00:00Ya, kalau sampai menyatakan siaga 1, itu pasti ada alasannya.
00:28Ya, kalau sampai menyatakan siaga 1, itu pasti ada alasannya.
00:37Cuma kita tidak tahu alasannya apa.
00:40Kan ini banyak masalah satu, bisa efek geopolitik itu bukan hanya berdampak secara politik,
00:47tapi juga bisa berdampak secara ekonomi ke tengah-tengah masyarakat.
00:51Dan jika politik bertemu ekonomi menurut krisis politik atau persoalan politik bertemu persoalan ekonomi,
00:58itu biasanya akan menimbulkan runtuhnya atau jatuhnya.
01:07Itu kan teorinya Pak Yusuf kalah.
01:11Tidak apa-apa tuh, kemarin ekonomi politik kayak gitu kan belum, ekonominya masih bagus.
01:17Nah, sekarang politiknya mulai agak gonjang-genjing, ekonominya mungkin terancam, perlu nih siaga 1.
01:24Mungkin, mungkin, ya saya tidak tahu.
01:26Kan siaga 1 itu artinya, semua kekuatan itu harus siaga penuh 24 jam bertugas.
01:34Semua anggota TNI.
01:36Kalau siaga 2, sebagian penuh 24 jam, sebagian ya normal saja.
01:42Berapa sehari kerja, 8 jam atau sekian itu normal.
01:48Kalau siaga 3, ya tidak ada apa-apa tugas-tugas rutin saja.
01:52Ini kalau belum ada 2-nya, sudah 1 ini kan kita tidak tahu alasannya.
01:57Kan tidak diumumkan karena apa gitu.
02:00Kalau alasannya misalnya, wah ini mau ada demo besar-besaran gitu.
02:06Masa sampai biasa siaga 1, waktu jaman saya mengkopol hukum kan beberapa kali itu, demo besar-besaran, beberapa kali.
02:14Tapi enggak, sampai siaga 2 aja enggak.
02:17Kita cuma bikin semacam, apa namanya, rapat-rapat yang sifatnya penugasannya ad-hoc.
02:26Apa? Koordinasi ya waktu itu, Panglima, Jaksa Agung, Kapolri, Menteri Menkomenfo,
02:33karena dia mengawasi lalu lintas perbicaraan, kemudian Menteri Hukum dan HAM dan sebagainya.
02:40Ada 8 kalau tidak salah waktu itu.
02:42Itu rapat itu aja, BIN.
02:45Lalu papanan Pak, kekuatan demo yang bernama misalnya.
02:49Dulu karena ingat ya, ada Jokowi and Gim.
02:51Ingat ya, Jokowi akan jatuh takal sukuan.
02:54Orang itu sudah siap-siap ke pusat, akan-akan jadi.
02:56Nah, seminggu sebelumnya kita rapat di Subden di sana.
03:00Laporan dari BIN, dari Baes, kemudian dari pembicaraan di Medianda, Pak, ini enggak akan ada apa-apa.
03:08Karena apa?
03:10Kekuatannya ini terpencar.
03:11Ada di Bekasi sekian, di Senin sekian, di ini sekian, di luar kota, enggak banyak.
03:16Dan yang penting tidak ada korlapnya waktu itu, yang mengumumkan resmi.
03:20Itu kan TikTok apa-apa namanya.
03:22Korlapnya siapa enggak ada kan?
03:23Kalau enggak ada korlapnya itu enggak ada duitnya, Pak.
03:27Lalu dibagi.
03:28Ini, polres sana nangani situ.
03:31Ini nangani situ, nangani.
03:33Enggak, enggak terjadi apa-apa.
03:35Nah, kalau sampai dibentuk siaga satu kan,
03:38semuanya disuruh gini.
03:40Mungkin ada sesuatu yang serius, saya tidak tahu.
03:44Sekarang, kita semua tidak tahu.
03:46Anda juga tidak tahu apa sih?
03:48Ya, kecuali kekhawatiran dari para ekonomi.
03:50Nah, ini kalau terjadi gini, ini ababelas.
03:54Ini kalau politik.
03:55Kalau terjadi begini, efek dominonya ke Indonesia begini.
03:59Itu mungkin saja kan.
04:00Mereka punya bin, punya analisis yang dilakukan.
04:04Tapi, di menurut Prof, maksud, apakah harusnya pemerintah dalam komunikasi diperlukan penjelasan secara buka, Pak?
04:10Karena status siaga satu ini menimbulkan keinginan di bawah kutip.
04:13Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?
04:15Ditambah juga situasi ekonomi kan, doarnya sudah 17 ribu, gitu.
04:27Ya, mungkin ya, kalau dari sudut pertahanan keamanan, tidak ada sesuatu yang perlu diumumkan.
04:34Agar rakyat jelas.
04:35Tapi, ada juga yang kalau diumumkan, justru menimbulkan masalah.
04:38Mungkin itu.
04:39Jadi, saya terserah, apa namanya ya, eskalasi persoalannya aja kayak apa.
04:46Kalau perlu diumumkan, itu kewajiban konstitusional.
04:49Rakyat Indonesia berhak mendapat informasi yang sejelas-jelasnya.
04:53Kan ada tuh, di pasal 18F, kan?
04:57Sudah ada itu.
04:58Mendapat informasi, menyampaikan informasi, menganalisis, gitu.
05:03Nah, kecuali ada sesuatu yang akan membahayakan.
05:06Karena informasi itu ada yang dirahasiakan dulu, ada yang langsung dibukakan.
05:10Itu presiden lah yang tahu.
05:13Tapi bagaimanapun rakyat bertanya apa sih, siaga satu apa sih, konteksnya kan gitu ya, pertanyaan.
05:19Itu cukup ya?
05:20Wah, cukup.
05:47Kecepatan informasi dan akurasi.
05:51Ini adalah komitmen kami.
05:53Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:57Saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar