Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Permintaan maaf Tersangka kasus ijazah Jokowi Rismon Sianipar kepada Jokowi dan publik jadi sorotan publik.

Tak terkecuali Tifauzia Tyassuma mengomentari sikap Rismon tersebut di media sosialnya.

Dokter Tifa pun menuliskan pesan khusus untuk Rismon, yang pernah berjuang bersama terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi.

"Rismon, bagaimanapun kita sudah pernah berjuang sama-sama buat memutihkan hitamnya sejarah bangsa ini," tulisnya.

Tifa pun mengenang momen tanggal 15 April 2025 di ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM, kala mereka pertama kali bertemu.

Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo merespons Rismon Sianipar yang mengajukan permohonan restorative justice kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Hal ini disampaikan Roy Suryo saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Kamis (12/3/2026).

Roy menghormati keputusan Rismon Sianipar.

Sementara itu Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menanggapi perubahan kesimpulan penelitian yang disampaikan Rismon Sianipar terkait polemik ijazah Joko Widodo.

Bonatua mengatakan, perubahan kesimpulan yang dilakukan Rismon merupakan bagian dari dinamika penelitian yang perlu dihargai.

Namun ia mengingatkan bahwa dalam metodologi penelitian, kesimpulan harus didasarkan pada data dan analisis yang teruji, bukan dipengaruhi oleh faktor emosional.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Vila Randita

Baca Juga [Full] Trump Klaim Operasi Militer di Iran Berjalan Baik, AS Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/656858/full-trump-klaim-operasi-militer-di-iran-berjalan-baik-as-siap-kawal-kapal-tanker-di-selat-hormuz



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/656871/deretan-komentar-dokter-tifa-roy-suryo-bonatua-respons-sikap-rismon-di-kasus-ijazah-jokowi
Transkrip
00:00Minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowiobo.
00:05Sekarang ini bulan suci Ramadan, bulan baik, dan sebentar lagi malam lain atur berkah.
00:10Dan kita doakan moga-moga Bapak Resul mendapatkan walaupun berkah.
00:30Pendegasan kembali berarti didatangan ke sini untuk minta maaf ke Pak Jokowi atau setidak?
00:33Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik.
00:38Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowiobo.
00:41Itulah pertanggung jawaban seorang peneliti yang harus independen,
00:44yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka.
00:50Meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggung jawaban secara ilmiah seperti saya,
00:54menyajikan buku Jokowi Swart Paper.
00:56yang saya tantang secara terbuka untuk dikoreksi dan dibentuk dalam buku juga.
01:02Karena hal itu tidak dilakukan oleh orang lain,
01:05dan sekebetulan saya melanjutkan perjalanan saya,
01:08maka saya bertanggung jawab untuk menuliskan itu kembali.
01:11Itu.
01:37Mari kita ikuti, kita nikmati percaturan atau permainan kartu yang dimainkan oleh si Jack.
01:47Apa itu si Jack?
01:49Nah ini, Jack.
01:52Ini si Jack.
01:53Ada Jacknya.
01:54Ada Jacknya.
01:56Ini Jack lo ya.
01:57Jack apa Jack Sekop?
01:59Bukan Joker atau apa.
02:00Ini Jack.
02:01Jack.
02:01Dan Jack inilah yang termasuk salah satu yang diketemukan pada stasi Bank CLS.
02:06Dan itu di Desa Ketoyang.
02:08Ada penelitiannya Bang Resmon juga, Bang Michael, Pak Janes juga.
02:13Ada di sana.
02:15Jadi ya itulah.
02:17Kenapa itu tiba-tiba bisa berubah dalam demo gitu.
02:20Mungkin hanya satu-dua hari aja.
02:21Tapi sekali lagi, berikan hidayah.
02:23Kita memohon kepada Allah SWT, semoga sahabatku Resmon, berikan hidayah.
02:28Sekian, terima kasih.
02:30Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:35Kami peneliti itu menghilangkan sikap-sikap emosional, sikap-sikap tercewa, sikap-sikap non-ilmiat.
02:41Ilmiat itu adanya dia atau tidak.
02:43Jadi saya hanya mengatakan, kami tetap terus.
02:46Kalau ada sahabat yang kemudian mungkin dia merasa kurang nyaman, silakan saja mungkin penelitiannya mau dihilangin.
02:51Yang bersangkutan mengatakan penelitiannya berkembang terus.
02:56Ya siapa tahu kemarin terus nggak menemukan, terus bisa menemukan lagi.
03:00Itu kan bisa.
03:02Iya kan, nggak apa-apa.
03:03Biasanya.
03:03Mas, masalahnya kira-kira.
03:05Mas, mas.
03:05Yang-masing nggak akan mundur.
03:06Oh iya.
03:07Itu berarti nggak akan ada energi dan bahkan sebuah.
03:09Ya, itu saya terus terang harus minta advice dari para kuasa hukum.
03:14Tapi kalau dalam mainkan tujuh kadang-kadang keluar jep.
03:17Kadang-kadang kalah dengan kuit, kalah dengan kring.
03:20Tapi yang paling menang as.
03:21Nah, itu ya.
03:23Artu as-nya masih disembunyikan.
03:24Artu as-nya masih digunyikan.
03:25Artu jokernya masih digunyikan.
03:27Artu as paru ya, mas.
03:29Oh iya, ada dong.
03:31Ada dong.
03:31Kita, kita pasti punya dong.
03:33Tapi itu bisa aja, semua tanggal lainnya.
03:35Itu ya.
03:36Mas Roy.
03:38Saya ikuti apa saran terbaik dari kuasa hukum kami.
03:42Mas Roy.
03:43Yes.
03:43Berarti untuk, apa namanya, buku atau mungkin yang dibukin bertiga ini.
03:50Nantinya akan berakhir atau bagaimana?
03:52Oh enggak.
03:52Bukunya akan tetap ada.
03:54Joko Wettemper tetap akan ada.
03:57Dan tetap bisa digunyikan di mana-mana.
03:58Tapi kalau bukunya yang...
04:01Gibran Endgame.
04:02Oh, Rizmo Endgame.
04:04Kalau saya enggak tahu.
04:05Gibran Endgame.
04:06Ya, itu kan terserah Bang Rizmo.
04:07Tapi buku saya kan segera terbit.
04:09Kapan?
04:10Nah, itu.
04:11Setelah lu tanya.
04:12Ya.
04:12Namanya Gibran Black Chapter.
04:14Bukunya Dukert Tifa kan segera terbit kemarin.
04:17Ya, nanti.
04:18Mungkin terakhir komunikasi dengan Mas Rizmo sendiri kapan dari?
04:21Saya terakhir berkomunikasi.
04:22Terus terakhir komunikasi ketemu langsung ya tanggal 26 Februari kemarin itu.
04:26Dan itu sikapnya masih sama.
04:28Dari yang berubah.
04:28Saya WA juga masih kira-kira 3 hari, 4 hari, tidak ada perubahan di sini.
04:34Jadi, saya khusus nungguan saja.
04:36Memperaduga baik saja.
04:38Dan sekali lagi, saya mendoakan saja.
04:40Karena ini bulan suci Ramadan, bulan baik.
04:41Dan sebentar lagi, malam-malam terbuka.
04:44Dan kita doakan, moga-moga Bang Rizmo mendapatkan walaupun terbuka.
04:48Apakah ini ada nantinya?
04:50Di belakangnya mungkin ada paksaan atau mungkin?
04:53Ah, enggak tahu.
04:53Silahkan.
04:54Kalau itu silahkan.
04:55Saya tidak boleh menduga.
04:56Tidak boleh mengira-ira apa yang terjadi pada hari ini.
05:00Saya memperadukan yang terbaik saja.
05:02Gitu ya.
05:02Hari ini, Saudara Rizmo Nsenipar mengubah kesimpulan penelitiannya yang semula mengatakan
05:16ijaja Bapak Presiden ketujuh Joko Widodo adalah palsu, 11 ribu triliun menjadi asli.
05:25Dan ini berdasarkan penelitian ulangnya terhadap sampel penelitian yang dikatakannya sudah dilihatnya pada saat proses RG di polda.
05:41Dan kesimpulan baru ini juga tidak selang beberapa hari yang lalu ya, boleh dibilang beberapa hari yang lalu sejak kesaksiannya
05:52di sidang CLS yang masih bersekuku bahwa itu adalah palsu.
05:59Tentunya saya sangat menghargai pendapat beliau, namun perlu saya ingatkan bahwa dalam sebuah metodologi penelitian ilmiah, kesimpulan itu tidak boleh
06:12dipengaruhi oleh emosional.
06:14Itu harus berbasis fakta, berdasarkan data-data analisis sampel yang benar-benar teruji, bukan hanya terverifikasi.
06:25Nah, dalam hal ini, menurut saya jika berbicara ijaja Bapak Presiden Jokowi ketujuh, maka kita tidak bisa menyatakan asli atau
06:41tidak sama seperti ijaja-ijaja kita pada umumnya, bukan pejabat publik.
06:46Di mana ijaja beliau itu terikat secara kebijakan publik pada peraturan, pada undang-undang karsipan, di mana sudah diatur di
06:59peraturan kepala Andri nomor 1 tahun 2023.
07:03Mestinya ijaja beliau itu, asli atau tidaknya yang memutuskan adalah Andri atau lembaga karsipan daerah, yaitu Provinsi DKI Jakarta dan
07:13Kota Surakarta.
07:14Bukan personal, seperti saya atau Bang Rismon.
07:21Nah, jadi di sini perlu saya tegaskan bahwa, sekali lagi, yang berhak menyatakan asli atau tidak, autentik atau tidak, ijaja
07:35mantan presiden, bukanlah saya, bukan lembaga lain,
07:41kecuali lembaga karsipan.
07:44Mungkin di proses hukum lain, silahkan, di misalnya kehakiman dan serangkat pembuktian.
07:49Tapi, kita sudah ada peraturan yang dibuat oleh para regulator kita dan kita harus mematuhi itu.
07:57Nah, terkait hal ini, terkait dengan dinamika ini, saya juga sudah berdiskusi dengan beberapa teman,
08:04Bang, termasuk Mas Roy dan Sentana.
08:07Namun, kembali saya tegaskan bahwa saya di sini tetap independen,
08:12sebagai peneliti berbasis kebijakan publik,
08:17dan akan selalu menjaga itu.
08:20Terima kasih.
08:44Terima kasih.
08:54Wartawan memang butuh kalimat sederhana.
08:57Iya, asli.
08:59Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang,
09:05truth hurts, kebenaran itu benar, menyakitkan.
09:09Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan,
09:12kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur.
09:15Dan jujur.
09:15Coba membusuk, membusuk pikiran kita, hati kita.
09:21Tiga bulan ini, dua-tiga bulan ini saya kaji, lebih lanjut, lebih sesama.
09:26Dan setelah saya tamukan sekitar dua minggu ini, final.
09:33Maka saya memutuskan,
09:37saya harus mengungkapkan ke publik.
09:40Mengungkapkan ke publik secara terbuka dan gentleman.
09:47Daripada saya disorak-sorai,
09:51seolah-olah jadi pahlawan,
09:54pahlawan kebenaran, pahlawan ini itu,
09:56tetapi menyembunyikan kebenaran itu.
10:00Karena sudah saya uji dengan tiga variabel,
10:04yaitu dua variabel geometri.
10:07Translasi, rotasi, dan
10:12pencahayaan.
10:15Itu semua mengkoreksi apa temuan saya.
10:19Kalau dikatakan Rizmon,
10:22bla bla bla, pengecilahkan,
10:25bantah itu dalam tulisan juga.
10:28Saya tidak maulah,
10:30saya hormati teman-teman Pak Roy dan Bu Tifa
10:34sebagai sahabat, sebagai keluarga.
10:36Tetapi marilah kita berdiskursus,
10:39beropini,
10:41tidak ad hominem.
10:43Mari kita cerdaskan republik ini.
10:46Bantah temuan saya.
10:49Dengan cara berhadap, beretika.
10:55Karena saya khawatir,
10:59kalau hal itu tidak dilakukan,
11:02maka semakin mengkonfirmasi apa yang saya tulis.
11:06Dan itu pasti saya tuliskan.
11:07Saya selalu menuntaskan pekerjaan yang saya mulai.
11:14Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
11:19Satu langkah lebih dekat,
11:21satu langkah lebih terpercaya.
11:23Saksikan Sapa Indonesia Malam
11:25di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan