Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pasukan Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan serangan drone menyasar Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Tak hanya drone, gelombang serangan rudal juga ditunjukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Serangan IRGC merespons ucapan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk membalas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh pembaca berita televisi Iran. Bagaimana memaknai pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang akan balas dendam serangan AS-Israel?

Kita bahas bersama pakar hubungan internasional Tia Mariyatul Kibtiyah, dosen Hubungan Internasional Binus University.

#iran #as-israel #konflik

Baca Juga [FULL] Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/656926/full-komisi-iii-dpr-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-penyiraman-air-keras-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/656927/full-dosen-hi-soroti-pernyataan-mojtaba-akan-ada-aksi-militer-yang-lebih-besar-ke-as-israel
Transkrip
00:00Bagaimana memaknai pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Mokhtaba Hamedei yang akan balas dendam serangan AS dan Israel?
00:08Kita akan bahas bersama dengan pakar hubungan internasional, Tia Mariatul Kiptia, dosen hubungan internasional BINUS University.
00:16Selamat malam, Mbak Tia.
00:18Selamat malam, Mas.
00:20Mbak Tia, ini ancaman Mokhtaba ini mengarah ke sinyal aksi militer yang lebih besar atau bagaimana menurut Anda?
00:26Ini wajar yang dilakukan oleh Mokhtaba, karena memang saya melihat retaliation ini ada dua.
00:33Satu adalah karena memang simbol tertinggi dari Iran, yaitu Ayatol Ali Hamanai, itu sudah terbunuh.
00:42Yang kedua adalah jika Iran mundur, artinya ini menunjukkan kepada dunia, Iran tidak mampu menghalau Amerika Serikat dan Israel.
00:50Jadi dua dari motivasi ini yang menyebabkan Iran terus bertahan.
00:55Saya melihatnya ini lebih kepada pertahanan, begitu ya.
00:57Jadi bukan perlawanan yang seimbang, karena secara data militer juga antara Amerika Serikat dan Iran ini, Mas, sangat jauh.
01:04Kalau kita kalkulasikan, mungkin sekitar empat kali lipatnya lebih unggul Amerika Serikat.
01:08Bahkan Amerika Serikat ketika dihabisi di Timur Tengah saja, memiliki beberapa pangkalan militer lain, seperti di Korea Selatan dan di
01:15Jepang.
01:16Dan terupdate, ternyata instrumen perang Amerika Serikat yang di Korea Selatan itu juga sudah mulai diarahkan ke Timur Tengah.
01:24Artinya memang ketika Iran melakukan strategi untuk menghancurkan beberapa militer basenya Amerika Serikat di Gulf Countries, itu bukan menjadi akhir
01:33buat Amerika Serikat.
01:35Jadi Iran mempunyai strategi menghancurkan fasilitas Amerika Serikat di Timur Tengah.
01:39Kemudian Amerika juga ternyata memiliki strategi untuk kembali menaklukkan strateginya Iran, yaitu dengan mengambil beberapa instrumen perang Amerika, termasuk rudal
01:53-rudal, yang begitu banyak jumlahnya di Korea Selatan.
01:56Tentaranya juga kalau tidak salah itu sekitar 28 ribu ya, kalau kita lihat informasi di International News.
02:01Itu juga merupakan instrumen perang Amerika Serikat di kawasan Asia yang lebih memungkinkan untuk dikirim ke Timur Tengah.
02:09Jadi artinya bukan selesai di Gulf Countries itu ketika Iran menghabisi fasilitas Amerika, bukan berarti selesai.
02:18Nah ini yang dikhawatirkan justru ketika Amerika mengarahkan beberapa instrumen perangnya di Asia, justru akan membuat kericuhan baru di kawasan
02:29Asia.
02:29Jadi makin banyak yang terdampak, makin banyak yang terimbas.
02:33Betul, karena kan ini Korea Selatan juga adanya pangkalan militer Amerika Serikat dan ada instrumen perang, ada rudal, ada tentara
02:43dengan jumlah besar di Korea Selatan, itu cukup memprotek Korea Selatan dari Korea Utara.
02:47Jadi kalau ditarik bagaimana, kita tidak tahu kemampuan atau kekuatan militer Korea Selatan sejauh mana, apakah sudah cukup untuk menghalau,
02:58menghadapi Korea Utara atau tidak.
03:00Berarti ya, tapi ini yang menarik juga kita melakukan visual Presiden Pesekian, ini jalan-jalan memperingati hari Kuds, bertemu dengan
03:09warga tanpa pengawalan ketat.
03:12Nah, kalau Anda baca, ini ada simbol nggak yang ingin disampaikan oleh Iran? Bahwa Iran baik-baik saja.
03:17Ada ke arah seperti itu tidak?
03:19Tentu, tentu. Karena sebelumnya kan Wakil Menteri Pertahanan ya, menyebutkan bahwa pemimpin Iran dalam keadaan ketakutan, dalam keadaan stres, dan
03:31dia bersembunyi begitu.
03:33Dan dalam keadaan terluka. Yang dimaksudkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat itu adalah Ayatollah Mujtaba begitu.
03:41Dan juga pimpinan yang lain. Tiba-tiba ini muncul.
03:44P.J. Sekilan jalan-jalan di keramaian, bertemu dengan masyarakat, menyapa masyarakat tanpa pengawalan.
03:50Artinya ini simbol menunjukkan kepada dunia, I'm fine.
03:54Kita baik-baik saja. Iran baik-baik saja. Mana yang Anda sebut pimpinan itu bersembunyi?
03:58Tidak ada. Dan semuanya baik-baik saja. Ini yang ingin Iran tunjukkan kepada dunia internasional.
04:05Kalau begitu apa artinya kemenangan Amerika Serikat yang disampaikan oleh Trump?
04:11Ada serangan besar, kemenangan bagi Amerika Serikat hari ini?
04:15Ya, setiap perang pasti masing-masing mengklaim.
04:18Saya kan hanya menganalisis bahwa Iran bertahan, Amerika menyerang.
04:21Karena secara kekuatan militer kan berbeda.
04:23Tapi beda lagi, Iran melihat bahwa mereka menang.
04:26Amerika mengklaim bahwa sudah menang, Iran sudah hancur, fasilitasnya dan lain sebagainya.
04:31Tapi Iran juga mengklaim bahwa Amerika ternyata tidak ada apa-apanya.
04:36Buktinya berhasil fasilitas Amerika di kawasan Trump dihancurkan.
04:40Bahkan berhasil, rudal-rudalnya Iran yang tidak seberapa itu masuk ke Iron Dome-nya Israel.
04:47Kita lihat sendiri.
04:47Di berbagai internasional news itu rusak parah Tel Aviv dan juga beberapa area di Israel.
04:54Begitu. Jadi, klaim itu boleh saja, Mas.
04:57Jadi, saya sebagai orang atau sekolah atau akademisi yang memang fokus di politik ekonomi Timur Tengah,
05:04klaim boleh saja.
05:05Tapi kita harus melihat bahwa masing-masing sebetulnya mendapatkan kerugian yang cukup signifikan dari perang ini.
05:11Amerika juga tidak sedikit loh.
05:13Ruginya itu luar biasa.
05:14Kalau Trump mau bilang menang, ya terserah.
05:17Karena memang kan, klaim itu boleh saja.
05:19Iran mau bilang menang juga, ya terserah.
05:22Saya hanya melihatnya Iran bertahan, Amerika juga cukup rugi besar.
05:26Jadi, sebetulnya kalau makna atau tujuan saling klaim itu apa sih?
05:29Apakah memang ada yang ingin mereka tutup-tutupi dari masing-masing pihak?
05:32Atau seperti apa biasanya dalam perang?
05:34Ya, itu hanya pressure menunjukkan kepada dunia internasional bahwa satu sama lain itu lebih kuat.
05:40Walaupun secara data itu bukan rahasia lagi bahwa Iran jauh di bawah Amerika Serikat.
05:45Tapi, memang kelebihan Iran ini, Mas, memiliki strategi yang cukup baik dalam menghadapi serangan dari Israel dan Amerika Serikat.
05:53Kalau memang Apple to Apple, ya kita tidak bisa bandingkan.
05:56Satu negara adidaya, satu lagi adalah negara yang 70 tahun di embargo,
06:00dia tidak bisa expand ekonominya secara bebas, karena kena embargo tersebut.
06:06Jadi, mainnya Iran di strategi.
06:09Perkiraan Amerika kan untuk merubah rejim satu hari, satu kali 24 jam.
06:14Kenyataannya berapa lama?
06:16Sampai saat ini dan bahkan belum bisa menguasai ya.
06:20Ya, artinya Amerika dengan hari yang begitu panjang ini pun sudah dipermalukan Iran sebetulnya.
06:25Karena Iran mainnya di strategi, di kreativitas yang tinggi.
06:29Jadi, bagaimana dia bertahan dan bahkan bisa masuk, bisa menyerang balik ke titik-titik atau target-target penting yang dimiliki
06:35Amerika Serikat dan Israel.
06:36Ini luar biasa menurut saya.
06:38Mbak Tia, kalau dengan perjalanan perang yang hingga sejauh ini, nanti perang itu, perang akan berakhir itu apa biasanya?
06:45Momentumnya apa, Mbak Tia?
06:47Momentumnya Trump.
06:48Trump harus bilang dia stop.
06:50Karena tidak bisa kita meminta Cina, Rusia, apalagi Indonesia menjadi mediatur, tidak bisa.
06:57Itu hanya Trump yang bisa stop perang.
06:59Apa yang bisa stop Trump untuk menghentikan perang?
07:03Ada dua hal sebetulnya.
07:04Satu, persoalan politik di Amerika sendiri.
07:06Kalau dia terus di-pressure untuk berhenti melakukan perang.
07:10Dan itu ada kepentingan politik di dalamnya.
07:13Misalnya Republik terpojok begitu ya.
07:16Kemudian ada pemilihan parlemen di bulan November kalau tidak salah.
07:20Nah, bisa jadi itu perang sebelum November diakhiri.
07:22Jadi ada kepentingan politik, baru perang itu bisa diakhiri.
07:26Ada pressure lah dari Republik Amerika Serikat.
07:28Kalau Republik Amerika Serikat melihat bahwa Trump ini, polisinya tidak menguntungkan Republik Amerika Serikat,
07:34menggunakan banyak rakyat Amerika untuk perang, dan mereka tidak suka, ini akan mempengaruhi pengolahan suara Republik.
07:41Ini bisa menghentikan perang, Mas.
07:43Itu nomor satu.
07:43Nomor dua, ada tekanan juga dari Republik Internasional, atau dari negara-negara sekutu Amerika Serikat yang menerima efek ekonomi dari
07:52perang ini.
07:53Misal, Macron tiba-tiba telepon ke Iran karena memang hampus ditutup.
07:57Ini juga efek begitu ya.
07:59Ke Asia juga kena begitu ya.
08:00Ke kita juga kena.
08:02Nah, pressure-pressure itulah yang bisa menyebabkan Trump mengubah decision-nya atau keputusannya untuk menghentikan perang.
08:08Baik, terima kasih Mbak Tia Meriatul Kiptia, dosen hubungan internasional BINUS University, telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari
08:16ini.
Komentar

Dianjurkan