Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menkopolhukam Mahfud MD menyoroti sikap Panglima TNI yang menetapkan status siaga satu pasca serangan Amerika dan Israel ke Iran.

Menurut Mahfud, meski soal pertahanan boleh tidak diumumkan tapi jangan sampai membuat khawatir masyarakat, masyarakat berhak tau siaga satu untuk apa.

Mahfud MD juga mengaku tidak tau dibalik alasan Panglima TNI memberlakukan status siaga satu hingga waktu yang tidak ditentukan.

Mahfud menilai kemungkinan ada alasan ekonomi, politik atau ada kekhawatiran serius dari ekonom.

Mahfud menilai seharusnya rakyat berhak tau siaga satu untuk apa, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto mengeluarkan perintah siaga satu di jajaran TNI terkait dinamika konflik international dan potensi dampaknya terhadap situasi keamanan di dalam negeri.

Video Editor: Joshua


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656112/mahfud-md-soal-panglima-tni-tetapkan-status-siaga-1-ada-sesuatu-yang-serius
Transkrip
00:00Ya, kalau sampai menyatakan siaga 1, itu pasti ada alasannya.
00:28Ya, kalau sampai menyatakan siaga 1, itu pasti ada alasannya.
00:37Cuma kita tidak tahu alasannya apa.
00:40Kan ini banyak masalah satu, bisa efek geopolitik itu bukan hanya berdampak secara politik,
00:47tapi juga bisa berdampak secara ekonomi ke tengah-tengah masyarakat.
00:51Dan jika politik bertemu ekonomi menurut krisis politik atau persoalan politik bertemu persoalan ekonomi,
00:58itu biasanya akan menimbulkan runtuhnya atau jatuhnya.
01:07Itu kan teorinya Pak Yusuf kalah.
01:11Tidak apa-apa tuh, kemarin ekonomi politik kayak gitu kan belum, ekonominya masih bagus.
01:17Nah, sekarang politiknya mulai agak gonjang-genjing, ekonominya mungkin terancam, perlu nih siaga 1.
01:24Mungkin, mungkin, ya saya tidak tahu.
01:26Kan siaga 1 itu artinya, semua kekuatan itu harus siaga penuh 24 jam bertugas.
01:34Semua anggota TNI.
01:36Kalau siaga 2, sebagian penuh 24 jam, sebagian ya normal saja.
01:42Berapa sehari kerja, 8 jam atau sekian itu normal.
01:48Kalau siaga 3, ya tidak ada apa-apa tugas-tugas rutin saja.
01:52Ini kalau belum ada 2-nya, sudah 1 ini kan kita tidak tahu alasannya.
01:57Kan tidak diumumkan karena apa gitu.
02:00Kalau alasannya misalnya, wah ini mau ada demo besar-besaran gitu.
02:06Masa sampai biasa siaga 1, waktu jaman saya mengkopol hukum kan beberapa kali itu, demo besar-besaran, beberapa kali.
02:14Tapi enggak, sampai siaga 2 aja enggak.
02:17Kita cuma bikin semacam, apa namanya, rapat-rapat yang sifatnya penugasannya ad-hoc.
02:26Apa? Koordinasi ya waktu itu, Panglima, Jaksa Agung, Kapolri, Menteri Menkomenfo,
02:33karena dia mengawasi lalu lintas perbicaraan, kemudian Menteri Hukum dan HAM dan sebagainya.
02:40Ada 8 kalau tidak salah waktu itu.
02:42Itu rapat itu aja, BIN.
02:45Lalu papanan Pak, kekuatan demo yang bernama misalnya.
02:49Dulu karena ingat ya, ada Jokowi and Gim.
02:51Ingat ya, Jokowi akan jatuh takal sukuan.
02:54Orang itu sudah siap-siap ke pusat, akan-akan jadi.
02:56Nah, seminggu sebelumnya kita rapat di Subden di sana.
03:00Laporan dari BIN, dari Baes, kemudian dari pembicaraan di Medianda, Pak, ini enggak akan ada apa-apa.
03:08Karena apa?
03:10Kekuatannya ini terpencar.
03:11Ada di Bekasi sekian, di Senin sekian, di ini sekian, di luar kota, enggak banyak.
03:16Dan yang penting tidak ada korlapnya waktu itu, yang mengumumkan resmi.
03:20Itu kan TikTok apa-apa namanya.
03:22Korlapnya siapa enggak ada kan?
03:23Kalau enggak ada korlapnya itu enggak ada duitnya, Pak.
03:27Lalu dibagi.
03:28Ini, polres sana nangani situ.
03:31Ini nangani situ, nangani.
03:33Enggak, enggak terjadi apa-apa.
03:35Nah, kalau sampai dibentuk siaga satu kan,
03:38semuanya disuruh gini.
03:40Mungkin ada sesuatu yang serius, saya tidak tahu.
03:44Sekarang, kita semua tidak tahu.
03:46Anda juga tidak tahu apa sih?
03:48Ya, kecuali kekhawatiran dari para ekonomi.
03:50Nah, ini kalau terjadi gini, ini ababelas.
03:54Ini kalau politik.
03:55Kalau terjadi begini, efek dominonya ke Indonesia begini.
03:59Itu mungkin saja kan.
04:00Mereka punya bin, punya analisis yang dilakukan.
04:04Tapi, di menurut Prof, maksud, apakah harusnya pemerintah dalam komunikasi diperlukan penjelasan secara buka, Pak?
04:10Karena status siaga satu ini menimbulkan keinginan di bawah kutip.
04:13Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?
04:15Ditambah juga situasi ekonomi kan, doarnya sudah 17 ribu, gitu.
04:27Ya, mungkin ya, kalau dari sudut pertahanan keamanan, tidak ada sesuatu yang perlu diumumkan.
04:34Agar rakyat jelas.
04:35Tapi, ada juga yang kalau diumumkan, justru menimbulkan masalah.
04:38Mungkin itu.
04:39Jadi, saya terserah, apa namanya ya, eskalasi persoalannya aja kayak apa.
04:46Kalau perlu diumumkan, itu kewajiban konstitusional.
04:49Rakyat Indonesia berhak mendapat informasi yang sejelas-jelasnya.
04:53Kan ada tuh, di pasal 18F, kan?
04:57Sudah ada itu.
04:58Mendapat informasi, menyampaikan informasi, menganalisis, gitu.
05:03Nah, kecuali ada sesuatu yang akan membahayakan.
05:06Karena informasi itu ada yang dirahasiakan dulu, ada yang langsung dibukakan.
05:10Itu presiden lah yang tahu.
05:13Tapi bagaimanapun rakyat bertanya apa sih, siaga satu apa sih, konteksnya kan gitu ya, pertanyaan.
05:19Itu cukup ya?
05:20Wah, cukup.
05:47Kecepatan informasi dan akurasi.
05:51Ini adalah komitmen kami.
05:53Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:57Saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan