Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Tersangka kasus ijazah palsu, Rismon Sianipar meminta maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga usai mendapatkan temuan terbaru dalam penelitiannya soal ijazah.

Usai mendapatkan temuan terbaru, Rismon mengaku ada kekeliruan dari penelitian yang dituliskan sebelumnya di buku Jokowis White Paper.

"Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi terkait dengan temuan-temuan saya yang baru yang saya umumkan," ujar Rismon seperti dilansir dri YT Balige Academy, pada Kamis (12/3/2026).

Baca Juga Rismon Serahkan Temuan Baru ke Penyidik Kasus Ijazah Jokowi, Beda dengan Roy Suryo & Tifa? di https://www.kompas.tv/nasional/656264/rismon-serahkan-temuan-baru-ke-penyidik-kasus-ijazah-jokowi-beda-dengan-roy-suryo-tifa

#rismonsianipar #jokowi #kasusijazah

Video Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656354/rismon-sianipar-minta-maaf-ke-jokowi-usai-dapat-temuan-baru-penelitian-ijazah
Transkrip
00:00menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi
00:06terkait dengan temuan-temuan saya yang baru.
00:30Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi
00:40terkait dengan temuan-temuan saya yang baru yang saya umumkan tadi sedikit
00:48saya spil sedikit ketika berada di Polda Metro Jaya memang temuan saya tersebut
00:54sebulan dua bulan terakhir ini saya kaji ulang dan kaji ulang
01:01terkait dengan sejumlah variable geometri yaitu translasi, rotasi, kecepatan, dan pencahayaan.
01:14Dengan melibatkan variable geometri maupun pencahayaan
01:19saya mendapatkan temuan baru, saya mendapatkan kebenaran baru
01:25yang membuat saya gusar selama satu dua bulan ini.
01:29Dengan melibatkan variable-variable tersebut semua bisa terjawab
01:34bahwa memang apa yang saya analisa dan saya miss di situ
01:40terkait dengan watermarks dan terutama emboss itu memang ada di dalam dokumen tersebut.
01:52Saya uji dengan gradients analisis dan uji-uji lainnya metodologi-metodologi yang sama
01:59dalam buku JWP tetapi dengan melibatkan variable translasi, rotasi, maupun pencahayaan
02:08akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi geometri
02:21maka temuan-temuan itu saya temukan dengan sangat teliti
02:27dan saya uji ulang-uji ulang dalam dua bulan terakhir ini.
02:32Terkait dengan watermarks, terkait dengan emboss, terkait dengan uji overlay,
02:40terkait dengan uji overlapping dalam toleransi tertentu.
02:46Membuktikan autenticity dokumen menjadi tidak terbukti.
02:54Autenticity, maksudnya permasalahan autenticity ke aslian dokumen itu secara digital forensik
03:03menjadi tidak terbukti dan menjanggah temuan saya di buku Jokowi's White Paper
03:10meskipun menggunakan puluhan metodologi-metodologi yang sama.
03:16Oleh karena itu, ya kepada mereka yang masih meragukan,
03:20yang mengatakan bahwa saya mundur, bahwa saya dengan istilah-istilah kalian,
03:29saya nyatakan, saya siap membuktikan itu di dalam ruang-ruang akademik.
03:36Karena itulah sebenarnya penelitian itu yang bersifat ongoing.
03:44Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
03:49Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:53Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan