Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat menambah kekuatan di Timur Tengah dengan mengirimkan 2.500 marinir. Unit ini dikenal fleksibel dan mampu menjalankan berbagai jenis operasi militer, mulai dari evakuasi massal, operasi amfibi dari kapal ke darat, hingga serangan dan penggerebekan khusus.

Apakah artinya Amerika Serikat siap menggelar operasi darat di Iran? Apakah perang darat dapat membuat konflik ini berakhir dengan cepat?

KompasTV membahasnya bersama pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, serta pakar strategi dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara sekaligus alumni Air War College, Agung Sasongkojati.

Baca Juga Selat Hormuz Memanas! Iran Ancam Tembaki Kapal Tanker, AS Kerahkan Pengawalan? di https://www.kompas.tv/internasional/656905/selat-hormuz-memanas-iran-ancam-tembaki-kapal-tanker-as-kerahkan-pengawalan

#iran #amerika #perangiranisrael #timurtengah #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/656906/as-kirim-marinir-serang-iran-via-darat-ini-kata-pakar-hukum-internasional-pakar-strategi-pppau
Transkrip
00:00Amerika Serikat menambah kekuatan di Timur Tengah dengan mengirimkan 2.500 marinir ke Timur Tengah.
00:06Unit ini dikenal fleksibel dan mampu menjalankan berbagai jenis operasi militer,
00:10mulai dari evakuasi masal, operasi amfibi dari kapal ke darat, hingga serangan dan penggerbekan khusus.
00:17Apakah artinya Amerika Serikat siap menggelar operasi darat di Iran?
00:21Dan apakah perang darat bisa membuat konflik ini berakhir dengan cepat?
00:25Kami akan membahasnya bersama dengan Pak Rukum Internasional Universitas Indonesia,
00:30Bapak Hikmah Antojoana dan juga ada Pakar Strategi Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara,
00:36sekaligus alumni USR World College, Mars Matenipurna Wirawan Agung Sasongkojati yang sudah hadir di studio.
00:42Bapak-bapak selamat petang semua.
00:46Selamat petang.
00:47Baik, saya ingin ke Pak Agung terlebih dahulu.
00:49Pak Agung bahwa yang menarik pada akhirnya Amerika Serikat memperkuat barisan di Timur Tengah dengan mengirimkan 2.500 marinir.
00:57Apa maknanya Pak Agung?
00:58Itu adalah emergency power projection atau proyeksi kekuatan darurat.
01:03Kenapa?
01:04Karena kita tahu bahwa dua hari yang lalu, tanggal 13 pagi subuh dalam langkah serangan untuk menyerang sasaran di Iran,
01:11itu beberapa pesawat dari F-35 dan F-15E dari Amerika dan Israel sudah siap untuk air refueling di atas
01:19Al-Anhar, Irak.
01:21Tetapi ada masalah terjadi, yaitu pesawat tanker mereka, salah satu pesawat itu mengalami glitch,
01:27kemudian berbelok tiba-tiba menghantam pesawat yang lain sehingga pesawat yang dia jatuh dan meledak,
01:34kemudian yang pesawat lain itu terpotong vertical sublation sehingga harus mendarat darurat.
01:39Jadi ada dua pesawat tanker yang tidak bisa dioperasikan.
01:43Nah itu menyebabkan kacau balau itu semuanya.
01:46Akhirnya serangan pada pagi itu dibatalkan.
01:48Jadi sepanjang hari, tanggal 13, dan termasuk hari ini juga,
01:52tidak ada serangan jarak jauh dari Jordania atau dari Israel untuk menyerang.
01:55Karena pertama tidak ada tanker.
01:57Tapi ada yang lebih penting lagi, Pak, kemungkinan bahwa link 16,
02:01jaluran networking atau jaringan network antara darat laut udara Tiga Matra,
02:05multi-service network, ini mengalami kemungkinan disusupi oleh cyber dari Iran,
02:15sehingga terjadi hal seperti itu.
02:17Makanya tidak ada yang berani naik sampai link 16 ini dicek apakah kebetulan ada masalah itu.
02:21Nah, karena itu tidak ada serangan dan sekarang serangan hanya bisa jarak jauh.
02:26Tapi jarak jauh kan terbatas.
02:27Pembom B-2 atau B-21 atau B-52 terbatas.
02:31Dan jadi tidak bisa forward projection dari pesawat tempur ke Iran.
02:34Terputus. Jadi dua hari ini, hari kemarin, dan sekarang terputus.
02:38Nah, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana solusinya?
02:41Senkom hari ini minta sama Hekset, Menteri Perangnya Amerika itu,
02:46untuk mengizinkan mengirim. Kenapa?
02:48Karena kapal, ini Marine Expedition Unit, yang jadi dari tiga kapal pendarat marinir ini,
02:56itu punya kemampuan untuk menerbangkan pesawat F-35B, yaitu versi vertikal.
03:01Nah, dari situ, siapa tahu nanti lain kali ada masalah seperti ini,
03:04mereka masih sanggup memberikan dukungan tembakan,
03:07atau malah menembak sehingga tidak terputus pressure kepada Irannya.
03:11Jadi setiap hari biasa mengebom, menyerang, sekarang tiba-tiba sepi.
03:14Nah, ini kan, makanya mereka kirim, karena mereka sadar bahwa ternyata dengan semua pangkalan di Timur Tengah
03:19sudah tidak bisa digunakan, hanya bisa dari Jordania dan dari Israel,
03:23maka mereka perlu alternatif, yaitu ini.
03:25Loh, tapi ada pertanyaan, kemana ini armada Abraham Lincoln, itu mundur?
03:33Mundur.
03:34Dia mundur, sudah sekian lama di situ, mereka perlu mundur untuk isi bahan bakar,
03:38untuk pesawat, kemudian menambah lagi persenjataannya, dan itu tidak bisa mendekat,
03:45karena mereka harus jauh.
03:46Oke, baik.
03:46Dan itu yang terjadi sekarang, mereka perlu alternatif untuk pengerahan pesawat udara dari dekat,
03:53dan juga ada pasukan yang bisa digunakan untuk mendukung hal-hal seperti ada,
03:57dan juga bisa untuk melindungi pangkalan-pangkalan di Timur, apa, dari sebuah darat.
04:03Oke, baik. Saya ingin ke Pak Hikmanto Johana.
04:06Pak Hikmanto, bahwa kita tahu ada USS Tripoli yang kemudian didorong untuk mendekat ke Timur Tengah,
04:11termasuk juga pengiriman 2.500 marinir dari Amerika Serikat menuju Timur Tengah.
04:17Anda memaknainya, apakah Amerika Serikat ini sudah mulai memberikan sinyal-sinyal
04:22dalam tanda kutip ketakutan terkait dengan serangan masif Iran?
04:26Ya, yang pasti adalah pasukan darat ini memang dibutuhkan untuk bisa memenangkan perang,
04:34meskipun pertanyaannya adalah menang menurut versi Amerika Serikat apa?
04:39Apakah memastikan bahwa pengembangan senjata nuklir dan pengembangan uranium ini,
04:48tempat atau lokasinya itu betul-betul dikuasai oleh Amerika Serikat melalui pasukan daratnya?
04:55Atau dalam konteks memastikan agar pemimpin-pemimpin yang selama ini dianggap menggerakkan pasukan Iran itu
05:06bisa ditangkap, kemudian proses berikutnya mungkin ditawan begitu ya?
05:12Atau yang ketiga adalah pasukan ini harus melakukan penangkapan dan kemudian juga melakukan serangan
05:22terhadap mereka-mereka yang mengendalikan drone-drone.
05:28Nah, kita tidak tahu ini persisnya apa, tetapi kita tahu bahwa memang Amerika Serikat sudah ditanya
05:35kapan akan mengirim pasukan darat.
05:39Karena kalau misalnya serangan udara, itu memang bisa melemahkan kemampuan militer,
05:45tetapi ada kemampuan militer dari Iran, tetapi menjadi pertanyaan adalah
05:51apakah memang benar-benar bisa menguasai theater of war di darat?
05:56Nah, ini yang mungkin Amerika Serikat sudah mulai, tetapi ini juga mereka mendapat juga
06:03semacam keberatan dari publik dari Amerika Serikat, karena mereka tidak mau
06:08prajurit-prajuritnya tewas untuk tujuan yang tidak jelas.
06:13Ini yang seringkali di media di Amerika yang saya lihat seperti itu.
06:19Baik, tentu pertanyaannya ketika Amerika Serikat telah mendekatkan atau menambah USS Tripoli
06:25termasuk juga mengirimkan 2.500 marinir ke timur tengah, kemana arah perang ini akan bermuara?
06:31Betulkah perang darat akan pecah?
06:33Kita akan bahas selengkapnya bersama dengan Pak Agung dan Pak Hikmanto.
06:36Setelah jeda, tetaplah bersama kami di Kompas Petang.
06:48Saya masih bersama dengan Pakar Hukum Internasional UI, Bapak Hikmanto Juwana
06:51dan juga Pakar Strategi Pusat Pengkajian dan Peterapan Angkatan Udara
06:55sekaligus alumni USR World College, Mars Maten, Ibu Nawirawan, Agung Sasong Kojati.
07:00Saya ingin ke Pak Agung-Pak Agung bahwa kita melihat Amerika Serikat sudah mengirimkan pasukan tambahan.
07:05Dan ini muaranya akan kemana? Apakah betul perang di darat ini akan pecah di Timur Tengah?
07:10Menurut saya jauh ya. Kalau untuk perang darat itu Amerika harus mengerahkan setengah juta orang kira-kira untuk.
07:17Setengah juta orang?
07:17Ya, dan pasukannya daratnya Amerika jumlahnya segitu juga sekarang.
07:20Oke.
07:21Di tahun marinir sekitar 100 ribu, ya tetap tidak cukup.
07:24Namun saya percaya bahwa ini terkait dengan ucapan Donald Trump yang mengatakan bahwa
07:30akan membuat sesuatu dengan pulau karg.
07:32Pulau karg itu adalah pulau tempat penyaluran bahan bakar minyak yang setiap hari sanggup menyambutkan 7 juta barel.
07:40Dan Amerika pun tidak mau menghancurkan ini.
07:43Karena apa? Kalau dihancurkan nanti malah harga minyak naik rugi semua.
07:46Dan Iran pun juga tidak.
07:47Nah, kemungkinan dia akan mengancam merebut itu.
07:50Mendatangkan tim ini ada dua fungsi.
07:52Satu untuk mengancam.
07:54Bahwa saya akan merebut itu.
07:55Ya, tentu tidak mudah merebutnya.
07:57Dan juga menyiapkan pasukan marinir yang di mana, yang pasukan yang di mana, di Timur Tengah Sekalang sudah berantakan semua.
08:04Ada minimal, ada pasukan segar ya.
08:06Dilepas pantai, ya bisa siap dikirim menggunakan helikopter atau pesawat short take-off landing spray ya.
08:13Untuk mendalak di sana, untuk merebut pulau, ataupun apapun misinya.
08:16Tapi yang penting lagi adalah pesawatnya.
08:18Karena USS Tripoli ini sanggup untuk menerbangkan F-35B.
08:22Oke.
08:23Itu pesawat F-35, tapi dia bisa take off vertical.
08:26Dan ini bisa mensupray.
08:27Kalaupun ada gerakan darat untuk mempunyai ke arah pantai, untuk mengambil tumpuan pantai, atau merebut sesuatu, atau menghancurkan sesuatu.
08:35Itu bisa disupport dari atas.
08:37Artinya yang masih akan terjadi adalah serangan ataupun perang melalui jalur udara?
08:41Tetap, USS Tripoli itu akan memiliki air superiority lokal untuk apa?
08:45Men-support pasukannya ini kalau dia harus menyerang sesuatu.
08:48Misalnya pulau Kark ya, pulau tadi.
08:50Pulau yang tadi itu yang dari atas dia bisa melindungi.
08:53Nah, karena apa?
08:54Karena sekarang tidak mungkin mengandarkan pesawat tempur dari negara Arab, karena jelas nggak mau.
08:58Dan pesawat tempur yang lain terbangnya dari Jordania dan dari Israel yang 1.500 km.
09:03Oke.
09:04Yang harus menggunakan tanker, dan tankernya bermasalah.
09:07Nah, bermasalahnya mungkin karena trouble biasa, atau mungkin juga karena gangguan pada link 16 yang berhasil disusupi oleh cybernya Iran.
09:15Oke.
09:16Ini adalah alternatif untuk memberikan opsi untuk melakukan sesuatu di daerah sekitar Selat Hormus ya.
09:26Yang mana dengan adanya kapal Indo-Marin ini, kapal Indo-Helikopter dan Kalimut F-35 ini,
09:33bisa menggantikan fungsi gugus tugas kapal Indo-Joswan Abraham Lincoln yang setelah menjauh,
09:40karena sedang, apa, sudah mungkin perbaikan logistik, dan dia bisa memberikan ada air power yang siap di dekat sini.
09:46Oke.
09:47Minimal jaraknya tidak 1.500 km dari situ, dari Israel dan dari Jordania.
09:52Tapi kira-kira ya hanya 700 di luar batas tembakan daripada rudal jelajah atau rudal anti kapalnya Iran.
09:59Oke baik, saya ingin ke Pak Iqmanto, bahwa selain soal militer yang kemudian dikirimkan oleh Amerika Serikat,
10:05kita tahu juga bahwa Iran telah mengerbek ya, salah satu ataupun beberapa mata-mata yang kemudian diduga
10:11terafiliasi Amerika Serikat dan juga Israel.
10:14Menurut Anda Pak Iqmanto, seberapa masif sebenarnya pergerakan intelijen dari Amerika Serikat dan Israel
10:19ini di Timur Tengah, khususnya di Iran?
10:22Ya, sebenarnya sangat masif ya.
10:24Dan bahkan ini mungkin sudah dilakukan oleh pihak Israel dan Amerika Serikat untuk menyebar intelijen mereka sebelum perang ini.
10:37Mungkin pada saat adanya protes-protes dari rakyat Iran ke pemerintahannya.
10:44Jadi tujuannya satu, bagaimana merubah rakyat Iran yang tadinya mendukung mungkin pemerintahannya
10:54untuk kemudian secara masif melakukan perlawanan dan kemudian juga garda revolusi dicoba untuk dipengaruhi
11:05agar mereka mau membelot dan tentunya juga memastikan titik-titik yang patut untuk dilakukan serangan oleh pihak Amerika maupun Israel.
11:19Nah, kehadiran dari Marinir yang 2.500 ini, ini sekali lagi kita masih belum jelas betul apakah memang masuk ke
11:29Iran
11:29atau mereka akan beroperasi untuk memastikan pembukaan Selat Hormuz
11:36artinya akan ada perlawanan katakanlah di kapal-kapal yang digunakan oleh Iran
11:45dalam menyerang kapal-kapal yang akan berlalu-lalu di Selat Hormuz.
11:52Mungkin juga bahwa mereka Marinir ini akan menjaga keamanan dari pendutaan besar Amerika
11:58di negara-negara teluk. Kita tidak tahu. Nah, ini yang sekali lagi kita masih belum jelas
12:05tapi kalau misalnya memang masuk ke Iran, itu yang Menteri Luar Negeri Iran sudah mengatakan
12:11kita akan sambut. Kita akan sambut pasukan Amerika Serikat kalau misalnya mereka masuk Iran.
12:17Nah, sekali lagi kalau misalnya pasukan darat yang masuk ini tentu bagi pasukan Amerika ini menjadi tantangan
12:25karena belum tentu mereka tahu apa kondisi lapangan di Iran itu seperti apa
12:31apalagi mereka ini kan dari Okinawa gitu ya. Apakah mereka sudah melakukan simulasi dan lain sebagainya
12:37dan apa yang menjadi tujuan dari keberadaan mereka di Iran kalau misalnya memang ke Iran
12:44itu yang kita belum tahu secara jelas seperti itu.
12:48Oke. Saya ingin ke Pak Agung bahwa tadi sudah dibahas soal pergerakan ataupun operasi intelijen yang kemudian
12:54dimiliki oleh kedua negara. Sebenarnya untuk Iran maupun Amerika Serikat dan Israel, ini operasi intelijen ini
13:00seberapa kuat Pak Agung?
13:01Oh, sangat kuat. Amerika menggunakan intelijennya tidak hanya intelijen manusia, human, tapi juga intelijen
13:07menggunakan satelit, menggunakan intelijen cyber dan juga seperti halnya dengan Israel.
13:12Cuma kita ketahui bahwa ada masalah dengan Israel karena unit 8200-nya pada hari kedua
13:17sudah dihancurkan oleh Iran sehingga mereka terpaksa harus ke tempat yang lain dan tentu itu mengacaukan
13:22karena banyak tenaga ahli cyber yang itu bermasalah dan mereka mengandalkan human, human intelijen
13:29dan itu kayaknya sudah dibongkarin karena memang kesulitan tanpa jaringan cyber ataupun komunikasi internet yang baik
13:36mereka sangat mudah ditangkep.
13:37Iran sendiri sangat banyak supportnya ya karena dia punya proksi.
13:41Proksi-proksinya ini berfungsi sebagai jaringan mata-mata dan juga menyebar di negara-negara Teluk.
13:48Karena kita tahu di negara Teluk juga sebagian besar ada warga siahnya dan banyak yang support pada Iran
13:54khususnya karena terkait dengan Palestina. Jadi banyak yang saya dapat informasi bahwa banyak yang memang
14:00sukarelawan untuk membantu Iran menjadi apa, membantu untuk mendapatkan data baik di internet
14:07ataupun data atau menggunakan operasi-operasi klandestin dan operasi lainnya untuk menolong.
14:13Dan mungkin banyak dari negara Arab juga yang, dari Pakistan lain-lain yang sukarela membantu Iran untuk melaksanakan hal ini.
14:22Mereka sangat kuat. Terbukti berhasil membongkar jaringan mata-mata yang dari Mossad ini.
14:27Oke, artinya mungkin ada bantuan dari negara lain seperti katakanlah Rusia yang disebut juga sebelumnya
14:31memberi bantuan intelijen kepada Iran.
14:33Jelas dari awalnya tahun lalu, dari awal tahun sejak mulai demonstrasi itu,
14:38Rusia sudah dengan memberikan bantuan untuk menjem startling, kemudian juga memutus jaringan uplink
14:46dari bawah ke atas startling, dan China memberikan bantuan signal intelijen yang bisa membuat
14:53bisa menangkap orang-orang yang menggunakan ini dengan sistem sehingga mereka bisa ditangkap
15:00dan semuanya ketangkap itu. Jadi jelas.
15:03Dan sampai sekarang jelas ketepatan daripada rudal dan dronenya Iran itu jelas bantuan dari Rusia itu developingnya.
15:12Tapi juga untuk arah terbang yang menggunakan satelit Beidu daripada China
15:17yang tidak hanya berfungsi sebagai penuju arah, tapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi, telemetri.
15:23Jadi bisa presisi sekali, bisa diarahkan dari atas dan bisa tetap dikontrol itu.
15:27Sampai meskipun balistik bisa dikontrol. Kita tahu kan dia punya kemampuan untuk merubah manuver.
15:33Baik, oke. Tentu kita akan tunggu seperti apa dinamika yang kemudian terjadi di Timur Tengah.
15:38Dan tentu kita berharap bahwa eskalasi perang ini akan berkurang ya Pak ya, agar tercipta perdamaian dunia.
15:44Terima kasih Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia Bapak Hikmanto Juwana
15:48dan juga Pakar Strategi Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara
15:51sekaligus alumni US Air World College Marsma TNI Purnawirawan Agung Sasongko Jati
15:56telah bergabung di Kompas Petang.
Komentar

Dianjurkan