngikut, Pak.
52:56Saya cakap lagi-laki juga.
52:57Bilang.
52:59Bu.
53:01Akan.
53:06Aduh.
53:07Gini aja deh.
53:08Mohon maaf ya.
53:09Mending selesaikan secara langsung aja ya.
53:12Mohon maaf.
53:13Saya mau jaga di depan.
53:14Bapak, Pak.
53:15Bapak.
53:16Bapak.
53:31Bapak.
53:31Bapak kamu jujur sama aku.
53:34Kamu nyungguin sesuatu kan dari aku?
53:38Apa?
53:40Bukan di baju kamu, Kiblat.
53:43Oh, kamu marah sama aku karena aku ngeronduk basah di atas kasur.
53:47Aku kangen nunjin tutup kodol.
53:49Beneran, aku janji.
53:50Teruskan itu.
53:51Ya terus.
53:56Kamu habis bicara kan sama Husna?
54:03Jadi Talia denger aku ngomong sama Husna?
54:06Dia denger apa aja?
54:08Jadi selama ini tuh kamu mempermainkan aku ya?
54:11Lu?
54:13Kamu masih cinta sama Husna.
54:15Dan begitu juga Husna.
54:17Dia juga masih cinta kan sama kamu?
54:30Tuhan tertemukan aku
54:33Selama-Mu
54:38Hatinya
54:39Buku
54:41Hatinya
54:42Terima kasih.

Dianjurkan