00:00Minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowiobo.
00:05Sekarang ini bulan suci Ramadan, bulan baik, dan sebentar lagi malam lain atur berkah.
00:10Dan kita doakan moga-moga Bapak Resul mendapatkan walaupun berkah.
00:30Pendegasan kembali berarti didatangan ke sini untuk minta maaf ke Pak Jokowi atau setidak?
00:33Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik.
00:38Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowiobo.
00:41Itulah pertanggung jawaban seorang peneliti yang harus independen,
00:44yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka.
00:50Meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggung jawaban secara ilmiah seperti saya,
00:54menyajikan buku Jokowi Swart Paper.
00:56yang saya tantang secara terbuka untuk dikoreksi dan dibentuk dalam buku juga.
01:02Karena hal itu tidak dilakukan oleh orang lain,
01:05dan sekebetulan saya melanjutkan perjalanan saya,
01:08maka saya bertanggung jawab untuk menuliskan itu kembali.
01:11Itu.
01:37Mari kita ikuti, kita nikmati percaturan atau permainan kartu yang dimainkan oleh si Jack.
01:47Apa itu si Jack?
01:49Nah ini, Jack.
01:52Ini si Jack.
01:53Ada Jacknya.
01:54Ada Jacknya.
01:56Ini Jack lo ya.
01:57Jack apa Jack Sekop?
01:59Bukan Joker atau apa.
02:00Ini Jack.
02:01Jack.
02:01Dan Jack inilah yang termasuk salah satu yang diketemukan pada stasi Bank CLS.
02:06Dan itu di Desa Ketoyang.
02:08Ada penelitiannya Bang Resmon juga, Bang Michael, Pak Janes juga.
02:13Ada di sana.
02:15Jadi ya itulah.
02:17Kenapa itu tiba-tiba bisa berubah dalam demo gitu.
02:20Mungkin hanya satu-dua hari aja.
02:21Tapi sekali lagi, berikan hidayah.
02:23Kita memohon kepada Allah SWT, semoga sahabatku Resmon, berikan hidayah.
02:28Sekian, terima kasih.
02:30Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:35Kami peneliti itu menghilangkan sikap-sikap emosional, sikap-sikap tercewa, sikap-sikap non-ilmiat.
02:41Ilmiat itu adanya dia atau tidak.
02:43Jadi saya hanya mengatakan, kami tetap terus.
02:46Kalau ada sahabat yang kemudian mungkin dia merasa kurang nyaman, silakan saja mungkin penelitiannya mau dihilangin.
02:51Yang bersangkutan mengatakan penelitiannya berkembang terus.
02:56Ya siapa tahu kemarin terus nggak menemukan, terus bisa menemukan lagi.
03:00Itu kan bisa.
03:02Iya kan, nggak apa-apa.
03:03Biasanya.
03:03Mas, masalahnya kira-kira.
03:05Mas, mas.
03:05Yang-masing nggak akan mundur.
03:06Oh iya.
03:07Itu berarti nggak akan ada energi dan bahkan sebuah.
03:09Ya, itu saya terus terang harus minta advice dari para kuasa hukum.
03:14Tapi kalau dalam mainkan tujuh kadang-kadang keluar jep.
03:17Kadang-kadang kalah dengan kuit, kalah dengan kring.
03:20Tapi yang paling menang as.
03:21Nah, itu ya.
03:23Artu as-nya masih disembunyikan.
03:24Artu as-nya masih digunyikan.
03:25Artu jokernya masih digunyikan.
03:27Artu as paru ya, mas.
03:29Oh iya, ada dong.
03:31Ada dong.
03:31Kita, kita pasti punya dong.
03:33Tapi itu bisa aja, semua tanggal lainnya.
03:35Itu ya.
03:36Mas Roy.
03:38Saya ikuti apa saran terbaik dari kuasa hukum kami.
03:42Mas Roy.
03:43Yes.
03:43Berarti untuk, apa namanya, buku atau mungkin yang dibukin bertiga ini.
03:50Nantinya akan berakhir atau bagaimana?
03:52Oh enggak.
03:52Bukunya akan tetap ada.
03:54Joko Wettemper tetap akan ada.
03:57Dan tetap bisa digunyikan di mana-mana.
03:58Tapi kalau bukunya yang...
04:01Gibran Endgame.
04:02Oh, Rizmo Endgame.
04:04Kalau saya enggak tahu.
04:05Gibran Endgame.
04:06Ya, itu kan terserah Bang Rizmo.
04:07Tapi buku saya kan segera terbit.
04:09Kapan?
04:10Nah, itu.
04:11Setelah lu tanya.
04:12Ya.
04:12Namanya Gibran Black Chapter.
04:14Bukunya Dukert Tifa kan segera terbit kemarin.
04:17Ya, nanti.
04:18Mungkin terakhir komunikasi dengan Mas Rizmo sendiri kapan dari?
04:21Saya terakhir berkomunikasi.
04:22Terus terakhir komunikasi ketemu langsung ya tanggal 26 Februari kemarin itu.
04:26Dan itu sikapnya masih sama.
04:28Dari yang berubah.
04:28Saya WA juga masih kira-kira 3 hari, 4 hari, tidak ada perubahan di sini.
04:34Jadi, saya khusus nungguan saja.
04:36Memperaduga baik saja.
04:38Dan sekali lagi, saya mendoakan saja.
04:40Karena ini bulan suci Ramadan, bulan baik.
04:41Dan sebentar lagi, malam-malam terbuka.
04:44Dan kita doakan, moga-moga Bang Rizmo mendapatkan walaupun terbuka.
04:48Apakah ini ada nantinya?
04:50Di belakangnya mungkin ada paksaan atau mungkin?
04:53Ah, enggak tahu.
04:53Silahkan.
04:54Kalau itu silahkan.
04:55Saya tidak boleh menduga.
04:56Tidak boleh mengira-ira apa yang terjadi pada hari ini.
05:00Saya memperadukan yang terbaik saja.
05:02Gitu ya.
05:02Hari ini, Saudara Rizmo Nsenipar mengubah kesimpulan penelitiannya yang semula mengatakan
05:16ijaja Bapak Presiden ketujuh Joko Widodo adalah palsu, 11 ribu triliun menjadi asli.
05:25Dan ini berdasarkan penelitian ulangnya terhadap sampel penelitian yang dikatakannya sudah dilihatnya pada saat proses RG di polda.
05:41Dan kesimpulan baru ini juga tidak selang beberapa hari yang lalu ya, boleh dibilang beberapa hari yang lalu sejak kesaksiannya
05:52di sidang CLS yang masih bersekuku bahwa itu adalah palsu.
05:59Tentunya saya sangat menghargai pendapat beliau, namun perlu saya ingatkan bahwa dalam sebuah metodologi penelitian ilmiah, kesimpulan itu tidak boleh
06:12dipengaruhi oleh emosional.
06:14Itu harus berbasis fakta, berdasarkan data-data analisis sampel yang benar-benar teruji, bukan hanya terverifikasi.
06:25Nah, dalam hal ini, menurut saya jika berbicara ijaja Bapak Presiden Jokowi ketujuh, maka kita tidak bisa menyatakan asli atau
06:41tidak sama seperti ijaja-ijaja kita pada umumnya, bukan pejabat publik.
06:46Di mana ijaja beliau itu terikat secara kebijakan publik pada peraturan, pada undang-undang karsipan, di mana sudah diatur di
06:59peraturan kepala Andri nomor 1 tahun 2023.
07:03Mestinya ijaja beliau itu, asli atau tidaknya yang memutuskan adalah Andri atau lembaga karsipan daerah, yaitu Provinsi DKI Jakarta dan
07:13Kota Surakarta.
07:14Bukan personal, seperti saya atau Bang Rismon.
07:21Nah, jadi di sini perlu saya tegaskan bahwa, sekali lagi, yang berhak menyatakan asli atau tidak, autentik atau tidak, ijaja
07:35mantan presiden, bukanlah saya, bukan lembaga lain,
07:41kecuali lembaga karsipan.
07:44Mungkin di proses hukum lain, silahkan, di misalnya kehakiman dan serangkat pembuktian.
07:49Tapi, kita sudah ada peraturan yang dibuat oleh para regulator kita dan kita harus mematuhi itu.
07:57Nah, terkait hal ini, terkait dengan dinamika ini, saya juga sudah berdiskusi dengan beberapa teman,
08:04Bang, termasuk Mas Roy dan Sentana.
08:07Namun, kembali saya tegaskan bahwa saya di sini tetap independen,
08:12sebagai peneliti berbasis kebijakan publik,
08:17dan akan selalu menjaga itu.
08:20Terima kasih.
08:44Terima kasih.
08:54Wartawan memang butuh kalimat sederhana.
08:57Iya, asli.
08:59Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang,
09:05truth hurts, kebenaran itu benar, menyakitkan.
09:09Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan,
09:12kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur.
09:15Dan jujur.
09:15Coba membusuk, membusuk pikiran kita, hati kita.
09:21Tiga bulan ini, dua-tiga bulan ini saya kaji, lebih lanjut, lebih sesama.
09:26Dan setelah saya tamukan sekitar dua minggu ini, final.
09:33Maka saya memutuskan,
09:37saya harus mengungkapkan ke publik.
09:40Mengungkapkan ke publik secara terbuka dan gentleman.
09:47Daripada saya disorak-sorai,
09:51seolah-olah jadi pahlawan,
09:54pahlawan kebenaran, pahlawan ini itu,
09:56tetapi menyembunyikan kebenaran itu.
10:00Karena sudah saya uji dengan tiga variabel,
10:04yaitu dua variabel geometri.
10:07Translasi, rotasi, dan
10:12pencahayaan.
10:15Itu semua mengkoreksi apa temuan saya.
10:19Kalau dikatakan Rizmon,
10:22bla bla bla, pengecilahkan,
10:25bantah itu dalam tulisan juga.
10:28Saya tidak maulah,
10:30saya hormati teman-teman Pak Roy dan Bu Tifa
10:34sebagai sahabat, sebagai keluarga.
10:36Tetapi marilah kita berdiskursus,
10:39beropini,
10:41tidak ad hominem.
10:43Mari kita cerdaskan republik ini.
10:46Bantah temuan saya.
10:49Dengan cara berhadap, beretika.
10:55Karena saya khawatir,
10:59kalau hal itu tidak dilakukan,
11:02maka semakin mengkonfirmasi apa yang saya tulis.
11:06Dan itu pasti saya tuliskan.
11:07Saya selalu menuntaskan pekerjaan yang saya mulai.
11:14Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
11:19Satu langkah lebih dekat,
11:21satu langkah lebih terpercaya.
11:23Saksikan Sapa Indonesia Malam
11:25di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar