Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perlu ada langkah guna menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai antisipasi dampak krisis global di tengah perang AS-Israel VS Iran.

Demi menghemat BBM, Prabowo akan mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, (13/3/2026).

Prabowo pun meminta hal tersebut segera dibicarakan dengan Menteri Koordinator terkait.

"Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," ujarnya.

Baca Juga Prabowo Sentil Pengamat Tak Suka Indonesia Berhasil: Kita Mau Tertibkan di https://www.kompas.tv/nasional/656956/prabowo-sentil-pengamat-tak-suka-indonesia-berhasil-kita-mau-tertibkan

#prabowo #wfh #bbm #presidenprabowo

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656957/prabowo-pertimbangkan-kebijakan-wfh-demi-hemat-bbm-di-tengah-perang-as-israel-vs-iran
Transkrip
00:00Saya kira secara garis besar kita bisa merangkum apa yang kita dengar, presentasi keadaan.
00:12Saudara-saudara, saya ingin merangkum ini semua, kita simpulkan.
00:20Saudara-saudara, kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah dan ini tentunya memberi dampak
00:39kepada kita karena akan mempengaruhi harga BBM.
00:45Harga BBM juga bisa mempengaruhi harga makanan.
00:54Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar.
01:02Masalah BBM, kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana, ini akan kita akselerasi.
01:12Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM.
01:28Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi
01:40konsumsi BBM kita.
01:46Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah, mungkin ada slide untuk memberitahu berapa langkah, ini langkah Pakistan.
02:02Ini hanya sebagai perbandingan.
02:08Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures.
02:18Seolah-olah bahwa ini bagi mereka, seperti kita dulu waktu COVID-19, mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah,
02:27untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta.
02:3450% bekerja dari rumah.
02:36Kemudian hari kerja, mereka potong hanya menjadi 4 hari.
02:43Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang
03:01paling lentan atau kelompok yang paling lemah.
03:04Mereka memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian.
03:14Dan mereka mewajibkan 60% kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap saat.
03:22Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan.
03:38Untuk waktu yang tidak ditentukan.
03:42Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri.
03:47Kemudian mereka kurangi, tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya.
03:59Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi, mereka pindah ke online.
04:12Kemudian semua sekolah berhenti untuk 2 minggu yang mungkin ini menghadapi Idul Fitri.
04:21Ini hanya contoh, ini contoh maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini.
04:33Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan.
04:40Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi.
04:46Dengan demikian, kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita, defisit kita tidak tambah.
04:59Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit.
05:06sasaran kita adalah APBN kita harus balance budget, itu paling ideal.
05:13Dan itu saya kira kita bisa lakukan.
05:17Bahwa kita harus selalu ingat bahwa kita masih menghadapi masalah-masalah kebocoran.
05:31Tidak efisien, masalah-masalah under-invoicing, under-counting, manipulasi administratif, dan sebagainya.
05:42Ini besar ini, kebocoran ini besar.
05:48Maaf, saya selalu akan bicara masalah ini.
05:50Kita sudah lakukan langkah-langkah tadi oleh Ketua Den, masalah GAVTEC,
05:58sinkronisasi semua KL menjadi satu jaringan GAVTEC.
06:05Ini diperkirakan bisa kurangi kebocoran sampai dengan 40% dari pengeluaran kita.
06:13Nah, ini saya minta dibicarakan nanti ya, mungkin oleh Menko-Menko nanti,
06:19beberapa hari ini kita lihat, kita pikirkan, dulu kita atasi COVID berhasil kita,
06:26dan kita mampu banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar.
06:37Umpamanya, beberapa ISN dan pejabat tidak usah ke kantor,
06:44mengurangi macet, dan melaksanakan penghematan besar-besaran.
06:52Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan.
06:56Dan langkah-langkah penghematan lainnya,
06:59Saya kira itu yang saya ingin sampaikan,
07:02bahwa kita walaupun merasa aman,
07:07tidak panik, tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah.
07:12Kita tidak boleh
07:16tidak mempersiapkan diri untuk kemudian paling jelek.
07:19Kita berharap
07:22skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah.
07:28Tapi, ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang.
07:34Perang yang sangat panjang.
07:37Saya kira itu dari saya.
07:39Terima kasih semua Menteri,
07:41terima kasih semua Kepala Badan.
07:45Saya ingin menyampaikan penghargaan saya
07:47atas kerja keras
07:50semua unsur.
07:52Saya kira kita sudah buktikan
07:55tidak hanya kepada rakyat kita,
07:57tapi kepada dunia,
07:59bahwa pemerintah kita
08:01bekerja dengan sangat cepat,
08:05dengan sangat efisien.
08:07Masih banyak yang kita harus kerjakan,
08:09tapi kita
08:11berani menghadapi kesulitan.
08:13kita berani mengatasi kesulitan,
08:16dan kita tidak mau berbohong
08:18kepada rakyat kita,
08:20dan kita tidak mau berbohong kepada diri kita sendiri.
08:23Kalau kita
08:25selalu
08:27ingin
08:29berbohong kepada diri kita sendiri,
08:31kita akan keliru.
08:32Jadi, kita harus berani
08:33menghadapi
08:35kenyataan,
08:36berani melihat kekurangan kita,
08:37kemudian kita berani mengatasinya.
08:40Kita ada skenario
08:41positif,
08:43moderat,
08:44skenario paling jelek,
08:46tapi apapun
08:47ini tergantung kepada kita.
08:51Terima kasih atas kerja keras
08:52semua menteri,
08:54semua wakil menteri,
08:55kepala badan,
08:57kita buktikan terus ke rakyat kita
09:00bahwa kita bekerja
09:01untuk kepentingan rakyat.
09:03Kita tidak boleh berpikir lagi
09:06kepentingan kelompok,
09:08kepentingan golongan suku,
09:10bahkan kepentingan partai kita masing-masing.
09:12Kesetiaan kepada bangsa
09:16adalah di atas
09:18kesetiaan
09:19apapun.
09:21Terima kasih.
09:22Dengan ini
09:23saya tutup
09:26sidang Kabinet Paripurna
09:29menghadapi
09:30Idul Fitri
09:341447 Hijriah ini.
09:36Untuk mereka yang ingin mudik nanti,
09:39saya ucapkan
09:41sebelumnya
09:42selamat mudik
09:43dan
09:44jaga diri masing-masing
09:46di rumah.
09:48Kita juga
09:50saya kira harus memberi contoh
09:52open house
09:54atau apa
09:54jangan
09:56terlalu mewah-mewahan
09:58saudara kita di daerah bencana
10:00dan juga
10:01si suasana ini
10:02kita kasih contoh ke rakyat.
10:03Tapi juga
10:04kita juga jangan
10:06total
10:08istilahnya
10:09tutup
10:10semua acara.
10:12Kita
10:13kalau tidak
10:14Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan