Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Teheran menyatakan siap menghadapi kemungkinan invasi darat jika konflik semakin meningkat.

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menilai langkah tersebut sebagai sesuatu yang "buang-buang waktu".

Lalu, seberapa besar kekuatan amunisi darat bagi kedua negara? Dan seberapa besar kemungkinan invasi darat akan terjadi?

Hal ini akan dibahas bersama dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte.

Baca Juga [FULL] Analis Timur Tengah Bongkar Posisi Rusia-China dalam Perang Iran vs AS, Bantuan Tak Langsung? di https://www.kompas.tv/internasional/656682/full-analis-timur-tengah-bongkar-posisi-rusia-china-dalam-perang-iran-vs-as-bantuan-tak-langsung

#iran #amerikaserikat #perang #militer

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/656683/full-as-israel-vs-iran-akan-perang-darat-dosen-ilpol-udayana-soroti-kekuatan-militer-tujuannya
Transkrip
00:15Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:44Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:10Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:57Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:02Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:08Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:43Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:12Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:16Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:52Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:23Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:34Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:05Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:19Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:46Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:50Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:59Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:13Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:20Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:31Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:45Sampai jumpa di video selanjutnya.
06:49Dan dalam perjalanannya saat ini mereka menyerang logistik-logistik, menyerang PLN, mereka menyerang pusat-pusat listrik, mereka menyerang logistik, bahkan
07:00mereka menyerang nanti ketika PLN itu rusak, otomatis nanti ke depannya suplai terhadap kesehatan dan lain sebagainya akan terganggu.
07:07Dan juga akhirnya mereka tidak mampu melakukan perang secara panjang. Mereka mulai menyasar masyarakat sipil. Nah inilah yang sebenarnya hendak
07:17dilakukan oleh atau strategi yang dilakukan oleh Israel dan juga Amerika untuk menyebabkan kelelahan kepada Iran.
07:23Tetapi Iran memiliki strategi otonomi sehingga pasukan mereka tidak perlu melakukan koordinasi kepada pusat dan mereka sudah menyiapkan stok yang
07:31cukup banyak.
07:32Dan stok-stok ini akan terus ditembakkan sampai akhirnya nanti ke depannya bisa saja negara-negara adidaya seperti China dan
07:39juga Rusia.
07:39Kita bisa lihat bahwa Rusia sekarang sudah mensupply titik-titik intelijen ya. Mereka menyampaikan bahwa mereka siap menyampaikan dimana saja
07:47pusat-pusat pangkalan-pangkalan yang rahasia itu.
07:50Dan juga China akhirnya dengan diplomasi yang mulai tidak netral lagi dan mereka siap untuk memberikan suku cadang dan juga
07:59senjata-senjata baru yang nanti akan digunakan oleh Iran dalam perang ini.
08:03Kita bisa melihat bahwa ini akan menjadi kompleks. Sudah 21 negara ikut serta dalam kondisi yang cukup buruk ini. Bisa
08:09saja ini melebar. Ini semakin kompleks.
08:12Baik kita nantikan eskalasinya seperti apa. Yang jelas harapan kita berdamai ya. Termaksimus Fatah. Ini perang segera berakhir ya.
08:18Sehingga dampaknya tidak meluas ke global. Terima kasih. Mas Fatah telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang. Salam sehat.
08:25Salam sehat. Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan