- 3 jam yang lalu
Drama serial tv Terbaru tahun 2026
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:13Terima kasih.
00:30Mas Torik itu enggak layak, wih.
00:32Buat dapetin sepeserpun dari papi, dari mami.
00:34Si, wih.
00:36Ngapain, si.
00:37Malu, wih, kamu.
00:38Usai, kucampur.
00:40Urusan aku belum selesai dan bapak akan nyesel.
00:43Papa tahu betapa kamu ingin berterima kasih sekali sama Zahra.
00:48Tapi tidak dengan cara kamu bekerja di tempat Zahra, dong.
00:51Kayaknya ada yang enggak suka kedegatan aku sama Zahra, Pak.
00:54Saya mendapatkan kabar tentang keracunan makanan di sini.
00:57Saya enggak punya pilihan lain selain menutup franchise ini.
01:02Kenapa sih Nurani? Nurani lagi. Nurani lagi.
01:05Apa mungkin kasus yang kecoa itu juga...
01:09...kelakuan Mas Firza atau Mba Nur, ya?
01:14Maksudnya...
01:14Itu semua ulak Firza sama istrinya.
01:22Benar-benar tuh kurang ajar anak.
01:43Pak Firza, tolong hentikan aktivitas Anda.
01:49Sebentar, ada apa ya, Pak?
01:51Karena Anda sudah tidak berhak menggunakan fasilitas kantor.
01:56Mulai reha ini, Anda sudah tidak bekerja lagi di sini.
02:01Maksud bapak gimana, Pak?
02:05Anda dipecat.
02:11Bapak jangan main-main, Pak.
02:13Saya gak bikin kesalahan apapun.
02:17Kenapa bapak bisa ngomong kayak gitu?
02:18Ini sudah keputusan dari atasan.
02:20Silahkan bapak pergi dari sini.
02:22Atasan siapa? Enggak bisa.
02:24Saya enggak terima.
02:25Apa-apaan ini?
02:27Aduh, tolong panggil security.
02:29Weh, saya gak bikin kesalahan apapun, ya?
02:32Jadi bapak tolong jalan macem-macem.
02:34Saya gak terima kayak gini.
02:35Setidaknya saya punya hak, Pak.
02:37Saya punya hak untuk dapat penjelasan.
02:39Ini sudah keputus, gak?
02:41Enggak, enggak, enggak.
02:42Saya gak akan pergi dari sini.
02:43Iya, Pak. Ada apa, Pak?
02:45Tolong bawa Pak Firza keluar.
02:48Baik, Pak.
02:48Pak, gak bisa.
02:49Saya gak akan pergi dari sini sebelum bapak kasih penjelasan kenapa saya dipecat.
02:52Jangan bertilih-tilih.
02:53Bawa keluar.
02:54Setidaknya kasih saya penjelasan dulu, Pak. Tolong, Pak.
02:56Pak, enggak, enggak. Saya gak akan keluar.
03:06Bapak bisa dipecat dari sini kalau saya laporin sama atasnya, Pak.
03:09Ini maksudnya apa sih, Pak?
03:11Ini saya bukan setahanan.
03:12Lepas.
03:14Lepasin saya.
03:16Lepas.
03:17Saya bisa sendiri, ya?
03:19Ini tasnya.
03:21Ambil.
03:22Silahkan pergi.
03:25Awas kalian, ya.
03:39Ini sekarang bapak udah puas?
03:41Puas kalian semuanya?
03:43Aku jadi pengangguran.
03:44Aku dipecat.
03:45Cuma gara-gara warung bapak ditutup,
03:48aku kehilangan pekerjaan.
03:50Kamu gak usah lebay kamu.
03:53Kamu itu dipecat karena ulah kamu sendiri.
03:58Sama istrimu.
04:02Kamu kan?
04:03Yang mencampurkan sesuatu ke makanan pelanggan
04:07sampai pelanggan yang sakit perut kamu, kan?
04:09Iya, kan?
04:10Pak, bisa enggak sih, Pak?
04:12Sob terus-terusan fitnah nurani.
04:14Buktinya apa?
04:15Ada buktinya enggak?
04:16Kita emang enggak punya buktinya, ya, Ma?
04:18Tapi siapa lagi yang ngelakuin kalau bukan kalian?
04:21Siapa?
04:22Siapa?
04:27Siapa?
04:27Siapa?
04:28Siapa?
04:28Mas, kabar enggak sih?
04:30Apa yang udah kalian lakuin tuh katal.
04:33Kalian jangan ambil semuanya dari bapak.
04:35Ngambil rumah.
04:36Terus sekarang udah bikin kehilangan warung makan juga.
04:39Mau kalian tuh apa lagi?
04:42Kamu tuh masih punya hati nurani enggak sih?
04:44Ya orang tua kalian sendiri loh.
04:46Udah, udah, udah, udah.
04:47Udah lah.
04:49Lagian juga kayaknya...
04:52Kita udah gak bisa lagi tinggal di sini.
04:54Selamanya hidup kita gak bakal tenang...
04:56...kalau kita hidup di sini.
04:58Nira, maksud kamu apa ngomong kayak gitu, Nat?
05:01Sebentar lagi...
05:02Kita akan pergi dari rumah ini.
05:04Biar kalian senang.
05:06Kita akan packing, bawa barang-barang kita.
05:08Gak apa-apa.
05:09Biar nanti kita tinggal di kolong jembatan, di pinggir jalan.
05:13Biarin.
05:14Yang penting kita bisa hidup tenang.
05:15Gak tinggal di rumah ini lagi.
05:17Ayo.
05:17Kita kemasi barang-barang kita.
05:29Ayo.
05:31Ma, pa, kita mau kemana?
05:33Kan ini udah malam.
05:35Udah, udah.
05:37Pokoknya kita pergi aja dari rumah.
05:39Terserah kita nanti mau tidur di mana.
05:42Yang jelas, kita emang udah gak layak lagi tinggal di rumah ini.
05:45Mereka juga pasti seneng banget kita pergi dari sini.
05:48Ayo.
05:50Kita pergi.
05:50Gak mau.
05:52Dina pengen tinggal sama kakek sama Nenek, sama Tata Zara juga.
05:56Dina gak pengen ikut sama Mama.
05:58Kamu bisa gak sih, Jalan Bawel?
06:00Kamu bisa gak sih tinggal nurta aja gitu loh sama Mama?
06:03Kakek sama Nenek itu lebih sayang sama Zara dibandingkan kamu.
06:06Gak.
06:08Mama, bang.
06:09Kakek sama Nenek sayang sama Dina.
06:11Tata Zara juga.
06:13Dina gak pengen ikut sama Mama.
06:15Tata Zara.
06:16Tata Zara.
06:18Tata Zara.
06:45Tata Zara.
06:53Tata Zara.
06:57Tata Zara.
07:18Tata Zara.
07:21Baru kehilangan pekerjaan.
07:23Mereka juga gak tahu mau pergi kemana.
07:26Karena Ibu gak bisa liat Dina kayak gini, Pak.
07:45Ibu bener, Mas Dirza gak punya tempat lain buat dituju.
07:49Tapi ngeliat sikap mereka yang percaya diri bikin aku yakin.
07:52Pasti mereka udah ngerencanain sesuatu, Bu.
07:55Harusnya Mas Dirza takut kehilangan rumah ini.
07:58Tapi ternyata kehilangan rumah ini gak menakutkan buat mereka.
08:02Aneh, Bu.
08:03Udah, udah gak apa-apa.
08:05Kita gak perlu dikasih Hani sama kalian.
08:07Ayo kita pergi.
08:09Gak, Mama.
08:10Dinda.
08:11Dinda.
08:12Dinda.
08:13Cepetan.
08:14Dinda pengen sama Kakek Nenek sama satu jarak bu, Bu.
08:18Udah.
08:18Ini sama kamu.
08:20Kakek Nenek satu jarak.
08:33Firsah itu udah dewasa, Bu.
08:35Dia bisa nyelesaikan urusannya sendiri.
08:37Udah lah.
08:39Gak bisa dipikirin.
08:48Bapak, Pak.
08:49Ibu.
08:50Bapak, Bapak tolong nanti mampir ke sekolahnya Dinda ya, Pak.
08:54Ibu tuh kepikiran sama Dinda.
08:57Dia tuh semalam pulang ke rumah.
08:59Terus udah makan apa belum?
09:02Ibu titip ini nanti ya, Pak, ya?
09:04Ya.
09:05Tidak, aku kasih Dinda ya.
09:23Lah, kalian siapa?
09:25Kenapa ada di sini?
09:28Maaf, Pak.
09:29Tapi, Bapaknya siapa ya?
09:31Ini rumah.
09:32Kita Bapak masuk tanpa izin.
09:36Ini kan rumah saya.
09:37Saya beli dari Bu Nurani, pemilik rumah ini.
09:40Pak, Bu Nurani tuh gak punya hak di sini.
09:43Ini rumah saya, Pak.
09:45Bapak bawa berkas, kan?
09:46Ini berkas hasil menipu saya.
09:49Gak ada hak dia di sini, Pak.
09:51Oh, gak bisa gitu, Pak.
09:52Saya sudah beli rumah ini mahal-mahal dan dokumennya sak.
09:55Boleh dilihat dulu.
10:05Pak, ini ya.
10:06Bapak lihat ya.
10:07Ini semua tanda tangan ini hasil dari menipu saya, Pak.
10:13Firsa dan Nurani yang tertulis di sini,
10:16ini tidak punya hak untuk rumah ini.
10:20Ya.
10:20Kalau Bapak gak percaya, bawa ke sini.
10:22Bawa ke sini.
10:23Silahkan.
10:24Oh, gak bisa gitu dong, Pak.
10:25Kalau Bapak dan Ibu gak keluar dari rumah ini,
10:27saya akan panggil polisi.
10:29Saya gak peduli.
10:30Saya tidak akan melepaskan rumah ini
10:32yang sudah saya bangun dengan keringat dan mata saya.
10:37Saya akan tutup kalian ke jalur hukum.
10:40Saya akan bawa polisi ke sini.
10:41Silahkan.
10:43Silahkan.
10:45Gak, Bapak gak mau melepas rumah ini.
10:47Ini tinggal satu-satunya yang kita punya.
10:51Kamu tenang, kamu-tenang.
10:53Mau manggil polisi, terserah.
11:08Akhirnya ya, Mas.
11:09Kita bisa terbebas dari kentua kamu yang toksik itu.
11:14Dan anak pungutnya gak tahu diri.
11:20Mas, jangan bilang-bilang sama mereka kita tinggal di mana sekarang.
11:24Nanti yang ada mereka numpang hidup lagi sama kita.
11:28Kamu udah gila kali ya.
11:29Jelas aku gak akan kasih tahu mereka lah.
11:32Kalau aku kasih tahu,
11:34yang pasti mereka sekarang ada di depan pintu rumah kita.
11:38Dan mohon-mohon sama kita supaya mereka tinggal di sini.
11:42Dan jelas-jelas,
11:44Bang Huni baru rumah itu akan mengusir mereka.
11:48Mereka memang pantas diusir, Mas.
11:51Apalagi Bapak kamu yang sok banget itu mau ambil alir rumah.
11:55Gayanya kayak raja.
11:58Sekarang mereka bakal ngerasain gimana rasanya gak punya tempat tinggal.
12:05Dan nanggap aja itu pelajaran untuk mereka.
12:16Bagaimana anak?
12:18Zah, gimana?
12:21Coba ya, Zahra telpon lagi.
12:23Iya, iya.
12:24Benar.
12:31Zah, Pak.
12:39Ini, Pak.
12:40Mereka semua gak mau keluar dari rumah ini.
12:43Yang sudah saya beli secara rasa.
12:45Pak, gini, Pak.
12:46Ya, dengerin.
12:47Ini rumah saya, Pak.
12:50Tanda tangan saya itu hasil nurani menipu kami, Pak.
12:56Tapi, Pak.
12:57Berkas pemindahan hak milik ini
13:00sudah lama ditandatangani, Pak.
13:04Kalau memang Bapak bilang ini pasu,
13:06kenapa Bapak gak lapor dari dulu, Pak?
13:09Kenapa pada saat sekarang rumah ini sudah pindah tangan?
13:12Saya tahu, Pak.
13:13Saya tahu permasalahannya tidak semudah itu.
13:17Gini aja.
13:18Gimana kalau Firsa dan Nurani yang jual rumah ini,
13:21Bapak datangkan ke sini.
13:22Kita ngobrol baik-baik.
13:24Nanti Bapak akan tahu siapa yang bawa.
13:26Silahkan hubungin.
13:27Mohon maaf, Pak.
13:28Jual beli rumah ini
13:29sudah dilakukan di hadapan notaris.
13:32Apapun yang terjadi antara Bapak dan keluarga Bapak,
13:37bukan ursan kami.
13:38Sebaiknya Bapak segera meninggalkan rumah ini.
13:41Kami di sini korban, Pak.
13:43Mereka itu gak berhak atas rumah ini.
13:46Bapak harus tahu dong.
13:49Saya itu ngebangun rumah ini dari enok.
13:54Kalau Bapak tetap bersikteras,
13:56kami terpaksa membawa Bapak pergi dari sini
14:00dengan paksa.
14:06Itu jadi kita yang harus pergi sih, Pak.
14:09Ini rumah saya.
14:10Gimana sih?
14:16Siapa?
14:17Jop.
14:18Pak, enggak begini caranya, Pak.
14:20Ini apa?
14:21Ini masih bisa dicarakan dulu, Pak.
14:23Pak, pelan-pelan tangan saya sakit, Pak.
14:24Pelan-pelan.
14:25Saya bisa jalan.
14:27Jangan dibawa Bapak saja, Pak.
14:30Pak, tolong, Pak.
14:31Jangan salah cerah saya di depan istri dan anak saya.
14:34Saya bisa jalan sendiri, Pak.
14:36Pak, tolong, Pak.
14:37Enggak begini caranya, Pak.
14:39Tolong jangan bawa suami saya.
14:42Pak, Pak saya minta tolong sama Bapak
14:45untuk pengertiannya, Pak.
14:46Mohon, Pak.
14:47Saya sudah ingatkan tadi,
14:49tapi Bapak kamu keras kepala.
14:51Tapi...
14:52Ini rumah kita?
14:54Gimana sih?
14:58Pak, gini ya, Pak.
15:00Kami akan keluar dari rumah kami,
15:02tapi tolong jangan bawa suami saya.
15:06Bu, bu.
15:07Ini rumah kita, Bu.
15:09Kenapa kita harus keluar?
15:11Sudah, Pak.
15:11Ibu tahu.
15:12Gak apa-apa kita hilangkan semuanya.
15:15Ibu gak mau hilangkan Bapak.
15:17Ibu gak mau Bapak dibawa.
15:18Ibu rela?
15:20Hah?
15:20Ibu mau memaafkan dua anak duraka itu?
15:23Gak mau, Bapak?
15:24Ini bukan soal Firza, Pak.
15:27Ibu gak mau terjadi apa-apa
15:29kalau Bapak di penjara.
15:35Kami ikhlas keluar dari rumah ini.
15:39Asalkan suami saja dengan Bapak.
15:53Yaudah, Pak.
15:54Lepaskan.
15:55Jangan lupa.
16:00Lepaskan.
16:02Lepaskan.
16:03Lepaskan.
16:04Lepaskan.
16:05Lepaskan.
16:06Lepaskan.
16:33Di hari kau terjatuh, dunia berubah sepi.
16:41Mereka yang dulu dekat, perlahan pergi.
16:47Janji yang kau percaya, hilang dalam sunyi.
16:53Dan semua yang kau punya, tak kembali.
17:00Tak ada yang bertahan, di saat kau terlukan.
17:08Hanya ada satu hati yang tetap menjaga.
17:14Tenang, ku tetap untukmu.
17:20Wow, semua menjauh dan tak menaruh rindu.
17:27Saat kau kehilangan, tempat untuk dituju.
17:36Izinkanku, izinkanku jaya menemuimu.
17:41Tapi ada yang masih berdiri, tanpa diminta.
17:49Menguatkanmu meski dirinya terluka.
17:56Tenang, ku tetap untukmu.
18:01Wow, semua menjauh dan tak menaruh rindu.
18:08Saat kau kehilangan, tempat untuk dituju.
18:17Izinkanku, izinkanku jaya menemuimu.
18:23Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
18:30Ku kan tetap bertahan di sisimu.
18:37Ku tetap untukmu.
18:55Enggak.
18:57Aku tahu papa pasti kesini menyuruh aku jauhin Zara, kan?
19:02Tapi maaf ya, papa.
19:04Itu enggak akan terjadi.
19:06Karena mau sampai kapanpun, aku enggak akan jauhin Zara.
19:09Dia orang baik, pak.
19:12Dan aku jatuh cinta sama dia.
19:17Enggak.
19:18Dan satu hari nanti, aku akan menikahi dia, pak.
19:22Aku harap papa dan mama bisa ngerti.
19:24Enggak.
19:25Papa tidak pernah menarang kamu untuk berkawan dengan Zara.
19:28Tapi untuk menikah, menikah tidak cuma modal cinta, enggak?
19:33Lagipunlah Zara, dunianya berbeda dengan kita.
19:36Maksud papa gimana?
19:37Ya maksud papa, keluarga kita berbeda dengan keluarganya Zara.
19:42Keluarga kita, kita keluarga baik-baik enggak?
19:46Keluarga Zara?
19:48Dia hanyalah seorang anak angkat.
19:51Bahkan kita tidak tahu asal-usulnya dia dari mana.
19:55Bisa jadi, dia adalah anak dari seorang penjahat.
19:58Iya kan?
20:05Aku gak nyangka papa bisa ngomong kayak gini.
20:07Kenapa papa bisa segampang ini ngejacok orang lain?
20:13Ya mungkin emang benar.
20:15Bu Farida dan Pak Santoso itu bukan orang tua kandungnya Zara.
20:20Tapi mereka berdua membesarkan Zara dengan baik.
20:24Dan bukan cuma baik.
20:26Zara itu cinta, sayang sama orang tuanya dengan tulus.
20:30Bahkan dia rela mengorebankan satu ginjalnya.
20:33Kesehatannya, masa depannya buat orang yang bukan orang tua kandungnya.
20:40Kalau itu menurut papa bukan baik. Terus apa, Pak?
20:48Tapi...
20:49Apa kamu benar-benar mencintainya?
20:51Atau cuma karena...
20:53Kamu merasa berhutang budi sama dia?
20:55Hah?
20:56Aku sangat berhutang budi sama Zara.
20:59Dan aku sangat mencintai Zara, Pak.
21:10Enggak.
21:13Ini nanti akan menjadi beban buat kamu.
21:16Dia akan menyusahkan kamu, Enggak.
21:18Dan kamu harus bekerja lebih keras lagi.
21:23Wah.
21:25Mungkin itu beban buat papa.
21:28Tapi bukan buat aku.
21:30Zara memang hidup dari latar belakang yang sulit.
21:34Dia yatim piatu sejak kecil.
21:36Dia selalu dibenci sama saudara tirinya.
21:39Karena dia anak pungut, Pak.
21:43Tapi apa karena itu?
21:45Yang ngebuat pribadi dia jadi jahat.
21:47Bahkan aku yakin kalau dia disuruh milih untuk namatin dirinya sendiri.
21:50Atau orang tuanya.
21:51Aku yakin dia akan milih orang tuanya, Pak.
21:53Mungkin karena itu...
21:55Aku jatuh cinta sama dia.
22:01Pak.
22:05Sebenarnya siapa sih yang mengaruhi papa sama mama segininya?
22:10Bukannya dulu papa sama mama suka sama Zara?
22:29Eh...
22:30Pasti Michelle kan, Pak?
22:32Yang pengaruhi papa sama mama.
22:49Bapak.
22:51Apa sih?
22:52Ibu ngerelahin rumah ini?
22:55Kalau ibu ngerelahin rumah ini, itu tandanya kita kalah, Bu.
22:58Itu tandanya apa yang Firsa dan Nurani lakukan itu dibenarkan oleh ibu.
23:07Pemikiran bapak sama ibu itu beda, Pak.
23:12Sekarang kita harus yakin...
23:14Kalau kita ikhlas...
23:17Rumah ini tidak ada papanya, Pak.
23:20Ong lo akan gantikan sepuluh kali lipat rumah ini untuk kita.
23:23Ibu yakin.
23:30Yang paling penting...
23:33Bapak bersama kita.
23:38Kita semua bakal bantu hadapi bareng-bareng, Pak.
23:45Pak.
23:47Bapak kan tahu...
23:51Tanpa bapak...
23:52Ibu nggak bisa hidup.
23:55Bapak segalanya buat ibu.
24:04Apa daya ibu kalau nggak waktu bapak di samping ibu?
24:08Apa daya ibu, Pak?
24:11Ibu nggak minta apa-apa sama Allah.
24:14Oh.
24:17Keberadaan bapak udah cukup.
24:20Asal kita selalu sama-sama, Pak.
24:26Harta nggak ada hatinya buat ibu.
24:29Bapak adalah segalanya.
24:46Kita jalani sama-sama, ya?
24:50Ya.
25:09Masuk!
25:16Anda?
25:18Kamu ngapain di sini?
25:19Ada angin apa sampai kamu datang ke sini?
25:25Misal.
25:27Aku tahu kamu benci sama Zahra.
25:29Tapi nggak seharusnya kamu manipulasi orang tua aku untuk benci sama Zahra juga.
25:34Tapi dia nggak pantas buat kamu, nggak?
25:35Dan bukan kamu yang mutusin dia pantas atau nggak.
25:38Kamu sama dia beda.
25:39Kamu ini...
25:39Beda kenapa? Karena aku kaya dan dia miskin gitu.
25:44Sejak kapan sih, Sal?
25:45Kamu beda-bedain orang kayak gini?
25:49Atau ini sifat asli kamu?
25:55Aku mau mulai sekarang.
25:58Kita nggak usah temenan lagi.
26:04Lupain semua persahabatan kita.
26:08Dan satu lagi.
26:09Aku nggak akan menjauhin Zahramu sampai kapanpun itu.
26:19Walaupun Zahra nggak balas cinta aku, tapi aku akan selalu ada di sisinya.
26:24Aku harap kamu nggak akan ganggu kami lagi.
26:39Om.
26:57Aku bisa kaya gini sih, Pak. Aku ngelakuin semua ini demi anggap, Pak.
27:15Terima kasih.
27:29Ah, untuk sementara ini kita tinggal risknya dulu ya, Bu.
27:33Pak, kayaknya kita gak akan jualan franchise lagi sih.
27:38Tapi kan makanan ibu udah dikenal enak.
27:40Jadi kita bakal buka usaha yang lain.
27:42Tapi nak, kita kan udah gak punya moda lagi
27:45buat buka usaha baru.
27:48Pak, bapak tuh lupa ya,
27:51kita tuh pernah ngelewati masa kini lebih sulit dari sekarang, Pak.
27:56Jadi darah yakin, kita pasti bisa ngelewati-nya bareng-bareng, Bu, Pak, ya?
28:01Oke, kalau gitu bapak yakin, ibu yakin,
28:04kita bisa, kita gak boleh menjelaskan keadaan.
28:07Semangat!
28:08Iya dong, harus semangat dan terus bahagia
28:11karena punya anak seperti kamu.
28:13Kamu itu selalu menyelamatkan kami berdua.
28:18Selalu membuat kami senang.
28:19Makasih ya, nak, ya?
28:21Justru sudah saya beruntung
28:23bisa dibacara sama ibu dan bapak.
28:27Ngomong gitu terus?
28:28Iya.
28:29Oke.
28:30Yuk masuk yuk.
28:31Kita beres-beres.
28:32Aduh.
28:33Assalamualaikum.
28:35Ini istilahnya, Bu.
28:38Ini istilahnya, Bu.
28:38Ya, begini, ibu.
28:47Yari siapa, Mas?
28:48Penghuni lama?
28:50Iya, Pak.
28:51Orangnya udah pindah.
28:52Pindah?
28:53Pindah ke...
29:01Pindah ke mana dia?
29:20Yang siang-siang udah ditanyain.
29:25Sayang, jangan capek-capek ya.
29:28Sayang, udah makan belum, sayang.
29:30Sayang, jaga kondisi ya, sayang.
29:33Jangan capek-capek, sayang.
29:35Jaga warungnya, sayang.
29:36Bu, bapak, bapak, bapak, bapak, bapak, bapak.
29:39Kenapa sih bapak tuh jahil banget deh?
29:41Enggak, gak ada yang kayak gitu.
29:42Enggak pernah kayak gitu juga ya.
29:44Eh?
29:45Bu.
29:45Ya, itu nak angga itu udah telpon kamu dari tadi.
29:48Jangan dianggurin.
29:50Kasian kan dia nunggu.
29:51Itu tuh nyala, nyala, nyala.
29:53Itu nyala.
29:54Itu loh, kunyi.
29:54Mulai, mulai deh.
29:55Ibu juga ketularan jahilnya bapak.
29:58Enggak, imah lu ah.
30:00Kenapa masih di situ?
30:01Eh, yaudah.
30:03Yuk, yuk.
30:04Sayang, kita beres-beres warung aja, sayang.
30:06Yaudah, bentar lagi aja tutupnya ya, Pak.
30:09Iya, sayang.
30:11Ayo.
30:11Aduh, Pak.
30:18Halo, enggak.
30:20Halo, Zah.
30:21Zah, kamu di mana?
30:22Aku habis di rumah kamu ini.
30:24Terus kata orang di sini, kamu sekeluarga pindah.
30:26Kok mendadak banget, Zah? Kenapa?
30:29Ada yang aku belum ceritain sama kamu, enggak?
30:32Cuman aku abis ceritanya di telpon.
30:35Nanti aku ceritain kalau kamu ke sini, ya.
30:37Yaudah, kamu di mana, Zah?
30:39Aku di warung.
30:40Ya, aku ke sana sekarang.
31:00Ya, Allah.
31:04Aku enggak akan enggak biarin ibu sama bapak menanggung ini semua.
31:12Aku harus semangat
31:15supaya aku bisa memberikan kehidupan yang layak untuk bapak sama ibu.
31:22Kau membantu hamba ya Allah.
31:25Hamba enggak akan membiarkan ibu sama bapak seperti ini.
31:30Enggak ada, enggak apa-apa, bu.
31:32Enggak apa, enggak apa-apa, Zah?
31:33Sudah ada bantuan nih, ya?
31:34Iya, enggak.
31:35Di mana?
31:36Taruh sini aja, nak.
31:38Tolong-olong, bu.
31:40Berat, berat, berat.
31:41Berat, berat, berat, berat, berat, berat.
31:42Oh, enggak, bisa, bisa, bisa.
31:43Sudah.
31:44Sudah tidak, enggak apa-apa.
31:50Sementara ditaruh di sini, enggak apa-apa, ya, Naya?
31:51Enggak apa-apa, kita manfaatin lagi dulu ruangan yang ada, ya.
31:53Biar di sini ntar dibesihin lagi, nih.
31:57Iya, jalan-jalan bantuin ibu sebentar, ya, Pak.
32:05Apa kabar, Pak?
32:08Baik, silakan duduk.
32:11Tidak usah.
32:16Ada yang bisa saya bantu?
32:21Ini sualangga.
32:28Anak Anda
32:31Sudah membuat putri saya sakit hati.
32:33Dan ini tidak bisa dibiarkan.
32:35Oh, soal itu.
32:37Sebelumnya saya minta maaf, Pak.
32:40Memang akhir-akhir ini
32:41kondisi Angga dalam keadaan kurang baik.
32:47Tapi bukan berarti.
32:50Angga boleh menyakiti Michelle, Pak Aldo.
32:54Putri saya tidak pantas dipermainkan seperti ini.
33:02Dan saya datang ke sini
33:05Untuk membatalkan semua kesepakatan bisnis kita.
33:13Saya lebih mementingkan
33:15Kebahagiaan Michelle daripada apapun.
33:22Baik, Pak.
33:23Kalau memang itu keputusan Bapak,
33:26Saya sangat menghargai sekali.
33:29Tapi Angga,
33:31Anak saya satu-satunya, Pak.
33:33Dan saya,
33:35Juga harus menghargai putusan dia.
33:50Bu,
33:51Udah?
33:52Jangan masukin ya.
33:53Sini, sini, sini.
33:54Taruh sini.
33:55Taruh sini.
34:05Sini, sini, sini.
34:06Biar Bapak aja.
34:07Gak apa-apa.
34:09Taruh di dalam ya.
34:10Makasih.
34:11Enggak.
34:11Enggak, Bapak.
34:12Pak, Pak.
34:13Udah.
34:13Bapak sama Ibu,
34:15istirahat aja.
34:16Biar ini semua jarak sama Angga ya, Pak.
34:19Eh, Ben.
34:20Bapak masih kuat, Pak?
34:21Enggak, Bapak.
34:23Bapak itu nanti kecapean.
34:26Pak, udah.
34:27Gak usah dipaksain, Pak.
34:29Mending sekarang Bapak sama Ibu,
34:30Istirahat aja.
34:32Kalau mau,
34:34Angga cariin tempat tinggal sementara aja.
34:36Enggak, udah-udah.
34:38Mengingat kejadian yang terjadi dengan kita,
34:41Belum lama ini,
34:43Bapak rasa kok,
34:44Memang lebih baik kita tinggal di sini ya, Bu.
34:47Sama Ibu,
34:48Sama Zara.
34:50Gak apa-apa.
34:51Yang penting makan gak makan,
34:53Tetap kumpul.
34:54Makasih.
34:55Ya, tapi kalau
34:57Bapak, Ibu,
34:58Zara perlu bantuan,
34:59Langsung hubungin Angga aja ya.
35:00Gara aku yang bantu.
35:12Makasih ya.
35:13Seharian ini kamu udah bantuin aku.
35:16Kamu tenang aja, Zah.
35:19Dalam kondisi apapun,
35:20Aku akan berusaha untuk membantu kamu.
35:44Bapak sama Ibu dulu ya.
35:50Zara?
35:51Bisa.
36:15Bisa.
36:17Jadi sekarang kamu gak tahu keberadaan kakak kamu di mana?
36:23Aku gak tahu mereka di mana
36:25Dan aku juga gak peduli sih mereka mau kemana
36:28Tapi mereka berdua udah nipu bapak kalian
36:32Udah mencuri semua yang keluarga kalian punya
36:35Terus mereka berdua pergi gitu aja
36:39Kamu gak takut mereka bakal balik lagi
36:42Terus ganggu kamu
36:45Bapak, ibu
36:47Kayak menurut aku kamu harus mastiin lagi deh
36:57Yang kamu bilang bener sih
37:00Aku kayaknya harus mastiin lagi deh
37:02Aku harus ke sekolahannya Dinda
37:04Siapa tahu aku bisa dapet info dari sana
37:08Kamu mau teman ya?
37:10Boleh
37:19Ayo masuk
37:23Masuk, sayang, duluan
37:27Gak
37:28Itu Mas Pirda
37:38Ikutin gak?
37:39Ikutin aja tapi jangan terlalu deket ya
37:41Oke
37:41Baik
37:48Terima kasih telah menonton
38:19Terima kasih telah menonton
38:39Sebentar ya
38:40Bu
38:40Ya
38:41Mau nanya Bu
38:44Itu
38:45Yang disana tuh penghuni baru ya
38:47Rumahnya udah diisi ya Bu
38:48Iya Mbak
38:50Penghuninya baru pindah tadi malam
38:52Tapi mereka sempat ngecek sih sebelum pindah
38:54Oh gitu
38:58Ya udah deh makasih ya Bu
39:00Ya
39:12Gimana Zah?
39:16Ternyata bener
39:19Mas Dirce sama Mbak Nur dong rencanain ini dari lama
39:28Terus rencana kamu apa?
39:30Rencana aku
39:33Aku bakal pastiin
39:34Kalo Mas Dirce sama Mbak Nur gak akan ganggu Ibu sama Bapak
39:38Kalo sampe mereka ganggu
39:40Aku bakal peringati Mas Dirce
39:48Ya udah yuk
39:57Sayang kamu udah pulang
40:01Kebetulan Mama baru selesai masak
40:04Gimana kalo kita langsung makan siang aja?
40:06Yeay Asli
40:07Eh tunggu dulu
40:10Dinda ganti baju dulu
40:11Cuci tangan
40:12Terus cuci kaki ya
40:12Nanti Papa tunggu di meja makan
40:14Oke Pak
40:18Mas
40:19Gimana tadi Dinda?
40:21Dia masih ngeringat soal
40:23Mau ketemu sama kaki neneknya?
40:27Untungnya sih enggak
40:29Dia
40:31Kayaknya udah lupa nih
40:33Yang namanya juga udah kecil
40:35Kita harus bisa pastiin Dinda itu bener-bener lupa sama mereka Mas
40:39Ya aku gak mau aja
40:41Anak aku ikut terpengaruh buruk dari orang tua kamu sama adik kamu yang anak pengut itu tuh
40:48Tapi mau gimana pun
40:50Aku mau bilang makasih sama kamu Mas
40:53Makasih ya
40:54Atas kehidupan baru kita ini
40:56Di rumah yang baru
40:58Yang nyaman
40:59Gak diribetin lagi sama keluarga kamu yang toksik
41:05Dan yang paling penting itu
41:06Kamu juga jadi punya banyak waktu untuk aku sama Dinda
41:12Ya sama-sama
41:13Dan yang paling penting
41:16Sekarang aku masih punya pegangan uang
41:17Sisa penjualan rumah kemarin
41:19Ya sampai nanti aku dapat kerjaan baru
41:21Cukuplah
41:25Emang gak tahu diri gak Bu?
41:29Iya
41:30Neles banget sih aku
41:31Masa tiba-tiba aku keingitan bapak kamu Mas?
41:35Apa gak sih?
41:37Gitu tuh kan udah tinggal jauh dari mereka
41:39Masa kamu masih aja keingitan sama mereka sih?
41:43Aku keingitan mau ke bapak kamu yang sombong itu loh
41:47Mentang-mentang dia berteman sama mantan bos kamu
41:51Terus dia paling punya kuasa gitu
41:55Tapi kamu lihat kan
41:56Akibat dari kesembuhannya dia tuh
41:59Sekarang semua yang dimiliki sama dia tuh hilang
42:02Dia udah gak punya apa-apa lagi
42:04Dan aku bersyukur banget
42:06Kita gak lagi diperbudak sama bapak kamu dan si
42:09Temennya itu si Erwin-Erwin itu tuh
42:11Ya bener banget
42:13Sekarang aku bisa hidup tenang
42:15Gak usah pura-pura baik lagi di depan Erwin
42:19Siapa dia?
42:27Ini kamu yakin mau tinggal disini?
42:31Ruko ini tuh sangat kecil untuk warung kamu Santoso
42:36Apalagi kamu mau tinggal disini sama keluarga
42:40Ya ini memang kecil sih
42:43Tapi cukup lah buat aku, Sarah, Ibu
42:46Ini udah lebih dari cukup
42:48Yang penting gak ke hujanan, gak kepanasan
42:51Ya udah gini
42:53Aku kasih bantuan untuk buka warung lagi, oke?
42:56Bantuan apa lagi sih, Win?
42:58Aku tuh udah banyak kamu bangun, udah gak usah
43:00Aman
43:02Itulah gunanya temen Santoso
43:04Udah, kamu perlu berapa?
43:06Sebutkan nominalnya
43:08Buat bantu-bantu kamu
43:10Udah, udah gak perlu nominal-nominal apa
43:13Udah, aku gak mau ngerepotin kamu
43:14Aku malah takut kena gantungan sama kamu loh
43:18Aku gak merasa direpotkan, Santoso
43:20Terus yang paling penting adalah
43:23Kamu kan punya tangsuran ke bank yang harus kamu bayar setiap bulannya, Santoso
43:28Ya iya sih
43:30Aku sama Sarah masih harus micil
43:33Tapi udah lah, gak usah dipikirin
43:34Bisa, bisa
43:35Bisa, aman ya
43:37Gini aja nih, Win
43:40Nanti kalau aku butuh
43:42Kamu orang pertama yang aku hubungin
43:45Aku gak akan malu-malu minta uang sama kamu
43:47Udah, santai aja
43:48Apakah ini gara-gara firsa aku keluarin ya
43:51Dia balas dendam kali
43:52Enggak, gak gitu dong
43:54Eh, kamu pikir gampang
43:56Cepet jual rumah
43:57Enggak, ini memang firsanya aja
43:59Dia cari momentum untuk ngusir aku, Ibu, sama Sarah
44:03Dianya aja yang lebayin
44:04Tapi ini gak adil, Santoso
44:06Gak adil ini
44:07Kamu tuh orangnya baik banget
44:10Justru ya, orang baik itu
44:13Ujiannya banyak
44:13Kenapa dikasih ujian yang banyak
44:15Supaya Allah itu mengingatkan kita
44:18Bahwa semua ini hanya titipan
44:20Udah, Win
44:21Percaya
44:22Aku aman
44:24Nanti kalau aku perlu apa-apa
44:26Saya langsung hubungi Bapak Erwin
44:29Nomor ini masih sama kok
44:31Aku, ya
44:33Kamu emang bener dari dulu gak berubah, Santoso
44:36Udah, saya pamit dulu
44:38Nanti ya, Win
44:43Saya mendapatkan laporan
44:45Mengenai pria yang mengadopsi putri Bapak
44:48Pria yang mengadopsi putri Bapak
44:50Sekarang bekerja di perusahaan konstruksi
44:53Yang dulunya pernah mengerjakan proyek pemerintahan
44:56Sekarang pria itu sudah pensiun
44:59Dan saya baru tahu
45:01Kalau pria itu sudah memiliki dua anak laki-laki
45:05Bagus, bagus
45:08Kamu sudah hampir menemukan putri saya
45:13Dan saya minta
45:15Kamu cari info selengkap-lengkapnya
45:17Mengenai pria itu
45:19Siapa?
45:23Kalau begitu, saya permis, Pak
45:48Ternyata, Papa lagi sibuk buat nyari anak kandung Papa sendiri
45:59Makanya Papa sudah tidak perlu pergi lagi sama bagian Michelle
46:07Tunggu, Tunggu, Tunggu
46:10Tunggu, Tunggu
46:10Begitu
46:11Papa itu sangat peduli-peduli banget sama kamu
46:14Bahkan tadi siap
46:17Papa menemui Pak Aldo
46:18Dan mengakhiri semua kerjasama bisnis Papa sama Pak Aldo
46:25Kenapa Papa mengakui itu?
46:29Harusnya Papa mengomong dulu sama Michelle
46:31Sekarang Papa sudah merusak semuanya
46:33Tunggu...
46:36Kau sama anggap
46:38Sudah tidak ada harapan lagi kerana Papa
46:41Michelle! Michelle! Michelle! Michelle! Michelle!
46:51Pasang toso!
47:03Sudah, sudah, sudah
47:04Aku sudah tahu apa yang mau Bapak omongin
47:07Bapak pasti mau bahas soal rumah yang sudah terjual
47:11Ya kan?
47:12Sudah Pak, cukup
47:15Aku cuma pengen ingetin sama Bapak
47:18Rumah itu sudah jelas-jelas tertulis atas nama Nurani
47:23Kan nama Bapak
47:25Jadi, aku berhak untuk jual rumah aku
47:29Bapak nggak mau kan?
47:31Kehilangan dua tangan Bapak
47:34Aku cuma pengen ingetin Pak
47:37Bapak itu
47:38Sudah kehilangan semuanya
47:40Kalau Bapak sampai kehilangan tangan Bapak satu lagi ini
47:44Gimana caranya Bapak bisa kasih makan istri tersayang Bapak?
47:48Dan juga anak pungut itu gimana caranya Pak?
48:00Kamu ya
48:01Kamu sekarang bisa bersenang-senang ya
48:04Tapi ingat
48:05Allah itu nggak tidur
48:07Nikmatin
48:08Nikmatin
48:09Apa yang kamu punya
48:10Tapi ketika Allah
48:12Akan membalas semuanya
48:14Tau rasa kamu
48:25Janganmu masih menghantuni
48:31Di setiap langkah kau pilih jalan sendiri
48:45Terima kasih.
49:16Terima kasih.
49:36Terima kasih atas niat untuk membantu, tapi rasa kami tidak pantas untuk menerima bantuan kalian.
49:45Ini bukan bantuan kepada Pak Santoso, tetapi ini adalah semacam investasi untuk masa depan cucu kita, Pak.
49:55Bapak kamu itu emang munafik, Torik. Seharusnya orang yang lebih layak mendapatkan uang itu kamu.
50:03Lihat aja ya, aku balas kalian nanti.
50:10Ibu, Ibu, Ibu, Ibu, Ibu, Farina.
50:14Lepas, lepas, lepas, lepas.
50:17Ibu sama Mbak Sinta diculik, Pak.
Komentar