Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran dalam Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).

Luhut mengatakan Iran tidak mudah ditaklukkan dalam perang dengan AS-Israel.

"Saya ingin menambahkan pada peserta rapat yang terhormat bahwa bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya. Jadi tidak mudah juga ditaklukkan," ujar Luhut.

Oleh karena itu, Luhut menambahkan bahwa situasi perang di Timur Tengah sangat fluktuatif.

"Saya pikir situasinya masih fluktuatif, tapi sekali lagi seperti yang kami laporkan tadi Iran juga mempunyai kepentingan untuk mereka survive, jadi Hormuz tidak mungkin akan ditutup seterusnya. Oleh karena itu, kai datang dengan berbagai skenario," tambah Luhut.

Baca Juga Iran Tangkap Mata Mata yang Diduga Terafiliasi AS-Israel | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/656939/iran-tangkap-mata-mata-yang-diduga-terafiliasi-as-israel-kompas-petang

#prabowo #luhutbinsarpandjaitan #iran

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656954/luhut-blak-blakan-depan-prabowo-iran-bangsa-arya-tak-mudah-ditaklukkan
Transkrip
00:06Bapak Presiden yang kami hormati, Bapak Wakil Presiden, Peserta Rapat Kabinet,
00:13izinkan kami melaporkan dengan cepat sedikit mengenai perkembangan konflik di Timur Tengah
00:21dan kemudian juga dampaknya pada ekonomi kita dan apa langkah-langkah kita.
00:27Nah, tadi saya kira Menko Perekonomian sudah memberikan penjelasan yang cukup jelas buat kita semua.
00:34Kita tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan dengan kalian di sana, nanti akan kami jelaskan di sini.
00:41Nah, kalau kita lihat operasi Furi dan Roaring Lion serangan AS Amerika Serikat dan Israel ke Iran,
00:50itu mereka menargetkan seperti ini, ada tiga, yaitu melumpuhkan pertahanan udara Iran,
00:56melumpuhkan kapasitas Iran, dan seterusnya seperti yang ada di slide.
01:01Juga saya ingin menambahkan pada peserta rapat yang terhormat bahwa bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya,
01:10jadi tidak mudah juga ditaklukkan.
01:12Kalau kita lihat slide berikutnya, jumlah rudal yang ditembakkan Iran menurun tajam,
01:18karena 50 persen peluncuran rudal dilaporkan telah dihancurkan.
01:24Tapi juga jangan lupa, mereka sudah membuat drones-drones yang murah yang bisa ditembakkan hampir dari mana saja.
01:34Tetapi teknologi AI, seperti slide yang Bapak saksikan, itu juga memang berkembang.
01:41Jadi ini adalah menurut saya perang teknologi dan juga spirit untuk melawan.
01:48Tapi kalau kita lihat jumlah drone yang ditembakkan Iran juga menurun,
01:54slide berikutnya ini saya kelihatan terus menurun,
01:58karena Amerika memang dari sumber-sumber data yang kami dapat,
02:03memang menargetkan untuk menghancurkan pabriknya, menghancurkan arsenalnya, dan tempat-tempat peluncurannya.
02:10Namun, Iran juga cukup cerdik mereka melakukan mobile peluncuran.
02:18Kemudian kalau kita lihat juga lalu lintas kapal keluar masuk Selat Hormuz juga mulai membaik.
02:26Tetapi tetap juga masalah ansuransi untuk kapal di slide 4, itu juga kita lihat masih tinggi.
02:33Dan ini masih tentu ada kekhawatiran yang di berbagai pihak.
02:41Tapi juga kita jangan lupa, Iran ini juga punya kepentingan karena hidup mereka banyak tergantung pada minyaknya.
02:52Dan juga di dekat, Iran itu juga ada fasilitas mereka yang sangat besar untuk memproses minyaknya menjadi end product.
03:02Ini hal-hal yang perlu kita pahami.
03:05Angkatan Laut Iran itu menjadi sasaran serangan Amerika.
03:09Dan untuk mengamankan penutupan Selat Hormuz, dan itu telah dilakukan oleh mereka, mereka sudah menghancurkan kapal-kapal angkatan laut dari
03:23Iran.
03:26Tapi juga, Bapak-Ibu sekalian, Bapak Presiden, situasi sangat fluktuatif.
03:32Kalau kita lihat di sini, kapal tanker Amerika, Yunani terbakar setelah Iran mengklaim serangan drone bawah air.
03:40Kami laporkan, Bapak Presiden, memang dari sumber-sumber yang kami dapat, drone dari Iran ini juga sekarang dikembangkan drone dari
03:52bawah air.
03:53Dan ini menjadi, kalau istilah saya seperti lapor pada Bapak kemarin, seperti perang di Gerilia di Papua, mereka ini membuat
04:07drone yang murah, bisa 2.000 km, GPS, targeted, kapan saja bisa diluncurkan.
04:16Dan itu yang juga memang dikhawatirkan Amerika sekarang, karena mereka mendapat informasi bahwa ada kapal-kapal yang membawa drone ini
04:23mendekat ke Amerika.
04:24Bapak-Ibu sekalian, kami juga ingin melaporkan sistem komando Iran juga dilakukan penghubungan dan juga dari teman-teman di Amerika
04:36juga cerita bahwa
04:38mereka sekarang juga sedang menyiapkan serangan-serangan lebih efektif, targeted dengan menggunakan B-52 setelah mereka menggunakan B-2.
04:50Jadi saya pikir situasinya masih fluaktif, tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive,
05:00jadi hormos itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya.
05:05Oleh karena itu, kami datang dengan berbagai skenario dan kita lihat perkembangan dalam satu-dua minggu ke depan.
05:13Jadi saya kira selama lebaran, saya kira akan semua baik-baik.
05:16Oke, eskalasi itu akan seperti ini Bapak Presiden, yaitu 110-150 dolar.
05:23Ini juga serangan langsung Iran ke aset Amerika diteluk.
05:27Tapi kemarin kunjungan Bapak Presiden, pertelepon Bapak dengan MBS, saya kira sudah sangat baik sekali.
05:33Karena itu juga diapresiasi banyak pihak.
05:37Kemudian juga kalau kita lihat juga eskalasi ini kegagalan total Dewan Transisi, karena mereka berharap akan terjadi transisi di Iran.
05:46Tapi kalau itu sampai gagal terus Pak, ya itu juga tidak mudah untuk mengatasinya.
05:53Tapi saya tanya daripada mereka, mereka optimis itu akan terjadi, perlu kita cermati saja.
05:58Kemudian perangiran Israel ini, prolog, akses hormus terbatas, kita lihat tadi minyak antara 80-110 dolar.
06:11Dan di eskalasi kami juga akan melihat bahwa itu akan diturun ke 65-80 dolar.
06:17Tapi kita semua jangan hati-hati mengenai ini.
06:23Dan kemudian harga minyak brand kalau kita lihat seperti slide ini, dan harga minyak brand kita lihat juga bahwa next
06:31slide juga akan menurun di sini.
06:36Dan tadi Menko Perekonomian sudah jelaskan, sudah apa namanya, bahwa kita punya keuntungan harga CPO dan semua juga naik.
06:45Sebagai bagian akhir, kita perlu mempercepat proses government teknologi, Bapak Presiden, dan koordinasi sudah jalan dengan bagus.
06:55Dan proses sanggah sekarang sedang jalan di Banyuwangi, sudah hampir selesai.
07:00Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, BPS, semua sekarang berjalan seimbang.
07:05Dan ini membuat efisiensi akan sangat baik sekali.
07:08Dari 41 Kabupaten Kota kemarin kami rapatkan, sudah jalan.
07:12Dan apa yang kami laporkan, Bapak kemarin, untuk roll out nasional itu tetap bisa dilakukan pada bulan Oktober tahun ini.
07:19Dan itu akan memberikan penghematan luar biasa pada kita.
07:23Saran rekomendasi kami, kondisi semua tidak ada yang perlu telah dikhawatirkan.
07:28Kita tetap waspada, kita memantau terus perkembangan di luar.
07:34Tapi tadi juga mengenai APBN, juga saya pikir kami koordinasi Kementerian Keuangan.
07:37Dan saya kira fiskal juga masih sangat prudent untuk kita menaikkan juga budget defisit.
07:45Juga saya kira perlu kita pertimbangkan hati-hati, tentu kita siapkan.
07:49Tapi kapan dilakukan, saya kira kita lihat perkembangan situasi.
07:53Penerapan Gavtech dan digital ini saya kira Bapak Presiden sangat penting.
07:56Dan Bapak Presiden sudah kami siapkan untuk mengunjungi Banyuwangi dan juga Bali.
08:01Dan juga ada dua kabupaten, sehingga betul-betul ini nanti membawa efisiensi pada kita semua.
08:07Saya kira itu laporan singkat dari kami.
08:09Terima kasih Bapak Presiden.
Komentar

Dianjurkan