Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BEKASI, KOMPAS.TV - Polisi menangkap terduga pembunuh aktivis pelabuhan yang juga pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman. Polisi menyebut pembunuhan aktivis pelabuhan itu karena motif ekonomi.

Misteri kematian seorang aktivis pelabuhan yang juga pensiunan Jakarta Internatinal Container Terminal terungkap.

Terduga pelaku, pria berusia 28 tahun, ditangkap atas kasus ini.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya menjelaskan tersangka ditangkap berdasarkan sejumlah petunjuk di lokasi kejadian. Salah satunya adalah sidik jari pelaku.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti dua ponsel korban dan linggis yang dipakai untuk mencongkel jendela dan menyerang korban.

Selain itu, polisi menyebut pembunuhan aktivis pelabuhan itu karena motif ekonomi. Pelaku melakukan perbuatannya secara sendiri dan memilih korban secara acak.

Sebelumnya, Ermanto Usman, pria berusia 65 tahun ditemukan tewas di rumahnya kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Tewasnya aktivis pelabuhan itu meninggalkan sejumlah kecurigaan.

Keluarga masih yakin jika korban tewas dibunuh bukan semata-mata karena perampokan. Hal ini lantaran tidak ada barang berharga yang hilang.

Anak korban mengenang sang ayah sebagai aktivis pelabuhan yang kritis membahas kasus korupsi.

Kini, penangkapan pelaku yang dilakukan tim Jatanras Polda Metro Jaya diharapkan dapat membuka tabir kasus pembunuhan aktivis pelabuhan, Ermanto Usman, dan juga istrinya yang luka parah.

Baca Juga [FULL] Kompolnas soal Motif Pembunuhan Aktivis Pelabuhan Ermanto Usman di Bekasi | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/656049/full-kompolnas-soal-motif-pembunuhan-aktivis-pelabuhan-ermanto-usman-di-bekasi-kompas-petang

#pembunuhan #aktivis #ermantousman

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/656440/pembunuh-aktivis-pelabuhan-ermanto-usman-ditangkap-polisi-motif-murni-karena-ekonomi
Transkrip
00:00Informasi lainnya saudara, polisi menangkap terduga pembunuh aktivis pelabuhan yang juga pensiunan Jakarta International Container Terminal atau JICT, Ermanto Usman.
00:11Polisi menyebut pembunuhan aktivis pelabuhan itu karena motif ekonomi.
00:19Misteri kematian seorang aktivis pelabuhan yang juga pensiunan Jakarta International Container Terminal terungkap.
00:26Terduga pelaku, pria berusia 28 tahun ditangkap atas kasus ini.
00:31Direskrimum Polo Metro Jaya menyebut, tersangka ditangkap berdasarkan sejumlah petunjuk di lokasi kejadian.
00:38Salah satunya adalah sidik jari pelaku.
00:41Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti dua ponsel korban dan linggis yang dipakai untuk mencongkel jendela dan menyerang korban.
00:48Terduga pelaku yang kami duga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan tindak pidana pembunuhan
00:58atas nama inisial S, usia 28 tahun, kemudian yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal.
01:20Polisi juga menyebut, pembunuhan aktivis pelabuhan itu karena motif ekonomi.
01:25Pelaku melakukan perbuatannya seorang diri dan memilih korban secara acak.
01:29Motif daripada tersangka, murni motif ekonomi.
01:38Nah, kenapa tersangka memukul korban?
01:44Dari keterangan yang disampaikan oleh tersangka kepada penyidik,
01:50bahwa tersangka kaget, jadi pada saat tersangka ini sedang melakukan pencurian di rumah korban,
01:57korban terbangun mendengar alarm akan melaksanakan sahur,
02:03kemudian saat korban perempuan menyalakan listrik dan saat itu juga bertemu dengan tersangka dan tersangka
02:16spontan memukulkan linggis yang sebelumnya digunakan untuk mencongkel jendela tersebut,
02:25spontan digunakan untuk memukul korban.
02:30Ermanto Usman, pria berusia 65 tahun ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
02:36Tewasnya aktivis pelabuhan itu meninggalkan sejumlah kecurigaan.
02:41Keluarga masih yakin jika korban dibunuh bukan semata-mata karena perampokan.
02:45Hal ini lantaran tidak ada barang-barang berharga yang hilang.
02:50Anak korban mengenang sang ayah sebagai aktivis pelabuhan yang kritis membahas kasus korupsi.
02:55Sepertinya ini adalah tindak pidana pembunuhan ya.
02:59Emang ayah saya ketua serikat pekerja pada waktu itu di salah satu anak perusahaan dari BUMN ya.
03:08Ayah saya sudah lama berkecimpung di pelabuhan ya.
03:14Jadi waktu itu sempat ada mengungkit kasus yang dilakukan,
03:20praktik yang dilakukan korupsi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
03:24Penangkapan pelaku yang dilakukan tim Jatan Raspolda Metro Jaya
03:28diharapkan bisa membuka tabir kasus pembunuhan aktivis pelabuhan Ermanto Usman
03:32dan juga istrinya yang mengalami luka parah.
03:35Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan