Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan sejumlah menteri terkait perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/3/2026).

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemerintah terus memantau eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan keterlibatan Amerika Serikat.

Meski situasi masih fluktuatif, pemerintah menilai dampaknya terhadap Indonesia belum perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat.

Ia membantah anggapan bahwa ekonomi nasional sedang melemah atau menuju resesi, dengan menyebut berbagai indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang masih solid.

Purbaya mengatakan sejak konflik/perang terjadi, nilai tukar rupiah hanya terdepresiasi sekitar 0,3%.

Di sektor energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan dinamika pasokan minyak global yang semakin ketat.

Ia mengungkapkan dua kargo minyak yang telah dibeli Indonesia dari Singapura sempat diminta kembali di tengah tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan di pasar global.

Secara keseluruhan, pemerintah menilai situasi global masih perlu diwaspadai, namun kondisi ekonomi domestik dinilai tetap terkendali.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Vila Randita

Baca Juga Serangan ke Aktivis KontraS, Anies dan Novel Minta Presiden Prabowo Turun Tangan di https://www.kompas.tv/nasional/656868/serangan-ke-aktivis-kontras-anies-dan-novel-minta-presiden-prabowo-turun-tangan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/656876/purbaya-luhut-bahlil-update-ke-prabowo-soal-dampak-perang-iran-vs-israel-as-parasot
Transkrip
00:00Bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya, jadi tidak mudah juga ditaklukkan.
00:04Ada yang bilang rupiah hancur, tapi kalau dikatakan betul Pak.
00:11Dengan BBM, bike route, LPG maupun minyak jadi untuk menjelang raya dan ke depan insya Allah bisa kita atasi dengan
00:21komunikasi yang baik.
00:22Bapak Presiden yang kami hormati, Bapak Wakil Presiden, peserta rapat Kabinet, izinkan kami melaporkan dengan cepat sedikit mengenai perkembangan konflik
00:36di Timur Tengah
00:37dan kemudian juga dampaknya pada ekonomi kita dan apa langkah-langkah kita.
00:43Tadi saya kira Menko Perekonomian sudah memberikan penjelasan yang cukup jelas buat kita semua.
00:50Kita tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan dengan keadaan di sana, nanti akan kami jelaskan di sini.
00:57Nah, kalau kita lihat operasi Furi dan Roaring Lion, serangan AS Amerika Serikat dan Israel ke Iran,
01:06itu mereka menargetkan seperti ini, ada tiga, yaitu melumpuhkan pertahanan udara Iran,
01:12melumpuhkan kapasitas Iran, dan seterusnya seperti yang ada di slide.
01:17Juga saya ingin menambahkan pada peserta rapat yang terhormat bahwa bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya,
01:26jadi tidak mudah juga ditaklukkan.
01:29Kalau kita lihat slide berikutnya, jumlah rudal yang ditembakkan Iran menurun tajam,
01:33karena 50 persen peluncuran rudal dilaporkan telah dihancurkan,
01:39tapi juga jangan lupa mereka sudah membuat drones-drones yang murah yang bisa ditembakkan hampir dari mana saja.
01:50Tetapi teknologi AI seperti slide yang Bapak saksikan, itu juga memang berkembang.
01:57Jadi ini adalah menurut saya perang teknologi dan juga spirit untuk melawan.
02:04Tapi kalau kita lihat jumlah drone yang ditembakkan Iran juga menurun,
02:10slide berikutnya ini saya lihat terus menurun,
02:14karena Amerika memang dari sumber-sumber data yang kami dapat,
02:19memang menargetkan untuk menghancurkan pabriknya,
02:22menghancurkan arsenalnya, dan tempat-tempat peluncurannya.
02:26Namun Iran juga cukup cerdik mereka melakukan mobile peluncuran.
02:34Kemudian kalau kita lihat juga lalu ditas kapal keluar masuk Selat Hormuz juga mulai membaik,
02:42tetapi tetap juga masalah ansuransi untuk kapal di slide 4,
02:47itu juga kita lihat masih tinggi.
02:48Dan ini masih tentu ada kekhawatiran yang di berbagai pihak.
02:57Tapi juga kita jangan lupa,
03:00Iran ini juga punya kepentingan,
03:03karena hidup mereka banyak tergantung pada minyaknya.
03:08Dan juga di dekat Iran itu juga ada fasilitas mereka yang sangat besar
03:15untuk memproses minyaknya menjadi end product.
03:18Ini hal-hal yang perlu kita pahami.
03:21Angkatan Laut Iran itu menjadi sasaran serangan Amerika
03:25untuk mengamankan penutupan Selat Hormuz,
03:30dan itu telah dilakukan oleh mereka.
03:32Mereka sudah menghancurkan kapal-kapal angkatan laut dari Iran.
03:42Tapi juga Bapak-Ibu sekalian, Bapak Presiden, situasi sangat fluktuatif.
03:48Kalau kita lihat di sini, kapal tanker Amerika Yunani terbakar setelah Iran mengklaim serangan drone bawah air.
03:56Kami laporkan, Bapak Presiden, memang dari sumber-sumber yang kami dapat,
04:03drone dari Iran ini juga sekarang dikembangkan drone dari bawah air.
04:09Dan ini menjadi, kalau istilah saya seperti lapor pada Bapak kemarin,
04:17seperti perang di Gerilya di Papua.
04:22Mereka ini membuat drone yang murah, bisa 2.000 km,
04:27GPS, targeted, kapan saja bisa diluncurkan.
04:32Dan itu yang juga memang dikhawatirkan Amerika sekarang,
04:34karena mereka mendapat informasi bahwa ada kapal-kapal yang membawa drone ini mendekat ke Amerika.
04:41Bapak-Ibu sekalian, kami juga ingin melaporkan sistem komando Iran
04:45juga dilakukan penghubungan dan juga dari teman-teman di Amerika juga cerita bahwa
04:54mereka sekarang juga sedang menyiapkan serangan-serangan lebih efektif,
05:00target dengan menggunakan B-52 setelah mereka menggunakan B-2.
05:06Jadi saya pikir situasinya masih fluktuatif,
05:10tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi,
05:12Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive,
05:15jadi hormos itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya.
05:20Oleh karena itu, kami datang dengan berbagai skenario
05:25dan kita lihat perkembangan dalam satu-dua minggu ke depan.
05:29Jadi saya kira selama lebaran, saya kira akan semua baik-baik.
05:33Eskalasi itu akan seperti ini, Pak Presiden,
05:35yaitu 110-150 dolar.
05:38Ini juga serangan langsung Iran ke aset Amerika di Teluk.
05:43Tapi kemarin kunjungan Bapak Presiden,
05:45pertelepon Bapak dengan MBS,
05:47saya kira sudah sangat baik sekali,
05:49karena itu juga diapresiasi banyak pihak.
05:52Kemudian juga kalau kita lihat juga eskalasi ini,
05:56kegagalan total,
05:57Dewan Transisi,
05:58karena mereka berharap akan terjadi transisi di Iran.
06:02Tapi kalau itu sampai gagal terus, Pak,
06:05ya itu juga tidak mudah untuk mengatasinya.
06:08Tapi saya tanya daripada mereka,
06:10mereka optimis itu akan terjadi.
06:12Perlu kita cermati saja.
06:15Kemudian perang Iran-Israel ini,
06:17prolog,
06:18akses hormos terbatas,
06:20kita lihat tadi,
06:23minyak antara 80-110 dolar.
06:27Dan di eskalasi kami juga akan melihat
06:29bahwa itu akan diturun ke 65-80 dolar.
06:33Tapi kita semua jangan hati-hati mengenai ini.
06:39Dan kemudian harga minyak brand,
06:41kalau kita lihat seperti slide ini,
06:44dan harga minyak brand,
06:45kita lihat juga bahwa next slide
06:48juga akan menurun di sini.
06:51Dan tadi Menko Perekonomian sudah jelaskan,
06:55penggunaan sudah apa namanya,
06:57bahwa kita punya keuntungan,
06:59harga CPO dan semua juga naik.
07:01Sebagai bagian akhir,
07:04kita perlu mempercepat proses
07:06government teknologi, Bapak Presiden,
07:09dan koordinasi sudah jalan dengan bagus
07:11dan proses sanggah sekarang sedang jalan di Banyuwangi,
07:15sudah hampir selesai.
07:16Kementerian Sosial,
07:18Kementerian Dalam Negeri,
07:19BPS semua sekarang berjalan seimbang
07:21dan ini membuat efisiensi akan sangat baik sekali.
07:24Dari 41 Kabupaten Kota,
07:26kemarin kami rapatkan, sudah jalan.
07:28Dan apa yang kami laporkan Bapak kemarin,
07:30untuk roll out nasional itu tetap bisa dilakukan
07:32pada bulan Oktober tahun ini.
07:35Dan itu akan memberikan penghematan luar biasa pada kita.
07:39Saran rekomendasi kami,
07:41kondisi semua tidak ada yang perlu telah dikhawatirkan,
07:44kita tetap waspada,
07:46kita memantau terus perkembangan di luar,
07:50tapi tadi juga mengenai APBN,
07:51juga saya pikir kami koordinasi Kementerian Keuangan,
07:54saya kira fiskal juga masih sangat pruden,
07:58untuk kita menaikkan juga budget defisit,
08:01juga saya kira perlu kita pertimbangkan hati-hati,
08:04tentu kita siapkan,
08:05tapi kapan dilakukan,
08:06saya kira kita lihat perkembangan situasi.
08:09Penerapan Gavtech dan digital ini,
08:11saya kira Bapak Presiden sangat penting,
08:12dan Bapak Presiden sudah kami siapkan untuk mengunjungi Banyuwangi,
08:16dan juga Bali, dan juga ada dua kabupaten,
08:19sehingga betul-betul ini nanti membawa efisiensi pada kita semua.
08:23Saya kira itu laporan singkat dari kami.
08:25Terima kasih, Bapak Presiden.
08:25Saya akan update sedikit tentang ekonomi dan kondisi APBN kita, Pak,
08:30kalau bisa langsung alaman 6.
08:32Jadi sebetulnya kalau kita lihat dari sisi supply,
08:37ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik.
08:40Kalau kita lihat dari purchasing manager index yang merah ini,
08:46di bulan Februari itu levelnya 53,8 tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
08:52Jadi betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur,
08:57artinya sisi supply tumbuh dengan kuat.
09:00Jadi ini bukan data dari BPS,
09:02tapi data dari pihak lain yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh.
09:07Bisa lihat ke halaman 8,
09:09itu data inflasi di bulan Februari kelihatannya tinggi 4,64.
09:17Kalau headline aja, Pak.
09:19Ini penting karena kalau policymaker akan mikir bahwa ekonominya kepanasan,
09:25dia akan cedung-reng ekonominya.
09:27Tapi datanya datang yang nggak akurat kalau kita pakai itu aja.
09:30Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari Februari tahun lalu,
09:39sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen, Pak.
09:44Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi,
09:48ekonominya nggak kepanasan.
09:50Jadi yang lain-lain nggak usah memperlambat pertumbuhan ekonomi halaman 9.
09:55Untuk melihat ekonomi dan optimisasi masyarakat,
10:00kita lihat terus meningkat.
10:01Sengaja saya tahu di sini,
10:03karena di luar banyak yang bilang kita sudah resesi, Pak.
10:05Ekonomi-ekonomi yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya.
10:10Padahal kalau kita dari tadi,
10:13PMI naik ke level yang tinggi.
10:15Terus kita lihat MSI, Mandiri Index,
10:20itu sekarang di 360,7,
10:22yang kiri atas itu yang biru, tebal,
10:25yang kita lihat trennya naik ke atas.
10:28Itu yang penting, kita sedang memang mengalami akselerasi.
10:31Sebelah kanan kalau kita lihat juga,
10:33industri otomotif,
10:35penjualan mobil tumbuh 12,2 persen di bulan Februari, Pak.
10:38Ini bukan main-main,
10:39kalau lihat tahun lalu kan negatif, Pak.
10:41Sekarang sudah melipasi dan sekarang makin kencang.
10:44Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya Murat,
10:49Mari kata ekonomi-ekonomi di luar itu, Pak.
10:51Di TikTok banyak yang ngomong gitu.
10:52Di penjualan retail juga kita lihat yang biru, Pak.
10:54biru kiri bawah.
11:03Penjualan retail naik ke level 6,9 yang orangnya, Pak.
11:08Itu 6,9.
11:08Itu kita lihat dibanding tahun lalu,
11:10di atas banget, Pak.
11:11Jadi kita keadaan bagus sekali sekarang, Pak.
11:13Jadi kebijakan Bapak betul-betul bisa
11:16membanggikan ekonomi.
11:18Terus kita lihat yang birunya itu adalah konsumen,
11:21keyakinan konsumen.
11:21Itu juga 125,2 itu di level yang amat tinggi sekali, Pak.
11:28Artinya daya beli masyarakat betul-betul membaik.
11:31Banyak orang bilang katanya daya beli masyarakat terpukul.
11:35Ya, kalau yang lagi selesai ya susah tetap.
11:38Tapi kan kita lihat keadaan umum.
11:40Keadaan umum adalah ditangkap dari survei kepercayaan konsumen.
11:44Jadi memang dia beri masyarakat membaik.
11:47Dan yang sebelah kanan saya ulang lagi,
11:50purchasing manager index itu sekarang 5,3,8 tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, Pak.
11:56Jadi supply, demand, semuanya dalam keadaan sehat sampai dengan Februari.
12:01Saya yakin kedepannya akan membaik terus.
12:04Next.
12:05Kalau kita lihat dinamika global, memang gonjang-ganjingan mengganggu semuanya.
12:10Ada yang bilang rupiah anjur.
12:14Tapi kalau dikatakan betul, Pak.
12:17Itu sejak perang, rupiah itu hanya terdepresi sebesar 0,3.
12:23Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita.
12:26Yang real, yang pemain yang punya duit betul,
12:29bilangnya seperti ini.
12:30Tapi yang punya duit, yang nggak punya duit,
12:31kali Pak nyelek-jelekin, Pak.
12:34Dia nggak punya duit.
12:40Terus kalau kita lihat yang CDS,
12:44IDR 5 year, juga 5 tahun masih relatif stabil, Pak.
12:49Gambar yang kanan atas, Pak, itu adalah
12:51spread dari SBN terhadap Treasury.
12:55Di Januari 25, 240 basis point.
12:58Sekarang 243 basis point.
13:01Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point.
13:07Artinya, asing masih percaya ke kita.
13:11Yang domesik aja nggak percaya, Pak.
13:14Terus kalau kita lihat,
13:15ya bukan domestik aja,
13:17pengamat domestik yang nggak percaya.
13:21Kalau kita yang bawah,
13:22lihat yang bawah, yang bawah, Pak.
13:24Itulah capital flow ke negara, ke kita ya.
13:27Memang sempat naik turun-naik turun,
13:29tapi kita lihat sejak November, Desember,
13:32cenderung positif.
13:33Sekarang juga masih positif.
13:35Kita lihat data di bulan Maret terakhir,
13:37yang outflow hanya SBN 0,7 triliun di kotak itu, Pak.
13:43SRBI inflow 2,2 triliun Maret ya.
13:47Jadi saham juga masih inflow 2,2 triliun di bulan Maret.
13:52Jadi setelah goncang-goncang-goncang,
13:54di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini, Pak.
13:57Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus.
14:01Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini, Pak.
14:04Karena mereka taruh uang.
14:05Terus, next.
14:08Kita melakukan koordinasi fiskal dan monetel
14:11dengan bank sentral terus-menerus.
14:13Seperti waktu dulu kan saya injek uang 200 triliun dan lebih.
14:18Nah sekarang uangnya masih di sana,
14:19saya jaga di sana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
14:24M0, uang base money, uang primer,
14:27di bulan Februari itu tumbuh 14,2 persen, Pak.
14:33Jadi ini sudah cukup memberi,
14:36meminyaki pertumbuhan ekonomi.
14:38Kita lihat kredit di bulan Januari sudah tumbuh 10 persen.
14:42Saya yakin angka bulan Februari akan lebih cepat lagi.
14:45DPK juga tumbuh 13,5 persen.
14:47Ini semua angka yang cukup sehat, Pak.
14:51Bunga juga turun karena kita maintain krikulitas di pasar, Pak.
14:55Mungkin saya langsung ke halaman 14.
14:59Ini, Pak, cerita ekonomi Indonesia.
15:02Ketika harga minyak mulai tinggi ke atas 100,
15:05banyak yang bilang ekonomi Indonesia akan hancur,
15:09murat marit, nggak jelas gitu.
15:11Padahal pengalaman kita selama ini,
15:13nggak demikian.
15:14Ini gambar koinciden ekonomi indeks yang biru adalah
15:18indeks yang menggambarkan keadaan ekonomi sekarang
15:21yang hijau harga minyak brand.
15:24Kalau kita lihat,
15:25jadi kalau indeksnya naik,
15:27ekonomi bagus,
15:28kalau jatuh, baru ekonomi jatuh.
15:31Kalau kita lihat,
15:322007-2008,
15:38harga brand naik ke level yang tinggi sekali,
15:40itu di atas 220,
15:42on average monthly.
15:43Tapi yang biru masih naik,
15:45Pak, awal-awal.
15:46Dia jatuh ketika globalnya meltdown,
15:51banyak ekonominya,
15:52pertumbuhnya negatif.
15:53Tapi dia jatuh.
15:54Tapi kan, Pak,
15:55dengan kebijakan yang pas,
15:56fiskal dan moneta pada waktu itu,
15:57kita masih bisa tumbuh 4,6%.
16:00Jadi, kita cukup cermat,
16:03tak bisa mengandalkan hal itu.
16:04Kemudian naik lagi di tahun 2011,
16:08Februari itu,
16:09angkanya di sekitar 10-120 harga minyak.
16:12Yang biru masih naik terus, Pak.
16:16Artinya,
16:17kalau kita punya kebijakan yang pas,
16:20moneter maupun fiskal,
16:21dan kebijakan bapak nantinya,
16:24despite apa,
16:25walaupun global ekonomi harga minyak gonjang-nganjang,
16:28kita punya cara atau punya pengalaman
16:31untuk mengandalkan dampaknya ke perekonomian.
16:35Jadi, kita nggak perlu takut, Pak.
16:38Terus, di COVID juga sama, Pak.
16:41Waktu COVID itu kan jatuh yang biru, tuh.
16:43Karena COVID.
16:44Tapi pada waktu harga minyak naik ke atas,
16:47di tahun berapa?
16:492020, Pak, ya.
16:51Yang biru kan masih,
16:52trennya masih naik terus.
16:54Artinya,
16:56kebijakan kita pada waktu itu,
16:58bisa mengandalkan event dampak
17:00kenaikan harga BBM
17:02yang di atas 100 dolar pada waktu itu.
17:04Yang jatuh-jatuhnya adalah,
17:05apa, ke depan untuk kita adalah,
17:07kita harus adjust dengan kebijakan
17:10atau dengan harga minyak global,
17:11tapi kita mesti ceritakan
17:14ke masyarakat kita bahwa
17:16kita pasti berhasil mengandalkan itu.
17:19Karena pengalaman selama ini,
17:20kita berhasil.
17:22Jadi, kita nggak usah takut, Pak.
17:24Jadi, yang analis-analis yang di
17:26di TikTok, di YouTube
17:28yang bilang terhancur,
17:29itu sama sekali
17:30nggak pernah melihat data, Pak.
17:32Keadaannya seperti ini, Pak.
17:37Baik, terima kasih.
17:38Mungkin itu pada ikat dari saya, Pak.
17:40Terima kasih, Pak.
17:41Terima kasih.
17:43Ya, ini pengamat-pengamat
17:45ada beberapa macam menurut saya.
17:47Ada pengamat yang
17:49memang
17:52tidak suka
17:56pemerintahnya sendiri
17:57berhasil.
17:58Karena berbagai motivasi, Pak.
18:01Saya izin,
18:02Bapak-Ibu,
18:05semua yang kami hormati,
18:07melanjutkan atas arahan
18:08Bapak-Ibu Presiden
18:08menyangkut dengan
18:09kesiapan kita dalam
18:11menjelang hari raya,
18:13khususnya untuk
18:14di bidang
18:17BBM dan LPG.
18:19Minta slide.
18:21Bapak-Ibu Presiden
18:22kami laporkan
18:23bahwa ini adalah
18:25kondisi
18:26BBM kita sekarang.
18:29Jadi untuk Pertelait,
18:31RON 90 ini
18:32yang bensin subsidi.
18:34Itu
18:35cadangan kita
18:36adalah 24,39 hari.
18:39Melampu
18:40batas minimal
18:41dari
18:42apa yang direncanakan
18:43oleh nasional kita.
18:45Kemudian Pertamax,
18:46RON 92
18:47ini yang
18:48industri,
18:48yang harga pasar,
18:50ini yang kayak Pak Rosan
18:51pakai RON 92,
18:52RON 98,
18:53itu 28 hari,
18:55minimal 19 hari.
18:57Ini kalau menteri
18:57nggak boleh pakai
18:58RON 90,
18:59RON 92.
19:01Turbo,
19:02ya kayak Pak Mentan,
19:03Pak,
19:03mobilnya bagus,
19:04jadi RON 98,
19:05itu 31 hari.
19:07Jadi saya pikir
19:08untuk urusan
19:09bensin,
19:11Insya Allah
19:11clear, Pak.
19:13Kemudian solar,
19:15solar untuk
19:16solar
19:16subsidi,
19:17itu kapasitas kita
19:19cadangan 16,41 hari.
19:21Jadi melampaui juga
19:22batas minimal
19:23dari cadangan nasional.
19:25Kemudian
19:26yang 53,
19:28itu 46 hari.
19:30After 38 hari,
19:32minyak tanah
19:32aman,
19:34LPG,
19:34Pak.
19:35LPG kita sekarang
19:3615,66 hari.
19:39Jadi,
19:39kami laporkan
19:40kepada Bapak Presiden,
19:41Bapak Presiden,
19:42Bapak Presiden,
19:42semua,
19:43mudah-mudahan media,
19:44tolong dikuti,
19:45baik-baik,
19:45jangan dipenggal, ya.
19:47Cadangan
19:48menjelang hari raya
19:50untuk
19:50semua
19:51BBM
19:52dan LPG,
19:54Insya Allah
19:54aman, Pak.
19:56Strateginya bagaimana
19:57sekarang?
20:00Untuk
20:00sampai dengan
20:01contoh untuk
20:02LPG,
20:03memang LPG ini,
20:04Bapak,
20:04sekarang di mana-mana
20:05lagi terjadi
20:06dinamika yang sangat
20:08dinamis sekali.
20:09di India,
20:10berita pagi ini
20:11cukup mengkhawatirkan.
20:13Jadi,
20:14total LPG kita
20:15dari 100 persen
20:16dari 7,6 juta
20:18impor,
20:20itu
20:2070 sampai
20:2170 persen
20:22kita ambil
20:23dari Amerika.
20:2420 persen
20:26dari Middle East,
20:27sisanya dari
20:27negara lain
20:28seperti Australia.
20:30Dengan kondisi
20:31sekarang,
20:32yang di Middle East
20:33kita pecah lagi
20:34untuk kita ambil
20:35kontrak jangka panjang
20:36dengan
20:36Amerika
20:37dan beberapa
20:39negara lain.
20:40Di akhir
20:41ini,
20:42kita masuk
20:42dua kargo dari
20:43Australia.
20:44Itu untuk
20:45LPG.
20:46Jadi,
20:46kami laporkan,
20:47Bapak,
20:48mungkin ada
20:49menyampaikan
20:49saya kok sama
20:50sekalian
20:50men-Q hari ini.
20:51Hari ini kita sama
20:52men-Q.
20:52Mungkin hari-hari lain
20:54mungkin agak berbeda
20:54dikit.
20:56Jadi,
20:57untuk menyangkut
20:57dengan urusan
20:58ini,
20:59tolong
21:00disampaikan
21:01benar kepada
21:01rakyat kita
21:02bahwa pemerintah
21:04selalu
21:04melakukan
21:05siaga terus
21:06atas
21:06pemerintah
21:07Presiden
21:07untuk memastikan
21:08bahwa tanggal
21:1028 bulan ini
21:11masuk dua kargo lagi,
21:12Pak.
21:13Kemudian tanggal
21:144 Maret
21:15satu kargo lagi
21:16masuk.
21:17Tanggal
21:188 Maret
21:18satu kargo lagi.
21:20Jadi,
21:20Januari,
21:21Februari,
21:21Maret,
21:22April
21:22itu
21:23insya Allah
21:24clear.
21:25Yang kedua,
21:26Bapak Presiden
21:27kami juga melaporkan
21:29bahwa
21:29yang kita impor
21:30sebenarnya
21:30dari Middle East
21:31itu apa?
21:32Kita tidak
21:33melakukan impor
21:34produk jadi
21:35dari Middle East.
21:35karena kalau
21:37solar kan kita
21:38sudah
21:38dalam negeri
21:39sendiri.
21:40Sudah aman.
21:41Percampuran dari
21:42biodiesel,
21:43fame,
21:44dan
21:44benol.
21:46Alhamdulillah
21:47RDMP kita
21:48yang kemarin
21:486 tahun
21:49tidak selesai-selesai
21:50di
21:52balik papan itu
21:53Bapak Sudara
21:53disampaikan,
21:54jadi ini juga
21:54mungkin Tuhan
21:55mengirim signal
21:56bahwa sebentar lagi
21:57akan terjadi
21:58perang,
21:59jadi RDMP
22:00kita selesaikan.
22:01ini cukup
22:01membantu kita
22:03mengurangi
22:03impor bensin
22:04kita 5,5 juta
22:06kilo
22:07sama
22:08eh
22:095,5 juta
22:10ton
22:11sama
22:12BBM
22:13solar
22:133,5 juta
22:15nah
22:16yang kita
22:17impor dari
22:18Middle East
22:18itu Bapak
22:18adalah
22:19crude-nya
22:21jadi
22:21minyak mentahnya
22:22itu 20%
22:23memang dari
22:24Middle East
22:24sisanya kita
22:25dapat dari
22:26Anggola
22:28Nigeria
22:29Brazil
22:32kemudian
22:32sebagian Amerika
22:33sebagian dari
22:38Malaysia
22:39jadi
22:40itu pun kita
22:42sudah dapat
22:42penggantinya
22:43memang
22:44tantangannya adalah
22:45kalau dari
22:47Amerika
22:47lebih lama
22:4840 hari
22:49kalau dari
22:50Middle East
22:50itu 2-3 minggu
22:52tetapi sekarang
22:53kita bikin
22:54kontra jangka panjang
22:56itu kira-kira
22:57yang kita
22:57lakukan
22:58sementara
22:59untuk bensin
22:59yang kita impor
23:00yang kita impor
23:01ini tinggal bensin
23:01bensin ini kita impor
23:03dari
23:04sebagian dari
23:05Malaysia
23:05sebagian dari
23:07Singapura
23:08nah ke depan
23:09memang Bapak
23:10tidak ada cara lain
23:10kita harus mengembangkan
23:12revenue kita
23:13kilang-kilang kita
23:14untuk semua kita
23:15produksi dalam negeri
23:16yang pada akhirnya
23:17kemudian nanti
23:18kalau lifting kita
23:19nggak mencapai
23:191,6 juta
23:20selisih
23:21antara kebutuhan
23:23crude
23:23dan
23:24kemampuan kita
23:25lifting
23:26itulah yang kita impor
23:27jadi ke depan itu
23:28tinggal impor crude
23:28aja Bapak
23:29itu kira-kira
23:30yang kita lakukan
23:31namun
23:32ada beberapa
23:33kejadian sekarang
23:353-2 hari lalu
23:36kita sudah
23:37membeli minyak
23:38dari Singapura
23:38sudah berangkat
23:41di tender
23:42kalau bertamina
23:42lewat trader
23:43sudah berangkat
23:44sudah masuk
23:45ke laut Indonesia
23:46kemudian suruh
23:47kembali lagi
23:482 karbon
23:48jadi sekarang
23:50prokonomi yang sekarang
23:51untuk urusan minyak
23:52ini Pak
23:53hukum normalnya
23:54sudah tidak berlaku
23:55karena siapa ada
23:57cohan
23:57dia beli
23:58karena barang susah ini
23:59nah
24:00untuk 2 kapal itu
24:02kami melakukan
24:03konkurasi
24:03dengan pertamina
24:04kami telah melakukan
24:05komplain
24:06dan tanggal 18
24:07sudah ada
24:08pengembaliannya
24:082 karbon
24:09kalau tidak
24:10kita
24:11buka
24:12sesuai dengan
24:13apa yang memparahkan
24:14tapi kelihatannya
24:14mereka agak
24:15gertak-gertak dikit
24:16agak takut juga Pak
24:17jadi tanggal 18
24:18sudah bisa
24:19dibalikin Pak
24:21jadi kami laporkan
24:23untuk menyangkut
24:24dengan BBM
24:26bike route
24:27LPG
24:28maupun minyak jadi
24:29untuk menjelang
24:30hari raya
24:31dan
24:31ke depan
24:33insya Allah
24:33bisa kita atasi
24:35dengan komunikasi yang baik
24:36itu menyangkut
24:37dengan BBM
24:37yang kedua
24:38saya juga mendapat
24:39laporan dari media
24:40bahwa seolah-olah
24:42batubara kita
24:43untuk PLTU ini
24:44katanya sudah menipis
24:46kami laporkan Pak
24:48untuk seluruh
24:49PLTU-PLTU
24:50yang ada
24:50baik IPP
24:52maupun punya PLN
24:53ketersediaan
24:55batubara sekarang
24:55rata-rata
24:56di M12 hari
24:57jadi itu
24:58masih dalam
24:58standar minimal
24:59nasional
25:01bahkan sekarang
25:02perusahaan-perusahaan
25:03batubara
25:04yang sudah
25:05memberikan
25:06RKB
25:06kita mewajibkan
25:08untuk DMO
25:08kalau tidak Pak
25:10kalau kebutuhan
25:11nasional tidak tercukupi
25:12maka tidak
25:13kita keluarkan
25:13egin ekspor
25:14jadi artinya apa
25:16orientasi kita
25:16adalah kebutuhan
25:17pemasti
25:17jadi ini juga mungkin
25:19jari-jari yang terlalu pintar
25:21memainkan kata-kata
25:23bahwa seolah-olah
25:23kita krisis
25:24batubara
25:25itu
25:26mohon apa
25:26itu tidak benar
25:27bahkan kami telah menyiapkan
25:29kempen
25:31bahwa seluruh produk
25:32batubara
25:33yang kita hasilkan
25:34memenuhi kebetulan
25:35negeri
25:35sisanya baru kita ekspor
25:36kalau tidak
25:37karena batubara itu
25:38barang milik negara Pak
25:39bukan barang
25:40bukan barang
25:41milik perusahaan
25:42pengusaha
25:42hanya kita kasih konsesi
25:44tapi isinya itu
25:45punya negara
25:46jadi orientasinya
25:47untuk negara
25:47itu menyakut
25:49batubara
25:50yang ketiga
25:51di SDM ini juga Pak
25:52ternyata
25:52membawahi
25:54badan geologi
25:55untuk bencana
25:56jangan sampai kita
25:57slide berikut
25:58yang untuk gunung api
25:59gunung api
26:00supaya pada saat
26:02hari rayanya
26:03insyaallah aman
26:03dari level 4
26:05gunung api
26:06tidak ada
26:06yang ada level 3 saja
26:082 gunung api
26:10yaitu merapi
26:10dan semeruh
26:12level 2
26:13insyaallah aman
26:14terkecuali
26:14Allah berkendak lain
26:15level 1
26:1742 gunung
26:19semuanya
26:19aman
26:22ini menyangkut dengan
26:24bencana gunung api
26:26kemudian
26:27ada laporan 1 lagi
26:29tentang tanah
26:30bergerak
26:31gerakan tanah
26:32saya juga beritahu
26:33bahwa di SDM itu
26:34gerak tanah pun
26:35diatur disini
26:36ini yang paling banyak
26:38ini di Jawa Barat
26:38tapi insyaallah juga
26:41potensinya
26:42masih bisa dimitigasi
26:44karena tim kita disana
26:45lengkap
26:45untuk memberitahukan
26:47berokrasi dengan
26:48pemerintah daerah
26:48dalam memberikan
26:49penjelasan
26:50saya pikir itu
26:52Bapak
26:52menyangkut halaman berikut
26:54gempa bumi
26:55dan tsunami
26:55tidak ada sesuatu
26:57yang menonjol
26:57jadi
26:59insyaallah
27:00clear
27:01demikian
27:02Bapak Presiden
27:03laporan kami
27:04khususnya
27:06menyangkut dengan
27:08etanol
27:09BE20
27:10dan
27:11B40
27:12EB50
27:13dan
27:13sampai dengan
27:14B100
27:15kami akan
27:16laporkan
27:17pada
27:17pertemuan
27:19yang lebih khusus
27:20demikian
27:21mohon
27:21harganya
27:22terima kasih
27:22wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
27:26baik
27:26saya tegaskan disini
27:28benar
27:29bahwa
27:30semua
27:31produksi
27:33batubara
27:34diutamakan
27:35untuk kepentingan
27:36kebutuhan
27:38nasional kita
27:39itu juga
27:41tentang
27:43semua
27:45termasuk
27:46kelapa sawit
27:47jadi kita
27:49harus penuhi
27:50kebutuhan
27:51bangsa kita dulu
27:53baru kita
27:53izinkan ekspor
27:54dan tadi
27:56benar
27:56itu
27:56peringatan
27:57dari menteri
27:58SDM
27:59semua itu
28:01milik
28:01bangsa Indonesia
28:02bukan milik
28:03pengusaha
28:03mereka
28:05boleh
28:06usaha
28:07tapi
28:08kepemilikan
28:09adalah
28:09kepemilikan
28:11bangsa Indonesia
28:12semua
28:14kekayaan
28:15alam
28:18yang ada
28:19itu adalah
28:20milik
28:21bangsa
28:22saya tegaskan itu
28:27kecepatan informasi
28:29dan akurasi
28:30data
28:30adalah
28:30komitmen kami
28:32satu langkah
28:33lebih dekat
28:33satu langkah
28:35selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan