00:00Bagaimana memaknai pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Mokhtaba Hamedei yang akan balas dendam serangan AS dan Israel?
00:08Kita akan bahas bersama dengan pakar hubungan internasional, Tia Mariatul Kiptia, dosen hubungan internasional BINUS University.
00:16Selamat malam, Mbak Tia.
00:18Selamat malam, Mas.
00:20Mbak Tia, ini ancaman Mokhtaba ini mengarah ke sinyal aksi militer yang lebih besar atau bagaimana menurut Anda?
00:26Ini wajar yang dilakukan oleh Mokhtaba, karena memang saya melihat retaliation ini ada dua.
00:33Satu adalah karena memang simbol tertinggi dari Iran, yaitu Ayatol Ali Hamanai, itu sudah terbunuh.
00:42Yang kedua adalah jika Iran mundur, artinya ini menunjukkan kepada dunia, Iran tidak mampu menghalau Amerika Serikat dan Israel.
00:50Jadi dua dari motivasi ini yang menyebabkan Iran terus bertahan.
00:55Saya melihatnya ini lebih kepada pertahanan, begitu ya.
00:57Jadi bukan perlawanan yang seimbang, karena secara data militer juga antara Amerika Serikat dan Iran ini, Mas, sangat jauh.
01:04Kalau kita kalkulasikan, mungkin sekitar empat kali lipatnya lebih unggul Amerika Serikat.
01:08Bahkan Amerika Serikat ketika dihabisi di Timur Tengah saja, memiliki beberapa pangkalan militer lain, seperti di Korea Selatan dan di
01:15Jepang.
01:16Dan terupdate, ternyata instrumen perang Amerika Serikat yang di Korea Selatan itu juga sudah mulai diarahkan ke Timur Tengah.
01:24Artinya memang ketika Iran melakukan strategi untuk menghancurkan beberapa militer basenya Amerika Serikat di Gulf Countries, itu bukan menjadi akhir
01:33buat Amerika Serikat.
01:35Jadi Iran mempunyai strategi menghancurkan fasilitas Amerika Serikat di Timur Tengah.
01:39Kemudian Amerika juga ternyata memiliki strategi untuk kembali menaklukkan strateginya Iran, yaitu dengan mengambil beberapa instrumen perang Amerika, termasuk rudal
01:53-rudal, yang begitu banyak jumlahnya di Korea Selatan.
01:56Tentaranya juga kalau tidak salah itu sekitar 28 ribu ya, kalau kita lihat informasi di International News.
02:01Itu juga merupakan instrumen perang Amerika Serikat di kawasan Asia yang lebih memungkinkan untuk dikirim ke Timur Tengah.
02:09Jadi artinya bukan selesai di Gulf Countries itu ketika Iran menghabisi fasilitas Amerika, bukan berarti selesai.
02:18Nah ini yang dikhawatirkan justru ketika Amerika mengarahkan beberapa instrumen perangnya di Asia, justru akan membuat kericuhan baru di kawasan
02:29Asia.
02:29Jadi makin banyak yang terdampak, makin banyak yang terimbas.
02:33Betul, karena kan ini Korea Selatan juga adanya pangkalan militer Amerika Serikat dan ada instrumen perang, ada rudal, ada tentara
02:43dengan jumlah besar di Korea Selatan, itu cukup memprotek Korea Selatan dari Korea Utara.
02:47Jadi kalau ditarik bagaimana, kita tidak tahu kemampuan atau kekuatan militer Korea Selatan sejauh mana, apakah sudah cukup untuk menghalau,
02:58menghadapi Korea Utara atau tidak.
03:00Berarti ya, tapi ini yang menarik juga kita melakukan visual Presiden Pesekian, ini jalan-jalan memperingati hari Kuds, bertemu dengan
03:09warga tanpa pengawalan ketat.
03:12Nah, kalau Anda baca, ini ada simbol nggak yang ingin disampaikan oleh Iran? Bahwa Iran baik-baik saja.
03:17Ada ke arah seperti itu tidak?
03:19Tentu, tentu. Karena sebelumnya kan Wakil Menteri Pertahanan ya, menyebutkan bahwa pemimpin Iran dalam keadaan ketakutan, dalam keadaan stres, dan
03:31dia bersembunyi begitu.
03:33Dan dalam keadaan terluka. Yang dimaksudkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat itu adalah Ayatollah Mujtaba begitu.
03:41Dan juga pimpinan yang lain. Tiba-tiba ini muncul.
03:44P.J. Sekilan jalan-jalan di keramaian, bertemu dengan masyarakat, menyapa masyarakat tanpa pengawalan.
03:50Artinya ini simbol menunjukkan kepada dunia, I'm fine.
03:54Kita baik-baik saja. Iran baik-baik saja. Mana yang Anda sebut pimpinan itu bersembunyi?
03:58Tidak ada. Dan semuanya baik-baik saja. Ini yang ingin Iran tunjukkan kepada dunia internasional.
04:05Kalau begitu apa artinya kemenangan Amerika Serikat yang disampaikan oleh Trump?
04:11Ada serangan besar, kemenangan bagi Amerika Serikat hari ini?
04:15Ya, setiap perang pasti masing-masing mengklaim.
04:18Saya kan hanya menganalisis bahwa Iran bertahan, Amerika menyerang.
04:21Karena secara kekuatan militer kan berbeda.
04:23Tapi beda lagi, Iran melihat bahwa mereka menang.
04:26Amerika mengklaim bahwa sudah menang, Iran sudah hancur, fasilitasnya dan lain sebagainya.
04:31Tapi Iran juga mengklaim bahwa Amerika ternyata tidak ada apa-apanya.
04:36Buktinya berhasil fasilitas Amerika di kawasan Trump dihancurkan.
04:40Bahkan berhasil, rudal-rudalnya Iran yang tidak seberapa itu masuk ke Iron Dome-nya Israel.
04:47Kita lihat sendiri.
04:47Di berbagai internasional news itu rusak parah Tel Aviv dan juga beberapa area di Israel.
04:54Begitu. Jadi, klaim itu boleh saja, Mas.
04:57Jadi, saya sebagai orang atau sekolah atau akademisi yang memang fokus di politik ekonomi Timur Tengah,
05:04klaim boleh saja.
05:05Tapi kita harus melihat bahwa masing-masing sebetulnya mendapatkan kerugian yang cukup signifikan dari perang ini.
05:11Amerika juga tidak sedikit loh.
05:13Ruginya itu luar biasa.
05:14Kalau Trump mau bilang menang, ya terserah.
05:17Karena memang kan, klaim itu boleh saja.
05:19Iran mau bilang menang juga, ya terserah.
05:22Saya hanya melihatnya Iran bertahan, Amerika juga cukup rugi besar.
05:26Jadi, sebetulnya kalau makna atau tujuan saling klaim itu apa sih?
05:29Apakah memang ada yang ingin mereka tutup-tutupi dari masing-masing pihak?
05:32Atau seperti apa biasanya dalam perang?
05:34Ya, itu hanya pressure menunjukkan kepada dunia internasional bahwa satu sama lain itu lebih kuat.
05:40Walaupun secara data itu bukan rahasia lagi bahwa Iran jauh di bawah Amerika Serikat.
05:45Tapi, memang kelebihan Iran ini, Mas, memiliki strategi yang cukup baik dalam menghadapi serangan dari Israel dan Amerika Serikat.
05:53Kalau memang Apple to Apple, ya kita tidak bisa bandingkan.
05:56Satu negara adidaya, satu lagi adalah negara yang 70 tahun di embargo,
06:00dia tidak bisa expand ekonominya secara bebas, karena kena embargo tersebut.
06:06Jadi, mainnya Iran di strategi.
06:09Perkiraan Amerika kan untuk merubah rejim satu hari, satu kali 24 jam.
06:14Kenyataannya berapa lama?
06:16Sampai saat ini dan bahkan belum bisa menguasai ya.
06:20Ya, artinya Amerika dengan hari yang begitu panjang ini pun sudah dipermalukan Iran sebetulnya.
06:25Karena Iran mainnya di strategi, di kreativitas yang tinggi.
06:29Jadi, bagaimana dia bertahan dan bahkan bisa masuk, bisa menyerang balik ke titik-titik atau target-target penting yang dimiliki
06:35Amerika Serikat dan Israel.
06:36Ini luar biasa menurut saya.
06:38Mbak Tia, kalau dengan perjalanan perang yang hingga sejauh ini, nanti perang itu, perang akan berakhir itu apa biasanya?
06:45Momentumnya apa, Mbak Tia?
06:47Momentumnya Trump.
06:48Trump harus bilang dia stop.
06:50Karena tidak bisa kita meminta Cina, Rusia, apalagi Indonesia menjadi mediatur, tidak bisa.
06:57Itu hanya Trump yang bisa stop perang.
06:59Apa yang bisa stop Trump untuk menghentikan perang?
07:03Ada dua hal sebetulnya.
07:04Satu, persoalan politik di Amerika sendiri.
07:06Kalau dia terus di-pressure untuk berhenti melakukan perang.
07:10Dan itu ada kepentingan politik di dalamnya.
07:13Misalnya Republik terpojok begitu ya.
07:16Kemudian ada pemilihan parlemen di bulan November kalau tidak salah.
07:20Nah, bisa jadi itu perang sebelum November diakhiri.
07:22Jadi ada kepentingan politik, baru perang itu bisa diakhiri.
07:26Ada pressure lah dari Republik Amerika Serikat.
07:28Kalau Republik Amerika Serikat melihat bahwa Trump ini, polisinya tidak menguntungkan Republik Amerika Serikat,
07:34menggunakan banyak rakyat Amerika untuk perang, dan mereka tidak suka, ini akan mempengaruhi pengolahan suara Republik.
07:41Ini bisa menghentikan perang, Mas.
07:43Itu nomor satu.
07:43Nomor dua, ada tekanan juga dari Republik Internasional, atau dari negara-negara sekutu Amerika Serikat yang menerima efek ekonomi dari
07:52perang ini.
07:53Misal, Macron tiba-tiba telepon ke Iran karena memang hampus ditutup.
07:57Ini juga efek begitu ya.
07:59Ke Asia juga kena begitu ya.
08:00Ke kita juga kena.
08:02Nah, pressure-pressure itulah yang bisa menyebabkan Trump mengubah decision-nya atau keputusannya untuk menghentikan perang.
08:08Baik, terima kasih Mbak Tia Meriatul Kiptia, dosen hubungan internasional BINUS University, telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari
08:16ini.
Komentar